0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
677 tayangan13 halaman

Formulasi Toner Wajah Anti-Jerawat

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini menguji formulasi dan stabilitas toner wajah ekstrak buah pare dengan variasi konsentrasi polisorbat 20 sebagai surfaktan. 2. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua formula toner stabil dan memenuhi parameter uji, dengan formula menggunakan 5% polisorbat 20 lebih optimal. 3. Penelitian ini bertujuan menentukan formula toner ekstrak buah pare terbaik sebagai

Diunggah oleh

Raysa Maharani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
677 tayangan13 halaman

Formulasi Toner Wajah Anti-Jerawat

Tiga kalimat ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini menguji formulasi dan stabilitas toner wajah ekstrak buah pare dengan variasi konsentrasi polisorbat 20 sebagai surfaktan. 2. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua formula toner stabil dan memenuhi parameter uji, dengan formula menggunakan 5% polisorbat 20 lebih optimal. 3. Penelitian ini bertujuan menentukan formula toner ekstrak buah pare terbaik sebagai

Diunggah oleh

Raysa Maharani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.

1, 2023

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN TONER WAJAH


EKSTRAK BUAH PARE (Momordica charantia L) SEBAGAI ANTI
JERAWAT DENGAN VARIASI SURFAKTAN

Muhammad Noor1, Siti Malahayati2, Kunti Nastiti3

1, 2, 3
Universitas Sari Mulia

Email korespondensi: ahmedsofyan25@[Link]

ABSTRAK

Ekstrak buah pare (Momordica Charantia L) memiliki kandungan metabolit


sekunder antara lain flavonoid, alkaloid, dan saponin yang memiliki manfaat sebagai
antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes). Salah satu
yang mempengaruhi kualitas, stabilitas, dan kejernihan serta dapat meningkatkan
kelarutan sediaan toner wajah adalah surfaktan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui formula yang lebih baik dengan membandingkan kedua formula dan
menganalisis pengaruh variasi konsentrasi polisorbat 20 terhadap stabilitas sediaan
toner wajah ekstrak buah pare. Ekstrak buah pare diformulasikan sebanyak 2 formula
dengan variasi konsentrasi polisorbat 20 sebesar 5% dan 5,65%, kemudian dilakukan uji
stabilitas dengan metode cycling test selama 12 hari sebanyak 6 siklus dengan
mengevaluasi sebelum dan sesudah pengujian stabilitas, meliputi organoleptis,
homogenitas, viskositas, dan pH. Hasil stabilitas organoleptis untuk kedua formula
stabil memiliki bentuk cair, berwarna coklat jernih, dan bau khas mawar. Kedua
formula stabil homogen. Nilai viskositas formula I telah stabil dan memenuhi
parameter, sedangkan formula II tidak stabil tetapi masih memenuhi parameter, yaitu <5
cPs. Nilai stabilitas pH kedua formula stabil dan memenuhi parameter, yaitu rentang
4,5-6,5. Pada kedua formula memenuhi persyaratan parameter. Formula I lebih optimal
daripada formula II dan perbedaan konsentrasi surfaktan polisorbat 20 tidak
berpengaruh terhadap organoleptis, homogenitas, dan pH akan tetapi berpengaruh
terhadap viskositas

Kata kunci : Ekstrak buah pare, jerawat, polisorbate 20, stabilitas, toner wajah

133
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

FORMULATION AND STABILITY TEST FOR FACIAL TONER


PREPARATIONS BITTER GOURD EXTRACT (Momordica charantia
L) AS ANTI-ACNE WITH VARIATIONS OF SURFACTANTS

ABSTRACT
Bitter gourd extract (Momordica charantia L) contains secondary metabolites
such as flavonoids, alkaloids, and saponins that can be antibacterial against acne-
causing bacteria (Propionibacterium acnes). Momordica charantia L., could make into
facial toner preparations to prevent the emergence and worsen acne. It is formulated
with various concentrations of polysorbate 20 and performs stability testing. This study
aimed at the optimal formula and analyzed the variations in the concentration effect of
polysorbate 20 on the bitter gourd extract facial toner preparation. Bitter gourd extract
would make into facial toner preparation with variations in the concentration of
polysorbate 20. The accelerated stability test with the cycling test method includes
before and after organoleptic, homogeneity, viscosity, and pH tests. The organoleptic
stability result shows both stable formulas had the same liquid form, clear brown color,
and characteristic rose odor. All formulations are stable on homogeneity, in which the
particles are evenly mixed. The Formula I viscosity value is constantly stabilized and
meets the parameters, while formula II is not but meets the parameters. The pH stability
values of both formulas are stable and meet the parameters. Formula I is more optimal
than formula II and the difference in surfactant concentration of polysorbate 20 has no
effect on organoleptic, homogeneity, and pH but will affect viscosity.

Keywords : Acne, Bitter gourd extract, Facial toner, Polysorbate 20, Stability

PENDAHULUAN
Wajah merupakan salah satu melupakan kebersihan kulit wajahnya
bagian terpenting dalam struktur yang membuat kesehatan kulit wajah
anatomi tubuh manusia. Seringkali tidak baik dan menyebabkan timbulnya
orang-orang yang memiliki banyak permasalahan pada kulit wajah.
kegiatan atau kesibukan akan Gangguan yang sering muncul pada

134
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

kulit wajah akibat kurangnya dalam hal resistensi obat, yaitu keadaan dimana
menjaga kebersihan wajah adalah obat antibiotik sudah tidak efektif lagi
jerawat (Habeshian dan Cohen, 2020). dalam membunuh suatu bakteri
Jerawat merupakan penyakit sehingga menurunkan kemanjuran
kulit yang muncul pada usia remaja dan antibiotik dan dapat memperparah
biasanya paling sering timbul di bagian jerawat (Habeshian dan Cohen, 2020).
wajah. Sekitar 85% populasi individu Berdasarkan efek samping yang terjadi
berusia 12-25 tahun mengalami jerawat saat menggunakan obat-obatan sintetik
dengan berbagai variasi gambaran membuat masyarakat banyak memilih
klinis, sekitar 15-20% pasien jerawat penggunaan obat dengan bahan utama
mengalami jerawat dengan derajat herbal.
sedang dan berat (Wasitaatmadja, Buah pare memiliki kandungan
2018). Jerawat timbul karena banyak metabolit sekunder, yaitu alkaloid,
faktor penyebab, diantaranya karena flavonoid, dan saponin yang mana
produksi kelenjar sebasea yang masing-masing memiliki mekanisme
meningkat, kolonisasi bakteri sebagai antibakteri (Laianto et al.,
propionibacterium acnes, hormon 2014). Berdasarkan penelitian
androgen yang memicu peningkatan Rachmawati dan Asmawati (2018)
produksi sebum, genetik, stres, ekstrak buah pare memiliki aktivitas
kosmetik, dan obat-obatan (Dreno et al., sebagai antibakteri terhadap
2015). pertumbuhan bakteri penyebab jerawat
Pengobatan jerawat (Propionibacterium Acnes) dengan daya
menggunakan obat sintetik biasanya hambat optimal yaitu pada konsentrasi
diberikan secara topikal. Salah satu 10%.
obat-obatan topikal yang sering Toner wajah adalah sediaan
digunakan untuk mengatasi jerawat kosmetik pembersih yang memiliki
adalah antibiotik dan retinoid, namun fungsi utama sebagai penyempurna
penggunaan obat tersebut sering pembersih wajah (Draelos, 2019). Toner
memberikan efek samping seperti iritasi merupakan formulasi kosmetik cair
pada kulit. Khususnya penggunaan yang dirancang sebagai pengganti
antibiotik, selain dapat menimbulkan pembersihan wajah atau setelah
iritasi juga dapat menyebabkan pembersihan wajah dan juga sebagai
135
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

pelembab untuk mengontrol produksi (2019) dan penelitian Pongsakornpaisan


sebum serta dapat membantu absorpsi et al. (2019) terhadap pembuatan dan
perkutan yang bertindak sebagai barrier pengujian stabilitas sediaan toner wajah
sehingga dapat meningkatkan hidrasi menggunakan surfaktan polisorbat 20
kulit (Noval dan Malahayati, 2016) dengan konsentrasi 5% dan 5,65%
Selain sebagai penyempurna mendapatkan hasil sediaan yang stabil.
pembersih wajah, toner juga dapat Penelitian ini bertujuan untuk
digunakan dengan penambahan zat aktif mengetahui formulasi yang optimal dan
yang penting seperti anti jerawat mengalisis pengaruh variasi konsentrasi
(Draelos, 2019). Formula toner wajah surfaktan polisorbat 20 terhadap sediaan
biasanya menggunakan basis air toner wajah ekstrak buah pare sebagai
sedangkan bahan tambahan lainnya antijerawat.
meliputi zat aktif, humektan, emolien,
surfaktan, pewangi, dan pengawet. METODE PENELITIAN
Salah satu yang mempengaruhi kualitas, MATERIAL
stabilitas, dan kejernihan serta dapat Bahan yang digunakan pada penelitian
meningkatkan kelarutan sediaan toner ini yaitu ekstrak buah pare yang disertai
wajah adalah surfaktan. certificate of analysis didapatkan dari
Surfaktan merupakan salah satu Borobudur Extraction Center yang
senyawa yang digunakan dalam produk terletak di Jawa Tengah dan sudah
pembersih yang memiliki fungsi secara memiliki sertifikat CPOTB (Cara
luas dan dapat berfungsi sebagai Pembuatan Obat Tadisional yang Baik)
solubilizers dan stabilizers agent yang dari BPOM, polisorbat 20
menyebabkan sediaan menjadi jernih (Pharmaceutical Grade), gliserin
dan stabil (Benson et al., 2019). (Pharmaceutical Grade), butil
Polisorbat 20 merupakan salah satu hidroksitoluen (Pharmaceutical Grade),
surfaktan non-ionik yang memiliki fenoksietanol (Cosmetic Grade), oleum
kelebihan tidak toksik dan tidak rosae (Cosmetic Grade), etanol, buffer
menimbulkan iritasi, sehingga sangat pH 5,5, aquadest.
cocok digunakan sebagai bahan Cara Pembuatan Toner Wajah
tambahan kosmetik (Benson et al., Ekstrak granul buah pare dilarutkan
2019). Berdasarkan penelitian Dinda dengan aquadest dan disaring. Butil
136
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

hidroksitoluen dilarutkan dengan etanol ditambahkan dapar pH 5,5 ad 100 ml


dan ditambahkan polisorbat 20, gliserin, sambil diaduk hingga homogen lalu
fenoksietanol, dan diaduk hingga ditambahkan oleum rosae. Sediaan
homogen. Kemudian ditambahkan disaring menggunakan kertas saring dan
sedikit demi sedikit ekstrak yang sudah dimasukkan kedalam wadah botol 100
dilarutkan kedalam campuran dan ml, kemudian dilakukan uji stabilitas.

Tabel 1. Formulasi Toner Wajah Ekstrak Buah Pare


Formulasi (%)
Bahan Fungsi Bahan
I II
Ekstrak Bahan aktif
10 10
Buah Pare (Anti Jerawat)
Gliserin 2 2 Humektan
Butil Hidroksitoluen 0,01 0,01 Antioksidan
Surfaktan
Polisorbat 20 5 5,65 (Stabilizers dan
Solubilizers)
Fenoksietanol 0,5 0,5 Pengawet
Oleum Rosae qs qs Pewangi
Etanol qs qs Pelarut
Aquadest qs qs Pelarut
Larutan Buffer pH 5,5 ad 100 ad 100 Pendapar

Uji Stabilitas Sediaan Toner Wajah pengujian, meliputi organoleptis,


Pengujian stabilitas sediaan toner wajah homogenitas, viskositas, dan pH.
menggunakan uji stabilitas dipercepat 1. Uji Organoleptis
dengan metode cycling test. Metode Pengujian organoleptis dilakukan untuk
cycling test dilakukan dengan cara melihat tampilan fisik sediaan dengan
sediaan disimpan pada suhu 4±2oC cara pengamatan menggunakan indra
selama 24 jam lalu dipindahkan ke manusia terhadap bentuk atau tekstur,
dalam oven pada suhu 40±2oC selama warna, dan bau dari sediaan yang telah
24 jam, selama penyimpanan dua suhu dibuat (Sari et al., 2021).
tersebut dianggap satu siklus. Cycling 2. Uji Homogenitas
test dilakukan sebanyak 6 siklus selama Pengujian homogenitas dilakukan
12 hari dan dilakukan pengamatan dengan cara mengamati partikel dalam
stabilitas sediaan sebelum dan sesudah suatu sediaan secara visual untuk

137
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

melihat partikel tercampur secara tercelup pada sediaan dan pengujian


homogen atau tidak homogen. dilakukan tiga kali replikasi tiap
Pengujian dilakukan dengan cara formulasi (Sari et al., 2021).
mengambil sediaan toner, kemudian 4. Uji pH
masukan kedalam beker gelas kemudian Pengujian pH diawali dengan
diamati susunan partikel-partikel kasar melakukan kalibrasi pH meter. pH
pada sediaan toner (Aji, 2020). meter dinyalakan dan masukkan
3. Uji Viskositas elektroda kedalam wadah yang berisi
Pengujian viskositas sediaan toner sediaan toner wajah, kemudian skala
dilakukan menggunakan viskometer akan bergerak dan tunggu hingga angka
dengan spindel nomor 1 pada kecepatan sudah tidak berubah-ubah. Pengujian
60 rpm. Sediaan toner dimasukkan dilakukan tiga kali replikasi tiap
kedalam gelas beker. Spindel yang telah formulasi (Sari et al., 2021)
dipasang kemudian diturunkan hingga

yang mana apabila toner memiliki


HASIL DAN PEMBAHASAN bentuk yang kental maka dapat
Organoleptis menyebabkan kesan yang lengket saat
Uji organoleptis dilakukan untuk penggunaan sehingga dapat membuat
melihat tampilan fisik sediaan dengan ketidaknyamanan saat menggunakan
cara pengamatan menggunakan indra sediaan toner wajah (Dwyer et al.,
manusia terhadap bentuk atau tekstur, 2011). Warna coklat terbentuk karena
warna, dan bau dari sediaan yang telah penambahan ekstrak buah pare. Bau
dibuat (Sari et al., 2021). Hasil khas mawar didapat karena penambahan
pengamatan organoleptis sebelum pewangi oleum rosae. Pewangi
dilakukan pengujian stabilitas atau pada ditambahkan karena ekstrak buah pare
siklus ke-0 untuk kedua formula memiliki bau khas pare yang kurang
menghasilkan bentuk atau tekstur, enak, sehingga dengan penambahan
warna, dan bau yang sama, yaitu bentuk pewangi dapat meminimalisir bau khas
cair, warna coklat yang jernih, dan pare yang kurang enak dan membuat
memiliki bau khas mawar. Bentuk cair rasa nyaman saat digunakan.
sediaan sesuai dengan spesifikasi toner
138
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

Pengamatan stabilitas organoleptis merata sehingga sediaan tampak jernih.


untuk kedua formulasi didapatkan hasil Sediaan toner wajah yang homogen
yang sama dengan saat sebelum menunjukkan bahwa semua bahan yang
dilakukan pengujian stabilitas atau pada digunakan dalam pembuatan sediaan
siklus ke-0, yaitu memiliki bentuk yang tercampur sempurna (Sari et al., 2021).
cair, warna coklat yang jernih, dan Pengamatan stabilitas homogenitas
memiliki bau khas mawar. Hasil data untuk kedua formulasi didapatkan hasil
pengamatan menunjukkan sediaan toner yang sama dengan saat sebelum
wajah ekstrak buah pare tidak dilakukan pengujian stabilitas atau pada
mengalami perubahan stabilitas siklus ke-0, yaitu sediaan homogen dan
organoleptis pada saat sebelum tampak jernih. Hasil data pengamatan
pengujian stabilitas sampai dengan menunjukkan sediaan toner wajah
sesudah pengujian stabilitas. Sehingga ekstrak buah pare tidak mengalami
variasi konsentrasi surfaktan tidak perubahan stabilitas homogenitas pada
berpengaruh terhadap stabilitas saat sebelum pengujian stabilitas sampai
organoleptis sediaan toner wajah dengan sesudah pengujian stabilitas.
ekstrak buah pare pada saat sebelum Sehingga variasi konsentrasi surfaktan
maupun sesudah pengujian stabilitas. tidak berpengaruh terhadap stabilitas
Homogenitas homogenitas sediaan toner wajah
Uji homogenitas dilakukan untuk ekstrak buah pare pada saat sebelum
melihat partikel tercampur atau partikel sampai dengan sesudah pengujian
tidak tercampur dalam suatu sediaan stabilitas menggunakan metode cycling
(Sari et al., 2021). Sediaan yang test.
homogen dapat menghasilkan kualitas Viskositas
sediaan yang baik karena menunjukkan Uji viskositas dilakukan untuk
semua bahan dalam formulasi mengetahui tingkat kekentalan dalam
terdispersi secara merata (Dominica et suatu sediaan. Standar kekentalan toner
al., 2019). Hasil pengamatan wajah <5 cPs dengan pengukuran
homogenitas sebelum dilakukan menggunakan viskometer dengan
pengujian stabilitas untuk kedua spindel nomor 1 pada kecepatan 60 rpm
formulasi menghasilkan sediaan yang (Sari et al., 2021).
homogen atau partikel tercampur secara
139
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

Tabel 2. Hasil Stabilitas Viskositas

Formula Siklus Rata-rata ± SD p-value (ANOVA)

0 1,47 ± 0,42
1 1,87 ± 1,03
2 1,10 ± 0,78
I 3 0,74 ± 0,25 0,258
4 1,87 ± 1,21
5 2,27 ± 0,64
6 1,70 ± 0,26
0 3,80 ± 0,02
1 4,30 ± 0,04
2 4,70 ± 0,02
II 3 4,70 ± 0,02 0,001
4 4,87 ± 0,02
5 4,77 ± 0,02
6 4,87 ± 0,02

Hasil evaluasi viskositas sebelum Hasil pengujian stabilitas viskositas


dilakukan pengujian stabilitas untuk untuk formula I pada siklus ke-1 sampai
formula I mendapatkan nilai rata-rata siklus ke-6 mengalami kenaikan dan
sebesar 1,47 cPs dan formula II penurunan viskositas tetapi hal tersebut
mendapatkan nilai rata-rata sebesar 3,80 tidak terlalu signifikan karena nilai
cPs, sehingga sediaan toner wajah sudah viskositas masih memenuhi persyaratan,
memenuhi persyaratan (<5 cPs). Data yaitu <5 cPs. Formula II pada siklus ke-
hasil dianalisis secara statistik 1 sampai siklus ke-6 mengalami
menggunakan paired sample T-test dan kenaikan viskositas yang signifikan,
didapatkan nilai signifikansi <0,05 yaitu tetapi nilai viskositas masih memenuhi
sebesar 0,001 yang berarti ada terdapat persyaratan (<5 cPs). Penurunan atau
perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan nilai viskositas dapat
hasil evaluasi viskositas sebelum disebabkan karena adanya pengaruh
pengujian stabilitas terhadap kedua dari suhu yang menyebabkan adanya
formula. perubahan struktur polimer basis

140
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

sediaan menjadi lebih renggang atau semua siklus selama pengujian


lebih rapat (Mardhiani et al., 2017). stabilitas, sedangkan formula II ada
Data hasil stabilitas viskositas masing- terdapat perbedaan yang signifikan atau
masing formula dianalisis secara dapat dikatakan nilai viskositas tidak
statistik menggunakan one way anova. stabil pada semua siklus selama
Formula I didapatkan nilai signifikansi pengujian stabilitas. Sehingga variasi
>0,05 yaitu sebesar 0,258 yang berarti konsentrasi surfaktan polisorbat 20
untuk formula I tidak terdapat berpengaruh terhadap stabilitas
perbedaan yang signifikan dari hasil viskositas sediaan toner wajah ekstrak
stabilitas viskositas pada semua siklus. buah pare.
Formula II didapatkan nilai signifikansi
pH
<0,05 yaitu sebesar 0,001 yang berarti Uji pH dilakukan untuk mengetahui
untuk formula II ada terdapat perbedaan tingkat keasaman atau kebasaan dalam
yang signifikan dari hasil stabilitas suatu sediaan. Standar pH untuk kulit
viskositas pada semua siklus. adalah 4,5-6,5 dengan pengukuran
Berdasarkan hasil data analisis statistik menggunakan pH meter (Aji, 2021).
stabilitas viskositas menunjukkan Hasil yang diinginkan untuk pH sediaan
sediaan toner wajah ekstrak buah pare toner wajah ekstrak buah pare yaitu
pada formula I lebih optimal daripada 5,5±0,5 agar nyaman saat digunakan,
formula II karena terdapat perbedaan karena pH yang terlalu rendah dapat
yang signifikan antara kedua formula, menyebabkan iritasi pada kulit
yang mana formula I tidak terdapat sedangkan pH terlalu tinggi dapat
perbedaan yang signifikan atau dapat menyebabkan kulit kering dan sensasi
dikatakan nilai viskositas stabil pada gatal (Sari et al, 2019).

Tabel 3. Hasil Stabilitas pH

Formula Siklus Rata-rata ± SD p-value (ANOVA)

0 5,68 ± 0,02
1 5,68 ± 0,04
I 0,056
2 5,68 ± 0,02
3 5,63 ± 0,02

141
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

4 5,63 ± 0,02
5 5,66 ± 0,02
6 5,66 ± 0,02
0 5,74 ± 0,03
1 5,68 ± 0,04
2 5,69 ± 0,06
II 3 5,69 ± 0,05 0,725
4 5,68 ± 0,05
5 5,68 ± 0,02
6 5,70 ± 0,06

Hasil evaluasi pH sebelum dilakukan ini disebabkan karena dalam formulasi


pengujian stabilitas untuk formula I sediaan toner wajah menggunakan
mendapatkan nilai rata-rata pH sebesar buffer pH 5,5 sehingga pH tetap stabil
5,68 dan formula II mendapatkan nilai dan tidak akan berubah signifikan
rata-rata pH sebesar 5,74, sehingga kecuali ada penambahan bahan yang
sediaan toner wajah sudah memenuhi bersifat asam kuat atau basa kuat
persyaratan pH kulit (4,5-6,5) dan (Haryono, 2019).
masuk nilai pH yang diinginkan Data hasil stabilitas pH masing-masing
peneliti, yaitu sebesar 5,5±0,5. Data formula dianalisis secara statistik
hasil dianalisis secara statistik menggunakan one way anova. Formula
menggunakan paired sample T-test, I didapatkan nilai signifikansi >0,05
didapatkan nilai signifikansi >0,05 yaitu yaitu sebesar 0,056 yang berarti untuk
sebesar 0,177 yang berarti tidak terdapat formula I tidak terdapat perbedaan yang
perbedaan yang signifikan dari hasil signifikan dari hasil stabilitas pH pada
evaluasi pH sebelum pengujian semua siklus. Formula II didapatkan
stabilitas terhadap kedua formula. nilai signifikansi >0,05 yaitu sebesar
Pengujian stabilitas pH untuk formula I 0,725 yang berarti untuk formula II
dan formula II pada siklus ke-1 sampai tidak terdapat perbedaan yang
siklus ke-6 mengalami penurunan dan signifikan dari hasil stabilitas pH pada
kenaikan pH tetapi hal tersebut tidak semua siklus selama pengujian
terlalu signifikan karena nilai pH masih stabilitas.
masuk rentang pH kulit (4,5-6,5) dan Berdasarkan hasil data pH menunjukkan
pH tetap stabil di kisaran 5,5±0,5. Hal sediaan toner wajah ekstrak buah pare
142
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

tidak mengalami perubahan yang membantu dalam proses pengerjaan


signifikan terhadap stabilitas pH pada maupun penyusunan penelitian ini dan
saat sebelum pengujian stabilitas sampai juga kepada Laboratorium Teknologi
dengan sesudah pengujian stabilitas atau Farmasi Universitas Sari Mulia
dapat dikatakan nilai pH pada kedua Banjarmasin yang telah menyediakan
formula stabil pada semua siklus selama tempat serta keperluan untuk penelitian.
pengujian stabilitas. Sehingga variasi
konsentrasi surfaktan polisorbat 20 DAFTAR PUSTAKA
tidak mempengaruhi stabilitas pH Aji, N. P. (2020). Uji Mutu Fisik
sediaan. Sediaan Toner yang Beredar di
Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah
KESIMPULAN Pharmacy, 7(2), 255–262.
Berdasarkan hasil evaluasi dan analisis [Link]
data dari pengujian stabilitas sediaan 2.192
toner wajah ekstrak buah pare, variasi
Benson, H. A. E., Roberts, M. S., Leite-
konsentrasi surfaktan polisorbat 20
Silva, V. R., & Walters, K. A.
mempengaruhi nilai stabilitas
(2019). Cosmetic Formulation. In
viskositas. Karakteristik fisik sediaan
Cosmetic Formulation.
meliputi organoleptis, homogenitas,
[Link]
viskositas, dan pH kedua formula
0674
memenuhi parameter, namun terdapat
perbedaan pada nilai stabilitas Dinda. (2019). Uji Stabilitas Fisik dan

viskositas yang mana fomula I lebih Praklinis Face Toner Berbasis

stabil daripada formula II berdasarkan Kolagen dari Kulit Ikan Kakap

hasil analisis statistik, sehingga formula Merah (Lutjanus sp.) dan Kitosan.

I dengan konsentrasi polisorbat 20 [Link]

sebesar 5% lebih stabil daripada 123456789/97336

formula II. Dominica, D., Handayani Prodi, D. S.,


Matematika dan Ilmu Pengetahuan
UCAPAN TERIMAKASIH Alam, F., & Bengkulu, U. (2019).
Penulis mengucapkan terima kasih Formulasi dan Evaluasi Sediaan
kepada seluruh pihak yang sudah
143
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

Lotion dari Ekstrak Daun 34–46.


Lengkeng (Dimocarpus Longan) [Link]
sebagai Antioksidan. JURNAL 8500.2011.00715.x
FARMASI DAN ILMU
Habeshian, K. A., & Cohen, B. A.
KEFARMASIAN INDONESIA,
(2020). Current Issues in The
6(1), 1–7.
Treatment of Acne Vulgaris.
[Link]
Pediatrics, 145(2).
12019.1-7
[Link]
Draelos, Z. D. (2019). Cosmeceuticals: -2056L
What’s Real, What’s Not. In
Heny Ekawati Haryono. (2019). KIMIA
Dermatologic Clinics (Vol. 37,
DASAR. DEEPUBLISH.
Issue 1, pp. 107–115).
[Link] Mardhiani, Y. D., Yulianti, H., Azhary,

7.001 D., Rusdiana, T., Farmasetika, R.


B., Farmasi, T., Tinggi, S.,
Dreno, B., Gollnick, H. P. M., Kang, S.,
Bandung, F., & Soekarno-Hatta
Thiboutot, D., Bettoli, V., Torres,
Bandung, J. (2017). FORMULASI
V., & Leyden, J. (2015).
DAN STABILITAS SEDIAAN
Understanding Innate Immunity
SERUM DARI EKSTRAK KOPI
and Inflammation in Acne:
HIJAU (Coffea canephora var.
Implications for Management.
Robusta) SEBAGAI
Journal of the European Academy
ANTIOKSIDAN. INDONESIA
of Dermatology and Venereology,
NATURAL RESEARCH
29(S4), 3–11.
PHARMACEUTICAL JOURNAL,
[Link]
2(2), 19–33.
Dwyer, J. M., Lavoie, J., O’Donnell, K., [Link]
Marlina, U., & Sullivan, P. (2011). I2.910
Contracting for Indigenous Health
Noval, & Malahayati, S. (2016).
Care: Towards Mutual
Teknologi Penghantaran Obat
Accountability. Australian Journal
Terkendali. In Pena Persada (Issue
of Public Administration, 70(1),
April).

144
JURNAL RISET KEFARMASIAN INDONESIA VOL.5 NO.1, 2023

Pongsakornpaisan, P., Lourith, N., & Epidermidis dan


Kanlayavattanakul, M. (2019). Propionibacterium Acnes dengan
Anti-Sebum Efficacy of Guava Metode Difusi. 634.
Toner: A Split-Face, Randomized, [Link]
Single-Blind Placebo-Controlled mler/saglikli-beslenme-hareketli-
Study. Journal of Cosmetic hayat-db/Yayinlar/kitaplar/diger-
Dermatology, 18(6), 1737–1741. kitaplar/TBSA-Beslenme-
[Link] [Link]

Rachmawati, D., & Asmawati, A. Sjarif M. Wasitaatmadja. (2018). Akne.


(2018). Uji Aktivitas Ekstrak Buah In Fakultas Kedokteran
Pare (Momordica Charantia L) Universitas Indonesia.
Terhadap Pertumbuhan
Propionibacterium Acnes. Media
Farmasi, 14(2), 32.
[Link]
590

Sari, D. Y., Ariansyah, S., Shinta, S., &


Beniardi, W. (2021). Face Tonic
Formulation From Ethanol Extract
of Maranta arundinacea L. With
Variety of Cosolvent and
Surfactant: Propylene Glycol and
Polysorbate 80. 27th International
Conference ADRI, 34–39.
[Link]

Septian Laianto, Rafika Sari, L. P.


(2014). Uji Efektivitas Sediaan Gel
Anti Jerawat Ekstrak Etanol Buah
Pare (Momordica Charantia)
terhadap Staphylococcus

145

Anda mungkin juga menyukai