UNIVERSITAS TADULAKO
MATA KULIAH
STATISTIKA TERAPAN
(Interval Estimation)
Dikerjakan Oleh:
APRISAL
C 102 22 018
PRODI MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH PEDESAAN
PASCASARJANA UNIVERSITAS TADULAKO
UNIVERSITAS TADULAKO
Palu-Sulawesi Tengah
2022
A. Pengertian
Estimasi merupakan suatu bagian statistik inferensia yaitu
pernyataan mengenai parameter populasi yagn tidak diketahui berdasarkan
informasi dari sampel random sederhana yang diambil dari populasi
tersebut. Seberapa jauh parameter populasi yang tidak diketahui berada di
sekitar statistik sampel.
Estimasi interval dapat dihitung dengan menjumlahkan dan
mengurangkan margin kesalahan ke estimasi titik.
Point Estimate +/- Margin of Error
Tujuan dari estimasi interval adalah untuk memberikan informasi
tentang seberapa dekat perkiraan titik dengan nilai parameternya. Bentuk
umum pendugaan interval dari rata-rata populasi adalah
Sebelum menggunakan suatu nilai sampel sebagai estimator titik,
perlu diperiksa apakah nilai sampel tersebut memenuhi sifat-sifat sebagai
estimator yang baik, yaitu:
1. Tak bias (Unbiased), yaitu jika nilai harapan dari estimator sama
dengan nilai parameter populasi yang diestimasi.
2. Efisien (Efficient), yaitu jika estimator tersebut memiliki standar
error (varian) yang paling kecil dibandingkan estimator tak bias
yang lain.
3. Konsisten (Consistent)
Suatu estimator dikatakan memiliki sifat konsisten, apabila
estimator tersebut cenderung mendekati nilai parameter populasi
jika ukuran sampel ditingkatkan (semakin besar). Jika ukuran
sampel ditambah tanpa batas distribusi sampling penduga akan
menjadi satu garis tegak lurus di atas paramater yang
sesungguhnya.
B. Estimasi rata-rata
Menurut Mochamad (2012), estimasi rata-rata merupakan
pendugaan mengenai data parameter (μ) yang sebenarnya berdasarkan
informasi rata-rata sampel. Sementara menurut Rachmat (2012),
pendugaan rata-rata (μ) merupakan pendugaan mengenai parameter (μ)
yang sebenarnya berdasarkan informasi pada suatu rata-rata sampel.
C. Estimasi Proporsi
Dalam jenis estimasi proporsi sering digunakan ketika proporsi
sampel untuk mengadakan estimasi terhadap proporsi populasi. Estimasi
dalam suatu percobaan binominal diberikan dengan sejumlah simbol yaitu:
p: Proporsi populasi
X: jumlah variabel yang ditanyakan
n: jumlah anggota populasi (sampel)
D. Pembagian Jenis Estimasi Ada 2 :
1. Estimasi titik (point estimates) : nilai tunggal yang berasal dari suatu
sampel dan digunakan untuk memperkirakan nilai populasi. Estimasi titik
hanya menjelaskan dari sampel yang diambil dari sebuah populasi , tidak
mencerminkan nilai sebenarnya dari populasi tersebut.
2. Interval kepercayaan (convidence interval) : kisaran nilai yang
diharapkan akan terjadi dalam parameter populasi tertentu, dengan
probabilitas yang spesifik. Probabilitas spesifik ini disebut tingkat
kepercayaan.
Estimasi digunakan untuk memperkirakan hasil dari suatu pengamatan
penelitian. Interval kepercayaan menggunakan ukuran probabilitas spesifik agar
estimasi yang dihitung dapat mendekati angka sebenarnya dan tidak bias.
Misalnya, seorang manajer yakin bahwa 95% penjualan produk di
perusahaannya akan mencapai nilai 500 – 2000 buah per hari.
- 95% ini menunjukkan interval kepercayaan.
- 5% sisanya adalah standar error/tingkat kesalahan.
0,025 0,025
0,475 0,475
-1,96 1,96
0,95
Skema 1.1
Berdasarkan penggambaran tabel diatas, interval kepercayaan sebesar 95% akan
berada dalam 1,96 standar deviasi rata-rata dari populasi yang diteliti.
1,96 diperoleh dari :
- 5% tingkat kesalahan dibagi menjadi dua sisi pada tabel diatas.
- Sedangkan probabilitas terjadi 95% dibagi dua sisi pula, sebesar 0,475.
- Maka nilai Z dari probabilitas tersebut adalah 1,96 ( lihat di table Z, lihat
yang di dalam )
Dalam interval estimasi akan menggunakan dua tabel :
1. Data (n) yang kurang dari 30, menggunakan uji skala kecil dan
menggunakan tabel T
2. Data (n) yang lebih dari 30, menggunakan uji skala besar dan
menggunakan tabel Z.
Mencari interval estimasi.
1. Interval estimasi untuk rata-rata populasi.
Keterangan :
σ
X̄ ±Z σ = standar deviasi
μ=
√n X̄ = rata-rata
populasi
Z = nilai Z
Contoh. n = jumlah data
Sebuah survey terhadap 50 pekerja yang mengundurkan diri rata-rata 26
minggu untuk mendapat pekerjaan baru. Standar deviasi adalah 6,2
minggu. Buatlah interval kepercayaan 90% untuk rata-rata populasinya.
Jawab.
Cari nilai Z dahulu, dengan cara seperti skema 1.1 diperoleh nilai Z
sebesar 1,64
σ
X̄ ±Z
μ=
√n
6,2
μ = 26 ± 1,64
√50
μ = 26± 1,44
μ = 27,44 atau μ = 24,56.
“Jadi, pekerja membutuhkan waktu antara 24, 56 sampai 27,44 minggu
untuk mendapatkan pekerjaan barunya.”
2. Interval estimasi untuk rata-rata sampel.
Keterangan :
s
X̄ ±t S = standar deviasi
μ=
√n X̄ = rata-rata sampel
t = nilai t
n = jumlah data
Contoh.
Pak Dahlan ingin memperkirakan rata-rata produksi telur per ayam.
Sampel terdiri dari 20 ayam, menunjukkan bahwa rata-rata produksinya
adalah 20 butir per bulan, dengan standar deviasi 2 telur per bulan. Buatlah
interval kepercayaan 95% untuk rata-rata produksinya.
Jawab :
Untuk mencari nilai t, menggunakan tabel T.
Cara membaca table T, terlebih dahulu cari niai df (degrees of fredrom)
atau derajad kebebasan.
df = n – 1 df = 20 – 1 = 19.
Kemudian lihat pada tabel, df nya 19 dan standar error nya 0,05 pada
bagian two tailed. Nilai t nya adalah 2,093.
s 2
X̄ ±t
μ= √n μ = 20 ± 2,093 √ 20 = 20 ± 0,936 20,936 atau
19,064
Jadi, pak dahlan 95% yakin bahwa produksi telur nya perbulan berkisar
antara 19, 064 sampai 20, 936 per bulan.
3. Interval kepercayaan untuk proporsi
Proporsi (ṕ) : rasio yang menunjukkan bagian sampel atau populasi yang
memiliki sifat tertentu yang sedang diteliti.
x
ṕ=
n
interval kepercayan
(P) = ṕ ± z
Contoh
Seorang manajer bank ingin mengetahui pelanggan yang menggunakan
kartu debit untuk membayar di tempat pengisian bahan bakar. Dengan
mengampil sambil sampel 100 pelanggan, didapati 80 membayar kontan di
tempat bahan bakar. Buat interval kepercayaan 95% untuk proporsi
populasi tersebut
Jawab :
Diketahui : n = 100, x = 80
x 80
- ṕ= = = 0,8
n 100
- Nilai Z nya adalah 1,96 (caranya seperti mencari nilai z sebelumnya)
- P=ṕ±z
√ ṕ(1− ṕ)
n
= 0,8 ± 1,96
√ 0,8(1−0,8)
100
= 0,8 ± 0,0784 = 0,88 atau
0,72
- Manajer cukup yakin bahwa proporsi pelanggan yang membayar kontan di
tempat bahan bakar sebesar 72 sampai 88 persen.
1. Interval Estimation for Mean with Finite Population.
Bila dalam penelitian populasi sampel adalah populasi yang terbatas (finite)
perlu dilakukan penyesuaian dengan menggunakan factor koreksi populasi
yang terbatas (finite-popuation correction factor - FPC).
FPC =
√ N −n
N −1
Sedangkan interval kepercayaannya adalah
Bila n < 30, menggunakan t
Z = x¯± z
s
√n (√ N −n
N−1 ) dan tabel t
Contoh:
Seorang dosen ingin mengetahui nilai UTS dari 200 mahasiswanya.
Diambil 25 sampel dan hasilnya rata-rata UTS mereka adalah 60. Dengan
standar deviasi 20 dan level signifikan 95%, Berapa rata-rata UTS seluruh
mahasiswa ?
Jawab.
Diketahui : N = 200, n = 25, rata-rata = 60, s = 20.
Karena n < 30, maka ini termasuk uji skala kecil dan menggunakan tabel t.
df = 25 -1 = 24
nilai t nya adalah 2,064 (dari tabel t)
µ = x¯± t
s
√n (√ NN−1
−n
)
µ = 60 ± 2,064
20
√ 25 (√ 200−25
200−1 )
µ = 60 ± 7,742 67,74 atau 52,26
“Jadi, rata-rata nilai mahasiswa berada diantara nilai 52,26 sampai 67,74.”
2. Finite Population Correction Factor for Proportion
P=ṕ±z
√ ṕ(1− ṕ)
n (√ NN−1
−n
)
Contoh :
Pimpinan bank ingin mengetahui kepuasan nasabah dari 1000 nasabah,
diambil 100 sampel. Hasilnya 60 orang menyatakan bahwa mereka puas.
Dengan level signifikan 95%. Berapa proporsi pelanggan yang menyatakan
puas?
Jawab :
x 60
Diketahui : N = 1000, n=100, x= 60, ṕ = = = 0,6
n 100
Nilai z adalah 1,96 (mencari nilai z sama dengan sebelumnya)
P=ṕ±z
√ ṕ(1− ṕ)
n (√ NN−1
−n
)
P = 0,6 ± 1,96
√ 0,6(1−0,6)
100 (√ 1000−100
1000−1 )
= 0,6 ±0,091
Memilih ukuran sampel.
Kritetia sampel yang baik :
1) Tingkat kepercayaan yang diharapkan.
2) Kesalahan yang diizinkan (allowable error) atau E
3) Variation in the population.
n= ( ZE. s ) 2
E=Z
s
√n
n = ukuran sampel
s = standar deviasi
E = kesalahan maksimal yang
diizinkan
ukuran sampel untuk proporsi populasi
n = ṕ(1− ṕ) ( ZE ) 2