189
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER SEBAGAI
ANTISEPTIK TANGAN DENGAN VARIASI BASIS KARBOPOL 940 DAN TEA
[Link], Slamet, Wulan Agustin Ningrumb, Naila Kurnia Dewib
a
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan
Pekalongan
b
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pekajangan
Pekalongan
Email : [Link]@[Link]
ABSTRAK
Gelling agent merupakan bahan utama dalam pembuatan gel. Sediaan gel yang banyak digunakan oleh
masyarakat yaitu gel hand saitizer, dimana gel hand saitizer merupakan sediaan yang dapat membersihkan tangan dari
bakteri. Salah satu gelling agen yang banyak digunakan yaitu carbopol 940. Pengembangan carbopol 940 dipengaruhi
oleh proses ionisasi sehingga dibutuhkan TEA sebagai penstabil pH.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi carbopol940 dan TEA yang sesuai sehingga
memenuhi syarat evaluasi sediaan yang baik. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental. konsentrasi carbopol
940 yang digunakan diantaranya 0.3 gram, 0.4 gram, dan 0.5 gram sedangkan untuk konsentrasi TEAyaitu 0.4 gram, 0.6
gram, dan 0.8 gram.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula sesuai dengan syarat evaluasi sediaan diantaranya uji
organoleptis, uji pH, uji Viskositas, uji daya sebar, dan uji daya lekat. Namun, dari ketiga formula hasil evaluasi sediaan
yang sesuai dengan sediaan gel hand sanitizer dipasaran yaitu formula 3 dengan konsentrasi karobopol 940 sebesar 0.5
gram dan TEA 0.8 gram. Dapat disimpulkan bahwa formula 3 dengan konsentrasi carbopol 940 0.5 gran dan TEA 0.8
gram termasuk sediaan gel hand sanitizer yang sesuai dengan produk yang beredar dipasaran.
Kata Kunci : Carbopol 940, Evaluasi sediaan, Gel hand sanitizer, TEA.
ABSTRACT
Gelling agent is the main ingredient in gel manufacture. The gel preparation that is widely used by the
community is the hand saitizer gel, where the hand sanitizer gel is a preparation that can clean hands from bacteria.
One of the gelling agents that is widely used is carbopol 940. The development of carbopol 940 which can be relied on
by the ionization process so that TEA is needed as a pH stabilizer.
The purpose of this study was to measure the appropriate concentration of carbopol 940 and TEA so that the
evaluation of the dosage was good. The method used is an experimental method. The 940 carbopol concentrations used
were 0.3 grams, 0.4 grams, and 0.5 grams, while the TEA concentrations were 0.4 grams, 0.6 grams, and 0.8 grams.
The results showed that all formulas were in accordance with the evaluation requirements including the
organoleptic test, pH test, viscosity test, spreadability test, and adhesion test. However, of the three formulas, the
evaluation results of the preparations that match the hand sanitizer gel on the market are formula 3 with a carobopol
940 concentration of 0.5 grams and a TEA of 0.8 grams. It can be denied that formula 3 with a carbopol concentration
of 940 0.5 gran and TEA 0.8 grams includes a hand sanitizing gel preparation that is suitable for the products entered
in the market.
Keywords: Carbopol 940, evaluation of preparation , Gel hand sanitizer, TEA.
PENDAHULUAN lainya. Untuk mengurangi adanya kontaminasi
Tangan merupakan tempat adanya kuman dengan bakteri tersebut maka dapat digunakan
ataupun bakteri, karena bakteri dan kuman tersebut suatu sediaan pembersih tangan atau antiseptik.
dapat ditularkan dari tangan satu ketangan yang Salah satu sediaan yang termasuk dalam antiseptik
CHMK PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 3 NOMOR 3, SEPTEMBER 2020
190
dan sering digunakan oleh masyarakat yaitu Dari hal tersebut maka dilakukan
sediaan gel hand sanitizer, dimana sediaan gel penelitian lebih lanjut tentang variasi konsentrasi
hand sanitizer ini mudah dan praktis untuk antara carbopol 940 dengan TEA. Sehingga
digunakan. Selain itu sediaan gel hand sanitizer ini didapatkan formulasi gel hand sanitizer dengan
tidak lengket dan mudah menyerap kedalam kulit evaluasi fisik yang baik dan sesuai syarat literatur.
karena basis gel dari gel hand sanitizer
METODE PENELITIAN
merupakangolongan hidrogel. Hidrogel memiliki
Alat dan Bahan
beberapa keuntungan yaitu daya sebarnya pada
Alat-alat yang digunakan diantaranya alat-
kulit baik, mudah dicuci dengan air dan tidak
alat gelas (glass wear), viscometer digital, cawan
menghambat fungsi fisiologis kulit, khususnya
petri, neraca analitik, pH universal, objek glass,
respiration sensibilis oleh karena itu tidak melapisi
Bunsen, cawan, tabung reaksi, alat uji daya sebar,
permukaan kulit secara kedap dan tidak
alat uji daya lekat, batang pengaduk, dan pipet
menyumbat pori-pori (Voight R, 1995).
tetes.
Basis gel yang sering digunakan dalam
Bahan yang digunakan diantaranya
pembuatan gel hand sanitizer yaitu carbomer atau
Carbopol 940, Trietanolamin, Propilenglikol, Metil
carbopol 940, dimana carbomer ini berfungsi
paraben, Propil Paraben, dan Aquadest.
sebagai gelling agent yang merupakan bahan utama
Tempat Penelitian
dalam pembuatan gel. Selain itu carbopol 940
Penelitian dilakukan pada laboratorium
merupakan gelling agentyang memiliki stabilitas
Teknologi dan Formulasi sediaan semi padat &
yang baik dan dengan konsentrasi yang rendah
cair, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
dapat memberikan viskositas yang tinggi.
Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.
Pengembangan carbopol 940 sangat
Jalannya Penelitian
dipengaruhi oleh proses ionisasi, dimana carbopol
a. Rancangan Formula
940 apabila dalam suasana pH asam tidak akan
Tabel 1. Formula Sediaan Gel Hand Sanitizer
membentuk suatu gel yang stabil. Sehingga, Formula (gram)
Bahan
dibutuhkan suatu basa yang akan meningkatkan I II III
Carbopol 940 0,3 0,4 0,5
viskositas gel carbopol. Salah satu bahan tersebut TEA 0,4 0,6 0,8
yaitu TEA yang berfungsi sebagai penstabil pH. Propilenglikol 10 10 10
Metil Paraben 0,18 0,18 0,18
Menurut penelitian Rahayu, Fudholi, & Fitria, Propil Paraben 0,02 0,02 0,02
Aquades ad 100 ml 100 ml 100 ml
(2016) penambahan TEA akan mempengaruhi
perubahan nilai viskositas apabila terdapat b. Pembuatan Sediaan
carbopol dalam suatu formula, namun TEA tanpa Pembuatan sediaan gel hand sanitizer
carbopol tidak akan mempengaruhi nilai viskositas pertama-tama ditimbang masing–masing bobot
pada gel karena fungsi TEA bukan sebagai gelling bahan yang terdapat dalam formulasi, siapkan
agent. mortir panas yang berisi aquades dengan suhu
CHMK PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 3 NOMOR 3, SEPTEMBER 2020
191
90◦C, haluskan carbopol 940, taburkan ke Uji pH menggunakan pH universal,
dalam mortir panas agar mengembang celupkan kertas pH kedalam sediaan yang
tambahkan TEA sedikit demi sedikit sambil kemudian dicocokan dengan warna yang
diaduk dengan satu arah hingga homogen tertera pada wadah, sesuaikan warna dan
(campuran A). larutkan metil paraben kedalam dicatat pH yang didapatkan. Dilakukan 3
aquades panas masukan kedalam campuran A kali replikasi dengan cara yang sama
aduk hingga homogen. Setelah itu disiapkan (Meliawati, et.,al, 2018). Syarat untuk pH
(campuran B) yaitu propilenglikol dan propil sediaan gel yaitu 4,5-6,5 (Astuti, Husni , &
paraben yang telah dipanaskan aduk hingga Hartono , 2015).
homogen. Campuran B ini dimasukkan secara 4. Uji Viskoistas
perlahan-lahan ke campuran A, kemudian Pengukuran Vikositas gel Hand Sanitizer
dimasukkan kedalam basis gel kemudian menggunkan viscometer Brookfield dengan
ditambahkan sisa TEA kedalam basis gel dan cara spindle no 4 dicelupkan pada beker
terakhir tambahkan aquades hingga 100 ml, gelas yang berisi gel Hand Sanitizer 100
kocok hingga homogen. gram yang kemudian nyalakan viscometer
c. Evaluasi Sediaan dengan kecepatan 60 rpm. Data yang
1. Uji Organoleptis diperoleh dicatat. Pengujian dilakukan
Pengamatan secara visual dari aroma, dengan 3 kali pengulangan (Sukawaty,
warna, tekstur dari masing-masing formula Apriliana, & Warnida Husnul, 2017).
gel Hand Sanitizer. Syarat gel yaitu Syarat untuk viskositas sediaan gel yaitu
sediaan gel jernih dan konsistensi setengah 500-10.000 Cps.
padat (Ansel, 1989). 5. Uji Daya Lekat
2. Uji Homogenitas Dilakukan pengukuran uji daya lekat gel
Pengamatan secara visual dan dilihat Hand Sanitizer dengan cara 0,25 gram
secara langsung dengan melihat sempel diletakan pada objek gelas. Objek
keseragaman dari segi warna dalam basis gelas lain diletakkan diatas massa gel
gel yang sudah bercampur. Uji selanjutnya ditekan dengan beban 1 kg dan
homogenitas dapat dilakukan dengan cara ditunggu selama 5 menit. Kemudian objek
0,1 gram gel Hand Sanitizer dioleskan gelas dipasang pada alat tes dan beban
pada objek glass, jika tidak ada butiran seberat 80 kg dilepaskan dari alat, Catat
menandakan gel tersebut homogen waktu pelepasan gel. Syarat dari daya lekat
(Sukawaty, Apriliana, & Warnida Husnul, sediaan gel yaitu lebih dari 1 detik
2017). (Rohmani & Kuncoro, 2019).
3. Uji pH 6. Uji Daya Sebar
CHMK PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 3 NOMOR 3, SEPTEMBER 2020
192
Pengukuran daya sebar dengan cara Homogenitas Homogen Homogen Homogen
diletakkan sempel gel Hand Sanitizer 0,5
2. Uji pH
gram ditengah kaca bulat, tambahkan kaca
Uji pH pada penelitian ini bertujuan untuk
bulat lainnya keatas sempel, tunggu hingga
mengetahui tingkat keasaman dari suatu
1 menit. Selanjutnya ditambahkan secara
sediaan, apabila sediaan terlalu basa akan
bertahap beban dari 50 gram, 100 gram,
mengiritasi kulit sedangkan apabila sediaan
150 gram, 200 gram, 250 gram, 300 gram,
terlalu asam maka kulit akan terasa bersisik
dan 350 gram. Catat hasil diameter gel
dan gatal-gatal. pH suatu sediaan yang baik
yang konstan (Sukawaty, Apriliana, &
harus sesuai dengan syarat yang tertera
Warnida Husnul, 2017). Syarat untuk daya
diliteraut yaitu 4,5-6,5.
sebar sediaan gel yaitu 5-7 cm (Rahayu,
Tabel 3. Hasil Uji pH
Fudholi, & Fitria, 2016). pH Rata-
Formula
I II III rata
I 4 4 4 4
HASIL DAN PEMBAHASAN II 5 5 5 5
1. Uji organoleptis dan Homogenitas III 6 6 6 6
Kontrol (+) 6 6 6 6
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Table 3 menunjukkan bahwa hasil pH dari
secara kasat mata uji organoleptis dari masing- setiap formula memiliki pH yang berbeda
masing formula tidak ada perbedaan, karena kadar carpobol 940 dan TEA yang
menghasilkan warna yang jernih tekstur seperti bervariasi. Semakin tinggi konsentrasi carbopol
gel kental dan tidak ada butiran kasar maupun 940 dan TEA semakin tinggi pula nilai pH
warna yang tidak merata. Dari hasil tersebut yang didapatkan, karena carbopol memiliki pH
sediaan gel hand sanitizersetiap formulasi asam sedangkan TEA basa sehingga apabila
memenuhi syarat secara fisik yaitu jernih dan dalam konsentrasi kecil akan menghasilkan
tidak ada butiran kasar. Parameter yang diuji nilai pH yang kecil.
dapat dilihat pada tabel 2 3. Uji Viskositas
Uji Viskositas ini bertujuan untuk
mengetahui tingkat kekentalan dari suatu
sediaan gel. Kekentalan dari gel dipengaruhi
oleh gelling agent yang digunakan yaitu
carbopol 940. Nilai viskositas yang baik untuk
Gambar 1. Sediaan gel hand sanitizer sediaan gel yaitu 500-10.000 mPas.
Tabel 2. Hasil Uji Organoleptis dan Homogenitas
Formula
Parameter
I II III Tabel 4. Hasil Uji Viskositas
Tidak Tidak Tidak Formula Viskositas (mPas) Rata-
Bau
berbau berbau berbau I II III rata
Warna Jernih Jernih jernih I 3361 3363 3556 3426
Tekstur Gel kental Gel Kental Gel kental II 5872 5845 5852 5856
CHMK PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 3 NOMOR 3, SEPTEMBER 2020
193
III 9812 9819 9811 9814 gel berbanding terbalik dengan viskositas.
Kontrol (+) 9681 9689 9685 9685
Table 4 menunjukkan bahwa hasil nilai Semakin besar daya sebar yang dihasilkan
viskositas dari setiap formula berbeda maka nilai viskositas yang dihasilkan kecil.
disebabkan karena perbedaan carbopol dan Setiap formula memiliki nilai daya sebar yang
TEA. Semakin tinggi konsentrasi dari kedua masih sesuai dengan syarat literature
bahan tersebut semakin tinggi pula nilai danformula yang paling mendekati dengan
viskositas yang dihasilkan. Viskositas dari prodak dipasarn yaitu formula 3.
setiap formula dipengaruhi oleh pH sediaan 5. Uji Daya Lekat
dimana carbopol dengan pH asam akan Uji daya lekat dilakukan untuk mengetahui
menghasilkan viskositas yang rendah sehingga kemampuan melekat suatu sediaan gel pada
kulit. Semakin lama sediaan gel melekat
dinetralkan dengan TEA agar meningkatkan
viskositas. Nilai viskositas dari setiap formula semakin bagus, sehingga kemampuan zat aktif
masih dalam rentang syarat viskositas sediaan, untuk mencapai efek terapi semakin luas.
formula yang mendekati dengan produk yang Syarat daya lekat yang baik yaitu lebih dari 1
beredar dipasaran yaitu formula 3 dengan detik.
Tabel 6. Hasil Uji Daya Lekat
konsentrasi carbopol 940 0.5 gram dan TEA
Daya Lekat (Detik) Rata-
0.8 gram. Formula
rata
I II III
4. Uji Daya Sebar I 1,52 1,19 1,68 1,46
II 2,94 3,10 2,89 2,97
Pengujian daya sebar bertujuan untuk III 3,95 3,87 3,65 3,82
melhat kemampuan suatu sediaan gel Kontrol (+) 3,20 3,51 3,45 3,38
Tabel 6 menunjukkan bahwa hasil uji daya
menyebar dengan baik dikulit. Semakin besar
lekat pada setiap formula berbeda karena
daya sebar suatu sediaan semakin luas zat aktif
konsentrasi carbopol 940 dan TEA yang
untuk berdifusi kedalam kulit. Daya sebar
berbeda. Semakin tinggi konsentrasi carbopol
sediaan yang baik yaitu mudah diaplikasikan
dan TEA semakin tinggi hasil uji daya lekat.
pada kulit dan memiliki nilai sesuai dengan
Uji daya lekat ini berbanding lurus dengan
literature sebasar 5-7 cm.
viskositas dimana apabila nilai daya lekat
Tabel 5. Hasil Uji Daya Sebar
Daya Sebar (cm) Rata- tinggi maka nilai viskositas juga tinggi. Setiap
Formula
I II III rata
formula menghasilkan nilai uji daya lekat yang
I 6,5 6,9 6,6 6,6
II 5,8 5,9 5,9 5,8 masih sesuai syarat literatur yaitu lebih dari 1
III 5,1 5 5,2 5,1
Kontrol (+) 5,3 5,4 5,5 5,4
detik.
Tabel 5 menunjukkan bahwa hasil daya KESIMPULAN
sebar dari setiap formula sediaan gel hand Formulasi sediaan gel hand sanitizer dari
sanitizer memiliki nilai daya sebar yang ketiga formula memiliki hasil evaluasi sediaan
berbeda. Hal tersebut disebabkan karena yang masih dalam range syarat sesuai literatur.
viskositas yang berbeda. Daya sebar sediaan
CHMK PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 3 NOMOR 3, SEPTEMBER 2020
194
Hasil evaluasi sediaan dari setiap formula yang Pembersih Tangan Ekstrak Bawang Tiwai
(Eleutherine bulbos (Mill.) Urb). Jurnal Ilmiah
paling mendekati dengan hasil evaluasi sediaan gel
Manutung , Vol. 3 No. 1 Halaman 77-82.
han sanitizer yang beredar dipasara yaitu formula 3 6) Voight R. (1995). Buku Pelajaran Teknologi
Farmasi (Edisi kelima ed.). Yogyakarta:
dengan konsentrasi carbopol 940 .5 gram dan TEA
Universitas Gajah Mada.
0,8 gram.
SARAN
Perlu adanya pengembangan lebih lanjut untuk
penelitian dengan penambahan zat aktif , selain itu
dapat di modifikasi dengan variasi konsentrasi
carbopol dan TEA yang berbeda.
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih kepada Ketua Lembaga
Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat Universitas
Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan atas
bantuan dan dukungan dana yang diberikan
sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan
lancar.
DAFTAR PUSTAKA
1) Ansel, H. C. (1989). Pengantar Bentuk
Sediaan Farmasi. Edisi 4. Jakarta: Penerjemah:
Farida Ibrahim. UI Press.
2) Astuti, D. P., Husni , P., & Hartono , K.
(2015). Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik
Sediaan Gel Antiseptik Tangan Minyak Atsiri
Bunga Laveder (Lavandula angustifolia
Miller). Farmaka, Vol. 15 No. 1, halaman 176-
184.
3) Rahayu, T., Fudholi, A., & Fitria, A. (2016).
Optimasi Formulasi Gel Ekstrak daun
Tembakau (Nicotiana tabacum) dengan Variasi
Kadar Karbopol 940 dan TEA Menggunakan
Metode Simplex Lattice Design (SLD). Jurnal
Ilmiah Farmasi, Vol.12 No.1 halaman 16-24.
4) Rohmani, S., & Kuncoro, M. A. (2019). Uji
Stabilitas dan Aktivitas Gel Hand Sanitizer
Ekstrak Daun kemangi . Journal Of
Pharmaceutical ScienceAnd Clinical Research
, Vol 01 , halaman 16-28.
5) Sukawaty, Y., Apriliana, A., & Warnida
Husnul. (2017). Formula dan Evaluasi Gel
CHMK PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
VOLUME 3 NOMOR 3, SEPTEMBER 2020