LAPORAN PRAKTIKUM
BIOKIMIA DASAR
KARBOHIDRAT
Disusun oleh :
Muhammad Chaidir Nasution
2207101010139
B-01
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2022/2023
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Karbohidrat adalah salah satu jenis senyawa organik yang paling penting
dalam kehidupan dan berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh manusia dan
hewan. Karbohidrat merupakan sumber energi penting bagi organisme, baik itu
manusia, hewan, maupun tumbuhan. Karbohidrat terdiri dari gula sederhana seperti
glukosa, fruktosa, dan galaktosa, serta molekul yang lebih besar seperti disakarida
(seperti sukrosa dan laktosa) dan polisakarida (seperti selulosa dan glikogen).
Karbohidrat adalah salah satu jenis nutrisi yang paling penting dalam makanan
yang kita konsumsi sehari-hari. Mereka adalah sumber energi utama bagi tubuh kita
dan digunakan untuk menjaga keseimbangan gula darah. Di samping itu, karbohidrat
juga berfungsi sebagai bahan pembangun dan pelindung bagi sel-sel tubuh manusia.
Kita dapat menemukan karbohidrat dalam berbagai macam makanan seperti nasi, roti,
pasta, buah-buahan, sayuran, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pemahaman yang
baik mengenai karbohidrat sangatlah penting dalam menjaga kesehatan dan
kebugaran tubuh.
Pemahaman tentang karbohidrat sangat penting dalam bidang biokimia,
nutrisi, dan kedokteran. Karbohidrat yang tidak termetabolisme dengan benar dapat
menyebabkan penyakit seperti diabetes dan obesitas. Dengan mempelajari
karbohidrat, mahasiswa akan memperoleh pengetahuan yang sangat berguna dalam
mengidentifikasi, mencegah, dan mengobati penyakit yang terkait dengan
metabolisme karbohidrat.
1.2. Tujuan Praktikum
Mahasiswa mampu mengklasifikasikan bahan-bahan yang mengandung
karbohidrat dengan mengamati perubahan warna pada bahan yang diujikan.
BAB II
ISI
2.1 Tinjauan Pustaka
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia dan ditemukan
dalam berbagai jenis makanan seperti nasi, roti, pasta, buah-buahan, sayuran, dan lain
sebagainya. Karbohidrat terdiri dari molekul-molekul gula sederhana seperti glukosa,
fruktosa, dan galaktosa yang disatukan oleh ikatan glikosidik. Karbohidrat juga memiliki
peran penting sebagai bahan pembangun dan pelindung bagi sel-sel tubuh manusia (Nugroho
et al., 2020).
Karbohidrat adalah senyawa organik yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen
dalam perbandingan 1:2:1. Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi manusia dan
hewan, serta merupakan bahan pembentuk dinding sel pada tumbuhan. Salah satu metode uji
karbohidrat adalah uji Benedict, yang digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan glukosa
dan fruktosa. Uji ini berdasarkan pada reaksi redoks antara karbohidrat dengan larutan reagen
Benedict, yang menghasilkan endapan merah bata atau kuning hijau, tergantung pada
konsentrasi karbohidrat yang diuji (Santoso et al., 2019).
Metode uji Benedict pertama kali diperkenalkan oleh Stanley Rossiter Benedict pada
tahun 1909 dan telah banyak digunakan dalam analisis kualitatif karbohidrat. Reagen
Benedict terdiri dari larutan natrium sitrat, natrium karbonat, dan natrium sulfat, serta larutan
tembaga(II) sulfat. Pada kondisi basa, tembaga(II) sulfat berubah menjadi tembaga(II) oksida
dan tembaga(I) ion. Karbohidrat kemudian dioksidasi oleh tembaga(I) ion menjadi asam
karboksilat, menghasilkan endapan tembaga oksida yang berwarna merah bata (konsentrasi
karbohidrat yang tinggi) atau kuning hijau (konsentrasi karbohidrat yang rendah) (Santoso et
al., 2019).
Selain uji Benedict, metode uji lain untuk mengidentifikasi karbohidrat adalah uji
Selliwanoff. Metode ini digunakan khususnya untuk mengidentifikasi keberadaan fruktosa.
Uji Selliwanoff berdasarkan pada reaksi fruktosa dengan asam sulfat pekat, yang
menghasilkan produk antosianin dengan warna merah muda atau merah jambu. Warna merah
muda atau merah jambu tersebut muncul karena adanya interaksi antara gugus hidroksil pada
fruktosa dengan asam sulfat pekat, sehingga terbentuk senyawa antosianin (Fidrianny et al.,
2019).
Meskipun uji Selliwanoff dapat digunakan untuk mengidentifikasi fruktosa, namun uji
ini tidak dapat membedakan fruktosa dengan galaktosa. Oleh karena itu, uji ini biasanya
digunakan sebagai metode pendukung untuk uji lain, seperti uji Barfoed yang dapat
membedakan fruktosa dengan galaktosa berdasarkan waktu munculnya endapan tembaga
oksida (Fidrianny et al., 2019).
Salah satu permasalahan yang sering terjadi terkait dengan karbohidrat adalah
kelebihan konsumsi yang dapat menyebabkan obesitas dan penyakit lainnya. pola makan
yang tinggi karbohidrat tetapi rendah protein dan lemak dapat meningkatkan risiko obesitas
dan penyakit metabolik. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengaturan pola makan yang
seimbang dan sehat dengan mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang tepat (Jayawerdana
et al,. 2020).
Uji iod merupakan salah satu metode uji untuk mengidentifikasi keberadaan
karbohidrat. Metode ini berdasarkan pada reaksi antara karbohidrat dengan larutan Lugol
yang mengandung ion iodin. Karbohidrat yang diuji akan mengalami oksidasi oleh ion iodin
membentuk senyawa kompleks iodoform yang memiliki warna kuning atau coklat. Larutan
Lugol yang digunakan dalam uji iod biasanya terdiri dari kalium iodida dan iodin. Iodin yang
terdapat dalam larutan Lugol memiliki sifat oksidator yang tinggi sehingga dapat bereaksi
dengan senyawa karbohidrat yang mengandung gugus hidroksil. Karbohidrat akan
mengalami oksidasi dan membentuk senyawa kompleks iodoform yang dapat terlihat dengan
warna kuning atau coklat (Ramadhan et al., 2019).
2.2 Cara kerja
1. Alat dan Bahan
Alat :
• Tabung reaksi
• Papan uji porseli
• Penangas air
Bahan :
• Benedict
• Gluksoa, fruktosa, laktosa, maltosa
• Selliwanoff
• Toulen
• Tepung pati
• Dekstrin
• Gum arab
• Agar-agar
• Glikogen
• Kapas
• IOD
2. Prosedur Kerja
a) Uji Benedict
1. Sediakan 3 tabung reaksi dan diisi dengan
Pereaksi Tabung
1 2 3
Benedict 3 mL 3 mL 3 mL
Glukosa 0,1 M 1 mL
Fruktosa 0,1 M 1 mL
Laktosa 0,1 M 1 mL
2. Panaskan semua tabung dalam penangas air mendidih selama 5 menit.
3. Larutan warna hijau, kuning, atau endapan merah bata membuktika adanya
monosakarida atau aldehid (keton) bebas.
b) Uji Selliwanoff
1. Sediakan 4 tabung reaksi
Pereaksi Tabung
1 2 3 4
Benedict 3 mL 3 mL 3 mL 3 mL
Glukosa 0,1 M 10 tetes
Fruktosa 0,1 M 10 tetes
Sukrosa 0,1 M 10 tetes
Maltosa 0,1 M 10 tetes
2. Didihkan tiap tabung selama 3 menit dalam penangas air.
3. Amati perubahan warna. Warna merah atau merah muda menunjukkan
adaya ketosa (gugus keton).
c) Uji Koversi Aldosa menjadi Ketosa dan Sebaliknya
1. Sediakan 6 tabung reaksi
- Tabung A : 0,5 mL (BaOH)2 jenuh + 0,5 mL Fruktosa 0,01 M
- Tabung B : 0,5 mL (BaOH)2 jenuh + 0,5 mL Glukosa 0,01 M
- Tabung C : 0,5 mL (BaOH)2 jenuh + 0,5 mL Laktosa 0,01 M
- Tabung D : 0,5 mL air + 0,5 mL Fruktosa 0,01 M
- Tabung E : 0,5 mL air + 0,5 mL Glukosa 0,01 M
- Tabung F : 0,5 mL air + 0,5 mL Laktosa 0,01 M
2. Kocok setiap tabung dan tambahkan 1 tetes Toulen ke dalamnya.
3. Tutup mulut tabung dengan kapas dan biarkan.
4. Lakukan uji selliwanoff pada tiap tabung.
5. Tabung mana yag menunjukkan konsentrasi terbesar?
d) Uji IOD
1. Masukkan sedikit tepung pati, dekstrin, gum arab, agar-agar dan glikogen
ke dalam lekukan papan uji porselin yang berbeda.
2. Tambahkan 2 tetes larutan IOD encer ke dalam lekukan tersebut.
3. Lihat perubahan warna yang terjadi.
e) Pengendapan Polisakarida
1. Sediakan tabung reaksi
Pereaksi Tabung
1 2 3
Pati 2 mL
Dekstrin 2 mL
Gum arab 2 mL
2. [Link] alkohol 95% berlebih ke dalam masing-masing tabung dan
perhatikan endapan yang terbentuk.
3. Ulangi percobaan dengan Al2(SO4)3 jenuh sebagai pengganti akohol
95%.
2.3 Hasil Pengamatan
1. Tabel Hasil Pengamatan
Prosedur/Cara Kerja Hasil Pengamatan
Uji Benedict • Glukosa menghasilkan warna merah bata yang
paling gelap
• Fruktosa menghasilkan warna merah bata
paling terang
• Laktosa menghasilkan warna merah bata gelap
Uji Selliwanoff • Glukosa menghasilkan warna merah muda
• Fruktosa meghasilka warna merah tua pekat
• Sukrosa → merah
• Maltosa → merah muda/oranye pucat
• Glukosa → oranye pucat
Uji konversi aldosa -
menjadi ketosa da
sebaliknya
Uji IOD • Pati menghasilka warna biru keunguan
• Dekstrin meghasilkan warna merah kecoklatan
• Gum arab meghasilkan warna kekuningan
• Agar-agar menghasilkan warna coklat
Pati = putih
Dekstrin = putih
Gum arab = putih kecoklatan
Agar-agar = coklat muda
Uji Pengendapan • Pati + Alkohol = Ada endapan
Polisakarida • Dekstrin + Alkohol = Ada endapan
• Gum arab + Alkohol = Tidak ada endapan
• Pati/Dekstrin/Gum arab + Al2(SO4)3 = Tidak
ada endapan
2. Gambar Hasil Pengamatan
Uji Selliwanoff Uji Pengendapan Polisakarida 1
Uji Pengendapan Polisakarida 2
Uji Benedict Uji IOD
2.4 Pembahasan
Pada praktikum ini dilakukan 4 percobaan yaitu uji benedict, uji selliwaoff, uji
IOD, dan uji pengendapan polisakarida dengan alkohol dan Al2(SO4)3.
Uji pertama yaitu uji benedict dimana didapatkan ketiga larutan setelah
dipanaskan berubah menjadi warna merah bata dengan tingkatan yang berbeda.
Glukosa menghasilkan perubahan warna menjadi merah bata yang paling gelap
diantara semua bahan, sedangkan fruktosa berubah menjadi merah bata yang paing
terang warnanya. Laktosa berubah warna menjadi merah bata dengan kecerahan
diantara glukosa dan fruktosa. Hasil ini sesuai dengan acuan yang diberikan oleh
laboran.
Uji kedua yaitu uji selliwanoff, pada uji didapatkan hasil glukosa yang
berubah menjadi oranye pucat, fruktosa berubah menjadi merah tua pekat, sukrosa
berubah mejadi merah, dan maltosa menjadi oranye pucat. Uji selliwanoff digunakan
untuk membedakan karbohidrat yang tergolong aldosa dan ketosa. Gula aldosa
mengandung gugus aldehid dan ketosa mengandung gugus keton. Gula ketosa seperti
fruktosa akan menghasilkan warna ceri dan sukrosa yang merupakan gabungan
glukosa dan fruktosa juga akan berubah menjadi merah ceri karena megandung
fruktosa. Sedangka glukosa dan maltosa yang tergolong aldosa akan menghasilkan
hasil negatid dimana tidak akan berubah warna menjadi merah karena tidak
mengandung gugus ketosa namun gugus aldosa.
Uji ketiga yaitu uji IOD didapatkan hasil pati berubah menjadi biru keunguan,
dekstrin menjadi merah kecoklatan, gum arab menjadi kekuningan, dan agar-agar
menjadi berwarna kecoklatan. Berdasarkan hasil pengamatan didapat hasil bahwa
tepung pati dan tepung agar-agar merupakan polisakarida amilosa. Karena prinsip uji
pati yag direaksikan dengan iodin akan berubah menjadi warna biru. Sedangkan
sampel lain seperti tepung gum arab bukan merupakan polisakarida. Dan dekstrin
prinsipnya jika direaksikan dengan iodin akan menghasilkan warna merah anggur.
Uji keempat yaitu uji pengendapan polisakarida dengan alkohol 95% berlebih
dan Al2(SO4)3. Didapat hasil reaksi dengan alkohol yaitu pati dan dekstrin terbentuk
endapan, sedangkan gum arab tidak terbentuk endapan. Pati terbentuk endapan karena
termasuk golongan polisakarida, sedangkan pada kasus dekstrin yang bukan
polisakarida namun terbentuk endapan, kemungkinan hasil terkotaminasi karena
tabung reaksiyang tidak steril. Dan gum arab yang merupakan polisakarida namun
tidak terbentuk endapan, kemungkinan karena tabung reaksi yang sudah
terkontaminasi atau tidak steril.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan :
1. Pada uji benedict larutan yang mengandung monosakarida akan berubah menjadi
merah bata namun dengan tingkatan kepekatan warna yang berbeda.
2. Pada uji selliwanoff gula yang tergolong ketosa akan berubah menjadi merah ceri
sedangkan yang tergolong aldosa tidak akan berubah menjadi warna merah ceri.
3. Pada uji IOD, larutan yang tergolong polisakarida amilosa akan berubah warna
menjadi kebiruan, sedakngkan pada dekstrin akan menjadi kemerahan
coklat/anggur.
4. Pada uji pengendapan polisakarida, laruta yag tergolong polisakarida akan
membentuk endapan.
DAFTAR PUSTAKA
Ramadhan, F., Tama, R. N., & Riani, C. (2019). Identifikasi Karbohidrat pada Tumbuhan
dengan Menggunakan Uji Iod. Jurnal Kimia Valensi, 5(2), 483-488.
Fidrianny, I., Irawan, D., & Djide, M. N. (2019). Selifanov Test dan Selliwanoff Test: Uji
Kualitatif Senyawa Karbohidrat. Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya.
Nugroho, A. E., Suastika, K., & Nugroho, A. W. (2020). A Review on Carbohydrate and Its
Function on Health. Journal of Food.
Santoso, U., Nursanti, E., & Pratiwi, D. P. (2019). Analisis Karbohidrat Pada Bahan Pangan.
Jurnal Pangan dan Agroindustri, 7(2), 57-68.
Jayawardena, R., Byrne, N. M., & Soares, M. J. (2020). Dietary Carbohydrate Restriction:
The Role of Reducing Intake of High Glycemic Index Sources in Obesity, Metabolic
Syndrome, and Diabetes Mellitus. Current Nutrition Reports, 9(3), 219-229.