0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan5 halaman

Memahami Intent Resolver di Android

Activity adalah komponen yang menampilkan antarmuka pengguna untuk berinteraksi dengan pengguna. Fragment merepresentasikan bagian dari antarmuka pengguna pada sebuah Activity. Intent digunakan untuk berinteraksi antar komponen seperti Activity dan memulai Activity lain.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan5 halaman

Memahami Intent Resolver di Android

Activity adalah komponen yang menampilkan antarmuka pengguna untuk berinteraksi dengan pengguna. Fragment merepresentasikan bagian dari antarmuka pengguna pada sebuah Activity. Intent digunakan untuk berinteraksi antar komponen seperti Activity dan memulai Activity lain.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.

4 Activity
Activity adalah komponen yang terdapat pada sebuah aplikasi dengan menampilkan layar
antarmuka (user interface) kepada pengguna untuk berinteraksi, seperti melakukan panggilan
telepon, mengambil foto, menampilkan peta, mengirim email, atau mengirim pesan singkat.
Masing-masing activity memiliki sebuah jendela (frame) yang berfungsi untuk meletakkan
berbagai komponen antarmuka dari suatu program. Tampilan jendela yang berada pada
sebuah activity, umumnya memenuhi seluruh layar atau bisa juga berukuran lebih kecil dari
layar dan berposisi terletak di atas layar. Jika sebuah aplikasi memiliki lebih dari satu
activity, maka satu diantaranya harus ditandai sebagai activity utama yang akan ditampilkan
ketika aplikasi dibuka.
Activity dalam pemrograman Android merupakan sebuah layar tunggal yang
merepresentasikan sebuah antarmuka bagi pengguna, seperti halnya konsep frame dalam
pemrograman Java. Activity merupakan bagian dari tipe ContextThemeWrapper. Apabila
Anda pernah membuat program menggunakan JAVA, C, atau C++ maka tentunya Anda
melihat bahwa program yang dibuat dimulai dengan metode atau fungsi main(). Fungsi
tersebut merupakan fungsi utama yang dipanggil pertama kali pada saat program dijalankan.
Dengan cara yang hampir sama, sistem Android melakukan inisialisasi sebuah program
dengan sebuah Activity yang dimulai dengan memanggil kembali metode onCreate(). Dalam
sebuah Activity terdapat sebuah runtun method callback yang dipanggil pada saat sebuah
Activity dijalankan. Runtun method callback ini dipanggil mulai saat Activity dijalankan
sampai dengan Activity berhenti.
2.4.1 Activity Lifecycle
Berikut adalah gambar yang memperlihatkan siklus hidup sebuah Activity dan pemanggilan
method-method yang terdapat di dalamnya.
Gambar Diagram Lifecycle Activity
Tabel Event Method dalam kelas Activity

Pada sebuah program biasanya terdiri dari beberapa activity yang saling terhubung satu sama
lain. Bahkan, dalam sebuah aplikasi dapat diatur hanya memiliki satu activity utama untuk di
tampilkan pertama kali ketika program dijalankan. Selain itu juga, setiap activity bisa
menjalankan activity lainnya agar melakukan aksi lainnya. Pada saat sebuah activity baru
dijalankan, activity sebelumnya akan diberhentikan dan sistem menyimpannya dalam sebuat
stack. Ketika sebuah Activity terhenti karena Activity baru, maka Activity tersebut akan
diberitahu terkait perubahan status melalui pemanggilan method-method callback yang
terdapat pada lifecycle Activity. Ada beberapa method callback yang akan diterima oleh
sebuah Activity terkait perubahan status tersebut seperti menciptakannya (method onCreate),
menghentikannya (method onStop), melanjutkannya (method onResume), atau
menghancurkannya (method onDestroy). Setiap method callback menyediakan kesempatan
bagi Anda untuk melakukan aksi spesifik sesuai dengan perubahan status. Misalnya, ketika
sebuah Activity terhenti maka Activity tersebut harus menghapus atau membuang objek-
objek besar seperti koneksi jaringan atau koneksi database.

2.5 Intent
Intent adalah inti dari aplikasi Android yang dibangun. Sebuah intent dapat terdiri atas
berbagai aksi seperti view, edit, dial, dan sebagainya. Intent dipakai untuk memulai sebuah
activity dan berinteraksi dengan berbagai komponen pada aplikasi Android. Sebuah aplikasi
bisa jadi akan mengirim (broadcast) atau menerima (receive) intent.
Ketika melakukan broadcast inten, akan dikirim pesan ke sistem Android, apa yang akan
dilakukan, sehingga Android akan memulai activity baru atau activity baru pada aplikasi lain,
Jika semua penerima dapat menerima intent yang dikirim tersebut, maka akan muncul pilihan
menu/aplikasi mana yang akan dijalankan. Contoh nyatanya adalah ketika Anda menekan
lama pada sebuah gambar/image di layar ponsel Android, maka akan tampil context menu
yang berisi menu menu lainnya.
Intent pada Android merupakan struktur data pasif dan deskripsi abstrak atas sebuah operasi
yang dilakukan. Intent bisa digunakan untuk menjalankan sebuah Activity, berinteraksi
dengan komponen komponen pada BroadcastReciever, dan berkomunikasi dengan Service
yang aktif di belakang layar. Sebagai contoh, ketika Anda memasukkan username dan
password untuk login pada sebuah aplikasi kemudian setelah berhasil login maka Anda akan
berpindah ke halaman utama program. Pada proses tersebut terjadi interaksi antara Activity
halaman login dengan Activity halaman utama, dimana objek Intent berfungsi untuk
menjalankan Activity halaman utama ketika username dan password yang dimasukkan benar.
Contoh lainnya yaitu ketika Anda mempunyai program untuk membuka halaman web
melalui perangkat Android. Untuk melakukan hal tersebut, Activity pada program tersebut
akan mengirimkan Intent ACTION_WEB_SEARCH kepada Intent Resolver Android untuk
membuka halaman web melalui aplikasi web browser pada perangkat Android.
Terdapat mekanisme yang berbeda untuk menginteraksikan sebuah Intent dengan komponen-
komponen seperti Activity, BroadcastReceiver, dan Service. Berikut adalah beberapa metode
yang digunakan untuk melakukan hal tersebut.
Tabel Metode yang digunakan pada Intent

Jenis-Jenis Intent
Android membagi Intent menjadi dua jenis yaitu Intent Implisit dan Intent Eksplisit. Berikut
akan dijelaskan secara detail terkait kedua jenis Intetnt tersebut.
Intent Implisit
Intent ini bisasanya digunakan untuk mengaktifkan komponen-komponen pada aplikasi lain.
Pada Intent ini tidak disebutkan nama komponen yang ingin diaktifkan. Intent secara
otomatis menyediakan informasi terkait komponen-komponen yang terdapat pada sistem atau
aplikasi yang diakses.
Intent Eksplisit
Intent eksplisit merupakan intent yang digunakan untuk menghubungkan komponen-
komponen dalam satu aplikasi, misal untuk menghubungkan Activity yang satu dengan
Activity yang lain. Penerapan intent eksplisit pada sebuah aplikasi atau program adalah untuk
berpindah dari halaman yang satu ke halaman lainnya. Sebagai contoh, pada saat Anda
memulai aplikasi game dimana sebelum masuk menu utama aplikasi, Anda akan melalui
animasi splash screen terlebih dahulu. Hal tersebut menunjukkan terjadinya komunikasi
antara Acitvity splash screen dan Activity menu utama program. Contoh lainnya adalah
ketika Anda berhasil login pada aplikasi Facebook, dimana terjadi komunikasi antara Acitvity
halaman login dan Activity halaman utama Facebook.
Penggunaan intent eksplisit biasanya untuk membuat sebuah aplikasi yang melibatkan
banyak Activity. Intent ini digunakan untuk membuat aplikasi yang terdiri atas banyak
halaman antarmuka.
Intent Filter
Sejauh ini Kita telah melihat penggunaan intent untuk menjalankan atau memanggil Activity
lainnya. Dalam implementasinya, pada sebuah intent terdapat filter yang menentukan
interaksi intent dengan Activity, Service, dan BroadcastReceiver. Filter pada sebuah intent
digunakan untuk menetukan aksi, kategori, dan data yang diasosiasikan dengan sebuah
Activity, Service, atau BroadcastReceiver. Penggunaan filter pada sebuah intent ditandai
dengan tag <intent-filter>…</intetn-filter>. Adapun penetuan aksi, kategori, dan data
dalam intent filter dilakukan menggunakan tag <action>, <categori>, dan <data>. Pada
contoh-contoh sebelumnya, Kita telah melihat bagaimana penggunaan intent untuk
menjalankan sebuah Activity dan bagaimana melakukan pengaturan pada file
[Link] Berikut adalah bagian dari file [Link] yang terdapat
pada Contoh 4.5 untuk menjalankan Activity PertamaActivity.

Pada contoh di atas dapat dilihat bahwa di dalam intent filter dilakukan penentuan aksi dan
kategori terhadap Activity PertamaActivity. Penentuan aksi dilakukan menggunakan perintah
<action android:name= "[Link]" />. Atribut
android:name="[Link]" yang terdapat di dalam tag <action> memiliki
arti bahwa PertamaActivity merupakan Activity utama yang akan dijalankan pertama kali
pada saat program dijalankan. Adapun penentuan kategori dilakukan menggunakan perintah
<category android:name="[Link]"/>. Adapun atribut
android:name="[Link]. LAUNCHER" yang terdapat dalam tag
<category> mengindikasikan lokasi icon dari Activity yang bersangkutan harus ditempatkan
pada system luncher. Dalam intent filter, sebuah Acitivity dimungkinkan memiliki aksi lebih
dari satu. Hal ini akan menyediakan opsi aksi bagi objek Intent pada saat menjalankan sebuah
Activity.
Penggunaan element atau tag <data> pada intent filter ditujukan untuk menentukan tipe data
dan URI (scheme, host, port, path) yang akan diterima oleh sebuah Activity.
2.6 Fragment
Fragment adalah bagian dari sebuah Activity atau biasanya disebut sebagai sub Activity.
Fragment merepresentasikan watak atau porsi dari antarmuka pengguna pada sebuah
Activity. Kita bisa mengkombinasikan multi fragment dalam sebuah Activity untuk membuat
sebuah antarmuka pengguna yang terdiri atas multi panel. Kita bisa menganggap fragment
sebagai bagian dari sebuah Activity yang memiliki siklus hidup tersendiri, memiliki masukan
dan event-event tersendiri yang bisa ditambahkan dan dihapus ketika Activity berjalan.
Fragment harus ditempatkan di dalam sebuah Activity, dan siklus hidup sebuah fragment
secara langsung akan terikat dengan siklus hidup Activity dimana ia berada. Sebagai contoh,
apabila Activity dalam keadaan terhenti sebentar (paused) maka begitu juga dengan fragment
yang ada di dalamnya. Dan begitu juga apabila sebuah Activity dihancurkan (destroyed)
maka begitu juga dengan fragment yang berada di dalamnya. Namun pada saat Activity
sedang berjalan (berada dalam status dijalankan kembali/onResume) maka Kita bisa
memanipulasi setiap fragment secara independen seperti menghapus atau menambahkan nya.

Anda mungkin juga menyukai