0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan14 halaman

Pengertian dan Kasus Konstitusi Indonesia

Konstitusi adalah hukum dasar suatu negara yang mengatur tentang struktur pemerintahan dan hak-hak warga negara. Konstitusi Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu contoh pelanggaran konstitusi di Indonesia adalah kasus penolakan pembangunan gereja di Kota Cilegon yang melanggar hak beragama warga.

Diunggah oleh

Gabriel Raider
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan14 halaman

Pengertian dan Kasus Konstitusi Indonesia

Konstitusi adalah hukum dasar suatu negara yang mengatur tentang struktur pemerintahan dan hak-hak warga negara. Konstitusi Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu contoh pelanggaran konstitusi di Indonesia adalah kasus penolakan pembangunan gereja di Kota Cilegon yang melanggar hak beragama warga.

Diunggah oleh

Gabriel Raider
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KONSTITUSI

MATA KULIAH : KONSEP DASAR PKN


DOSEN PENGAMPU : Oksari Anastasya Sihaloho, [Link].

KELOMPOK 3 :
1. Yesi Alsika (1223111169)
2. Yessy Abigail Purba (1223111183)
3. Ruth Agustaria Br Pa (1223311042)
4. Yunita Lingga (1223311037)
5. Amelia Magdalena Sitorus (1223111181)

PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2023
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Konstitusi adalah hukum dasar yang dijadikan pegangan dalam


penyelengaraan suatu negara, konstitusi dapat berupa hukum dasar tertulis yang
lazim disebut undang-undang dasar dan dapat pula tidak tertulis, undang-undang
dasar menempati tata urutan peraturan perundang-undangan tertinggi dalam negara,
dalam konteks institusi negara, konstitusi bermakna permakluman tertinggi yang
menetapkan antara lain pemegang kedaulatan tertinggi, struktur negara, bentuk
negara, bentuk pemerintahan kekuasaan legislatit, kekuasaan peradilan dan
berbagai lembaga negara serta hak-hak rakyat. Dalam penyusunan undang-undang
dasar, nilai-nilai dan norma dasar yang hidup dalam masyrakat dan dalam praktek
penyelengaraan negara turut mempengaruhi perumusan pada naskah dengan
demikian suasana kebatinan yang menjadi latar belakang filosofi, sosiologis, politis
dan histori perumusan yuridis suatu ketentuan undang-undang dasar perlu dipahami
dengan seksama, untuk dapat mengerti dengan sebaik-baiknya ketentuan yang
terdapat pada pasal-pasal undang-undang dasar.
Konstitusi merupakan segala ketentuan dan aturan dasar mengenai
ketatanegaraan. Berdirinya sebuah negara tidak lepas dan adanya konsutusi yang
mendasarinya. Konstitusi dapat berupa hukum dasar tertulis yang lazim disebut
Undang-Undang Dasar dan dapat pula tidak tertulis Kedudukannya merupakan
hukum dasar dan hukum tertingg: Konstitusi memiliki dua sifat yaitu kaku dan
luwes Adapun fungsi konstitusi adalah membatasi kekuasaan dan sebagai
perlindungan Hak Asasi Manusia, Hak Asasi Manusia merupakan hak dasar,
pemberian Tuhan dan dimiliki manusia selama hidup dan sesudahnya serta tidak
dapat dicabut dengan semena-menanya tanpa ketentuan hukum yang ada, jelas adil
dan benar sehingga harus di hormati, dijaga dan dilindungi oleh individu,
masyarakat dan negara.
Salah satu contoh kasus pelanggaran konstitusi yang kami jumpai adalah
pelanggaran HAM terhadap umat beragama. Seperti yang kami kutip dari
[Link] mengenai dilarangnya pembangunan gereja di daerah kota cilegon,
berikut pemaparan kasusnya:
Tanda Tangani Petisi Tolak Pembangunan Gereja, Wali Kota Cilegon Sebut Ikuti
Keinginan Warga
[Link], 14 September 2022, 16:29 WIB
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengaku, penandatanganan petisi penolakan
pendirian gereja yang dilakukan olehnya bersama Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji
Pentamarta merupakan permintaan warga.

Diketahui, video penandatanganan petisi penolakan pendirian gereja oleh Helldy


dan wakilnya lantas viral di media sosial (medsos).
"Intinya bahwa masyarakat Kota Cilegon pada saat itu berkeinginan seperti itu,
karena sebelumnya kan sudah ada yang namanya dari ketua DPRD dan para wakil
juga," kata Helldy saat ditemui di Kantor Kementerian Agama (Kemenag),
Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Helldy Agustian menuturkan, cara tersebut dilakukan untuk menjaga kondusivitas.


Menurut Helldy, tugasnya sebagai Pemerintah Kota Cilegon sesuai dengan UU
Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 12e adalah menjaga ketertiban, keamanan, dan
melindungi masyarakat.

"Karena itu kan, kami memang menjalankan selaku Wali Kota Cilegon perihal
mengenai kondusivitas tentunya," ujarnya.

Lebih lanjut, Helldy menyebutkan, pembangunan rumah ibadat harus sesuai dengan
Peraturan Bersama Menteri Agama dan Peraturan Menteri Dalam Negeri
(Mendagri) Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pendirian Rumah Ibadat.

Dalam Pasal 14 disebutkan bahwa pendirian rumah ibadah harus memenuhi


persyaratan administratif dan persyaratan teknis bangunan gedung.
Selain itu, pembangunan rumah ibadat harus memenuhi persyaratan khusus, yaitu
daftar nama dan KTP pengguna rumah ibadah paling sedikit 90 orang yang
disahkan pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah.

Kemudian, adanya dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang


disahkan oleh lurah/kepala desa, adanya rekomendasi tertulis kepala kantor
departemen agama kabupaten/kota, dan adanya rekomendasi tertulis FKUB
kabupaten/kota.

Jika persyaratan pertama terpenuhi, tetapi syarat kedua belum terpenuhi,


pemerintah daerah wajib memfasilitasi tersedianya lokasi pembangunan rumah
ibadat.

Sementara itu, proses perizinan pembangunan gereja HKBP Maranatha di Cikuasa,


Gerem, Kota Cilegon, disebut masih berada di tingkat kelurahan.

Helldy mengatakan, Kantor Wali Kota belum menerima permohonan


pembangunan gereja tersebut.

"Proses masih di tingkat kelurahan, jadi belum pernah sampai di wali kota. Intinya,
itu semua dalam proses dan tidak memenuhi syarat beberapanya," ujarnya.

Sedangkan berdasarkan pernyataan panitia pendirian gereja, tahapan perizinan telah


dilakukan adalah pendataan jumlah jemaat sebanyak 112 orang yang sudah
divalidasi dari total jemaat 3.903 jiwa atau 856 KK di Cilegon.

Mereka juga telah mendapatkan dukungan dari 70 warga yang berada di Kelurahan
Gerem atau sekitar lokasi rencana pembangunan gereja, lebih banyak dari 60
dukungan yang diatur dalam Peraturan Bersama Menag dan Mendagri Nomor 9 dan
Nomor 8 Tahun 2006.
Namun, Helldy Agustian mengonfirmasi bahwa beberapa pihak mencabut lagi
dukungan tersebut.

"Teman-teman juga sudah membaca dari item-item itu ada 70 (dukungan) yang
diberikan, memang ada yang dicabut kembali, yaitu dukungannya sebanyak 51 dan
plus 2," kata Helldy.

Sebelumnya diberitakan, sebuah kelompok yang menamakan diri Komite


Penyelamat Kearifan Lokal Kota Cilegon menolak pembangunan rumah ibadah
Gereja HKBP Maranatha di Lingkungan Cikuasa, Kelurahan Geram, Kecamatan
Grogol, Kota Cilegon, Banten.

Mereka sempat melakukan aksi damai dengan mendatangi Gedung DPRD Cilegon
dan bertemu Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, Rabu (7/9/2022).

Aksi penolakan dilakukan berlandaskan Surat Keputusan (SK) Bupati Kepala


Daerah Tingkat II Serang Nomor 189/Huk/SK/1975 tertanggal 20 maret 1975
tentang penutupan gereja atau tempat jamaah bagi agama kristen dalam daerah
Kabupaten Serang (sekarang Cilegon).

"Dokumen riwayat peraturan-peraturan yang patut dipatuhi bagi siapa saja yang
berkedudukan di Cilegon baik itu masyarakat pribumi yang beragama Kristen yang
wajib dipatuhi dari sejak tahun 1975 hingga saat ini," demikian dikutip dari
keterangan tertulis Komite Penyelamat Kearifan Lokal Cilegon yang diterima
[Link].

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Rumah Ibadah HKBP Maranatha


Cilegon, Marnala Napitupulu mengatakan, tahapan perizinan pembangunan rumah
ibadah telah ditempuh untuk mengantongi izin sesuai aturan.

"Terkait rencana pembangunan HKBP Maranatha Cilegon sampai saat ini masih
dalam tahap proses kelengkapan dokumen pengurusan perizinan sesuai dengan
SKB 2 Menteri," kata Marnala melalui keterangan tertulisya yang diterima
[Link], Kamis (8/9/2022).

Marnala mengatakan, telah diajukan permohonan validasi domisili sejak 21 April


2022 kepada Lurah Gerem Rahmadi.

Namun, lurah tidak berkenan memberikan validasi atau pengesahan 70 dukungan


warga dengan alasan tidak jelas.

Padahal, katanya, merujuk Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang


Administrasi Pemerintahan pada Bab IX, Pasal 53 Ayat 2-3 disebutkan bahwa
waktu paling lama 10 hari kerja setelah permohonan diterima secara lengkap oleh
pejabat pemerintah.
(sumber: [Link]
tangani-petisi-tolak-pembangunan-gereja-wali-kota-cilegon-sebut-ikuti)

Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengertian konsitusi serta mengatasi perubahan konstitusi di


Indonesia?
2. Apa saja tujuan, fungsi, faktor serta jenis konstitusi?
3. Apa saja nilai-nilai dari konstitusi?
4. Bagaimana contoh kasus konstitusi di indonesia?

Tujuan

1. Pemenuhan salah satu tugas mata kuliah Kondas PPKn,


2. Menjelaskan pengertian serta mengatasi perubahan konstitusi di Indonesia,
3. Untuk mengetahui tujuan, fungsi, faktor dan jenis konstitusi,
4. Untuk mengetahui nilai dari konstitusi,
5. Untuk mengetahui contoh kasus konstitusi yang ada di Indonesia.
BAB II
ISI

A. Definisi, Perubahan konstitusi di Indonesia, dan faktor yang


mempengaruhinya

Pada suatu negara di dunia pasti mempunyai konstitusi, karena konstitusi


merupakan salah satu syarat penting untuk mendirikan dan membangun suatu
negara yang merdeka, oleh karenanya begitu pentingnya konstitusi itu dalam suatu
negara. Konstitusi merupakan suatu kerangka kehidupan politik yang
sesungguhnya telah dibangun pertama kali peradaban dunia dimulai, karena hampir
semua negara menghendaki kehidupan bernegara yang konstitusional, adapun ciri-
ciri pemerintahan yang konstitusional diantaranya memperluas partisipasi politik,
memberi kekuasaan legislatif pada rakyat, menolak pemerintahan otoriter dan
sebagainya
Indonesia sebagai negara yang merdeka tentu saja mempunyai konstitusi
sebagai landasan menjalankan pemerintahan negara. Terbentuknya konstitusi di
Indonesia diawali dari janji Jepang yang kemudian membentuk Badan Penyelidik
Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dalam bahasa Jepang
disebut Dokuritsu Zumbi choosakai, kemudian terbentuk pada tanggal 29April
1945, dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, mulai bekerja tanggal 29 Mei 1945, maka
dengan terbentuknya BPUPKI bangsa Indonesia secara legal mempersiapkan
kemerdekaannya, untuk merumuskan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai
negara yang merdeka.
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi di Indonesia merupakan
hukum tertinggi yang ditetapkan secara konstitusional, sedangkan hukum itu
merupakan produk politik, karena dalam kenyataannya setiap produk hukum
merupakan produk politik, sehingga hukum dapat dilihat sebagai kristalisasi dari
pemikiran politik yang saling interaksi dikalangan politisi (M. Agus Santoso, 2009
: 9). Sedangkan politik itu kental dengan kepentingan, oleh karena itu tidak mustahil
karena kepentingan itulah kemudian dapat merubah produk hukum juga, demikian
halnya terhadap konstitusi di Indonesia yang selalu berubah dan mengikuti
perkembangan politik.
Sejak Proklamsai Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, dan
diikuti pengesahan UUD 1945 sebagai konstitusi pada tanggal 18 Agustus 1945,
hingga kini UUD 1945 sebagai konstitusi telah mengalami perkembangan dan
perubahan-perubahan, hal itu disebabkan karena perkembangan politik demokrasi
yang selalu berkembang dan berubah-ubah pula. kepentingan yang berubah-ubah
juga menjadi sebab berubahnya konstitusi, namun semuanya pasti mempunyai
tujuan sama yaitu menuju hukum yang dicita-citakan (Ius constituendum).
Para ahli telah mengemukakan pendapatnya yang beragam mengenai
definisi konstitusi, antara lain:
1. Menurut Dahlan Thaib (2008 : 7) istilah konstitusi berasal dari bahasa Perancis,
yaitu constituer berarti membentuk, yang dimaksud ialah membentuk suatu negara,
dalam bahasa Inggris dipakai istilah constitution yang dalam bahasa Indonesia
disebut konstitusi, dalam praktek dapat berarti lebih luas dari pada pengertian
Undang-Undang Dasar, tetapi ada juga yang menyamakan dengan Undang-Undang
Dasar.
2. Menurut Jazim Hamidi (2009 : 87) konstitusi dapat diartikan sebagai suatu
pernyataan tentang bentuk dan susunan suatu negara, yang dipersiapkan sebelum
maupun sesudah berdirinya negara yang bersangkutan.
3. Menurut Winarno (2008) konstitusi dapat diartikan dalam arti luas dan sempit,
sebagai berikut:
a. Konstitusi (hukum dasar) dalam arti luas meliputi hukum dasar tertulis dan bdak
tertulis.
b. Konstitusi (hukum dasar) dalam arti sempit adalah hukum dasar tertulis yaitu
undang-undang dasar. Dalam pengertian ini undang-undang dasar merupakan
konstitusi atau hukum dasar yang tertulis.
Lebih lanjut mengenai istilah konstitusi ini para Sarjana dan ilmuan Hukum
Tata Negara terdapat perbedaan, sebagian ada yang berpendapat bahwa konstitusi
sama dengan Undang-Undang Dasar, dengan dasar bahwa semua peraturan hukum
itu harus ditulis, dan konstitusi yang tertulis itu adalah Undang-Undang Dasar. Ada
pula yang berpendapat bahwa konstitusi tidak sama dengah Undang-Undang Dasar,
dengan dasar bahwa tidak semua hal penting harus dimuat dalam konstitusi,
melainkan hal-hal yang bersifat pokok saja. (Dasril Radjab, 2005 : 45). Sehingga
perbedaan itu hanyalah persoalan penting atau tidak penting saja yang harus dimuat
dalam Konstitusi atau Undang-Undang Dasar, oleh karenanya perbedaan itu
bukanlah suatu yang prinsip dalam memahami konstitusi.
Berdasarkan definisi konstitusi menurut C.F. Strong, yang ditulis oleh Jazim
Hamidi (2009 : 88), terdapat tiga unsur yang termuat dalam konstitusi, yaitu :
1. Prinsip mengenai kekuasaan pemerintahan;
2. Prinsip mengenai hak-hak mengenai warga negara; dan
3. Prinsip hubungan antara warga negara dengan pemerintah
Sifat konstitusi tertulis dituangkan dalam bentuk Undang-Undang Dasar
pada suatu negara, sedangkan konstitusi disamping memuat aspek hukum juga
memuat aspek politik yang lebih banyak lagi, yaitu politik pada masa tertentu suatu
negara. Pada suatu negara selalu mengalami perkembangan politik, dengan
demikian konstitusipun juga, konfigursi politik tertentu akan mempengaruhi
perkembangan ketatanegaraan suatu bangsa. Perkembangan ketatanegaraan
tersebut juga sejalan dengan perkembangan dan perubahan konstitusi di Indonesia
seperti diuraikan dalam pembahasan berikut ini:
a. Periode 18Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949, masa berlakunya
Undang-Undang Dasar 1945.
b. Periopde 27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950, masa berlakunya
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat (RIS).
c. Periode 17Agustus 1950 samapi dengan 5 Juli 1959, masa berlaku Undang-
Undang Dasar Sementara Tahun 1950 (UUDS 1950).
d. Periode 5 Juli 1959 sampai dengan 19 Oktober 1999, masa berlaku Undang-
Undang Dasar 1945.
e. Periode 19 Oktober 1999 sampai dengan 10 Agustus 2002, masa berlaku
pelaksanaan perubahan Undang-Undang Dasar 1945.
f. Periode 10 Agustus 2002 sampai dengan sekarang masa berlaku Undang-
Undang Dasar 1945, setelah mengalami perubahan.
Perubahan konstitusi di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya
adalah bahwa penyusunan rancangan UUD yang dilakukan oleh BPUPKI sangat
tergesa-gesa sehingga belum begitu sempurna. Desakan dari Belanda juga
merupakan faktor penyebab berubahnya konstitusi, hingga terjadinya pergeseran
politik hukum di Indonesia yang menuntut amandemen UUD 1945, dan
berpengaruh pada berubahnya sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

B. Jenis Konstitusi dan Contoh Konstitusi di Indonesia

Secara umum, konstitusi memiliki 2 jenis berdasarkan bentuknya. Kedua


jenis konstitusi tersebut merupakan jenis konstitusi yang tertulis dan jenis konstitusi
yang tidak tertulis.
1. Konstitusi Tertulis
Konstitusi tertulis merupakan sekumpulan aturan pokok dasar negara, bangunan
negara dan tata negara yang mengatur perikehidupan satu bangsa di dalam
persekutuan hukum negara. Berikut ini adalah beberapa contoh konstitusi tertulis
yang pernah digunakan negara Indonesia, di antaranya yaitu:
a. UUD 1945
b. UUD RIS
c. UUD Sementara
d. UUD 1945 Hasil Amandemen
2. Konstitusi Tidak Tertulis
Konstitusi yang tidak tertulis dapat juga disebut sebagai konvensi. Konvensi sendiri
memiliki pengertian sebagai kebiasaan sistem tata negara yang sering ada dalam
sebuah [Link] ini adalah beberapa contoh konstitusi tertulis yang pernah
digunakan negara Indonesia, di antaranya yaitu:
a. Keputusan di MPR diambil dan diputuskan berdasarkan musyawarah secara
mufakat.
b. Pidato Presiden pada sidang paripurna DPR setiap tanggal 16 Agustus 1945, dan
Pidato Presiden sebelum MPR melakukan sidang. Presiden sebagai kepala negara
telah menyiapkan bahan-bahan untuk sidang umum MPR yang akan datang.
c. Adat istiadat
C. Fungsi Konstitusi

Fungsi Konstitusi Secara Umum, yatu


a. Memberikan pembatasan kepada kekuasaan suatu pemerintahan agar tidak terjadi
pemerintahan yang bertindak sewenang-wenang sehingga hak-hak bagi warga
negara dapat terjamin, terlindungi, dan tersalurkan.
b. Piagam atas lahirnya suatu negara
c. Sumber hukum tertinggi
d. Alat untuk melakukan pembatasan terhadap kekuasaan dari suatu pemerintahan
e. Identitas nasional dan lambang negara
f. Salah satu cara untuk memberikan perlindungan terhadap hak asasi manusia
sekaligus jaminan kebebasan untuk warga dari suatu negara.
g. Simbolik guna upaya pemersatu
h. Pengatur hubungan kekuasaan antar organ negara dengan masyarakat negara
tersebut

D. Tujuan Konstitusi

1. Konstitusi bertujuan untuk memberikan pembatasan sekaligus pengawasan


terhadap kekuasaan politik. Tujuan ini berfungsi untuk membatasi kekuasaan
penguasa sehingga tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat banyak.
2. Konstitusi bertujuan untuk melepaskan kontrol kekuasaan dari penguasaan
sendiri. Bisa juga memberikan perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM),
sehingga dengan adanya konstitusi maka setiap penguasa dan masyarakat wajib
menghormati HAM dan berhak mendapatkan perlindungan dalam melakukan
haknya.
3. Konstitusi bertujuan memberikan batasan-batasan ketetapan bagi para penguasa
dalam menjalankan kekuasaannya. Selain memberikan batasan-batasan untuk
penguasa dalam menjalankan kekuasaanya, hal ini juga bertujuan untuk
memberikan pedoman bagi penyelenggara negara agar negara dapat berdiri kokoh.
E. Nilai-nilai dari konstitusi

1. Nilai normatif adalah sebuah konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa.
Bagi suatu negara, konstitusi tidak hanya dapat berlaku dalam arti hukum atau legal.
Namun, konstitusi juga nyata dapat berlaku dalam suatu masyarakat.
2. Nilai nominal adalah sebuah konstitusi yang menurut hukum tetap berlaku.
3. Nilai semantik adalah sebuah konstitusi yang hanya dapat berlaku bagi
kepentingan penguasa saja. Konstitusi bisa menjadi alat bagi pemangku kekuasaan
untuk melakukan mobilisasi kekuasaan, hal itu menjadi alasan dalam melaksanakan
kekuasaan politik terhadap warga negaranya.

F. Hubungan kasus dengan konstitusi

Indonesia sebagai negara yang merdeka tentu saja mempunyai konstitusi


sebagai landasan menjalankan pemerintahan negara. Undang-Undang Dasar 1945
sebagai konstitusi di Indonesia merupakan hukum tertinggi yang ditetapkan secara
konstitusional, Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak dasar yang dimiliki setiap
orang. Jaminan kebebasan HAM telah diatur melalui beberapa pasal dalam UUD
1945. Menurut UU Nomor 39 Tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang
melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha
Esa. HAM juga merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi,
dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan
serta perlindungan harkat dan martabat manusia. HAM bersifat universal. Artinya,
dimiliki oleh setiap orang tanpa memandang suku, agama, ras, atau golongan.
Kasus HAM termasuk permasalahan konstitusi karena tidak menerapkan
salah satu fungsi HAM yaitu: Salah satu cara untuk memberikan perlindungan
terhadap hak asasi manusia sekaligus jaminan kebebasan untuk warga dari suatu
negara. Dan tidak menerapkan Tujuan dari konstitusi yaitu: konstitusi bertujuan
untuk melepaskan kontrol kekuasaan dari penguasaan sendiri. Bisa juga
memberikan perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM), sehingga dengan
adanya konstitusi maka setiap penguasa dan masyarakat wajib menghormati HAM
dan berhak mendapatkan perlindungan dalam melakukan haknya.
BAB III
PENUTUP

GAGASAN KREATIF
Hak beragama merupakan hak yang melekat secara kodrati yang tidak dapat
dikurangi dalam keadaan apapun. Negara menjamin kebebasan setiap warga negara
dalam memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Minimnya
jumlah pemeluk agama lain atau non-muslim di wilayah Cilegon sangat berdampak
pada pembangunan tempat ibadah.
Menurut masyarakat cilegon yang kurang toleransi dan menganggap
persyaratan-persyaratan pembangunan tempat ibadah gereja tidak sah dan melawan
hukum membuat dan menandatangani petisi penolakan pembangunan gereja
didaerah tersebut yang diikuti dengan ketidak tegasan Walikota Cilegon yang ikut
andil dalam menandatangani petisi tersebut.

SARAN
1. Pemerintah harus tegas melindungi dan menjamin kebebasan beragama
dan berkeyakinan warga negara sesuai perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia,

2. Sebaiknya kita menggunakan hak-hak tersebutsebagaimana mestinya,


berdasarkan batasan-batasan yang berlaku dansadar akan hak yang juga dimiliki
oleh orang lain yang harus kita hargaidan hormati.

KESIMPULAN
Konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraan suatu negara yang
berupa kumpulan peraturan yang membentuk dan mengatur/memerintah dalam
pemerintahan suatu negara. Jenis nya ada 2 yaitu konstitusi secara tertulis dan tidak
tertulis. Konstitusi di indonesia selalu mengalami perubahan, yang pertama kali
berlaku adalah UUD 1945, kemudian disusul UUD RIS pada tahun 1949
merupakan konstitusi kedua yang mengkabitkan bentuk negara persatuan berubah
menjadi negara serikat.
DAFTAR PUSTAKA

Gandamana, A., feriyansyah, maulana, w., & dharma, s. (2023). konsep dasar
pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar. In d. e. sari (Ed.). medan:
CV. Obelia publisher.
Hamidi, J. (2009). Hukum perbandingan Konstitusi. Jakarta: Prestasi Pustaka
Publiser.
kristina. (2021, september 7). pasal dalam uud 1945 yang mengatur HAM.
Retrieved from detikEdu: [Link]
5713321/ini-lho-10-pasal-dalam-uud-1945-yang-mengatur-tentang-ham
radjab, d. (2005). Hukum Tata Negara Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
santoso, M. a. (2011). Kajian Tentang Manfaat penelitian Hukum Bagi
pembanguan Daerah. Jurnal ilmiah hukum.
thaib, d. (2008). Teori dan Hukum Konstitusi. jakarta: Raja Grafindo Persada.
ulya, f. n. (2022, september 14). Tanda Tangani Petisi Tolak Pembangunan Gereja,
Wali Kota Cilegon Sebut Ikuti Keinginan Warga. Retrieved from
[Link]:
[Link]
tangani-petisi-tolak-pembangunan-gereja-wali-kota-cilegon-sebut-ikuti
umam. (2022). pengertian konstitusi dan fungsinya serta jenis, tujuan hingga nilai-
nilai. Retrieved from gramedia blog:
[Link]
winarno. (2008). paradigma baru pendidikan kewarganegaraan. jakarta: bumu
aksara.
zoelva, h. (2016). mengawal konstitusionalisme. jakarta: konstitusi press.

Anda mungkin juga menyukai