0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan43 halaman

Kontrol Generator dalam Operasi Paralel

Generator menghasilkan daya aktif dan tegangan listrik. Beberapa generator dapat dioperasikan secara paralel untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas sistem listrik. Kontrol kecepatan generator dan frekuensi sangat penting untuk menjaga stabilitas sistem ketika beberapa generator dioperasikan secara bersamaan.

Diunggah oleh

Novri Arfan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan43 halaman

Kontrol Generator dalam Operasi Paralel

Generator menghasilkan daya aktif dan tegangan listrik. Beberapa generator dapat dioperasikan secara paralel untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas sistem listrik. Kontrol kecepatan generator dan frekuensi sangat penting untuk menjaga stabilitas sistem ketika beberapa generator dioperasikan secara bersamaan.

Diunggah oleh

Novri Arfan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Rev 01, 18-Jul-2020

Agung Firmansyah

Kontrol Generator
dan Operasi
Paralel

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
About the Presenter

Agung Firmansyah
[Link]@[Link]
Executive Committee, IEEE Power & Energy Society Malaysia Chapter
Senior Member of IEEE
Member of CIGRE – MNC (Malaysia National Committee)

Working experience: 20 years in industrial system design contractors and consultants in energy and utility
sectors.

Interests:
- Substation automation
- Power system protection
- Electromagnetic transients
- HVDC
2

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Materi
1. Umum
2. Regulasi kecepatan generator / frekuensi
3. Regulasi daya aktif
4. Regulasi tegangan
5. Regulasi daya reaktif (di lain kesempatan)
6. Dasar-dasar operasi paralel
7. Operasi paralel generator dan jala-jala
8. Operasi paralel beberapa generator
9. Mode kontrol generator (droop, isochronous, load sharing, base load)
10. Pemilihan sistem kontrol untuk operasi paralel

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
1. Umum

• Generator adalah komponen yang vital dalam sistem tenaga listrik


• Berfungsi menghasilkan listrik dengan parameter tertentu

Jala-Jala Listrik

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Parameter utama yang diperlukan beban listrik:
• Frekuensi yang stabil
• Tegangan yang stabil
• Kualitas
Plat Rating pada Motor

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Sistem Industri dengan Pembangkitan Lokal

Pembangkitan Campuran Sistem dengan Beberapa Generator

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Dalam sistem, beberapa pembangkit saling terinterkoneksi atas sebab-sebab berikut:
• Keandalan
• Ekonomis
• Keterbatasan transfer daya pada
saluran transmisi

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Latar Belakang
• Pentingnya memahami bagaimana generator beroperasi secara paralel
• Aplikasi lapangan yang (mungkin) tidak dijelaskan di bangku sekolah/kuliah

Dasar-dasar yang pernah kita pelajari di sekolah:


• Syarat-syarat operasi parallel
• Cara-cara sinkronisasi
• Pembagian beban

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Dasar Generator Skema Generator (source: [Link])

Generator menghasilkan:
• Daya aktif (kW)
• Tegangan (volt)

Daya aktif (kW)


Hasil konversi energi mekanik dari penggerak utama
(cth: turbin)

Generator 4 kutub Generator 2 kutub


Frekuensi = Pole x Speed / 120
= 2 x 3000 rpm / 120
= 50 Hz

Tegangan (Volt)
Dihasilkan melalui sistem eksitasi
9

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
2. Kontrol Kecepatan Generator dan Frekuensi

Blok Diagram Kontrol Kecepatan Generator


1) Magnetic Pickup (Sensor Kecepatan)

10

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Pengontrol Governor
Blok Diagram Kontrol Kecepatan Generator
2) Pengontrol Governor

11

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Aktuator
Blok Diagram Kontrol Kecepatan Generator

3) Actuator

12

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Aktuator

13

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
3. Kontrol Tegangan

14

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
4. Basic Parallel Operation Syarat-syarat sebelum parallel:

1. Tegangan rms sama


2. Urutan fasa sama cth. ABC, ACB
3. Sudut fasa sama
4. Frekuensi mesin yang akan masuk ke
sistem harus lebih besar sedikit
daripada frekuensi jala-jala

15

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Syarat Paralel: Tegangan, Sudut Fasa, Urutan Fasa

Tegangan harus sama dari segi berikut untuk


menghindari kerusakan generator:
- Magnitud
- Sudut fasa
- Urutan fasa

16

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Contoh Kasus 1: Urutan Fasa yang Sama

Source1 SW1 Source2


V1 V2
RL1
+ + + +
?i
1,1Ohm 50ms|1E15|0
11kVRMSLL /_0 11kVRMSLL /_0

Tegangan

Arus Sirkulasi = 0 A

Sinkroninasi yang ideal dimana:


• 'f = 0
• 'v = 0
• Urutan fasa sama

=> Arus sirkulasi TIADA


17

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Contoh Kasus 2: Urutan Fasa yang Salah

Source1 RL1 SW1 Source2


+ + +
?i
+ V1 V2
1,1Ohm 50ms|1E15|0
11kVRMSLL /_0 11kVRMSLL /_0
11kVRMSLL /_120
11kVRMSLL /_-120

Tegangan

Arus Sirkulasi = 10 kA

Sinkroninasi yang salah dimana:


• 'f = 0
• 'v = 0
• Urutan fasa tidak sama

=> Arus sirkulasi sangat besar, malah seperti


hubung singkat 18

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Frekuensi Sinkronisasi Frekuensi mesin yang akan masuk ke sistem harus lebih
besar sedikit daripada frekuensi jala-jala.
Tujuan:
- Supaya tidak terjadi daya terbalik (reverse power)
ketika Breaker ditutup.

19

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
GE Turbine Generator Sewaktu start-up GE turbine, frekuensi generator secara
otomatis akan dibawa ke 100.3% relative terhadap
frekuensi jala-jala.

Ketika sinkronisasi berhasil dan breaker ditutup,


generator secara otomatis akan menghasilkan daya aktif
positif tertentu.

2.4 MW
GENERATOR LOAD SHARING CALCULATOR
Before Synchronizing
Individual No
Operating Frequency Initial Load Load Frequency
Generator
(Hz) (MW) (When Islanded)
Rating
(Hz)
(MW) Droop
Rumus untuk perhitungan GRID 50 0 100 0% 50.00
transfer daya ketika GTG 50.15 0 32 4% 50.15

sinkronisasi bisa dilihat di: After Synchronizing


Overall Bus Generator
Generator Frequency Output Remark
(Hz) (MW)
GRID -2.40
50.00
GTG 2.40
20

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
5. Mode Kontrol Kecepatan Dasar (Operasi Sendiri)

1. Droop

Dalam mode ini, output generator dan frekuensi adalah berbanding terbalik.
Beban naik => Frekuensi akan turun
Beban turun => Frekuensi akan naik

2. Isochronous
Dalam mode ini, frekuensi adalah tetap berapapun besar beban .
Beban naik => Frekuensi akan tetap
Beban turun => Frekuensi akan tetap

21

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Droop

• Dinyatakan dalam persentase: 0 – 5%


• Nilai yang biasa dipakai: 4%

Droop 5% artinya:
Perubahan beban 100% akan menyebabkan
perubahan frekuensi atau kecepatan generator
sebesar -5% (47.5 Hz)

Kelemahan system droop:


- Pengaturan frekuensi ke nilai nominal harus
dilakukan secara manual
- Frekuensi berubah-ubah tergantung pada
beban

22

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Droop
Contoh:
- Droop 5%
- Frekuensi ketika beban penuh = 47.5 Hz
- Penambahan fuel diperlukan untuk
mengembalikan frekuensi ke 50 Hz.

Ketika terjadi kehilangan beban:


- Frekuensi generator akan menjadi 52.5 Hz
- Pengurangan fuel diperlukan untuk
mengembalikan frekuensi ke 50 Hz.

23

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Isochronous

• Isochronous adalah Droop = 0%

Karakteristik Droop
60

50 50 50 50 50 50

40
FREKEUNSI

30

20

10
Kelebihan system isochronous :
0
0% 25% 50% 75% 100%
- Frekuensi tetap
BEBAN - Tidak memerlukan intervensi manual untuk
Droop 0% pengaturan frekuensi

24

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Factory Test Generator 5.2 MW - Isochronous
Beban

Frekuensi

25

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Factory Test Generator 5.2 MW - Droop
Beban

Frekuensi

26

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Pengaruh Pengaturan Bahan Bakar

Dalam Operasi Sendiri (1 generator)

- Penambahan fuel hanya akan menyebabkan perubahan


kecepatan generator dan frekuensi

- Jumlah beban tidak berubah

27

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Kesimpulan Generator Operasi Sendiri
Regulasi Frekuensi
Governor Mode Droop Governor Mode Isochronous
Regulasi frekuensi Berubah-ubah mengikuti Tetap
beban
Operasi Perlu manual control atau Terkontrol secara otomatis
intervensi untuk
mengembalikan frekuensi ke
nilai semula

Regulasi Tegangan
AVR Mode Droop AVR Mode Automatic
Regulasi tegangan Berubah-ubah mengikuti Tetap
beban
Operasi Perlu manual control atau Terkontrol secara otomatis
intervensi untuk
mengembalikan tegangan ke
nilai semula
28

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
6. Operasi Paralel

Ada 2 situasi operasi parallel:

1. Generator dengan Jala-Jala


2. Generator dengan Generator

Walaupun syarat-syarat dan kondisi sinkronisasi terpenuhi, belum tentu sebuah generator bisa
beroperasi dengan sumber yang lain.
Jika mode control tidak tepat, prosedur sinkroninasi masih bisa dijalankan tetapi mungkin
generator dalam beberapa detik akan trip karena reverse power.

29

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
7. Operasi Paralel Generator Dengan Jala-Jala

Generator Governor Bisa Paralel dengan


Mode Grid

Droop

Isochronous

Isochronous Load Sharing


(dengan Special
Controller)

Sebelum kita ingin memparalel generator


dengan jala-jala,
Pastikan governor dalam mode droop atau bisa
beroperasi dalam mode droop
30

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
7a. Generator dalam Mode Droop

31
Sebelum Sinkronisasi Setelah Sinkronisasi (Floating) Setelah Penambahan Fuel

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
7b. Generator dalam Isochronous

Genset isochronous ketika diparalel dengan


grid akan mengalami ketidakstabilan pada
governor controller-nya, karena perbedaan
frekuensi jala-jala dan speed reference dari
controller.

32

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Pengaruh Pengaturan Bahan Bakar

Dalam Operasi Paralel dengan Jala-Jala

- Penambahan fuel tidak menyebabkan perubahan speed


generator dan frekuensi sistem

- Output generator akan berubah

33

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Kesimpulan Generator Operasi Paralel dengan Jala-Jala
Regulasi Frekuensi
Governor Mode Droop Governor Mode Isochronous
Regulasi frekuensi Tetap mengikuti frekuensi
jala-jala
Operasi Tidak perlu kontrol untuk
pengaturan frekuensi

Regulasi Tegangan
AVR Mode Droop AVR Mode Automatic
Regulasi tegangan Tetap mengikuti tegangan
jala-jala
Operasi Tidak perlu kontrol untuk
pengaturan tegangan

34

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
8. Operasi Paralel Generator Dengan Generator

Generator 1 Generator 2 Bisa Paralel Keterangan


Governor Governor dengan
Mode Mode Generator

Droop Droop

Droop Isochronous Penjelasan sama seperti droop


generator dgn grid

Isochronous Isochronous Penjelasan sama seperti


isochronous generator dgn grid

Isochronous Isochronous Dengan special controller


Load Sharing Load Sharing

35

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
8a. Generator Paralel dengan Generator dalam Droop

Setelah Sinkronisasi Tapi Belum ada Pengaturan Setelah Penambahan Fuel pada Gen-2
Sebelum Sinkronisasi Output Gen-2

36

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Pengaruh Pengaturan Bahan Bakar

Dalam Operasi Paralel Generator dengan Generator

Penambahan fuel akan menyebabkan perubahan semua


parameter:

- Frekuensi system
- Kecepatan generator
- Output generator

37

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
9. Solusi Operasi Paralel Generator

1. Generator dengan Generator dalam “Isochronous Load Sharing Mode”


2. Generator dengan Jala-Jala dalam “Isochronous Load Sharing Mode”
3. Dengan sistem kontrol eksternal yaitu Power Management System
“Ingin Droop Mode tapi Kontrol frekuensi secara otomatis”

Kelebihan Isochronous Load Sharing:


1. Frekuensi terkontrol dan tidak dipengaruhi oleh beban

38

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
9. Isochronous Load Sharing Controller

Isochronous load sharing dapat dilakukan dengan


menambahkan komunikasi atau sinyal tegangan
analog antara beberapa governor controller,
sehingga setiap controller memperoleh tegangan
bias input yang sama.

Contoh produk governor controller yang


mendukung load sharing:
- Woodward 2301A
- Woodward DSLC

39

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Isochronous Load Sharing Controller Circuit

40

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Woodward MSLC

Untuk dapat load sharing dengan grid,


governor setiap generator bisa
diintegrasikan dengan sebuah Master
Load Control.
Kelebihan:
- Kontrol ekspor dan impor daya
Grid
- Isochronous mode dalam semua
kondisi

41

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
Situasi dalam Proyek
1. Semua generator punya rating yang sama dan disuplai oleh satu vendor

2. Ada beberapa generator dengan rating berbeda dan berbeda supplier pula.

42

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un
TERIMA KASIH

43

Di
l
arangme
ndupl
i
kas
iat
aume
ngu pmat
eri
ini
tanpai
j
inpe
nyus
un

Anda mungkin juga menyukai