PROPOSAL
PENGGUNAAN METODE TWO STAY TWO STRAY DALAM
PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JERMAN
SISWA SMA NEGERI 11 MAKASSAR
DIE VERWENDUNG DER TWO STAY TWO STRAY METHODE ZUR
VERSTEIGERUNG DES DEUTSCHEN WORTSCHATZES VON
SCHÜLERN DER SMA NEGERI 11 MAKASSAR
NURWINDA GAFFAR
1854042003
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JERMAN
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ASING
FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2022
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................i
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah............................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................................3
C. Tujuan Penelitian.......................................................................................3
D. Manfaat Penelitian.....................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................6
A. Tinjauan Pustaka.......................................................................................6
1. Metode pembelajaran................................................................................6
2. Metode Two Stay Two Stray (TSTS).......................................................7
3. Penguasaan Kosakata..............................................................................10
5. Tujuan Penguasaan Kosakata..................................................................11
B. Kerangka Pikir.........................................................................................12
BAB III METODE PENELITIAN.........................................................................14
A. Jenis Penelitian........................................................................................14
B. Waktu dan Tempat Penelitian.................................................................15
C. Subjek Penelitian.....................................................................................15
D. Instrumen Penelitian................................................................................15
E. Prosedur Penelitian.................................................................................16
F. Teknik Pengumpulan Data......................................................................18
G. Teknik analisis.........................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................20
i
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa Jerman adalah bahasa Asing yang dipelajari di jenjang
sekolah menengah atas. Pelajaran bahasa Jerman di SMA adalah bahasa
Jerman yang dibuat untuk tingkat pemula, sehingga materinya masih sangat
sederhana dan mudah dipahami. Pembelajaran bahasa Jerman di sekolah
menengah atas bertujuan agar komunikasi secara lisan dan tertulis peserta
didik bisa meningkat secara baik dan benar.
Pembelajaran bahasa Jerman di sekolah diarahkan untuk belajar
berkomunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pembelajaran
bahasa Jerman mencakup empat kompetensi berbahasa yaitu Hören
(menyimak) Sprechen (berbicara), Lesen (membaca), dan Screiben ( menulis)
yang tentunya berkaitan satu sama lain. Keempat kompetensi berbahasa
tersebut ditunjang oleh penguasaan Sprachbausteine (kemampuan tata bahasa
dan kosakata bahasa Jerman) yang mencakup Grammatik dan kosakata.
Berdasarkan observasi peneliti di SMA Negeri 11 Makassar yang
diakukan pada 21 Juli 2022 dan wawancara dengan guru bahasa Jerman yaitu
Dra. Muhaiyang, 25 dari 34 siswa dikelas XII IPS 1 kurang dalam pelajaran
bahasa Jerman.
Berdasarkan hasil pengamatan bahwa kosakata dan minat belajar
bahasa Jerman siswa kurang, kurangnya kosakata dan minat belajar siswa
dapat dilihat pada saat siswa menerima materi pelajaran. Hal ini ditunjukkan
dengan perilaku siswa ketika diberi tugas menerjemahkan terlihat bingung,
1
2
diberi pertanyaan oleh guru tidak dijawab, ada juga beberapa siswa yang
tidak mengerjakan soal-soal. Siswa lebih senang menunggu guru
menyelesaikan soal tersebut. Hal ini disebabkan siswa kurang diberikan
banyak kosakata dan metode pembalajaran yang diberikan kurang inovasi
dan atraktif sehingga siswa kurang memahami setiap materi yang telah
diberikan.
Metode pembelajaran Two Stay Two Stray adalah salah satu metode
pembelajaran yang dapat diterapkan guru dalam proses pembelajaran bahasa
Jerman untuk meningkatkan penguasaan kosakata dikarenakan banyak
peneliti sebelumnya yang menggunakan metode TSTS sebagai bahan
penelitiannya dan efektif digunakan. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian
yang dilakukan Leny Dwi Marina (2019) menggunakan metode Two Stay
Two Stray dalam peningkatan penguasaan kosakata, mengatakan bahwa
metode TSTS ini dapat meningkatkan penguasaan kosakata secara efektif.
Dengan menggunakan metode pembelajaraan Two stay two stray
peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan atau informasi oleh guru
dalam kegiatan pembelajaran tetapi juga mendapatkan pengetahuan atau
informasi dari peserta didik lainnya, sehingga akan lebih banyak pengetahuan
atau informasi yang didapat oleh peserta didik.
Metode pembelajaran Two stay two stray berfokus pada keaktifan
peserta didik. Dalam metode pembelajaran ini, pertama-tama peserta didik
membentuk kelompok belajar yang berjumlah masing-masing kelompok
terdiri atas empat sampai lima orang anggota. Setelah kelompok terbentuk
guru membagikan lembar kertas yang berisikan gambar yang berbeda-beda
3
antar kelompok sesuai dengan materi yang diajarkan kemasing-masing
kelompok.
Setelah itu, masing-masing kelompok diberikan waktu untuk
mendiskusikan dan menuliskan apa saja yang ada pada gambar tersebut
dalam Bahasa Jerman, setelah waktu selesai setiap kelompok akan berbagi
tugas, dua orang bertugas untuk berkeliling, guna untuk mendengarkan
pemaparan hasil diskusi kelompok lain. Lalu dua orang lainnya tetap berada
ditempatnya untuk memaparkan hasil diskusi mereka ke kelompok lain, maka
akan ada pertukaran informasi antara dua kelompok tersebut. Setelah
melakukan diskusi antar kelompok, mereka kembali ke kelompok masing-
masing untuk kembali mendiskusikan informasi apa saja yang telah mereka
dapatkan dari pemaparan kelompok lain, dan hasil diskusi tersebut dituliskan
pada lembar kertas yang telah guru bagikan.
Dengan demikian bahwa penggunaan metode pembelajaran Two
Stay Two Stray dapat membuat suasana belajar menjadi lebih aktif,
partisipatif, dan kondusif. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis
tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Penggunaan Metode Two Stay
Two Stray Dalam Peningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa
SMA Negeri 11 Makassar.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka peneliti
menganalisis beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
4
1. Bagaimana perencanaan metode Two Stay Two Stray dalam
meningkatkan penguasaan posakata Bahasa Jerman siswa SMA Negeri 11
Makassar?
2. Bagaimana proses metode Two Stay Two Stray dalam meningkatkan
penguasaan kosakata Bahasa Jerman siswa SMA Negeri 11 Makassar?
3. Bagaimana hasil belajar penguasaan kosakata Bahasa Jerman siswa
dengan menggunakan metode Two Stay Two Stray siswa kelas XII SMAN
11 Makassar?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian rumusan masalah di atas, yang menjadi tujuan
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Merencanakan pembelajaran dengan menggunakan metode Two Stay Two
Stray untuk meningkatkan hasil belajar penguasaan kosakata Bahasa
Jerman.
2. Menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode Two Stay Two
Stray untuk meningkatkan hasil belajar penguasaan kosakata bahasa
Jerman.
3. Meningkatkan hasil belajar penguasaan kosakatabahasa Jerman
menggunakan metode Two Stay Two Stray pada siswa SMA Negeri 11
Makassar.
5
D. Manfaat Penelitian
Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian yang telah diuraikan, maka
diharapkan penelitian ini mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.
Adapun manfaat dari penelitian ini akan dijabarkan menjadi dua, yaitu
manfaat teoritis serta manfaat praktis.
a) Manfaat Teoritis
Secara Teoritis, dalam penelitian ini diharapkan mampu
memberikan sumbangsih, baik wawasan serta ilmu pengetahuan dalam
pengembangan proses belajar mengajar bahasa Jerman. Selain dari itu,
hasil penelitian ini bisa memberikan penjelasan mengenai pengguanaan
metode Two Stay Two Stray dalam peningkatan penguasaan kosakata
bahasa Jerman.
b) Manfaat Praktis
Secara praktis, penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut:
1) Bagi Peserta didik
Diharapkan meningkatkan peran aktif dalam menumbuhkan
kemampuan dalam memecahkan masalah, kemampuan bekerjasama dan
berkomunikasi, mengurangi kebosanan siswa pada saat menerima
pelajaran, belajar bersosialisasi, belajar mengemukakan pendapat,
menghargai pendapat orang lain serta dapat meningkatkan hasil belajar
mereka.
2) Bagi Pendidik
6
Dalam Penelitian ini pendidik dapat menerapkan metode Two
Stay Two Stray sebagai upaya dalam meningkatkan penguasaan kosakata
siswa pada pembelajaran bahasa Jerman.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka yaitu acuan untuk mendukung penelitian ini yang
dikutip dari beberapa ahli dan diuraikan sebagai rujukan yang dianggap
relevan dalam penelitian ini.
1. Metode pembelajaran
a). Pengertian Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran adalah cara sistematis dalam bentuk konkret
berupa langkah-langkah untuk mengefektifkan pelaksanaan suatu
pembelajaran pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat Iskandarwassid
dan Sunendar (2011, h. 56) yang mengatakan bahwa metode pembelajaran
adalah cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan berbagai
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan atau
ditentukan. Sementara itu, Sutikno (2014, h.33) berpendapat bahwa
pengertian “metode” secara harfiah berarti “cara”, metode adalah suatu cara
atau prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan
menurut Idris dan Barizi (2009, h.109) bahwa metode pembelajaran adalah
cara guru mengorganisasikan pembelajar an dan cara murid belajar.
Dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara kerja
sistematis yang memudahkan pelaksanaan pembelajaran berupa implementasi
spesifik langkah-langkah konkret agar terjadi proses pembelajaran yang
6
7
efektif mencapai suatu tujuan tertentu seperti perubahan positif pada peserta
didik.
2. Metode Two Stay Two Stray (TSTS)
a) Pengertian Two Stay Two Stray
Menurut Isjoni dalam Fathurrohman (2015) model pembelajaran tipe
Two Stay Two Stray kali pertama dikembangkan oleh Spencer Kagan pada
1992. Two stay Two Stray berasal dari bahasa inggris yang berarti dua tinggal
dua tamu. Teknik ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk
membagikan hasil informasi dengan kelompok lain. Selain itu, menurut Anam
(2016) menyatakan bahwa metode Two Stay Two Stray adalah sistem
pembelajaran kelompok dengan tujuan agar siswa dapat saling bekerja sama,
bertanggung jawab, saling membantu memecahkan masalah, dan saling
mendorong satu sama lain untuk berprestasi. Sementara itu, menurut sagala
(2005, h. 201) “Hal yang penting dalam metode ialah, bahwa setiap metode
pembeajaran yang digunakan bertalian dengan tujuan belajar yang ingin
dicapai” dari penjelasan tersebut untuk mendorong keberhasian guru dalam
proses belajar mengajar, guru seharusnya mengerti akan fungsi, dan langkah-
langkah pelaksanaan mengajar.
Dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan metode
pembelajaran Two Stay Two Stray merupakan teknik pembelajaran “dua
tinggal dua tamu “ dimana siswa mendapatkan informasi dan berbagi
informasi kepada kelompok sendiri dan kelompok lainnya. Metode
pembelajaran Two Stay Two Stray ini dapat meningkatkan keaktifan siswa
dalam proses pembelajaran dengan saling bertukar pikiran antar kelompok.
8
b) Ciri-ciri metode pembelajaran Two Stay Two Stray
Ciri-ciri metode pembelajaran TSTS, yaitu:
1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan meteri
belajarnya.
2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan
rendah.
3. Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya,suku, jenis kelamin
yang berbeda.
4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.
c) Kelebihan Metode Two Stay Two Stray
Berdasarkan karakteristik Metode ini, dapat dilihat beberapa aspek Kelebihan
menurut (Santoso, 2011, h. 179) sebagai berikut:
1. Dapat diterapkan pada semua kelas/tingkatkan
2. Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna.
3. Lebih berorientasi pada keaktifan.
4. Diharapkan siswa akan berani mengungkapkan pendapatnya.
5. Menambah kekompakan dan rasa percaya diri siswa.
6. Kemampuan berbicara siswa dapat ditingkatkan.
7. Membantu meningkatkan minat da prestasi belajar.
d) Kekurangan Metode Two Stay Two Stray
Kekurangan menurut (Santoso, 2011, h. 917) sebagai berikut:
1. Membutuhkan waktu yang lama
2. Siswa cenderung tidak mau belajar dalam kelompok
3. Bagi guru, membutuhkan banyak persiapan (materi, dana dan tenaga)
9
4. Guru cenderung kesulitan dalam pengelolaan kelas.
e) Tahapan-tahapan dalam penggunaan metode pembelajaran Two Stay
Two Stray
Menurut Lie (2013 , h. 61) terdapat sebelas langkah penerapan Two Stay
Two Stray, adapun tahapan-tahapannya sebagai berikut:
a. Guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran.
b. Guru menggali pengetahuan siswa tentang materi yang akan dipelajari
melalui tanya jawab.
c. Guru mempresentasikan tata cara pembelajaran kooperatif Two Stay Two
Stray.
d. Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal penting yang harus
diperhatikan dalam pembelajaran kooperatif.
e. Siswa dibagi dalam kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4
orang siswa
f. Guru memberikan beberapa tugas dan pertanyaan yang harus diselesaikan
siswa secara berkelompok.
g. Siswa bekerja sama dalam dalam kelompok tersebut , yang disebut dengan
kelompok awal. Dallam kelompok awal ini siswa berdiskusi tentang semua
permasalahan yang diberikan ooleh guru.
h. Setelah selesai, duaa siswa dari masing-masing kelompok meninggalkan
kelompoknya yang bertamu ke kelompok lain. Dalam kelompok ini, siswa
berbagi informasi tentang berbagai permasalahhan yang telah dipecahkan
dalam kelompok awal. Kelompok ini disebut dengan kelompok bertamu dan
bertamu ke kelompok tersebut.
10
i. Dua siswa yang tinggal dalam kelompok awal membagikan hasil kerja dan
informasi kepada 2 siswa yang bertamu ke kelompok terrsebut.
j. Setelahh batas waktu bertamu dan menerima tamu habis, tamu mohon diri
untuk kembali ke kelompok awal dan melaporkan hasiltukar informasi dari
kelompok lain.
k. Siswa yang bertamu ke kelompok lain dan siswa yang bertugas menerima
tamu dari kelompok lain saling mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja
siswa.
3. Penguasaan Kosakata
a. Kosakata
Menurut Chaer (2007, h. 162) kosakata adalah satuan bahasa yang
memiliki satu pengertian.
Adapun menurut Soedjito (2016, h. 13) kosakata adalah:
a. Semua kata yang terdapar dalam suatu bahasa.
b. Kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara atau penulis.
c. Kata yang dipakai dallam suatu bidang ilmu pengetahuan.
d. Daftar kata yang disusun layaknya kamus yang disertai dengan penjelasan
secara singkat.
Beberapa definisi kosakata di atas, dapat disimpulkan bahwa kosakata
adalah kata-kata yang dimengerti baik maknanya maupun cara penggunaannya.
b. Penguasaan Kosakata
Kasno (2014, h. 1) memaparkan bahwa penguasaan kosakata akan
mempengaruhi cara berpikir dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran
11
bahasa sehingga penguasaan kosakata dapat menentukan kualitas siswa dalam
berbahasa.
Searah dengan pendapat Djiwandono (2008, h. 126) “Penguasaan kosakata
itu sendiri dibedakan menjadi penguasaan bersifat pasif reseptif dan
penguasaan bersifat aktif-produktif”.
Menurut Roberts (2014, h. 23) bahwa penguasaan kosakata anak akan
berjenjang sesuai dengan taraf perkembangan usianya. Semakin kaya kosakata
maka akan semakin besar pula kemungkinan seseorang itu terampil berbahasa,
baik lisan maupun tulisan, sebaliknya, penguasaan kosakata yang tidak sesuai
akan menyulitkan seseorang untuk melakukan komunikasi atau berinteraksi
sesama manusia. Dalam hal ini penguasaan kosakata merupakan kemampuan
memahami dan menggunakan kata-kata yang terdapat dalam suatu bahasa, baik
bahasa lisan, maupun tulisan.
c. Tujuan Penguasaan Kosakata
Kosakata adalah salah satu komponen penting dalam berbahasa. Tanpa
adanya kosakata maka kegiatan berbahasa mustahil dilakukan. Untuk itulah
penguasaan kosakata sangat penting sebagai penunjang dalam proses
berbahasa. Dengan memiliki kemampuan bahasa yang baik maka
memungkinkan bagi seseorang dapat berinteraksi dengan baik pula. Hal
tersebut juga diperkuat oleh Hastuti (1992, h. 24) bahwa penguasaan kosakata
penting agar siswa mampu memahami kata atau istiah dan mampu
menggunakannya di dalam tindak berbahasa, baik itu menyimak, berbicara,
membaca, maupun menulis . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tujuan
12
penguasaan kosakata untuk meningkatkan kemampuan berbahasa yang
nantinya dapat menunjang keterampilan dalam melakukan komunikasi sosial.
d. Jenis Kosakata dalam Bahasa Jerman
1. Nomen (Kata Benda)
Jenis kosakata bahasa Jerman penting diketahui oleh peserta didik dalam
meningkatkan perbendaharaan kata yang digunakan untuk menyusun kalimat
atau melakukan komunikasi dengan masyarakat. Menurut Waridah (2016,
h .332) kata benda adalah kata yang mengacu pada manusia, hewan, dan benda.
Kata benda dalam bahasa Jerman sangat mudah untuk dikenali jika dilihat dalam
tulisan karena kata benda selalu diawali dengan huruf kapital.
Kata benda dalam bahasa Jerman sangat erat kaitannya dengan artikel.
Penggunaan Artike yaitu menentukan jenis kata benda dalam bahasa Jerman,
apakah kata benda tersebut masuk kedalam jenis Maskuin, Feminim, atau
Neutral. Maskulin ditandai dengan “der”, feminim ditandai dengan “die”, dan
neutral ditandai dengan “das”. Dapat dilihat contoh dibawah ini:
“der” (Kata benda jenis maskulin)
1. der Onkel
(Paman)
2. der Teller
(Piring)
“die” (Kata benda jenis feminim)
1. die Polizei
(Polisi)
2. die Mutter
(Ibu)
13
“das” (Kata benda jenis neutral)
1. das Datum
(Tanggal)
2. das Gold
(Emas)
2. Verben (Kata Kerja)
Menurut Waridah (2016, h. 316) “kata kerja merupakan kata yang
memiliki makna perbuatan, tindakan, proses dan keadaan”. Kata kerja dalam
bahasa Jerman terbagi atas kata kerja lemah (Schwache Verben) dan kata
kerja kuat (Starke Verben).
a). die schwache Verben (Kata Kerja Lemah)
Kata kerja lemah adalah kata kerja yang konjugasinya beraturan. Untuk
mengkonjugasikan suatu kata kerja maka harus mencari Stamm (kata dasar).
Cara mencari Stamm kata kerja yaitu dengan menghilangkan akhiran –en atau
–n dari kata kerja tersebut kemudian diberi akhiran sesuai dengan subjek
kalimat. Konjugasi kata kerja adalah perubahan kata yang sesuai dengan
subjek dan waktu dalam suatu kalimat.
TABEL 2. Die Schwache Verben (Kata Kerja Lemah)
Ich Wohne Komme Lerne
Du Wohnst Kommst Lernst
er/sie/es Wohnt Kommt Lernt
Wir Wohnen Kommen Lernen
Ihr Wohnt Kommt Lernt
sie/sie Wohnen Kommen Lernen
(Anisa dan Medani, 2005 : 6)
14
contoh:
Meine Mutter kauft die Blume.
‘ibu saya membeli bunga’.
Ich spiele Basketball.
‘saya bermain bola basket’.
b). die starke Verben (Kata Kerja Kuat)
Kata kerja kuat adalah kata kerja yang konjugasinya tidak beraturan dan
sebagian besar mengaami perubahan vocal pada Stamm saat dikojugasi baik
dalam bentuk sekarang (Präsesns). Lampau yang kejadiannya hanya terjadi sekali
(Präteritum) dan lampau yang kejadiannya berulang-uang (Partizipperfeckt).
Perubahan Stamm dapat dilihat pada subjek orang ketiga tunggal (er/sie/es).
Sedangkan subjek (ich,ihr,wir,Sie/sie) bentuknya tetap (tidak mengalami
perubahan).
Tabel [Link] Verben (Kata Kerja Kuat)
Ich Fahre Lese Helf Nehme
Du Fährst Liest Hilfst Nimmst
Er/sie/es Fährt Liest Hilft Nimmt
Wir Fahren Lesen helfen Nehmen
Ihr Fahrt Lest Helft Nehmt
Sie/sie Fahren Lessen helfen Nehmen
(Handajanto, 2011: 81)
Contoh:
Mein Onkel gibt mir ein Handy
‘Paman saya memberikan saya Hp.’
Du liest ein Roman
15
‘Kamu membaca sebuah novel.’
3. Adjektiv (kata sifat)
Menurut Blickford dalam Achmad (2012, h. 27) bahwa adjektiva
mendeskripsikan sifat atau ciri nomina, misalnya: neu, alt, teuer, gut, langsam,
usw.
Menurut Waridah (2016, h.320) kata sifat adalah kata yang menerangkan
kata benda atau sifat dapat berdiri sendiri sebagai lambang, dan sebagai
keterangan Nominativ atau keterangan Akkusatif.
Contoh:
Sie geht langsam in die Schule
‘Dia berjalan dengan lambat ke sekolah.’
Das Mädschen ist sehr schön
‘Gadis itu sangat cantik.’
B. Kerangka Pikir
SMAN 11 Makassar adalah salah satu sekolah menengah atas yang
terletak di Kota Makassar. Bahasa Jerman adalah salah satu mata pelajaran bahasa
Asing yang diajarkan disekolah tersebut. Bahan yang ingin dijadikan sebagai
penelitian di sekolah tersebut ialah Penggunaan Metode Two Stay Two Stray
Dalam Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa Sma Negeri 11
Makassar.
Sesuai dengan pembahasan teori pada bagian tinjauan pustaka di atas,
maka pada bagian kerangka pikir ini akan dibahas mengenai beberapa hal yang
akan dijadikan sebagai landasan berpikir selanjutnya. Metode Pembelajaran
berperan aktif sebagai pendukung bagi proses belajar mengajar. Dalam hal ini
metode dapat dianggap sebagai pendukung keberhasilan suatu pembelajaran.
16
Kurangnya motivasi dan minat belajar peserta didik membuat menurunnya
pengetahuan dalam berbahasa khususnya bahasa asing dan salah satu pada
keterampilan menyimak, sehingga perlu faktor pendukung untuk membantu
memulai proses pembelajaran agar tetap optimal dengan menggunakan metode.
Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu proses
ajar mengajar adalah Metode Two Stay Two Stray.
Penguasaan kosakata siswa perlu diwujudkan melalui penerapan metode
pembelajaran yang bisa merangsang siswa agar aktif dan kreatif serta mampu
untuk bekerjasama dalam menyampaikan ide, gagasan, dan informasi. Metode
Two Stay Two Stray adalah sebagai sebuah cara yang dilakukan untuk
menekankan pada hal berdiskusi, tanya jawab, mencari jawaban, menjelaskan
dan menyimak materi.
Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir
Pembelajaran Bahasa Jerman
Kompetensi Berbahasa
Berbicara Menulis Manyimak Membaca
Kosakata Tata Bahasa
Metode Two Stay Two
Stray
Penelitian Tindakan
Kelas (PTK)
Siklus I
Siklus II
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom
Action Research dengan tujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa
Jerman siswa kelas XII SMAN 11 Makassar. Menurut Wardani (2011)
“penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru dalam
kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki
kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat”. Desain
yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain model Kemmis dan
[Link] yang terdapat beberapa komponen dalam satu siklus yakni (1)
perencanaan; (2) observasi;(3) tindakan; dan (4) refleksi. Berikut merupakan
gambar desain bagan PTK model Kemmis dan [Link]:
Bagan PTK model Kemmis dan [Link]
SIKLUS I
Refleksi Perencanaan
Pengamatan Pelaksanaan
SIKLUS II
Perencanaan
Refleksi Pengamatan Pelaksanaan
SELESAI
(Wiriatmadja 2007:66)
14
15
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ganjil TA 2022/2023 di
SMA Negeri 11 Makassar yang bertempat di Jl. Letjen Pol. Mappaodang No. 66.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 1 yang terdiri dari 34
orang siswa.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah lembar
observasi dan tes hasil belajar siswa.
1. Lembar observasi
Lembar observasi yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah
lembar observasi guru dan siswa.
2. Lembar observasi guru
Lembar observasi guru adalah aktivitas yang dilakukan seorang pengajar
atau guru dalam melaksanakan proses pembelajaran menggunakan metode Two
Stay Two Stray dari siklus I sampai dengan siklus II. Lembar observasi ini
bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai hambatan-hambatan apa saja
yang diperoleh guru selama proses pembelajaran.
Peneliti menggunakan observasi tertutup karena peneliti memiliki
pedoman dalam mengamati kegiatan guru, kegiatan observasi dilakukan saat
guru memulai pembelajaran sampai akhir pembelajaran jumlah pedoman yang
dimiliki peneliti sebanyak 18 butir .
16
3. Lembar observasi siswa
Lembar observasi siswa adalah suatu kegiatan yang dilakukan siswa
selama mengikuti pembelajaran dari siklus I sampai dengan siklus II. Tujuannya
adalah untuk mengetahui apa saja kendala yang siswa dapatkan selama dalam
proses pembelajaran.
Peneliti menggunakan observasi tertutup karena memiliki pedoman
sebagai instrumen pengamatan kegiatan siswa. Pedoman observasi berisi
kegiatan-kegiatan siswa pada saat pembelajaran dimulai sampai akhir
pembelajaran yang sebanyak 18 butir kegiatan dan akan diberi tanda centang jika
terlaksana
4. Tes hasil belajar siswa
Tes hasil belajar ini berupa tes tertulis, tujuannya adalah untuk mengetahui
peningkatan penguasaan kosakata siswa kelas XII IPS 1 SMAN 11 Makassar. Tes
yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tes pilihan ganda yang
berjumlah 10 nomor.
E. Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini peneliti merencanakan sebanyak 2 siklus
dengan 2 kali pertemuan setiap siklusnya. Siklus 1 dalam pertemuan pertama
dilakukan proses pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray selanjutnya
pertemuan kedua masih dilakukan pembelajaran dengan metode yang sama dan
pemberian evaluasi diberikan pada akhir siklus.
Begitupun dengan siklus 2 karena saling berkaitan , pelaksanaan siklus 2
adalah perbaikan atau refleksi dari siklus 1 jika tidak berhasil.
17
1. Pelaksanaan Siklus I
Adapun tahapan-tahapan pada siklus I yaitu:
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini kegiatan yang akan dilakukan dalam penelitian
ini adalah:
1. Peneliti bekerjasama dengan guru pengampu mata pelajaran bahasa
jerman, untuk dapat mendiskusikan langkah-langkah dalam proses
pembelajaran.
2. Peneliti mendiskusikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang
telah dibuat sebelumnya sesuain dengan materi yang akan diajarkan
setelah itu mementukan evaluasi materi tersebut.
3. Peneliti mempersiapkan alat yang akan digunakan siswa.
b. Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan ini guru mengunakan metode Two Stay Two Stray
dalam proses pembelajaran dan mengacu pada rencana pembelajaran (RPP)
yang telah disepakati. Peneliti mengamati kegiatan pembelajaran dari belakang
dan membantu jika ada kendala.
c. Observasi
Tahap observasi peneliti akan mengamati selama proses pembelajaran
berlangsung dengan membuat catatan kecil ataupun , merekam proses
pembelajaran dari awal sampai dengan selesai agar tidak ada yang terlewatkan.
Dalam pelaksanaan penelitian ini peneliti akan menggunakan lembar observasi
Adapun beberapa hal yang akan diamati peneliti yaitu: keaktifan siswa dalam
18
menggunakan bahasa jerman, keaktifan siswa dalam belajar dan bagaimana
siswa dalam menanggapi guru.
d. Refleksi
Peneliti menganalisis data atau informasi yang telah diperoleh dari tahap
pelaksanaan tindakan, obsrvasi, dan evaluasi kemudian menganalisis kelebihan
dan kekurangan dari pelaksaan siklus sebelumnya untuk kemudian dilakukan
perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus berikutnya.
b. Pelaksanaan siklus II
Pada pelaksanaan siklus II ini merupakan pelaksanaan untuk menindak
lanjuti dari siklus I. Karena itu, pelaksanaan siklus II didasarkan pada hasil-hasil
dari refleksi I. Adapun tahap-tahap pelaksanaan siklus II tidak jauh berbeda
dengan pelaksanaan siklus I, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan
refleksi.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data untuk memperoleh informasi data yang
representatif dan signifikan dari proses dan aktivitas pembelajaran serta situasi
lain yang mempengaruhinya maka peneliti menggunakan beberapa teknik dalam
pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini guna mendapatkan hasil yang konkrit yaitu teknik observasi dan tes.
1. Observasi
Observasi digunakan untuk memperoleh data kualitatif, yaitu aktivitas
belajar siswa. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung pelaksaan
kegiataan pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray dengan dibantu
instrumen berupa lembar pengamatan aktivitas belajar siswa.
19
2. Tes
Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif berupa nilai
hasil belajar siswa. Adapun tes yang digunakan dalam penelitian ini mengacu
pada jenis tes objektif (pilihan ganda) yang terdiri dari 10 soal dan tes
mencocokkan gambar. Setiap jawaban yang benar mendapatkan skor 1 dan
jawaban yang salah mendapatkan skor 0, jadi skor maksimal 20.
G. Teknik analisis
Data yang sudah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik
analisis kuantitatif. Data kuantitatif berupa data tes hasil penguasaan kosakata
siswa.
Skor yang didapatkan siswa dari hasil menge rjakan tespenguasaan
kosakata akan diproses lebih lanjut untuk diubah menjadi nilai dengan rentang 1-
100 dan berpatokan pada rumus sebagai berikut:
Skor mentah
nilai = X 100
Skor maksimum ideal
(Sudijono, 2012)
untuk mencari skor rata-rata penguasaan kosakata bahasa jerman siswa
setiap siklus maka rumus yang digunakan sebagai berikut:
x = ΣN
00
N
(Sudjana, 2010: 109)
Keterangan:
x = Skor rata-rata
ΣN = Jumlah skor yang diperoleh
N = Jumlah siswa
20
Persentase hasil belajar penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa
ditentukan menggunakan rumus sebagai berikut:
f
P= X 100
N
Keterangan:
P = Angka persentase
f = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya
N = Jumlah peserta didik
(Sudijono, 2012: 42)
DAFTAR PUSTAKA
Anam. 2016. Pengertian Metode Pembelajaran Two Stay Two Stray.
Anding, M. F., Saud, S., & Rijal, S. 2021. Peningkatan Kosakata Bahasa Jerman
Melalui Penggunaan Media Cerita Pendek. Interference: Journal of
Language, Literature, and Linguistics, 2(1), 57-63.
Desiana. 2014. Definisi Penguasaan Kosakata.
Eksperimen Menggunakan Media Kartu Kuartet Dalam Meningkatkan
Penguasaan Kosakata Bahasa Jepang. Universitas Muhammadyah
Yogyakarta. Diakses pada tanggal 11 Desember 2022
[Link]
B%[Link]?sequence=6&isAllowed=y
Fikri. 2018. Penerapan Metode Two Stay Two Stray Dalam Pembelajaran
Membaca Bahasa Jerman Bagi Siswa Sma. Jurnal Universitas Pendidikan
Indonesia. Homepage [Link]
Hasrar, H., Dalle, A., & Usman, M. (2018). Hubungan Penguasaan Kosakata
dengan Keterampilan Menulis Karangan Deskriptif Bahasa Jerman Siswa.
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra, 2(2).
Huda, M. 2014. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Isjoni. 2015. Pengertian Model Pembelajaran Two Stay Two Stray.
Lie, Anita. 2016. Tahapan-Tahapan Dalam Penggunaan Metode Pembelajaran
Two Stay Two Stray.
Robert. 2014. Penguasaan Kosakata Anak.
Sutikno, Sobry. 2014. Metode & Model-Model Pembelajaran Menjadikan Proses
Pembelajaran Lebih Variatif, Aktif, Inovatif, Efektif, dan Menyenangkan.
Lombok: Holistica
Winarsih, Murni. 2007. Tujuan Penguasaan Kosakata.
21
L
A
M
P
I
R
A
N
22
23
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS I PERTEMUAN PERTAMA
Nama Sekolah : SMAN 11 MAKASSAR
Mata Pelajaran : Bahasa Jerman
Kelas : XII IPS 1
Materi Pokok : Tagesablauf
Sub Materi : Unser Tagesablauf
Alokasi Waktu : 2 X 45
A. Kompetensi Inti (KI)
• KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab,
responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan
internasional”.
• KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
24
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
3.1 Memahami cara 3.1.1 Mengidentifikasi informasi
mengungkapkan persetujuan, umum, selektif dan detail terkait
ketidaksetujuan, harapan, dan doa Tagesablauf.
serta cara meresponnya terkait 3.1.2 Menjelaskan informasi umum,
topik Tagesablauf dengan selektif dan detail terkait dengan
memperhatikan unsur kebahasaan, Tagesablauf.
struktur teks dan unsur budaya
yang sesuai dengan konteks
penggunaannya.
4.1 Menyusun teks lisan dan tulis 4.1.1 Mencocokkan informasi umum,
sederhana untuk mengungkapkan selektif dan detail terkait dengan
persetujuan, harapan, dan doa Tagesablauf.
serta cara meresponnya terkait
topik Tagesablauf dengan
memperhatikan unsur kebahasaan,
struktur teks dan unsur budaya
secara benar dan sesuai konteks.
C. Tujuan pembelajaran
25
Melalui proses pembelajaran menggunakan two stay two stray dengan
menggunakan pendekatan saintifik, menuntut siswa berperan aktif dalam
memahami dan mengungkap kalimat dengan tema Ferien und Urlaub.
D. Materi pembelajaran
Tema : Tagesablauf
Subtema : Unser Tagesablauf
Materi pertemuan 1
Tagesablauf
Kinder abholen ausgehen fernsehen
aufstehen TAGESABLAUF einkaufen
das Haus aufräumen
einschlafen
vorhaben
26
Two Stay Two Stray
Bitte Kreuzen Sie die beste Wort an!
(Silanglah kata yang paing tepat!)
Einladen
Abholen
Aufhören
Abfliegen
Einkaufen
Einschlafen
Ausgehen
Aufräumen
Aufstehen
Ankommen
27
E. Langkah-Langkah pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Absensi, menanyakan kabar siswa, memberi stimulus mengenai materi
yang akan diajakan, dan menyampaikan tujuan dari pembelajaran.
5
menit
Kegiatan Inti
Eksplorasi :
Menjelaskan kepada peserta didik mengenai metode yang akan digunakan
dalam pembelajaran ini dan akan menggunakan metode Two Stay Two
Stray.
Langkah-langkah pembelajaran:
1. Guru memberikan
2. Siswa dibagi dalam bentuk kelompok, setiap kelompok beranggota
5 orang.
3. Setiap kelompok dibagikan kertas yang berisikan gambar yang
nantinya setiap kelompok akan melengkapi dengan kalimat yang
telah disediakan.
4. Siswa diberi kesempatan berdiskusi untuk menentukan kalimat
yang tepat untuk gambar tersebut. Guru memberikan waktu 10
menit untuk berdiskusi.
5. Setelah semua kelompok selesai melengkapi kertas tersebut, 2 siswa
28
dari perwakilan setiap kelompok tersebut akan bertamu ke
kelompok lain untuk menyimak pemaparan dari kelompok tersebut
atas hasil diskusi yang telah mereka. Dan 2 orang lagi dari
kelompok mereka akan tetap tinggal memaparkan hasil diskusi
mereka kepada tamu yang akan datang.
6. Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berkeliling yang
diawasi oleh guru
7. Setelah pemaparan selesai setiap kelompok, kembali ke
kelompoknya masing-masing.
8. Guru membagikan kertas kepada setiap kelompok, yang berisikan
kalimat yang akan mereka lengkapi, yang telah mereka simak
sewaktu mereka bertamu.
9. Setiap keompok mengumpulkan kertas hasi kerja kepada guru.
Kegiatan Penutup
1. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang
dipahami dari materi yang diajarkan sebelumnya ataupun mengenai
tugas yang diberikan.
2. Siswa diberi evaluasi yang sederhana untuk mengukur pemahaman
oleh guru
3. Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi tersebut.
4. Siswa diberikan motivasi oleh guru dan dilanjutkan dengan
melakukan doa bersama.
Makassar,…………….2022
Mengetahui;
Guru mata pelajaran Mahasiswa
29
Dra. Muhaiyang Nurwinda Gaffar
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS I PERTEMUAN KEDUA
Nama Sekolah : SMAN 11 MAKASSAR
Mata Pelajaran : Bahasa Jerman
Kelas : XII IPS 1
Materi Pokok : Tagesablauf
Sub Materi : Wünsche und Notwendigkeiten am Sonntag
Alokasi Waktu : 2 X 45
A. KOMPETENSI INTI
KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
30
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
3.1 Menuliskan kosakata yang terkait 3.1.1 Menuliskan kosakata yang terkait
materi Tagesablauf. materi Tagesablauf dengan tepat.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
D. Melalui proses pembelajaran menggunakan two stay two stray dengan
menggunakan pendekatan saintifik, menuntut siswa berperan aktif dalam
memahami dan mengungkap kalimat dengan tema Tagesablauf.
E. METODE DAN SUMBER BELAJAR
Sumber belajar :Buku Deutsch ist Einfach 3 dan internet
Metode :Two Stay Two Stray
F. MATERI PEMBELAJARAN
Tema : Tagesablauf
Materi : Wünsche und Notwendigkeiten am Sonntag
31
Tagesablauf
Was macht man wo? Was past zusammen?
(Di manakah kegiatan ini dilakukan? Apa pasangan yang cocok?)
fernsehen
einkaufen
frühstücken
eintreten
anrufen
32
Two Stay Two Stray
Bitte Kreuzen Sie die beste Wort an!
(Silanglah kata yang paing tepat!)
fernsehen
weiterfahren
eintreten
anrufen
spazierengehen
ausruhen
anfangen
Aufräumen
Aufstehen
wegfahren
33
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan pendahuluan
Kegiatan belajar
1. Siswa menyapa dan memberikan salam kepada guru
2. Sebelum memulai pembeajaran siswa terlebih dahulu membaca doa
3. Siswa diberikan motivasi kepada guru
4. Guru mengecek kehadiran siswa
5. Siswa diberikan sedikit bayangan materi menggunakan metode Two
Stay Two Stray oleh guru
b. Kegiatan inti
Kegiatan belajar
Eksplorasi :
Menjelaskan kepada peserta didik mengenai metode yang akan digunakan
dalam pembelajaran ini dan akan menggunakan metode Two Stay Two Stray.
Langkah-langkah pembelajaran:
1. Siswa dibagi dalam bentuk kelompok, setiap kelompok beranggota 5
orang.
34
2. Setiap kelompok dibagikan kertas yang berisikan gambar yang
nantinya setiap kelompok akan melengkapi dengan kalimat yang
telah disediakan.
3. Siswa diberi kesempatan berdiskusi untuk menentukan kalimat yang
tepat untuk gambar tersebut. Guru memberikan waktu 10 menit
untuk berdiskusi.
4. Setelah semua kelompok selesai melengkapi kertas tersebut, 2 siswa
dari perwakilan setiap kelompok tersebut akan bertamu ke kelompok
lain untuk menyimak pemaparan dari kelompok tersebut atas hasil
diskusi yang telah mereka. Dan 2 orang lagi dari kelompok mereka
akan tetap tinggal memaparkan hasil diskusi mereka kepada tamu
yang akan datang.
5. Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berkeliling yang
diawasi oleh guru
6. Setelah pemaparan selesai setiap kelompok, kembali ke
kelompoknya masing-masing.
7. Guru membagikan kertas kepada setiap kelompok, yang berisikan
kalimat yang akan mereka lengkapi, yang telah mereka simak
sewaktu mereka bertamu.
8. Setiap keompok mengumpulkan kertas hasi kerja kepada guru.
c. Kegiatan penutup
Kegiatan belajar
1. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang
dipahami dari materi yang diajarkan sebelumnya ataupun mengenai
35
tugas yang diberikan.
2. Siswa diberi evaluasi yang sederhana untuk mengukur pemahaman
oleh guru
3. Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi tersebut.
4. Siswa diberikan motivasi oleh guru dan dilanjutkan dengan
melakukan doa bersama.
Makassar,…………….2022
Mengetahui;
Guru mata pelajaran Mahasiswa
Dra. Muhaiyang Nurwinda Gaffar
36
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS II PERTEMUAN PERTAMA
Nama Sekolah : SMAN 11 MAKASSAR
Mata Pelajaran : Bahasa Jerman
Kelas : XII IPS 1
Materi Pokok : Tagesablauf
Sub Materi : Anna und ihre Termine
Alokasi Waktu : 2 X 45
KOMPETENSI INTI
KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
37
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
3.1 Menuliskan kosakata yang terkait 3.1.1 Menuliskan kosakata yang
materi Tagesablauf. terkait materi Tagesablauf dengan
tepat.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui proses pembelajaran menggunakan two stay two stray dengan
menggunakan pendekatan saintifik, menuntut siswa berperan aktif dalam
memahami dan mengungkap kalimat dengan tema Tagesablauf.
C. METODE DAN SUMBER BELAJAR
Sumber belajar :Buku Deutsch ist Einfach 3 dan internet
Metode : Two Stay Two Stray
D. MATERI PEMBELAJARAN
Materi :Tagesablauf
Sub materi : Anna und ihre Termine
38
Tagesablauf
Was past zusammen?
(Apa pasangan yang cocok?)
Bibliothek Hutan
Wohnzimmer Kolam renang
Schwimmbad
i Ruang tamu
Büro Kantor
Wald Bioskop
Kino Perpustakaan
39
Two Stay Two Stray
Bitte Kreuzen Sie die beste Wort an!
(Silanglah kata yang paing tepat!)
Wohnzimmer
Disco
Bibliothek
Scwimmbad
Kino
Küche
Geschäft
Halle
Konzert
Büro
40
E. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
A. Kegiatan pendahuluan
Kegiatan belajar
1. Siswa menyapa dan memberikan salam kepada guru
2. Sebelum memulai pembeajaran siswa terlebih dahulu membaca doa
3. Siswa diberikan motivasi kepada guru
4. Guru mengecek kehadiran siswa
5. Siswa diberikan sedikit bayangan materi menggunakan metode Two
Stay Two Stray oleh guru
B. Kegiatan inti
Kegiatan belajar
Eksplorasi :
Menjelaskan kepada peserta didik mengenai metode yang akan digunakan dalam
pembelajaran ini dan akan menggunakan metode Two Stay Two Stray.
Langkah-langkah pembelajaran:
1. Siswa dibagi dalam bentuk kelompok, setiap kelompok beranggota 5 orang.
2. Setiap kelompok dibagikan kertas yang berisikan gambar yang nantinya
setiap kelompok akan melengkapi dengan kalimat yang telah disediakan.
3. Siswa diberi kesempatan berdiskusi untuk menentukan kalimat yang tepat
41
untuk gambar tersebut. Guru memberikan waktu 10 menit untuk berdiskusi.
4. Setelah semua kelompok selesai melengkapi kertas tersebut, 2 siswa dari
perwakilan setiap kelompok tersebut akan bertamu ke kelompok lain untuk
menyimak pemaparan dari kelompok tersebut atas hasil diskusi yang telah
mereka. Dan 2 orang lagi dari kelompok mereka akan tetap tinggal
memaparkan hasil diskusi mereka kepada tamu yang akan datang.
5. Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berkeliling yang diawasi oleh
guru
6. Setelah pemaparan selesai setiap kelompok, kembali ke kelompoknya
masing-masing.
7. Guru membagikan kertas kepada setiap kelompok, yang berisikan kalimat
yang akan mereka lengkapi, yang telah mereka simak sewaktu mereka
bertamu.
8. Setiap kelompok mengumpulkan kertas hasil kerja kepada guru
C. Kegiatan penutup
Kegiatan belajar
1. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami
dari materi yang diajarkan sebelumnya ataupun mengenai tugas yang
diberikan.
2. Siswa diberi evaluasi yang sederhana untuk mengukur pemahaman oleh guru
3. Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi tersebut.
4. Siswa diberikan motivasi oleh guru dan dilanjutkan dengan melakukan doa
bersama.
Makassar,…………….2022
42
Mengetahui;
Guru mata pelajaran Mahasiswa
Dra. Muhaiyang Nurwinda Gaffar
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS II PERTEMUAN KEDUA
Nama Sekolah : SMAN 11 MAKASSAR
Mata Pelajaran : Bahasa Jerman
Kelas : XII IPS 1
Materi Pokok : Tagesablauf
Sub Materi : Eine Ansichtskarte
Alokasi Waktu : 2 X 45
A. KOMPETENSI INTI
KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
43
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian
3.1 Menuliskan kosakata yang terkait 3.1.1 Menuliskan kosakata yang
materi Tagesablauf. terkait materi Tagesablauf dengan
tepat.
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
D. Melalui proses pembelajaran menggunakan two stay two stray dengan
menggunakan pendekatan saintifik, menuntut siswa berperan aktif dalam
memahami dan mengungkap kalimat dengan tema Tagesablauf.
E. METODE DAN SUMBER BELAJAR
Sumber belajar` :Buku Deutsch ist Einfach 3 dan internet
Metode : Two Stay Two Stray
F. MATERI PEMBELAJARAN
Tema : Tagesablauf
Materi :Eine Ansichtskarte
44
Tagesablauf
Was kann man hier machen?
(Apa yang dapat orang lakukan di tempat ini?)
Kino Bücher lesen
Schwimmbad Film sehen
Disco schwimmen
Küche kochen
Bibliothek tanzen
45
Two Stay Two Stray
Bitte Kreuzen Sie die beste Wort an!
(Silanglah kata yang paing tepat!)
Badezimmer
Supermarkt
Bibliothek
Scwimmbad
Schule
Küche
Geschäft
Moschee
Konzert
Kirche
46
G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
a. Kegiatan pendahuluan
Kegiatan belajar
1. Siswa menyapa dan memberikan salam kepada guru
2. Sebelum memulai pembeajaran siswa terlebih dahulu membaca doa
3. Siswa diberi motivasi kepada guru
4. Guru mengecek kehadiran siswa
5. Siswa diberikan sedikit bayangan materi menggunakan metode Two
Stay Two Stray oleh guru
b. Kegiatan inti
Kegiatan belajar
Eksplorasi :
Menjelaskan kepada peserta didik mengenai metode yang akan digunakan dalam
pembelajaran ini dan akan menggunakan metode Two Stay Two Stray.
Langkah-langkah pembelajaran:
1. Siswa dibagi dalam bentuk kelompok, setiap kelompok beranggota 5 orang.
2. Setiap kelompok dibagikan kertas yang berisikan gambar yang nantinya
setiap kelompok akan melengkapi dengan kalimat yang telah disediakan.
3. Siswa diberi kesempatan berdiskusi untuk menentukan kalimat yang tepat
untuk gambar tersebut. Guru memberikan waktu 10 menit untuk berdiskusi.
47
Guru memberikan waktu 10 menit untuk berdiskusi.
4. Setelah semua kelompok selesai melengkapi kertas tersebut, 2 siswa dari
perwakilan setiap kelompok tersebut akan bertamu ke kelompok lain untuk
menyimak pemaparan dari kelompok tersebut atas hasil diskusi yang telah
merek. Dan 2 orang lagi dari kelompok mereka akan tetap tinggal
memaparkan hasil diskusi mereka kepada tamu yang akan datang.
5. Seriap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berkeliling yang diawasi oleh
guru
6. Setelah pemaparan selesai setiap kelompok, kembali ke kelompoknya
masing-masing.
7. Guru membagikan kertas kepada setiap kelompok yang berisikan kertas
kelompok yang tadinya mereka simak pada waktu mereka bertamu, isi
kertas tersebut telah dihilangkan beberapa kata yang nantinya kelompok akan
isi sesuai dengan hasil menyimak yang telah mereka lakukan.
8. Setiap keompok mengumpulkan kertas hasi kerja kepada guru.
c. Kegiatan penutup
Kegiatan belajar
1. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang
dipahami dari materi yang diajarkan sebelumnya ataupun mengenai
tugas yang diberikan.
2. Siswa diberi evaluasi yang sederhana untuk mengukur pemahaman
oleh guru
48
3. Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi tersebut.
4. Siswa diberikan motivasi oleh guru dan dilanjutkan dengan
melakukan doa bersama.
Makassar,…………….2022
Mengetahui;
Guru mata pelajaran Mahasiswa
Dra. Muhaiyang Nurwinda Gaffar
49
TES PENGUASAAN KOSAKATA
SIKLUS I
Name :
Klasse :
Zeit :
Kreuzen Sie (X) dir richtige Antwort an:
(Berikan tanda silang pada jawaban yang benar)
1. Was machen die Leute?
a. einkaufen
b. einschlafen
c. aufräumen
2. Was machen die Leute?
50
a. abholen
b. frühstücken
c. ausgehen
3. Was machen die Leute?
a. schwimmen
b. aufstehen
c. fernsehen
4. Was macht man wo?
a. Schwimmbad
b. Konzert
c. Wohnzimmer
5. Was macht man wo?
51
a. Kino
b. Bibliothek
c. küche
6. Was macht man wo?
a. Büro
b. Geschäft
c. Wald
7. Was macht man wo?
a. Supermarkt
b. Kino
c. Konzert
8. Was macht man wo?
52
a. Halle
b. Konzert
c. Schule
9. Was macht man wo?
a. Badezimmer
b. Markt
c. Krankenhaus
10. Was macht man wo?
a. Küche
b. Disco
c. Park
53
Wie sagt man auf Indonesisch? Was past zusammen?
Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Indonesia? Apa pasangan yang cocok?
abfliegen Bangun
abholen keluar
ankommen berbelanja
aufhren mengundang
aufräumen tidur
aufstehen berangkat
ausgehen menjemput
einkaufen tiba
einladen berhenti
einschlafen membersihkan
54
LÖSUNG (KUNCI JAWABAN)
TES PENGUASAAN KOSAKATA SIKLUS I
Mehrfachauswahl (Pilihan Ganda)
1. A
2. B
3. C
4. A
5. B
6. C
7. A
8. B
9. C
10. A
55
Wie sagt man auf Indonesisch? Was past zusammen?
Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Indonesia? Apa pasangan yang cocok?
abfliegen Bangun
abholen keluar
ankommen berbelanja
aufhören mengundang
aufräumen tidur
aufstehen berangkat
ausgehen menjemput
einkaufen tiba
einladen berhenti
einschlafen membersihkan
56
TES PENGUASAAN KOSAKATA
SIKLUS II
Name :
Klasse :
Zeit :
Kreuzen Sie (X) dir richtige Antwort an:
(Berikan tanda silang pada jawaban yang benar)
1. Was machen die Leute?
a. weiterfahren
[Link]
c. ainkaufen
2. Was machen die Leute?
57
a. eintreten
b. fernsehen
c. spazierengehen
3. Was machen die Leute?
a. ausgehen
b. anrufen
c. einschlafen
4. was machen die Leute?
a. aufstehen
b. aufräumen
c. einladen
58
5. Was machen die Leute?
a. singen
b. tanzen
c. malen
6. Was ist das für ein Bild?
a. Cafe
b. Kirche
c. Schwimmbad
7. Was ist das für ein Bild?
a. Küche
b. Theater
59
c. Zoo
8. Was ist das für ein Bild?
a. Disco
b. Wald
c. Geschäft
9. Was ist das für ein Bild?
a. Konzert
b. Kino
c. Schule
10. Was ist das für ein Bild?
a. Restaurant
b. Cafe
60
c. Schwimmbad
Wie sagt man auf Indonesisch? Was past zusammen?
Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Indonesia? Apa pasangan yang cocok?
waschen Bertemu
treffen Mencuci
tauchen Menari
tanzen Menyelam
surfen Bermain ski
Ski-laufen Berselancar
sporttreiben Menunggang
reiten Berolahraga
fernsehen Berjalan-jalan
spazierengehen Menonton TV
61
LÖSUNG (KUNCI JAWABAN)
TES PENGUASAAN KOSAKATA SIKLUS II
Mehrfachauswahl (Pilihan Ganda)
1. A
2. A
3. B
4. B
5. C
6. C
7. A
8. A
9. B
10. B
62
Wie sagt man auf Indonesisch? Was past zusammen?
Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Indonesia? Apa pasangan yang cocok?
waschen Bertemu
treffen Mencuci
tauchen Menari
tanzen Menyelam
surfen Bermain ski
Ski-laufen Berselancar
sporttreiben Menunggang
reiten Berolahraga
fernsehen Berjalan-jalan
spazierengehen Menonton TV
63
Lembar observasi legiatan guru
siklus 1 pertemuan pertama
Hari/Tanggal :
Waktu :
Materi Pokok :
Sub Materi :
Observer :
No Aspek Pengamatan Terlaksana
Ya Tidak
1. Guru menyapa siswa dan memberikan salam
2. Guru memulai pembelajaran dengan
melakukan doa bersama.
3. Guru memberikan motivasi kepada siswa.
4. Guru mengecek kehadiran siswa
5. Guru memberikan sedikit materi diawal
pembelajaran
6. Guru membagi siswa dalam bentuk kelompok
7. Guru membagikan kertas yang berisi gambar
64
kepada setiap kelompok
8. Guru memberikan waktu 10 menit untuk
setiap keompok berdiskusi
9. Guru mengawasi siswa berdiskusi
10. Guru memberikan kertas kerja kepada setiap
kelompok
11. Guru mengumpulkan kertas kerja setiap
kelompok
12. Guru memberikan kesempatan kepada siswa
untuk menanyakan hal-hal yang kurang
dipahami dari materi yang diajarkan
13. Guru memberi evaluasi yang sederhana untuk
mengukur pemahaman siswa
14. Guru menyimpulkan materi yang telah
diajarkan
15. Guru memotivasi siswa dan berdoa bersama
65
Lembar Observasi Kegiatan Siswa
Siklus 1 Pertemuan pertama
Hari/Tanggal :
Waktu :
Materi Pokok :
Sub Materi :
Observer :
No Aspek Yang Diamati Terlaksana Komentar
Ya Tidak
1. Siswa menyapa dan memberikan
salam kepada guru
2. siswa membaca doa sebelum
memulai pembelajaran
3. Siswa menyimak motivasi oleh
guru
4. Siswa melengkapi kehadiran
dengan pengecekan yang
dilakukan oleh guru
5. Siswa menyimak bayangan materi
menggunakan metode Two Stay
Two Stray oleh guru
6. Siswa dibagi dalam bentuk
kelompok, setiap kelompok
beranggota 5 orang.
66
7. Masing-masing kelompok
menerima kertas yang berisikan
gambar
8. Perwakilan setiap kelompok
bertamu ke kelompok lain untuk
menyimak pemaparan dari
kelompok lain.
9. Siswa aktif dalam pembelajaran
menggunakan metode two stay
two stray
10. Setiap kelompok diberikan kertas
kerja dari guru
11. Setiap kelompok mengumpulkan
kertas kerja mereka kepada guru
12. Siswa menanyakan materi yang
kurang dipahami kepada guru
13. Siswa menyimpulkan materi yang
telah diajarkan.
14. Siswa menyimak motivasi oleh
guru dan berdoa bersama.
Lembar observasi legiatan guru
siklus 2 pertemuan pertama
Hari/Tanggal :
67
Waktu :
Materi Pokok :
Sub Materi :
Observer :
No Aspek Pengamatan Terlaksana
Ya Tidak
1. Guru menyapa siswa dan memberikan salam
2. Guru memulai pembelajaran dengan
melakukan doa bersama.
3. Guru memberikan motivasi kepada siswa.
4. Guru mengecek kehadiran siswa
5. Guru memberikan sedikit materi diawal
pembelajaran
6. Guru membagi siswa dalam bentuk kelompok
7. Guru membagikan kertas yang berisi gambar
kepada setiap kelompok
8. Guru memberikan waktu 10 menit untuk
setiap keompok berdiskusi
9. Guru mengawasi siswa berdiskusi
10. Guru memberikan kertas kerja kepada setiap
kelompok
11. Guru mengumpulkan kertas kerja setiap
kelompok
12. Guru memberikan kesempatan kepada siswa
68
untuk menanyakan hal-ha yang kurang
dipahami dari materi yang diajarkan
13. Guru memberi evaluasi yang sederhana untuk
mengukur pemahaman siswa
14. Guru menyimpulkan materi yang telah
dijarkan
15. Guru memotivasi siswa dan berdoa bersama
Lembar Observasi Kegiatan Siswa
Siklus 2 Pertemuan kedua
Hari/Tanggal :
Waktu :
Materi Pokok :
Sub Materi :
Observer :
No Aspek Yang Diamati Terlaksana Komentar
Ya Tidak
69
1. Siswa menyapa dan memberikan
salam kepada guru
2. siswa membaca doa sebelum
memulai pembelajaran
3. Siswa menyimak motivasi oleh
guru
4. Siswa melengkapi kehadiran
dengan pengecekan yang
dilakukan oleh guru
5. Siswa menyimak bayangan materi
menggunakan metode Two Stay
Two Stray oleh guru
6. Siswa dibagi dalam bentuk
kelompok, setiap kelompok
beranggota 5 orang.
7. Masing-masing kelompok
menerima kertas yang berisikan
gambar
8. Perwakilan setiap kelompok
bertamu ke kelompok lain untuk
menyimak pemaparan dari
kelompok lain.
9. Siswa aktif daam pembeajaran
10. Setiap kelompok diberikan kertas
70
kerja dari guru
11. Setiap kelompok mengumpulkan
kertas kerja mereka kepada guru
12. Siswa menanyakan materi yang
kurang dipahami kepada guru
13. Siswa menyimpulkan materi yang
telah diajarkan.
14. Siswa menyimak motivasi oleh
guru dan berdoa bersama.