0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
146 tayangan6 halaman

Sejarah dan Perkembangan Riset Operasi

Makalah ini membahas sejarah dan perkembangan operasi riset serta pengertian operasi riset menurut para ahli. Operasi riset pertama kali digunakan pada Perang Dunia II untuk mengalokasikan sumber daya terbatas. Sejak itu, operasi riset diterapkan di bidang militer dan industri untuk memecahkan masalah. Makalah ini juga mendefinisikan operasi riset sebagai metode yang menggunakan model matematika untuk pengambilan keputusan

Diunggah oleh

Alika Thesa Savira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
146 tayangan6 halaman

Sejarah dan Perkembangan Riset Operasi

Makalah ini membahas sejarah dan perkembangan operasi riset serta pengertian operasi riset menurut para ahli. Operasi riset pertama kali digunakan pada Perang Dunia II untuk mengalokasikan sumber daya terbatas. Sejak itu, operasi riset diterapkan di bidang militer dan industri untuk memecahkan masalah. Makalah ini juga mendefinisikan operasi riset sebagai metode yang menggunakan model matematika untuk pengambilan keputusan

Diunggah oleh

Alika Thesa Savira
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH OPERASI RISET

(OPERATION RESEARCH )

Di Susun oleh :
1. Alika Thesa Savira ( 2020110028 )
2. Regitha Bernanda Marisy P ( 2020110015 )

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PRABUMULIH
2023
[Link] dan Sejarah
Kata Riset Operasional pertama sekali digunakan pada perang dunia II. Perang
telah menyebabkan alokasi sumber daya terbatas yang dimiliki angkatan bersenjata
Amerika Serikat dan Inggris menjadi masalah. Berbagai operasi menggunakan sumber
daya terbatas yang sama. Oleh karena itu, militer Amerika Serikat dan Inggris memanggil
para ilmuwan untuk mengaplikasikan pendekatan ilmiah untuk permasalahan penggunaan
sumber daya terbatas, strategi dan taktik perang lainnya. Tim ilmuwan in adalah tim riset
operasional pertama yang terbentuk. Pekerjaan tim riset operasional ini telah
memenangkan militer Amerika Serikat dan Inggris dalam perang dunia II. Setelah
kesuksesan tim riset operasional ini, militer Inggris dan Amerika Serikat melanjutkan
mengaktifkan tim riset operasional. Sebagai hasilnya, tim riset operasional semakin
banyak yang disebut dengan "peneliti operasi militer" yang mengaplikasikan pendekatan
riset operasional pada permasalahan pertahanan nasional. Beberapa teknik yang mereka
kembangkan memasukkan ilmu politik, matematik, ekonomi, teori probabilitas dan
statistik.
Dunia usaha juga berkembang semakin kompleks semakin hari. Perkembangan
dunia usaha ini sangat terlihat dengan jelas setelah revolusi industri. Industri semakin
kompleks, sumber daya yang dimiliki digunakan untuk berbagai kegiatan atau aktivitas,
organisasi industri semakin besar, dan semua itu sering menggunakan sumber daya yang
terbatas. Keterbatasan sumber daya menyebabkan kepentingan masing-masing aktivitas
atau bagian saling bentrok. Melihat kesuksesan tim riset operasional pada militer, industri
secara bertahap tertarik menggunakan riset operasional. Sejak tahun 1951, riset
operasional diaplikasikan di Inggris dan juga di Amerika Serikat. Sejak itu riset
operasional memberikan dampak besar pada organisasi manajemen. Baik jumlah maupun
variasi aplikasinya bertumbuh sangat cepat.
Menurut teori evolusi manajemen, Operations Research sebagai suatu bagian dari
ilmu pengetahuan baru mulai berkembang sejak tahun 1945, yaitu pada saat Perang
Dunia Kedua.' Pendekatan kuantitatif yang digunakan di dalam penyelesaian suatu
persoalan, di mana matematika dan statistika memegang peranan yang sangat dominan²,
telah menempatkan Operations Research secara teoritis sebagai sebuah ilmu pengetahuan
yang berakar ke Scien- tific Management yang dipelopori oleh Taylor pada abad XVIII.
Di Inggris, Operations Research dikenal sebagai Operational Research.
Meskipun demikian, jauh sebelumnya, beberapa pionir telah meluncurkan ide-ide
mereka tentang mensurasi (mensuration), yaitu penggunaan alat-alat ukur di dalam
edukasi bisnis (business education). Kurang lebih pada tahun 1500 buku pertama tentang
aritmetika di dalam pendidikan bisnis telah diterbitkan di Treviso, Italia. Kemudian, pada
akhir tahun 1700, Jacques Savary dan William Scott juga telah menulis artikel mengenai
penggunaan alat di dalam kegiatan bisnis. Selanjutnya, tahun 1716, Thomas Watts di
dalam "An Essay on the Proper Method of Forming the Man of Business" telah
menekankan pentingnya penggunaan aritmetika, akunting, matematika (termasuk aljabar
dan geometri), dan mensurasi. Namun demikian, penekanan Watts pada prinsip-prinsip
dasar matematika adalah nenek moyang dari teori keputusan dan Operations Research
saat ini.

1
Setelah periode Watts, tulisan mengenai mensurasi di dalam bidang edukasi
bisnis meng- alami penurunan. Terobosan Taylor dengan manajemen ilmiah (scientific
management) dianggap sebagai tahap kelahiran kembali mensurasi di dalam edukasi
bisnis. Taylor telah menganjurkan suatu tahapan logis di dalam perumusan masalah, yaitu
penemuan fakta, pembentukan model, penyelesaian sementara, pengujian, dan
pelaksanaan. Tahapan ini dapat diklasifikasikan sebagai awal dari pendekatan kuantitatif.
Pada mulanya agak susah untuk menelusuri literatur yang dapat menjadi simpul
dalam melihat awal perkembangan Operations Research karena kebanyakan literatur
tidak memberi perhatian pada Operation Research, hingga ditemukan literatur mengenai
penemuan radar dan kegiatan Bawdsey Research Station, yang dibentuk oleh the British
Air Ministry, pada awal tahun 1936 di pantai timur dekat Felixstowe, Suffolk agar tidak
menarik perhatian publik. Bawdsey Research Station menjadi pusat kegiatan riset
RADAR, kependekan dari Radio De- tection And Ranging, bagi angkatan udara dan
angkatan darat Inggris yang mampu menjangkau jarak lebih dari 100 km. Pada saat itu,
pemerintah Inggris, belajar dari pengalaman Perang Dunia I, demikian khawatir akan
serangan bom dengan pesawat bomber Jerman di mana mereka tidak dapat
mengantisipasinya bahkan setelah RAF (Royal Air Force) dibentuk."Selanjutnya,
keberhasilan Robert Watson-Watt dengan tim yang beranggotakan empat orang itu
mengembangkan Radio Direction Finding untuk menjadi langkah awal bagi penelitian
operasi operasi militer.
Tim pertama yang melakukan riset terhadap operasi-operasi militer di Inggris
adalah tim di bawah arahan Prof. P.M.S. Blackett dari University of Manchester.
Kelompok tersebut, yang dikenal sebagai "The Blackett's Circus" di mana anggota tim
terdiri dari tiga fisiologis, dua ahli fisika matematika, satu ahli astrofisika, satu Army
officer, satu surveyor, satu ahli fisika umum, dan dua ahli matematika adalah tim
ilmuwan pertama yang menerapkan analisis dan metode- metode ilmiah dan memberikan
saran- saran yang sangat berguna bagi operasi-operasi militer. Blackett mulai bergabung
dengan Instrument Section di Royal Aircraft Establishment, dan pada awal 1940 dia
menjadi Scientific Advisor untuk Air Marshall Joubert di Coastal Command dan memulai
studi analitis mengenai perang anti U-boat. Pada tahun yang sama Blackett menjadi
Director of Naval Operational Research at the Admiralty dan melanjutkan studinya
mengenai perang anti U-boat dan operasi angkatan laut yang lain. Kemudian, pada akhir
1940 Blackett ditunjuk sebagai Scientific Advisor untuk General Pile, C.M.C., Anti-
Aircraft Command dan membentuk sebuah tim operations research untuk mempelajari
secara ilmiah berbagai aspek kerja staf. Selama masa serangan udara di Inggris dia
menaruh perhatian pada anti aircraft defence of England."
Dipicu oleh keberhasilan Operations Research di dalam operasi-operasi militer,
berbagai bidang industri dan usaha secara bertahap menjadi tertarik dengan bidang baru
ini. Paling sedikit ada dua faktor yang memainkan peranan penting di dalam
perkembangan penerapan Operations Research yang sangat pesat di bidang industri.
Pertama adalah kemajuan yang pesat di dalam perbaikan dan perkembangan
teknik- teknik Operations Research. Setelah perang selesai, beberapa ahli yang
berpartisipasi di dalam tim Operations Research atau mereka yang mendengar kerja ini
termotivasi untuk me lakukan penelitian-penelitian lanjut. Sebagai contoh, algoritma

1
Simpleks, yaitu prosedur mate- matis yang berulang untuk menyelesaikan soal
Pemrograman Linear yang memiliki lebih dari dua variabel keputusan, dikembangkan
oleh George W. Dantzig pada tahun 1947. Beberapa alat Operations Research yang lain,
seperti Pemrograman Dinamik, Teori Antrian, dan Teori Persediaan relatif baru
dikembangkan pada akhir 1950. Bahkan PERT dan CPM baru di- kembangkan pada
tahun 1958/1959 oleh Booz Allen & Hamilton dan Du Pont.
Faktor kedua adalah perkembangan teknologi komputer yang dramatik.
Komputer telah memungkinkan penghitungan-penghitungan rumit pada teknik-teknik
Operations Research dilakukan dengan sangat mudah dan cepat. Namun demikian, kedua
faktor ini juga telah menjadi faktor pendorong yang luar biasa bagi perkembangan teknik-
teknik Operations Research di bidang industri.
B. Pengertian Operation Research Menurut Para Ahli
1. Menurut Levin dan Kirkpatrick (1978:19), OR adalah suatu teknik pengkajian
atas masalah sebuah sistem secara sistematik, berdasarkan data yang telah
dikumpulkan dengan menggunakan suatu model matematika yang sesuai, dengan
tujuan memberikan informasi kepada manajemen untuk dipakai membuat suatu
keputusan yang optimum.
2. Hamdy A. Taha (2003:1) mengemukakan bahwa OR adalah suatu metode yang
menggunakan model matematik untuk menyediakan basis bagi pembuatan
keputusan yang terbaik atau optimum, yang berhubungan dengan suatu
problematika keputusan yang dibatasi oleh kendala sumber daya yang terbatas.
Sehubungan dengan hal itu, apabila permasalahan yang dihadapi adalah suatu
yang bersifat intangible (sesuatu yang tidak bersifat kuantitatif) maka perlu lebih
dahulu melakukan proses kuantifikasi agar diperoleh solusi yang tepat.
3. B.D. Nasendi dan Affendi Anwar (1985:1) menyatakan OR adalah suatu pola
berpikir, analisis dan pemecahan masalah, pola pengambilan langkah-langkah,
serta pola penyusunan strategi dan target secara sistematis di sebuah sistem atau
badan usaha.
4. D. Hartanto (1977:37) menyatakan bahwa OR adalah penerapan dari metode-
metode ilmiah, teknik-teknik dan alat-alat analisis lain atas persoalan yang
terdapat dalam suatu sistem (organisasi atau perusahaan), dengan tujuan untuk
mencapai pemecahan yang optimum.
5. Masyarakat Amerika dalam Sri Mulyono (2004) mendefinisikan bahwa OR
adalah suatu metode untuk melakukan pilihan secara ilmiah,
bagaimanamenjalankan sistem manusia dan mesin dengan cara terbaik yang
membutuhkan alokasi sumber daya yang langka.
6. Churchman, Ackoff, dan Arnoff dalam Sri Mulyono (2004) menyatakan bahwa
OR dalam arti luas adalah penerapan metode-metode, teknik- teknik, dan alat-alat
analisis terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan operasi, atau operasi
dari sistem dengan cara sedemikian rupa sehingga memberikan pemecahan yang
optimum.
7. Winston (2004) menyatakan OR dengan sederhana dapat didefinisikan sebagai
suatu pendekatan sistematik untuk membuat keputusan guna mendapatkan desain
terbaik dan mengoperasikan suatu sistem, biasanya di bawah kondisi yang
menuntut pengalokasian sumber daya yang bersifat langka.

1
8. Guiseppi A. Forgionne (1990:15) menyatakan operations research atau
management science adalah suatu pendekatan rasional dan sistematik terhadap
pengambilan keputusan berdasarkan atas informasi dan analisis secara ilmiah.
Dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan di atas maka dapat
disimpulkan bahwa OR (operations research) adalah metode ilmiah yang dipergunakan
untuk melakukan pengkajian secara sistematis terhadap permasalahan sebuah sistem
(organisasi atau perusahaan), dengan menggunakan model matematik yang relevan guna
memecahkan suatu problematika operasi atau kegiatan produktif secara optimal.
Defenisi riset operasi menurut Miller dan Star adalah peralatan manajemen yang
memadu serasikan ilmu pengeta- huan, matematika dan logika dalam pemecahan masalah
se- cara optimal. Secara umum dapat diartikan bahwa riset operasi berkaitan erat dengan
sistem pengambilan keputusan yang op- timal (optimal decision support system) yang
dimulai dengan penyusunan model dari sistem-sistem masalah yang dihadapi, baik yang
bersifat deterministik maupun probabilistik yang berasal dari kehidupan nyata. Riset
operasi bermanfaat dalam bidang bisnis, industri, militer, pemerintah sipil, lembaga-lem-
baga, rumah sakit dan sebagainya. Karena aplikasinya sangat luas, riset operasi dapat
digunakan sebagai suatu pendekatan ilmiah dalam proses pengambilan keputusan yang
optimal. Perkembangan riset operasi dewasa ini meliputi operasi dari sistem-sistem
organisasi, keilmuan, perencanaan, pengelo- laan, dan yang lainnya untuk membuat
defenisi keadaan pada saat departure time dan pada saat arrival time, mencari penye-
lesaian optimal, menemukan jejak program yang efisien dan efektif, sehingga
memudahkan dalam menempuh jalan imple- mentasinya.
Pendekatan riset operasi secara khusus dimulai dengan proses: (1) mengamati
dan merumuskan masalah, seperti menyederhanakan masalah yang ada di alam sekitar;
(2) membangun suatu model ilmiah (matematis), dan berusaha untuk mengabstraksikan
inti persoalan yang sebenarnya, seperti antrian panjang di suatu bank atau pompa bensin;
(3) membuat hipotesis representatif yang menggambarkan ciri penting dari situasi
sebenarnya; (4) selanjutnya hipotesis tersebut di- modifikasi dan diuji kebenarannya
dengan eksprimentasi yang sesuai; (5) memberikan kesimpulan-kesimpulan positif dan
di- mengerti oleh para pengambil keputusan (decision maker); (6) implementasi hasil
penelitian.

1
DAFTAR PUSTAKA

Bustani, H. (2005). Fundamental Operation Research. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Imaduddin, M. H. (2019). Operation Research Teknik Pengambilan Keputusan . Jakarta :


Bumi Aksara.

Siswanto. (2007). Operation Research. Jakarta : Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai