LKPD Elektronik Flipbook untuk Ekonomi XI
LKPD Elektronik Flipbook untuk Ekonomi XI
ABSTRACT
This research to develop an electronic Student Worksheet using a flipbook and describe the
feasibility, practicality, and effectiveness of its use. Thiagarajan's 4D development model,
includes defining, designing, developing, and deploying. The subjects of the research trial
were 20 students of class XI MIA 6 SMAN 2 Lamongan. The results obtained that the
flipbook-based electronic Student Worksheet is feasible, practical, and effective to be used
as teaching material with the acquisition of product feasibility 81.45% very feasible, product
practicality through student responses of 95% very feasible, effectiveness with a percentage
of complete results study by 80%.
Keywords: Flipbook; Student Worksheet; Economics
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik elektronik
dengan menggunakan flipbook dan mendeskripsikan kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan
penggunaannya. Model pengembangan 4D dari Thiagarajan, meliputi pendefinisian,
perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Subjek uji coba penelitian merupakan peserta
didik kelas XI MIA 6 SMAN 2 Lamongan sebanyak 20 orang. Hasil penelitian diperoleh
bahwa Lembar Kerja Peserta Didik elektronik berbasis flipbook layak, praktis, dan efektif
untuk digunakan sebagai bahan ajar dengan perolehan kelayakan produk 81,45% sangat
layak, kepraktisan produk melalui respon peserta didik sebesar 95% sangat layak,
keefektifan dengan presentase ketuntasan hasil belajar sebesar 80%.
Kata Kunci: Flipbook; Lembar Kerja Peserta Didik; Ekonomi
dengan format digital yang terdapat sedangkan buku teks yang digunakan oleh
gambar serta tulisan dan dapat dibaca sekolah cenderung terlambat mengikuti
menggunakan perangkat elektronik perkembangan. Sehingga sehingga dalam
seperti komputer dan smartphone proses pembelajaran guru perlu menyusun
(Yulaika et al., 2020). Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Berdasarkan hasil dari observasi di sebagai bahan ajar.
SMAN 2 Lamongan, bahwa terdapat dua Dalam LKPD elektronik berbasis
kelas XI IIS dan tiga kelas XI MIA yang flipbook ini memberikan inovasi dalam
mendapat mata pelajaran ekonomi. Kelas bentuk interaktif yang terdapat audio,
XI MIA 6 merupakan kelas dengan nilai gambar, dan video. Selain itu flipbook
PTS pelajaran ekonomi paling rendah mudah digunakan dimana saja dan bersifat
yaitu sebesar 67,5 disisi lain nilai paperless. LKPD elektronik juga
Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) mendukung kegiatan pembelajaran daring
sekolah yakni 80 dan karakteristik peserta pada kondisi pandemi sekarang. Karena
didik kelas XI MIA 6 merupakan peserta LKPD elektronik dapat mudah dimiliki
didik yang dominan lebih menyukai oleh peserta didik hanya dengan dibagikan
proses pembelajaran yang menggunakan (share) misalnya melalui sosial media
teknologi atau smartphone. Oleh sebab itu seperti WhatsApp, Telegram, Line, dan
kelas XI MIA 6 ditunjuk peneliti untuk Facebook.
kelas ujicoba dengan 20 peserta didik.. Berdasarkan uraian permasalahan
Selain itu, hasil yang didapatkan di atas, maka diperlukan sebuah inovasi
melalui wawancara dengan guru ekonomi dalam sebuah LKPD yang inovatif dan
kelas XI mengemukakan bahwa kegiatan menarik serta dapat menumbuhkan
belajar mengajar didominasi keaktifan peserta didik pada proses
menggunakan Lembar Kerja Peserta pembelajaran serta diharapkan hasil
Didik konvensional yang telah disediakan belajar mengalami kenaikan agar
sekolah. Dimana LKPD konvensional ini memenuhi Kriteria Belajar Minimal
bersifat naratif atau berisi uraian yang (KBM) sekolah. Dari hasil telaah tersebut,
kurang dalam menunjang keaktifan peneliti menentukan pengembangan
peserta didik pada kegiatan belajar. Selain Lembar Kerja Peserta Didik elektronik
itu desain LKPD konvensional umumnya berbasis flipbook.
kurang dalam menekankan berbagai Menurut (Saputri et al., 2019)
warna dan gambar sehingga terlihat Lembar Kerja Peserta Didik adalah bahan
monoton. Hal tersebut bisa ajar yang salah satunya bisa dilakukan
mengakibatkan peserta didik sulit dalam pengembangan oleh seorang guru sebagai
pemahaman materi dan dapat fasilitator dalam proses pembelajara.
menyebabkan rasa bosan muncul pada Lembar Kerja Peserta Didik yang
saat kegiatan belajar mengajar. dirumuskan bisa didesain dan
Salah satu materi yang dikembangkan selaras dengan keadaan
substansinya cenderung berubah serta situasi kegiatan pembelajaran daring
mengikuti Undang-undang yang berlaku yang dihadapi pada saat ini. Sedangkan
adalah materi APBN dan APBD pada Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik
Kompetensi Dasar (KD) Menganalisis merupakan jenis dari bahan ajar yang
APBN dan APBD dalam pembangunan didesain dalam melakukan kegiatan
ekonomi. Materi ini banyak membuat belajar mengajar luring maupun daring
peserta didik kesulitan dikarenakan yang dikemas dalam format digital
banyaknya komponen-komponen yang sehingga dapat membuat pembelajaran
terdapat dalam APBN dan APBD, serta lebih bersifat interaktif (Yulaika et al.,
komponennya yang cenderung berubah 2020). Berdasarkan ulasan pengertian di
mengikuti Undang-undang yang berlaku atas bisa diringkas bahwa Lembar Kerja
28
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)
Peserta Didik Elektronik adalah jenis Dari uraian latar belakang di atas,
bahan ajar yang bisa dilakukan peneliti memiliki tujuan untuk
pengembangan oleh guru sebagai mendeskripsikan kelayakan, kepraktisan,
fasilitator dan dikemas dalam format dan keefektifan Lembar Kerja Peserta
digital sehingga dapat membuat Didik elektronik berbasis flipbook pada
pembelajaran bersifat interaktif. mata pelajaran ekonomi kelas XI.
Salah satu perangkat lunak yang
dapat membuat tampilan Lembar Kerja METODE PENELITIAN
Peserta Didik elektronik lebih interaktif Jenis penelitian ini adalah
dan menarik yaitu Flip PDF. Aplikasi Flip penelitian dan pengembangan atau R&D.
PDF merupakan suatu software yang Model pengembangan yang digunakan
sesuai digunakan sebagai media yaitu pengembangan 4D dari Thiagarajan
pembelajaran dimana aplikasi ini terdapat yang meliputi 4 tahapan yaitu
beraneka ragam fitur seperti gambar, pendefinisian, perancangan,
video, serta audio yang bisa pengembangan, dan penyebaran. Tahap
mennghasilkan media pembelajaran penyebaran tidak dilaksanakan karena
interaktif sehingga mampu menumbuhkan penelitian ini bertujuan sebatas
minat peserta didik dalam proses memperoleh prototype LKPD pada mata
pembelajaran (Fitri, 2020). pelajaran ekonomi.
Kelebihan yang dimiliki flipbook Penelitian ini menggunakan desain
ini antara lain yaitu adanya fitur hyperlink, ujicoba One Group Pretest-Postest
gambar yang menarik, audio, video dan Design. Untuk mengaplikasikannya yaitu
efek flip yang dapat membuka atau melakukan pretest kepada peserta didik
membalik buku sehingga seperti membaca sebelum diberi tindakan, setelah itu
sungguhan (Asmi et al., 2018). Selain itu memberikan posttest setelah ada tindakan.
aplikasi Flip PDF ini sangat mudah Subjek ujicoba penelitian yaitu
digunakan dan produk yang dihasilkan kelas XI MIA 6 SMAN 2 Lamongan yang
bentuk SWF atau Flash, HTML untuk di berjumlah sebanyak 20 orang yang bisa
publikasikan melalui website. menggambarkan individual populasi.
Penelitian terdahulu oleh Untuk mendapatkan sampel dilakukan
Awalsyah dkk (2018) menjelaskan bahwa secara random dalam penelitian ujicoba
pengembangan lembar kerja siswa terbatas.
berbantuan Kvisoft Flipbook Maker Instrumen pengumpulan data
dinyatakan valid. E-modul berbasis yakni berbentuk data kualitatif dan data
flipbook mendapatkan penilaian positif kuantitatif. Dalam mendapatkan data
dikarenakan materi pembelajaran sangat kualitatif dapat dilakukan dengan lembar
mudah dipahami oleh peserta didik, telah yang berbentuk saran dan komentar
pengoperasian sangat mudah, unsur musik para ahli untuk menyunting LKPD.
dan animasi dinilai dapat meningkatkan Selanjutnya dalam mendapatkan data
motivasi, minat, dan hasil belajar peserta kuantitatif melalui lembar validasi, angket
didik. Penelitian lain oleh Riyanto dkk respon peserta didik, dan soal pretest dan
(2020) menyatakan bahwa penggunaan posttest.
bahan ajar yang inovatif membantu siswa Teknik analisis data validasi dan
lebih termotivasi dalam proses respon peserta didik menerapkan kriteria
pembelajaran karena era digital baru di interpretasi skor skala likert. Hal itu bisa
pendidikan. Berdasarkan penelitian diketahui di tabel bawah ini:
terdahulu di atas, bisa disimpulkan bahwa
flipbook dapat meningkatkan motivasi, Tabel 1. Kriteria Interpretasi Skor
minat dan hasil belajar peserta didik dalam Skor Kriteria
81% - 100% Sangat Layak
proses pembelajaran. 61% - 80% Layak
29
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)
41% - 60% Cukup Layak tersebut yaitu bahan ajar yang akan
21% - 40% Tidak Layak dikembangkan nantinya memuat
0% - 20% Sangat Tidak Layak
Sumber: (Riduwan, 2018)
penjelasan materi pemahaman lebih rinci
serta pemberian contoh autentik antara
Berdasarkan teknik analisis data permasalahan atau teori dengan penerapan
hasil belajar peserta didik, peneliti melalui kehidupan nyata pada indikator-
menerapkan kriteria ketuntasan klasikal indikator yang menjadi fokus utama.
seperti di bawah ini: Dengan demikian diharapkan peserta
didik mampu memahami materi APBN
Tabel 2. Kriteria Ketuntasan Klasikal dan APBD yang memiliki nilai terendah
Presentase Kriteria Interpretasi sebagaiman dijelaskan pada tahap analisis
< 75% Tidak Tuntas Tahap kedua yaitu perancangan
≥ 75% Tuntas
(design) dimana Lembar Kerja Peserta
Didik yang dirancang secara elektronik
HASIL DAN PEMBAHASAN berupa flipbook dengan memanfaatkan
Penelitian ini akan menghasilkan smartphone untuk mengoperasikannya,
Lembar Kerja Peserta Didik elektronik karena diketahui bahwa seluruh peserta
berbasis flipbook dengan penerapan model
didik telah memiliki dan terbiasa
pengembangan 4D oleh Thiagarajan. menggunakannya. Kelebihan Lembar
Tahap awal adalah pendefinisian (define): Kerja Peserta Didik elektronik flipbook
a) analisis awal yaitu memperhatikan dibandingkan dengan konvensional yaitu
kurikulum yang dipakai oleh sekolah. nantinya Lembar Kerja Peserta Didik
Kurikulum yang diterapkan di SMAN 2 bersifat produk paperless sehingga mudah
Lamongan yakni kurikulum 2013. Selain digunakan dimana saja. Terdapat berbagai
itu analisis awal diketahui bahwa fitur yang menarik minat peserta didik
pemahaman peserta didik pada materi untuk belajar seperti adanya audio, video
APBN dan APBD masih rendah dan gambar. Flipbook ini mudah
dibuktikan oleh hasil belajar 18 peserta dibagikan melalui sosial media seperti
didik belum memenuhi kriteria ketuntasan Whatsapp, Telegram, Line. Dalam materi
belajar minimal (KBM), b) analisis APBN dan APBD di Flipbook ini nantinya
peserta didik dilaksanakan kepada peserta
menghubungkan antara teori atau
didik kelas XI MIA 6 SMAN 2 permasalahan di kehidupan nyata dengan
Lamongan. Kelas XI MIA 6 dipilih karena materi agar dapat meningkatkan
peserta didik kelas tersebut lebih pemahaman peserta didik dengan
menyukai pembelajaran yang penyajian yang interaktif. Berikut tahapan
memanfaatkan teknologi, c) analisis tugas (design): a) perumusan tes dimana peneliti
dilakukan karena rendahnya nilai pada melakukan pembuatan pretest dan posttest
materi APBN dan APBD disebabkan oleh dengan soal pilihan ganda, b) perancangan
adanya banyak istilah yang kurang terhadap LKPD elektronik dimulai dengan
dipahami. Peserta didik cenderung mendesain sampul depan LKPD dengan
menghafal tanpa mengerti dan memahami menggunakan corel draw dan menyusun
materi tersebut. Selain itu, juga materi APBN dan APBD, c) Setelah
dimungkinkan karena kurangnya pembentukan LKPD selesai tahap
kemampuan dalam menghubungkan selanjutnya yaitu menjadikan semua file
antara teori atau permasalahan di satu dalam format PDF, d) pemilihan
kehidupan nyata yang menyebabkan
software, yaitu mengaplikasikan software
peserta didik kesulitan memahami materi flip PDF yang dibuat secara offline dan
pembelajaran, d) analisis konsep yaitu
menyajikan beraneka macam fitur yang
memakai KD 3.6 yaitu APBN dan APBD
menarik serta mudah dikreasikan sesuai
dalam pembangunan ekonomi, e) analisis
dengan kreativitas, e) penentuan format
tujuan untuk mengatasi permasalahan
30
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)
LKPD elektronik ini adalah SWF atau Setelah direvisi, LKPD elektronik
flash yang dipublikasikan di website. akan divalidasi oleh para ahli. Berikut ini
Tahap ketiga yaitu pengembangan penjabaran data yang diperoleh dari hasil
(develop), hasil dari rancangan awal validasi:
LKPD elektronik yang sedia disusun
selanjutnya ditelaah oleh dosen ahli materi Tabel 4. Hasil Validasi
dari Pendidikan Ekonomi, ahli media dari Aspek Rata-Rata Hasil Kriteria
Keseluruhan
dosen Teknologi Pendidikan, dan ahli
Materi 86,15% Sangat Layak
evaluasi dari dosen Pendidikan Ekonomi. Media 85,71% Sangat Layak
Setelah itu peneliti menyempurnakan Evaluasi 72,5% Layak
media flipbook yang sesuai komentar dan 𝑋 81,45% Sangat Layak
saran yant sudah diberikan oleh para ahli. Sumber: diolah peneliti (2021)
Berikut yaitu beberapa penyempurnaan Tabel 4 adalah pencapaian dari
dari LKPD elektronik: hasil validasi produk. Validasi materi
mendapatkan rata-rata yaitu sebesar
Tabel 3. Revisi LKPD Flipbook 86,15% sehingga termasuk kategori
Sebelum Revisi Sesudah Revisi sangat layak, validasi media mendapatkan
rata-rata yaitu sebesar yaitu 85,71%
masuk ke dalam kategori sangat layak,
validasi evaluasi mendapatkan rata-rata
yaitu sebesar 72,5% termasuk kategori
layak, dan total rata-rata seluruh hasil
validasi adalah 81,45% termasuk kriteria
sangat layak.
Menurut hasil telaah yang
diberikan oleh ahli materi, terdapat
Penataan logo dan komentar untuk perbaikan yaitu materi
identitas LKPD lebih
sistematis
APBN dan APBD yang terdapat di LKPD
elektronik layak dan dapat digunakan
sebagai Lembar Kerja Peserta Didik
dalam pembelajaran ekonomi di sekolah
dengan syarat penyempurnaan pada
deskripsi materi alur mekanisme
penyusunan APBN dan APBD agar lebih
ringkas sehingga peserta didik mudah
memahaminya.
Menurut hasil analisis materi
Ukuran font heading diperoleh data yang didapatkan pada
jadi sama aspek kualitas isi dan tujuan ialah sebesar
Sumber: diolah peneliti (2021) 80%, pada aspek kualitas intruksional
ialah sebesar 80%, dan pada aspek kualitas
Tabel 3 menjabarkan bahwa bahasa ialah 100%. Maka dapat
terdapat beberapa penyempurnaan pada disimpulkan jumlah rata-rata seluruh
LKPD elektronik flipbook antara lain aspek yang didapat ialah sebesar 86,15%
penyempurnaan pada penataan logo, termasuk kriteria sangat layak. Maka
penambahan gambar serta identitas yang dapat disimpulkan bahwa materi dalam
jelas pada LKPD elektronik agar terlihat LKPD elektronik sangat layak digunakan.
lebih sistematis. Selain itu perbaikan font Menurut hasil telaah yang
yang berbeda ukuran pada setiap heading diberikan oleh ahli media terdapat
di peta konsep agar terlihat lebih tertata. komentar untuk penyempurnaan antara
31
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)
terhadap Lembar Kerja Peserta Didik dapat diperoleh sebesar 60% total peserta
elektronik yakni sangat baik. didik yang tuntas yaitu 12 orang.
Hasil dari respon peserta didik Pencapaian nilai terendah yaitu 40 dan
kelas XI MIA 6 SMAN 2 Lamongan pencapaian nilai tertinggi yaitu 90.
menyatakan bahwa mereka memiliki Berdasarkan hasil analisis data
ketertarikan serta termotivasi dalam posttest mengalami peningkatan menjadi
proses pembelajaran, kegiatan belajar 80%. Hal ini sesuai dengan pernyataan
mengajar jadi tidak monoton, peserta (Hayati, 2015) yang menunjukkan bahwa
didik juga berperan aktif dalam hasil analisis media flipbook yang
melaksanakan tanya jawab pada materi digunakan dapat meningkatkan hasil
APBN dan APBD, dan materi jadi lebih belajar peserta didik. Motivasi, aktivis,
mudah dipahami oleh peserta didik, dan kreativitas peserta didik yang
dengan begitu hasil belajar akan pembelajarannya menggunakan flipbook
meningkat. berpengaruh positif terhadap hasil belajar
Berdasarkan hasil analisis (Rasiman, 2014). Hal ini dikarenakan
disimpulkan bahwa 1) perhatian peserta flipbook yang dirancang lebih interaktif
didik pada proses pembelajaran jadi lebih dan menarik minat peserta didik. Sehingga
aktif, 2) peserta didik lebih semangat dan LKPD elektronik flipbook yang
termotivasi dalam belajar, 3) pemahaman dikembangkan efektif untuk
terhadap materi lebih mudah bagi peserta meningkatkan pemahaman peserta didik.
didik dalam belajar, sehingga hasil belajar Kesimpulannya yaitu Lembar
dapat meningkat. Hal tersebut Kerja Peserta Didik elektronik berbasis
membuktikan bahwa pengembangan flipbook ialah efektif serta layak
Lembar Kerja Peserta Didik elektronik digunakan dalam kegiatan belajar.
berbasis flipbook yang telah dilakukan Ketuntasan ini membuktikan bahwa
memiliki kriteria kepraktisan dengan pengembangan Lembar Kerja Peserta
interpretasi sangat layak. Didik elektronik berbasis flipbook yang
Hal ini sama seperti pendapat yang telah dilakukan bisa mendorong peserta
dikemukakan dalam penelitian (Sutikno & didik dalam pemahaman materi APBN
Isa, 2010) bahwa respon peserta didik dan APBD dalam pembangunan ekonomi.
yang menunjukkan positif dapat membuat Hasil analisis di atas sependapat
peserta didik tertarik serta memiliki minat sama (Awalsyah et al., 2018) bahwa
terhadap pengajaran yang dilakukan. Lembar Kerja Peserta Didik yang
diaplikasikan ke dalam flipbook efektif
3. Keefektifan Lembar Kerja dalam pengajaran di kelas karena dapat
Peserta Didik Elektronik Berbasis membuat hasil belajar peserta didik
Flipbook mengalami peningkatan.
Keefektifan Lembar Kerja Peserta
Didik elektronik berbasis flipbook bisa PENUTUP
ditinjau dari hasil belajar peserta didik. Hasil yang diperoleh dari
Kegiatan belajar mengajar dapat disebut penelitian ini adalah 1) Kelayakan produk
efektif apabila peserta didik mencapai memperoleh rata-rata validitas sebesar
nilai ketuntasan klasikal sebesar ≥ 75% 81,45% dengan kriteria sangat layak, 2)
dari jumlah keseluruhan dengan nilai Kepraktisan produk memperoleh rata-rata
KBM sebesar ≥ 80. sebesar 95% dengan kriteria sangat layak,
Pada saat peserta didik belum 3) Efektifitas produk memperoleh rata-
menggunakan Lembar Kerja Peserta rata ketuntasan sebesar 80% dengan
Didik elektronik berbasis flipbook, peserta kriteria tuntas. Dengan demikian Lembar
didik mengerjakan soal pretest yang telah Kerja Peserta Didik elektronik berbasis
diberikan. Dari hasil analisis data pretest flipbook layak, praktis, dan efektif untuk
34
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)
35