0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan23 halaman

Klasifikasi dan Fungsi Boiler dalam Industri

Bab ini membahas tentang kajian pustaka mengenai boiler. Terdapat beberapa klasifikasi boiler berdasarkan tekanan uap, konstruksi, bahan bakar yang digunakan, dan kegunaannya. Juga dibahas struktur utama boiler yang terdiri dari steam drum, economizer, superheater, reheater, furnace, dan burner. Steam drum berfungsi untuk menampung air dan uap, sedangkan economizer berfungsi untuk menyerap panas gas sisa pembakaran ke feed water sebelum proses pengu

Diunggah oleh

bukan tokokomputer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan23 halaman

Klasifikasi dan Fungsi Boiler dalam Industri

Bab ini membahas tentang kajian pustaka mengenai boiler. Terdapat beberapa klasifikasi boiler berdasarkan tekanan uap, konstruksi, bahan bakar yang digunakan, dan kegunaannya. Juga dibahas struktur utama boiler yang terdiri dari steam drum, economizer, superheater, reheater, furnace, dan burner. Steam drum berfungsi untuk menampung air dan uap, sedangkan economizer berfungsi untuk menyerap panas gas sisa pembakaran ke feed water sebelum proses pengu

Diunggah oleh

bukan tokokomputer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

1. Boiler
Boiler berfungsi untuk mengubah air menjadi uap
superheated yang bertemperatur dan bertekanan tinggi. Alat
yang digunakan untuk membuat uap disebut boiler atau lebih
tepat steam generator (Pembangkit Uap). Klasifikasi boiler
secara umum dibagi dua yaitu, boiler pipa api dan boiler pipa
air. Jenis boiler pipa api banyak digunakan oleh industri yang
memerlukan tekanan uap yang relatif rendah, misalnya
pabrik-pabrik tahu. Sedangkan jenis pipa air digunakan oleh
industri/pembangkit listrik yang memerlukan tekanan uap
yang tinggi.
Sistem boiler terdiri dari: sistem air umpan, sistem steam,
dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air
untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam.
Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan
perbaikan. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol
produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem
pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem,
tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau
dengan alat pemantau tekanan.
Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang
digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk
menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang
diperlukan dalam sistem bahan bakar tergantung pada jenis
bahan bakar yang digunakan pada sistem. Air yang disuplai
ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan.
Dua sumber air umpan adalah:
1. Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali
ke proses
2. Air make up (air baku yang sudah diolah) yang harus
diumpankan dari luar ruang boiler ke plant proses
5
6

2. Klasifikasi Boiler
3. Berdasarkan tekanan
a. Low Pressure Boiler
Tipe low pressure boiler memiliki karakteristik :
Tipe ini memiliki tekanan steamoperasi kurang dari 15
Psig atau menghasilkan air panas dengan tekanan
dibawah 160 Psig atau temperatur dibawah 250 ˚F.
b. High Pressure Boiler
Tipe high pressure boiler memillki karakteristik : Tipe
ini memiliki tekanan steamoprasi diatas 15 Psig atau
menghasilkan air panas dengan tekanan di atas 160
Psig atau temperatur diatas 250 ˚F.
4. Berdasarkan konstruksi dan cara kerja
a. Package Boiler
Disebut package boiler karena sudah
tersedia sebagai paket yang lengkap pada saat
dikirim ke pabrik. Hanya memerlukan pipa
steam, pipa air, suplai bahan bakar dan
sambungan listrik untuk dapat beroperasi.
Paket boiler biasanya merupakan tipe fire tube
boiler dengan transfer panas yang tinggi baik
radiasi maupun konveksi.
Ciri-ciri package boiler:
 Kecilnya ruang pembakaran dan tingginya
panas yang dilepas menghasilkan
penguapan yang lebih cepat.
 Banyaknya jumlah pipa yang berdiameter
kecil membuatnya memiliki perpindahan
panas konvektif yang baik.
 Sistem forced atau induced draft
menghasilkan efisiensi pembakaran yang
baik.
7

 Sejumlah lintasan/pass menghasilkan


perpindahan panas keseluruhan yang baik.
 Tingkat efisiensi thermisnya yang lebih
tinggi dibandingkan dengan boiler lainnya.

Boiler tersebut dikelompokkan berdasarkan


jumlah pass nya yaitu berapa kali gas
pembakaran melintasi boiler. Ruang
pembakaran ditempatkan sebagai lintasan
pertama setelah itu kemudian satu, dua, atau
tiga set pipa api. Boiler yang paling umum
dalam kelas ini adalah unit tiga pass dengan
dua set fire tube dan gas buangnya keluar dari
belakang boiler

b. Site Erected Boiler


Tipe site erected boiler perakitannya
biasanya dilakukan ditempat akan berdirinya
boiler tersebut. Pengiriman dilakukan
perkomponen.

Gambar 2.1 Site erected boiler PT. Indonesia Royal


Paper
Sumber: Dokumentasi Penulis
8

5. Berdasarkan bahan bakar


a. Solid fuel
Pemanasan yang terjadi akibat pembakaran
antara percampuran bahan bakar padat (batu bara,
baggase, rejected product, sampah kota, kayu)
dengan oksigen dan sumber panas.
Karakteristik:
 Harga bahan baku relatif lebih murah
dari boiler yang menggunakan bahan
bakar cair dan listrik
 Nilai efisiensinya lebih baikdari boiler
tipe listrik.
b. Oil fuel
Pemanasan yang terjadi akibat pembakaran
antara percampuran bahan bakar cari (solar, IDO,
residu, kerosin) dengan oksigen dan sumber panas.
Karakteristik:
 Harga bahan baku pembakaran paling
mahal dibandingkan dengan semua
tipe boiler.
 Nilai efisiensinya lebih baik dari boiler
berbahan bakar padat dan listrik
c. Gaseous Fuel
Pembakaran yang terjadi akibat percampuran
bahan bakar gas (LNG) dengan oksigen dan sumber
panas.
Karakteristik:
- Harga bahan baku pembakaran paling murah
dibandingkan semua tipe boiler
- Nilai efisiensi lebih baik jika dibandingkan
dengan semua tipe boiler
d. Elektrik
Pemanasan yang terjadi akibat sumber listrik
yang menyuplai sumber panas. Karakteristik: -
Harga bahan baku relatif lebih murah dibandingkan
9

dengan boiler yang menggunakan bahan bakar cair -


Nilai efisiensinya paling rendah dari semua tipe
boiler
6. Berdasarkan kegunaan
a. Power Boiler
Steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan
tipe water tube boiler, hasil steam yang dihasilkan
memiliki tekanan dan kapasitas yang besar,
sehingga mampu memutar steam turbin dan
menghasilkan listrik dari generator.
Karakteristik:
 Kegunaan utamanya sebagai penghasil
steam untuk pembangkit listrik
 Sisa steam digunakan sebagai proses
industry
b. Industrial Boiler
Steam yang dihasilkan boiler ini dapat
menggunakan tipe water tube boiler atau fire tube
boiler.
Karakteristik:
- Kegunaan steam utamanya untuk menjalankan
proses industri dan sebagai tambahan panas.
- Steam memiliki kapasitas yang besar dan
tekanan yang sedang.

c. Komersial Boiler
Steam yang dihasilkan boiler ini dapat
menggunakan tipe water tube boiler atau fire tube
boiler.

Karakteristik
10

 Kegunaan steam utamanya untuk


menjalankan proses operasi komersial.
 Steam memiliki kapasitas yang besar dan
tekanan rendah.

d. Heat Recovery Boiler


Steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan
tipe water tube boiler atau fire tube boiler.
Karakteristik:
 Steam yang dihasilkan memiliki tekanan
dan kapasitas yang besar
 Kagunaan utamanya sebagai penghasil
steam dari uap panas yang tidak terpakai
 Hasil steam ini digunakan untuk
menjalankan proses industri.
7. Struktur boiler
Komponen utama Boiler antara lain Steam drum,
Economizer, Superheater, Reheater, Furnace, dan Burner
1. Steam Drum
Steam drum adalah bagian dari boiler yang berfungsi
untuk :
1. Menampung air yang akan dipanaskan pada pipa-
pipa penguap (wall tube), dan menampung uap air
dari pipa-pipa penguap sebelum dialirkan ke
superheater.
2. Memisahkan uap dan air yang telah dipanaskan di
ruang bakar
3. Mengatur kualitas air boiler, dengan cara membuang
kotoran-kotoran yang terlarut di dalam boiler
melalui continous blowdown.
11

4. Mengatur permukaan air sehingga tidak terjadi


kekurangan saat boiler beroperasi yang dapat
menyebabkan overheating pada pipa boiler.

Gambar 2.2 Steam drum tampak atas


Sumber: Dokumentasi Penulis

Gambar 2.3 Steam drum pipe bagian dalam


Sumber: Dokumentasi Penulis
Level air dari drum harus selalu dijaga agar selalu
tetap setengah dari tinggi drum. Banyaknya air pengisi
yang masuk ke steam drum harus sebanding dengan
banyaknya uap yang meninggalkan drum, agar level air
tetap konstan. Batas maksimum dan minimum level air
12

dalam steam drum adalah -250 mm s/d 250 mm dari titik


0 (setengah tinggi drum).
2. Economizer
Economizer adalah pipa untuk menyerap panas dari
gas bekas sisa pembakaran ke dalam feed water sebelum
memasuki siklus penguapan (evaporation) di dalam
boiler.
Pemanasan air ini dilakukan agar perbedaan
temperatur antara air pengisi dan air yang berada dalam
steam drum tidak terlalu tinggi, sehingga tidak terjadi
thermal stress (tegangan yang terjadi karena adanya
pemanasan) didalam steam drum. Memanfaatkan gas
sisa pembakaran akan meningkatkan efesiensi Boiler dan
proses pembentukan uap juga lebih cepat. Economizer
berupa pipa-pipa air yang dipasang ditempat laluan gas
hasil pembakaran sebelum air heater.

Gambar 2.4 Economizer boiler


Sumber: Dokumentasi Penulis

Perpindahan panas yang terjadi di economizer terjadi


dengan arah aliran kedua fluida berlawanan ( counter
flow). Air pengisi steam drum mengalir ke atas meuju
13

steam drum, sedangkan udara pemanas mengalir ke


bawah.
3. Superheater
Superheater berfungsi untuk menaikkan temperatur
uap jenuh menjadi uap panas lanjut dengan
memanfaatkan gas panas hasil pembakaran. Uap yang
masuk ke superheater berasal dari steam drum.
4. Reheater
Reheater berfungsi untuk memanaskan kembali uap
yang keluar dari HP turbine dengan memanfaatkan gas
hasil pembakaran yang temperaturnya relatif masih
tinggi. Pemanasan ini bertujuan untuk menaikkan
efesiensi sistem secara keseluruhan. Perpindahan panas
yang paling dominan pada reheater memberikan efek
yang sangat kecil sehingga proses ini biasanya diabaikan.
5. Furnace

Gambar 2.5 Furnace boiler


Sumber: Dokumentasi Penulis

Furnace merupakan suatu tempat berlangsungnya


proses pembakaran bahan bakar dengan uadara. Udara
yang digunakan di suplai dari force draft fan (FD Fan).
14

Seluruh permukaan furnace terdiri dari water wall yang


di las memran nya.

6. Burner
Burner merupakan alat untuk menghasilkan sumber
api bagi boiler. Yaitu dengan cara membakar campuran
bahan bakar (Gas) dan udara di dalam ruang bakar
boiler.
7. Cerobong Asap
Yaitu perangkat dari ketel uap yang berfungsi
meneruskan atau membuang asap sisa reaksi
pembakaran yang terjadi di dalam boiler dengan tujuan
menyalurkan gas asap bekas supaya tidak mengotori
atau mengganggu lingkungan sekitar..

Gambar 2.6 Cerobong asap boiler


Sumber: Dokumentasi Penulis
15

8. Alat Bantu Ketel Uap


Appendages adalah alat-alat perlengkapan ketel
uap/boiler yang dapat bekerja sendiri dan dipasang
dengan maksud untuk menjamin agat ketel uap/boiler
dapat bekerja dengan aman. Adapun yang termasuk alat
bantu ketel uap sebagai berikut:
9. Gelas Penduga
Gelas penduga adalah suatu alat yang digunakan
untuk mengetahui ketinggian permukaan air dalam
pesawat ketel uap. Pemasangan gelas penduga pada
pesawat ketel uap sekurang-kurangnya 2 buah dan
tentang pemasangannya dengan ketinggian maksimum
100 mm dibawah garis api.

Gambar 2.7 Gelas Penduga


Sumber: Dokumentasi Penulis
10. Katup Pengaman (Safety Valve)
16

Katup pengaman mempunyai fungsi untuk menjaga


tekanan kerja ketel uap agar tidak melebihi tekanan
maksimum. Katup pengaman ini akan bekerja dengan
sendirinya apabila terjadi kelebihan tekanan kerja yaitu
uap akan dikeluarkan sehingga ketel bekerja sesuai
dengan tekanan yang diinginkan. Namun apabila
melebihi tekanan maksimal dan katup ini tidak berfungsi
maka akan menyebabkan peledakan.

Gambar 2.8 Safety valve


Sumber: Dokumentasi Penulis
11. Katup Uap Induk
17

Gambar 2.9 Katup steam utama


Sumber: Dokumentasi Penulis

Katup ini berfungsi untuk mengalirkan uap hasil


dari pesawat ketel uap. Katup ini diletakkan tepat di atas
tangki ketel. Pengaturan kapasitas uap yang disalurkan
dapat dilakukan dengan mengatur kran katup uap induk.
12. Manometer
Manometer ini digunakan sebagai alat untuk
menunjukkan tekanan uap pada ketel uap. Pemasangan
manometer ini ditujukan agar besar kecilnya tekanan di
dalam ketel uap dapat diketahui sehingga memudahkan
untuk mengontrolnya. Penempatan manometer adalah
pada bagian dimana uap hampir tidak mengalir,
kebanyakan manometer yang dipasang adalah
manometer bourdon.

Gambar 2.10 Manometer Steamdrum


Sumber: Dokumentasi Penulis
18

13. Katup Buang (Blow Down Valve)


Katup buang adalah katup untuk membuang segala
kotoran-kotoran yang mengendap pada dasar tangki,
endapan ini apabila tidak dibersihkan atau dibuang maka
akan menyebabkan aliran buntu dan akhirmya
membahayakan boiler tersebut. Katup ini juga berfungsi
untuk membuang sebagian air dari dalam ketel karena
permukaan terlalu tinggi. Permukaan air yang terlalu
tinggi menyebabkan uap yang dihasilkan terlalu banyak
mengandung air.
14. Lubang Laluan Orang (Man Hole)
Man hole adalah suatu lubang laluan orang dengan
ukuran tubuh manusia berfungsi untuk memeriksa
bagian dalam ketel dengan cara masuk ke dalam ketel
dan melihat bagian dalam ketel. Man hole ini dibuka
hanya pada saat boiler ini tidak beroperasi atau overhaul.

Gambar 2.11 Manhole steamdrum


Sumber: Dokumentasi Penulis

15. Industri Daur Ulang Pulp dan Kertas


Kertas merupakan suatu produk yang memiliki beberapa
kegunaan dalam kehidupan manusia. Kertas sering dijumpai
dimana saja termasuk dijalanan. Kertas selain juga
kegunaannya dalam media tulis juga memiliki peranan yang
19

lebih dari itu. Salah satunya untuk kebutuhan seni dan juga
sekarang kertas juga sudah menjadi pembungkus nasi pada
rumah makan. Dalam dunia pendidikan peranan kertas yang
paling urgen karena kertas merupakan alat yang digunakan
dalam segala hal yang berkaitan dengan pendidikan dalam
upaya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi [20-
25] . Kertas diproduksi oleh beberapa pabrik diIndonesia
maupun didunia. Dalam memproduksi kertas, pengolahan
bahan baku kertas pada pabrik yang akan dijadikan kertas
nantinya mengalami beberapa tahap dalam proses
pengolahannya
Dalam industri kertas, ada beberapa kertas yang dihasilkan
tergantung kepada kebutuhan dari konsumen yang biasanya
dari kalangan pendidikan seperti siswa dan mahasiswa.
Kertas-kertas yang dihasilkan seperti HVS, kertas buku,
koran, tisu, karton dan beberapa kertas lain. Kertas-kertas
yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang berbeda
bergantung pada jenis kertas yang akan diproduksi
Daur ulang kertas adalah proses yang sangat penting
penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Seperti
yang kita ketahui, banyak masalah lingkungan seperti banjir
dan longsor merupakan dampak buruk akibat kurangnya
pepohonan yang merupakan bahan baku utama untuk
pembuatan kertas baru. Karena itu, proses daur ulang kertas
penting untuk dilakukan. Penggunaan kertas di Indonesia dan
seluruh dunia masih sangat tinggi terutama di dunia
pendidikan, meskipun kini era digitalisasi semakin
berkembang.
Menurut GNFI (Good News For Indonesia), konsumsi
kertas di Indonesia per kapita adalah sebesar 27
kg/orang/tahun, atau dapat dikatakan bahwa 11 rim/11
batang pohon dengan jumlah sampah kertas di Indonesia per
hari mencapai 17 ribu ton.
Proses daur ulang kertas bukan hanya dapat dilakukan
sebanyak satu kali saja, namun bisa [Link] hingga tujuh
kali. Setelah berkali-kali didaur ulang, serat pun semakin
20

pendek. Saat serat sudah terlalu pendek, proses daur ulang


kertas tidak dapat dilakukan lagi. Namun sebagai gantinya,
kertas dapat digunakan sebagai bahan pembuat kompos.
Tidak seperti produksi kertas baru, proses daur ulang
kertas membutuhkan energi yang jauh lebih sedikit. Hal ini
berarti, dalam memproduksi satu ton kertas daur ulang
menjadi kertas baru dapat menghemat 17 pohon (Purdue
Research Foundation and US Environmental Protection
Agency, 1996).
Proses daur ulang kertas melibatkan beberapa langkah
yaitu:
a. Koleksi.
Kertas bekas dikumpulkan dari tempat sampah
pengumpul dan disimpan dalam wadah daur ulang
yang besar bersama dengan kertas yang diterima dari
tempat sampah pengumpul lainnya.
b. Pengangkutan.
Semua limbah kertas yang dipulihkan atau
dikumpulkan kemudian diangkut ke pabrik daur ulang
kertas dengan van atau truk pengumpul.
c. Penyortiran.
Setelah diangkut ke pabrik daur ulang, kertas-kertas
tersebut dipilah ke dalam berbagai kategori kertas,
seperti karton, koran, kertas koran, kertas majalah, dan
kertas komputer.
d. Membuat pulp atau bubur :
Pembuatan pulp melibatkan air dan bahan kimia.
Untuk mengolah kertas, mesin terlebih dahulu
memotongnya sebelum air dan bahan kimia
ditambahkan. Campuran tersebut kemudian
dipanaskan untuk memecah kertas menjadi serat kertas.
Terakhir, adonan berubah menjadi adonan lembek yang
dikenal dengan bubur atau bubur.
21

e. Penyaringan dan pembersihan pulpa :


Untuk menghilangkan kontaminasi dari pulpa,
pulpa dipaksa melewati saringan dengan lubang
dengan ukuran dan bentuk yang berbeda untuk
menghilangkan kontaminan seperti gumpalan lem dan
serpihan plastik. Jika pulp masih mengandung
kontaminan berat seperti staples, pulp dapat diputar
dalam silinder besar berbentuk kerucut. Silinder
membuang kontaminan berat keluar dari kerucut
menggunakan gaya sentripetal, sementara kontaminan
ringan bergerak ke tengah kerucut dan dihilangkan.
f. De-inking atau penghilangan tinta :
Selanjutnya dimulai penghilangan tinta dari serat
kertas pulp, sementara bahan lengket, yang dikenal
sebagai “perekat,” juga dipisahkan. Penghapusan tinta
dilakukan melalui kombinasi tindakan mekanis seperti
penghancuran dan penambahan bahan kimia. Partikel
tinta yang ringan dan kecil dihilangkan menggunakan
air, sedangkan partikel yang lebih berat dan lebih besar
dihilangkan menggunakan gelembung udara dalam
proses yang disebut flotasi.
g. Refining, color stripping, dan bleaching :
Pada tahap refining, pulp dikocok agar serat kertas
mengembang. Mengalahkan pulp juga memisahkan
serat individu untuk memfasilitasi produksi kertas baru
dari serat yang terpisah. Jika pewarnaan diperlukan,
bahan kimia pengupas warna ditambahkan ke serat
untuk menghilangkan pewarna dari kertas. Ketika
tujuannya adalah untuk menghasilkan kertas daur
ulang putih, pulpnya diputihkan dengan oksigen,
klorin dioksida, atau hidrogen peroksida untuk
membuatnya lebih cerah atau lebih putih.

Pada tahap akhir dari proses daur ulang kertas, bubur


kertas yang telah dibersihkan kemudian siap untuk
22

digunakan dalam produksi kertas baru. Biasanya, pulp


dicampur dengan serat kayu murni untuk memberikan kertas
baru dengan kehalusan dan kekuatan tambahan. Namun,
serat kertas daur ulang juga bisa digunakan sendiri. Pada
tahap ini, bubur kertas dicampur dengan bahan kimia dan air
panas. Persentase air panas dalam campuran jauh lebih besar
daripada serat kertas dan bahan kimia.

Campuran tersebut dimasukkan ke dalam kotak kepala


mesin pembuat kertas dan disemprotkan dengan jet terus
menerus ke layar besar seperti jaring kawat yang bergerak
sangat cepat melalui mesin. Saat air dari campuran mulai
mengalir, serat kertas daur ulang mulai terikat membentuk
lembaran berair. Lembaran bergerak cepat melalui
serangkaian rol penekan penutup kempa yang memeras lebih
banyak air sehingga menghasilkan selembar kertas yang baru
diproduksi.
16. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Gambar 2.12 Logo K3


Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai
suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan
23

kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada


khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan
budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera.
Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu
pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah
kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (k3) tidak dapat dipisahkan
dengan proses produksi baik jasa maupun industri. (Modul
K3,2016)

Lambang K3 beserta arti dan maknanya tertuang dalam


Kepmenaker RI 1135/MEN/1987 tentang Bendera
Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (Modul K3,2016) 18
(Gambar 2.5 Logo K3) (Sumber: Modul K3 Kemkes) Bentuk
lambang K3 yaitu palang dilingkari roda bergigi sebelas
berwarna hijau diatas warna dasar putih.
Arti dan makna lambang K3 yaitu:
1. Palang bermakna bebas dari kecelakaan dan penyakit
akibat kerja (PAK).
2. Roda gigi bermakna bekerja dengan kesegaran jasmani
maupun rohani.
3. Warna putih bermakna bersih dan suci.
4. Warna hijau bermakna selamat, sehat, dan sejahtera.
Sebelas gerigi roda bermakna sebelas bab dalam
Undangundang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
(Modul K3,2016) Menurut Daryanto(2003) terdapat beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam keselamatan dan
kesehatan kerja antara lain :
1. Keselamatan Kerja Keselamatan kerja merupakan
keselamatan yang berhubungan dengan peralatan,
tempat kerja, lingkungan kerja, serta cara-cara
melakukan pekerjaan. Tujuan dari keselamatan kerja
antara lain :  Melindungi tenaga kerja atas hak
keselamatannya dalam melaksanakan pekerjaan. 19 
Menjamin keelamatan setiap orang yang berada di
24

tempat kerja.  Sumber produksi diprlihar dan


dipergunakan secara aman dan efisien.
2. Kesehatan Kerja Kesehatan kerja merupakan cara
penanggulangan terhadap kecelakaan kerja yang
mungkin terjadi di area kerja. Yang paling peting dala
hal ini setiap bengkel harus memiliki kotak P3K untuk
pertolongan pertama, selain itu para pekerja juga harus
memahami tatacara pertolongan pertama jika terjadi
insiden atau kecelakaan saat bekerja agar bila terjadi
hal tersebut mereka tidak panik dan tau apa yang
harus dilakukan.
3. Perlengkapan Kerja Dalam suatu pekerjaan,
perlengkapan dalam bekerja sangat penting terutama
penggunaan pakaian kerja yang sesuai dengan standar
keselamatan kerja. Hal ini bermaksud agar dapat
mengurangi dan meminimalisisr terjadinya luka atau
kecelakaan kerja.
Dalam suatu pekerjaan, perlengkapan dalam bekerja
sangat penting terutama penggunaan pakaian kerja yang
sesuai dengan standar keselamatan kerja. Hal ini bermaksud
agar dapat mengurangi dan meminimalisisr terjadinya luka
atau kecelakaan kerja. Berikut ini merupakan anjuran dalam
memilih jenis pakaian dan atribut kerja yang sesuai dengan
standar keselamatan kerja.
a. Gunakan pakaian kerja yang pas dan nyaman. Pakaian
kerja yang terlalu lebar atau Panjang dapat berpotensi
menyebabkan kecelakaan kerja karena pakaian yang
tergulung dalam mesin yang berputar.
b. Pilihlah bahan yang tidak mudah terbakar saat akan
bekerja dengan percikan api atau dekat dengan sumber
panas suhu tinggi.

Untuk artibut kerja yang digunakan dapat menyesuaikan


dengan alat alat atau benda kerja yang dihadapi. Sebagai
contoh, saat bekerja dengan bahan bahan yang menghasilkan
udara beracun atau berpolutan gunakanlah pelindung mulut
25

dan hidung agar paru paru terhindar dari polutan yang


berpotensi terhirup.
Selain itu atribut lainnya tidak kalah penting untuk
digunakan dalam area kerja. Berikut adalah atribut kerja
umum yang biasa digunakan dalam bengkel kerja antara lain:
a. Pelindung telinga, berfungsi sebagai pelindung dari
bunyi bising yang dapat merusak saraf indra
pendengaran dari mesin atau pekerjaan yang
sedang dilakukan.

Gambar 2.13 Earplug dan Eearmuff

[Link] mata, berfungsi melindungi mata dari


benda kecil maupun gram (sisa kotoran besi) yang
bisa masuk ke dalam mata.

Gambar 2.14 Kacamata pelindung

c. Kedok/pelindung mulut dan hidung, sebagai


perlindungan pernafasan (paru-paru) dari udara
beracun dan polutan di udara yang diakibatkan oleh
26

pekerjaan.

Gambar 2.15 Pelindung mulut dan hidung

d. Sarung tangan, berfungsi untuk melindungi tangan


ketika bekerja dan menjaga tangan terhindar dari
karat-karat ketika memegang besi. Sarung tangan
juga berfungsi agar melindungi tangan dari
percikan percikan api yang mengenai anggota
tubuh yang keluar dari alat kerja.

Gambar 2.16 Sarung tangan kerja

e. Helm Safety, sebagai pelindung kepala dari benda


jatuh sewaktu bekerja.
27

Gambar 2.17 Safety Helmet

f. Sepatu lars/safety, sebagai pelindung kaki dari


benda-benda yang jatuh (ke punggung kaki) atau
benda-benda yang tajam (bagian bawah kaki) di
lapangan.

Gambar 2.18 Sepatu Safety

Anda mungkin juga menyukai