KEPUTUSAN PEMILIK PT.
PERMATA ANANDA
Nomor: 001/SK/PT-PA/XI/2019
TENTANG
RENCANA STRATEGIS RSIA ANANDA
TAHUN 2020-2024
DI RSIA ANANDA
PEMILIK PT. PERMATA ANANDA
MENIMBANG:
a. bahwa Rumah Sakit dalam memberikan pelayanan harus mengacu pada tuntutan pasar yang semakin
kompetitif.
b. bahwa untuk menjawab tantangan tersebut diperlukan rencana strategis yang ditetapkan dengan
keputusan Pemilik PT. Permata Anandabahwa pemberian pelayanan kesehatan terbaik diperlukannya
suatu acuan dan dasar yang dipakai oleh seluruh karyawan RSIA Ananda dalam memberikan
pelayanan kepada pasien dan keluarga.
MENGINGAT:
1. Undang-undang Republik Indonesia No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
2. Undang-undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
3. Undang-undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
4. Undang-undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 920/MENKES/PER/XII/1986 tentang Upaya
Pelayanan Kesehatan Swasta di Bidang Medik
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1045/MENKES/PER/XI/2006 tentang
Pedoman Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan
7. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 147/MENKES/PER/I/2010 tentang Perijinan
Rumah Sakit
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/MENKES/PER/III/2010 tentang
Klasifikasi Rumah Sakit,
9. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 775/MENKES/PER/IV/2011 tentang
Penyelenggaraan Komite Medik di Ruumah Sakit
10. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 49 tahun 2013 tentang Komite Keperawatan
Rumah Sakit
11. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 78 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelayanan
Gizi Rumah Sakit
12. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 43 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan
Minimal di Bidang Kesehatan.
13. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Rumah Sakit
14. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian di Rumah Sakit
15. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien.
16. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan
dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN :
Pertama : SURAT KEPUTUSAN PEMILIK PT. PERMATA ANANDA TENTANG
PEMBERLAKUAN RENCANA STRATEGIS RUMAH SAKIT DI RSIA
ANANDA.
Kedua : Berdasarkan diktum pertama maka Rencana Strategis Rumah Sakit di RSIA Ananda
tercantum dalam surat keputusan direktur ini.
Ketiga : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Keempat : Apabila dikemudian hari terdapat kesalahan dan atau kekeliruan dalam Surat
Keputusan ini, maka akan diadakan perbaikan atau perubahan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Solok
Pada Tanggal : 06 November 2019
Direktur PT. Permata Ananda
dr. Yufi Permana, M. Ked (OG), [Link].
Lampiran Keputusan Direktur
PT. Permata Ananda
Nomor: 001/SK/PT-PA/XI/2019
Tanggal: 06 November 2019
A. Ringkasan Eksekutif
Perubahan dan perkembangan situasi poliktik, ekonomi dan sosial di Indonesia belakangan ini juga
berdampak pada pengelolaan rumah sakit. Perubahan yang sangat mencolok dalam paradigma
pengelolaan rumah sakit adalah sejak diterapkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Bidang Kesehatan dimana mulai tanggal 1 Januari 2014 mulai
diterapkan dan diharapkan Tahun 2020 telah dapat melayani seluruh rakyat Indonesia, disamping itu
perubahan Izin Operasional Rumah Sakit, Klarifikasi Rumah Sakit, dan Akreditasi Rumah Sakit yang
harus dilaksanakan rumah sakit minimum setiap 3 (tiga) tahun.
Perubahan-perubahan diatas menuntut kemampuan pengelola rumah sakit untuk berfikir strategis dengan
cara mengembangkan upaya-upaya yang mampu meningkatkan pendapatan rumah sakit tanpa
mengurangi fungsi sosial pelayanan. Hal ini berorientasi kepada kepuasan pasien dan keluarganya, serta
profesionalisme petugas kesehatan dan tersedianya sarana-prasarana yang memadai yang didukung oleh
manajemen yang efisien untuk meningkatkan mutu pelayanan yang pada akhirnya dapat meningkatkan
pendapatan rumah sakit.
Pengelolaan usulan dibidang perumahsakitan sangat jauh berbeda dengan pengelolaan usaha dibidang
lain, persaingan yang ketat diantara rumah sakit menimbulkan tantangan yang sangat besar bagi
pengelola maupun pemilik rumah sakit agar kegiatannya dapat tetap bertahan. Persaingan tersebut
meliputi pangsa pasar, tenaga medis, tenaga keperawatan, serta tenaga lain dibidang kesehatan.
Khusus menyangkut persaingan antar rumah sakit, perubahan tersebut diatas menghendaki perubahan
paradigma manajemen rumah sakit dari sekedar hanya mencapai tujuan tradisional (pemberian kepuasan
maksimal dalam pelayanan terhadap pasien) kepada penyerapan nilai-nilai atau prinsip manajemen
organisasi bisnis yang profesional, kompetitif, adil, dan [Link] karena itu, Rumah Sakit
Ibu dan Anak Ananda perlu mengambil berbagai kebijakan penting guna mewujudkan nilai-nilai tersebut
yang berorientasi kepada pencapaian Visi dan Misi rumah sakit.
Selain itu rumah sakit merupakan kegiatan yang padat modal dan padat karya dalam menjalankan usaha
rumah sakit yang juga ditekan penerapan nilai sosial-etika, disamping segi ekonomis. Oleh sebab itu
usaha perumahsakitan termasuk usaha yang mengandung nilai-nilai dan disiplin ilmu tersebut
merupakan tujuan yang harus dilakuakn oleh pihak manajemen rumah sakit yang dituangkan dengan
Rencana Strategis (Renstra) yang akan direalisaskikan selama periode Waktu 2015-2019. Renstra ini
bertujuan untuk meningkatkan strandar mutu pelayanan Jasa Kesehatan Rumah Sakit yang optimal.
B. VISI, MISI, TUJUAN, MOTTO, TUJUAN STRATEGI, NILAI-NILAI DASAR RUMAH SAKIT
VISI:
“Menjadi rumah sakit yang berkualitas dan mandiri dalam pelayanan di bidang kesehatan ibu
dan anak”
MISI:
Misi Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda adalah:
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan berkualitasdanterjangkau.
2. Mewujudkankepuasanpelangganuntukmencapaikemandirianrumahsakit.
3. Meningkatkankesejahteraananak-anak, remajawanita, perempuandanibuhamil.
4. Menerapkansistemmanajemenrumah sakit patient oriented
MOTTO :
Bersama meningkatkan kesejahteraan Ibu dan Anak.
TUJUAN STRATEGIS:
1. Terciptanya keamanan dan kenyamanan pelayanan pasien
2. Terwujudnya Rumah Sakit yang unggul dan bermanfaat untuk masyarakat
3. Tersedianya SDM yang kompeten dalam pelayanan kesehatan
4. Tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelayanan sesuai standar.
NILAI-NILAI DASAR:
Dalam memberikan pelayanankesehatan, Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda memiliki nilai nilai dasar:
1. Mewujudkan Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda yang terpercaya.
2. Memiliki keinginan untuk belajar dan mengembangkan kompetensi diri.
3. Memiliki rasa kerjasama dan kepedulian dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawab.
C. ANALISA LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL (ANALISA SWOT)
1. Analisa faktor internal
a. Strengths (Kekuatan) yang ada pada rumah sakit
1) Komitmen yang tinggi dari pemilik rumah sakit untuk mengembangkan rumah sakit.
2) Pemilik rumah sakit mempunyai bidang keahlian yang sesuai dengan produk unggulan rumah
sakit berupa jasa pelayanan Kebidanan dan Penyakit Kandungan.
3) Semakin lengkapnya fasilitas pelayanan medis dan penunjang medis yang tersedia.
4) Memiliki SDM yang kompeten
b. Weakness (Kelemahan) yang ada pada rumah sakit
1) Fasilitas rumah sakit belum lengkap
2) Kualitas SDM masih rendah
3) Karyawan belum banyak mengikuti pelatihan sesuai dengan bidang tugasnya.
2. Analisa Faktor Eksternal
a. Opportunities (Peluang yang ada)
Adanya kesempatan untuk menjalin kerjasama dengan daerah tetangga seperti Kabupaten Solok,
Sijunjung, Sawahlunto dan daerah sekitar lainnya, termasuk perusahaan-perusahaan Asuransi
Kesehatan lainnya.
b. Threats (Ancaman) yang ada terhadap keberlangsungan hidup rumah sakit :
1) Adanya rumah sakit, klinik swasta yang lokasinya cukup dekat merupakan pesaing.
2) Adanya rumah sakit-rumah sakit swasta baru yang baru dan segera operasional yang juga
merupakan pesaing.
3) Adanya kebijakan konsuil Kedokteran Indonesia tentang izin praktek dokter maksimal untuk
3 tempat.
4) Pengaruh globalisasi, masuknya dokter dan modal asing yang berinvestasi pada usaha rumah
sakit.
D. ISU-ISU PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT
1. Perkembangan politik, ekonomi, sosial yang makin baik membawa dampak positif terhadap
perkembangan rumah sakit.
2. Tuntutan masyarakat atas pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit yang cepat, tepat, dan bermutu
semakin hari semakin meningkat. Tidak jarang tuntutan ini berdampak hukum baik pada rumah sakit
maupun pada karyawan rumah sakit.
3. Perlu dikembangkan sistem penghargaan yang baik sehingga tidak ada karyawan yang berprestasi
tanpa penghargaan dan tidak ada penghargaan tanpa prestasi.
E. KUNCI SUKSES RUMAH SAKIT
1. Komitmen Pemilik untuk mengembangkan rumah sakit.
2. Manajemen rumah sakit mengembangkan keberadaan rumah sakit untuk memperoleh mutu (produk
dan pelayanan) dari rumah sakit yang baik dan tinggi.
3. Terpenuhinya hak dan kewajiban karyawan rumah sakit dengan baik.
4. Terpenuhinya kebutuhan konsumen (pasien) dan keluarga serta serta masyarakat umum dengan baik
yang menciptakan kepuasan terhadap produk dan pelayanan rumah sakit.
F. STRATEGI PENGEMBANGAN RUMAH SAKIT
Dari visi, misi, tujuan, fungsi, tugas pokok dan analisa SWOT dibuat strategi pengembangan rumah sakit
yang terdiri dari:
1. Strategi Generik
a. Rumah sakit yang bermutu (produk dan pelayanan) yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,
maksudnya produk-produk yang dihasilkan memberi pelayanan kesehatan dengan tingkat biaya
murah tapi mutu tetap tinggi (Cost Leadership Strategy).
b. Perencanaan kebutuhan staf rumah sakit
2. Strategi Internal
Konsolidasi organisasi dan dilanjutkan dengan pertumbuhan dan perkembangan.
a. Strategi Pengembangan
1) Pasar Lama
No. Instalasi/Unit Produk Lama Produk Baru
1. IGD Pelayanan 24 Jam (2019)
2. Rawat Jalan 1. Poli Obgyn 1. Poli Umum
2. Poli Anak 2. Poli Obgyn
3. Poli Anak
3. Rawat Inap 30 Bed (2016) 35 Bed (2019)
4. OK (Kamar Operasi) 1 unit 1 Unit
5. VK (Kamar Bersalin) 1 unit 1 Unit
Pelayanan 12 Jam Pelayanan 12 Jam
6. Farmasi
(08.00 s/d 21.00) (08.00 s/d 21.00)
7. Gizi Pelayanan on call (2016) Konsultasi Gizi 24 Jam (2019)
8. Laboratorium Pelayanan 8 Jam Pelayanan 8 Jam
1 Unit
9. Rekam Medis
8 Jam (14.00-21.00)
10. Ambulance 6 Jam (08.00-14.00)
No. Instalasi/Unit Produk Lama Produk Baru
11. SDM Jumlah karyawan: 50 Jumlah karyawan: 68 orang
orang
2) Pasar Baru
No. Instalasi/Unit Produk Lama Produk Baru
1. Rawat Jalan 1. Poli Obgyn Poli Umum (2019)
2. Poli Anak
2. Rawat Inap 1. Breast Care
2. Pelayanan 9 Jam (08.00-
17.00)
3. Konseling Menyusui
3. Ambulance 6 Jam (0.8.00-14.00)
4. Gizi 1. Konsultasi Gizi
2. Pelayanan 8 Jam
(08.00-16.00)
b. Strategi Fungsional
Sasaran:
1) Meningkatkan daya minat (BOR), pelayanan Gawat Darurat, pelayanan Rawat Jalan,
pelayanan Rawat Inap, dan pelayanan penunjang.
2) Persiapan untuk akreditasi rumah sakit,
3) Persiapan untuk pelayanan BPJS Kesehatan.
G. PEMASARAN INTERNAL KUNCI SUKSES PEMASARAN EKSTERNAL
Merupakan upaya untuk mempromosikan organisasi, produk atau jasa kepada seluruh karyawan rumah
sakit. Pemasaran internal ini sangat penting untuk industri jasa seperti jasa rumah sakit, karena:
1. Pemasaran internal merupakan filsafat dan kiat-kiat pemasaran kepada karyawan rumah sakit yang
memberikan pelayanan pada pelanggan eksternal.
2. Karyawan adalah pasar, pekerjaan adalah produk atau jasa.
3. Untuk sukses dalam pemasaran eksternal maka gagasan produk atau jasa pelayanan kesehatan
terlebih dulu harus dipasarkan kepada internal, sebelum ke pasar eksternal.
4. Komunikasi dari mulut ke mulut pentung untuk pelanggan memilih sebuah rumah sakit, pelanggan
puas dan ada komunikasi mulut ke mulut mempunyai dampak yang sangat besar bagi pangsa pasar.
5. Pemasaran internal harus didukung (support) dengan pelatihan, bahan-bahan promosi yang
memadai serta Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang efektif.
H. PENUTUP
Rencana Strategi Rumah Sakit Ibu dan Anak Ananda merupakan pedoman dalam pengembangan
pelayanan rumah sakit. Renstra ini bersifat kaku, dalam perjalanan waktu dapat dimasukkan kegiatan-
kegiatan baru, atau mengurangi kegiatan yang direncanakan asal kegiatan-kegiatan tersebut tidak
menyimpang dari tujuan rencana strategis tersebut.
Pemilik PT. Permata Ananda
dr. Yufi Permana, M. Ked (OG), [Link].