Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Volume 3 Nomor 2, Mei 2021
e-ISSN 2715-6885; p-ISSN 2714-9757
[Link]
PENGARUH AROMATHERAPI EKSTRAK KULIT JERUK TERHADAP
PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN LUKA KAKI
DIABETIK
Sulastri Sinaga, Rishka Widiya Utami*, Feny Florida Lumban Tobing, Rechelia Febra Ditha Br
Sembiring, Mirna Gea, Kristina L. Silalahi
Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Universitas Prima Indonesia, Jl. Danau Singkarak, Gg. Madrasah,
Sei Agul, Kec. Medan Barat, Kota Medan Sumatera Utara 20117, Indonesia
*rishkawidiyautami@[Link] ( +6282277699496 )
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan sebelum dilakukan pemberian
aromatherapi ekstrak kulit jeruk pada pasien luka diabetic dan dilakukan sesudah pemberian
aromatherapi ekstrak kulit jeruk pada pasien luka diabetic. Dalam Penelitian ini mengggunakan
metode pre eksprementalone group pre-test dan post-test design. Teknik pengumpulan sampel
yang digunakan dalam penelitian ini secara purposive sampling 15 responden, responden yang
mengalami luka kaki diabetic dan mengalami kecemasan,pengambilan data penelitian ini
accidental sampling. Kesimpulan dalam penelitian ini dengan uji quasy experimental design
menunjukkan pengaruh Aromatherapi ekstrak kulit jeruk Pvalue=0.001<@=0.05). Kesimpulan
tingkat kecemasan setelah pemberian Aromatherapi ekstrak kulit jeruk reponden berada pada
tingkat kecemasan ringan.
Kata kunci: aromatherapi; diabetes; kulit jeruk
THE EFFECT OF AROMATHERAPY FROM ORANGE PEEL EXTRACT ON
DECREASING ANXIETYLEVEL IN DIABETIC FOOD WOUNDS PATIENT
ABSTRACT
Objectives of this study were to determine the level of anxiety before giving aromatherapy
orange peel extract to diabetic wound patients and after giving aromatherapy orange peel
extract to diabetic wound patients. In this study, the pre-experimentalone group pre-test and
post-test design methods were used. The sample collection technique used in this study was
purposive sampling 15 respondents, respondents who experienced diabetic foot wounds and
experienced anxiety, the data collection of this study was accidental sampling. The conclusion
in this study with a quasy experimental design test showed the effect of aromatherapy orange
peel extract (Pvalue = 0.001 <@ = 0.05). Conclusion the level of anxiety after giving
Aromatherapy orange peel extract respondent is at a mild level of anxiety.
Keywords: Aromatherapy; diabetes; orange skin
PENDAHULUAN menyebabkan penyakit serius yang
Diabetes adalah penyakit kronis yang di mempengaruhi jantung, pembuluh
tandai dengan ciri-ciri berupa tingginya darah, mata, ginjal, dan saraf. Penderita
kadar gula (glukosa )darah.. Penyakit ini diabetes berisiko lebih tinggi
disebabkan teralu banyak makan dan mengalami masalah kesehatan
minuman yang manis yang mengandung (Qurniawati, 2020).
banyak [Link] glukosa darah yang
tinggi secara konsisten bisa
339
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 3 No 2 Hal 339 - 346, Mei 2021
Global Health Science Group
Menurut Organisasi International Diabet komplikasi sebesar 1.8% juga proporsi
Faderation( IDF) memperkirakan penderita diabetes melitus dengan
sedikitnya ada 483 juta orang pada komplikasi sebesar 2.3%. Selanjutnya,
umur 20- 79 tahun di dunia mengidap prevalensi diabetes melitus di Provinsi
diabet pada tahun 2019 ataupun setara Sumatera Utara berdasarkan wawancara
dengan angka prevalensi sebesar 9, 3% yang terdiagnosis dokter dan gejala
dari total penduduk pada umur yang adalah sebesar 2.3%, dimana jumlah
sama. IDF memperkirakan prevalensi tersebut meningkat dibandingkan
diabet di tahun 2019 yakni 9% wanita dengan survey tahun 2007 yaitu sebesar
setelah itu 9, 65% pada pria. Prevalensi 1.21%, sedangkan jumlah penderita
diabet diperkirakan bertambah diabetes melitus di Kota Medan yang
bersamaan akumulasi usia penduduk didiagnosis dokter dan gejala adalah
jadi 19, 9% ataupun 111, 2 juta orang sebesar 2,7 %.(Fatimah and Siregar
pada usia 65- 79 tahun. Luka kaki 2020).
diabetik disebabkan oleh gangguan
pembuluh darah perifer juga oleh Rudy dalam bukunya yang bertajuk
bendungan aliran darah vena yang stasis novel pegangan diabet berkata kalau
sehingga menurunkan sirkulasi pada cedera pada kaki pengidap diakibatkan
ektremitas bawah kemudian dapat paling utama oleh neuropati( motorik,
meningkatkan terjadinya edema, LKD sensorik, serta otonom) serta iskemik,
juga disebabkan oleh penurunan aliran dan diperumit oleh peradangan.
darah kapiler dan penurunan aliran Hilangnya sensai perih bisa
darah arteri (Jannaim, 2018). mengganggu kaki secara langsung,
semacam mengenakan sepatu yang
Akibat terjalin pada raga yang mencuat tidak cocok dimensi serta lain- lain.
berbentuk kelainan wujud kaki, perih, Penebalan kulit( kalus) hendak pada
serta peradangan kaki, apalagi bisa titik ini serta hendak terjalin hemoragi
berpotensi amputasi, sebaliknya kasus ataupun nekrosis, yang umumnya
psikologis yang timbul bisa berbentuk diiringi kalus, bisa rusak yang setelah
kecemasan, ini bisa timbul diakibatkan itu membentuk cedera. Cedera yang
oleh pengobatan luka yang dialami oleh sangat kerap terjalin merupakan pada
penderita selama bertahun-tahun. kaki disebabkan pembluh darah pada
(Diabetikum 2020). kaki merupakan pembuluh darah yang
sangat terjauh dari jantung serta banyak
Prevalensi penderita diabetes di pembuluh darah yang kecil terletak di
Indonesia pada tahun 2013 usia ≥15 kaki, setelah itu kaki ialah organ yang
tahun mencapai 1,5% sedikit lebih sangat rentang terjalin cedera
rendah dibandingkan prevalensi pada disebabkan kaki sangat gampang
tahun 2018 usia ≥15 tahun, yaitu bergesekan dengan benda- benda yang
sebesar 2,0%. Selain itu, penderita terdapat disekitar kita serta pula kaki
diabetes melitus lebih banyak berjenis ialah tumpuan dari beban badan
kelamin perempuan (1,8%) daripada (Saragih, 2020).
laki-laki (1,2%) di Indonesia (Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018). Kecemasan ialah sesuatu perasaan yang
sifatnya universal, dimana seorang yang
Data Riskesdas (2013) memperlihatkan hadapi takut, merasa ketakutan ataupun
Provinsi Sumatera Utara mempunyai kehabisan keyakinan diri serta merasa
prevalensi diabetes melitus dengan lemah sehingga tidak sanggup buat
340
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 3 No 2 Hal 339 - 346, Mei 2021
Global Health Science Group
berlagak serta berperan secara rasional. Menurut hasil penelitian (Herman 2016)
Penyakit kronis semacam cedera Sebagai alternatif herbal anti diabetes,
diabetik bisa memunculkan ekstrak kuli jeruk memiliki efek
permasalahan psikologis pada penderita mengurangi kadar glukosa darah yang
pula keluarga. potensial untukdimanfaatkan. Efek
tersebut dimiliki oleh senyawa
Data yang tidak pas bisa memunculkan flavonoid yang terkandung dalam kulit
mispersepsi yang mempengaruhi jeruk. Pada penderita luka diabetik,
terhadap keadaan psikologis antara lain maka hal tersebut dapat diatasi dengan
tingkatan kecemasan apalagi tekanan cara mengonsumsi antiioksidan. kulitt
pikiran. Cedera diabetik pula ialah Jeruk merupakan tumbuhan endemikk
penyakit genetik yang bisa diturunkan dikawasan Asiaa Tenggara, termasukk
pada generasi selanjutnya, akibat Indonesia hingga dapatt dengan mudah
kurang baik serta komplikasi parah diijumpai. Esktrak kulit jeruk dilaporkan
semacam amputasi menaikkan mengandung berbagai jenis senyawa
kekhawatiran penderita serta keluarga seperti fenolikk dan flavonoid yang
(Setiawan, 2018). dilaporkan memilikii aktivitass
antidiabetess seperti gallic acid,
Aromaterapi ialah pengobatan yang naringin, hesperidin, dan naringenin
memakai minyak essensial ataupun sari berbagai jenis antioksi dann seperti
minyak murni buat menolong flavonoiid dan polifenoll terkandung. di
membetulkan ataupun melindungi dalam jumlah cukupp besar diseluruhh
kesehatan, membangkitkan semangat, bagian padaa tumbuh-tumbuhann.
menyegarkan dan menenangkan jiwa Antioksidan alami dari kulitt jeruk
serta raga. Aromaterapi saat ini menjadi menjadii fokuss utama padaa- penelitian
salah satu terapi komplementer yang ini.(Cicilia Setyabudi, 2015).
tersedia dan banyak digunakan.
Pengobatan ini dimaksud selaku Bersumber pada hasil survei dini yang
pemakaian minyak essensial oil murni dicoba oleh periset di Asri Wound Care
dari tumbuhan– tumbuhan aromatik Center Medan pada bulan November
buat meringankan permasalahan 2020, dikenal informasi rata- rata
kesehatan serta tingkatkan kualitas penderita yang melaksanakan perawatan
kehidupan( Faridah, 2019). dalam satu hari merupakan 5- 10 orang
serta senantiasa melaksanakan
Aromaterapi merupakan salah satu perawatan secara berkesinambungan
terapi non-farmakologi yang dapat hingga cedera penderita sembuh.
mengatasi masalah kesehatan salah Diketahui dari hasil pengkajian selama
satunya kecemasan. Aromaterapi adalah pasien melakukan perawatan luka kaki
terapi yang menggunakan essensial oil diabetik, pasien mengatakan mengalami
atau sari ekstrak minyak murni untuk kecemasan terhadap luka kakinya
membantu memperbaiki dan menjaga sehingga mereka hanya mengonsumsi
kesehatan, membangkitkan semangat, obat farmakologi untuk mengurangi
gairah, menyegarkan juga menenangkan rasa kecemasan dan mengurangi asupan
jiwa, serta merangsang proses makanan yang mengandung glukosa.
penyembuhan (Sawiji, La, and Pengobatan atau tindakan seperti
Sukarmini 2020). pemberian aromatherapi ekstrak kulit
jeruk belum dilakukan di Asri Wound
Care Center Medan sebagai salah satu
341
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 3 No 2 Hal 339 - 346, Mei 2021
Global Health Science Group
teknik relaksasi bagi pasien tersebut, penderita yang hadapi cedera
dan pasien disana belum mengetahui diabetikum serta melaksanakan
khasiat aroma dari kulit jeruk juga dapat perawatan cedera di Asri Wound Care
menurunkan kecemasan dan CenterMedan. Metode pengambilan
memberikan efek tenang. Berdasarkan ilustrasi dalam riset ini merupakan
penjelasan tersebut peneliti tertarik accidental samplingyaitu pengambilan
untuk melakukan penelitian tentang ilustrasi yang dicoba dengan mengambil
“Pengaruh Aromatherapi Ekstrak Kulit permasalahan responden secara
Jeruk Terhadap Penurunan Tingkat kebetulan ataupun responden yang
Kecemasan Pada asien Luka Kaki didapat saja.
Diabetik di Asri Wound Care Center
Medan Tahun 2021”. Informasi primer dari riset ini
merupakan informasi dari hasil
Bersumber pada pemaparan penyusutan tingkatan kecemasan pada
permalasahan tersebut maka peneliti penderita cedera diabetik saat sebelum
tertarik untuk melaksanakan riset serta setelah pemberian
dengan tujuan untuk mengetahui AromatherapiEkstrak Kulit Jeruk,
pengaruh Aromatherapi Ekstrak Kulit berdasarkan hasil observasi pada
Jeruk terhadap penurunan tingkatan respondens. Data sekunder merupakann
kecemasan pada penderita cedera kaki data yang telah tersedia dari petugas
diabetik di Asri Wound Care Center pelayanan kesehatan di Asri Wound
Medan Tahun 2021. Care Center Medan. Pengumpulan data
pada penelitian ini menggunakan
METODE instrument lembaran kusioner tingkat
Riset ini memakai desaind serta tata kecemasan, (Hamilton Rating Scale for
cara pre- eksperimen sehingga periset Anxiety/ HRS-A).
memakai( one tim pre- test[ost uji
design), dimana kelompok sasaran akan Penelitian akan dilakukan setelah lulus
di observasi baik sebelum dan sesudah uji etik dengan nomor 040, setelah itu
dilakukannya perencanaan. Penelitian peneliti mengajukan penelitian ke Asri
dilaksanakan di Asri Wound Care Wound Care Center Medan untuk
Centre Medan yang mempunyai jumlah mendapatkan izin penelitian. Setelah
populasi serta sampel yang lumayan pihak AsriWound Care Center Medan
dijadikan responden sehingga mengizinkan periset melaksanakan riset
mempermudah periset melaksanakan hingga periset hendak menarangkan
penelitian. Adapun alibi periset tentang tujuan riset kepada responden.
menjadikan Asri Wound Care Center Jika responden sepakat buat jadi
Medan sebagaii lokasi penelitian yang ilustrasi riset, hingga periset
lumayan dijadikan responden sehingga mengajukan pesan persetujuan
mempermudah periset melaksanakan responden buat ditandatangani oleh
penelitian. Penelitian initelah responden. Periset juga menarangkan
dilaksanakan selama 7 hari pada khasiat tentang aromatherapi ekstrak
tanggal 02 s/d 09 April 2021. Populas kulit jeruk selaku salah satu pengobatan
idalam riset ini merupakan penderita komplementer ataupun relaksasi yang
cedera diabetik pada bulan November dapat merendahkan tingkatan kecemasan
2020sebanyak 20orang di Asri Wound ataupun setres yang dirasakan oleh
Care CenterMedan. Ada pula yang jadi pengidap dalam upaya kurangi
ilustrasi dalam riset ini merupakan kekhawatiran terhadap pengidap tersebut.
342
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 3 No 2 Hal 339 - 346, Mei 2021
Global Health Science Group
Setelah kuesioner diisi, instrumen ditunggu selama 30 menit dan lakukan
dikumpulkan kembali oleh peneliti dan evaluasi pasien setelah diberikan
diperiksa kelengkapannya, kemudian aromatherapi ekstrak kulit jeruk.
lembar kuesioner kembali diisi oleh
responden setelah dilakukan pemberian Analisa Informasi yang digunakan
aromatherapi ekstrak kulit jerukuntuk sudah diolah serta disajikan berikutnya
mengetahui tingkat penurunan dianalisis secara Analisa univariat
kecemasan sesudah diberikan betujuan buat menarangkan ataupun
aromatherapi ekstrak kulit jeruk. mendeskripsikan ciri tiap periset.
Wujud analisis univariat bergantung
Cara kerja yang dilakukan selama dari jenis informasinya. Analisis
pemberian aromatherapi ekstrak kulit informasi univariat pada biasanya cuma
jerukadalah persiapan pasien luka menciptakan distribusi frekuensi serta
diabetik. Dalam pelaksaan pemberian presentase dari masing- masing variabel
aromatherapi pada pasien luka diabetik yang meliputi usia, tipe kelamin,
yaitu: Beri salam terapeutik kepada pembelajaran, pekerjaan serta lamanya
responden dan infont consent, kemudian menempuh perawatan cedera kaki
atur posisi klien senyaman mungkin, diabetik dan variabel tingkatan
mencuci tangan dan pakai sarung penyusutan kecemasan ( Pre- Test serta
tangan, teteskan 3 tetes aromatherapi Post Test). Analisa bivariat yang dicoba
ekstrak kulit jerukpada tissue yang terhadap 2 variabel yang diprediksi
disediakan, anjurkan pasien untuk berhubugan ataupun bekerjasama, bila
menghirup aromatherapi ekstrak kulit informasi distribusi wajar serta
jerukselama 5-10 menit dan setelah memakai uji wilcoxon sign rank test
terapi selesai rapikan alat dan atur dengan tingkatan keyakinan 95%
kembali posisi pasien senyaman artinya apabila p<0, 05 hingga Ho
mungkin serta lakukan dokumentasi. ditolak ataupun Ha diterima.
Kemudian pemberian aromatherapi
HASIL
Tabel 1.
Karakteristik responden kecemasan pada pasien luka kaki diabetik.
Karakterisstik Responden f %
Jenis Kelamin
Laki-laki 8 53.3
Perempuan 7 46.7
Umur
45-49 tahun 1 6.7
50-54 tahun 5 33.3
55-59 tahun 9 60
Tabel 2.
Distribusi responden sebelum pemberian aromatherapi ekstrak kulit jeruk pada pasien
luka kaki diabetik (n=15)
Kategori f %
Kecemasan ringan 3 20
Kecemasan sedang 5 33.3
Kecemasan berat 7 46.7
343
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 3 No 2 Hal 339 - 346, Mei 2021
Global Health Science Group
Tabel 3.
Distribusi responden sesudah pemberian aromatherapi ekstrak kulit jeruk
pada pasien luka kaki diabetik (n=15)
Kategori f %
Tidak ada cemas 5 33.3
Kecemasan ringan 7 46.7
Kecemasan sedang 3 20.0
Tabel 4. Pengaruh aromateherapi ekstrak kulit jeruk terhadap penurunan tingkat
kecemasan pada pasien luka kaki diabetik.
Aromatherapi Tingkat Kecemasan
Std
Ekstrak Kulit Tidak Ringa Sedan Bera Mean P Value
Deviasi
Jeruk Cemas n g t
Pre Test (P) 0 3 5 7 39,13 9,094
0,001
Post Test (Q) 5 7 3 0 24,4 7,567
Tabel 2 distribusi frekuensi penurunan Perihal tersebut hendak menggangu
tingkat kecemasan pasien luka kaki citra badan pengidap dan hendak
diabetic sebelum pemberian menimbulkan akibat psikologi
aromatherapy ekstrak kulit jeruk dengan berbentuk kendala kecemasan yang
mayoritas responden mengalami menyebabkan kendala kencing,
kecemasan berat 7 orang (46.7%) dan kesemutan serta mati rasa, tubuh lemah
kecemasan sedang 5 orang (33.3%), serta gampang letih, dan hadapi
minoritas responden kecemasan ringan kesulitasn tidur malam (Maesaroh, S.,
berjumlah 3 orang (20.0%). Mukhlis, H.,& Widyastuti, F.
2019). Tingkat kecemasan pasien luka
Tabel 4 berdasarkan uji normalitas kaki diabetik dapat diatasi dengan terapi
Kolmogorov Sminov pada data pre-test non farmakologi yaitu pemberian
memiliki nilai sig 0.283>0.05 pada data aromatherapi ekstrak kulit jeruk untuk
post-test memiliki nilai sig 0.032>0.05. penurunan tingkat kecemasan.
Uji Wilcoxon Signed Rank Tes memiliki
nilai Rank pre test-post test sebesar Hasil penelitian mengenai pengaruh
39.13-24.40 dengan p-value 0.001. aromatherapi ekstrak kulit jeruk
terhadap penurunan tingkat kecemasan
PEMBAHASAN pada pasien luka kaki diabetik di Asri
Luka kaki diabetik merupakan salah Wound Care Center Medan terhadap 15
satu komplikasi dari penyakit. Diabetes responden. Sebelum melakukan
Millituss. Pengidap cedera kaki diabetik aromtherapi ektrak kulit jeruk mayoritas
memiliki permasalahan raga berbentuk yang mengalami tingkat kecemasan
cedera yang terletak dikaki serta lama berat sebanyak 7 orang (46,7%), dan
sembuh apalagi hingga berbau tidak saat sesudah melakukan aromatherapy
nikmat, kelainan wujud kaki kulit jerukmayoritas yang mengalami
keterbatasan mobilitas raga serta kecemasan berat 5 (33,3%).
ketidakmampuan buat melakukan guna
baik. Apabila cedera semain parah, Ekstrak kulit jeruk memiliki efek
hingga bisa pula dicoba prosedur mengurangi kadar glukosa darah yang
operasi hingga dengan amputasi kaki. potensial untuk dimanfaatkan. Efek
tersebut dimiliki oleh senyawa
344
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 3 No 2 Hal 339 - 346, Mei 2021
Global Health Science Group
flavanoid yang terkandung dalam kulit luka kaki diabetik. Hasil penelitiannya
jeruk. Kulit jeruk merupakan tumbuhan memperlihatkan perbedaan tingkat
endemik di kawasan Asia Tenggara, kecemasan pada pasien luka diabetik
termasuk Indonesia sehingga dapat sebelum dan sesudah diberikan
dengan mudah dijumpai. Estrak kulit aromatherapy ekstrak kulit jeruk dengan
jeruk dilaporkan mengandung berbagai nilai p-value 0,000. Dengan data diatas
macam senyawa fenolik dan flavanoid dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
yang dilaporkan memiliki aktifitas anti setelah dilakukannya aromatherapi
diabetes. Aromatherapi yang ekstrak kulit jeruk terhadap penurunan
menggunakan essensial oil atau sari tingkat kecemasan hal ini ditunjukkan
ekstrak minyak murni untuk membantu dengan p-value, sehingga Ha diterima
memperbaiki dan menjaga kesehatan, dan Ho ditolak.
membangkitkan semangat, gairah
menyegarkan juga menenangkan jiwa, Hasil penelitian yang dilakukan
serta mersangsang proses aromatherapi kulit jeruk diberikan 3 kali
penyembuhan. Sama halnya dengan seminggu sebelum tidur dan selama 2
penelitian yang dilakukan Indrayati minggu dengan jarak 5 cm dari hidung
didapatkan hasil bahwa kelompok pada pasien luka diabetik setelah
eksperimen lebih banyak pasien luka diberikan intervensi terdapat
kaki diabetik yaitu sebesar 57,14%, perbedaanyang signifikan P<0,05 pada
kelompok control yaitu sebesar 50,00%. kecemasan (Faridah . 2019)Setelah
Usia lanjut beresiko terhadap terjadinya diberikan intervensi melakukan
ulkus kaki diabetik, karena fungsi tubuh aromatherapi ekstrak kulit jeruk
secara fisiologis menurun, hal ini responden mengalami perubahan tingkat
disebabkan karena penurunan sekresi kecemasan. Melakukan aromatherapi
atau resistensi insulin, sehingga ekstrak kulit jeruk sangatlah baik karena
kemampuan fungsi tubuh terhadap aromatherapi ekstrak kulit jeruk
pengendalian glukosa darah yang tinggi bertujuan untuk merelaksasikan dan
kurang optimal (Indrayati 2018). dapat menurunkan kecemasan pada
pasien dan sangat mudah dilakukan oleh
Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed responden.
Rank Tes data yang digunakan hasil
pengukuran kecemasan sebelum SIMPULAN
dilakukan aromatherapi ekstrak kulit Tingkat kecemasan responden sebelum
jeruk pada hari pertama penelitian dan dilakukan pemberian aromatherapi
hasil pengukuran kecemasan sesudah ekstrak kulit jeruk mayoritas responden
dilakukannya aromatherapi ekstrak kulit berada pada kategori tingkat kecemasan
jeruk pada hari terakhir penelitian berat. Tingkat kecemasan responden
dengan nilai Rank pre test-post test setelah dilakukan pemberian
sebesar 39.13-24.40 dengan p-value aromatherapi ekstrak kulit jeruk
0.01. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas reponden berada pada kategori
adanya peningkatan responden setelah tingkat kecemasan ringan.
melakukan pemberian aromatherapi
ekstrak kulit jeruk selama 7 hari DAFTAR PUSTAKA
berturut-turut, hasil ini sama dengan Cicilia Setyabudi, Stefani Tanda, Wenny
penelitian Rahmayati (2018) mengenai Irawaty Santosa, Felycia Edi
pengaruh aromatherapi ekstrak kulit Soetaredjo. 2015. “Studi in Vitro
jeruk terhadap tingkat kecemasan pasien Ekstrak Kulit Jeruk Purut untuk
345
Jurnal Penelitian Perawat Profesional, Volume 3 No 2 Hal 339 - 346, Mei 2021
Global Health Science Group
Aplikasi Terapi Diabetes Melitus.” menjalani Persalinan. Wellness
Jurnal Ilmiah Widya Teknik 14(1): And Healthy Magazine, 1(1), 7-14.
15–19.
Qurniawati, Dewi, Ajeng Fatikasari,
Diabetikum, Ulkus. 2020. “Majalah Juniatulo Tafonao, and Elis
Kesehatan Indonesia Kualitas Anggeria. 2020. “Pengaruh
Hidup Ditinjau Dari Tingkat Diabetes Self-Management
Kecemasan Pasien Penderita.” Education (DSME) Terhadap
1(2): 33–38. Perawatan Diri Pasien Luka
Diabetes Melitus.” Jurnal Ilmu
Faridah, Ida et al. 2019. “Pengaruh Keperawatan 8(1): 10–21.
Aromaterapi Terhadap Kualitas
Tidur, Kualitas Hidup, Kelelahan Rahmayati., E., Raihan, H., &
Dan Kecemasan Pada Pasien Nurhayati.(2018). Pengaruh Skala
Diabetes Melitus.” nyeri Pasien Post Operasi Operasi
[Link]: 237-59. Laparatomi. Jurnal Kesehatan Vol
9 No.3: 427-432.
Fatimah, Petti Siti, and Putra Apriadi
Siregar. 2020. “Pola Konsumsi Riskesdas, Kemenkes. 2018. “Hasil
Buah Dan Sayur Dengan Kejadian Utama Riset Kesehata Dasar
Diabetes Mellitus Pada (RISKESDAS).” Journal of
Masyarakat Pesisir.” 2(1). Physics A: Mathematical and
Theoretical 44(8): 1–200.
Herman, Yakub. 2016. “Potensi
Antidiabetes Melitus Senyawa Saragih, Lenni, Muhammad Faruq
Flavonoid Kulit Jeruk: Sebuah Afifuddin, Imam Subekti, and
Review Mengenai Mekanisme.” Rossyana Septiasih. 2020.
Convention Center Di Kota Tegal “Pengaruh Rawat Luka Gangrene
4(80): 4. Terhadap Pencegahan.” JUrnal
Keperawatan Terapan (e-Journal)
Indrayati, N., Koto, Y., & Mulyadi, B. 06(01): 27–35.
(2018). Penyembuhan ulkus
diabetik dengan aplikasi Sawiji, Repining Tiyas, Elisabeth Oriana
antimikrobial wound. Jurnal Ilmiah Jawa La, and Ni Ketut Sukarmini.
Ilmu Keperawatan Indonesia, Vol. 2020. “Pengaruh Variasi CMC-Na
8 No., 2–9. Terhadap Sifat Fisik Dan Stabilitas
Sediaan Gel Aromaterapi Kulit
Jannaim, Jannaim, Ridha Dharmajaya, Buah Jeruk Limau (Citrus
and Asrizal Asrizal. 2018. Amblycarpa (Hassk.) Ochse).”
“Pengaruh Buerger Allen Exercise Lombok Journal of Science 2(2):
Terhadap Sirkulasi Ektremitas 15–21.
Bawah Pada Pasien Luka Kaki
Diabetik.” Jurnal Keperawatan Setiawan, Hendri et al. 2018. “Hubungan
Indonesia 21(2): 101–8. Tingkat Pengetahuan Dengan
Kecemasan Penderita Diabetes
Maesaroh, S., Mukhlis, H.,& Widyastuti, Mellitus.” Urecol: 241–48.
F. 2019). Efektifitas Terapi Hand
Tappyng Terhadap Kecemasan
pada Perempuan yang Sedang
346