BAHAN PEREKAT
PENDAHULUAN
BAHAN PEREKAT
Adalah suatu bahan yang akan mengeras bila dicampur
dengan air. Setelah mengeras tidak akan hancur lagi
dalam air atau dalam kondisi basah.
Jenis bahan perekat
Berdasarkan kemampuan mengerasnya,
dapat dibedakan dalam 2 kelompok :
1. Perekat hidrolis (mampu mengeras dalam air)
2. Perekat non hidrolis (mampu
mengeras diudara)
Bahan perekat hidrolis adalah
suatu bahan yang apabila
dicampur dengan air akan
membentuk pasta kemudian
PENDAHULUAN mengeras dan setelah mengeras
tidak larut kembali dalam air.
Jadi bahan perekat hidrolis akan
bersifat sebagai perekat apabila
berhubungan dengan air.
Jenis-jenis bahan perekat hidrolis
Perekat hidolis yang biasa
digunakan terdiri dari :
1. Gips
2. Kapur padam
3. Pozzolan
4. Semen Portland
1. GIPS
Gips merupakan jenis batuan endapan
yang terbentuk secara kimiawi dari kapur
dan sulfat yang larut dalam tanah
membentuk calsium sulfat (CaSO4).
Kekerasan batuannya = 1 skala Mohs Rumus kimia Gips adalah :
Bila terbentuk dari batuan padat, terdapat dalam 2 CaSO4 2H2O
jenis, yaitu :
Gips secara alami yang dahulunya berupa lautan
o Berwarna putih pudar disebut Gips putih (alba) atau danau yang telah mengering adalah :
o Berupa batuan bening berlapis-lapis dan dapat o Negara bagian California Amerika Serikat-
Gips Maria
dibelah tipis disebut Gips Maria
o Laut Mati di Timur tengah
Di Indonesia, dijumpai berupa endapan yang
relatif dalam jumlah sedikit adalah di Gunung
Kromong Palimanan Cirebon
1. GIPS (Lanjutan)
Rumus kimia Gips adalah : PENDAHULUAN
CaSO4 2H2O
o Gips merupakan senyawa CaSO4.2H2O yang peka
terhadap panas.
Air yang terkandung di
dalam gips itu bukan air Apabila gips alam dipanasi pada suhu di atas 100°C,
bebas tetapi air yang bersatu maka sebagian air molekulnya terlepas (semula
dengan molekulnya sehingga
sifat dari gips alam adalah
berwarna bening akan memudar menjadi putih pudar)
stabil. dan membentuk CaSO4 2O
yang biasa disebut gips hemihidrat yang mempunyai
sifat tidak stabil
CaSO4 2H2O → CaSO4 ½H2O + 1 ½ H2O
(Gips) (dipanasi) (Hemihidrat) (air menguap)
1. GIPS (Lanjutan)
PENDAHULUAN
• Batuan gips (gips alam) yang dipanasi pada suhu di atas
o Bila Gips Hemihidrat digiling halus kemudian dicampur
200°C maka air hablur yang terdapat di dalam batuan
dengan air, maka akan menggumpal dan mengeras kembali
gips akan menguap dan gips akan sulit menarik air
membentuk senyawa semula (CaSO4 2H2O)
kembali.
• Gips ini mempunyai sifat yang keras dan membatu dan
CaSO4 ½ H2O + 1 ½ H2O CaSO4 2 H2O
tidak dapat digunakan sebagai bahan perekat pada
(Gips Hemihidrat) (air) (Gips mengeras)
adukan.
• Gips ini disebut dengan gips Anhidrat / Anhidrid
(CaSO4).
Gips alam
CaSO4 2H2O → CaSO4 + 2 H2O
(Gips) (dipanasi) (Anhidrida) (air hablur menguap)
Akibat reaksi ini, panas yang tersimpan dalam gips hemihydrat akan
dikeluarkan dan molekul-molekul gips yang terpisah (karena pembakaran)
bersatu kembali ke bentuk stabil CaSO4 2 H2O.
Ini berarti gips mengeras setelah diberi air dan dapat digunakan sebagai adukan.
2
1 agar air hablur dalam
Batuan gips dari alam dipanasi Tepung hasil gilingan
terlebih dahulu pada suhu ± kemudian dipanggang pada tepung Gips menguap
60°C – 65°C teromol berputar dengan sebagian, dan menjadi
supaya mudah digiling suhu tidak boleh lebih dai gips hemihidrat (CaSO4
menjadi tepung gips. 170°C.
½H2O)
Cara Pemanggangan dilakukan Tepung gips hasil
4
pembuatan selama 1 jam pada suhu
tetap, kemudian diangkat
dan disimpan pada tempat
pemanggangan digiling halus
dan diayak sehingga
kehalusannya lolos pada
Gips sebagai
kering. saringan 170 mesh.
3
perekat Gips hemihidrat yang
6
Tepung gips yang sudah
digunakan sebagai adukan
diayak disimpan pada tempat
akan mengalami pengerasan
yang tertutup rapat.
dalam waktu 5 – 10 menit.
5
SIFAT-SIFAT GIPS
• Bila gips alam dipanasi pada suhu di atas • Bila gips alam dipanasi di atas 200oC
40oC, maka air hablurnya mulai menguap. semua air hablurnya menguap sehingga
gips berubah menjadi gips anhidrida yang
• Bila gips alam dipanasi sampai suhu 130oC -
bersifat tidak dapat menarik air dari luar
170oC, tidak semua air hablurnya menguap
(membatu) sehingga tidak dapat
sehingga gips mempunyai sifat cepat dapat
digunakan sebagai bahan perekat.
menarik air kembali.
Gips ini disebut dengan gips hemihydrat.
Gips jenis ini yang digunakan sebagai
perekat hidrolis
PENGGUNAAN GIPS
o Bentuk alami (CaSO4 2H2O)
Dalam pembuatan Semen Portland ditambahkan Gips 4% digiling bersama-
sama klinker, yang berfungsi sebagai bahan untuk memperlambat
pengerasan semen setelah dicampur air.
Dengan penambahan Gips, pengerasan semen dapat diperlambat menjadi 60
menit setelah dicampur air, karena jika tidak ditambahkan Gips, semen
Portland akan mengeras cepat 10 menit.
o Dalam bentuk gips hemihydrat, di bidang bangunan digunakan sebagai perekat
untuk membuat papan gypsum yang dicampur dengan serat, biasanya
digunakan untuk plafond.
PENGGUNAAN GIPS
o Bentuk hemihidrat (CaSO4 1½H2O)
o Cetakan benda keramik;
o Dicetak untuk pembuatan bentuk hiasan, patung;
o Dibidang kesehatan : tepung pembalut, penambal gigi, cetakan gigi;
o Sebagai perekat hidrolis (bila dicampur dengan serat dan pulp)
kemudian dicetak bentuk lembaran, dapat dipergunakan untuk langit-
langit (Gypsum board);
o Untuk adukan plester;
o Perekat kapur tulis agar kapur tulis tidak terlalu keras;
o Pembuatan tahu, agar bersifat tidak lembek.