0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan18 halaman

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19

Makalah ini membahas tentang peran masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19, dengan menjelaskan pengertian Covid-19, gejalanya, dan cara menanggulangi serta mencegah penyebarannya. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan partisipasi masyarakat Indonesia dalam penanganan pencegahan Covid-19."

Diunggah oleh

Aditya Tarigan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan18 halaman

Peran Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19

Makalah ini membahas tentang peran masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19, dengan menjelaskan pengertian Covid-19, gejalanya, dan cara menanggulangi serta mencegah penyebarannya. Selain itu, makalah ini juga menjelaskan partisipasi masyarakat Indonesia dalam penanganan pencegahan Covid-19."

Diunggah oleh

Aditya Tarigan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

Peran Masyarakat Dalam Penanganan


Pencegahan Covid-19

DOSEN PEMBIMBING
Dr. JB. Jurahman, [Link]

DISUSUN OLEH
ADITYA SEPTA ERGUNA TARIGAN / 200218348
UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA
FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
TAHUN AJARAN 2021/2022
Kata Pengantar

Puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena berkat karunianya kami
dapat menyusun makalah ini dengan baik dan selesai tepat pada waktunya. Makalah ini kami
beri judul “Peran Masyarakat Dalam Penanganan Pencegahan Covid-19”.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia dari dosen
pengampu mata pelajaran. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk memberikan
tambahan wawasan bagi kami sebagai penulis dan bagi para pembaca. Khususnya dalam hal
covid 19.

Kami selaku penulis tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr. JB.
Jurahman, [Link] selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia dan Tidak lupa bagi pihak-pihak
lain yang telah mendukung penulisan makalah ini kami juga mengucapkan terima kasih.

Terakhir, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu
kami membutuhkan kritik dan saran yang bisa membangun kemampuan kami, agar
kedepannya bisa menulis makalah dengan lebih baik lagi. Semoga makalah ini bermanfaat
bagi para pembaca, dan bagi kami khususnya sebagai penulis.

ii
2
Daftar Isi

Halaman Judul……………………………………………………………………………i

Kata Pengantar…………………………………………………………………………...ii

Daftar Isi……………………………………………………………………………….…iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah………………………………….………………………….... 1

B. Rumusan Masalah…………………………………………………………….…….... 2

C. Tujuan………………………………………………………………….……….…..... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Covid-19……………………………………………………….………….3

B. Cara Menanggulangi dan Mencegah Covid-19……………………………………….5

C. Partisipasi Masyarakat Indonesia dalam Penanganan Pencegahan Covid-19………...7

BAB III PENUTUP

[Link]………………………………………………………………………….…11

B. Saran…………………………………………………………………………..............11

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Hal terpenting dalam kehidupan manusia adalah kesehatan. Namun yang terjadi di
Indonesia saat ini adalah maraknya penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona
yang mampu mengakibatkan kematian. Virus ini terdeteksi muncul pertama kali di Wuhan
China pada bulan Desember 2019. COVID-19 merupakan virus yang yang menyerang sistem
pernapasan, memberi dampak buruk bagi kesehatan yang disertai dengan gejala yang ringan
maupun yang berat, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) Dan Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS) Adalah gejala berat yang ditimbulkan. virus ini menular
melalui kontak fisik, memakai barang secara bergantian dengan pasien yang positif Covid-19,
tidak memakai masker pada saat berbicara dengan penderita covid-19, dan lain sebagainya.
Virus ini merupakan penyakit yang tidak diprediksi akan terjadi sebelumnya. tanda-tanda
Dan gejala covid-19 yang tergolong berat terjadinya sindrom pernapasan akut, menyebabkan
pneumonia, gagal ginjal, Dan yang paling fatal berakibat kematian, sedangkan gejala
ringanya, demam, bersin,sakit pada tenggorokan Dan lain sebagainya. 31 desember 2019,
WHO China Country Office mengabarkan penemuan kasus pneumonia yang etiologinya
tidak diketahui. 30 januari 2020 WHO menetapkan Public Health Emergency of International
Concem (riani, 2020).

Penyebaran virus ini sangatlah cepat hingga memakan banyak nyawa di berbagai
negara. Awal mulanya, warga Indonesia yang positif terkena virus corona hanya 2 orang,
namun penyebaran virus ini sangat cepat sehingga setiap hari ada orang yang terkena atau
terjangkit virus ini. Hingga pemerintah mengambil keputusan untuk mempersiapkan rumah
sakit daerah sebagai rumah sakit rujukan bagi setiap orang yang terjangkit Covid-19. Akibat
dari maraknya virus corona ini mengakibatkan berbagai hal yang baru hampir dikerjakan dari
rumah, baik sekolah, kuliah, bekerja ataupun aktivitas yang lainnya. Bahkan tempat
beribadah pun sebagian telah ditutup demi mengurangi penyebaran virus corona ini. Berbagai
cara telah dilakukan oleh pemerintah, seperti physical distancing (jaga jarak), lock down,
bahkan di beberapa daerah pun telah diberlakukan PSBB (pembatasan sosial berskala besar).
Namun masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi peraturan tersebut hingga akhirnya
penyebaran virus ini berjalan sangat cepat.
Partisipasi masyarakat menjadi penentu keberhasilan untuk pencegahan penyebaran
wabah virus corona atau Covid-19, itu dikarenakan pemerintah tidak akan bisa menangani
kasus tersebut tanpa ada peran dari masyarakat. keberhasilan di Wuhan untuk bisa bangkit
kembali yang menjadi kunci utama adalah partisipasi masyarakat yang mengikuti imbauan
pemerintah untuk tidak keluar rumah, selain itu juga di Korea Selatan yang bisa menurunkan
jumlah persebaran covid19 secara drastis,padahal pemerintah tidak memberlakukan
lockdown. Fenomena tersebut membuktikan bahwa partisipasi masyarakat untuk mematuhi
aturan yang dibuat pemerintah mampu mencegah penyebaran virus.

Dengan demikian, dibutuhkan pemahaman yang intensif mengenai virus corona serta
cara menanggulanginya agar angka penyebaran tidak semakin meningkat. Mengingat banyak
sekali masyarakat yang masih meremehkan adanya virus corona ini serta belum tersedianya
vaksin yang dapat membantu kesembuhan pasien karena masih dalam pencarian dan
penelitian oleh para ahli. Sehingga perlu untuk dikaji lebih dalam mengenai permasalahan
penanggulangan dan pencegahan Covid-19 ini.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu covid-19 dan gejala dari covid -19?


2. Bagaimana cara menanggulangi dan mencegah Covid-19 yang benar ?
3. Bagaimana partisipasi masyarakat Indonesia dalam penanganan pencegahan covid-
19?

C. Tujuan Masalah

1. Untuk mengetahui pengertian dan gejala dari Covid-19


2. Untuk mengetahui dan memahami cara penanggulangan dan pencegahan Covid-19
yang benar
3. Untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat Indonesia dalam penangan
pencegahan Covid-19

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Covid-19

Covid -19 atau disebut juga dengan virus corona merupakan keluarga besar virus yang
mengakibatkan terjadinya infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang,
seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius,
seperti:

 Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).

 Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV).

 Pneumonia.

SARS yang muncul pada November 2002 silam di Tiongkok menyebar ke beberapa negara
lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia,
Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan
2003 itu telah menjangkiti sebanyak 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya sekitar 774
orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut. 

Sampai saat ini, terdapat tujuh jenis coronavirus (HCoVs) yang telah diidentifikasi, yaitu:

 HCoV-229E.

 HCoV-OC43.

 HCoV-NL63.

 HCoV-HKU1.

 SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).

 MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).


 COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menjadi penyebab wabah
pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 dan menyebar ke negara
lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus covid 19
dari Maret 2020 lalu).
Penjebab infeksi Coronavirus  

Infeksi coronavirus disebabkan oleh virus corona itu sendiri. Kebanyakan virus corona
menyebar seperti virus lain pada umumnya, melalui: 

 Percikan air liur pengidap (batuk dan bersin).

 Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.

 Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan
air liur pengidap virus corona. 

 Tinja atau feses (jarang terjadi),

Khusus untuk COVID-19, masa inkubasi belum diketahui secara pasti. Namun, rata-rata
gejala timbul antara 2–14 hari setelah virus pertama masuk ke dalam tubuh. Sementara itu,
metode transmisi COVID-19 juga belum diketahui dengan pasti. Awalnya, virus corona jenis
COVID-19 diduga bersumber dari hewan. Virus corona COVID-19 merupakan virus yang
beredar pada beberapa hewan, termasuk unta, kucing, dan kelelawar. 

Sebenarnya, virus ini jarang sekali berevolusi dan menginfeksi manusia atau menyebar ke
individu lainnya. Namun, kasus di Tiongkok kini menjadi bukti nyata kalau virus ini bisa
menyebar dari hewan ke manusia. Bahkan, kini penularannya bisa dari manusia ke manusia. 

Faktor Risiko Infeksi Coronavirus  

Siapa saja dapat terinfeksi virus corona. Akan tetapi, bayi dan anak kecil serta orang
dengan kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap serangan virus ini. Selain itu,
kondisi musim juga mungkin berpengaruh. Contohnya, di Amerika Serikat, infeksi virus
corona lebih umum terjadi pada musim gugur dan musim dingin. Lalu, seseorang yang
tinggal atau berkunjung ke daerah atau negara yang rawan virus corona juga berisiko
terserang penyakit ini. Misalnya, berkunjung ke Tiongkok, khususnya kota Wuhan, yang
pernah menjadi wabah COVID-19 yang bermulai pada Desember 2019.

4
B. Cara Menanggulangi dan Mencegah Covid-19

Ada banyak bukti yang menunjukkan jika SARS-CoV-2, atau COVID-19, dapat
menular dengan mudah ke banyak orang. Penyakit ini menyebabkan mengancam nyawa
beberapa orang. Selain itu, virus corona juga dapat bertahan beberapa saat di udara dan lebih
lama lagi, ketika menempel di permukaan suatu benda. Risiko untuk terpapar lebih tinggi saat
menyentuh benda tersebut, setelah itu menyentuh mulut, hidung, atau mata. 

a. Cara Mencegah Covid 19

Diketahui juga jika virus corona berkembang biak lebih cepat di dalam tubuh,
meskipun tidak menimbulkan gejala apa pun. Potensi untuk menularkan banyak orang karena
merasa diri lebih sehat,lebih tinggi dibandingkan seseorang dengan gejala. Maka dari itu,
penting untuk mengetahui cara yang paling tepat sebagai pencegahan dari COVID-19.
Dengan metode 5M adalah gagasan pemerintah untuk menekan kenaikan angka dari COVID-
19, antara lain:

1. Menggunakan Masker

Cara pencegahan COVID-19 yang paling efektif untuk dilakukan adalah dengan


menggunakan masker. Alat ini harus digunakan terutama saat berada di tempat umum atau
berinteraksi dengan orang lain. Penutupan pada mulut dan hidung ampuh untuk menurunkan
risiko penyebaran virus corona dengan memblokir tetesan air liur, agar tidak masuk ke tubuh.
Sebaran dari udara juga dapat terjadi, sehingga perlu digunakan saat kamu berada di dalam
ruangan, terutama yang ber-AC.

2. Mencuci Tangan secara Rutin

Kita juga dapat mencegah risiko terserang COVID-19 dengan mencuci tangan secara rutin.
Cobalah untuk lebih sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik setelah
melakukan beberapa aktivitas, seperti menyentuh suatu benda, memegang bagian depan
masker, hingga menyentuh hewan. Kita juga perlu mencuci tangan sebelum makan dan juga
menyentuh wajah. Jika air dan sabun tidak memungkinkan, gunakan hand sanitizer dengan
kandungan minimal 60 persen alkohol.

5
3. Menjaga Jarak

5M lainnya yang harus dilakukan untuk pencegahan COVID-19, yaitu menjaga jarak. Saat
berada di luar rumah, pastikan untuk menjauhkan diri sekitar 1–2 meter. Pastikan untuk
selalu ingat jika beberapa orang tidak memiliki gejala, meski telah terserang virus corona.
Selain itu, hindari juga ruangan tertutup dan lebih banyak aktivitas di ruangan terbuka yang
menyediakan udara segar.

4. Menjauhi Kerumunan

Saat berada di keramaian atau kerumunan, risiko untuk tertular COVID-19 menjadi lebih
tinggi. Jika ingin melakukan interaksi dengan beberapa orang, pastikan berada di luar
ruangan, menggunakan masker, dan tidak lebih dari 5 orang. Intensitas dan jumlah orang
sangat berpengaruh terhadap tingkat risiko yang dapat terjadi.

5. Mengurangi Mobilitas

Setiap orang harus benar-benar menanamkan pemahaman jika keperluannya tidak terlalu
mendesak, ada baiknya untuk tetap di rumah. Meskipun merasa sehat, belum tentu saat
berada di rumah tetap dalam keadaan yang sama atau menyebarkan virusnya pada keluarga di
rumah. Tingkatkan perhatian terlebih lagi jika terdapat orang tua atau anak-anak di rumah
yang masih rentan terhadap COVID-19.

b. Cara Menanggulangi Covid-19

cara pengobatan covid 19 Tak ada perawatan khusus untuk mengatasi infeksi virus corona.
Umumnya, pengidap akan pulih dengan sendirinya. Namun, ada beberapa upaya yang bisa
dilakukan untuk meredakan gejala infeksi virus corona. Contohnya:

 Minum obat yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan batuk.
Namun, jangan berikan aspirin pada anak-anak. Selain itu, jangan berikan obat batuk
pada anak di bawah empat tahun.
 Gunakan pelembap ruangan atau mandi air panas untuk membantu meredakan sakit
tenggorokan dan batuk.
 Perbanyak istirahat.
 Perbanyak asupan cairan tubuh.

6
Jika merasa khawatir dengan gejala yang dialami, segeralah hubungi penyedia layanan
kesehatan [Link] untuk virus corona yang menyebabkan penyakit serius,
seperti SARS, MERS, atau infeksi COVID-19, penanganannya akan disesuaikan dengan
penyakit yang diidap dan kondisi pasien. 

Bila pasien mengidap infeksi novel coronavirus, dokter akan merujuk ke RS Rujukan
yang telah ditunjuk oleh Dinkes (Dinas Kesehatan) setempat. Bila tidak bisa dirujuk karena
beberapa alasan, dokter akan melakukan:

 Isolasi;
 Serial foto toraks sesuai indikasi;
 Terapi simptomatik;
 Terapi cairan;
 Ventilator mekanik (bila gagal napas);
 Bila ada disertai infeksi bakteri, dapat diberikan antibiotik.

C. Partisipasi Masyarakat Indonesia dalam Penanganan Pencegahan Covid-19

a. Patuh Social-Physical Distancing, Self-Quarantine dan Self-Isolation

Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama untuk pencegahan penyebaran wabah


Covid-19. Pemerintah menganjurkan masyarakat untuk menerapkan social distancing
(pembatasan sosial) dan physical distancing (pembatasan fisik) guna memotong rantai
penyebaran virus tersebut. Sebagian masyarakat secara sadar dan kritis mengikuti mekanisme
pembatasan sosial, tetapi sebagian lagi belum berpartisipasi. Pelaksanaan kebijakan
pemerintah sebagaimana telah diatur dalam UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit
Menular, mensyaratkan keterlibatan masyarakat secara aktif, seperti: masyarakat patuh
terhadap imbauan agar tetap di rumah, ikut serta dalam aktivitas pencegahan penyebaran di
lingkungan masing-masing dan ikut memberi sumbangan materi maupun tenaga sukarela.
Tanpa partisipasi masyarakat, tujuan pelaksanaan kebijakan tersebut tidak akan tercapai
dengan baik.

7
Partisipasi masyarakat dalam penanganan Covid-19 mempunyai peran yang sangat
penting, masyarakat dapat berperan bukan saja sebagai objek tetapi juga sebagai subjek
penanganan Covid-19. Karena itu, masyarakat dengan kesadaran sendiri melakukan social
distancing/physical distancing, self-quarantine dan self-isolation. Partisipasi dalam hal ini
perlu dibedakan dengan mobilisasi yang mengandung unsur paksaan/ keharusan, baik oleh
pemerintah/ penguasa ataupun oleh pihak lain yang memiliki kekuatan [Link] karena itu
masyarakat harus mengerti apa itu social distancing/physical distancing, self-quarantine dan
self-isolation.

 social distancing/physical distancing

Social distancing adalah langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona
dengan membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain. Kini,
istilah social distancing sudah diganti dengan physical distancing oleh pemerintah. Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) telah mulai menggunakan istilah physical distancing atau jarak fisik
sebagai cara untuk menghindari penyebaran Covid-19 lebih luas.

Langkah ini tidak berarti bahwa secara sosial, seseorang harus memutuskan
hubungan dan komunikasi dengan orang yang dicintai atau dari keluarganya. Menurut ahli
epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove, "Saat ini, berkat teknologi yang telah maju, kita
dapat tetap terhubung dengan berbagai cara tanpa benar-benar berada dalam ruangan yang
sama dengan orang-orang lain secara fisik, WHO mengubah istilah dengan jarak fisik atau
physical distancing secara sengaja karena ingin agar orang-orang tetap terhubung”.

 self-quarantine dan self-isolation.

Selain social distancing, ada pula istilah lain yang berkaitan 15 dengan upaya
pencegahan infeksi Covid-19, yaitu self-quarantine dan self-isolation. Self-quarantine
ditujukan kepada orang yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19, misalnya pernah kontak
dengan penderita Covid-19, tetapi belum menunjukkan gejala. Orang yang menjalani self-
quarantine harus mengarantinakan diri sendiri dengan tetap berada di rumah selama 14 hari.

Sedangkan Self-isolation diberlakukan pada orang yang sudah terbukti positif


menderita penyakit Covid-19. Biasanya, self-isolation merupakan upaya penanganan
alternatif

8
ketika rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien Covid-19. Dalam prosesnya,
penderita Covid-19 harus mengisolasi dirinya sendiri di ruangan atau kamar khusus di rumah
dan tidak diperkenankan keluar agar tidak menularkan virus Corona kepada orang lain.

[Link] Materi dan Tenaga

Sebagai wujud turut berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran wabah virus
Covid-19, berbagai elemen masyarakat ikut menyumbangkan Alat Pelindung Diri (APD)
kepada tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat umum. Wujud lain dari
partisipasi masyarakat adalah keterlibatan warga di kompleks perumahan maupun RT/RW.
Mereka melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri di lingkungannya.

Di sisi lain, gerakan masyarakat dalam penanganan Covid-19 tidak hanya materi
tetapi inisiatif dan inovasi dari masyarakat juga harus dapat dimanfaatkan oleh pemerintah
agar penanganan Covid-19 sejalan dengan kebijakan yang diterapkan dan masyarakat
semakin sadar dan disiplin terhadap kebijakan tersebut.

Untuk itu, partisipasi aktif masyarakat perlu diperkuat dan dikoordinir sehingga
menciptakan kerja sama antara pemerintah terutama Gugus Tugas Covid-19 dengan seluruh
elemen masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Berikut adalah 3 langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat partisipasi masyarakat.

1. Memperkuat narasi solidaritas sosial, gotong royong, dan empati masyarakat

Narasi solidaritas sosial, gotong royong, dan empati harus terus digaungkan oleh pemerintah
dan seluruh lapisan masyarakat. Narasi tersebut dapat dilakukan melalui praktik baik yang
dilakukan oleh masyarakat dalam penanganan [Link] juga dapat bekerja sama
dengan akademi, para ahli, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi terkait penanganan
Covid-19.

2. Membangun ruang untuk mengelola partisipasi masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah.

Idealnya partisipasi aktif masyarakat harus bersinergi dengan kebijakan pemerintah. Untuk
itu, pemerintah perlu membangun ruang dan menyediakan mekanisme untuk mengelola
partisipasi

9
masyarakat, baik di tingkat pusat maupun daerah. Contohnya adalah merekrut relawan untuk
tenaga medis, penjaga ODP dan PDP, serta menjadi motivator bagi kelompok beresiko.

3. Penguatan Jejaring Struktur

Penguatan jejaring struktur merupakan gabungan struktur terkecil pemerintahan, seperti RT,
RW, dukuh, dusun, atau kampung yang bertujuan untuk memperkuat program Desa Siaga
[Link] penguatan jejaring struktur ini, informasi terkait pencegahan Covid-19
dapat tersampaikan kepada individu, keluarga, masyarakat dan struktur sosial di masyarakat
(seperti LSM dan Ormas). Selain itu, penguatan jejaring struktur ini dapat menjadi jembatan
antara masyarakat dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

10
BAB III

PENUTUP

[Link]

Partisipasi bisa dihasilkan melalui proses pemaksaan, namun pada akhirnya akan
menghilangkan arti partisipasi itu sendiri. Partisipasi masyarakat yang baik dalam
penanganan penyebaran Covid-19 tentu dilakukan dengan sukarela, karena merasa masing-
masing individu mempunyai tanggung jawab untuk kepentingan bersama.

B. Saran

Kami sebagai penyusun makalah juga akan memberikan saran kepada para pembaca,
agar memperbanyak pengetahuan dan mencari informasi informasi terkait dengan Covid-19.
Hal ini bertujuan untuk mencegah anda dari terpaparnya virus corona dan mengurangi
penyebarannya.
Daftar Pustaka

“Covid-19 Coronavirus Pandemic”, https:// [Link]/ coronavirus/, diakses


22 April 2020.

“Kunci Keberhasilan Korea Selatan Turunkan Jumlah Kasus Virus Corona Tanpa Terapkan
Lockdown”, 16 Maret 2020, https:// [Link]/ internasional/2020/03/16/ kunci-
keberhasilan-koreaselatan-turunkan-jumlahkasus-virus-corona-tanpaterapkan-lockdown?, diakses
15 April 2020.

“Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah


virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit akibat infeksi virus ini disebut COVID-
19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru
yang berat, hingga kematian”,  5 November 2021, [Link]

Anda mungkin juga menyukai