0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan86 halaman

Dasar Engine Diesel

Diunggah oleh

Ghali Gazali
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan86 halaman

Dasar Engine Diesel

Diunggah oleh

Ghali Gazali
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Diesel Engine Fundamentals

Pedoman Peserta
GCT01-02

Perhatikan bahwa kode kompetensi PTFI untuk APLTCL048 adalah


[Link] Caterpillar yang terdapat pada halaman 1 dokumen ini harap
Quality Management Services dikesampingkan.
PT Freeport Indonesia Tanggal: 18/5/2007
Diesel Engine Fundamentals

Student Guide
Modul Teknisi Layanan Caterpillar
APLTCLO35
Dasar-Dasar Mesin Disel (Diesel Engine Fundamentals)

Diterbitkan oleh Asia Pacific Learning


1 Caterpillar Drive
Tullamarine Victoria Australia 3043

Versi 3.2, 2003


Hak Cipta © 2003 Caterpillar of Australia Pty Ltd Melbourne, Australia

Hak cipta dilindungi undang-undang. Reproduksi setiap bagian buku ini tanpa izin dari pemilik
hak cipta adalah melanggar hukum. Permintaan izin atau informasi lebih lanjut harus ditujukan
kepada Manager, Asia Pacific Learning, Australia.

Material subyek ini diterbitkan oleh Caterpillar of Australia Pty Ltd dengan pemahaman bahwa:

1. Caterpillar of Australia Pty, Ltd, para pejabat, penulis, atau pihak-pihak lain yang terlibat
dalam persiapan publikasi ini tidak memiliki tanggung jawab kontraktual, tidak langsung,
atau bentuk tanggung jawab lain terhadap pihak mana pun (pembeli dari terbitan ini atau
bukan) dalam hal penerbitan atau konsekuensi yang ditimbulkan atas penggunaannya,
termasuk semua penghapusan seluruh atau bagian apa pun dari isi terbitan ini yang
dibuat oleh siapa pun yang dipercayakan.
2. Caterpillar of Australia Pty, Ltd tidak bertanggung jawab terhadap setiap orang atas apa
pun dan konsekuensi dari apa pun yang sudah dilakukan atau akan dilakukan oleh
seseorang yang mengandalkan, baik seluruh maupun sebagian, pada seluruh atau salah
satu bagian dari isi bahan subyek ini.

Penghargaan
Ucapan terima kasih khusus kepada Keluarga Caterpillar atas kontribusi mereka dalam meninjau
kurikulum untuk program ini, khususnya:
• Insinyur dan instruktur Caterpillar
• Insinyur dan instruktur dealer
• Institusi Caterpillar.
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS PENDAHULUAN MODUL

PENDAHULUAN MODUL

Judul Modul:
Dasar-Dasar Mesin Disel

Uraian Modul:
Modul ini mencakup pengetahuan dan keterampilan mengenai Dasar-dasar Mesin Disel. Setelah
menyelesaikan modul ini dengan memuaskan, Siswa akan mampu mengidentifikasi dan
menjelaskan tentang tujuan dan fungsi komponen-komponen mesin disel, menjelaskan tentang
prinsip kerja dasar mesin disel, mengidentifikasi dan menjelaskan tentang fungsi komponen-
komponen individu di dalam sistem pelumas mesin disel, mengidentifikasi bahan-bahan pelumas
yang benar untuk menyervis mesin disel, menjelaskan tentang tujuan dan proses program
pengambilan sampel oli terjadwal dan melaksanakan tugas-tugas penyervisan pada mesin disel.

Prasyarat:
Modul-modul berikut ini harus diselesaikan sebelum penyampaian modul ini:
• Kesehatan dan Keselamatan Kerja
• Workshop Tools
• Prinsip-prinsip Mekanika

Pembelajaran dan Pengembangan


Penyampaian modul fasilitasi ini mensyaratkan akses ke Buku Kerja Kegiatan modu Dasar-Dasar
Mesin Disel, Tempat Kerja yang relevan atau lingkungan tempat kerja simulasi dan alat untuk
mengembangkan/mempraktekkan keterampilan.

Referensi yang Disarankan


• Tidak ada referensi yang disarankan.

Referensi Sumber
• SIS DVD atau SIS Web

Metode Penilaian
Kelas dan Workshop
Untuk menyelesaikan modul ini dengan memuaskan, Siswa harus memperagakan kompetensi di
dalam semua hasil pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan dan penilaian akan mengukur semua
persyaratan modul yang diperlukan.
Untuk modul ini, Siswa diharuskan ikut serta dalam kegiatan di dalam ruang kelas dan kegiatan
praktek di bengkel dan menyelesaikan secara memuaskan yang berikut ini:
• Buku Kerja Kegiatan
• Penilaian Pengetahuan

Tempat Kerja
Untuk memperagakan kompetensi dalam modul ini, Siswa diharuskan menyelesaikan Penilaian
di Tempat Kerja secara memuaskan. Pedoman Penilaian untuk penilaian di tempat kerja terdapat
di dalam Buku Kerja Kegiatan.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 1
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS PENDAHULUAN MODUL

APLTCLO35
2 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS PENILAIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

PENILAIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN


Bab 1: Mengidentifikasi dan menjelaskan tentang tujuan dan fungsi komponen-komponen
mesin disel
Kriteria Penilaian:
1.1 Mengidentifikasi dan menjelaskan tentang tujuan dan fungsi komponen-
komponen engine berikut ini:
1.1.1 Cylinder block dan karakteristiknya
1.1.2 Cylinder line (basah dan kering)
1.1.3 Piston (komponen-komponen)
1.1.4 Piston (pre-combustion chamber, direct injection dan two-piece)
1.1.5 Piston ring (compression ring dan oil control ring)
1.1.6 Connecting rod
1.1.7 Connecting rod bearing
1.1.8 Crankshaft
1.1.9 Vibration damper
1.1.10 Flywheel assembly
1.1.11 Camshaft
1.1.12 Pushrod dan valve lifter
1.1.13 Letak komponen engine, termasuk:
[Link] Air compressor
[Link] Timing cover
[Link] Vibration damper
[Link] Coolant pump
[Link] Turbocharger
[Link] Exhaust manifold
[Link] Oil filter
[Link] Oil Cooler
[Link] Breather and tube assembly
[Link] Injection line
[Link] Hand priming pump
[Link] Starter
[Link] Fuel filter
[Link] Fuel transfer pump
[Link] Fuel injection pump
1.1.14 Transmission oil cooler
1.1.15 Cylinder head assembly, termasuk:
[Link] Cylinder head
[Link] Valve cover
[Link] Bridge

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 3
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS PENILAIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

[Link] Valve spring assembly


[Link] Valve guided
[Link] Valve seat insert
[Link] Valve, dan
[Link] Rocker arm
1.1.16 Mengidentifikasi tiga konfigurasi main valve train.
[Link] Push rod
[Link] Overhead camshaft
[Link] Cam in head
1.1.17 Fuel injection nozzle
1.1.18 Gear train assembly
1.1.19 Timing mark
1.1.20 Crankshaft gear
1.1.21 Idle gear
1.1.22 Camshaft gear
1.1.23 Fuel injection pump gear
1.1.24 Balance gear
1.1.25 Oil pump gear
1.1.26 Water pump gear
1.1.27 Air compressor gear
1.1.28 Pulley assembly, dan
1.1.29 Timing gear housing.

APLTCLO35
4 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS PENILAIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

Bab 2: Menjelaskan tentang prinsip-prinsip kerja mendasar sebuah mesin disel.


Kriteria Penilaian
2.1 Menguraikan tentang komponen-komponen combustion chamber.
2.2 Menjelaskan tentang siklus empat langkah (four-stroke cycle) dan
mendefinisikan tentang proses untuk masing-masing stroke.
2.3 Menjelaskan tentang perbedaan antara engine dengan pengapian kompresi
(compression ignition) dan engine dengan pengapian percikan (spark
ignition).
2.4 Mendefinisikan tentang istilah power output berkenaan dengan diesel
engine:
2.4.1 Torsi
2.4.2 Daya
2.4.3 Tenaga kuda (horsepower)
2.4.4 Tenaga friksi (friction power)
2.4.5 Panas
2.5 Mendefinisikan tentang istilah-istilah ukuran yang berkaitan dengan diesel
engine:
2.5.1 Bore (lubang)
2.5.2 Top Dead Cente (TDC)r
2.5.3 Bottom Dead Center (BDC)
2.5.4 Stroke
2.5.5 Displacement
2.5.6 Compression ratio
2.5.7 Work
2.5.8 Tekanan atmosfir
2.5.9 Temperatur udara sekitar
2.5.10 Kelembaban nisbi
2.5.11 Efisiensi volumetrik
2.5.12 Tenaga rem (Brake power)
2.5.13 Efisiensi thermal
2.5.14 Efisiensi bahan bakar.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 5
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS PENILAIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

Bab 3: Mengidentifikasi dan menjelaskan tentang fungsi komponen-komponen individu di


dalam sistem pelumas.
Kriteria Penilaian
3.1 Mengidentifikasi komponen-komponen di dalam sistem pelumas mesin disel
dan menjelaskan tentang fungsinya, yaitu:
3.1.1 Oil pan atau oil sump
3.1.2 Oil pick up tube dan suction bell
3.1.3 Oil pump
3.1.4 Oil filter dan bypass valve
3.1.5 Oil cooler dan bypass valve
3.1.6 Oil gallery (suplai ke engine)
3.1.7 Piston cooling jet
3.1.8 Crankcase breather, saluran dan pipa.
3.2 Menguraikan tentang prinsip-prinsip kerja pompa oli mesin jenis gear dan
jenis rotor (gear type engine oil pump dan rotor type engine oil pump).
3.3 Menguraikan tentang prinsip kerja engine oil pump relief valve.
3.4 Menguraikan tentang prinsip kerja oil filter dan oil cooler bypass valve.
3.5 Menjelaskan tentang bagaimana oli pelumas disuplai ke berbagai bagian
engine.
3.5.1 Oil gallery
3.5.2 Pelumasan cylinder wall (dinding cylinder)
3.5.3 Camshaft bearing
3.5.4 Connecting rod bearing
3.5.5 Pelumasan valve lifter
3.5.6 Pelumasan Rocker shaft
3.5.7 Pelumasan turbocharger
3.5.8 Pelumasan gear train
3.5.9 Pelumasan gear train
3.5.10 Pelumasan sistem bahan bakar
3.5.11 Pelumasan air compressor

APLTCLO35
6 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS PENILAIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

Bab 4: Mengidentifikasi pelumas yang benar untuk menyervis mesin disel.


Kriteria penilaian
4.1 Menjelaskan tentang:
4.1.1 Fungsi bahan pelumas
4.1.2 Bagaimana pelumas engine menyebarkan panas
4.1.3 Bagaimana pelumas engine melaksanakan fungsi pembersihan
4.1.4 Bagaimana pelumas engine menyekat.
4.2 Viskositas
4.2.1 Indeks Viskositas
4.2.2 Oli viskositas banyak (multi-viscosity)
4.3 Bahan tambahan oli:
4.3.1 Deterjen
4.3.2 Bahan anti aus (anti-wear agent)
4.3.3 Dispersant
4.3.4 Alkali
4.3.5 Penghambat oksidasi (oxidation inhibitor)
4.3.6 Bahan penekan titik lumer
4.3.7 Viscosity improver.
4.4 Total Base Number (TBN)
4.5 Klasifikasi oli
4.5.1 Klasifikasi SAE
4.5.2 Jenis Oli
4.5.3 Viskositas

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 7
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS PENILAIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

Bab 5: Menjelaskan tentang tujuan dan proses program pengambilan sampel oli terjadwal
(Scheduled Oil Sampling) Caterpillar.
Kriteria Penilaian
5.1 Menjelaskan tentang:
5.1.1 Analisis oli
5.1.2 Program SOS (pengambilan sampel oli terjadwal)
5.1.3 Pemantauan kondisi
5.1.4 Keterbatasan dalam pengambilan sampel oli
5.1.5 Dimana pengambilan sampel oli dapat diterapkan.
5.1.6 Analisis logam aus (wear metal analysis)
5.1.7 Analisis kondisi oli
5.1.8 Pengambilan sampel, dengan menggunakan:
[Link] Sample valve (titik sampel hidup)
[Link] Penggunaan vacuum pump
5.1.9 Informasi yang harus dimasukkan pada tabel sampel.
5.1.10 Masalah pengambilan sampel
5.1.11 Pencemaran kotoran
5.1.12 Masalah-masalah lain.
5.2 Memperagakan metode yang benar untuk mengambil sampel oli terjadwal
(SOS) dengan menggunakan salah satu metode tersebut di atas.

Bab 6: Melaksanakan Tugas Penyervisan pada Diesel Engine.


Kriteria Penilaian
6.1 Menjelaskan tentang tindakan kehati-hatian untuk keselamatan yang harus
dipatuhi untuk mencegah cedera diri atau kerusakan pada engine atau
mesin.
6.2 Mengidentifikasi interval penyervisan sesuai dengan spesifikasi pabrik
pembuat dengan menggunakan SIS DVD atau SIS WEB Caterpillar.
6.3 Mengidentifikasi dan menyelesaikan dengan benar tugas-tugas penyervisan
dalam menyervis mesin engine 250 jam atau penyervisan tingkat dua
preventive maintenance pada sebuah engine truk. Penyervisan meliputi:
6.3.1 Inspeksi visual
6.3.2 Pelepasan dan pemasangan kembali filter.
6.3.3 Pengambilan sampel oli terjadwal (SOS oil sampling)
6.3.4 Pelumasan.
6.4 Penyervisan diselesaikan:
6.4.1 Tanpa menyebabkan kerusakan komponen atau sistem.
6.4.2 Menggunakan peralatan, teknik, dan material yang tepat
6.4.3 Sesuai dengan pedoman, prosedur, dan kebijakan
industri/perusahaan
6.4.4 Menggunakan dan menginterpretasi informasi yang benar untuk
spesifikasi dari pabrik pembuat.
6.4.5 Melengkapi dokumentasi tempat kerja yang dibutuhkan.
6.4.6 Bahan pelumas dibuang sesuai dengan kebijakan perusahaan.

APLTCLO35
8 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

DAFTAR ISI

TOPIK 1: Komponen-komponen Mesin Disel


Pendahuluan ............................................................................................................................11
Cylinder block dan komponen-komponen................................................................................12
Cylinder liner ............................................................................................................................13
Piston .......................................................................................................................................14
Connecting Rod .......................................................................................................................18
3406 Crankshaft.......................................................................................................................19
Vibration Damper .....................................................................................................................21
Flywheel assembly...................................................................................................................23
Camshaft..................................................................................................................................23
Pushrod and Valve Lifter..........................................................................................................25
Letak Komponen Engine..........................................................................................................26
Transmission Oil Cooler...........................................................................................................28
Cylinder Head Assembly..........................................................................................................28
Rocker Arm ..............................................................................................................................30
Valve ........................................................................................................................................31
Valve Spring Assembly ............................................................................................................32
Valve Seat insert ......................................................................................................................33
Valve Guide..............................................................................................................................33
Rancangan Valve Train............................................................................................................34
Fuel Injection Nozzle................................................................................................................35
Gear Train Assembly ...............................................................................................................35
Timing Gear Housing ...............................................................................................................39

TOPIK 2: Dasar-dasar Diesel Engine


Pendahuluan ............................................................................................................................41
Ruang Pembakaran (Combustion Chamber)...........................................................................41
Siklus Empat Langkah (Four Stroke Cycle) .............................................................................42
Karakteristik Rancangan Diesel Engine...................................................................................43
Istilah-istilah Tenaga Fisik (Physical Power) dan Efisiensi ......................................................46
Istilah-istilah Ukuran Engine ....................................................................................................50
Rasio Kompresi (Compression Ratio)......................................................................................52
Kondisi Atmosfir .......................................................................................................................53
Efisiensi....................................................................................................................................54

TOPIK 3: Pelumasan Engine


Pendahuluan ............................................................................................................................55
Komponen-komponen Sistem Pelumas...................................................................................56
Oil Pan .....................................................................................................................................56
Suction Bell dan Inlet Screen...................................................................................................57

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 9
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Oil Pump ..................................................................................................................................57


Bypass dan Relief Valve ..........................................................................................................57
Deskripsi Oil Pump...................................................................................................................58
Oil Scavenge Pump .................................................................................................................58
Oil Pump Relief Valve ..............................................................................................................59
Oil Cooler .................................................................................................................................59
Oil Cooler Bypass Valve ..........................................................................................................60
Oil Filter ....................................................................................................................................60
Oil Filter Bypass Valve .............................................................................................................61
Oil Passages atau Gallery .......................................................................................................61
Pelumasan Front Gear Train ...................................................................................................62
Pelumasan Turbocharger ........................................................................................................62
Piston Cooling Jet ...................................................................................................................63
Pelumasan Cylinder Wall ........................................................................................................63
Suplai Oli ke Main Bearing dan Camshaft Bearing..................................................................64
Suplai Oli ke Connecting Rod Bearing.....................................................................................64
Pelumasan Valve Lifter ............................................................................................................64
Pelumasan Rocker Shaft .........................................................................................................65
Pelumasan Fuel System ..........................................................................................................65
Pelumasan Air Compressor .....................................................................................................66
Crankcase Breather .................................................................................................................66

TOPIK 4: Oli Engine


Pelumasan ...............................................................................................................................67
Pendinginan (Cooling)..............................................................................................................67
Pembersihan ...........................................................................................................................68
Penyekatan ..............................................................................................................................68
Viskositas .................................................................................................................................68
Klasifikasi SAE .........................................................................................................................69
Tekanan Oli..............................................................................................................................70
Pengembangan Oli di Caterpillar .............................................................................................71

TOPIK 5: Pengambilan Sampel Oli Terjadwal


Analisis Oli dan Bahan Pendingin............................................................................................73
Program Pengambilan Sampel Oli Terjadwal (SOS)...............................................................73
Pemantauan Kondisi ................................................................................................................74
Keterbatasan Pengambilan Sampel Oli ..................................................................................75
Pengambilan Sampel ...............................................................................................................77

APLTCLO35
10 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

TOPIK 1
Komponen-komponen Diesel Engine

PENDAHULUAN

Gambar 1
Caterpillar mengembangkan dan membuat diesel engine siklus empat langkah (four-stroke diesel
engine) untuk memenuhi kebutuhan alat yang diproduksi oleh Caterpillar dan beragam alat yang
dibuat oleh pabrik-pabrik pembuat lain.
Untuk melakukan diagnosis, perbaikan dan penyervisan yang efektif, yang perlu dilakukan adalah
memahami sepenuhnya prinsip kerja dan konstruksi diesel engine.
Engine Caterpillar 3406 digunakan sebagai contoh untuk tujuan pembelajaran ini (Gambar 1).
Deskripsi komponen engine berlaku pada semua engine buatan Caterpillar dan buatan pabrik-
pabrik lainnya.
Engine 3406 adalah heavy duty, in line diesel engine dengan 6 silinder. Engine ini memiliki
lubang 162,56 mm (5,4 inch), Stroke165,1 mm (6,5 inch) dan displacement 14.633 cc (893 cu.
in.).
Engine ini digunakan untuk pasaran truk jalan raya, dalam produk-produk Caterpillar,
pembangkitan tenaga, dan aplikasi di laut.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 11
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

CYLINDER BLOCK DAN KOMPONEN

Gambar 2
Block adalah salah satu komponen utama di dalam diesel engine dan menampung komponen-
komponen penghasil tenaga utama. Block harus kuat dan tahan lama karena gaya resultan,
tekanan dan panas dari proses pembakaran ditransfer ke engine block. Untuk memberikan
kekuatan tinggi ini, block dibuat dengan proses precision casting yang menggunakan kombinasi
berbagai paduan material.

Gambar 3
Engine block (Gambar 3) dalam berbagai rancangan.
1. In-line engine memiliki cylinder in-line.
2. V-engine memisahkan cylinder ke dalam dua baris, berbagi crankshaft yang sama di
bagian dasar dan block berbentuk huruf V.

Gambar 4
3. Block biasanya terbuat dari besi tuang dan mengandung cast atau drilling (Gambar 4)
untuk berfungsi sebagai lubang-lubang saluran bahan pendingin (1) dan pelumasan (2).

APLTCLO35
12 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

CYLINDER LINER

Gambar 5
Cylinder liner (atau cylinder) terbuat dari besi alloy molybdenum tuang untuk mencapai
kekerasan lebih. Permukaan bagian dalam masing-masing liner dikeraskan dengan proses
induksi, kemudian dikikir dalam sebuah pola lubang melintang (cross-hatched pattern) untuk
membantu pengendalian oli.
O-ring digunakan untuk menyekat bagian dasar liner pada rongga bahan pendingin block. Liner
band digunakan untuk menyekat bagian atas liner. Engine block yang keras memungkinkan seal
ini tetap duduk di posisinya dan memberikan fungsi penyekatan liner yang sangat baik.
Fungsi liner adalah melindungi dan memandu piston, membentuk ruang pembakaran dan
memindahkan panas keluar dari piston. Cylinder-cylinder dapat juga di-machined secara
langsung ke dalam block, yang disebut parent bore, Gambar 5 (1) sebagai pengganti cylinder
liner yang dapat dilepas, Gambar 5 (2).

Gambar 6
Cylinder liner membentuk dinding jaket air (water jacket wall) antara bahan pendingin dan piston
(Gambar 6).

Gambar 7
Wet liner dilengkapi dengan o-ring untuk menyekat water jacket dan mencegah kebocoran bahan
pendingin (Gambar 7, kiri). Dry liner sering digunakan untuk memperbaiki atau melakukan -
“sleeve” pada parent-bore engine, jika cylinder rusak atau aus berlebihan. Liner-liner ini disebut
“kering” karena dipasang pada dinding lubang cylinder yang sudah ada di dalam block (Gambar
7, kanan).

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 13
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

PISTON

Gambar 8
Piston, yang mentransmisi gaya pembakaran, terdiri dari banyak bagian:
1. Crown, terdiri dari ruang pembakaran (combustion chamber)
2. Ring-groove dan land yang menahan piston ring
3. Piston pin atau Gudgeon pin bore yang mengandung pin yang menghubungkan piston ke
connecting rod.
4. Retaining ring menjaga piston pin di dalam pin bore.
5. Thrust skirt yang menahan beban samping.
Pada bagian dalam piston (Gambar 9), terdapat bagian under-crown (1) dan beberapa piston
mengandung oil cooling gallery di bagian dalam piston crown (2).

Gambar 9

APLTCLO35
14 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Piston dapat memiliki berbagai konstruksi :

Gambar 10
1. Cast aluminium crown dengan pita besi (iron band) untuk compression ring dan aluminium
skirt tempa, electron beam yang dilas (Gambar 10, kanan).
2. Composite, dengan steel crown dan aluminium skirt tempa, yang dibautkan satu sama lain.

Gambar 11
3. Dua buah digandeng, yang terdiri dari steel crown tempa dengan pin bore dan bush, dan cast
aluminium skirt terpisah, yang ditahan bersama oleh wrist pin (Gambar 11).
4. Single piece cast aluminium piston dengan iron band yang menahan piston ring. Ini adalah
jenis yang paling umum (Gambar 10, kiri).
Piston dipasang ke dalam masing-masing cylinder liner dan bergerak ke atas dan ke bawah
(bolak-balik) selama engine bekerja. Bagian atas piston membentuk dasar combustion chamber.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 15
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Fungsi piston adalah untuk:


ƒ mentransmisi gaya pembakaran ke connecting road, dan, oleh karena itu, ke crankshaft.
ƒ menyekat combustion chamber
ƒ mentransmisi panas keluar dari combustion chamber, melalui cylinder wall (dinding cylinder)
dan bahan pendingin.

Gambar 12
Gambar 12 memperlihatkan dua model piston:
ƒ Cylinder head dengan pre-combustion chamber menggunakan piston yang memiliki heat
plug di dalam crown-nya (piston pada sebelah kanan).
ƒ Piston injeksi langsung tidak memiliki heat plug
Piston penting bagi rancangan, usia pakai, dan kinerja keseluruhan engine.

Piston Ring

Gambar 13
Masing-masing piston memiliki dua atau lebih piston ring yang dipasang ke dalam groove (slot)
pada piston tersebut. Piston ring ini memiliki tiga fungsi utama:
ƒ menyekat combustion chamber
ƒ mengontrol pelumasan dinding cylinder
ƒ mendinginkan piston dengan mentransfer panas yang ditimbulkan oleh pembakaran.
Ada dua jenis piston ring (Gambar 13, kiri).
ƒ Compression ring (1) menyekat bagian dasar combustion chamber dengan mencegah
bocornya gas pembakaran melalui piston.
ƒ Oil-ring (2) yang mengontrol lapisan oli pada dinding-dinding cylinder ketika piston bergerak
ke atas dan ke bawah, untuk meminimalkan aus pada liner, piston, dan ring. Oil control ring
dilengkapi dengan sebuah expander ring yang membantu mengontrol lapisan oli (Gambar
13, kanan).

APLTCLO35
16 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Semua ring memiliki permukaan keras untuk menambah usia pakai ring. Setiap piston ring
memiliki sebuah celah antara kedua ujung ring. Untuk mencegah kebocoran, celah ujung ring
tidak boleh lurus dengan celah ujung ring yang lain ketika dipasang, (Gambar 14, kiri).

Gambar 14
Piston yang memiliki tiga buah ring (three-ring piston) pada engine 3406 Caterpillar terbuat dari
paduan aluminium tuang dengan cast-in nickel iron band untuk compression ring. Nickel iron
band memberikan kekuatan groove yang lebih tinggi dan tahan terhadap aus (Gambar 14,
kanan).
Rancangan piston tiga ring memberikan kompresi dan pengontrolan oli yang sangat baik sambil
mengurangi friksi dan penumpukan panas. Ini menyebabkan usia pakai piston, ring, dan liner
yang lebih panjang dan mengurangi biaya pemeliharaan pada waktu overhaul.
Piston ring terbuat dari besi nodular (nodular iron) untuk mencapai kekuatan dan tahan lama. Oli
dan intermediate ring dilapisi dengan chrome, sedangkan top ring dilapisi dengan plasma. Kedua
pelapis ini memberikan sifat tahan aus dan tahan gores yang sangat baik.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 17
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

CONNECTING ROD

Gambar 15
Connecting rod menghubungkan piston ke crankshaft dan mentransmisi gaya pembakaran ke
crankshaft.
Connecting rod terdiri dari beberapa bagian:
1. Rod-eye, gudgeon-end atau small-end, yang menahan piston pada pin bushing.
2. Piston pin bushing. Bushing adalah jenis bearing yang mendistribusi beban dan dapat diganti
bila sudah aus.
3. Shank antara ujung kecil dan ujung besar. Shank memiliki bentuk I-beam untuk mencapai
kekuatan dan kekerasan.
4. Crankshaft journal bore dan cap terdapat pada ujung besar connecting rod. Ini mengelilingi
crankshaft bearing journal dan menghubungkan connecting rod ke crankshaft.
5. Rod-bold dan nut menahan rod dan cap pada crankshaft. Ini disebut crank-end atau big-end
pada connecting rod.
6. Connecting rod di dalam big-end bearing terdapat pada ujung crank (crank-end). Crankshaft
berputar di dalam connecting rod bearing, yang menahan beban. Connecting rod
mentransmisi gaya pembakaran ke crankshaft dan mentransformasi gerakan ke atas dan ke
bawah menjadi gerakan putar.
Connecting rod tempa dikeraskan dan di-shot peened untuk pelepasan tekanan (stress relief).
Rancangan dengan ujung tirus memberikan pin tambahan bagi area kontak lubang selama power
stroke. Ini menghasilkan kekuatan dan tahan lama tambahan bagi piston dan rod assembly.

Gambar 16
Paruh atas connecting rod bearing duduk pada connecting rod dan disebut upper-half shell.
Paruh lainnya duduk di dalam cap dan disebut lower-half shell. Biasanya, upper-half shell
mengemban lebih banyak beban. Locating lug merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
bearing shell dan digunakan untuk memastikan bahwa shell duduk dengan benar pada
connecting rod ataupun cap.

APLTCLO35
18 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

3406 CRANKSHAFT

Gambar 17
Crankshaft adalah tempaan baja karbon yang dikeraskan secara total.
Ujung besar connecting rod memutar crankshaft (Gambar 17), yang terdapat di bagian dasar
engine block. Crankshaft mentransmisi gerakan putar ke flywheel dan drive line (clutch,
transmission dan alat-alat yang digerakkan lainnya), yang memberikan energi yang sesuai untuk
kerja.
Konstruksi crankshaft adalah sebagai berikut:
1. Connecting rod bearing journal
2. Counterweight
3. Main bearing journal
4. Web.
Crankshaft untuk in-line engine umumnya memiliki satu buah connecting rod bearing journal
untuk setiap cylinder, sedangkan V-engine berbagi connecting rod-bearing journal tunggal antara
dua cylinder.
Contoh yang diberikan adalah V-8 engine yang memiliki split rod journal khusus.

Gambar 18
Connecting rod bearing journal menentukan posisi piston dan kapan masing-masing piston
sampai ke top dead center.
Beberapa connecting rod bearing journal memiliki lightening hole untuk mengurangi bobot dan
membantu keseimbangan crankshaft (Gambar 18).
Crankshaft memiliki lubang oli yang dibor untuk memperoleh oli dari main bearing journal ke
connecting rod journal dan bearing. Lubang saluran ini ditutup pada satu ujungnya dengan
menggunakan cup plug atau set screw (Gambar 18).
Counterweight digunakan untuk membantu menyeimbangkan crankshaft dan mengurangi
getaran bila engine sedang hidup. Ini merupakan bagian dari tempaan crankshaft atau dapat
dibautkan.
Main bearing menopang crankshaft di dalam block dan lurus satu sama lain.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 19
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Permukaan Thrust Bearing

Gambar 19
Main thrust bearing surface (Gambar 19) terletak pada salah satu main bearing journal.
Crankshaft web pada sisi lain main bearing journal ini memiliki permukaan ground yang luas yang
membatasi gerakan maju mundur crankshaft, yang disebut endplay.

Main Bearing Shell

Gambar 20
Ada dua paruh pada masing-masing bearing, yang disebut shell (Gambar 20). Shell paruh bawah
duduk pada main bearing cap dan shell paruh atas duduk pada main bearing bore di dalam
block. Paruh atas memiliki sebuah lubang oli dan biasanya sebuah slot, sehingga oli pelumas
dapat dimasukkan secara terus menerus ke lubang oli di dalam main journal.
Banyak pabrik pembuat mesin disel lain mengeraskan dengan induksi crankshaft mereka hanya
pada journal dan fillet. Proses ini dapat meninggalkan tekanan yang meningkat pada perbatasan
antara bagian yang dikeraskan dan yang tidak dikeraskan. Proses pengerasan total Caterpillar
yang dipatenkan mengeraskan seluruh permukaan crankshaft, yang menimbulkan aus yang lebih
lama dan crankshaft yang lebih kuat. Dengan seluruh permukaan crankshaft dikeraskan,
kemungkinan keretakan berkurang.

APLTCLO35
20 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

VIBRATION DAMPER
Vibration damper adalah unit yang mengimbangi getaran puntir/putar atau torsional yang
disebabkan oleh variasi gaya (biasanya dari sekitar 3 sampai 10 ton (2.724 sampai 9.080 kg))
pada piston dan, oleh karena itu, crank. Getaran torsional adalah gaya berirama/ritmik yang
terjadi pada setiap power stroke. Pemberian gaya dan tidak adanya gaya dalam waktu sekejap
setelah itu menyebabkan crankshaft terpuntir secara bergantian lepas dari kesejajaran dan
kemudian dikembalikan ke posisinya. Jika ukuran tidak diambil untuk mencegah perubahan jenis
ini, engine akan bekerja kasar dan crankshaft dapat patah.
Vibration damper model lentur atau dengan unsur karet dipasang pada bagian depan crankshaft.
Karena getaran torsional berbeda pada engine dengan rancangan yang berbeda, vibration
damper dikonstruksi untuk disesuaikan dengan engine tertentu.

Gambar 21
Pada bagian depan 3406E crankshaft, Anda akan menemukan sebuah vibration damper yang
mengontrol getaran torsional atau putar/puntir crankshaft. Ini merupakan miniatur flywheel yang
ditekan pada, atau dibautkan pada, bagian depan crankshaft.
Ada dua jenis vibration damper:
1. Rubber damper (sebelah kiri Gambar 21) menggunakan karet rapat untuk meredam getaran.
2. Viscous damper (sebelah kanan Gambar 21) menggunakan oli berat dan free-floating steel
ring untuk meredam getaran.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 21
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Gambar 22 – Penampang melintang sebuah rubber element vibration damper yang dipasang.
Rubber-element damper terdiri dari sebuah flensa baja paduan besi bagian dalam (inner iron-
alloy steel flange) atau memiliki sebuah fasilitas pemasangan/dudukan, dan sebuah outer cast-
iron weight assembly (masa inersia). Flensa dalam (inner flange) direkatkan pada bobot luar
dengan senyawa karet (Gambar 22).

Gambar 23 – Penampang melintang sebuah viscous vibration damper yang dipasang


Viscous damper adalah sebuah housing yang terdiri dari dua buah (two-piece housing). Sebuah
beban (masa inersia) dan fluida khusus yang mirip dengan grease ditempatkan di antara kedua
bagian yang kemudian dilas bersama. Jarak bebas (clearance) antara housing dan weight
tersebut adalah sekitar 0,010 inch (0,25 mm) pada segala sisi. Jarak inilah yang diisi oleh fluida
kental (Gambar 23). Viscous damper harus ditangani dengan hati-hati. Jika viscous damper
tertekuk walaupun sedikit, viscous damper ini harus diganti.

APLTCLO35
22 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

FLYWHEEL ASSEMBLY

Gambar 24
Flywheel (Gambar 24) terdiri dari:
1. Flywheel
2. Ring gear, yang terletak di seputar flywheel, digunakan untuk menghidupkan engine.
3. Flywheel housing.
Perangkat (assembly) ini adalah penghubung antara engine dan beban. Assembly ini dibautkan
pada bagian belakang crankshaft. Crankshaft memutar flywheel pada saat power stroke, dan
momentum flywheel menjaga crankshaft berputar dengan mulus selama tiga langkah lainnya
untuk masing-masing cylinder di dalam sebuah multi-cylinder engine.
Flywheel memiliki tiga fungsi:
1. Mendorong energi untuk momentum antara power stroke.
2. Meminimalkan osilasi torsional atau putar crankshaft.
3. Mentransmisi tenaga ke sebuah mesin, torque converter, atau beban atau alat transmisi.

CAMSHAFT

Gambar 25
Camshaft (Gambar 25) digerakkan oleh sebuah gear train yang berasal dari crankshaft.
Camshaft terbuat dari paduan baja khusus yang ditempa dan dikeraskan untuk mencapai
keandalan dan daya tahan lama. Camshaft gear dipanaskan dan ditempa selama pemasangan.
Semua camshaft memiliki bearing journal dan lobe terpisah untuk masing-masing valve, atau
pasangan valve dan fuel injector, jika memungkinkan.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 23
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Camshaft mengontrol pembukaan dan penutupan intake valve dan exhaust valve, dalam
beberapa aplikasi, mengontrol injeksi bahan bakar. Camshaft mendapat nama dari lobe atau cam
yang berbentuk telur. Pada saat camshaft berputar, cam bergerak ke atas dan ke bawah,
mendorong cam-follower dan komponen-komponen valve train untuk memungkinkan membuka
dan menutupnya engine valve. Bila cam menghadap ke atas, valve terbuka penuh.

Gambar 26
Setiap lobe terdiri dari (Gambar 26):
1. Base circle (lingkaran alas)
2. Ramp
3. Nose
Jarak antara diameter base circle ke puncak nose disebut lift dan ini menentukan seberapa jauh
valve terbuka.

Gambar 27
Bentuk ramp yang membuka dan menutup menentukan seberapa cepat valve membuka dan
menutup dan bentuk nose menentukan seberapa panjang valve tetap terbuka (Gambar 27).
1. Membuka cepat
2. Masa membuka lama
3. Menutup cepat
4. Menutup lambat.

APLTCLO35
24 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

PUSHROD DAN VALVE LIFTER

Gambar 28
Komponen-komponen valve train pada Gambar 28 adalah sebagai berikut:
1. Camshaft lobe
2. Valve lifter atau cam follower
3. Pushrod
4. Rocker arm.
Pushrod (3) adalah pipa-pipa atau batang-batang baja dengan dudukan pada kedua ujungnya.
Valve lifter atau camp follower (2) duduk pada masing-masing cam–lobe (1). Pada saat camshaft
(1) berputar, lifter mengikuti bentuk cam. Valve lifter mentransmisi gerakan camshaft ke pushrod
(3), yang mentransmisi gerakan ke rocker arm (4) untuk membuka dan menutup valve.

Gambar 29
Komponen-komponen tersebut adalah:
ƒ roller follower (Gambar 27, kiri) yang memiliki roller baja keras yang meluncur pada camshaft
lobe
ƒ slipper follower (Gambar 27, kanan) yang merupakan tuangan satu potong (one-piece
casting) dengan permukaan aus yang kontak dengan lobe.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 25
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

LETAK KOMPONEN ENGINE

Gambar 30
Terdapat pada bagian depan 3406B engine (Gambar 30) adalah:
ƒ air compressor drive cover
ƒ timing advance cover
ƒ vibration damper
ƒ coolant pump

Gambar 31

APLTCLO35
26 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Pada sisi kanan 3406B engine (Gambar 31) yang tampak dari bagian belakang ke depan engine
adalah:
ƒ turbocharger
ƒ exhaust manifold
ƒ oil filter
ƒ oil cooler
ƒ breather dan tube assembly

Gambar 32
Terletak pada sisi kiri (Gambar 32) adalah:
ƒ air compressor mounting location
ƒ injection line
ƒ hand priming pump
ƒ lokasi starter
ƒ fuel filter
ƒ fuel transfer pump
ƒ fuel injection pump
Tergantung dari aplikasinya, engine dapat juga dilengkapi dengan susunan letak fuel filter dan
priming pump-nya.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 27
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

TRANSMISSION OIL COOLER

Gambar 33
Jika digunakan, transmission oil cooler (Gambar 33) dipasang pada sisi kanan engine.
Transmission oil cooler digunakan untuk aplikasi mesin dan menjaga temperatur oli pada tingkat
yang ditetapkan terlebih dulu.

CYLINDER HEAD ASSEMBLY

Gambar 34
Cylinder head juga dirancang untuk memiliki kekuatan dan kekerasan struktur yang tinggi.
Cylinder head lulus pengujian guncangan siklus thermal yang teliti dan mendalam untuk jaminan
daya tahan. Ini menghasilkan cylinder head dengan resistensi retak yang signifikan.
Pelat spasi (spacer plate) yang terbuat dari baja atau aluminium digunakan antara cylinder head
dan block, meniadakan kebutuhan akan lubang kontra (counter-bore) yang dalam di dalam
cylinder block.

APLTCLO35
28 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Counter-bore yang dalam mengurangi keutuhan struktur block dan lebih mudah retak. Pada
model-model yang lebih lama, counter-bore ini perlu untuk mengakomodasi dan menopang
flensa pada liner.
Cylinder head assembly (Gambar 34) terdiri dari komponen-komponen berikut ini:
1. Cylinder head
2. Valve cover
3. Bridge
4. Valve spring assembly
5. Valve guide
6. Valve seal insert
7. Valve
8. Rocker arm

Cylinder Head

Gambar 35
Cylinder head (Gambar 35, kiri) adalah casting terpisah yang menyekat bagian atas engine block
dan menahan valve, injector atau pre-combustion chamber (jika digunakan) di tempatnya, dan
lubang-lubang saluran air, valve train dan komponen-komponen fuel system.
Tergantung dari rancangannya, cylinder head dapat berupa sebuah casting tunggal (single
casting) yang menutup block, atau beberapa casting yang menutup satu atau lebih cylinder.
Cylinder head Gambar 35, kanan (1) di dudukan pada engine block dengan sebuah gasket (2),
spacer plate (3) dan baut atau stud.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 29
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Valve Cover

Gambar 36
Valve Cover dipasang pada valve cover base (rocker box) yang diikatkan pada bagian atas
cylinder head. Banyak engine memiliki lebih dari satu valve cover. Komponen-komponen valve
train terdapat di bawah valve cover.

ROCKER ARM

Gambar 37
Rocker Arm (Gambar 37) terdiri dari:
1. Adjusting screw untuk menyetel slip katup (valve lash). Ini adalah sebuah celah kecil antara
rocker arm dan valve atau valve bridge yang memastikan bahwa valve mampu menutup
sepenuhnya. Ini merupakan salah satu penyetelan yang paling penting pada valve train.
2. Lock nut untuk mengunci sekerup di tempatnya setelah menyetel slip (lash).
3. Wear seat, sebuah pasak keras untuk memberikan usia aus yang panjang (long wear life).
4. Rocker shaft bushing yang memberikan sebuah bearing antara rocker arm dan shaft.
Ini menghubungkan camshaft atau valve train ke valve dan mengubah gerakan putar camshaft
menjadi gerakan bolak-balik di dalam valve. Pada saat rocker arm didorong ke atas, rocker arm
akan berputar rocker arm shaft dan mendorong ke bawah pada mekanisme valve untuk
membuka valve.

APLTCLO35
30 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Gambar 38
Bridge (Gambar 38, kiri) terdiri dari:
1. Wear seat dimana rocker arm mendorong ke bawah.
2. Bridge adjusting screw untuk mengkompensasi perbedaan ketinggian valve stem.
3. Lock nut untuk menetapkan bridge adjusting screw.
4. Lubang yang menumpang pada sebuah guide pin atau bridge dowel (Gambar 38, kanan)
yang duduk pada lubang-lubang di dalam cylinder head.

VALVE

Gambar 39
Masing-masing valve (Gambar 39) terdiri dari:
1. Keeper groove, dimana keeper (kadang-kadang disebut collet) mencengkeram valve stem
untuk menahan spring tetap aktif.
2. Valve stem, yang menumpang di dalam valve guide.
3. Valve fillet yang menghubungkan head ke stem.
4. Valve sealing face yang memiliki permukaan keras untuk mengurangi aus dan menyekat
combustion chamber.
5. Valve head.
Valve (Gambar 39) mengontrol aliran udara dan gas buang melalui combustion chamber. Bila
intake valve dibuka, udara dibiarkan masuk ke dalam chamber, dan bila exhaust valve dibuka,
gas buang meninggalkan chamber.
Exhaust valve dan intake valve di dalam sebagian besar diesel engine terbuat dari bahan tahan
aus untuk memberikan usia pakai yang panjang. Tiga bahan digunakan di dalam exhaust valve.
Stem terbuat dari stainless steel keras. Paduan khusus digunakan untuk head untuk memberikan

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 31
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

kekuatan temperatur tinggi dan permukaan penyekat memiliki paduan permukaan yang keras.
Intake valve head dan stem terbuat dari stainless steel dan dikeraskan untuk tahan terhadap aus.

VALVE SPRING ASSEMBLY

Gambar 40
Valve spring (Gambar 40) menjaga valve tetap tertutup. Valve spring dipasang di atas valve dan
ditahan di posisinya oleh sebuah keeper (atau collet) (1) dan sebuah retainer (2) atau rotator.
Ini dipasang di atas valve stem. Retainer atau rotator mengunci keeper pada slotnya di dalam
valve dan memberikan dudukan bagi valve spring untuk menekan untuk menutup valve.

Gambar 41
Masing-masing valve memiliki sebuah rotator (Gambar 41), yang menggerakkan permukaan
valve 3º relatif terhadap valve seat insert selama setiap aktuasi valve. Ini memastikan aus yang
seragam untuk usia pakai valve yang lebih lama dan membantu mencegah terbakarnya valve.

APLTCLO35
32 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

VALVE SEAT INSERT

Gambar 42
Untuk menyekat sepenuhnya combustion chamber, setiap valve memiliki sebuah seat insert
(Gambar 42), yang terdapat di dalam cylinder head. Bila valve menutup, valve head kontak
dengan valve seat insert.
Bila valve seat insert menjadi aus atau rusak, maka valve seat insert dapat diganti. Intake insert
terbuat dari paduan stainless steel dan exhaust insert terbuat dari paduan dengan bahan dasar
nikel (nickel base alloy).

VALVE GUIDE

Gambar 43
Valve bergerak ke atas dan ke bawah di dalam valve guide (Gambar 43), yang dipasang di dalam
cylinder head. Valve guide menjaga valve bergerak dalam garis lurus dan membantu
mengangkut panas keluar dari valve. Valve stem memanjang keluar dari guide pada bagian atas
cylinder head.
Valve, valve seat insert dan valve guide mengalami aus yang paling tinggi karena temperatur dan
tekanan pembakaran yang tinggi.
Komponen-komponen tersebut semuanya dapat diganti.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 33
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

RANCANGAN VALVE TRAIN

Gambar 44
Berbagai model engine menggunakan berbagai rancangan valve train:
1. Push rod engine (Gambar 44); menggunakan camshaft, valve lifter, push rod dan rocker arm.

Gambar 45
2. Overhead cam engine (Gambar 45) memiliki sebuah camshaft (1) di dalam cylinder head.
Valve lifter (2) dihubungkan ke bagian atas valve stem. Pada saat cam lobe berputar, lifter
mengikuti gerakan tersebut dan membuka valve. Pada saat cam terus berputar, valve spring
(3) menutup valve.

Gambar 46
3. Cam di dalam head engine (Gambar 46) dimana rocker arm menumpang pada lobe. Pada
saat camshaft berputar, rocker mendorong valve membuka.

APLTCLO35
34 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

FUEL INJECTION NOZZLE

Gambar 47
Fuel nozzle atau injector (Gambar 47, kiri) juga terdapat di dalam head antara valve-valve
(Gambar 47, kanan). Fuel nozzle atau injector ditahan dalam posisinya dengan sebuah sleeve,
washer, adapter dan retainer. Injection nozzle dapat diganti di lapangan. Ujung enam lubang (six-
hole) mengatomisasi aliran bahan bakar bertekanan tinggi di dalam combustion chamber untuk
pembakaran yang sempurna dan efisien.

GEAR TRAIN ASSEMBLY

Gambar 48
Gear train umum (Gambar 48) memiliki komponen-komponen berikut ini:
1. Crankshaft gear
2. Idler gear
3. Camshaft gear
4. Fuel injection pump gear
5. Oil pump gear
6. Water pump gear
7. Air compressor gear.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 35
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Gambar 49
Gear train assembly (Gambar 49) merupakan sebuah rangkaian gear yang mentransfer tenaga
dari crankshaft ke komponen-komponen utama lainnya di dalam engine.
Gear train dapat terletak pada bagian depan dan bagian belakang engine. Gear train yang
diperlihatkan di sini terletak pada bagian depan engine antara backing plate dan timing gear
housing.
Gear train mensinkronisasi semua komponen-komponen yang berkaitan dengan pembakaran di
dalam engine, (crankshaft, camshaft dan fuel injection pump) jadi mereka bekerja bersama
selama setiap stroke dalam siklus pembakaran.

Tanda Pengatur Waktu (Timing Mark)

Gambar 50
Tanda-tanda timing (Gambar 50) digunakan untuk menjajarkan gear dan membantu memastikan
pengaturan waktu (timing) valve dan injeksi yang tepat.

Crankshaft Gear

Gambar 51
Crankshaft gear (Gambar 51) dipasang pada crankshaft dan menggerakkan gear train.

APLTCLO35
36 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Idler Gear

Gambar 52
Idler gear ini (Gambar 52) adalah sebuah “cluster” gear, yang dirancang dengan gear ratio yang
memutar camshaft pada setengah kecepatan crankshaft. Cluster gear memiliki dua gear yang
dipasang bersama dengan gear yang lebih kecil yang mengikat dan menggerakkan camshaft
gear yang tersembunyi di balik gear yang lebih besar di dalam gambar ini.

Camshaft Gear

Gambar 53
Camshaft gear (Gambar 53) bertautan dengan idler gear. Camshaft gear berputar pada setengah
kecepatan crankshaft untuk memastikan intake valve dan exhaust valve membuka dan menutup
pada waktu yang tepat, yaitu setelah setiap detik putaran engine per siklus empat langkah (four
stroke cycle).

Fuel Injection Pump Gear

Gambar 54
Camshaft gear menggerakkan fuel injection pump gear (Gambar 54). Karena mereka memiliki
ukuran yang sama, mereka berputar pada kecepatan yang sama. Fuel injection pump gear
memutar fuel pump camshaft, yang bekerja dengan komponen-komponen sistem bahan bakar
untuk menyalurkan bahan bakar ke cylinder pada waktu yang tepat.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 37
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Balance Gear

Gambar 55
Beberapa engine memiliki balance shaft, yang digerakkan dari crankshaft melalui oil pump gear
dan sebuah idler gear (Gambar 55).
Di dalam contoh ini, ada sejumlah balance shaft pada masing-masing sisi engine untuk
meniadakan getaran crankshaft berlebihan.

Oil Pump Gear

Gambar 56
Oil pump gear (Gambar 56) digerakkan oleh crankshaft gear. Oil pump menimbulkan aliran oli
engine untuk memungkinkan sirkulasi oli di seluruh engine.

Water Pump Gear

Gambar 57
Water pump gear (Gambar 57) biasanya digerakkan pada kecepatan yang sama dengan
crankshaft. Water pump mensirkulasi bahan pendingin ke seluruh engine.

APLTCLO35
38 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Air Compressor Gear

Gambar 58
Beberapa engine menggunakan sebuah air compressor untuk mensuplai udara terkompresi ke
rem (brake) dan komponen-komponen lain. Air compressor digerakkan dari idler gear dan
berputar pada kecepatan yang direkomendasikan oleh perusahaan pembuat (Gambar 58).

Pulley Assembly

Gambar 59
Pulley assembly (Gambar 59) dihubungkan ke crankshaft dan menggerakkan komponen-
komponen lain seperti fan dan alternator.

TIMING GEAR HOUSING

Gambar 60

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 39
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Timing gear housing (Gambar 60) melindungi semua timing gear dan menyekat bagian depan
engine block.

APLTCLO35
40 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

TOPIK 2
Dasar-Dasar Mesin Disel
PENDAHULUAN
Di dalam sebuah mesin disel, ada sejumlah komponen yang bekerja bersama untuk mengubah
energi panas menjadi energi mekanis.
Pemanasan udara, dipadu dengan induksi paksa bahan bakar menghasilkan pembakaran, yang
menimbulkan gaya yang dibutuhkan untuk menjalankan engine. Udara, yang mengandung
oksigen, dibutuhkan untuk membakar bahan bakar. Bahan bakar menghasilkan gaya. Bila
teratomisasi, bahan bakar diesel menyala dengan mudah dan membakar dengan efisien.
Bahan bakar diesel harus terbakar dengan cepat secara terkontrol untuk menghasilkan energi
panas.
Udara + Bahan Bakar + Panas = Pembakaran.
Pembakaran ditentukan oleh tiga faktor.
ƒ Volume udara
ƒ Jenis bahan bakar yang digunakan
ƒ Jumlah bahan bakar yang dicampur dengan udara

RUANG PEMBAKARAN (COMBUSTION CHAMBER)

Gambar 61
Ruang pembakaran (combustion chamber) (Gambar 61) terdiri dari:
ƒ cylinder liner
ƒ piston
ƒ intake valve
ƒ exhaust valve
ƒ cylinder head

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 41
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Bila udara dikompresi, udara akan memanas. Semakin dikompresi, udara semakin panas. Jika
udara dikompresi dengan cukup, temperatur di atas titik pengapian bahan bakar akan dihasilkan.
Ini adalah penyebab mengapa diesel engine memiliki tingkat kompresi tinggi. Jenis bahan bakar
yang digunakan di dalam engine mempengaruhi pembakaran karena bahan bakar yang berbeda
terbakar pada temperatur dan kecepatan yang berbeda. Jumlah bahan bakar juga penting,
karena lebih banyak bahan bakar akan menghasilkan lebih banyak gaya. Bila diinjeksi ke dalam
sebuah ruang terselubung yang mengandung cukup udara, jumlah bahan bakar yang sedikit
akan menghasilkan jumlah panas dan gaya yang besar.
Oleh karena itu, SEMAKIN BANYAK BAHAN BAKAR = SEMAKIN BANYAK GAYA.
Di dalam petrol engine atau engine gas alam, udara terkompresi tidak memberikan cukup panas
untuk dimulainya pembakaran. Busi menyulut campuran tersebut, sehingga menimbulkan
pembakaran.
Gas engine dan petrol engine dirancang untuk “menarik” campuran udara dan bahan bakar ke
dalam cylinder pada intake stroke. Untuk menghindari pengapian sendiri (self ignition) dan
pembakaran yang tidak terkendali, ratio kompresi engine ini dibuat lebih rendah dari diesel
engine.
Di dalam diesel engine, udara dikompresi di dalam combustion chamber hingga cukup panas
untuk menyulut bahan bakar. Bahan bakar kemudian diinjeksi ke dalam ruang panas dan
pembakaran terjadi, yang membiarkan pengendalian proses pembakaran.
Di dalam kedua jenis engine tersebut, pembakaran menghasilkan energi panas yang
menyebabkan gas, yang terperangkap di dalam combustion chamber, memuai, mendorong
piston ke bawah. Pada saat piston tersebut menggerakkan komponen-komponen mesin lain yang
melakukan kerja.
Piston dan connecting rod bergerak dengan gerakan naik dan turun, yang disebut gerakan bolak-
balik. Connecting rod memutar crankshaft yang mengubah gerakan bolak-balik tersebut menjadi
gerakan melingkar (circular), yang disebut gerakan putar. Ini adalah cara engine
mentransformasikan energi panas hasil pembakaran menjadi kerja/usaha yang dapat
bermanfaat.

SIKLUS EMPAT LANGKAH/TAK (FOUR STROKE CYCLE)

Gambar 62
Sebagian besar diesel engine bekerja dengan menggunakan siklus empat langkah (empat tak)
(Gambar 62). Ada sedikit pengecualian. Siklus dua langkah masih digunakan oleh beberapa
pabrik pembuat, tetapi engine dua langkah (dua tak) secara perlahan tidak digunakan lagi dalam
aplikasi kecepatan tinggi.

APLTCLO35
42 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Intake Stroke

Gambar 63
Siklus dimulai dengan intake stroke (Gambar 63).
Intake valve terbuka dan exhaust valve tertutup. Piston memulai gerakan ke bawah, atau intake
stroke, sehingga menciptakan area tekanan rendah di dalam cylinder. Tekanan atmosfir
mendorong udara masuk ke dalam cylinder. Akibatnya, dapat dikatakan bahwa udara “ditarik” ke
dalam cylinder. Crankshaft berputar 180º dan exhaust valve tetap tertutup.

Compression Stroke

Gambar 64
Selama compression stroke (Gambar 64), intake valve menutup, menyekat ruang pembakaran
(combustion chamber). Piston bergerak ke titik tertingginya dalam cylinder, yang disebut top dead
center (TDC). Udara yang tertangkap dikompresi dan menjadi sangat panas.
Pada tahap ini, crankshaft telah berputar 360º, atau satu putaran penuh.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 43
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Power Stroke

Gambar 65
Intake valve dan exhaust valve tetap tertutup untuk menyekat combustion chamber. Bahan bakar
diesel diinjeksi mendekati akhir compression stroke. Panas udara terkompresi menyulut bahan
bakar Gambar 65), sehingga dengan demikian memulai proses pembakaran. Energi panas, yang
ditimbulkan oleh pembakaran, bekerja pada bagian atas piston, mendorongnya ke bawah dan
memulai power stroke. Ini menyebabkan connecting rod memutar crankshaft 180º lagi, yang
berarti bahwa crankshaft telah membuat satu setengah putaran sejak siklus dimulai.

Exhaust Stroke

Gambar 66
Exhaust stroke (Gambar 66) adalah stroke akhir di dalam siklus tersebut. Exhaust valve
membuka pada saat piston bergerak ke atas dan mendorong gas pembakaran keluar dari
cylinder. Di dekat TDC (top dead center), exhaust valve menutup, intake valve membuka, dan
siklus dimulai lagi. Crankshaft telah berputar 180º lagi untuk menyelesaikan dua putaran.
Karena siklus penuh terdiri dari empat stroke, maka ini disebut siklus empat langkah (empat tak).
Engine-engine merek Caterpillar menggunakan siklus empat langkah (four-stroke cycle) dan
urutan silinder engine melaksanakan power stroke-nya atau pembakaran disebut “urutan
pembakaran” (“firing order”). Sebagai contoh, urutan pembakaran engine truk 3406E adalah 1-5-
4-6-2-3, dengan silinder-silinder diberi nomor 1 sampai 6 dari bagian depan ke bagian belakang
engine.

APLTCLO35
44 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

KARAKTERISTIK RANCANGAN MESIN DISEL


Petrol Engine atau Engine Gas Alam
Petrol engine atau engine gas alam juga menggunakan siklus empat langkah (four stroke cycle),
tetapi ada beberapa perbedaan.

Tidak Ada Percikan Yang Dibutuhkan

Gambar 67
Sebagian besar perbedaan yang jelas adalah bahwa diesel engine (Gambar 67) tidak
membutuhkan percikan api untuk pengapian. Sebagai penggantinya, udara dikompresi sampai
ratio sedemikian tinggi, sehingga memanaskan udara di dalam combustion chamber cukup untuk
menyulut bahan bakar bila diinjeksi.
Di dalam petrol engine atau engine gas alam (Gambar 67), udara terkompresi tidak memberikan
cukup panas untuk dimulainya pembakaran. Busi (spark plug) menyulut campuran, yang
menimbulkan pembakaran.

Rancangan Combustion Chamber adalah Berbeda

Gambar 68
Lebih Banyak Kerja Pada RPM Lebih Rendah
Perbedaan utama lain adalah jumlah kerja yang dapat dilaksanakan oleh diesel engine pada
putaran lebih rendah. Diesel engine biasanya beroperasi pada antara 800 dan 2200 RPM
(putaran per menit) dan memberikan lebih banyak torsi dan tenaga untuk melaksanakan kerja.
Ini dikarenakan diesel engine cylinder diisi dengan udara, sedangkan cylinder engine gas atau
petrol diisi dengan campuran udara/bahan bakar. Ini mengandung lebih sedikit oksigen dan
hanya dapat membakar kuantitas bahan bakar lebih sedikit bila dibandingkan dengan diesel
engine dengan ukuran yang sama.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 45
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Diesel engine umumnya lebih efisien dari segi bahan bakar untuk jumlah output kerja bila
dibandingkan dengan petrol engine, dan diesel engine biasanya lebih berat karena harus
menahan tekanan dan temperatur pembakaran yang lebih tinggi.

ISTILAH TENAGA FISIKA DAN EFISIENSI


Ada tiga kategori utama istilah untuk menjabarkan engine.
ƒ Gerakan benda dan efek gerakan (fisik)
ƒ Output tenaga (power output)
ƒ Efisiensi engine (ukuran).

Istilah Fisika
Friksi

Gambar 69
Jumlah gaya tertentu dibutuhkan untuk mendorong permukaan dua buah benda satu sama lain
(Gambar 69). Resistensi terhadap gerakan ini disebut friksi. Jika beban ditambah, friksi akan
bertambah. Sebagai contoh, akan dibutuhkan lebih banyak usaha untuk mendorong benda yang
berat dari pada mendorong benda yang lebih ringan. Kondisi dua permukaan yang bersentuhan
juga membuat perbedaan. Inilah sebabnya mengapa sistem pelumas di dalam engine adalah
penting. Lapisan oli antara komponen-komponen bergerak di dalam sebuah engine menjaga
friksi antara dua permukaan sangat rendah. Ini tidak hanya memberikan engine usia pakai yang
lama, tetapi juga menimbulkan hambatan yang lebih sedikit pada engine. Ini memungkinkan
engine menghasilkan lebih banyak tenaga yang berguna. Friksi terjadi antara piston dan dinding
cylinder pada saat piston bergerak ke atas dan ke bawah. Friksi menimbulkan panas yang
merupakan salah satu penyebab terbesar aus dan kerusakan komponen.

Inersi
Hukum pertama Sir Isaac Newton mengenai gerakan menyatakan bahwa sebuah benda yang
bergerak cenderung untuk tetap bergerak, dan sebuah benda yang diam akan cenderung untuk
tetap diam, sebelum ada aksi oleh gaya dari luar. Fenomena ini disebabkan karena benda
memiliki inersi. Besaran inersi sebuah benda berbanding langsung dengan massa benda
tersebut. Sebagai contoh, sebuah mobil memiliki inersi lebih besar dari pada sepeda. Oleh
karena itu akan lebih sulit menggerakkan atau menghentikan sebuah mobil dibandingkan dengan
menggerakkan atau menghentikan sepeda.

Gaya
Gaya adalah dorongan atau tarikan yang memulai, menghentikan atau mengubah arah gerakan
sebuah benda. Sebagai contoh, gaya ditimbulkan oleh pembakaran selama power stroke.
Semakin besar gaya yang ditimbulkan, semakin tinggi tenaga yang dihasilkan.

APLTCLO35
46 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Tekanan
Tekanan adalah ukuran gaya per satuan luas. Selama siklus empat langkah (empat tak), banyak
tekanan dihasilkan pada bagian atas piston selama compression stroke dan power stroke.
Banyak sistem dan komponen engine dengan pembakaran internal bekerja dibawah, atau
membangkitkan, tekanan spesifik. Pengetahuan dan ukuran tekanan ini dapat memberikan
informasi yang banyak tentang kesehatan engine secara keseluruhan.
Tekanan dapat ditimbulkan dengan tiga cara:
ƒ Meningkatkan temperatur
ƒ Mengurangi volume, tetapi masa tetap sama (compression stroke)
ƒ Hambatan aliran.

Istilah Output Tenaga (Power Output)


Tenaga engine dijabarkan menurut kualitas dan kuantitas karakteristik tertentu.

Putaran per Menit (RPM – Revolution per Minute)


Torsi (Torque)
Bila engine sedang hidup, pembakaran yang terjadi menyebabkan piston bergerak ke bawah di
dalam cylinder. Gerakan ke bawah piston ini mendorong connecting rod dan menyebabkan
crankshaft diputar. Gaya puntir atau gaya putar yang ditimbulkan oleh crankshaft disebut torsi
(torque).
Torsi juga merupakan ukuran daya dukung beban (load carrying capacity) sebuah engine sebuah
engine.
Torsi dan tenaga kuda yang dihasilkan oleh engine berhubungan satu sama lain dengan
persamaan di bawah ini:
T = 5252 x HP/RPM
Dimana: T = Torsi, yang diukur dalam satuan Newton meter (Nm)
Tenaga kuda (horsepower) (HP) adalah satuan ukuran Imperial tetap, dalam contoh ini
adalah 5252.
Torsi diukur dalam satuan foot-pound (ft-lb) dalam sistem imperial dan dalam satuan Newton
meter (Nm) dalam sistem metrik.
1 ft lb = 1,3558 Nm
1 Nm = 0,7376 ft lb

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 47
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Tenaga (Power)
Tenaga didefinisikan sebagai tingkat dimana kerja dilaksanakan dalam suatu kurun waktu.
Tenaga =
P = F x D/t atau P = W/t
Dimana t = waktu dimana kerja dilaksanakan.

Tenaga kuda (horsepower)


Ukuran standar tenaga dalam satuan metrik adalah kilowatt (kW), dan dalam sistem imperial,
ukuran standar tenaga adalah horsepower (HP).
1 HP = 0,746 kW dan 1 kW = 1,340 HP
James Watt, seorang penemu yang berasal dari Skotlandia, pertama-tama menggunakan istilah
horsepower. Watt mengamati kemampuan seekor kuda dalam sebuah cool mine hoisting coal. Ia
mendefinisikan 1 HP sama dengan kemampuan seekor kuda untuk menaikkan 33000 lb batubara
dalam jarak 1 feet dalam satu menit.
Horsepower = Waktu x RPM / 5252
Definisi horsepower diuraikan sebagai besaran output kerja dalam suatu periode waktu.
HP = t x RPM / 5252

CATATAN:
Rumus ini tidak dapat digunakan dengan satuan metrik. Ubah satuan metrik menjadi satuan
Imperial sebelum melaksanakan perhitungan.
Ada beberapa jenis tenaga yang sering dibahas.
Indicated HorsePower (IHP) adalah tenaga yang secara teoritis mampu dihasilkan oleh engine.
Ini dihitung dengan mengalikan jarak perpindahan engine (displacement) dengan tekanan efektif
rata-rata di dalam cylinder dalam satuan pound per inch2 dan membaginya dengan 33.000.
Brake Engine HorsePower (BHP) adalah tenaga yang bermanfaat yang tersedia untuk kerja
pada flywheel. Tenaga ini kurang bila dibandingkan dengan indicated horsepower, karena
sebagian energi digunakan untuk menggerakkan komponen-komponen engine dan komponen-
komponen tambahan penggerak (drive auxiliary), seperti water pump dan oil pump. Tenaga ini
biasa dihitung dengan pengujian fisika terhadap sebuah engine dengan menggunakan
dynamometer. Dynamometer adalah sebuah alat yang dihubungkan ke sebuah engine untuk
tujuan mengukur torsi dan output tenaga kuda engine.
Friction HorsePower (FHP) adalah tenaga yang dibutuhkan engine untuk mengatasi kehilangan
friksi bearing, gear, dan komponen-komponen bergerak lainnya di dalam engine. Friction power
akan bertambah jika ukuran dan/atau kecepatan engine bertambah.
Untuk menghitung Brake engine horsepower, gunakan rumus berikut ini:
IHP = BHP = FHP

Usaha (Work)
Usaha didefinisikan sebagai gaya yang diberikan dalam jarak tertentu.
Usaha = Gaya x Jarak
W=FxD

APLTCLO35
48 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Panas

Gambar 70
Temperatur adalah ukuran kehangatan atau kedinginan nisbi sebuah benda. Temperatur
biasanya diukur dengan skala Fahrenheit atau Celsius (Gambar 70, kiri).
British thermal Unit (BTU) digunakan untuk mengukur nilai panas dalam besaran tertentu bahan
bakar, atau besaran panas yang ditransfer dari satu benda ke benda lain.
Panas adalah suatu bentuk energi yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar. Energi panas
diubah menjadi energi mekanis oleh piston dan komponen-komponen engine lain untuk
menghasilkan tenaga yang sesuai untuk kerja.
BTU adalah ukuran panas yang dibutuhkan untuk menaikkan satu pound air sampai satu derajat
Fahrenheit.
BTU juga digunakan untuk menjabarkan nilai panas bahan bakar. Bahan bakar dengan BTU
rating yang lebih tinggi membangkitkan lebih banyak panas, dan, oleh karena itu, lebih banyak
tenaga. Bahan bakar diesel memiliki BTU rating yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan
bensin (petrol) (Gambar 70, kanan).
Di dalam sebuah cooling system, panas dibuang dari engine. Kuantitas panas yang dibuang oleh
cooling system diukur dalam BTU.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 49
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

ISTILAH UKURAN ENGINE


Efisiensi yang dimiliki engine tertentu dinyatakan sebagai persentase tenaga aktual (BHP) dari
tenaga teoritis (IHP) sebuah engine.
Kinerja sebuah engine dinilai dengan membandingkan output tenaga dan/efisiensi engine. Ini
dapat diukur dengan beberapa cara yang berbeda. Spesifikasi pabrik pembuat harus diketahui
untuk memahami efek yang ditimbulkan oleh faktor-faktor dan ukuran-ukuran ini terhadap kinerja
engine.
Beberapa spesifikasi dasar yang dibuat oleh perusahaan pembuat tentang sebuah engine yang
mempengaruhi kinerja engine adalah:
ƒ lubang (bore)
ƒ stroke
ƒ displacement
ƒ compression ratio

Gambar 71

Bore (B)
Bore adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan diameter dalam masing-masing
cylinder di dalam engine (Gambar 71). Bore umumnya diukur dalam satuan mm atau inch.
Bore, berikut panjang pergerakan piston, menentukan volume udara yang tersedia untuk
pembakaran. Biasanya, semakin besar bore, semakin besar tenaga engine.

Gambar 72

Top Dead Center (TDC)


Top Dead Center (TDC) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan posisi piston pada
saat mencapai titik tertinggi di dalam cylinder (Gambar 72). Banyak peristiwa dalam
pengoperasian engine diidentifikasi berdasarkan posisi crankshaft, yang diukur dalam derajat,
baik sebelum ataupun sesudah TDC.

APLTCLO35
50 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Bottom Dead Center (BDC)


Bottom Dead Center (BDC) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan posisi piston
ketika berada pada titik terendah di dalam cylinder (Gambar 72).

Stroke (L)
Stroke (Gambar 72) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jarak pergerakan
piston di dalam cylinder sebuah engine. Stroke diukur sebagai perbedaan antara posisi piston
pada TDC dan BDC. Besaran stroke ditentukan oleh rancangan crankshaft.
Stroke diukur dalam satuan millimeter atau inch. Semakin panjang stroke, semakin banyak udara
yang masuk ke dalam cylinder, yang memungkinkan lebih banyak bakar yang memungkinkan
lebih banyak bahan bakar yang dibakar, yang menimbulkan lebih banyak tenaga.

Engine Displacement
Bore, stroke, dan jumlah cylinder, semuanya menentukan displacement sebuah engine.
Displacement masing-masing cylinder pada dasarnya adalah volume ruang yang disapu oleh
piston selama satu stroke. Displacement sebuah engine (engine displacement) adalah
displacement masing-masing cylinder dikalikan dengan jumlah cylinder.
Displacement sebuah engine dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Displacement = -Luas Bore x Stroke x Jumlah cylinder
-= πr2 x L x n
-Dimana:
-π = 22/7 atau 3,142
-radius = ½ bore (diameter)2 = radius x radius
-L = stroke
-n = jumlah cylinder di dalam engine
Displacement biasanya dinyatakan dalam inch kubik, sentimeter kubik (cc) atau liter.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 51
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

COMPRESSION RATIO

Gambar 73
Cylinder displacement dan volume combustion chamber menentukan compression ratio sebuah
engine (Gambar 73). Untuk menghitung compression ratio, gunakan rumus ini:
VolumeCylinderTotal
CR =
CombustionChamber
ATAU
VolumeTotalpadaBDC
VolumeKompresiapdaTDC
Compression ratio umum diesel engine berkisar dari 11:1 sampai 22:1.
Ini jelas lebih tinggi dibandingkan dengan compression ratio engine berbahan bakar petrol atau
gas alam umum, yang biasanya berkisar dari 8:1 sampai 11:1. Diesel engine memanfaatkan
compression ratio yang lebih tinggi untuk meningkatkan tekanan di dalam combustion chamber.
Ini disebabkan karena rancangan pengapian dasarnya adalah pengapian kompresi, bila
dibandingkan dengan pengapian percikan (spark ignition) untuk engine berbahan bakar petrol
dan gas alam.
Tekanan yang semakin tinggi akan menyebabkan kenaikan temperatur udara dan bahan bakar di
dalam combustion chamber. Temperatur tinggi ini (sekitar 1000ºF) akan menyebabkan bahan
bakar diesel menyala tanpa menggunakan busi (spark plug).

APLTCLO35
52 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

KONDISI ATMOSFIR

Gambar 74
Untuk menghasilkan tingkat tenaga yang diinginkan, diesel engine membutuhkan volume udara
yang besar. Tekanan atmosfir, temperatur udara sekitar dan kelembaban nisbi udara memainkan
peranan signifikan dalam karakteristik kinerja sebuah engine.
Tekanan atmosfirlah yang mendorong udara masuk ke dalam engine. Tekanan atmosfir adalah
tekanan yang diberikan pada permukaan bumi karena berat atmosfir (udara yang mengelilingi
bumi).
Tekanan atmosfir akan paling besar pada permukaan laut, karena kolom udara di atas
permukaan laut lebih tinggi bila dibandingkan dengan di atas puncak sebuah gunung (Gambar
74).
Sebagai contoh, karena tekanan yang meningkat pada permukaan air laut, udara lebih padat
dibandingkan dengan udara pada puncak gunung. Udara yang padat ini memungkinkan lebih
banyak molekul udara untuk mengalir ke dalam cylinder. Ini memungkinkan bahan bakar dibakar
secara lebih sempurna di dalam diesel engine yang, pada gilirannya, menghasilkan lebih banyak
tenaga. Itulah sebabnya, mengapa engine bekerja lebih baik di ketinggian lebih rendah, karena
udara lebih padat.
Temperatur udara sekitar juga memainkan peranan dalam volume udara yang dapat mengalir ke
dalam engine. Semakin rendah temperatur udara, semakin padat muatan udara yang masuk ke
dalam cylinder. Semakin tinggi kerapatan udara, semakin banyak tenaga yang dapat dihasilkan
dengan efisien di dalam engine. Engine cenderung bekerja lebih baik pada malam hari karena
temperatur udara lebih rendah dan muatan udara yang lebih rapat masuk ke dalam cylinder.
Kelembaban juga merupakan faktor penting dalam pembakaran diesel engine. Kelembaban
adalah ukuran relatif jumlah uap air yang terdapat di udara. Semakin tinggi kelembaban udara,
semakin banyak uap air dan semakin sedikit oksigen, dan oleh karena itu, semakin berkurang
efisiensi pembakaran dan semakin rendah kemampuan tenaga.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 53
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

EFISIENSI
Tenaga aktual yang dihasilkan oleh sebuah engine selalu kurang dari tenaga teoritis. Ada
beberapa cara untuk menggambarkan efisiensi sebuah engine.
Efisiensi volumetrik didefinisikan sebagai seberapa mampu engine dalam mengisi cylinder
dengan udara pada intake stroke dibandingkan dengan cylinder yang diisi penuh dengan udara
pada tekanan atmosfir.
Karena udara harus didorong masuk ke dalam cylinder oleh tekanan atmosfir, cylinder tidak akan
pernah penuh 100%.
Efisiensi mekanis adalah perbandingan tenaga rem dengan tenaga yang ditunjukkan.
TenagaKuda Re m
= EfisiensiMe sin
TenagaKudaYangDitunjukkan

BHP
= ME
IHP

Efisiensi thermal adalah tingkat dimana engine mampu mengubah dengan berhasil energi ratio
udara/bahan bakar menjadi energi panas untuk menyebabkan piston memutar crankshaft.
Efisiensi bahan bakar didefinisikan dengan berbagai cara. Yang paling umum adalah kilometer
per liter (Km/L), liter per 100 Km atau mile per gallon (mpg). Ini digunakan untuk menggambarkan
efisiensi bahan bakar sebuah engine dalam aplikasi jalan raya, seperti truk.
Efisiensi bahan bakar untuk aplikasi pengangkutan tanah dapat dinyatakan dalam liter per jam
(L/ph) atau gallon per jam (gph) pada kecepatan batas. Efisiensi bahan bakar dapat juga
dinyatakan sebagai “konsumsi bahan bakar spesifik rem” (brake specific fuel consumption -bsfc).
Bsfc didefinisikan sebagai jumlah bahan bakar yang digunakan per satuan tenaga dan waktu.
Bsfc sebuah engine dinyatakan dalam:
Liter Galon
ATAU
BrakeKiloWatt × waktu brakehorsepower × waktu

ATAU

lt g
ATAU
bkw × hr bhp × hr

APLTCLO35
54 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

TOPIK 3
Pelumasan Engine
PENDAHULUAN

Gambar 75
Sistem pelumasan di dalam sebuah diesel engine adalah penting karena kebutuhan yang
ditimbulkan oleh output tinggi dan kebutuhan akan emisi rendah. Tidak hanya sistem pelumas
yang dibutuhkan untuk memberikan oli bersih untuk tempat-tempat yang tepat di dalam engine,
tetapi oli itu sendiri harus tahan terhadap temperatur yang lebih tinggi dan mampu
memperpanjang interval pembuangan sambil menjaga tingkat konsumsi rendah.
Di dalam bab ini, kita akan meninjau kembali komponen-komponen dan cara kerja engine 3406
merek Caterpillar. Sistem ini adalah umum dalam engine Caterpillar, namun demikian, beberapa
engine akan sedikit berbeda.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 55
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

KOMPONEN-KOMPONEN SISTEM PELUMAS

Gambar 76 – Komponen-komponen Sistem Pelumas


Sistem pelumas terdiri dari komponen-komponen berikut ini (Gambar 76):
1. Oil pan atau oil sump
2. Oil pick-up tube dan suction bell
3. Oil pump
4. Oil pressure relief valve
5. Oil cooler dengan sebuah bypass valve
6. Oil filter dengan sebuah bypass valve
7. Oil gallery (suplai ke engine)
8. Piston cooling jet
9. Crankcase breather, line (saluran) dan pipe (pipa).

OIL PAN

Gambar 77 – Oil Pan


Oil pan (Gambar 77) adalah reservoir untuk oli engine. Oil pan juga mendisipasi panas dari
engine ke atmosfir dan dilengkapi dengan sejumlah internal baffle yang berfungsi mencegah
pengadukan oli. Oil pan terdapat di bagian dasar engine.

APLTCLO35
56 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

SUCTION BELL DAN INLET SCREEN

Gambar 78 – Suction Bell


Dari oil pan, oli mengalir melalui sebuah inlet screen dan masuk ke dalam suction bell (Gambar
78). Inlet screen mencegah masuknya kotoran yang berukuran besar ke dalam sistem oli. Dari
sini oli bergerak ke oil pump.

OIL PUMP

Gambar 79 – Aliran Oil Pump


Aliran sistem pelumas dimulai ketika pompa menarik oli dari oil pan atau sump (Gambar 79). Oil
pump terdapat di bagian depan engine dan ditutup oleh sump. Oil pump digerakkan oleh sebuah
gear yang bertautan dengan engine crankshaft.

BYPASS VALVE DAN RELIEF VALVE

Gambar 80 – Bypass dan Relief Valve


Sistem pelumas menggunakan beberapa bypass and relief valve untuk melindungi engine
(Gambar 80).
Oil pump (1) menggunakan sebuah pressure relief valve (2), sedangkan oil cooler (3) dan filter
(4) menggunakan bypass valve (5),

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 57
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Pressure relief valve membatasi tekanan dan bypass valve memungkinkan oli mengalir di
sekeliling komponen, bukan melalui komponen, jika komponen diblokir. Pressure relief valve
dijelaskan secara lebih rinci pada bagian-bagian selanjutnya.

DESKRIPSI OIL PUMP

Gambar 81
Oil pump adalah sebuah pompa jenis positive displacement gear.
Gear pump sederhana adalah jenis yang paling umum dijumpai di dalam engine-engine merek
Caterpillar. Pompa ini dilengkapi dengan dua gear yang bertautan. Engine menggerakkan satu
gear dan yang lainnya berfungsi sebagai idler gear. Kedua gear tersebut berputar ke arah yang
berlawanan, yang menangkap oli engine, dan menariknya ke sekeliling bagian dalam housing.
Bila gigi-gigi gear bertautan, oli didorong keluar dari gigi-gigi dan mengalir melalui pump outlet ke
bagian lain sistem pelumas.

Gambar 82
Beberapa diesel engine menggunakan pompa jenis rotor (Gambar 82). Pompa ini dilengkapi
dengan sebuah inner gear dan sebuah outer gear yang bertautan satu sama lain.
Engine menggerakkan inner gear. Pemusatan (centering) adalah offset dari inner gear dan bebas
berputar. Pada saat inner gear diputar, inner gear menyebabkan outer gear berputar. Oli engine
ditarik masuk ke dalam pompa melalui inlet dan dibawa di dalam ruang antara kedua komponen
yang berputar ke outlet. Pada sisi outlet, inner gear dan outer gear bertautan satu sama lain dan
mendorong oli keluar dari outlet port pompa.

OIL SCAVENGE PUMP


Banyak diesel engine dirancang untuk bekerja dalam aplikasi yang mungkin menuntut engine
berada pada lereng yang curam. Traktor jenis track misalnya umum digunakan dalam aplikasi
yang menuntut agar mesin dan engine berada pada kemiringan yang relatif curam terhadap garis
horisontal. Untuk memastikan bahwa semua oli engine tidak berkumpul di satu ujung oil pan, jauh
dari suction bell, banyak engine juga memiliki scavenge oil pump. Scavenge oil pump berfungsi
untuk memastikan bahwa oli selalu ada di dalam main sump. Ini mencegah sistem pelumas agar
tidak mengalami kekosongan oli.

APLTCLO35
58 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

OIL PUMP RELIEF VALVE

Gambar 83 – Oil Pump Relief Valve.


Oil pump dilengkapi dengan sebuah integral pressure relief valve (Gambar 83, kiri) yang
mengontrol tekanan kerja sistem maksimum. Membatasi tekanan membantu mengurangi
kebocoran dan memperpanjang usia pakai seal.
Valve tersebut akan tetap pada dudukannya (tertutup) hingga tekanan oli pada pump naik di atas
tekanan yang diberikan oleh pegas di dalam valve.
Jika tekanan di dalam sistem mendekati maksimum, tekanan tersebut akan mendorong valve
lepas dari dudukannya dan membiarkan sebagian oli mem-bypass ke sisi pump yang bertekanan
rendah. Jika tekanan di dalam sistem terus naik, valve plunger akan bergerak lebih jauh ke
bawah membiarkan lebih banyak aliran yang mem-bypass.
Bila oli engine dingin, oli ini akan kental, yaitu memiliki viskositas yang lebih tinggi, dan akan sulit
mengalir. Selama pengasutan (start up) engine dingin, oli akan sulit mengalir melalui engine.
Tekanan akan menumpuk dengan cepat, yang menyebabkan valve membuka.
Bila relief valve membuka, oli mengalir kembali ke sisi pompa yang bertekanan rendah inlet) dan
bila tekanan oli turun dibawah tekanan buka valve, maka valve akan menutup.

OIL COOLER

Gambar 84
Dari oil pump, oli mengalir ke sebuah oil cooler (Gambar 24) yang membuang panas dari oli. Di
dalam oil cooler housing, terdapat pipa-pipa yang mengangkut bahan pendingin engine. Ini
disebut heat exchanger oli engine ke bahan pendingin. Oli engine yang panas mengalir melalui
cooler element dan mentransfer panas ke bahan pendingin engine. Pendinginan oli ini membantu
menjaga sifat pelumasan oli dibawah beban engine berat.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 59
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

OIL COOLER BYPASS VALVE

Gambar 85 – Oil Cooler Bypass Valve


Selama start-up dingin, oli yang dingin akan sulit mengalir melalui oil cooler. Untuk mencegah
resistensi ini agar tidak menyebabkan kekurangan oli, sebuah oil cooler bypass valve (Gambar
85) dipasang di dalam cooler assembly. Preset bypass valve ini mendeteksi tekanan oli antara
inlet dan outlet pada cooler. Ini dirancang untuk membuka dan mem-bypass aliran oli di sekeliling
cooler bila oli dingin dan kental. Valve ini adalah valve arah (directional valve) dan sering
dipasang di dalam oil cooler. Bila valve ini membuka, valve ini akan membiarkan komponen-
komponen bergerak menerima oli bila terdapat resistensi oli terlalu tinggi untuk mengalir melalui
cooler.

OIL FILTER

Gambar 86 – Oil Filter


Oli mengalir dari cooler ke oil filter (Gambar 86). Tergantung dari rancangan engine-nya, ada
satu atau lebih oil filter yang dipasang. Alas oil filter menampung sekurang-kurangnya satu filter
element. Sebagian besar diesel engine menggunakan filter model spin-on aliran penuh untuk
membuang material asing yang dapat merusak dari oli engine. Filter tersebut perlu diganti setiap
250 jam pengoperasian.

APLTCLO35
60 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

OIL FILTER BYPASS VALVE

Gambar 87 – Oil Filter By-pass Valve


Oil filter bypass valve (Gambar 87) juga berupa directional valve. Oli engine mengalir ke dalam
filter housing dan mengalir dari luar filter, melalui filter media, dan keluar melalui lubang di
tengah-tengah filter. Namun demikian, filter element tahan terhadap aliran oli dingin. Filter
element juga tahan terhadap aliran oli bila oli sudah kotor. Untuk mencegah kerusakan pada
element, dan kemungkinan kekurangan oli di dalam sistem, alas filter dilengkapi dengan sebuah
filter bypass valve.
Bypass valve ini mendeteksi perbedaan tekanan di seluruh element dan pada perbedaan
tekanan yang telah ditentukan akan membuka, mem-bypass aliran oli di sekeliling element. Ini
adalah suatu alasan mengapa prosedur pemeliharaan yang tepat begitu penting. Filter yang kotor
dapat menyebabkan masalah serius.

OIL PASSAGE ATAU GALLERY

Gambar 88 – Oil Passage (lubang saluran oli)


Oli juga mengalir dari oil fiter dan memasuki gallery oli utama (main oil gallery). Gallery ini terletak
di dalam engine block (Gambar 88).

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 61
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

PELUMASAN FRONT GEAR TRAIN

Gambar 89 – Pelumasan Front Gear Train


Pelumasan untuk front gear train (Gambar 89) terdiri dari:
1. Suplai oli ke idler gear shaft.
2. Suplai oli ke accessory drive (penggerak tambahan).
Front gear train accessory drive dan idler gear menerima aliran oli dari sebuah lubang saluran
bor internal (internal drilled passage) yang dihubungkan ke front camshaft oil passage (lubang
saluran oli camshaft depan).

PELUMASAN TURBOCHARGER

Gambar 90 – Pelumasan Turbocharger


Saluran suplai oli turbocharger (Gambar 90) dihubungkan ke outlet pada alas filter. Suplai oli
dingin dan bersih yang cukup merupakan faktor yang penting bagi usia pakai turbocharger, oleh
karena itu, turbocharger menerima aliran oli sebelum komponen-komponen engine lain. Oli
mendingin dan melumasi bearing pada turbocharger dan dari turbocharger dikembalikan ke oil
pan.

APLTCLO35
62 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Pematian engine dalam keadaan panas atau pada saat RPM sedang tinggi harus dihindari. Aliran
oli yang tidak cukup dibawah kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan dini turbocharger.
Turbocharger membutuhkan oli untuk mendinginkan dan melumasi bearing-bearing-nya.

PISTON COOLING JET

Gambar 91 – Piston Cooling Jet.


Oli yang dingin dan bersih diarahkan dari dasar filter ke oil manifold di dalam engine block. Piston
cooling jet (Gambar 91) dihubungkan oil manifold dan mengarahkan sedikit aliran oli ke sisi
bawah piston untuk pendinginan. Ini membantu mendinginkan piston sampai pada temperatur
yang seragam dan menghasilkan usia pakai piston lebih lama. Ini juga membantu melumasi
dinding-dinding cylinder.

PELUMASAN DINDING CYLINDER

Gambar 92
Oli mencapai dinding-dinding cylinder bila didesak keluar dari connecting rod bearing dan
memercik piston (Gambar 92). Dinding-dinding cylinder juga dilumasi oleh “percikan” dari piston
cooling jet.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 63
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

SUPLAI OLI KE MAIN BEARING DAN CAMSHAFT BEARING

Gambar 93 – Suplai oli ke Crankshaft Bearing.


Setiap pasangan main bearing dan camshaft bearing (Gambar 93) dihubungkan oleh sebuah
lubang saluran oli yang dibor di dalam block. Lubang saluran yang dibor ini menerima oli melalui
sebuah lubang saluran bor yang bersimpangan yang dihubungkan ke oil manifold.

SUPLAI OLI KE CONNECTING ROAD BEARING

Gambar 84
Sebuah groove (slot) di sekeliling bagian dalam upper main bearing shell mensuplai aliran oli ke
internal drilled passage (lubang saluran bor internal) di dalam crankshaft. Internal crankshaft
passage mensuplai oli ke connecting rod bearing (Gambar 84).

PELUMASAN VALVE LIFTER

Gambar 95 – Pelumasan Valve Lifter.


Alur-alur di sekeliling bagian luar front camshaft bearing dan rear camshaft bearing mensuplai
aliran oli ke front valve lifter passage dan rear valve lifter passage (Gambar 95). Masing-masing
lifter body, roller dan lower push rod socket menerima pelumasan dari lubang-lubang saluran ini.

APLTCLO35
64 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

PELUMASAN ROCKER SHAFT

Gambar 96 – Pelumasan Rocker Shaft.


Rear rocker shaft menerima aliran oli dari rear valve lifter oil passage (lubang saluran oli valve
lifter belakang). Front rocker shaft menerima aliran oli dari lubang saluran bor yang dihubungkan
ke front camshaft supply passage (Gambar 96).
Lubang-lubang saluran bor di dalam rocker shaft mensuplai upper valve train dengan aliran oli.
Ini juga digunakan untuk mensuplai oli ke compression release brake (Jake Brake) jika
dilengkapi.

PELUMASAN SISTEM BAHAN BAKAR

Gambar 97 – Pelumasan Fuel System.


Di dalam pump dan sistem bahan bakar saluran Caterpillar umum, fuel injection pump governor
dan hydraulic timing advance unit menerima aliran oli dari sebuah port pada bagian samping
block (Gambar 97). Port ini dihubungkan ke main and camshaft passage nomor tiga.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 65
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

PELUMASAN AIR COMPRESSOR

Gambar 98 – Pelumasan Air Compressor


Air compressor (Gambar 98) menerima oli dari lubang saluran oli ke accessory drive, melalui
lubang-lubang di dalam timing gear housing dan accessory drive gear housing.

CRANKCASE BREATHER

Gambar 99
Crankcase breather (Gambar 99) membuang gas pembakaran yang bocor melalui piston ring. Ini
menjaga tekanan yang stabil di dalam crankcase. Breather sering dipasang pada bagian atas
engine dan breather ini menyamakan tekanan di dalam engine crankcase dengan tekanan di
bagian luar, dan membiarkan oli keluar kembali dengan mudah ke pan.
Crankcase breather perlu dibersihkan setiap 250 jam pengoperasian engine.

APLTCLO35
66 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

TOPIK 4
Oli Engine

Gambar 100
Engine membutuhkan oli dari jenis, viskositas dan kuantitas yang benar untuk bekerja dengan
benar. Oli harus melumasi, membersihkan, mendinginkan dan menyekat komponen-komponen
engine dibawah berbagai kondisi pengoperasian.
Di dalam diesel engine modern, oli engine harus melaksanakan empat tugas dasar tanpa
menimbulkan dampak negatif pada kinerja engine dan masa pakai engine. Fungsi-fungsi oli ini
dibahas di dalam bab ini.

PELUMASAN
Oli engine menyediakan suatu lapisan pelindung antara komponen-komponen bergerak di dalam
engine. Untuk menjaga ketebalan lapisan oli ini dengan tepat, engine harus dihidupkan pada
temperatur yang benar, pompa oli engine harus menghasilkan tekanan yang benar, dan oli harus
memiliki viskositas yang benar.

PENDINGINAN
Pembakaran yang terjadi di dalam engine menghasilkan besaran panas yang luar biasa,
terutama pada piston. Oli engine adalah bahan pendingin utama untuk piston. Banyak dari panas
ini dibuang oleh oli yaitu antara dinding cylinder dan piston dan oleh “oli percikan” yang dibuang
keluar dari komponen-komponen yang bergerak.
Selain itu, banyak engine memiliki piston cooling jet yang menyemprotkan oli pada sisi bawah
piston, yang memberikan pendinginan tambahan yang dibutuhkan oleh piston.
Beberapa piston cooling jet pada engine dengan rating lebih tinggi memiliki dua outlet orifice,
satu diarahkan pada bawah tengah crown dan lain diarahkan ke lubang saluran tegak di dekat
satu sisi piston yang berhubungan dengan cooling passage (lubang saluran pendinginan) yang
membentang di sekeliling bagian dalam piston crown, tepat di belakang piston ring. Kedua aliran
cooling jet ini adalah untuk pendinginan piston. Ini adalah alasan utama oli engine dibutuhkan
untuk menahan temperatur tinggi tanpa kehilangan sifatnya.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 67
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

PEMBERSIHAN
Pada saat engine beroperasi, akan ada sejumlah blow-by, ketika gas pembakaran memuncak
dan keluar melalui ring dan masuk ke crankcase.
Akan juga ada sedikit kotoran material asing di dalam engine yang berasal dari berbagai sumber.
Tugas oli engine adalah mengeluarkan kontaminan tersebut dari komponen-komponen bergerak
di dalam engine, sehingga kontaminan tersebut akan dibersihkan dari sistem oleh engine oil filter,
atau ditahan dalam bentuk fluida di dalam oli itu sendiri.
Ini terutama penting di dalam engine-engine yang dilengkapi dengan Hydraulic Electronic Unit
Injection fuel system. HEUI fuel system ini menggunakan oli engine untuk bekerja.
Oli engine menjaga kontaminan tidak menumpuk di dalam engine.

PENYEKATAN (SEALING)
Oli engine menciptakan suatu lapisan antara piston ring dan dinding cylinder. Lapisan ini bukan
hanya berfungsi melumasi, tetapi juga membantu menyekat combustion chamber (ruang
pembakaran) engine dari crankcase. Ini membantu mencegah piston ring blow-by.

VISKOSITAS
Viskositas adalah ukuran resistensi fluida untuk mengalir, atau kekentalan oli pada temperatur
tertentu. Aliran berhubungan langsung dengan seberapa baik oli melapisi dan melindungi
komponen-komponen.
Fluida yang mengalir dengan mudah memiliki viskositas rendah. Viskositas di dalam oli sangat
penting karena jika oli terlalu encer, (viskositas rendah jika temperatur naik), oli dapat bocor
melalui seal-seal, sambungan-sambungan, pompa, valve dan kebocoran internal di dalam motor.
Terlalu banyak kebocoran dapat mempengaruhi kinerja sistem.
Viskositas fluida dipengaruhi oleh temperatur. Bila fluida hangat, viskositas fluida tersebut
menjadi rendah. Demikian pula, bila fluida mendingin, viskositas akan meningkat. Minyak sayur
adalah contoh yang baik bagaimana viskositas akan berubah jika temperatur berubah. Bila
minyak sayur dingin, minyak ini akan mengental dan menetes dengan lambat, bila dipanaskan,
minyak ini akan mengencer dan lebih mudah menetes.
Indeks Viskositas

Gambar 101 – Indeks Viskositas


Indeks viskositas (Viscosity Index -VI) adalah ukuran perubahan kekentalan fluida yang
disebabkan oleh perubahan temperatur. Jika konsistensi fluida relatif tetap sama walaupun
temperatur berubah, fluida tersebut memiliki viskositas tinggi. Jika fluida menjadi kental pada
temperatur rendah dan sangat encer pada temperatur tinggi, maka fluida tersebut memiliki indeks
viskositas rendah. Oli yang encer tidak memberikan cukup perlindungan dari aus.

APLTCLO35
68 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Oli Dengan Banyak Viskositas (Multi-Viscosity Oil)


Oli-oli ini telah berubah secara kimia untuk memperpanjang kisaran operasinya. Base stock
dengan viskositas yang lebih rendah dicampur dengan bahan aditif yang mengentalkan oli jika
temperatur naik. Ini membuat sistem bekerja dengan benar, baik pada saat oli dingin maupun
pada saat panas. Bila oli ini rusak, viskositas akan kembali ke nilai lebih rendah oli dasar.

ADITIF OLI
Oli dasar dihasilkan melalui pengilangan minyak mentah. Oli dasar itu sendiri tidak dapat
memberikan perlindungan dan pelumasan yang dibutuhkan oleh engine kinerja tinggi modern.
Aditif membantu memberikan prioritas yang diperlukan yang dibutuhkan dari suatu bahan
pelumas.
Seiring dengan waktu, aditif rusak dan kemampuan oli untuk melumasi akan berkurang. Jika
Anda tidak mengganti oli dengan cukup sering, maka oli akan mengoksidasi dan sludge (lumpur)
akan terbentuk.
Aditif yang umum digunakan terdiri dari:
ƒ Deterjen untuk menjaga kebersihan oli
ƒ Bahan anti aus mengurangi friksi
ƒ Dispersant, menjaga kontaminan tetap dalam bentuk suspensi
ƒ Bahan alkalinitas mengontrol keasaman oli
ƒ Penghambat oksidasi mencegah oksidasi oli bila terpapar pada udara
ƒ Bahan penekan titik lumer menjaga fluida oli pada tekanan rendah dan mencegah kristalisasi
lilin di dalam minyak bumi.
ƒ Viscosity improver menjaga oli agar tidak menjadi terlalu encer pada temperatur tinggi.
Total Base Number atau TBN
Bahan aditif oli yang paling umum meningkatkan total base number (TBN). Ini dihasilkan dengan
menambahkan alkalinitas pada base stock. Semakin alkalin oli, semakin tinggi TBN dan semakin
banyak asam yang dapat dinetralisirnya. Asam-asam ini dihasilkan dari sulfur yang terkandung di
dalam bahan bakar diesel. Bila bahan bakar ini dibakar, bahan bakar ini akan menimbulkan asam
sulfur yang mengkontaminasi oli. TBN membantu menetralisir asam dan melindungi engine dari
korosi yang disebabkan oleh asam sulfur.
Karena bahan bakarnya berbeda mengandung jumlah sulfur berbeda, hal yang penting adalah
menggunakan oli dengan TBN yang cukup tinggi. Ikuti petunjuk pabrik pembuat.

KLASIFIKASI SAE

Gambar 102
US Society of Automotive Engineers telah menyusun suatu sistem klasifikasi untuk
menggambarkan kemampuan oli untuk menahan kondisi yang ekstrim tanpa mengalami
kerusakan. Oli dijabarkan menurut jenis dan viskositasnya.
Jenis oli menggambarkan karakteristik kinerja, seperti detergensi, dispersancy dan resistensi
terhadap kerusakan.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 69
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Jenis Oli
Huruf-huruf seperti CE atau CF-4 mengidentifikasi jenis oli. Engine-engine yang berbeda
membutuhkan jenis oli yang berbeda seperti ditunjukkan di dalam pedoman pelumasan,
pengoperasian dan pemeliharaan untuk alat.
Angka dengan huruf W dianggap sebagai oli mesin dingin, tanpa huruf W, oli ini dianggap oli
musim panas di belahan Utara. Dalam iklim Australia, oli-oli multi-grade digunakan, termasuk oli
dengan hurup W.
Viskositas
Angka yang diikuti dengan huruf SAE menunjukkan kekentalan. Oli dengan bobot tunggal
memiliki satu angka. Angka rendah menunjukkan bahwa oli tersebut encer.
Oli dengan banyak viskositas (multi-viscosity) memiliki dua angka, angka yang lebih rendah
menunjukkan kekentalan pada saat oli dingin, angka kedua menunjukkan kekentalan/viskositas
ketika oli panas.

TEKANAN OLI

Gambar 103
Oli bergerak melalui lubang-lubang saluran ke semua komponen bergerak, termasuk valve train,
injection pump housing, timing advance unit, dan komponen-komponen aksesoris lain sebelum
bergerak kembali melalui lubang-lubang saluran atau rongga-rongga ke oil pan.
Saluran-saluran oli, bearing dan lubang-lubang saluran menghambat aliran oli, yang
menimbulkan tekanan oli. Jika terdapat ruang bebas (clearance) berlebihan di dalam main
bearing atau connecting rod bearing, ini dapat menyebabkan tekanan oli berkurang. Hasil
pembacaan pada alat pengukur tekanan oli adalah hasil hambatan aliran oli normal ini.

APLTCLO35
70 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

PENGEMBANGAN OLI DI CATERPILLAR


Oli pelumas yang digunakan di dalam diesel engine pertama Caterpillar, yang diperkenalkan
pada tahun 1931, adalah oli crankcase mineral lurus (straight mineral crankcase oil). Bila engine
mulai mengalami kelengketan ring (ring sticking) dan cylinder liner tergores, maka ini jelas
menunjukkan bahwa oli yang lebih efektif dibutuhkan. Pada tahun 1935, oli crankcase aditif
pertama dikembangkan melalui kerjasama beberapa perusahaan oli Amerika Serikat dan
Caterpillar.
Caterpillar secara khusus merancang dan membangun engine pengujian satu cylinder untuk
pengujian oli dan menyusun standar kinerja untuk oli ini dan oli berikutnya. Oli crankcase
pertama ini diberi nama “superior lubricant for Caterpillar engine” dan dijual hanya melalui dealer-
dealer Caterpillar.
Pengujian tersebut, yang dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan pembuat engine,
mensyaratkan bahwa engine pengujian satu cylinder dibongkar setelah beroperasi selama
periode waktu yang ditentukan dengan beban dan kecepatan yang ditetapkan terlebih dulu.
Piston-piston diinspeksi, dan perubahan warna yang disebabkan oleh proses pembentukan
pernis diamati dan dicatat. Faktor-faktor penting lain seperti aus ring dan endapan diukur. Pada
tahun 1958, Caterpillar menyusun klasifikasi Seri 3.
Pada tahun 1970, API (American Petroleum Institute) SAE, dan ASTM bekerjasama dalam
merevisi sistem klasifikasi tersebut. Sistem baru mereka didasarkan atas jenis spesifikasi kinerja
yang sama yang telah digunakan oleh Caterpillar dan perusahaan-perusahaan lain.
Caterpillar mampu membatalkan sistem klasifikasinya pada tahun 1972. API/SAE sistem yang
baru menetapkan CD, CC, dan simbol hurup SAE lainnya untuk penggolongan oli. Ini disebut
tingkat kinerja dalam pengujian engine.
Caterpillar merekomendasikan agar Anda menggunakan pengambilan sampel fluida
(pengambilan oli terjadwal), layanan yang ditawarkan oleh sebagian besar dealer Caterpillar.
Analisis oli engine dapat menunjukkan adanya aus logam yang dapat mengindikasikan serangan
asam atau aus tidak normal lainnya. Sebelum mengambil sampel oli, operasikan engine hingga
mencapai temperatur kerja normal.
Sebuah sampling valve dan adapter tersedia untuk mengambil sampel oli pada saat oli sedang
beroperasi. Isi botol sampel baru sekitar 75% penuh. Jika sampel diambil dari aliran buang oli,
jangan mengambil sampel dari bagian pertama atau bagian terakhir dari oli buangan. Gunakan
sikap hati-hati untuk mencegah luka bakar atau cedera yang disebabkan oleh oli panas. Isi label
sampel dan pengiriman.
Pastikan nomor seri engine, mile atau jam pada oli, dan nomor unit yang ditunjukkan.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 71
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

APLTCLO35
72 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

TOPIK 5
Pengambilan Sampel Oli Terjadwal

Gambar 104
Bab ini menguraikan tentang tujuan dan menyajikan suatu ikhtisar program analisis oli Caterpillar.
Yang penting secara khusus adalah metode untuk mengambil sampel yang baik, dan ini akan
dibahas di sini. Sampel yang baik, yang tidak terkontaminasi oleh faktor luar, adalah penting bagi
ketepatan hasil dan, oleh karena itu, keberhasilan program.
“SOS” adalah singkatan dari Scheduled Oil Sampling (Pengambilan Sampel Oli Terjadwal)”

ANALISIS OLI DAN BAHAN PENDINGIN


Walaupun program telah berkembang dan mencakup bahan pendingin engine, yang penting
untuk dilakukan adalah menjaga singkatan SOS yang sekarang dilindungi, dan oleh karena itu,
untuk penggunaan secara khusus di lingkungan Caterpillar.
Dealer-dealer Caterpillar of Australia merepresentasikan 8% dari bisnis di seluruh dunia dan 60%
dari semua sampel adalah dari mesin Caterpillar. Di Australia, target waktu perputaran sampel
adalah 40 jam.

PROGRAM PENGAMBILAN SAMPEL OLI TERJADWAL (SOS)


ƒ Diperkenalkan oleh Caterpillar pada tahun 1971
ƒ Diperkenalkan kepada Australia pada tahun 1972
ƒ Saat ini memiliki 146 laboratorium di seluruh dunia
ƒ 4,9 juta sampel per tahun
Banyak laboratorium pesaing dapat menganalisa oli, tetapi salah satu keunggulan yang paling
signifikan program Caterpillar adalah interpretasi keahlian yang telah dikembangkan pada alat
Caterpillar.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 73
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Analisis Oli Bukan Pemanjangan Usia Pakai


Program SOS Caterpillar adalah analisis alat bukan pemanjangan usia pakai oli.
Program Caterpillar dirancang untuk memaksimalkan usia pakai alat, sedangkan sebagian besar
program analisis oli pesaing berfokus terutama pada cara memperpanjang interval pergantian oli.
Kecuali bila pengawasan dilakukan, kegiatan ini dapat sangat merusak dan merupakan
pemborosan bila dibandingkan dengan biaya overhaul kompartemen, oli relatif murah.

PEMANTAUAN KONDISI
Contoh kegiatan pemantauan kondisi adalah:
ƒ Pemeriksaan rutin
ƒ Keterangan operator
ƒ Analisis getaran
ƒ Sistem Pemantauan di Dalam Alat (Onboard Monitoring System –VIMS)
ƒ Analisis Fluida SOS.
Program SOS adalah bagian dari keseluruhan program pemantauan kondisi mesin. Program ini
perlu digunakan bersamaan dengan indikator-indikator kondisi lain. Beberapa dari kegiatan
pemantauan kondisi ini tersebut di atas. Kegiatan-kegiatan ini memainkan peranan dalam
memaksimalkan usia pakai alat dengan membuat keputusan perbaikan yang tepat pada waktu
yang tepat, berdasarkan atas indikasi-indikasi yang ditemukan.
Manfaat Pemantauan Kondisi
Manfaat pemantauan kondisi adalah:
ƒ Mendeteksi masalah secara dini sehingga masalah ringan dapat diperbaiki sebelum
berkembang menjadi masalah berat.
ƒ Memantau hal-hal positif dan negatif sehingga uang tidak dibuang untuk penggantian oli
secara dini atau perbaikan komponen yang tidak perlu.
ƒ Program SOS dapat membantu mempersingkat waktu troubleshooting (penemuan dan
penyelesaian masalah) karena kesiagaan program SOS memungkinkan teknisi penyervisan
langsung ke sumber masalah.
ƒ Penjadwalan diperbaiki karena komponen-komponen dan tenaga kerja dapat dijadwalkan
sebelum perbaikan yang merupakan hasil dari kecenderungan SOS.’
ƒ Memungkinkan ketepatan waktu pemeliharaan terjadwal dipantau dan pengumpulan
informasi mengenai penggunaan mesin.
ƒ SOS dapat membantu pengguna membuat keputusan mengenai manajemen armada dibuat
setelah kondisi kompartemen diketahui. Ini menjadi penting bila kegiatan pengguna memiliki
target akhir yang jelas karena ada kemungkinan perbaikan ditunda.
ƒ SOS yang lengkap dan riwayat kompartemen yang lengkap akan meningkatkan nilai jual
kembali mesin, karena ini akan memberikan bukti pemeliharaan rutin dan penentuan riwayat
kompartemen.
ƒ Walaupun ada sejumlah faktor yang dianggap oleh pemilik alat penting, program SOS akan
memberikan manfaat untuk dua faktor kunci.
ƒ Biaya pengoperasian keseluruhan yang rendah melalui biaya perbaikan dan pemeliharaan
minimal.
ƒ Produktivitas maksimum dari ketersediaan mesin yang tinggi.

APLTCLO35
74 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

KETERBATASAN PENGAMBILAN SAMPEL OLI


ƒ Tidak memprediksi keretakan
ƒ Kurang akurat bila centrifugal filter dipasang.
Centrifugal filter digunakan pada beberapa engine. Sesuai dengan namanya, centrifugal filter
menggunakan oli bertekanan yang di-bypass dari main system, untuk menyebabkan “filter
canister” berputar pada kecepatan yang sangat tinggi. Ini menyebabkan aksi sentrifugal dimana
benda-benda padat yang terkandung di dalam oli dibuang keluar canister dimana bahan-bahan
padat tersebut akan berkumpul dan memadat.
Dimana Pengambilan Sampel Oli Dapat Diterapkan?
Di dalam setiap kompartemen yang mengandung oli.
SOS dapat diterapkan pada oli di dalam kompartemen mesin apapun, seperti:
ƒ Engine
ƒ Transmission
ƒ Hydraulic system
ƒ Front wheel
ƒ Rear axle housing
ƒ Di dalam petrol engine, gas engine atau diesel engine yang tidak bergerak
ƒ Mesin produksi
ƒ Aplikasi pembangkitan tenaga listrik
ƒ Pesawat udara
ƒ Kapal selam.
Program SOS (Pengambilan Sampel Oli Terjadwal)
Program ini terdiri dari teknis analisis dalam tiga bidang umum.
ƒ Analisis Logam Aus
Ini adalah analisis oli untuk mengidentifikasi adanya partikel-partikel kecil yang biasanya
timbul di dalam kompartemen yang dilewati oli. Partikel-partikel ini berukuran cukup kecil
untuk melewati filter normal.
ƒ Analisis Kondisi Oli
Ini dimaksudkan untuk mengkuantifikasi tingkat kerusakan oli karena digunakan.
ƒ Analisis Fisik
Terdiri dari evaluasi faktor fisik yang merusak oli.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 75
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Proses SOS

Gambar 105
Gambar tersebut di atas memperlihatkan skema proses keseluruhan. Sampel mesin diambil,
dianalisa, dan laporan dibuat dan dikirim ke petugas penghubung operator. Mesin faksimile atau
telepon digunakan untuk kebutuhan tindakan yang sangat urgent dan mendadak, dan surat atau
e-mail digunakan untuk melaporkan hasil umum.

APLTCLO35
76 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

PENGAMBILAN SAMPEL

Gambar 106
Pengambilan sampel merupakan bagian yang sangat penting bagi keberhasilan proses.
Program SOS tidak akan berhasil tanpa sampel yang mewakili oli di dalam kompartemen atau
yang disertai dengan label yang salah.

Gambar 107 – Titik-titik Sampel Hidup dan Vacuum Pump


Dewasa ini, hanya ada dua cara untuk mengambil sampel untuk analisis SOS yang dianggap
valid, yaitu:
ƒ Sample valve (titik sampel hidup)
ƒ Penggunaan vacuum pump.
Metode sample valve adalah yang terbaik, namun demikian, ini hanya dapat digunakan bila
sebuah valve telah dipasang pada sistem. Hanya sistem oli yang bertekanan yang dapat memiliki
sampling valve. Dalam kasus-kasus lain, vacuum pump dibutuhkan.

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 77
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Label Sampel
Label harus memuat keterangan berikut ini:
ƒ Nama pelanggan
ƒ Model mesin
ƒ Nomor seri mesin
ƒ Identifikasi kompartemen
ƒ Merek dan jenis oli
ƒ Apakah oli diganti
ƒ Jam pakai oli
Isi label dengan benar. Tidak perlu menulis keterangan pada botol karena laboratorium tidak
menggunakan ini. Label yang benar harus dipasang pada sampel oli yang benar.
Masalah Pengambilan Sampel

Gambar 108
Jangan mengambil sampel oli dari:
ƒ Aliran buang oli
ƒ Pan oli buangan
ƒ Filter bekas
Sampel dapat terkontaminasi bila:
ƒ Terdapat kotoran dari pembuangan
ƒ Terdapat kotoran di dalam tabung sampel
ƒ Terdapat kotoran di dalam sample gun
ƒ Terdapat kotoran yang masuk ke dalam botol.
Cegah masalah dengan menggunakan tabung baru untuk setiap sampel. Jaga sample gun selalu
tertutup bila tidak digunakan. Jaga botol-botol selalu tetap tertutup. Ingat, hasil sampel adalah
dalam satuan part per million (ppm), yaitu kuantitas yang kecil.
Masalah sampel lainnya dapat terjadi bila:
ƒ Partikel dan logam-logam mengendap
ƒ Sampel mengandung sedimen
ƒ Botol diisi sampai penuh.
Cegah masalah dengan mengambil sampel panas dengan menggunakan teknik yang benar,
(yaitu hidupkan engine sampai mencapai temperatur kerja sebelum mengambil sampel). Ini akan
menjaga segala sesuatu di dalam oli berada dalam bentuk larutan.
Sisakan sedikit ruang udara di dalam botol, karena ini dapat memuai jika diangkut dengan
pesawat udara.

APLTCLO35
78 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

Kebutuhan Khusus akan Analisis Oli dan Bahan Pendingin

Gambar 109
Gunakan pompa terpisah untuk sampel oli dan sampel bahan pendingin.
Sampel bahan pendingin dianalisa di dalam laboratorium SOS.
Gunakan pompa terpisah karena uap glycol dapat masuk ke dalam sampel oli.
Peralatan Analisis Oli
Produk Kode
Cap & Probe 177-9343
Probe Holder 162-8873
Vacuum Pump 1U-5718
Purging Probe 8T-9208
Tube Cutter (baling-baling pengganti) 1U-8589
Sealed Cap 8C-8456
Tabel 1 – Produk Analisis Fluida

APLTCLO35
@Caterpillar of Australia Pty Ltd 79
DIESEL ENGINE FUNDAMENTALS

APLTCLO35
80 @Caterpillar of Australia Pty Ltd
Quality Management Services
PT Freeport Indonesia

Anda mungkin juga menyukai