ANALISA PROSES INTERAKSI (API)
Disusun Oleh:
Mellynia Eka Pratiwy
202207001
UNIVERSITAS ICHSAN SATYA
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
2022/2023
ANALISA PROSES INTERAKSI (API)
Inisial klien : Tn.N
Usia : 56 tahun
Status interaksi perawat-klien : pertemuan ke 6
Lingkungan : Klien dan perawat berhadapan sambil duduk, suasana tenang di
aula
Deskripsi klien : klien memakai celana dan baju kaos merah serta, rambut pendek
putih ubanan
Hari/Tanggal : Rabu/18 Januari 2023
Waktu : 15 menit
Tempat : Aula Yayasan Rehabilitasi Griya Bhakti Medika
Tujuan Interaksi : 1. Klien dapat mengungkapkan penyebab perasaan jengkel/ kesal/
marah
2. Klien dapat mengungkapkan apa yang dialami saaat marah / jengkel
3. Klien dapat menyimpulkan tanda-tanda jengkel/ kesal yang dialami
4. Klien dapat mengungkapkan perilaku kekerasan yang biasa
dilakukan
5. Klien dapat mempraktekkan cara mengontrol kemarahan dengan cara
tarik napas dalam dan pukul bantal
Dan kasur
Nama Mahasiswa : Mellynia Eka Pratiwy
Komunikasi Komunikasi Analisa Analisa Rasional
Verbal Non Verbal Berpusat Pada Berpusat
Perawat Pada Klien
P : apakah P : tersenyum Perawat Merespon Menggali
masih ada dan menatap berharap klien dengan baik jawaban
perasaan klien dengan mau bercerita mengenai ada
kesal atau penuh perasaan kesal/
marah ? perhatian marah
K : ada K : serius
mendengarka
n kontak mata
(+)
P : Apa yang P : menatap Perawat Klien Daya ingat klien
menyebabkan dengan penuh memandang menginga- berhubungan
Bapak perhatian kearah klien dan ngingat dengan
marah ? berusaha penyebab kekerasan dari
menganalisis marahnya semua data yang
K : Kesal K: tampak didapat
dengan orang berfikir, lalu Perawat ingin
itu menjawab mengkaji daya
dengan keetus ingat klien
dan
memperlihatk
an wajah
kesal
P : orang itu P : menatap Perawat Klien Mengetahui
siapa Bapak ? klien dengan berusaha mengingat penyebab
apakah teman penuh menggali orang yang kekesalan
sekamar ? perhatian menyebabkan berhubungan
ia kesal dengan
K : iya K : langsung kebenaran dari
menjawab semua data yang
sambil terlihat didapat
kesal
P : Apakah P: menatap Perawat Klien Perawat
Bapak dengan penuh berusaha mengingat memberikan
sebelumnya perhatian menggali penyebab kesempatan
pernah marah penyebab kemarahan pada klien untuk
? samakah kemarahan yang terdahulu mengenali
dengan sebelumnya penyebab
penyebab marahnya
marah yang K : klien
sekarang ? tampak
berfikir serius
K : Iya sama sambil
sus mengingat-
ingat
penyebab
kesal
P : Oh iya. P : Menatap Perawat Klien memberi
Jadi klien dan mengkonfirmasi respon atas
penyebab tersenyum penyebab pertanyaan
Bapak marah kemarahan klien perawat
sama ya? K : menjawab
K : Iya sambil
menyanggah
P : pada saat P : Tenang, Perawat Memberikan Pertanyaan
penyebab mempertahan beruhsaha respon atas tersebut akan
marah itu kan kontak menggali pertanyaan memberi
ada, apa yang mata jawaban perasaan kesempatan
Bapak yang lebih
rasakan K: kepada klien
menunjukkan untuk
K : merasa wajah menceritakan
kesal, ingin kekesalan
mengamuk,
mengepalkan
tangan
P : setelah itu P : bicara Berharap klien Klien bersikap Peertanyaan
apa yang santai , tapi mau kooperatif erbuka akan
Bapak jelas sambil menceritakan memberi
lakukan ? memfokuskan dan mampu kesempatan
kontak mata bersikap kepada klien
dengan klien kooperatif untuk bercerita
K: memukul K: dengan perawat
tembok menunjukkan
wajah
kekesalan
P : oh iya, P : tenang, Perawat Memberi Sentuhan
apakah mempertahan berusaha respon atas terapeutik dapat
dengan cara kan kontak menggali pertanyaan menunjukkan
ini Bapak mata, jawaban perawat sikap bersahabat
mendapatkan menyentuh dan perhatian
kerugian ? lengan klien pada klien
K: ada sus, K:
sakit tangan. memandang
kearah
perawat
kemudian
mengarahkan
pandangan
kearah lantai
P : menurut P : membujuk Perawat Klien memberi Pertanyaan
Bapak klien bercerita berusaha respon atas terbuka akan
adakah cara lebih dalam memberikan pertanyaan memberi
lain yang untuk pilihan dan perawat kesempatan
lebih baik ? memberikan membuat klien yang lebih luas
pilihan berpikir kepada klien
K : tidak tahu tentang cara
lain yang
lebih baik
K : Klien
menggelengk
an kepala
P : ada Bapak P : Perawat Klien tertarik Pertanyaan
maukah membiarkan memberikan berbincang terbuka akan
Bapak belajar cara pernyataan dengan klien memberikan
cara mengungkapk kepada klien kesempatan
mengungkap an kemarahan untuk pada klien untuk
kan dengan baik mengungkapkan mengutarakan
kemarahan kemarahan perasaannya
dengan baik
tanpa
menimbulkan
kerugian? K:
mempertahan
K : mau kan kontak
mata, terlihat
kooperatif
P : ada P : menatap Perawat Klien Pertanyaan
beberapa cara klien, tetap menggali menunjukkan terbuka akan
untuk mempertahan informasi rasa memberikan
mengontrol kan kontak penasarannya kesempatan
kemarahan. mata dan pada klien untuk
Salah satunya tersenyum mempelajari
dengan cara cara fisik
fisik jadi
melalui
kegiatan fisik
disalurkan
cara marah K : menatap
perawat
K:
bagaimana
itu ?
P : cara fisik P : menatap Perawat Pertanyaan
ang pertama klien, menjelaskan terbuka akan
dengan cara tersenyum cara memberikan
tarik nafas mempraktikkan kesempatan
dalam. Cara tarik nafas pada klien untuk
nya yaitu : dalam dan mempraktikkan
kalau tanda- pukul bantal
tanda marah dan kasur
dirasakan
maka Bapak
melakukan
tarik naafas
dari hidup
tahan
sebentar, lalu
keluarkan
perlahan-
lahan melalui Klien terlihat
mulut seperti K : tersenyum antusias
mengeluarka , menatap dengan cara
n kemarahan. perawat malu- mempraktikka
Ayo coba malu n tarik nafas
lagi tarik dari dalam dan
hidung pukul kasur
Bagus, tahan
dan tiup
melalui
mulut. Nah,
lakukan
sebanya 3
kali
K : (klien
menarik
nafas dalam)
P : Wah, P : menyentuh Memberikan Klien Memberikan
bagus sekali klien sambil pujian atas merespon renforcement
Bapak sudah tersenyum kemampuan dengan senang positif akan
bisa klien menjawab memotivasi
melakukanny pertanyaan yang klien dalam
a. Bagaimana diajukan menghadapi
perasaannya masalah
? K : tersenyum
K: saya
merasa
senang
P : nah lalu, P : menatap Perawat Focusing
cara fisik klien, mempraktikkan bertujuan untuk
yang kedua tersenyum, cara pukul kasur membatasi lahan
yaitu dengan dan dan bantal pembicaraan
cara pukul menggerakka sehingga
bantal, n tangan percakapan lebih
langsung sambil spesifik dan
kekamar dan menunjukkan mudah
lampiaskan angka dua dan dimengerti
kemarahan mempraktekk Klien mau
tersebut an cara pukul mempraktikka
dengan bantal dan n kembali cara
memukul kasur yang diajarkan Mempraktikkan
bantal dan suster langsung dapat
kasur. Nah, membuat klien
coba Bapak mengingat apa
lakukan, yang dipelajari
pukul bantal
dan kasur
K:
(mempraktik
kan cara
pukul bantal
dan kasur)
P : ya bagus P: Perawat Renforcementpo
sekaliBapak, memandang berusaha sitif dapat
kekesalan klien sambil memberikan meningkatkan
lampiaskan tersenyum renforcementpo harga diri dan
ke kasur dan sitif kepada rasa percaya diri
bantal. Bapak klien klien
harus
melaksanaka Klien senang
n cara fisik atas pujian
ini saat K : tersenyum perawat
sedang marah
/ kesal
K : ya suster