0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan27 halaman

Buku Panduan Audit Internal

Buku ini membahas tentang hak cipta di Indonesia berdasarkan UU No. 28 Tahun 2014. UU ini mengatur bahwa hak cipta adalah hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan ekonomi, tetapi juga memuat pembatasan pelindungan hak cipta untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan penyampaian informasi berita. Pelanggaran hak cipta dapat dikenakan sanksi pidana penjara dan denda.

Diunggah oleh

Meyland Chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
248 tayangan27 halaman

Buku Panduan Audit Internal

Buku ini membahas tentang hak cipta di Indonesia berdasarkan UU No. 28 Tahun 2014. UU ini mengatur bahwa hak cipta adalah hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan ekonomi, tetapi juga memuat pembatasan pelindungan hak cipta untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan penyampaian informasi berita. Pelanggaran hak cipta dapat dikenakan sanksi pidana penjara dan denda.

Diunggah oleh

Meyland Chan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BOOK CHAPTER

INTERNAL AUDIT
UU No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta
Fungsi dan sifat hak cipta Pasal 4
Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf
a merupakan hak eksklusif yang terdiri atas hak moral
dan hak ekonomi.
Pembatasan Pelindungan Pasal 26
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23,
Pasal 24, dan Pasal 25 tidak berlaku terhadap:
i Penggunaan kutipan singkat Ciptaan dan/atau
produk Hak Terkait untuk pelaporan peristiwa
aktual yang ditujukan hanya untuk keperluan
penyediaan informasi aktual;
ii Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait
hanya untuk kepentingan penelitian ilmu
pengetahuan;
iii Penggandaan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait
hanya untuk keperluan pengajaran, kecuali
pertunjukan dan Fonogram yang telah dilakukan
Pengumuman sebagai bahan ajar; dan
iv Penggunaan untuk kepentingan pendidikan dan
pengembangan ilmu pengetahuan yang
memungkinkan suatu Ciptaan dan/atau produk Hak
Terkait dapat digunakan tanpa izin Pelaku
Pertunjukan, Produser Fonogram, atau Lembaga
Penyiaran.

Sanksi Pelanggaran Pasal 113


1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan
pelanggaran hak ekonomi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 9 ayat (1) huruf i untuk Penggunaan
Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara
paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda
paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).
2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa
izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan
pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf c, huruf d,
huruf f, dan/atau huruf h untuk Penggunaan
Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara
paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda
paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah).
INTERNAL AUDIT
Dr. Desak Nyoman Sri Werastuti, SE., [Link]., Ak., CA.
Dr. Nur Hayati., MSA., QIA., CfrA., CRP., Ak
Nurhidayah, [Link]., [Link]
Medina Almunawwaroh, [Link]., [Link]., CRA., CRP.
Darmawati, SE., M. Ak
Aditya Hermawan, SE, Ak, MSA
Wa Ode Irma Sari, [Link]., M.S.A.
Dr. (Cand) Aditya Wardhana, S.E., M.M., [Link]
Ika Kartikasari, S.E.
Ernie Soedarwati, S.E., [Link]
Muhammad Yusran, [Link]., [Link]., [Link]
Fina Diana, SE. Ak.,[Link]

Editor:
Syaiful Bahri, SE., [Link]., Akt., ACPA., CRA.

Penerbit

CV. MEDIA SAINS INDONESIA


Melong Asih Regency B40 - Cijerah
Kota Bandung - Jawa Barat
[Link]

Anggota IKAPI
No. 370/JBA/2020
INTERNAL AUDIT

Dr. Desak Nyoman Sri Werastuti, SE., [Link]., Ak., CA.


Dr. Nur Hayati., MSA., QIA., CfrA., CRP., Ak
Nurhidayah, [Link]., [Link]
Medina Almunawwaroh, [Link]., [Link]., CRA., CRP.
Darmawati, SE., M. Ak
Aditya Hermawan, SE, Ak, MSA
Wa Ode Irma Sari, [Link]., M.S.A.
Dr. (Cand) Aditya Wardhana, S.E., M.M., [Link]
Ika Kartikasari, S.E.
Ernie Soedarwati, S.E., [Link]
Muhammad Yusran, [Link]., [Link]., [Link]
Fina Diana, SE. Ak.,[Link]
Editor :
Syaiful Bahri, SE., [Link]., Akt., ACPA., CRA.

Tata Letak :
Dimas Haikal Hafidhien
Desain Cover :
Rintho R. Rerung
Ukuran :
A5 Unesco: 15,5 x 23 cm
Halaman :
vii, 205
ISBN :
978-623-362-385-8
Terbit Pada :
Februari 2022

Hak Cipta 2022 @ Media Sains Indonesia dan Penulis

Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang keras menerjemahkan,


memfotokopi, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
tanpa izin tertulis dari Penerbit atau Penulis.

PENERBIT MEDIA SAINS INDONESIA


(CV. MEDIA SAINS INDONESIA)
Melong Asih Regency B40 - Cijerah
Kota Bandung - Jawa Barat
[Link]
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha


Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga
buku kolaborasi dalam bentuk book chapter dapat
dipublikasikan dan dapat sampai di hadapan pembaca.
Book chapter ini disusun oleh sejumlah akademisi dan
praktisi sesuai dengan kepakarannya masing-masing.
Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi
positif dalam ilmu pengetahuan khususnya terkait
dengan Internal Audit.
Sistematika buku Internal Audit ini mengacu pada
pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Buku
ini terdiri atas 12 bab yang dibahas secara rinci,
diantaranya: Konsep Dasar Internal Audit, Standar
Praktik Dan Kodek Etik Internal Audit, Pengendalian
Internal Dan Manajemen Risiko, Penentuan
(Perencanaan) Penilaian Risiko, Perencanaan Audit,
Pelaksanaan Penugasan Audit, Pekerjaan Lapangan (Field
Work), Audit Program, Temuan Audit (Audit Finding),
Kertas Kerja, Quality Assurance, Dan Laporan Audit.
Kami menyadari bahwa tulisan ini jauh dari
kesempurnaan dan masih terdapat banyak kekurangan,
sejatinya kesempurnaan itu hanya milik Yang Kuasa. Oleh
sebab itu, kami tentu menerima masukan dan saran dari
pembaca demi penyempurnaan lebih lanjut.
Akhirnya kami mengucapkan terima kasih yang tak
terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung
dalam proses penyusunan dan penerbitan buku ini,
secara khusus kepada Penerbit Media Sains Indonesia
sebagai inisiator book chapter ini. Semoga buku ini dapat
bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Bandung, 15 Desember 2021
Editor

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
1 KONSEP DASAR INTERNAL AUDIT 1
Pengertian........................................................................................1
Fungsi dan Peranan Internal Audit..................................3
Wewenang dan Tanggung Jawab Internal Auditor. . .4
Tahap-Tahap Auditor.............................................................7
Skeptisisme Profesional Auditor Internal........................8
Pentingnya Skeptisisme Profesional Auditor
Internal.........................................................................................9
Independensi Auditor..............................................................12
Keahlian Profesional............................................................15
Pengalaman Auditor.............................................................17
2 STANDAR PRAKTIK DAN KODEK ETIK INTERNAL
AUDIT 21
Standar Atribut.......................................................................22
Standar Kinerja.......................................................................24
Judul dan Klasifikasi Standar Perikatan Audit
(“SPA”)............................................................................................... 30
Standar Implementasi.........................................................33
Kepatuhan Terhadap Kode Etik......................................34
3 PENGENDALIAN INTERNAL DAN MANAJEMEN
RISIKO 39
Pengendalian Internal.........................................................39
Pengertian Pengendalian Internal.....................................39
Tujuan Pengendalian Internal.........................................41

ii
Komponen Pengendalian Internal.................................42
Efektivitas Pengendalian Internal..................................49
Keterbatasan Pengendalian Internal.............................49
Manajemen Risiko.................................................................50
Pengertian Manajemen Risiko.........................................50
Tujuan dan Manfaat Manajemen Risiko......................51
Jenis-Jenis Risiko...............................................................52
Unsur dan Proses Manajemen Risiko...........................53
4 PENENTUAN PENILAIAN RISIKO 57
Identifikasi Risiko..................................................................59
Analisis Risiko.........................................................................64
Evaluasi Risiko........................................................................70
5 PERENCANAAN AUDIT 75
Pendahuluan............................................................................75
Pengertian.....................................................................................76
Tahapan Perencanaan Audit Internal...........................79
Menentukan Dan Memahami Ruang Lingkup
Audit............................................................................................80
Meninjau Standar Yang Berlaku.....................................81
Menyiapkan Model Proses....................................................81
Meninjau Dokumen Yang Berlaku.................................83
Meninjau Hasil Audit Sebelumnya.................................85
Membuat Daftar Periksa Yang Efektif..........................85
Melakukan Petemuan Pra Audit.....................................86
Ringkasan Tahap Perencanaan Audit..........................86
Langkah–Langkah Audit Internal...................................87
6 PENUGASAN AUDIT INTERNAL 93

iii
Pendahuluan............................................................................93
Evaluasi Integritas Manajemen.......................................95
Identifikasi Kondisi Khusus Dan Resiko Tidak
Biasa............................................................................................ 98
Kemampuan Memenuhi Standar Auditing..............101
Surat Penugasan Audit Internal...................................104
7 PEKERJAAN LAPANGAN (FIELD WORK) 107
Pengertian..................................................................................107
Tujuan Field Work (Pekerjaan Lapangan)..................108
Strategi Dalam Pekerjaan Lapangan..........................109
Skill Yang Dibutuhkan Dalam Pekerjaan
Lapangan Audit...................................................................111
Bagian-Bagian Pekerjaan Lapangan...........................118
Pengukuran Kinerja...........................................................119
8 AUDIT PROGRAM 123
Pengertian..................................................................................123
Tujuan Audit Program......................................................125
Jenis-Jenis Audit Program..........................................126
Prinsip-Prinsip Audit Program.........................................126
Pengembangan Audit Program.........................................130
Keuntungan dan Kerugian Audit Program..............132
Kerugian Program Audit......................................................133
9 TEMUAN AUDIT 139
Pengertian..................................................................................139
Sifat Temuan Audit............................................................139
Standar....................................................................................140
Saran–Saran Perbaikan....................................................142

iv
Temuan–Temuan Audit Yang Dapat Dilaporkan .142
Pendekatan Untuk Mengonstruksi Temuan..........143
Menambah Nilai...................................................................144
Tingkat Signifikansi...........................................................144
Elemen-Elemen Temuan Audit.....................................146
Pembahasan Temuan Audit...........................................149
Pencatatan Temuan Audit...............................................149
Tindak Lanjut.......................................................................151
Kecukupan Tindakan Perbaikan..................................153
Kewenangan Dan Status Audit.....................................153
10 KERTAS KERJA 157
Pengertian.................................................................................. 157
Fungsi Kertas Kerja............................................................158
Manfaat Kertas Kerja.........................................................159
Susunan Kertas Kerja Yang Logis................................159
Kertas Kerja Elektronik....................................................160
Karakteristik Kertas Kerja Audit..................................160
Jenis dan Bentuk Kertas Kerja Audit.........................162
Review Kertas Kerja Audit.................................................163
Standar Kertas Kerja.........................................................165
Penyimpanan Kertas Kerja.............................................167
Kepemilikan Kertas Kerja................................................168
Tiga Elemen Kertas Kerja................................................169
Ringkasan...............................................................................170
11 QUALITY ASSURANCE 173
Pendahuluan.........................................................................173
Quality Assurance...............................................................174

v
Supervisi.................................................................................177
Standar Audit........................................................................180
Struktur Standar Audit ISA............................................181
Standar Pengendalian Mutu...........................................182
Unsur Pengendalian Mutu..............................................183
Manual Penjaminan Mutu (Framework)..................185
Manajer Penjaminan Mutu.............................................187
Keterbatasan Pengendalian Internal..........................188
12 LAPORAN AUDIT 191
Pengertian.................................................................................. 191
Fungsi Laporan Audit.......................................................192
Standar Audit........................................................................193
Hakekat Dan Kebutuhan Terhadap Laporan
Audit.........................................................................................194
Tahapan Dalam Membuat Laporan Audit................195
Tipe-Tipe Laporan Audit.....................................................197
Batasan Laporan Audit.....................................................201
Manfaat Menggunakan Laporan Audit......................202
Materialitas Mempengaruhi Laporan Audit............203

vi
8
AUDIT PROGRAM

Dr. (Cand) Aditya Wardhana, S.E., M.M., [Link]


Universitas Telkom

Pengertian

Audit program merupakan seperangkat pedoman yang


harus diikuti oleh auditor dan anggota timnya untuk
pelaksanaan audit yang tepat. Setelah menyiapkan
rencana audit, auditor mengalokasikan pekerjaan dan
menyiapkan program yang berisi informasi rinci tentang
berbagai langkah dan prosedur audit yang menjadi
pedoman dalam proses audit (Almy., Glodemans., Jacobs.,
Denne, 2006). Audit program adalah daftar langkah-
langkah pemeriksaan dan verifikasi yang akan diterapkan
sedemikian rupa sehingga keterkaitan satu langkah
dengan langkah lainnya ditunjukkan dan dirancang
dengan jelas, dengan tetap memperhatikan standar audit
guna memberikan laporan pertanggungjawaban hasil
audit kepada pihak yang berwenang atau klien
(Andersson, Arfwidsson, Bergstrand, Thollander, 2017).
Audit program terdiri dari serangkaian prosedur
verifikasi yang diterapkan pada laporan keuangan dan
akun-akun suatu perusahaan tertentu dengan tujuan
memperoleh bukti yang cukup untuk memungkinkan
auditor menyatakan opini yang diinformasikan atas
laporan tersebut (Dehmer, Kevin., Forney, Glenn, 2020;
Novianty, 2020; Boynton dan Johnson, 2006). Audit
program adalah
1
AUDIT

rencana rinci penerapan prosedur audit dalam keadaan


tertentu dengan instruksi untuk teknik yang tepat yang
akan diadopsi untuk mencapai tujuan audit (Deputi
Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah,
2018). Audit program adalah rencana kerja terperinci yang
disiapkan oleh auditor untuk pengawasan dan
pengendalian sebelum benar-benar memulai audit (Hery,
2017). Oleh karena itu, audit program adalah rencana
sistematis, terperinci dan tertulis tentang teknik audit
yang akan diterapkan, yang menjadi dasar auditor dan
timnya melanjutkan pekerjaan audit mereka (Messier,
Glover, Prawit ,2014). Tujuan utama penyusunan rencana
audit adalah untuk memelihara hubungan antara
berbagai tugas yang terlibat dalam pekerjaan audit. Audit
program manajemen sumber daya manusia merupakan
rencana dasar bagi tim audit mengenai keseluruhan unit
bisnis dalam ruang lingkup manajemen sumber daya
manusia, standar prosedur dan dokumen dalam
melakukan audit program sumber daya manusia,
pembagian kerja di antara anggota tim auditor, estimasi
waktu penyelesaian audit, relevansi bukti temuan, tingkat
materialitas, toleransi risiko, ukuran kecukupan bukti
temuan, dan program peningkatan akuntabilitas tim
auditor atas pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung
jawab serta kewenangan mereka (Wardhana, 2014).
Audit program keuangan misalnya mencakup berbagai
langkah audit dalam audit program keuangan seperti
penilaian pengendalian keuangan internal, memastikan
ketepatan dan keandalan pembukuan, inspeksi dan
verifikasi berbagai catatan transaksi keuangan, penilaian
aset dan kewajiban, pemeriksaan rekening, penyajian
laporan keuangan, dan penyampaian laporan dan
pengungkapan temuan terkait (Dehmer, Kevin., Forney,
Glenn, 2020; Novianty, 2020; Boynton dan Johnson,
2006).

1
AUDIT

Auditor dapat merevisi audit program jika dianggap perlu


karena keadaan yang berlaku. Auditor menyusun audit
program sesuai dengan ruang lingkup pekerjaannya
terkait dengan pekerjaan esensial dengan standar
minimum yang harus dilakukan. Namun, tidak ada
standar audit program yang berlaku dalam semua situasi.
Lembar kerja audit program mendukung pekerjaan yang
dilakukan oleh auditor untuk memberikan jaminan
bahwa audit telah dilakukan sesuai dengan semua
standar audit program yang berlaku agar pelaksanaan
pekerjaan audit program menjadi tepat (Sukrisno, 2018;
Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan
Daerah, 2018; Hery, 2017).

Tujuan Audit Program

Tujuan dari audit program menurut Sukrisno (2018),


Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan
Daerah (2018), Hery (2017), Almy, Glodemans, Jacobs,
Denne (2006), Boynton dan Johnson (2006) yaitu:
1. Menyiapkan kerangka kerja khusus untuk pekerjaan
audit sehingga memungkinkan untuk menyelesaikan
pekerjaan audit dalam periode yang ditentukan.
2. Pembagian kerja di antara auditor sehingga setiap
auditor menyadari apa yang seharusnya dilakukan.
3. Mengetahui kemajuan pekerjaan yang dilakukan oleh
karyawan.
4. Jika ada karyawan yang keluar selama audit, maka
tugaskan pekerjaan yang sama kepada orang yang
menggantikannya.
5. Menghapus kemungkinan pekerjaan apa pun yang
ditinggalkan.
6. Memperbaiki tanggung jawab karyawan.

1
AUDIT

Jenis-Jenis Audit Program

Jenis-jenis audit program menurut Sukrisno (2018),


Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan
Daerah (2018), Hery (2017), Almy, Glodemans, Jacobs,
Denne (2006), Boynton dan Johnson (2006) yaitu:
1. Program Standar: Program audit berdasarkan format
standar dikenal sebagai audit program standar.
Dokumen ini digunakan secara seragam di semua
audit, dan auditor tidak perlu menyiapkan audit
program terpisah untuk setiap audit. Program
semacam itu juga disebut sebagai program rutin atau
yang telah ditentukan sebelumnya atau yang
direncanakan. Program tersebut dapat dimodifikasi
sesuai untuk mengakomodasi masalah khusus dari
bisnis tertentu.
2. Program yang Dibuat Khusus. Program yang dibuat
khusus adalah program yang disiapkan secara
terpisah untuk setiap organisasi dengan mengingat
sifat bisnis, sifat transaksi, metode akuntansi,
efisiensi pengendalian internal, dan lain sebagainya.
Program semacam itu lebih praktis dan fleksibel
dibandingkan dengan program standar.

Prinsip-Prinsip Audit Program

Prinsip-prinsip audit program dapat diuraikan sebagai


berikut:
1. Program audit harus disesuaikan dengan
karakteristik institusi atau bisnis mengingat tidak
satu pun program audit yang dapat diterapkan secara
generalis atau berlaku umum untuk semua
karakteristik insitusi maupun bisnis. Setiap institusi
atau bisnis memiliki karakteristik tersendiri yang
berbeda dengan karakteristik institusi atau bisnis

1
AUDIT

lainnya. Sebagai contoh setiap karakteristik bisnis


memiliki perbedaan tergantung proses bisnisnya.
Pada perusahaan yang bergerak dalam bisnis
manufaktur/ pabrikasi tentu akan berbeda dengan
perusahaan jasa dan berbeda pula dengan institusi
pelayanan publik. Bisnis bervariasi dalam sifat,
ukuran, dan komposisi sehingga pekerjaan yang
sesuai untuk satu bisnis mungkin tidak sesuai untuk
pekerjaan lain pada bisnis yang lain. Mengingat
variasi yang ada tersebut, maka mengembangkan
satu program audit yang berlaku untuk semua bisnis
dalam semua keadaan tidak dapat dilakukan. Oleh
karena itu, sudah menjadi kebutuhan untuk
menentukan secara rinci dalam program audit seusai
dengan karakteristik bisnisnya (Sukrisno, 2018; Hery,
2017; Almy., Glodemans., Jacobs., Denne, 2006;
Boynton dan Johnson, 2006).
2. Auditor harus memperhatikan sifat, ukuran,
komposisi bisnis, standar pengendalian internal, dan
ruang lingkup pekerjaan yang diberikan. Auditor
harus menyusun standar audit program untuk
mencatat dan melaporkan hal-hal penting yang
menjadi perhatiannya kepada pihak manajemen,
pemilik perusahaan, maupun investor (Deputi Bidang
Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah,
2018; Hery, 2017; Almy., Glodemans., Jacobs.,
Denne, 2006; Boynton dan Johnson, 2006).
3. Audit program harus dilaksanakan secara berkala
untuk menilai apakah hal yang sama terus menjadi
temuan audit dalam rangka perbaikan yang
berkesinambungan (continuous improvement). Setiap
perubahan dalam kebijakan bisnis klien
memungkinkan untuk diketahui implementasinya
dan dampaknya pada konsekuensi hukum sehingga
menjadi esensi diperlukannya pekerjaan audit

1
AUDIT

program. Utilitas audit program dapat dipertahankan


dan ditingkatkan hanya dengan menjaga program
serta operasi klien dan pengendalian internal dengan
tinjauan berkala sehingga kekurangan atau kelebihan
program dapat dihilangkan (Deputi Bidang
Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah,
2018; Hery, 2017; Almy., Glodemans., Jacobs.,
Denne, 2006; Boynton dan Johnson (2006).
4. Tetap dalam ruang lingkup dan batasan penugasan
(Sukrisno, 2018; Boynton dan Johnson, 2006).
5. Menentukan bukti yang cukup tersedia dan
mengidentifikasi bukti terbaik untuk memperoleh
kepuasan yang diperlukan. Bukti adalah dasar yang
sangat untuk perumusan opini dan audit program
dirancang untuk menyediakannya dengan
menetapkan prosedur dan metode terkait dengan
bukti terbaik untuk menguji keakuratan pernyataan
apa pun adalah masalah pengetahuan dan
pengalaman ahli. Ini adalah tugas utama sebelum
auditor menyusun audit program. Penjualan
dibuktikan dengan tagihan yang diajukan, daftar
harga, meneruskan catatan ke klien, catatan masalah
inventaris, dokumen verifikasi manajer penjualan
kepada bagian persediaan, pengakuan penerimaan
barang oleh pelanggan, dan pengumpulan uang
terhadap penjualan (Sukrisno, 2018).
6. Terapkan hanya langkah-langkah dan prosedur yang
berguna dalam mencapai tujuan verifikasi dalam
situasi tertentu. Aktifitas bisnis bervariasi dalam sifat
dan dampaknya serta prosedur yang akan ditentukan
tergantung pada pengetahuan sebelumnya tentang
bukti verifikasi apa yang tersedia secara wajar
sehubungan dengan setiap aktifitas bisnis tersebut
(Hery, 2017).

1
AUDIT

7. Pertimbangkan semua kemungkinan kesalahan.


Auditor harus mempertimbangkan semua
kemungkinan kesalahan yang mungkin terjadi dari
setiap aktifitas bisnis dengan mengambil bukti dari
berbagai bidang seperti (a) pemeriksaan dokumen, (b)
pemeriksaan fisik, (c) pernyataan dan penjelasan dari
persons in charge atau pihak-pihak yang berwenang
seperti manajemen, pejabat struktural, dan
karyawan, (d) pernyataan dan penjelasan dari pihak
ketiga yang terkait dengan aktifitas bisnis tersebut,
(e) perhitungan aritmatika oleh auditor, (f) status
pengendalian internal dan pemeriksaan internal, (g)
keterkaitan berbagai data, (h) perwakilan kantor
cabang, anak perusahaan, dan catatan memorandum,
(i) notulen rapat, (j) tindak lanjut dari keputusan
direksi, notulen rapat, maupun regulasi terkait yang
dilaksanakan oleh klien (Deputi Bidang Pengawasan
Penyelenggaraan Keuangan Daerah, 2018).
8. Mengkoordinasikan prosedur yang akan diterapkan
pada item-item terkait pemeriksaan audit program.
Auditor harus memberikan bobot yang sesuai pada
setiap bukti dan karenanya harus menetapkan
prioritas verifikasi. Dalam semua kasus, satu
prosedur mungkin tidak memberikan kepuasan
tertinggi dan mungkin berbahaya bagi auditor untuk
mengabaikan bukti yang tersedia. Auditor harus
mengetahui apa yang biasanya harus tersedia dalam
konteks aktifitas bisnis dengan memperhatikan
situasi dan penggunaannya (Sukrisno, 2018; Hery,
2017)

1
AUDIT

Gambar 8.1. Prinsip-Prinsip Audit Program

Sumber: Disarikan dari Berbagai Sumber, 2021

Pengembangan Audit Program

Pengembangan audit program menurut Novianty (2020),


Sukrisno (2018), Hery (2017), Rahayu, Suhayati (2010),
Almy, Glodemans, Jacobs, Denne (2006) dapat diuraikan
sebagai berikut:
1. Perencanaan Audit Program. Auditor harus
menyiapkan rencana audit program secara tertulis
yang menguraikan prosedur yang diperlukan untuk
mengimplementasikan rencana audit (Mock dan
Wright, 1998).
2. Tujuan Audit dan Instruksi kepada Auditor. Program
juga dapat berisi tujuan audit untuk setiap area dan
harus memiliki rincian yang cukup untuk berfungsi
sebagai seperangkat instruksi kepada auditor yang
terlibat dalam audit dan sebagai sarana untuk
mengontrol pelaksanaan pekerjaan yang tepat.

1
AUDIT

3. Ketergantungan pada Pengendalian Internal. Dalam


mempersiapkan audit program, auditor, yang
memiliki pemahaman tentang sistem, regulasi,
standar dan prosedur yang berlaku serta
pengendalian internal terkait. Auditor dapat
menyimpulkan bahwa mengandalkan pengendalian
internal tertentu adalah cara yang efektif dan efisien
untuk melakukan auditnya. Selain itu, auditor juga
harus mempertimbangkan tenggat waktu dalam
prosedur, koordinasi setiap unit kerja, ketersediaan
anggota tim audit, dan keterlibatan auditor atau
pakar lain (The Isntitute of Internal Auditors, 2017).
4. Waktu Pelaksanaan Audit Program. Auditor biasanya
memiliki fleksibilitas dalam memutuskan kapan
harus melakukan prosedur audit. Namun dalam
beberapa kasus, auditor mungkin tidak memiliki
keleluasaan mengenai waktu ketika diperlukan oleh
manajemen seperti ketika memverifikasi sekuritas
dan saldo kas pada akhir tahun.
5. Pelaksanaan Audit: Perencanaan audit idealnya
dimulai pada akhir audit tahun sebelumnya, dan
bersama dengan program terkait, harus
dipertimbangkan kembali untuk dimodifikasi seiring
berjalannya audit. Pertimbangan tersebut didasarkan
pada penelaahan auditor atas pengendalian internal,
evaluasi pendahuluannya, dan hasil kepatuhan dan
prosedur substantifnya.

1
AUDIT

Gambar 8.2. Pengembangan Audit Program

Sumber: Disarikan dari Berbagai Sumber, 2021

Keuntungan dan Kerugian Audit Program

. Keuntungan dan kerugian audit program menurut Vona


(2008), The Isntitute of Internal Auditors (2017), Sawyer, et al (2012),
Kalbers, dan Fogarty (1995) dapat diuraikan sebagai berikut:
Keuntungan Audit Program

1. Membantu memastikan bahwa semua area penting


dipertimbangkan saat melakukan audit.
2. Membantu auditor dalam mengalokasikan kerja antar
anggota tim sesuai dengan keahlian dan
kompetensinya.

1
AUDIT

3. Meningkatkan akuntabilitas anggota tim audit


terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh mereka.
4. Mengurangi ruang lingkup kesalahpahaman di antara
anggota tim mengenai kinerja pekerjaan audit.
5. Membantu auditor dalam memeriksa status
pekerjaan audit, kemajuannya, berapa banyak yang
tersisa untuk kinerja saat melakukan audit.
6. Menyiapkan kertas kerja pemeriksaan yang berisi
catatan tentang berbagai prosedur pemeriksaan yang
diterapkan sebagai bukti atas tuduhan kelalaian.
7. Memungkinkan auditor untuk menyimpan catatan
informasi yang berguna khususnya untuk audit dan
referensi di masa mendatang.
8. Sebagai pedoman pelaksanaan audit pada tahun
berikutnya.
9. Audit program yang disusun dengan benar berfungsi
sebagai bukti jika ada tuduhan kelalaian yang
diajukan terhadap auditor.

Kerugian Program Audit

1. Tidak ada audit program yang standar yang dapat diterapkan


dalam seluruh kasus setiap entitas tergantung pada
masalahnya sendiri.
2. Mengurangi inisiatif staf yang efisien dan kompeten.
Dengan demikian, anggota staf tidak dapat membuat
perubahan dalam rencana auditdan tidak dapat membuat
saran untuk itu.
3. Menjadi mekanis ketika mengabaikan aspek lain seperti
pengendalian internal.

1
AUDIT

4. Mengabaikan masalah baru sebagai dampak dari perubahan


situasi, kebijakan, dan teknologi yang tidak
dipertimbangkan oleh audit program.
5. Cenderung menjadi kaku dan tidak fleksibel karena
mengikuti alur pekerjaan yang telah ditetapkan.
6. Anggota tim auditor yang tidak efisien yang cenderung
membela kekurangan dalam pekerjaan mereka dengan
alasan bahwa tidak ada regulasi yang mengatur dan tidak
ada instruksi dalam masalah yang terkandung di dalamnya.
7. Audit program yang terlalu ketat dapat mematikan inisiatif
maupun keberanian dalam mengambil keputusan para pihak
yang diaudit sehingga apabila terjadi masalah yang belum
ada aturannya akan cenderung diabaikan.

1
AUDIT

Daftar Pustaka
Almy., Glodemans., Jacobs., Denne. (2006). Review of
Detailed Assessment Audit Program. Arizona: Almy,
Gloudemans, Jacobs, and Denne Property Taxation
and Assessment Consultants
Andersson, Elias., Arfwidsson, Oskar., Bergstrand,
Victor., Thollander, Patrik. (2017). A Study of the
Comparability of Energy Audit Program Evaluations.
Journal of Cleaner Production, 142, 2133-2139.
Boynton, William C., Johnson, Raymond. (2006). Modern
Auditing: Assurance Services and The Integrity of
Financial Reporting. New York: John Wiley & Sons,
Inc.
Dehmer, Kevin., Forney, Glenn. (2020). Financial
Accounting for New Jersey School Districts Charter
Schools and Renaissance School Projects: The Audit
Program 2019-2020. New Jersey: State Of New
Jersey Department of Education Office of School
Finance
Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan
Daerah, (2018). Panduan Praktik Audit Kinerja.
Jakarta: BPKP
Hery. (2017). Auditing dan Asuransi. Grasindo, Jakarta.
Kalbers, Lawrence P., Fogarty, Timothi J. (1995).
Profesionalism and Its Consequences: A Study of
Internal Auditors. Auditing: A Journal of Practice and
Theory, 14, 64-86.
Messier, F. William., Glover, M. Steven, Prawit, F. Douglas.
(2014). Jasa Audit dan Assuransi. Jakarta: Salemba
Empat
Rahayu, Siti Kurnia., Suhayati, Ely. (2010). Auditing:
Konsep Dasar dan Pedoman Pemeriksaan Akuntan
Publik. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Sukrisno, Agoes. (2018). Auditing: Petunjuk Praktis
Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik. Edisi
kedua. Salemba Empat, Jakarta.

1
AUDIT

Mock, Theodore J., Wright, Arnold. (1998). Audit Program


Planning Using a Belief Function Framework.
Proceedings of the 1998 Deloitte & Touche University
of Kansas Symposium on Auditing Problems, 115-
142.
Novianty. (2020). Audit Plan, Audit Program Dan Audit
Prosedur Pada Harta, Utang Dan Modal. Jurnal
Akuntansi, 7(2), 173-189
Sawyer, B. Lawrence, et al. (2012). Internal Auditing
Sawyers. Institute of Internal Auditors. Florida.
The Institute of Internal Auditors. (2017). Developing
Effective Audit Work. Programs. Florida: The
Institute of Internal Auditors, Inc.
Vona, Leonard W. (2008). Fraud Risk Assessment: Building
a Fraud Audit Program. New Jersey: John Wiley &
Sons, Inc.
Wardhana, Aditya. (2014). Manajemen Sumber Daya
Manusia. Bandung: Karya Manunggal Lithomas

1
AUDIT

Profil Penulis
Aditya Wardhana
Penulis merupakan dosen tetap Universitas
Telkom. Penulis menyelesaikan studi Sarjana
Ekonomi (SE) di prodi Manajemen Universitas
Padjadjaran pada tahun 1997. Kemudian, penulis
menyelesaikan studi Magister Sains (MSi) di
prodi
Manajemen Universitas Padjadjaran tahun 2003 dan Magister
Manajemen (MM) di prodi Manajemen Universitas Pasundan
tahun 2012. Saat ini penulis sedang melanjutkan studi Doktor
Ilmu Manajemen di Prodi Manajemen Universitas Pasundan.
Penulis memiliki kepakaran di bidang manajemen sumber daya
manusia, manajemen pemasaran, dan manajemen strategik.
Penulis memiliki pengalaman praktisi pemasaran di Citibank
dan Human Resource Development, ISO Auditor, General Affairs,
dan Logistic di PT Perusahaan Gas Negara Tbk serta sebagai
konsultan di beberapa BUMN seperti Surveyor Indonesia,
Badan Klasifikasi Kapal Indonesia, Pertamina, BNI 46, PTPN
VIII, Biofarma, serta pada Kementerian Koordinator
Perekonomian RI dan Kementerian Perhubungan. Penulis juga
aktif melakukan berbagai penelitian terindeks Scopus dan Sinta
dan menulis lebih dari 75 buku dalam bidang manajemen
sumber daya manusia, pemasaran, keuangan, penganggaran,
strategik, pengantar manajemen, pengantar bisnis, e-commerce,
kewirausahaan, audit, pendidikan, teknologi informasi, sistem
informasi manajemen, model bisnis, hukum bisnis, perilaku
konsumen, perilaku organisasi, bisnis internasional, metode
penelitian, riset pemasaran, etika bisnis, dan bisnis ekspor
impor. Penulis memiliki Sertifikasi Penulis Buku Non-Fiksi dari
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI.

Email Penulis: adityawardhana@[Link]

Anda mungkin juga menyukai