PEMERINTAH KABUPATEN SINJAI
KECAMATAN SINJAI TIMUR
DESA PANAIKANG
PERATURAN KEPALA DESA PANAIKANG KECAMATAN SINJAI TIMUR
KABUPATEN SINJAI
NOMOR : 01 TAHUN 2016
TENTANG
RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DESA (RKP DESA)
TAHUN 2016
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA DESA PANAIKANG
Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 79
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa,
Pemerintah Desa wajib menyusun perencanaan pem-
bangunan desa sesuai dengan kewenangannya dengan
mengacu pada perencanaan pembangunan Kabupaten;
b. bahwa perencanaan pembangunan Desa sebagaimana
dimaksud pada huruf a, terdiri dari Rencana Pem-
bangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu
6 (enam) tahun dan Rencana Kerja Pemerintah Desa
(RKP Desa) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang
merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Desa yang keduanya ditetapkan
dengan Peraturan Desa;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimak-
sud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan
Desa tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP
Desa) Desa Panaikang Tahun 2016;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlin-
dungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4235);
2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004, tentang Pem-
bentukan Peraturan Perundang-undangan;
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional;
PERDES tentang RKP Desa Panaikang 1
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Peme-
rintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Peneta-
pan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3
Tahun 2005
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104,
Tambahan Berita Negara Republik Indonesia Nomor
4221);
6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perim-
bangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Peme-
rintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4438);
7. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Penge-
sahan International Covenant On Economic, Social And
Cultural Rights (Kovenan Internasional Tentang Hak-
Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya) (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 118, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4557);
8. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keter-
bukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2008 Nomor 61 Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4846);
9. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelaya-
nan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2009 Nomor 119 Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5038);
10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pem-
bentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82 Tam-
bahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5234);
11. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indo-
nesia Nomor 5495);
12. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Peme-
rintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5587);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indo-
nesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah,
PERDES tentang RKP Desa Panaikang 2
Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Dae-
rah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indo-
nesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indo-
nesia Nomor 4817);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 Tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Ten-
tang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pen-
dapatan Belanja Negara;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 Tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun
2014 Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6
Tahun 2014 Tentang Desa;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, se-
bagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011
tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2007
tentang Pembangunan Kawasan PerDesaan Berbasis
Masyarakat;
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2007
tentang Pendataan Program Pembangunan Desa/Kelu-
rahan;
21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 111 Tahun 2014
tentang Pedoman Teknis Peraturan di Desa;
22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa;
23. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014
tentang Pedoman Pembangunan Desa;
24. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Terting-
gal dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pe-
doman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan
Kewenangan Lokal Berskala Desa;
25. Peraturan Menteri Desa, Peraturan Menteri Desa, Pem-
bangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 2
Tahun 2015 tentang Pedoman Tata Tertib dan Meka-
nisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa;
26. Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 10 tahun
2006 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Dae-
PERDES tentang RKP Desa Panaikang 3
rah (Lembaran Daerah Kabupaten Sinjai Tahun 2006
Nomor 10, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten
Sinjai Nomor 3 );
27. Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 2 Tahun
2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Daerah Kabupaten Sinjai Tahun 2005-2025 (Lembaran
Daerah Kabupaten Sinjai Tahun 2007 Nomor 2, Tam-
bahan Lembaran Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 1);
28. Peraturan Bupati Sinjai Nomor 29 Tahun 2007 tentang
Tatacara Penyusunan Perencanaan Pembangunan
Daerah Kabupaten Sinjai (Berita Daerah Kabupaten
Sinjai Tahun 2007 Nomor 55);
29. Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 11 Tahun
2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Mene-
ngah Daerah Kabupaten Sinjai Tahun 2012-2017
(Lembaran Daerah Kabupaten Sinjai Tahun 2012 Nomor
11, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Sinjai
Nomor 9);
30. Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 4 Tahun
2014 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Daerah;
Dengan Kesepakatan Bersama
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PANAIKANG
Dan
KEPALA DESA PANAIKANG
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN DESA TENTANG RENCANA KERJA PEME-
RINTAH DESA TAHUN 2016
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud :
1. Pemerintah adalah Pemerintah Pusat.
2. Daerah adalah Kabupaten Sinjai.
3. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Sinjai.
4. Bupati adalah Bupati Sinjai.
5. Kecamatan adalah Wilayah Kerja Camat sebagai Pe-
rangkat Daerah.
6. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut
dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa adalah
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas
wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul
dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati
PERDES tentang RKP Desa Panaikang 4
dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
7. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat
dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
8. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa atau yang disebut
dengan nama lain dibantu perangkat Desa sebagai unsur
penyelenggara Pemerintahan Desa.
9. Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan
nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi
pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari
penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan
ditetapkan secara demokratis.
10. Musyawarah Desa atau yang disebut dengan nama lain
adalah musyawarah antara Badan Permusyawaratan
Desa, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang
diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa
untuk menyepakati hal yang bersifat strategis.
11. Peraturan Desa adalah peraturan perundang-undangan
yang ditetapkan oleh Kepala Desa setelah dibahas dan
disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa.
12. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa dan
selanjutnya disingkat Musrenbang Desa adalah forum
musyawarah tahunan yang dilaksanakan secara partisi-
patif oleh para pemangku kepentingan desa dan kelu-
rahan (pihak berkepentingan untuk mengatasi permasa-
lahan dan pihak yang akan terkena dampak hasil
musyawarah).
13. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah Kabupaten di Kecamatan yang selan-
jutnya disingkat Musrenbang RKPD Kabupaten di Keca-
matan adalah forum musyawarah stakeholders Tingkat
Kecamatan untuk mendapatkan masukan prioritas kegia-
tan dari Desa serta menyepakati kegiatan lintas Desa di
wilayah Kecamatan tersebut, sebagai dasar penyusunan
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupa-
ten.
14. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang
selanjutnya disingkat (RPJM Desa) adalah Rencana Kegi-
atan Pembangunan Desa untuk jangka waktu 6 (enam)
tahun yang memuat visi dan misi Kepala Desa, rencana
penyelenggaraan pemerintahan Desa, pelaksanaan pem-
bangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan, pember-
dayaan masyarakat dan arah kebijakan pembangunan
Desa.
15. Rencana Kerja Pemerintah Desa yang selanjutnya dising-
kat RKP Desa merupakan penjabaran dari RPJM Desa
untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang memuat ren-
cana penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan
pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pember-
PERDES tentang RKP Desa Panaikang 5
dayaan masyarakat Desa.
16. Kondisi Obyektif Desa adalah kondisi yang meng-
gambarkan situasi yang ada di Desa, baik mengenai sum-
ber daya manusia, sumber daya alam, maupun sumber
daya lainnya, serta dengan mempertimbangkan, antara
lain, keadilan gender, pelindungan terhadap anak, pem-
berdayaan keluarga, keadilan bagi masyarakat miskin,
warga disabilitas dan marginal, pelestarian lingkungan
hidup, pendayagunaan teknologi tepat guna dan sumber
daya lokal, pengarus-utamaan perdamaian, serta keari-
fan lokal.
17. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selan-
jutnya disingkat APB Desa adalah rencana keuangan
tahunan Pemerintahan Desa, yang dibahas dan dise-
pakati bersama oleh Pemerintah Desa dan Badan Per-
musyawaratan Desa, yang ditetapkan dengan Peraturan
Desa.
18. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran
pendapatan dan belanja negara yang diperuntukkan bagi
Desa yang ditransfer melalui anggaran pendapatan dan
belanja daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk
membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan
pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pember-
dayaan masyarakat.
19. Alokasi Dana Desa, selanjutnya disingkat ADD, adalah
dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/
kota setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus.
20. Profil Desa adalah gambaran menyeluruh mengenai
karakter desa yang meliputi data dasar keluarga, potensi
sumber daya alam, sumberdaya manusia, kelembagaan,
prasarana dan sarana, serta perkembangan kemajuan
dan permasalahan yang dihadapi di desa.
21. Visi adalah Gambaran tentang Kondisi Ideal Desa yang
diinginkan.
22. Misi adalah pernyataan tentang sesuatu yang harus
dilaksanakan sehingga Visi dapat terwujud secara efektif
dan efisien.
BAB II
SISTEMATIKA
PENYUSUNAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA
Pasal 2
1) Rencana Kerja Pemerintah Desa Panaikang Tahun 2016 disusun dengan
sistematika sebagai berikut :
a. BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Dasar Hukum
C. Tujuan Dan Manfaat
D. Proses Penyusunan
PERDES tentang RKP Desa Panaikang 6
E. Sistematika
b. BAB II : GAMBARAN UMUM PEMERINTAHAN DESA
A. Visi dan Misi
B. Gambaran Umum Sosial Budaya
C. Gambaran Umum Kemiskinan
D. Gambaran Umum Ekonomi
E. Gambaran Umum Infrastruktur
c. BAB III : RUMUSAN PRIORITAS MASALAH
A. Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan pada RKP
Desa Tahun 2015
B. Identifikasi masalah berdasarkan RPJM Desa.
C. Identifikasi Masalah Berdasarkan Analisa Kea-
daan Darurat antara lain: bencana alam, krisis
politik, krisis ekonomi dan atau kerusahan sosial
yang berkepanjangan
D. Identifikasi Masalah berdasarkan Prioritas Ke-
bijakan Pembangunan Daerah
d. BAB IV : RUMUSAN PRIORITAS PROGRAM DAN KEGIATAN
PEMBANGUNAN DESA
A. Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan
Skala Desa Tahun 2016
B. Prioritas Program dan Kegiatan Pembangunan
Daerah Tahun 2016
C. Kebijakan Keuangan Desa
e. BAB V : PENUTUP
f. LAMPIRAN : 1. Matrik Program dan Kegiatan Skala Desa Tahun
2016
2. Matrik Program Penanggulangan Kemiskinan
Skala Desa Tahun 2016
3. Matrik Program dan Kegiatan Skala Kecamatan
dan Kabupaten
4. Berita Acara Musrenbangdes RKP Desa
5. Keputusan Kepala Desa tentang Delegasi Desa
6. Berita Acara Musyawarah Desa Tentang Pem-
bahasan dan Penyepakatan RKP Desa
2) Isi Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun 2016 sebagaimana tercantum
dalam Lampiran Peraturan Desa ini merupakan satu kesatuan dan
bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan Desa ini.
Pasal 3
PERDES tentang RKP Desa Panaikang 7
Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun 2016 merupakan landasan dan pedo-
man bagi Pemerintahan Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa dan masyarakat
dalam pelaksanaan pembangunan Desa Tahun 2016.
Pasal 4
Pelaksanaan pembangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, dilaksana-
kan secara transparan, partisipatif dan akuntabel oleh pelaksana kegiatan
pembangunan dengan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), Doku-
men Pelaksanaan Anggaran (DPA), serta dipertanggungjawabkan oleh Pelak-
sana Kegiatan dalam Forum Musyawarah Desa.
Pasal 5
RKP Desa dapat diubah dalam hal:
a. Terjadi peristiwa khusus, seperti bencana alam, krisis politik, krisis ekono-
mi, dan/atau kerusuhan sosial yang berkepanjangan; atau
b. Terdapat perubahan mendasar atas kebijakan Pemerintah, Pemerintah Dae-
rah Provinsi, dan/atau Pemerintah Daerah Kabupaten.
Pasal 6
Perubahan RKP Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dibahas dan dise-
pakati dalam Musyawarah Desa dan selanjutnya ditetapkan dengan Peraturan
Desa.
Pasal 7
Berdasarkan Peraturan Desa ini selanjutnya disusun APB Desa Tahun Ang-
garan 2016.
Pasal 8
(1) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Desa ini, sepanjang mengenai
tehnis pelaksanaannya diatur lebih lanjut oleh Kepala Desa.
(2) Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan
Desa ini dengan penempatannya dalam Lembaran Desa.
Ditetapkan di Panaikang
Pada Tanggal…………..
KEPALA DESA PANAIKANG
BAHTIAR, SE.
Diundangkan di Desa Panaikang
Pada Tanggal………………………
SEKRETARIS DESA PANAIKANG
PERDES tentang RKP Desa Panaikang 8
(……………………)
PERDES tentang RKP Desa Panaikang 9