0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan9 halaman

LKPD Elektronik Flipbook untuk Ekonomi XI

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik elektronik berbasis flipbook dan mengujinya pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMAN 2 Lamongan. Hasilnya menunjukkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik elektronik ini layak, praktis, dan efektif digunakan dengan tingkat kelayakan 81,45%, respons siswa 95%, dan ketuntasan belajar 80%."

Diunggah oleh

Junita Benu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
73 tayangan9 halaman

LKPD Elektronik Flipbook untuk Ekonomi XI

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik elektronik berbasis flipbook dan mengujinya pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMAN 2 Lamongan. Hasilnya menunjukkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik elektronik ini layak, praktis, dan efektif digunakan dengan tingkat kelayakan 81,45%, respons siswa 95%, dan ketuntasan belajar 80%."

Diunggah oleh

Junita Benu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

p-ISSN: 2549-2535 Jurnal PTK dan Pendidikan

e-ISSN: 2460-1780 Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)


DOI : 10.18592/ptk.v7i1.4633

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK


ELEKTRONIK BERBASIS FLIPBOOK PADA MATA PELAJARAN
EKONOMI KELAS XI
Virda Fithrotun Nufus1, Norida Canda Sakti2
Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya
Email: virdafnufus@[Link] , noridacanda@[Link]
Website : [Link]
Received: 22 April 2021; Accepted: 02 Juni 2021; Published: 14 Juni 2021

ABSTRACT
This research to develop an electronic Student Worksheet using a flipbook and describe the
feasibility, practicality, and effectiveness of its use. Thiagarajan's 4D development model,
includes defining, designing, developing, and deploying. The subjects of the research trial
were 20 students of class XI MIA 6 SMAN 2 Lamongan. The results obtained that the
flipbook-based electronic Student Worksheet is feasible, practical, and effective to be used
as teaching material with the acquisition of product feasibility 81.45% very feasible, product
practicality through student responses of 95% very feasible, effectiveness with a percentage
of complete results study by 80%.
Keywords: Flipbook; Student Worksheet; Economics

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik elektronik
dengan menggunakan flipbook dan mendeskripsikan kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan
penggunaannya. Model pengembangan 4D dari Thiagarajan, meliputi pendefinisian,
perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Subjek uji coba penelitian merupakan peserta
didik kelas XI MIA 6 SMAN 2 Lamongan sebanyak 20 orang. Hasil penelitian diperoleh
bahwa Lembar Kerja Peserta Didik elektronik berbasis flipbook layak, praktis, dan efektif
untuk digunakan sebagai bahan ajar dengan perolehan kelayakan produk 81,45% sangat
layak, kepraktisan produk melalui respon peserta didik sebesar 95% sangat layak,
keefektifan dengan presentase ketuntasan hasil belajar sebesar 80%.
Kata Kunci: Flipbook; Lembar Kerja Peserta Didik; Ekonomi

pengetahuannya sendiri (Sulastri &


Hakim, 2014). Oleh sebab itu dibutuhkan
PENDAHULUAN
suatu pembaruan dalam kegiatan belajar
Seiring berkembangnya kemajuan
mengajar. Salah satunya yaitu inovasi
teknologi dan informasi dapat membantu
bahan ajar digital yang menjadi salah satu
kegiatan belajar mengajar di dunia
kesempatan dalam menjawab tuntutan di
pendidikan. Dengan adanya kemajuan
era global saat ini. Dalam masa
teknologi menuntut guru mengembangkan
pembelajaran daring seperti yang ada pada
potensinya di bidang teknologi dan
saat masa pandemi ini juga membutuhkan
informasi untuk diterapkan pada proses
bahan ajar digital untuk menunjang
pembelajaran. Guru sebagai fasilitator
kegiatan belajar mengajar berlangsung.
bagi peserta didik untuk memberikan
Salah satu jenis dari bahan ajar adalah
gambaran bahwa peserta didik diharuskan
lembar kerja peserta didik yang dibentuk
berperan aktif mencari dan mengelola
dalam format elektronik. Lembar kerja
sumber informasi pengetahuan tersebut
peserta didik elektronik diterbitkan
agar peserta didik mampu membangun
27
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)

dengan format digital yang terdapat sedangkan buku teks yang digunakan oleh
gambar serta tulisan dan dapat dibaca sekolah cenderung terlambat mengikuti
menggunakan perangkat elektronik perkembangan. Sehingga sehingga dalam
seperti komputer dan smartphone proses pembelajaran guru perlu menyusun
(Yulaika et al., 2020). Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Berdasarkan hasil dari observasi di sebagai bahan ajar.
SMAN 2 Lamongan, bahwa terdapat dua Dalam LKPD elektronik berbasis
kelas XI IIS dan tiga kelas XI MIA yang flipbook ini memberikan inovasi dalam
mendapat mata pelajaran ekonomi. Kelas bentuk interaktif yang terdapat audio,
XI MIA 6 merupakan kelas dengan nilai gambar, dan video. Selain itu flipbook
PTS pelajaran ekonomi paling rendah mudah digunakan dimana saja dan bersifat
yaitu sebesar 67,5 disisi lain nilai paperless. LKPD elektronik juga
Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) mendukung kegiatan pembelajaran daring
sekolah yakni 80 dan karakteristik peserta pada kondisi pandemi sekarang. Karena
didik kelas XI MIA 6 merupakan peserta LKPD elektronik dapat mudah dimiliki
didik yang dominan lebih menyukai oleh peserta didik hanya dengan dibagikan
proses pembelajaran yang menggunakan (share) misalnya melalui sosial media
teknologi atau smartphone. Oleh sebab itu seperti WhatsApp, Telegram, Line, dan
kelas XI MIA 6 ditunjuk peneliti untuk Facebook.
kelas ujicoba dengan 20 peserta didik.. Berdasarkan uraian permasalahan
Selain itu, hasil yang didapatkan di atas, maka diperlukan sebuah inovasi
melalui wawancara dengan guru ekonomi dalam sebuah LKPD yang inovatif dan
kelas XI mengemukakan bahwa kegiatan menarik serta dapat menumbuhkan
belajar mengajar didominasi keaktifan peserta didik pada proses
menggunakan Lembar Kerja Peserta pembelajaran serta diharapkan hasil
Didik konvensional yang telah disediakan belajar mengalami kenaikan agar
sekolah. Dimana LKPD konvensional ini memenuhi Kriteria Belajar Minimal
bersifat naratif atau berisi uraian yang (KBM) sekolah. Dari hasil telaah tersebut,
kurang dalam menunjang keaktifan peneliti menentukan pengembangan
peserta didik pada kegiatan belajar. Selain Lembar Kerja Peserta Didik elektronik
itu desain LKPD konvensional umumnya berbasis flipbook.
kurang dalam menekankan berbagai Menurut (Saputri et al., 2019)
warna dan gambar sehingga terlihat Lembar Kerja Peserta Didik adalah bahan
monoton. Hal tersebut bisa ajar yang salah satunya bisa dilakukan
mengakibatkan peserta didik sulit dalam pengembangan oleh seorang guru sebagai
pemahaman materi dan dapat fasilitator dalam proses pembelajara.
menyebabkan rasa bosan muncul pada Lembar Kerja Peserta Didik yang
saat kegiatan belajar mengajar. dirumuskan bisa didesain dan
Salah satu materi yang dikembangkan selaras dengan keadaan
substansinya cenderung berubah serta situasi kegiatan pembelajaran daring
mengikuti Undang-undang yang berlaku yang dihadapi pada saat ini. Sedangkan
adalah materi APBN dan APBD pada Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik
Kompetensi Dasar (KD) Menganalisis merupakan jenis dari bahan ajar yang
APBN dan APBD dalam pembangunan didesain dalam melakukan kegiatan
ekonomi. Materi ini banyak membuat belajar mengajar luring maupun daring
peserta didik kesulitan dikarenakan yang dikemas dalam format digital
banyaknya komponen-komponen yang sehingga dapat membuat pembelajaran
terdapat dalam APBN dan APBD, serta lebih bersifat interaktif (Yulaika et al.,
komponennya yang cenderung berubah 2020). Berdasarkan ulasan pengertian di
mengikuti Undang-undang yang berlaku atas bisa diringkas bahwa Lembar Kerja

28
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)

Peserta Didik Elektronik adalah jenis Dari uraian latar belakang di atas,
bahan ajar yang bisa dilakukan peneliti memiliki tujuan untuk
pengembangan oleh guru sebagai mendeskripsikan kelayakan, kepraktisan,
fasilitator dan dikemas dalam format dan keefektifan Lembar Kerja Peserta
digital sehingga dapat membuat Didik elektronik berbasis flipbook pada
pembelajaran bersifat interaktif. mata pelajaran ekonomi kelas XI.
Salah satu perangkat lunak yang
dapat membuat tampilan Lembar Kerja METODE PENELITIAN
Peserta Didik elektronik lebih interaktif Jenis penelitian ini adalah
dan menarik yaitu Flip PDF. Aplikasi Flip penelitian dan pengembangan atau R&D.
PDF merupakan suatu software yang Model pengembangan yang digunakan
sesuai digunakan sebagai media yaitu pengembangan 4D dari Thiagarajan
pembelajaran dimana aplikasi ini terdapat yang meliputi 4 tahapan yaitu
beraneka ragam fitur seperti gambar, pendefinisian, perancangan,
video, serta audio yang bisa pengembangan, dan penyebaran. Tahap
mennghasilkan media pembelajaran penyebaran tidak dilaksanakan karena
interaktif sehingga mampu menumbuhkan penelitian ini bertujuan sebatas
minat peserta didik dalam proses memperoleh prototype LKPD pada mata
pembelajaran (Fitri, 2020). pelajaran ekonomi.
Kelebihan yang dimiliki flipbook Penelitian ini menggunakan desain
ini antara lain yaitu adanya fitur hyperlink, ujicoba One Group Pretest-Postest
gambar yang menarik, audio, video dan Design. Untuk mengaplikasikannya yaitu
efek flip yang dapat membuka atau melakukan pretest kepada peserta didik
membalik buku sehingga seperti membaca sebelum diberi tindakan, setelah itu
sungguhan (Asmi et al., 2018). Selain itu memberikan posttest setelah ada tindakan.
aplikasi Flip PDF ini sangat mudah Subjek ujicoba penelitian yaitu
digunakan dan produk yang dihasilkan kelas XI MIA 6 SMAN 2 Lamongan yang
bentuk SWF atau Flash, HTML untuk di berjumlah sebanyak 20 orang yang bisa
publikasikan melalui website. menggambarkan individual populasi.
Penelitian terdahulu oleh Untuk mendapatkan sampel dilakukan
Awalsyah dkk (2018) menjelaskan bahwa secara random dalam penelitian ujicoba
pengembangan lembar kerja siswa terbatas.
berbantuan Kvisoft Flipbook Maker Instrumen pengumpulan data
dinyatakan valid. E-modul berbasis yakni berbentuk data kualitatif dan data
flipbook mendapatkan penilaian positif kuantitatif. Dalam mendapatkan data
dikarenakan materi pembelajaran sangat kualitatif dapat dilakukan dengan lembar
mudah dipahami oleh peserta didik, telah yang berbentuk saran dan komentar
pengoperasian sangat mudah, unsur musik para ahli untuk menyunting LKPD.
dan animasi dinilai dapat meningkatkan Selanjutnya dalam mendapatkan data
motivasi, minat, dan hasil belajar peserta kuantitatif melalui lembar validasi, angket
didik. Penelitian lain oleh Riyanto dkk respon peserta didik, dan soal pretest dan
(2020) menyatakan bahwa penggunaan posttest.
bahan ajar yang inovatif membantu siswa Teknik analisis data validasi dan
lebih termotivasi dalam proses respon peserta didik menerapkan kriteria
pembelajaran karena era digital baru di interpretasi skor skala likert. Hal itu bisa
pendidikan. Berdasarkan penelitian diketahui di tabel bawah ini:
terdahulu di atas, bisa disimpulkan bahwa
flipbook dapat meningkatkan motivasi, Tabel 1. Kriteria Interpretasi Skor
minat dan hasil belajar peserta didik dalam Skor Kriteria
81% - 100% Sangat Layak
proses pembelajaran. 61% - 80% Layak

29
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)
41% - 60% Cukup Layak tersebut yaitu bahan ajar yang akan
21% - 40% Tidak Layak dikembangkan nantinya memuat
0% - 20% Sangat Tidak Layak
Sumber: (Riduwan, 2018)
penjelasan materi pemahaman lebih rinci
serta pemberian contoh autentik antara
Berdasarkan teknik analisis data permasalahan atau teori dengan penerapan
hasil belajar peserta didik, peneliti melalui kehidupan nyata pada indikator-
menerapkan kriteria ketuntasan klasikal indikator yang menjadi fokus utama.
seperti di bawah ini: Dengan demikian diharapkan peserta
didik mampu memahami materi APBN
Tabel 2. Kriteria Ketuntasan Klasikal dan APBD yang memiliki nilai terendah
Presentase Kriteria Interpretasi sebagaiman dijelaskan pada tahap analisis
< 75% Tidak Tuntas Tahap kedua yaitu perancangan
≥ 75% Tuntas
(design) dimana Lembar Kerja Peserta
Didik yang dirancang secara elektronik
HASIL DAN PEMBAHASAN berupa flipbook dengan memanfaatkan
Penelitian ini akan menghasilkan smartphone untuk mengoperasikannya,
Lembar Kerja Peserta Didik elektronik karena diketahui bahwa seluruh peserta
berbasis flipbook dengan penerapan model
didik telah memiliki dan terbiasa
pengembangan 4D oleh Thiagarajan. menggunakannya. Kelebihan Lembar
Tahap awal adalah pendefinisian (define): Kerja Peserta Didik elektronik flipbook
a) analisis awal yaitu memperhatikan dibandingkan dengan konvensional yaitu
kurikulum yang dipakai oleh sekolah. nantinya Lembar Kerja Peserta Didik
Kurikulum yang diterapkan di SMAN 2 bersifat produk paperless sehingga mudah
Lamongan yakni kurikulum 2013. Selain digunakan dimana saja. Terdapat berbagai
itu analisis awal diketahui bahwa fitur yang menarik minat peserta didik
pemahaman peserta didik pada materi untuk belajar seperti adanya audio, video
APBN dan APBD masih rendah dan gambar. Flipbook ini mudah
dibuktikan oleh hasil belajar 18 peserta dibagikan melalui sosial media seperti
didik belum memenuhi kriteria ketuntasan Whatsapp, Telegram, Line. Dalam materi
belajar minimal (KBM), b) analisis APBN dan APBD di Flipbook ini nantinya
peserta didik dilaksanakan kepada peserta
menghubungkan antara teori atau
didik kelas XI MIA 6 SMAN 2 permasalahan di kehidupan nyata dengan
Lamongan. Kelas XI MIA 6 dipilih karena materi agar dapat meningkatkan
peserta didik kelas tersebut lebih pemahaman peserta didik dengan
menyukai pembelajaran yang penyajian yang interaktif. Berikut tahapan
memanfaatkan teknologi, c) analisis tugas (design): a) perumusan tes dimana peneliti
dilakukan karena rendahnya nilai pada melakukan pembuatan pretest dan posttest
materi APBN dan APBD disebabkan oleh dengan soal pilihan ganda, b) perancangan
adanya banyak istilah yang kurang terhadap LKPD elektronik dimulai dengan
dipahami. Peserta didik cenderung mendesain sampul depan LKPD dengan
menghafal tanpa mengerti dan memahami menggunakan corel draw dan menyusun
materi tersebut. Selain itu, juga materi APBN dan APBD, c) Setelah
dimungkinkan karena kurangnya pembentukan LKPD selesai tahap
kemampuan dalam menghubungkan selanjutnya yaitu menjadikan semua file
antara teori atau permasalahan di satu dalam format PDF, d) pemilihan
kehidupan nyata yang menyebabkan
software, yaitu mengaplikasikan software
peserta didik kesulitan memahami materi flip PDF yang dibuat secara offline dan
pembelajaran, d) analisis konsep yaitu
menyajikan beraneka macam fitur yang
memakai KD 3.6 yaitu APBN dan APBD
menarik serta mudah dikreasikan sesuai
dalam pembangunan ekonomi, e) analisis
dengan kreativitas, e) penentuan format
tujuan untuk mengatasi permasalahan

30
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)

LKPD elektronik ini adalah SWF atau Setelah direvisi, LKPD elektronik
flash yang dipublikasikan di website. akan divalidasi oleh para ahli. Berikut ini
Tahap ketiga yaitu pengembangan penjabaran data yang diperoleh dari hasil
(develop), hasil dari rancangan awal validasi:
LKPD elektronik yang sedia disusun
selanjutnya ditelaah oleh dosen ahli materi Tabel 4. Hasil Validasi
dari Pendidikan Ekonomi, ahli media dari Aspek Rata-Rata Hasil Kriteria
Keseluruhan
dosen Teknologi Pendidikan, dan ahli
Materi 86,15% Sangat Layak
evaluasi dari dosen Pendidikan Ekonomi. Media 85,71% Sangat Layak
Setelah itu peneliti menyempurnakan Evaluasi 72,5% Layak
media flipbook yang sesuai komentar dan 𝑋 81,45% Sangat Layak
saran yant sudah diberikan oleh para ahli. Sumber: diolah peneliti (2021)
Berikut yaitu beberapa penyempurnaan Tabel 4 adalah pencapaian dari
dari LKPD elektronik: hasil validasi produk. Validasi materi
mendapatkan rata-rata yaitu sebesar
Tabel 3. Revisi LKPD Flipbook 86,15% sehingga termasuk kategori
Sebelum Revisi Sesudah Revisi sangat layak, validasi media mendapatkan
rata-rata yaitu sebesar yaitu 85,71%
masuk ke dalam kategori sangat layak,
validasi evaluasi mendapatkan rata-rata
yaitu sebesar 72,5% termasuk kategori
layak, dan total rata-rata seluruh hasil
validasi adalah 81,45% termasuk kriteria
sangat layak.
Menurut hasil telaah yang
diberikan oleh ahli materi, terdapat
Penataan logo dan komentar untuk perbaikan yaitu materi
identitas LKPD lebih
sistematis
APBN dan APBD yang terdapat di LKPD
elektronik layak dan dapat digunakan
sebagai Lembar Kerja Peserta Didik
dalam pembelajaran ekonomi di sekolah
dengan syarat penyempurnaan pada
deskripsi materi alur mekanisme
penyusunan APBN dan APBD agar lebih
ringkas sehingga peserta didik mudah
memahaminya.
Menurut hasil analisis materi
Ukuran font heading diperoleh data yang didapatkan pada
jadi sama aspek kualitas isi dan tujuan ialah sebesar
Sumber: diolah peneliti (2021) 80%, pada aspek kualitas intruksional
ialah sebesar 80%, dan pada aspek kualitas
Tabel 3 menjabarkan bahwa bahasa ialah 100%. Maka dapat
terdapat beberapa penyempurnaan pada disimpulkan jumlah rata-rata seluruh
LKPD elektronik flipbook antara lain aspek yang didapat ialah sebesar 86,15%
penyempurnaan pada penataan logo, termasuk kriteria sangat layak. Maka
penambahan gambar serta identitas yang dapat disimpulkan bahwa materi dalam
jelas pada LKPD elektronik agar terlihat LKPD elektronik sangat layak digunakan.
lebih sistematis. Selain itu perbaikan font Menurut hasil telaah yang
yang berbeda ukuran pada setiap heading diberikan oleh ahli media terdapat
di peta konsep agar terlihat lebih tertata. komentar untuk penyempurnaan antara

31
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)

lain 1) penyesuaian font pada satu 81 – 90 5 Tuntas


halaman harus konsisten agar lebih mudah 91 – 100 0 Tidak Tuntas
% Ketuntasan 60% Tidak Tuntas
terbaca, 2) pemilihan dan penempatan Sumber: diolah peneliti (2021)
audio kurang sesuai, 3) penggunaan huruf
besar dalam cover seperlunya, 4) LKPD Tabel 5 memperlihatkan total
belum memberikan instruksi dan variasi peserta didik yang mencapai tuntas yaitu
prosedur pengerjaan. ada 60% atau sejumlah 12 orang, dengan
Menurut hasil analisis media pencapaian nilai terendah 40 dan
diperoleh data pada aspek kualitas pencapaian nilai tertinggi 90.
tampilan ialah sebesar 82,5%, untuk aspek Tahap selanjutnya yakni sesudah
keterbacaan didapat sebesar 85%, dan memakai LKPD elektronik. Pada tahap ini
pada penyajian media 100%. Maka dapat peneliti memerintahkan peserta didik
disimpulkan jumlah rata-rata seluruh untuk menjawab soal posttest yang sudah
aspek yang didapatkan ialah sebesar 85,71 diberikan. Berikut merupakan pencapaian
termasuk kriteria sangat layak. data dari hasil posttest:
Menurut hasil telaah yang
diberikan oleh ahli evaluasi maka terdapat Tabel 6. Hasil Posttest
komentar perbaikan antara lain 1) Nilai Frekuensi Keterangan
pembuatan soal kurang bervariasi jika 0 – 10 0 Tidak Tuntas
11 – 20 0 Tidak Tuntas
ditinjau dari tingkat kemampuan berfikir 21 – 30 0 Tidak Tuntas
yang sesuai tingkatan taksonomi bloom, 2) 31 – 40 0 Tidak Tuntas
pembuatan soal kurang dalam 41 – 50 0 Tidak Tuntas
menciptakan berfikir kritis peserta didik. 51 – 60 1 Tidak Tuntas
Menurut hasil analisis evaluasi 61 – 70 3 Tidak Tuntas
71 – 80 2 Tuntas
yang didapatkan yaitu jumlah rata-rata 81 – 90 7 Tuntas
seluruhnya ialah sebesar 72,5% termasuk 91 – 100 7 Tuntas
kriteria layak. Maka dapat disimpulkan % Ketuntasan 80% Tuntas
bahwa pembuatan soal pretest dan posttest Sumber: diolah peneliti (2021)
dalam LKPD elektronik layak untuk
dipakai. Tabel 6 dapat diketahui total
Setelah hasil validasi materi, peserta didik yang mencapai tuntas yaitu
media, dan evaluasi termasuk ke dalam 80% atau sejumlah 16 orang dengan
kategori layak, maka tahap selanjutnya pencapaian nilai paling rendah 60 dan
adalah melaksanakan ujicoba produk. pencapaian nilai paling tinggi 100.
Pelaksanaan ujicoba produk ada dua tahap Berdasarkan analisis data yang
yaitu, sebelum dan sesudah mengenalkan telah dilaksanakan, dapat diketahui soal
LKPD elektronik kepada peserta didik. Di yang paling banyak dijawab benar yaitu
tahap sebelum menggunakan LKPD soal nomor 1 mengenai pengertian APBN
elektronik, peserta didik mengerjakan soal sebesar 100% peserta didik. Sedangkan
pretest. Berikut adalah data dari hasil untuk soal yang paling banyak
pretest: jawabannya salah yaitu soal nomor 10
mengenai fungsi APBD sebesar 40%
Tabel 5. Hasil Pretest peserta didik menjawab salah. Hal itu
Nilai Frekuensi Keterangan disebabkan peserta didik belum
0 – 10 0 Tidak Tuntas memahami soal dan mudah terkecoh
11 – 20 0 Tidak Tuntas dengan jawabannya.
21 – 30 0 Tidak Tuntas
Setelah peserta didik selesai
31 – 40 1 Tidak Tuntas
41 – 50 1 Tidak Tuntas menjawab soal posttest, selanjutnya yaitu
51 – 60 4 Tidak Tuntas mengisi angket respon yang sudah
61 – 70 2 Tidak Tuntas disiapkan sesuai dengan ketertarikan atau
71 – 80 7 Tuntas minat peserta didik terhadap LKPD
32
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)

elektronik. Kemudian melakukan Sedangkan rata-rata validasi evaluasi ialah


penganalisisan dari hasil angket respon sebesar 72,5% termasuk kriteria layak
yang sudah diisi oleh peserta didik. yang telah menggunakan struktur kalimat
Pencapaian hasil respon peserta didik pertanyaan yang baku, efektif dan
terdapat pada tabel di bawah ini: konsisten. Hal ini sesuai dengan (Risandi,
2015) bahwa penggunaan LKPD
Tabel 7. Hasil Respon Peserta Didik elektronik dapat terbebas dari makna
Aspek Persentase Keterangan
kalimat pertanyaan yang ganda apabila
(%)
1 95% Sangat layak efektif dan sesuai dengan ejaan yang
2 100% Sangat layak disempurnakan. Sehingga kesimpulan
3 100% Sangat layak total rata-rata dari semua hasil validasi
4 100% Sangat layak yang telah diperoleh yaitu sebesar 81,45%
5 100% Sangat layak termasuk kriteria sangat layak. Hal ini
6 90% Sangat layak
7 80% Layak dikarenakan Lembar Kerja Peserta Didik
8 85% Sangat layak elektronik berbasis flipbook sudah sesuai
9 100% Sangat layak dengan Badan Standar Nasional
10 100% Sangat layak Pendidikan Vol. II/No. 1/Januari 2007
𝑿 95% Sangat layak
yang menjelaskan komponen buku teks
Sumber: diolah peneliti (2021)
pelajaran yang benar meliputi empat
komponen, yaitu kelayakan isi,
Dari tabel di atas, jumlah rata-rata
kebahasaan, penyajian dan kegrafikan.
dari seluruh hasil angket dari respon
Berdasarkan hasil analisis data
peserta didik kelas XI MIA 6 SMAN 2
yang didapat, total rata-rata validasi
Lamongan yaitu 95% termasuk kriteria
sebesar 81,45%. Oleh karena itu
sangat layak. Jadi dapat disimpulkan
kesimpulan yang diperoleh yaitu Lembar
respon peserta didik terhadap LKPD
Kerja Peserta Didik elektronik berbasis
elektronik yakni sangat baik.
flipbook pada mata pelajaran ekonomi
kelas XI dinyatakan sangat layak
Pembahasan
digunakan.
1. Kelayakan Lembar Kerja
2. Kepraktisan Lembar Kerja
Peserta Didik Elektronik Berbasis
Peserta Didik Elektronik Berbasis
Flipbook
Flipbook
Kelayakan Lembar Kerja Peserta
Kepraktisan Lembar Kerja Peserta
Didik elektronik berbasis flipbook bisa
Didik elektronik dapat ditinjau lewat
ditinjau dari perolehan hasil skor validasi
respon peserta didik. Hal ini bisa didapat
materi, validasi media, serta validasi
lewat uijicoba produk ke 20 peserta didik
evaluasi. Rata-rata yang didapatkan dari
kelas XI MIA 6 SMAN 2 Lamongan.
validasi materi ialah sangat layak sebesar
Peserta didik diminta untuk mengamati
86,15% yang menunjukkan bahwa
Lembar Kerja Peserta Didik elektronik
penyajian materi telah sesuai dengan
terlebih dahulu, selanjutnya peserta didik
kompetensi dasar yang akan dicapai
diberikan angket respon untuk diisi.
(Prastowo, 2015). Untuk rata-rata yang
Angket respon yang diberikan terkait
didapatkan dari validasi media ialah
dengan ketertarikan atau minat peserta
sebesar 85,71% termasuk kriteria sangat
didik pada LKPD elektronik.
layak yang menunjukkan bahwa media
Setelah itu hasil angket respon
flipbook telah sesuai dalam menyajikan
peserta didik dianalisis menurut skala
gambar, audio, dan video. LKPD
guttman. Hasil jumlah rata-rata
elektronik dilengkapi dengan ilustrasi
seluruhnya angket respon peserta didik
yang mendukung materi pembelajaran
ialah 95% termasuk kriteria sangat layak.
dapat membantu peserta didik dalam
Maka disimpulkan respon peserta didik
menyerap dan memahami materi.
33
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)

terhadap Lembar Kerja Peserta Didik dapat diperoleh sebesar 60% total peserta
elektronik yakni sangat baik. didik yang tuntas yaitu 12 orang.
Hasil dari respon peserta didik Pencapaian nilai terendah yaitu 40 dan
kelas XI MIA 6 SMAN 2 Lamongan pencapaian nilai tertinggi yaitu 90.
menyatakan bahwa mereka memiliki Berdasarkan hasil analisis data
ketertarikan serta termotivasi dalam posttest mengalami peningkatan menjadi
proses pembelajaran, kegiatan belajar 80%. Hal ini sesuai dengan pernyataan
mengajar jadi tidak monoton, peserta (Hayati, 2015) yang menunjukkan bahwa
didik juga berperan aktif dalam hasil analisis media flipbook yang
melaksanakan tanya jawab pada materi digunakan dapat meningkatkan hasil
APBN dan APBD, dan materi jadi lebih belajar peserta didik. Motivasi, aktivis,
mudah dipahami oleh peserta didik, dan kreativitas peserta didik yang
dengan begitu hasil belajar akan pembelajarannya menggunakan flipbook
meningkat. berpengaruh positif terhadap hasil belajar
Berdasarkan hasil analisis (Rasiman, 2014). Hal ini dikarenakan
disimpulkan bahwa 1) perhatian peserta flipbook yang dirancang lebih interaktif
didik pada proses pembelajaran jadi lebih dan menarik minat peserta didik. Sehingga
aktif, 2) peserta didik lebih semangat dan LKPD elektronik flipbook yang
termotivasi dalam belajar, 3) pemahaman dikembangkan efektif untuk
terhadap materi lebih mudah bagi peserta meningkatkan pemahaman peserta didik.
didik dalam belajar, sehingga hasil belajar Kesimpulannya yaitu Lembar
dapat meningkat. Hal tersebut Kerja Peserta Didik elektronik berbasis
membuktikan bahwa pengembangan flipbook ialah efektif serta layak
Lembar Kerja Peserta Didik elektronik digunakan dalam kegiatan belajar.
berbasis flipbook yang telah dilakukan Ketuntasan ini membuktikan bahwa
memiliki kriteria kepraktisan dengan pengembangan Lembar Kerja Peserta
interpretasi sangat layak. Didik elektronik berbasis flipbook yang
Hal ini sama seperti pendapat yang telah dilakukan bisa mendorong peserta
dikemukakan dalam penelitian (Sutikno & didik dalam pemahaman materi APBN
Isa, 2010) bahwa respon peserta didik dan APBD dalam pembangunan ekonomi.
yang menunjukkan positif dapat membuat Hasil analisis di atas sependapat
peserta didik tertarik serta memiliki minat sama (Awalsyah et al., 2018) bahwa
terhadap pengajaran yang dilakukan. Lembar Kerja Peserta Didik yang
diaplikasikan ke dalam flipbook efektif
3. Keefektifan Lembar Kerja dalam pengajaran di kelas karena dapat
Peserta Didik Elektronik Berbasis membuat hasil belajar peserta didik
Flipbook mengalami peningkatan.
Keefektifan Lembar Kerja Peserta
Didik elektronik berbasis flipbook bisa PENUTUP
ditinjau dari hasil belajar peserta didik. Hasil yang diperoleh dari
Kegiatan belajar mengajar dapat disebut penelitian ini adalah 1) Kelayakan produk
efektif apabila peserta didik mencapai memperoleh rata-rata validitas sebesar
nilai ketuntasan klasikal sebesar ≥ 75% 81,45% dengan kriteria sangat layak, 2)
dari jumlah keseluruhan dengan nilai Kepraktisan produk memperoleh rata-rata
KBM sebesar ≥ 80. sebesar 95% dengan kriteria sangat layak,
Pada saat peserta didik belum 3) Efektifitas produk memperoleh rata-
menggunakan Lembar Kerja Peserta rata ketuntasan sebesar 80% dengan
Didik elektronik berbasis flipbook, peserta kriteria tuntas. Dengan demikian Lembar
didik mengerjakan soal pretest yang telah Kerja Peserta Didik elektronik berbasis
diberikan. Dari hasil analisis data pretest flipbook layak, praktis, dan efektif untuk

34
Jurnal PTK dan Pendidikan Virda Fithrotun Nufus, Norida Canda Sakti
Vol. 7, No. 1, Januari – Juni 2021 (27-35)

digunakan dalam meningkatkan hasil Alfabeta.


belajar peserta didik pada mata pelajaran Risandi, R. (2015). Respon siswa SMA
ekonomi kelas XI. Dalam Negeri Pontianak terhadap Lembar
mengembangkan Lembar Kerja Peserta Kerja Siswa Berbasis Multimedia
Didik elektronik berbasis flipbook perlu Sub Materi Invertebrata. Artikel
dilakukan inovasi dalam format bentuk Penelitian. Pontianak: FKIP
offline. Agar peserta didik dapat Universitas Tanjungpura Pontianak.
menggunakan flipbook tanpa Riyanto, Amin, M., Suwono, H., &
membutuhkan jaringan internet terlebih Lestari, U. (2020). The new face of
dahulu. digital books in genetic learning: A
preliminary development study for
DAFTAR PUSTAKA students’ critical thinking.
International Journal of Emerging
Asmi, R. ., Surbakti, D. N. ., & Hudaidah. Technologies in Learning, 15(10),
(2018). Pengembangan E-Modul 175–190.
Berbasis Flip Book Maker Materi [Link]
Pendidikan Karakter untuk 4321
Pembelajaran Mata Kuliah Pancasila Saputri, D., Irianto, S., & Bintaro, T. Y.
MPK Universitas Sriwijaya. Jurnal (2019). Pengembangan Lembar
Pendidikan Ilmu Sosial, 27(1), 1–10. Kerja Peserta Didik (LKPD) Materi
Awalsyah, A., Sarwi, & Sutikno. (2018). Jaring-Jaring Kubus dan Balok
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Project Based Learning
(LKS) Berbantuan Kvisoft Flipbook (PjBL). Jurnal Elementaria
Maker untuk Mengembangkan Edukasia, 2(2), 98–102.
Keterampilan Ilmiah Siswa. Unnes Sulastri, Y. L., & Hakim, L. L. (2014).
Physics Education Journal, 3(3), 77– Pembelajaran Berbasis Mobile.
83. Jurnal Pengajaran Matematika Dan
Fitri, E. R. (2020). Pengembangan LKPD Ilmu Pengetahuan Alam, 19(2), 173.
Berbantuan Kvisoft Flipbook Maker [Link]
pada Mata Pelajaran Teknologi 2.458
Perkantoran di SMKN 2 Nganjuk Sutikno, W., & Isa, A. (2010). Keefektifan
Pengembangan LKPD Berbantuan Pembelajaran Berbantuan
Kvisoft Flipbook Maker. 9, 281–291. Multimedia Menggunakan Metode
Hayati, S. (2015). Pengembangan Media Inkuiri Terbimbing untuk
Pembelajaran Flipbook Fisika untuk Meningkatkan Minat dan
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Pemahaman Siswa. Jurnal
Didik. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fisika Indonesia, 58–62.
Fisika, 4(2), 49-54. Yulaika, N. F., Harti, & Sakti, N. C.
Prastowo, A. (2015). Panduan Kreatif (2020). Pengembangan bahan ajar
Membuat Bahan Ajar Inovatif: elektronik berbasis flip book untuk
Menciptakan Metode Pembelajaran meningkatkan hasil belajar peserta
yang Menarik dan Menyenangkan. didik. Jurnal Pendidikan Ekonomi,
DIVA Press. Manajemen Dan Keuangan, 4(1),
Rasiman. (2014). Efektivitas Resource 67–76.
Based Learning Berbantuan [Link]
Flipbook Maker dalam Pembelajaran p67-76
Matematika SMA. Jurnal Karya
Pendidikan Matematika, 1(2), 34–41.
Riduwan. (2018). Skala Pengukuran
Variabel-variabel Penelitian.

35

Anda mungkin juga menyukai