SENI TEATER
A. Konsep Pergelaran Teater
Konsep pergelaran teater meliputi:
1. konsep tata pentas
2. konsep tata rias
3. konsep tata busana
4. konsep tata cahaya
5. konsep musik ilustrasi
B. Teknik Penciptaan Teater
Hal-hal teknis yang harus digarap meliputi unsur-unsur berikut:
1. Naskah atau Lakon
2. Pentas atau Panggung
3. Pemain
4. Sutradara
5. Properti
C. Naskah Drama
Naskah drama adalah sebuah teks yang berisikan dialog dengan gambaran karakter-karakter tokoh di
dalamnya, berfungsi sebagai naskah sastra (untuk dibaca) atau naskah untuk dipentaskan.
Kata drama sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti tindakan
Terdapat unsur-unsur intrinsik dalam drama, yakni:
Tema: gagasan pokok yang mendasari naskah drama.
Karakter: pelaku yang menjalankan setiap adegan sehingga adegan tersebut bisa mengalir jadi
sebuah cerita. Ada 3 karakter dalam drama yakni antagonis, protagonis, dan tritagonis.
Alur: jalan cerita sebuah drama, biasa dimulai dari awal, perkelahian, perumitan, puncak cerita,
peleraian, dan bagian akhir.
Latar: segala sesuatu dalam drama yang mengacu pada keterangan waktu, ruang, dan suasana.
Sudut pandang: cara pengarang menyampaikan cerita. Ada 3 sudut pandang yakni, sudut pandang
orang pertama, sudut pandang orang ketiga, dan sudut pandang pengamat serba tahu.
Amanat: pesan moral yang hendak disampaikan penulis pada penonton drama.
Berdasarkan penyajian kisahnya, drama dibagi ke dalam 8 jenis yaitu:
1. Tragedi
2. Komedi
3. Tragekomedi
4. Opera
5. Melodrama
6. Farce (mirip dagelan)
7. Tablo
8. Sendratari
Contoh naskah drama
1. Naskah Drama Persahabatan
Judul drama : Ketiduran, Deh!
Pemain : Indri, Gina, Yuni, Sam, dan Alex
Siang itu saat jam istirahat, lima sekawan yakni Indri, Gina, Yuni, Sam, dan Alex sedang berkumpul di
kantin sekolah untuk membicarakan tugas kelompok.
Indri : Pulang sekolah nanti, kita berkumpul di rumah Yuni, ya untuk membicarakan tema presentasi tugas
kelompok.
Gina : Wah, maaf, sepertinya aku tidak bisa ikut.
Sam : Lho, kenapa, Gin?
Gina : Hari ini aku harus menjaga adikku di rumah, pulang sekolah Ibuku harus keluar sebentar.
Yuni : Kalau begitu, kita berkumpul di rumahmu saja, Gin.
Alex : Ide bagus, tuh. Rumah Gina juga lebih dekat dengan rumahku (sambil tertawa kecil).
Indri : Oke, deh. Kumpul di rumah Yuni, ya.
Jam menunjukkan pukul 16.00. Teman-teman sudah berkumpul di rumah Gina dan sudah berganti pakaian.
Alex nampak sangat mengantuk, berkali-kali menguap sejak tiba di rumah Gina.
(Di rumah Gina, di ruang tamu)
Indri : Nah, sudah kumpul semua ya. Yuk, kita mulai pembahasan kita. Menurut kalian, tema yang akan kita
bahas sebaiknya tentang global warming atau animal abuse?
Gina : Aku buatkan kalian minuman dulu, ya (pergi ke dapur).
Alex : (menguap dengan mata sayu)
Sam : Sebaiknya tentang animal abuse saja, karena aku yakin sudah banyak kelompok lain yang mengangkat
tema global warming.
Yuni : Aku ikut saja.
Indri : Lex? (menoleh ke arah Alex).
Alex : (sudah mulai tertidur dengan posisi kepala tegak dan bersandar ke sofa)
Sam : Ya ampun, anak ini! Disuruh kerja kelompok malah tertidur! (suara berbisik).
Yuni : Sudah biarkan saja, mungkin memang kecapekan (sambil tertawa).
Mereka kemudian mengerjakan tugas bersama-sama. Tak terasa, waktu menunjukkan pukul 17.30.
Alex : (melompat bangun dari tidur) Maling! Maling! (berteriak dengan wajah linglung)
Indri, Gina, Yuni, dan Sam menatap Alex dengan wajah terkejut. Tak lama kemudian mereka berempat
tertawa terbahak-bahak. Alex masih menunjukkan raut wajah kebingungan.
Alex : Eh? Aku mengigau ya?
Yuni : Makanya, kalau kerja kelompok itu jangan tidur!
Sam : Kamu tuh ngantuk parah banget apa ya sampai enggak kuat menahan mata!
Wajah Alex memerah karena malu. Ia pun kemudian pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.
2. Naskah Drama Komedi 6 Orang
Judul drama : Kekompakan Nomor Satu!
Pemain : Tari, Rena, Fonni, Angga, Jimmy, Mike
Sore itu, grup musik bernyanyi dari Sanggar Carina sedang bersantai di taman. Mereka adalah Tari, Rena,
Fonni, Angga, Jimmy, dan Mike.
Tari : Jadi, kalian sudah dapat izin dari sekolah untuk libur seminggu?
Angga : Aku sudah.
Fonni : Aku juga.
Mike : Sekolahku malah sangat mendukung grup kita untuk kompetisi di Jepang ini, guys. Guru-guru di sana
bahkan sampai bersedia menyiapkan catatan untukku.
Rena : (menunjukkan wajah murung).
Jimmy : Aku juga sudah dapat izin. Eh, kenapa kamu murung, Ren?
Rena : Tidak apa-apa. Aku masuk kelas dulu, ya.
Rena pergi meninggalkan teman-temannya di taman dan masuk ke dalam ruang latihan. Teman-temannya
saling memandang penuh kebingungan. Tak lama, mereka pun ikut masuk menyusul Rena.
Tari : Rena! Sebenarnya ada apa sih? Kamu beneran enggak ikut ke Jepang?
Fonni : Iya, Ren! Ayo, bicara dong yang jelas!
Jimmy : Guys, jangan teriak-teriak! Enggak enak dilihat sama yang lain (Jimmy menatap ke sekeliling)
Mike : Ren, ceritakan aja. Kita ini kan satu kelompok.
Rena : (terdiam sesaat) Sepertinya aku tidak bisa ikut berkompetisi ke Jepang, teman-teman.
(Semua menunjukkan wajah terkejut)
Tari : Kenapa, Ren? Ada yang bisa kami bantu?
Rena : Pihak sekolahku memang sudah memberikan izin. Tapi nampaknya orang tuaku kurang setuju karena
berpergian dengan pesawat.
Jimmy : Memangnya kenapa?
Rena : Orang tuaku belum pernah naik pesawat. Jadi mereka takut ada kejadian buruk yang akan menimpaku
nanti.
(Mereka semua saling pandang)
Fonni : Bagaimana kalau kita bersama-sama datang ke rumahmu untuk berbicara dengan orang tua kamu,
Ren?
Mike : Iya! Kita bisa bantu meyakinkan Mama Papa kamu.
Rena : Kalian mau melakukan itu untukku?
Tari : Tentulah! Kita kan satu grup!
Jimmy : Baiklah, kita berangkat ke rumah Rena sehabis latihan, ya?
Fonni : Oke! (yang lain mengangguk semangat)
Rena : Terima kasih banyak ya, teman-teman (mata Rena berkaca-kaca).
3. Naskah Drama Pendek
Judul drama : Impian masa depan
Pemain : Rissa, Inez, Jessy, Siska
Pada suatu malam, Rissa, Inez, Jessy, dan Siska sedang menginap di rumah Inez. Mereka sedang
membicarakan impian masa depannya sebagai para perempuan modern.
Rissa : Menurut kalian, saat lulus kuliah nanti, sebaiknya bekerja sesuai dengan jurusan kuliah atau tidak?
Inez : Kalau menurutku harus! Karena kita kan sudah memilih jurusan itu sejak awal, tentu saja harus cari
pekerjaan yang sesuai jurusan juga supaya ilmunya terpakai.
Jessy : Kalau menurutku yang penting ketemu dengan kerjaan apa saja dulu. Tidak perlu terlalu idealis kalau
baru pertama kali kerja.
Rissa : Kalau kamu gimana, Sis?
Siska : Kalau aku sih yang penting gajinya jangan terlalu kecil! (tertawa)
Inez : Kalau kamu sendiri gimana, Ris?
Rissa : Kalau aku pasca lulus nanti enggak mau kerja di perusahaan orang! Aku mau bikin lapangan
pekerjaan sendiri! (wajah antusias)
Inez : Bukannya sebaiknya cari pengalaman dulu di tempat kerja baru bisa membuat perusahaan sendiri?
Siska : Iya! Kalau kamu belum ada pengalaman, mau buat perusahaan seperti apa? Kan, tidak ada contohnya.
Jessy : Ah, sudahlah saat ini tidak usah didebatkan secara detail. Kita kan masih SMA! (menengadah ke atas,
bersikap santai)
Rissa : (tertawa) Yang penting saat ini kita sudah tahu cita-cita kita apa. Itu yang terpenting!
Inez dan Siska : Siap!
D. Simbol dan Teater
Simbol-simbol yang digunakan sebagai sarana komunikasi dalam teater meliputi:
1. Simbol visual berupa benda-benda, bentuk-bentuk, warna- warna dari barang-barang
perkakas pendukung pementasan serta perilaku para ekting para pemain.
2. Simbol verbal berupa kata-kata yang diucapkan dalam dialog dan monolog para pemain.
Kata-kata itu berasal dari teks naskah yang diciptakan pengarang.
3. Simbol auditif adalah simbol yang ditimbulkan dari bunyi-bunyi yang didengar oleh
penonton. Bunyi-bunyi itu dapat dibuat oleh para pemain untuk menghasilkan kesan
tertentu, atau bunyi yang dihasilkan dan dibuat sengaja sebagai tataan musik ilustrasi
E. Nilai Estetis
Nilai-nilai itu antara lain:
1. Nilai Emosional. Banyak penonton teater yang hanyut dalam suasana yang dibangun oleh
struktur emosi. Suasana itu dapat sedih, gembira, tragis, menyayat hati, tegang, mencekam, dan
sebagainya.
2. Nilai Intelektual. Penonton teater seringkali merasa mengalami pencerahan setelah menonton
pertunjukan teater. Pertunjukan tersebut banyak memberikan nilai-nilai informasi tentang
kehidupan sosial, spiritual, moral, dan sebagainya.
3. Nilai Visual. Penonton teater kerap merasa takjub melihat peristiwa pentas dengan segala
perkakasnya yang speaktakuler hasil tangan-tangan kreatif para pekerja teater.
4. Nilai Verbal. Banyak penonton yang kagum pada ungkapan kata-kata dari para pemain dengan
teknik dinamika yang luar biasa, artikulasi yang jelas, serta irama yang dinamis
F. Kritik Teater
Ada dua model kritik, yakni kritik subjektif dan kritik objektif
Kritik subjektif adalah cara orang (kritikus) membuat ulasan berdasarkan selera pribadinya. Ketika
dia membuat pernyataan bahwa pergelaran teater itu jelek, alasannya bahwa dia tidak suka. Sesuatu
yang bagus menurut dia adalah sesuatu yang dia sukai, bahkan membandingkan dengan karyanya.
Pandangan yang subjektif selalu tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kritik objektif adalah kritik yang selalu mengulas karya seni tidak peduli itu karya siapa. Kritik
objektif dapat disebut kritik konstruktif bertanggung jawab. Oleh karena kritikannya dinyatakan
jelek, kritikus akan menunjukan di mana letaknya. Begitu juga ketika dia menyatakan bagus, harus
mampu menjelaskan kenapa bagus
Apa yang harus kamu kritisi ketika kamu mengapresiasi pergelaran teater?
1. konsep cerita dan teknis penggarapan cerita
2. konsep dan teknis pementasan
3. konsep dan teknik penyutradaraan
4. konsep dan teknik permainan
5. konsep dan teknik penggunaan properti.