0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan20 halaman

Rencana Kerja SMP Negeri 2 Biatan 2020

Rencana Kerja Sekolah SMP Negeri 2 Biatan tahun 2020 membahas tentang gambaran umum sekolah, visi, misi, dan tujuan sekolah. Sekolah ini didirikan pada tahun 2014 dan berlokasi di Biatan, Berau. Sekolah ini memiliki 6 ruang kelas dan berbagai sarana prasarana lainnya. Visi sekolah ini adalah menjadi sekolah yang cerdas dan sakti, sedangkan misinya adalah mengembangkan kreativ

Diunggah oleh

Lut Wiyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan20 halaman

Rencana Kerja SMP Negeri 2 Biatan 2020

Rencana Kerja Sekolah SMP Negeri 2 Biatan tahun 2020 membahas tentang gambaran umum sekolah, visi, misi, dan tujuan sekolah. Sekolah ini didirikan pada tahun 2014 dan berlokasi di Biatan, Berau. Sekolah ini memiliki 6 ruang kelas dan berbagai sarana prasarana lainnya. Visi sekolah ini adalah menjadi sekolah yang cerdas dan sakti, sedangkan misinya adalah mengembangkan kreativ

Diunggah oleh

Lut Wiyani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA SEKOLAH

SMP NEGERI 2 BIATAN

TAHUN 2020

1
BAB I
GAMBARAN UMUM SEKOLAH

A. SEJARAH SINGKAT SMPN 2 BIATAN


Pada tanggal 02 Januari 2018 SMP Negeri 38 Berau Berubah nama Menjadi
SMP Negeri 2 Biatan. Hal ini didasari oleh Surat Keputusan Bupati Berau Nomor 567
Tahun 2017 Tentang Perubahan Nomenklatur Sekolah Di Lingkungan Dinas
Pendidikan Kabupaten Berau, tertanggal 29 September 2017 di Tanjung Redeb dan
Surat Edaran Perubahan Nomenklatur Jenjang SD dan SMP dari Dinas Pendidikan
Kabupaten Berau, Nomor: 421.2/17/Disdik-Kab/Sekrt/2018, tertanggal 02 Januari
2018 di Tanjung Redeb.
SMP Negeri2 Biatandidirikandengan status negeripadatanggal 24 Desember
2014 dengannomor SK PendirianSekolah 893 tahun 2014 yang terletak di
KampungBapinangKecamatanBiatanKabupatenBerauProvinsi Kalimantan Timur.
PadasaatituSMP Negeri2
Biatanbelummemilikigedungsendirimasihmenumpangpada SDN 001
Biatandenganrombelsebanyak 3 Kelasdenganjumlah guru sebanyak 13 guru, 2 guru
PNS, 11 guru PTT. Dan jugaSMP Negeri2 Biatanmasihmengindukpada SMP Negeri1
Biatan, di KampungLempake.
Padatahun 2015 SMP Negeri 2 Biatansudahmemilikigedungbaru yang
beralamat di [Link] – Biatan RT.001
KampungBapinangKecamatanBiatanKabupatenBerauProvinsi Kalimantan Timur,
denganNomor SK IjinOperasional : 421.3/189/Disdik-Kab/Dikdas/2015, tanggal 23
Februari 2015 denganPlt. KepalaSekolahpertamaBpk I NyomanRudita, [Link],SD
(2014 – 2017), kemudiandilanjutkanolehBpk. Suharto, SE (2017 – Sekarang) dan
pada saat itu SMP Negeri 2 Biatan Belum Terakreditasi.
Pada tanggal 24 November 2017 terbitlah Surat Keputusan Badan Akreditasi
Proinsi Sekolah/Madrasah (BAP S/M) Provinsi Kalimantan Timur, Nomor: 024/BAP-
SM/HK/XI/2017 di Samarinda tentang Penetapan HasilAkreditasi Sekolah/ Madrasah.
Pada Lampiran Surat Keputusan tersebut SMP Negeri 2 Biatan dinyatakan berstatus
Akreditasi C, dengan skor nilai akhir 76 (Tujuh Puluh Enam).

2
Padatanggal 06 November 2017 s/d 31 Mei 2018 SMP Negeri 2 Biatan
melaksanakan 5 hari kerja (Fullday School).yang didasariolehsuratkeputusanPeraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017
tanggal 12 Juni 2017 tentang HARI SEKOLAH. Seiring berjalannya waktu, Karena
merasa fullday ini dinilai kurang efektif, Kepala SMPN 2 Biatan memutuskan untuk
kembali ke 6 Hari kerja terhitung mulai tanggal 12 juli 2018 atau tahun ajaran baru
2018/2019.
Kami warga SMP Negeri 2 Biatan berharap 4 (Empat) tahun ke depan,
sekolah kami bisa meningkatkan lagi kualitas dan kuantitas agar bisa meraih
Akreditasi yang lebih memuaskan dan berprestasi dalam bidang akademik maupun
non akademik.
B. LINGKUNGAN SEKOLAH
SMP Negeri 2 Biatan terletak di Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau Propinsi
Kalimantan Timur. Luas wilayah Berau, kurang-lebih 49.757 Ha yang terdiri dari
daratan seluas kurang-lebih 14.780 Ha dan lautan seluas 34.977 Ha. Luas daratan
meliputi, Kawasan Hutan Lindung kurang lebih seluas 5.950 Ha, sedangkan untuk
kawasan pemukiman penduduk seluas 5.248 Ha.
Berau berbatasan dengan Kabupaten Bulungan (Utara), Selat Makassar (Timur),
Kabupaten Kutai Timur (Selatan &Barat). Terletak antara 117'21'-117'29' (BujurTimur)
dan 0'01'-0'11' (Lintang Utara).
Berau berada di Utara Kalimantan timur, di daerah aliran Sungai segah dan
Kelay yang keduanya nya berhulu satu. Berau merupakan daerah rawa pasang-surut,
memiliki sifat keadaan tanahnya sering digenangi air yang lama-kelamaan menjadi asam.
Tanahnya bersifat organik. Kadang pula pada kondisi tertentu, karena air laut pasang
bersamaan curah hujan yang tinggi, menyebabkan genangan air pada wilayah tertentu
sehingga hal tersebut lama-kelamaan membentuk rawa. Dengan demikian, karena terletak
di dataran rendah . Keperluan air bersih sebagian besar masyarakat Berau sangat tergantung
pada airtawar yang diambil di sungai Segah dan Kelay serta air bawah tanah.
Wilayah Berau dilalui oleh garis katulistiwa dengan iklim tropika basah, yakni
wilayah tropis beriklim panas namun memiliki curah hujan cukup tinggi, 2000-3000
mm/tahun yang terjadi antara Oktober sampai April. Berau juga memiliki hutan lindung.
Wilayah pesisir yang dimiliki berupa pantai yang bersih, landai, berpasir putih dan belum
adanya pencemaran ini merupakan daya tarik tersendiri sehingga merupakan obyek wisata

3
yang sangat potensial karena semakin banyaknya masyarakat setempat, wisatawan luar
daerah, maupun manca negara berkunjung ke lokasi tersebut. Kualitas manusia adalah
aset termahal. Kabupaten Berau yang giat menata diri pun menempatkan Sumber Daya
Manusia (SDM) sebagai pilar pembangunan terpenting. Komitmen untuk meningkatkan
kualitas SDM. Tekad untuk mewujudkan tujuan itu dibuktikan dengan memberikan
layanan dan fasilitas pendidikan pada semua lapisan masyarakat, sehingga Pemerintah
Kabupaten Berau membebaskan biaya pendidikan mulai tingkat Sekolah Dasar sampai
tingkat Sekolah Menengah Atas.
Pada bulan Maret 2020 Virus Corona atau yang biasa dikenal dengan Covid-
19 menyerang seluruh dunia termasuk Indonesia. Segala aktifitas terhenti. Pemerintah
menyarankan agar mengisolasi mandiri di rumah selama 14 hari, demi terputusnya
rantai penyebaran Covid-19. Sejak Maret sampai dengan sekarang Desember 2020,
semua kegiatan khususnya bidang pendidikan bekerjanya dengan Jarak Jauh, Belajar
dari rumah.
C. KEADAAN SEKOLAH
1. SARANA PRASARANA
Keberadaan Jumlah Luas (M2) Kondisi
No Jenis Ket
Ada Ada Baik Rusak

1 Ruang Kepala Sekolah √ - 1 6x 6 √ - Gedung Sendiri

2 Ruang Guru √ - 1 6x7 √ - Gedung Sendiri

3 Ruang TU √ - 1 6x7 √ - Gedung Sendiri

4 Ruang Kelas √ - 6 7x9 √ - Gedung Sendiri

5 Ruang BK √ - 1 4 x 4,4 √ - Gedung Sendiri

6 Ruang Perpustakaan √ - 1 7 x 11 √ - Gedung Sendiri

7 Ruang OSIS √ - 1 6,4 x 8,8 √ - Memakai Gedung


Lain Yang
Kosong
8 Ruang UKS √ - 1 6,8 x 17, 6 √ - Memakai Gedung
Lain Yang
Kosong
9 Ruang Musholah √ - 1 18x7 √ - Memakai Gedung
Lain Yang
Kosong
10 Kantin √ - 2 2,50x2,50 √ - Memakai Gedung
Lain Yang

4
Kosong
1 2,50x2,50 Gedung Sendiri
11 Laboratorium IPA √ - 1 6X7 Gedung Sendiri
12 Gudang √ - 1 6X7 √ - Memakai Gedung
Lain Yang
Kosong
13 WC Kepala Sekolah √ - 1 1,20 x 1,80 √ - Gedung Sendiri

14 WC Guru / Staf √ - 4 1,20 x 1,80 √ - Gedung Sendiri

15 WC Siswa √ - 2 1,20 x 1,80 √ - Gedung Sendiri

16 WC Siswi √ - 3 1,20 x 1,80 √ - Gedung Sendiri

17 Dapur √ - 1 1,5 x 2 √ Gedung Sendiri

18 Listrik √ - 1 1300watt √ - Milik Sendiri

19 Air √ - 1 Sanitasi √ - Milik Sendiri


sumur bor

D. VISI, MISI, TUJUAN SERTA SASARAN SEKOLAH


1. VISI SEKOLAH
Visi SMP Negeri2 Biatansebagaiberikut :
“MenjadiSekolah yang CERDIK dan SAKTI”
(Cerdas, Terdidik, Sigap, Amanah, Kreatif, TaqwadanInovatif)
2. MISI SEKOLAH
MisiSMP Negeri2 Biatansebagaiberikut :
a. MengembangkanKreatifitasSiswa
b. MembiasakanSiswaberfikirKritisdanCerdas
c. MembiasakanSiswauntukbelajardenganGiatdanTeraturuntukMeraihdanMenin
gkatkanPrestasi
d. MelatihSiswauntukhidupSehatJasmanidanRohani
e. MendorongSiswauntukberprilakuJujur, DisiplindanBertanggungJawab
f. MembiasakanSiswauntukBerusaha, Berdo’adanBeribadah

5
3. TUJUAN SEKOLAH
a. Adapun Tujuan yang akan dicapai dalam satu tahun kedepan adalah
1. Menghasilkan perangkat KTSP yang lengkap, mutahir dan berwawasan
kedepan serta melaksanakan versifikasi kurikulum yang relevan dengan
kebutuhan peserta didik pada tahun 2021 .
2. Menghasilkan pemetaan standar kompetensi, kompetensi dasar, silabus,
RPP untuk kelas VII, VIII, IX semua mata pelajaran pada tahun 2021.
3. Mencapai standar ketuntasan Minimum pada seluruh kelas hingga
mencapai 95% pada tahun 2021.
4. Memiliki siswa yang diterima di sekolah lanjutan atas negeri sebanyak
100% pada tahun 2021.
5. Memiliki siswa yang mampu baca Al-Qur’an secara tartil 95 % pada tahun
2021.
6. Memiliki siswa yang mempunyai karakter dalam kehidupan sosialnya di
sekolah
7. Memiliki guru yang professional dalam pengembangan kreatifitas dan
mampu mengimplementasikan dalam kegiatan KBM pada tahun 2021.
8. Terpenuhinya sarana pembelajaran dalam rangka pelaksanaan kurikulum
Tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada tahun 2021.
9. Memiliki siswa yang peduli dengan kesehatan pribadi.

b. Tujuan jangka panjang empat tahun ke depan :


1. Melaksanakan penyusunan dan verifikasi perangkat KTSP 100% lengkap
2. Melaksankan penyusunan standar kompetensi, kompetensi dasar, Silabus,
RPP, semua mata pelajaran muatan local 100% lengkap.
3. Meningkatkan prestasi akademik lulusan dengan kenaikan nilai UN,US dan
nilai raport sebesar 0,5 pertahun dan memenuhi KKM rata-rata setiap mata
pelajaran minimal 75
4. Memiliki Tim Bola Voly yang mampu berprestasipada tingkat Provinsi
5. Meningkatkan layanan perpustakaan sebanyak 85% siswa termotivasi

6
6. Meningkatkan keterampilan dalam penggunaan ICT sebanyak 85% dari
jumlah siswa menguasai Microsoft Excel, Micsrosoft Word, Power Point,
dan Internet
7. Meningkatkan kemampuan profesional guru sebanyak 90% guru yang telah
mencapai kompetensinya
8. Terpenuhinya sarana dan prasarana pembelajaran dalam pelaksanaan KBM
yang berbasis ICT 100% lengkap
9. Memiliki lulusan yang di terima di tingkat lanjutan negeri sebanyak 95%
4. SASARAN SEKOLAH
Yang menjadi sasaran bagi pengembangan sekolah adalah :
a. Siswa
b. Pendidik dan tenaga kependidikan
c. Lingkungan sekolah

E. MOTTO SMP NEGERI 2 BIATAN


Adapun Motto SMP Negeri 2 Biatan:
1. Akhlak Terpuji, Prestasi Oke
2. Bersama Kita Bisa
F. LOGO SMP NEGERI 2 BIATAN

Berikut Logo SMP Negeri 2 Biatan:


Pengertian Logo / Lambang SMPN 2 Biatan :

1. Warna Dasar Hijau :


Simbol alami, harmoni, kesegaran dan sumber kehidupan. Kesan alami dan
bumi selalu melekat pada warna hijau. Desain logo yang memakai warna hijau,
mayoritas adalah produk yang dihasilkan dari alam dan mengedepankan kesegaran
dalam setiap produk yang ditawarkan. Warna hijau juga melambangkan harmoni
yang penuh kedamaian.
2. Garis Warna Hitam Putih :
a. Hitam : Sebagai warna tua (Gelap), yang melambangkan pembatas dan
benteng pertahanan yang kuat
b. Putih : Sebagai warna paling terang, melambangkan cahaya dan kejayaan.

3. Padi Dan Kapas :

7
a. Padi : Melambangkan terpenuhinya keperluan masyarakat yang berkaitan
dengan bahan pangan dan kebutuhan pokok sehari-hari. Yang
biasanya padi adalah makanan pokok masyarakat indonesia. Sehingga
simbol padi disini bermaksud supaya segala kebutuhan pokok dapat
tercukupi.
b. Kapas : Mengandung makna bahwa segala kebutuhan masyarakat yang terkait
dengan sandang dan pangan akan dapat tercukupi. Kita tahu bahwa
kapas dapat diartikan sebagai bahan baku pembuat kain dan baju,
sehingga penekanan lambang ini adalah pada kebutuhan skunder yang
berkaitan dengan sandang dan pangan atau tempat tinggal.

Jika digabungkan, padi dan kapas adalah suatu simbol cita-cita bahwa
keperluan masyarakat yang terkait dengan bahan makanan yaitu pangan dan bahan
skunder lainnya seperti pakaian dan tempat tinggal dapat terpenuhi sehingga
menjadikan kehidupan masyarakat menjadi adil, makmur dan sejahtera secara
merata.

4. Buku :
Memiliki arti sebagai penyedia informasi dan sumber penerang bagi siswa / siswi
SMP Negeri 2 Biatan.
5. 2014 :
Tahun 2014 merupakan tahun berdirinya SMP Negeri 2 Biatandengan nomor SK
Pendirian Sekolah : 893 tahun 2014, tanggal 24 Desember 2014.
6. Cerdik Dan Sakti :
Merupakan Visi dan Misi SMP Negeri 2 Biatan.
Visi : Menjadi sekolah yang Cerdik dan Sakti.

Misi : 1. Mengembangkan kreatifitas siswa.


2. Membiasakan siswa berfikir kritis dan cerdas.
3. Membiasakan siswa untuk belajar dengan giat dan teratur untuk
meraih dan meningkatkan prestasi.
4. Melatih siswa untuk hidup sehat jasmani dan rohani.
5. Mendorong siswa untuk berprilaku jujur, disiplin dan bertanggung
jawab.
6. Membiasakan siswa untuk berusaha berdoa dan beribadah.

8
BAB III
GAMBARAN KURIKULUM SEKOLAH

A. Landasan Hukum

a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah, khususnya Bab III Pembagian Urusan Pemerintahan Pasal 14 Ayat 1
yang menegaskan bahwa bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh
Daerah Kabupaten dan Daerah/Kota antara lain pendidikan dan penyelenggaraan
pendidikan
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19
tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa
Kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan
pendidikan dengan mengacu kepada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan
yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
c. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar
Isi (SI) pasal 1 menyatakan bahwa “Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah” yang selanjutnya disebut “Standar Isi” mencakup lingkup materi
minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan
minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
d. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar
Kompetisi Lulusan (SKL) pasal 1 ayat (1) menyatakan bahwa SKL untuk satuan
pendidikan dasar dan menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam
menentukan kelulusan peserta didik; ayat (2) menyatakan SKL sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) meliputi SKL minimal satuan pendidikan dasar dan
menengah, SKL minimal kelompok mata pelajaran, dan SKL mata pelajaran.
e. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 24 tahun 2006 tentang
Pelaksanaan Standar Isidan Standar Kompetensi Lulusan pasal 1 ayat (4)
menyatakan bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi

9
atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan
menengah yang disusun oleh BSNP; ayat (5) menyatkan bahwa kurikulum satuan
pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan dasar
dan menengah setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah atau
Komite Madrasah; pasal 2 ayat (1) menyatakan bahwa satuan pendidikan dasar
dan menengah dapat menerapkan KTSP mulai tahun ajaran 2006/2007; ayat (2)
menyatakan bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah harus sudah mulai
menerapkan KTSP paling lambat tahun ajaran 2009/2010; ayat (3) satuan
pendidikan dasar dan menengah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat
menerapkan secara menyeluruh SI dan SKL semua tingkatan kelasnya mulai tahun
ajaran 2006/2007; pasal (4) satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum
melaksanakan uji coba kurikulum 2004, melaksanakan SI, SKL, dan KTSP secara
bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun.
B. Tujuan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Tujuan Pengembangan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi SMP Negeri 2
Biatandalam menyelenggarakan kurikulum disekolah agar lebih terencana terarah dan
efektif meraih visi misi yang ditentukan dalam periode tertentu.

Oleh sebab itu dalam pengembangan Kurikulum SMP Negeri 2 Biatan


memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut :

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta


didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki


posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan
kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan,
dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral
berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

2. Beragam dan Terpadu

10
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta
didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak
diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial
ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib
kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun
dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,


teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat
dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti
dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan


(stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan
kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan
dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan
berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan
vokasional merupakan keniscayaan.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,bidang kajian


keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

6. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan


pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan
informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

11
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan
kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan
memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

BAB IV
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Struktur Kurikulum
No Komponen Kelas dan Alokasi waktu

Mata Pelajaran VII VIII IX

1 Pendidikan Agama 3 3 3

2 Pendidikan Kewarganegaraan 3 3 3

3 Bahasa Indonesia 6 6 6

4 Matematika 5 5 5

5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5

6 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4

7 Bahasa Inggris 4 4 4

8 Seni Budaya Keterampilan 3 3 3

9 Teknologi Komunikasi dan Informasi X 2 2

Pendidikan Jasmani Olahraga dan


10 3 3 3
Kesehatan

11 Muatan Lokal : Prakarya / Pendidikan 2 2 2

12
Lingkungan Hidup

12 Bimbingan Konseling X 2 2

Jumlah 38 42 42

B. Muatan Kurikulum

1. Mata Pelajaran

Mata pelajaran wajib:

Pendidikan Agama (Islam dan Kristen), Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa


Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya Keterampilan, Teknologi Informasi dan
Komunikasi, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJOK).

2. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi


yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah,
yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu
banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal
ditentukan oleh sekolah, tidak terbatas pada mata pelajaran seni budaya dan
keterampilan, tetapi juga mata pelajaran lainnya, muatan lokal di SMP Negeri 2
Biatan adalah PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup).

3. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan


kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan
pengembangan diri di SMP Negeri 2 Biatan di bawah bimbingan konselor, dan guru
dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler pada setiap hari Senin s/d Sabtu.
Bidang yang dibimbing antara lain:

a. Pramuka
b. Sains club (Matematika, IPA, dan IPS)

13
c. Olah Raga (Bola Volly dan Futsal)
d. Seni (Tari, Teater dan Paduan Suara)

4. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan system pengelolaan program


pendidikan yang berlaku di sekolah pada umumnya saat ini, yaitu menggunakan
system Paket. Adapun pengaturan beban belajar pada sistem tersebut sebagai berikut:

a. Jam Pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada system paket dialokasikan
sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk
setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu
tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang
tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam
pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran
tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai
kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap
penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam
Standar Isi.

b. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
dalam sistem paket untuk SMP/MTs/SMPLB adalah antara 0% - 50% dari waktu
kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi
waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam
mencapai kompetensi.

c. Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan
satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan dua jam
tatap muka. Untuk kegiatan praktik di sekolah kami, misalnya pada kegiatan
praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berlangsung selama 2 jam
pelajaran setara dengan 1 jam pelajaran tatap muka, sesuai yang tertulis pada
Struktur Kurikulum SMP Negeri 38 Berau.

14
BAB V
KURIKULUM KETUNTASAN MINIMAL

1. KETUNTASAN BELAJAR
Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu
pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0-100%. Kriteria
ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Sekolah harus menentukan
kriteria ketuntasan minimal sebagai target pencapaian kompetensi (TPK) dengan
mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan
sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah secara
bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan
belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Berikut ini tabel nilai ketuntasan belajar minimal yang menjadi target
pencapaian kompetensi (TPK) di SMP Negeri 2 Biatanyang berlaku saat ini.

Kelas dan Nilai


No. Mata Pelajaran
VII VIII IX
1. Pendidikan Agama 75 75 75
2. Pendidikan Kewarganegaraan 75 75 75
3. Bahasa Indonesia 72 72 72
4. Bahasa Inggris 70 70 70
5. Matematika 70 70 70
6. Ilmu Pengetahuan Alam 70 70 70
7. Ilmu Pengetahuan Sosial 75 75 75
8. Pendidikan Jasmani Olahraga dan 75 75 75

15
Kesehatan
9. Seni Budaya dan Keterampilan 75 75 75
10. Teknologi Informasi dan Komunikasi 70 70 70
Muatan Lokal :
11 70 70 70
Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)
Rata – rata Ketuntasan 72 72 72

2. KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN


a. Kenaikan Kelas
- Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun.
- Siswa dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai
kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, hasil belajar (HB),
kompetensi dasar (KD), dan standar kompetensi (SK) pada semua mata
pelajaran.
- Siswa dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila, a) memperoleh
nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan
akhlak mulia b) Jika peserta didik tidak menuntaskan KD dan SK lebih dari 3
mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas akhir
tahun ajaran, dan c) Jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan
kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu
mencapai kompetensi yang ditargetkan, d) Ketidakhadiran tanpa keterangan
lebih dari 24 hari dalam 1 tahun.

16
- Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai siswa untuk semua indikator, KD,
dan SK yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama
dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.

b. Kelulusan
Kreteria Kelulusan SMP Negeri 2 Biatansesuai dengan ketentuan PP 19/2005
Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada
pendidikan dasar dan menengah setelah:
Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;memperoleh nilai minimal baik
pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran
agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok
mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan
kesehatan;lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan
dan teknologi; dan lulus Ujian Nasional.

3. PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP


Pendidikan Kecakapan hidup di SMP Negeri 38 Berau
1. Kecakapan Hidup( life Skill) sosial, akademik dan personal tampak pada
pengembangan silabus dan RPP setiap mata pelajaran.
2. Kecakapan hidup ( life Skill) yang mengarah pada Keterampilan vokasional
terdapat pada mata pelajaran Mulok yaitu: Pendidikan Lingkungan Hidup yang
memuat: Perkebunan, Pertanaman, dan Kerajinan Tangan.

4. PENDIDIKAN KEUNGGULAN LOKAL DAN GLOBAL


1. Keunggulan lokal yang dikembangkan di SMP Negeri 2 Biatanadalah Pendidikan
Lingkungan Hidup (Perkebunan, Pertanaman dan Kerajinan Tangan) yang
terdapat pada mata pelajaran Mulok.
2. Keunggulan Global terdapat pada mata pelajaran TIK dan mata Pelajaran lainnya.

17
BAB VI
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran


peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan
tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

Setiap permulaan tahun pelajaran, tim penyusun program di sekolah menyusun


kalender pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun
ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu
pembelajaran efektif dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di sekolah/madrasah
mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik
sekolah/madrasah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari
pemerintah/pemerintah daerah.

Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender


pendidikan sebagai berikut:

a. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal
tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah
ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni
tahun berikutnya.
b. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun
pelajaran. Sekolah/madrasah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar
sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.
c. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah
jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
d. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran
terjadwal. Hari libur sekolah/madrasah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya
keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau organisasi penyelenggara
pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

18
e. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun
pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan
hari libur khusus.
f. Libur jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran digunakan
untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.
g. Sekolah/madrasah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih
panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu
efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.
h. Bagi sekolah/madrasah yang memerlukan kegiatan khusus dapat mengalokasikan waktu
secara khusus tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran
efektif.
i. Hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis
pendidikan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota.

A. Berdasarkan Standar isi


Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan
dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan
adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun
ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu
pembelajaran efektif dan hari libur. Kalender pendidikan berdasarkan Permen No.22
tahun 2006 tentang standar isi adalah sebagai berikut:

Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan berdasarkan Standar isi.

Alokasi
No Kegiatan Keterangan
Waktu

1. Minggu efektif Minimum 34 Digunakan untuk kegiatan


belajar minggu pembelajaran efektif
dan pada setiap satuan
maksimu pendidikan
m 38
minggu

2. Jeda tengah Maksimum 2 Satu minggu setiap


semester minggu semester

19
Alokasi
No Kegiatan Keterangan
Waktu

3. Jeda antar semester Maksimum 2 Antara semester I dan II


minggu

4. Libur akhir tahun Maksimum 2 Digunakan untuk


pelajaran minggu penyiapan kegiatan
dan administrasi akhir
dan awal tahun
pelajaran

5. Hari libur 2 – 4 minggu Daerah khusus yang


keagamaan memerlukan libur
keagamaan lebih
panjang dapat
mengaturnya sendiri
tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif
belajar dan waktu
pembelajaran efektif

6. Hari libur Maksimum 2 Disesuaikan dengan


umum/nasional minggu Peraturan Pemerintah

7. Hari libur khusus - Untuk satuan pendidikan


sesuai dengan ciri
kekhususan masing-
masing

8. Kegiatan khusus Maksimum 3 Digunakan untuk kegiatan


sekolah minggu yang diprogramkan secara
khusus oleh sekolah tanpa
mengurangi jumlah minggu
efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif

20

Anda mungkin juga menyukai