Rencana Kerja SMP Negeri 2 Biatan 2020
Rencana Kerja SMP Negeri 2 Biatan 2020
TAHUN 2020
1
BAB I
GAMBARAN UMUM SEKOLAH
2
Padatanggal 06 November 2017 s/d 31 Mei 2018 SMP Negeri 2 Biatan
melaksanakan 5 hari kerja (Fullday School).yang didasariolehsuratkeputusanPeraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017
tanggal 12 Juni 2017 tentang HARI SEKOLAH. Seiring berjalannya waktu, Karena
merasa fullday ini dinilai kurang efektif, Kepala SMPN 2 Biatan memutuskan untuk
kembali ke 6 Hari kerja terhitung mulai tanggal 12 juli 2018 atau tahun ajaran baru
2018/2019.
Kami warga SMP Negeri 2 Biatan berharap 4 (Empat) tahun ke depan,
sekolah kami bisa meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas agar bisa meraih
Akreditasi yang lebih memuaskan dan berprestasi dalam bidang akademik maupun
non akademik.
B. LINGKUNGAN SEKOLAH
SMP Negeri 2 Biatan terletak di Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau Propinsi
Kalimantan Timur. Luas wilayah Berau, kurang-lebih 49.757 Ha yang terdiri dari
daratan seluas kurang-lebih 14.780 Ha dan lautan seluas 34.977 Ha. Luas daratan
meliputi, Kawasan Hutan Lindung kurang lebih seluas 5.950 Ha, sedangkan untuk
kawasan pemukiman penduduk seluas 5.248 Ha.
Berau berbatasan dengan Kabupaten Bulungan (Utara), Selat Makassar (Timur),
Kabupaten Kutai Timur (Selatan &Barat). Terletak antara 117'21'-117'29' (BujurTimur)
dan 0'01'-0'11' (Lintang Utara).
Berau berada di Utara Kalimantan timur, di daerah aliran Sungai segah dan
Kelay yang keduanya nya berhulu satu. Berau merupakan daerah rawa pasang-surut,
memiliki sifat keadaan tanahnya sering digenangi air yang lama-kelamaan menjadi asam.
Tanahnya bersifat organik. Kadang pula pada kondisi tertentu, karena air laut pasang
bersamaan curah hujan yang tinggi, menyebabkan genangan air pada wilayah tertentu
sehingga hal tersebut lama-kelamaan membentuk rawa. Dengan demikian, karena terletak
di dataran rendah . Keperluan air bersih sebagian besar masyarakat Berau sangat tergantung
pada airtawar yang diambil di sungai Segah dan Kelay serta air bawah tanah.
Wilayah Berau dilalui oleh garis katulistiwa dengan iklim tropika basah, yakni
wilayah tropis beriklim panas namun memiliki curah hujan cukup tinggi, 2000-3000
mm/tahun yang terjadi antara Oktober sampai April. Berau juga memiliki hutan lindung.
Wilayah pesisir yang dimiliki berupa pantai yang bersih, landai, berpasir putih dan belum
adanya pencemaran ini merupakan daya tarik tersendiri sehingga merupakan obyek wisata
3
yang sangat potensial karena semakin banyaknya masyarakat setempat, wisatawan luar
daerah, maupun manca negara berkunjung ke lokasi tersebut. Kualitas manusia adalah
aset termahal. Kabupaten Berau yang giat menata diri pun menempatkan Sumber Daya
Manusia (SDM) sebagai pilar pembangunan terpenting. Komitmen untuk meningkatkan
kualitas SDM. Tekad untuk mewujudkan tujuan itu dibuktikan dengan memberikan
layanan dan fasilitas pendidikan pada semua lapisan masyarakat, sehingga Pemerintah
Kabupaten Berau membebaskan biaya pendidikan mulai tingkat Sekolah Dasar sampai
tingkat Sekolah Menengah Atas.
Pada bulan Maret 2020 Virus Corona atau yang biasa dikenal dengan Covid-
19 menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia. Segala aktifitas terhenti. Pemerintah
menyarankan agar mengisolasi mandiri di rumah selama 14 hari, demi terputusnya
rantai penyebaran Covid-19. Sejak Maret sampai dengan sekarang Desember 2020,
semua kegiatan khususnya bidang pendidikan bekerjanya dengan Jarak Jauh, Belajar
dari rumah.
C. KEADAAN SEKOLAH
1. SARANA PRASARANA
Keberadaan Jumlah Luas (M2) Kondisi
No Jenis Ket
Ada Ada Baik Rusak
4
Kosong
1 2,50x2,50 Gedung Sendiri
11 Laboratorium IPA √ - 1 6X7 Gedung Sendiri
12 Gudang √ - 1 6X7 √ - Memakai Gedung
Lain Yang
Kosong
13 WC Kepala Sekolah √ - 1 1,20 x 1,80 √ - Gedung Sendiri
5
3. TUJUAN SEKOLAH
a. Adapun Tujuan yang akan dicapai dalam satu tahun kedepan adalah
1. Menghasilkan perangkat KTSP yang lengkap, mutahir dan berwawasan
kedepan serta melaksanakan versifikasi kurikulum yang relevan dengan
kebutuhan peserta didik pada tahun 2021 .
2. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi, kompetensi dasar, silabus,
RPP untuk kelas VII, VIII, IX semua mata pelajaran pada tahun 2021.
3. Mencapai standar ketuntasan Minimum pada seluruh kelas hingga
mencapai 95% pada tahun 2021.
4. Memiliki siswa yang diterima di sekolah lanjutan atas negeri sebanyak
100% pada tahun 2021.
5. Memiliki siswa yang mampu baca Al-Qur’an secara tartil 95 % pada tahun
2021.
6. Memiliki siswa yang mempunyai karakter dalam kehidupan sosialnya di
sekolah
7. Memiliki guru yang professional dalam pengembangan kreatifitas dan
mampu mengimplementasikan dalam kegiatan KBM pada tahun 2021.
8. Terpenuhinya sarana pembelajaran dalam rangka pelaksanaan kurikulum
Tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada tahun 2021.
9. Memiliki siswa yang peduli dengan kesehatan pribadi.
6
6. Meningkatkan keterampilan dalam penggunaan ICT sebanyak 85% dari
jumlah siswa menguasai Microsoft Excel, Micsrosoft Word, Power Point,
dan Internet
7. Meningkatkan kemampuan profesional guru sebanyak 90% guru yang telah
mencapai kompetensinya
8. Terpenuhinya sarana dan prasarana pembelajaran dalam pelaksanaan KBM
yang berbasis ICT 100% lengkap
9. Memiliki lulusan yang di terima di tingkat lanjutan negeri sebanyak 95%
4. SASARAN SEKOLAH
Yang menjadi sasaran bagi pengembangan sekolah adalah :
a. Siswa
b. Pendidik dan tenaga kependidikan
c. Lingkungan sekolah
7
a. Padi : Melambangkan terpenuhinya keperluan masyarakat yang berkaitan
dengan bahan pangan dan kebutuhan pokok sehari-hari. Yang
biasanya padi adalah makanan pokok masyarakat indonesia. Sehingga
simbol padi disini bermaksud supaya segala kebutuhan pokok dapat
tercukupi.
b. Kapas : Mengandung makna bahwa segala kebutuhan masyarakat yang terkait
dengan sandang dan pangan akan dapat tercukupi. Kita tahu bahwa
kapas dapat diartikan sebagai bahan baku pembuat kain dan baju,
sehingga penekanan lambang ini adalah pada kebutuhan skunder yang
berkaitan dengan sandang dan pangan atau tempat tinggal.
Jika digabungkan, padi dan kapas adalah suatu simbol cita-cita bahwa
keperluan masyarakat yang terkait dengan bahan makanan yaitu pangan dan bahan
skunder lainnya seperti pakaian dan tempat tinggal dapat terpenuhi sehingga
menjadikan kehidupan masyarakat menjadi adil, makmur dan sejahtera secara
merata.
4. Buku :
Memiliki arti sebagai penyedia informasi dan sumber penerang bagi siswa / siswi
SMP Negeri 2 Biatan.
5. 2014 :
Tahun 2014 merupakan tahun berdirinya SMP Negeri 2 Biatandengan nomor SK
Pendirian Sekolah : 893 tahun 2014, tanggal 24 Desember 2014.
6. Cerdik Dan Sakti :
Merupakan Visi dan Misi SMP Negeri 2 Biatan.
Visi : Menjadi sekolah yang Cerdik dan Sakti.
8
BAB III
GAMBARAN KURIKULUM SEKOLAH
A. Landasan Hukum
9
atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan
menengah yang disusun oleh BSNP; ayat (5) menyatkan bahwa kurikulum satuan
pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar
dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau
Komite Madrasah; pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa satuan pendidikan dasar
dan menengah dapat menerapkan KTSP mulai tahun ajaran 2006/2007; ayat (2)
menyatakan bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai
menerapkan KTSP paling lambat tahun ajaran 2009/2010; ayat (3) satuan
pendidikan dasar dan menengah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat
menerapkan secara menyeluruh SI dan SKL semua tingkatan kelasnya mulai tahun
ajaran 2006/2007; pasal (4) satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum
melaksanakan uji coba kurikulum 2004, melaksanakan SI, SKL, dan KTSP secara
bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun.
B. Tujuan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Tujuan Pengembangan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi SMP Negeri 2
Biatandalam menyelenggarakan kurikulum disekolah agar lebih terencana terarah dan
efektif meraih visi misi yang ditentukan dalam periode tertentu.
10
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta
didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak
diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial
ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib
kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun
dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.
11
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan
memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
BAB IV
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. Struktur Kurikulum
No Komponen Kelas dan Alokasi waktu
1 Pendidikan Agama 3 3 3
2 Pendidikan Kewarganegaraan 3 3 3
3 Bahasa Indonesia 6 6 6
4 Matematika 5 5 5
7 Bahasa Inggris 4 4 4
12
Lingkungan Hidup
12 Bimbingan Konseling X 2 2
Jumlah 38 42 42
B. Muatan Kurikulum
1. Mata Pelajaran
2. Muatan Lokal
a. Pramuka
b. Sains club (Matematika, IPA, dan IPS)
13
c. Olah Raga (Bola Volly dan Futsal)
d. Seni (Tari, Teater dan Paduan Suara)
a. Jam Pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada system paket dialokasikan
sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk
setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu
tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang
tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam
pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran
tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai
kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap
penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam
Standar Isi.
b. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
dalam sistem paket untuk SMP/MTs/SMPLB adalah antara 0% - 50% dari waktu
kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi
waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam
mencapai kompetensi.
c. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan
satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan dua jam
tatap muka. Untuk kegiatan praktik di sekolah kami, misalnya pada kegiatan
praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berlangsung selama 2 jam
pelajaran setara dengan 1 jam pelajaran tatap muka, sesuai yang tertulis pada
Struktur Kurikulum SMP Negeri 38 Berau.
14
BAB V
KURIKULUM KETUNTASAN MINIMAL
1. KETUNTASAN BELAJAR
Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu
pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria
ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Sekolah harus menentukan
kriteria ketuntasan minimal sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan
mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan
sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara
bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan
belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.
Berikut ini tabel nilai ketuntasan belajar minimal yang menjadi target
pencapaian kompetensi (TPK) di SMP Negeri 2 Biatanyang berlaku saat ini.
15
Kesehatan
9. Seni Budaya dan Keterampilan 75 75 75
10. Teknologi Informasi dan Komunikasi 70 70 70
Muatan Lokal :
11 70 70 70
Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)
Rata – rata Ketuntasan 72 72 72
16
- Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai siswa untuk semua indikator, KD,
dan SK yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama
dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.
b. Kelulusan
Kreteria Kelulusan SMP Negeri 2 Biatansesuai dengan ketentuan PP 19/2005
Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada
pendidikan dasar dan menengah setelah:
Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;memperoleh nilai minimal baik
pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran
agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok
mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan
kesehatan;lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan
dan teknologi; dan lulus Ujian Nasional.
17
BAB VI
KALENDER PENDIDIKAN
a. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah
ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni
tahun berikutnya.
b. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun
pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar
sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.
c. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah
jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
d. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya
keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara
pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
18
e. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun
pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan
hari libur khusus.
f. Libur jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran digunakan
untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.
g. Sekolah/madrasah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih
panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu
efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.
h. Bagi sekolah/madrasah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu
secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran
efektif.
i. Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis
pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.
Alokasi
No Kegiatan Keterangan
Waktu
19
Alokasi
No Kegiatan Keterangan
Waktu
20