PROSEDUR SAFETY RIDING
1. DEFINISI Safety riding adalah perilaku mengemudi yang aman
untuk membantu menghindari terjadinya kecelakaan
lalu lintas.
2. TUJUAN Meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas yang
membahayakan orang lain dan menghambat pekerjaan.
3. PRINSIP SAFETY RIDING Kewaspadaan (Alertness)
Faktor utama yang menjamin pengendara untuk
selalu siaga dan waspada. Ini adalah sistem
perlindungan pertama jika menghadapi pengendara
lain yang berlaku tidak aman di jalan raya.
Pengendara tidak akan mudah terpengaruh untuk
mengikuti tindak tidak aman di jalan raya karena ia
sadar sepenuhnya akan bahaya.
Kesadaran (Aeareness)
Penguasaan diri dalam berkendara. Pengendara yang
mempunyai kesadaran penuh dan memiliki prosedur
berkendara dengan baik, benar dan aman akan selalu
terdorong untuk tertib pada peraturan yang ada.
Selain itu, pengendara yang mempunyai kesadaran
penuh dalam berkendara tidak akan bersikap
membahayakan.
Sikap dan mental (Attitude)
Faktor dominan yang sangat menentukan
keselamatan di jalan raya. Seseorang yang dapat
mengendalikan sikap di jalan raya berarti dapat
mengendalikan emosinya. Dengan pengendalian
emosi di jalan raya, maka akan muncul sikap untuk
memperhatikan kepentingan orang lain selain
kepentingan dirinya. Sikap emosional yang memicu
arrogan driving dapat dihindarkan
4. ALAT PERLINDUNGAN Helm berstandar SNI
DIRI (APD) Pelindung mata dan wajah
Sarung tangan
Pakaian pelindung
Sepatu
5. TATA CARA BERSEPEDA 1. Posisi V
MOTOR Posisi lengan di stang harus membentuk V, tidak
boleh lurus karena dapat membuat lengan cepat
lelah.
2. Posisi Pijakan Kaki
Jangan biasakan kaki kanan di atas rem belakang,
dimana secara tidak langsung rem akan aktif dan
lama kelamaan dapat menjadi aus dan rusak.
3. Teknik Bernafas
Untuk menjaga stamina dan konsentrasi berkendara,
bernafaslah secara rileks dan wajar
4. Jarak Pandangan
Untuk dapat mengontrol kendaraan secara penuh,
jarak pandang pengendara harus luas dan jauh ke
depan.
5. Berboncengan
Jumlah pengendara sepeda motor maksimal adalah
dua orang terdiri dari pengendara dan penumpang,
posisi duduk penumpang sebaiknya searah dengan
pengendara.
6. SYARAT Memiliki SIM
MENGEMUDIKAN Menggunakan Helm dan APD lainnya.
SEPEDA MOTOR Memiliki STNK
7. ATURAN BERSEPEDA 1. Kendaraan tidak boleh mengangkut lebih dari 2
MOTOR orang
2. Kendaraan tidak diperbolehkan mengangkut barang
agar berkendara dapat seimbang dan stabil.
3. Kendaraan tidak boleh melebihi bobot maksimal
pengangkutan
4. Tidak boleh mengendarai sepeda motor dengan
kecepatan melebihi ketentuan yang ada, tidak ngebut
dan ugal-ugalan.
5. Tetap waspada dan memperhatikan kendaraan
dibelakangnya lewat kaca spion ketika hendak
menyalip kendaraan didepannya.
6. Tidak boleh menyalip kendaraan lain dari sebelah
kiri
7. Tidak boleh mengemudi dalam pengaruh alkohol
dan narkoba.
KOLOM PENGESAHAN
Dibuat Oleh Disetujui Oleh
Jhosua R. Saragih Martua Sinurat, ST
Ahli K3 Umum Direktur Utama