0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan76 halaman

Peningkatan Kosakata Jerman dengan TSTS

Proposal ini membahas penggunaan metode Two Stay Two Stray dalam peningkatan penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa SMA Negeri 11 Makassar. Metode ini direncanakan untuk meningkatkan aktifitas dan partisipasi siswa dalam pembelajaran bahasa Jerman."

Diunggah oleh

Hijrah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan76 halaman

Peningkatan Kosakata Jerman dengan TSTS

Proposal ini membahas penggunaan metode Two Stay Two Stray dalam peningkatan penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa SMA Negeri 11 Makassar. Metode ini direncanakan untuk meningkatkan aktifitas dan partisipasi siswa dalam pembelajaran bahasa Jerman."

Diunggah oleh

Hijrah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

PENGGUNAAN METODE TWO STAY TWO STRAY DALAM


PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JERMAN
SISWA SMA NEGERI 11 MAKASSAR

DIE VERWENDUNG DER TWO STAY TWO STRAY METHODE ZUR


VERSTEIGERUNG DES DEUTSCHEN WORTSCHATZES VON
SCHÜLERN DER SMA NEGERI 11 MAKASSAR

NURWINDA GAFFAR
1854042003

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JERMAN


JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ASING
FAKULTAS BAHASA DAN SASTRA
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2022
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.............................................................................................................i
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
A. Latar Belakang Masalah............................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................................3
C. Tujuan Penelitian.......................................................................................3
D. Manfaat Penelitian.....................................................................................4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................6
A. Tinjauan Pustaka.......................................................................................6
1. Metode pembelajaran................................................................................6
2. Metode Two Stay Two Stray (TSTS).......................................................7
3. Penguasaan Kosakata..............................................................................10
5. Tujuan Penguasaan Kosakata..................................................................11
B. Kerangka Pikir.........................................................................................12
BAB III METODE PENELITIAN.........................................................................14
A. Jenis Penelitian........................................................................................14
B. Waktu dan Tempat Penelitian.................................................................15
C. Subjek Penelitian.....................................................................................15
D. Instrumen Penelitian................................................................................15
E. Prosedur Penelitian.................................................................................16
F. Teknik Pengumpulan Data......................................................................18
G. Teknik analisis.........................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................20

i
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa Jerman adalah bahasa Asing yang dipelajari di jenjang

sekolah menengah atas. Pelajaran bahasa Jerman di SMA adalah bahasa

Jerman yang dibuat untuk tingkat pemula, sehingga materinya masih sangat

sederhana dan mudah dipahami. Pembelajaran bahasa Jerman di sekolah

menengah atas bertujuan agar komunikasi secara lisan dan tertulis peserta

didik bisa meningkat secara baik dan benar.

Pembelajaran bahasa Jerman di sekolah diarahkan untuk belajar

berkomunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pembelajaran

bahasa Jerman mencakup empat kompetensi berbahasa yaitu Hören

(menyimak) Sprechen (berbicara), Lesen (membaca), dan Screiben ( menulis)

yang tentunya berkaitan satu sama lain. Keempat kompetensi berbahasa

tersebut ditunjang oleh penguasaan Sprachbausteine (kemampuan tata bahasa

dan kosakata bahasa Jerman) yang mencakup Grammatik dan kosakata.

Berdasarkan observasi peneliti di SMA Negeri 11 Makassar yang

diakukan pada 21 Juli 2022 dan wawancara dengan guru bahasa Jerman yaitu

Dra. Muhaiyang, 25 dari 34 siswa dikelas XII IPS 1 kurang dalam pelajaran

bahasa Jerman.

Berdasarkan hasil pengamatan bahwa kosakata dan minat belajar

bahasa Jerman siswa kurang, kurangnya kosakata dan minat belajar siswa

dapat dilihat pada saat siswa menerima materi pelajaran. Hal ini ditunjukkan

dengan perilaku siswa ketika diberi tugas menerjemahkan terlihat bingung,

1
2

diberi pertanyaan oleh guru tidak dijawab, ada juga beberapa siswa yang

tidak mengerjakan soal-soal. Siswa lebih senang menunggu guru

menyelesaikan soal tersebut. Hal ini disebabkan siswa kurang diberikan

banyak kosakata dan metode pembalajaran yang diberikan kurang inovasi

dan atraktif sehingga siswa kurang memahami setiap materi yang telah

diberikan.

Metode pembelajaran Two Stay Two Stray adalah salah satu metode

pembelajaran yang dapat diterapkan guru dalam proses pembelajaran bahasa

Jerman untuk meningkatkan penguasaan kosakata dikarenakan banyak

peneliti sebelumnya yang menggunakan metode TSTS sebagai bahan

penelitiannya dan efektif digunakan. Hal ini dibuktikan oleh hasil penelitian

yang dilakukan Leny Dwi Marina (2019) menggunakan metode Two Stay

Two Stray dalam peningkatan penguasaan kosakata, mengatakan bahwa

metode TSTS ini dapat meningkatkan penguasaan kosakata secara efektif.

Dengan menggunakan metode pembelajaraan Two stay two stray

peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan atau informasi oleh guru

dalam kegiatan pembelajaran tetapi juga mendapatkan pengetahuan atau

informasi dari peserta didik lainnya, sehingga akan lebih banyak pengetahuan

atau informasi yang didapat oleh peserta didik.

Metode pembelajaran Two stay two stray berfokus pada keaktifan

peserta didik. Dalam metode pembelajaran ini, pertama-tama peserta didik

membentuk kelompok belajar yang berjumlah masing-masing kelompok

terdiri atas empat sampai lima orang anggota. Setelah kelompok terbentuk

guru membagikan lembar kertas yang berisikan gambar yang berbeda-beda


3

antar kelompok sesuai dengan materi yang diajarkan kemasing-masing

kelompok.

Setelah itu, masing-masing kelompok diberikan waktu untuk

mendiskusikan dan menuliskan apa saja yang ada pada gambar tersebut

dalam Bahasa Jerman, setelah waktu selesai setiap kelompok akan berbagi

tugas, dua orang bertugas untuk berkeliling, guna untuk mendengarkan

pemaparan hasil diskusi kelompok lain. Lalu dua orang lainnya tetap berada

ditempatnya untuk memaparkan hasil diskusi mereka ke kelompok lain, maka

akan ada pertukaran informasi antara dua kelompok tersebut. Setelah

melakukan diskusi antar kelompok, mereka kembali ke kelompok masing-

masing untuk kembali mendiskusikan informasi apa saja yang telah mereka

dapatkan dari pemaparan kelompok lain, dan hasil diskusi tersebut dituliskan

pada lembar kertas yang telah guru bagikan.

Dengan demikian bahwa penggunaan metode pembelajaran Two

Stay Two Stray dapat membuat suasana belajar menjadi lebih aktif,

partisipatif, dan kondusif. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis

tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Penggunaan Metode Two Stay

Two Stray Dalam Peningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa

SMA Negeri 11 Makassar.”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka peneliti

menganalisis beberapa rumusan masalah sebagai berikut:


4

1. Bagaimana perencanaan metode Two Stay Two Stray dalam

meningkatkan penguasaan posakata Bahasa Jerman siswa SMA Negeri 11

Makassar?

2. Bagaimana proses metode Two Stay Two Stray dalam meningkatkan

penguasaan kosakata Bahasa Jerman siswa SMA Negeri 11 Makassar?

3. Bagaimana hasil belajar penguasaan kosakata Bahasa Jerman siswa

dengan menggunakan metode Two Stay Two Stray siswa kelas XII SMAN

11 Makassar?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian rumusan masalah di atas, yang menjadi tujuan

penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Merencanakan pembelajaran dengan menggunakan metode Two Stay Two

Stray untuk meningkatkan hasil belajar penguasaan kosakata Bahasa

Jerman.

2. Menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode Two Stay Two

Stray untuk meningkatkan hasil belajar penguasaan kosakata bahasa

Jerman.

3. Meningkatkan hasil belajar penguasaan kosakatabahasa Jerman

menggunakan metode Two Stay Two Stray pada siswa SMA Negeri 11

Makassar.
5

D. Manfaat Penelitian

Berdasarkan masalah dan tujuan penelitian yang telah diuraikan, maka

diharapkan penelitian ini mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

Adapun manfaat dari penelitian ini akan dijabarkan menjadi dua, yaitu

manfaat teoritis serta manfaat praktis.

a) Manfaat Teoritis

Secara Teoritis, dalam penelitian ini diharapkan mampu

memberikan sumbangsih, baik wawasan serta ilmu pengetahuan dalam

pengembangan proses belajar mengajar bahasa Jerman. Selain dari itu,

hasil penelitian ini bisa memberikan penjelasan mengenai pengguanaan

metode Two Stay Two Stray dalam peningkatan penguasaan kosakata

bahasa Jerman.

b) Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut:

1) Bagi Peserta didik

Diharapkan meningkatkan peran aktif dalam menumbuhkan

kemampuan dalam memecahkan masalah, kemampuan bekerjasama dan

berkomunikasi, mengurangi kebosanan siswa pada saat menerima

pelajaran, belajar bersosialisasi, belajar mengemukakan pendapat,

menghargai pendapat orang lain serta dapat meningkatkan hasil belajar

mereka.

2) Bagi Pendidik
6

Dalam Penelitian ini pendidik dapat menerapkan metode Two

Stay Two Stray sebagai upaya dalam meningkatkan penguasaan kosakata

siswa pada pembelajaran bahasa Jerman.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka yaitu acuan untuk mendukung penelitian ini yang

dikutip dari beberapa ahli dan diuraikan sebagai rujukan yang dianggap

relevan dalam penelitian ini.

1. Metode pembelajaran

a). Pengertian Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara sistematis dalam bentuk konkret

berupa langkah-langkah untuk mengefektifkan pelaksanaan suatu

pembelajaran pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat Iskandarwassid

dan Sunendar (2011, h. 56) yang mengatakan bahwa metode pembelajaran

adalah cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan berbagai

kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang diinginkan atau

ditentukan. Sementara itu, Sutikno (2014, h.33) berpendapat bahwa

pengertian “metode” secara harfiah berarti “cara”, metode adalah suatu cara

atau prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan

menurut Idris dan Barizi (2009, h.109) bahwa metode pembelajaran adalah

cara guru mengorganisasikan pembelajar an dan cara murid belajar.

Dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah cara kerja

sistematis yang memudahkan pelaksanaan pembelajaran berupa implementasi

spesifik langkah-langkah konkret agar terjadi proses pembelajaran yang

6
7

efektif mencapai suatu tujuan tertentu seperti perubahan positif pada peserta

didik.

2. Metode Two Stay Two Stray (TSTS)

a) Pengertian Two Stay Two Stray

Menurut Isjoni dalam Fathurrohman (2015) model pembelajaran tipe

Two Stay Two Stray kali pertama dikembangkan oleh Spencer Kagan pada

1992. Two stay Two Stray berasal dari bahasa inggris yang berarti dua tinggal

dua tamu. Teknik ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk

membagikan hasil informasi dengan kelompok lain. Selain itu, menurut Anam

(2016) menyatakan bahwa metode Two Stay Two Stray adalah sistem

pembelajaran kelompok dengan tujuan agar siswa dapat saling bekerja sama,

bertanggung jawab, saling membantu memecahkan masalah, dan saling

mendorong satu sama lain untuk berprestasi. Sementara itu, menurut sagala

(2005, h. 201) “Hal yang penting dalam metode ialah, bahwa setiap metode

pembeajaran yang digunakan bertalian dengan tujuan belajar yang ingin

dicapai” dari penjelasan tersebut untuk mendorong keberhasian guru dalam

proses belajar mengajar, guru seharusnya mengerti akan fungsi, dan langkah-

langkah pelaksanaan mengajar.

Dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan metode

pembelajaran Two Stay Two Stray merupakan teknik pembelajaran “dua

tinggal dua tamu “ dimana siswa mendapatkan informasi dan berbagi

informasi kepada kelompok sendiri dan kelompok lainnya. Metode

pembelajaran Two Stay Two Stray ini dapat meningkatkan keaktifan siswa

dalam proses pembelajaran dengan saling bertukar pikiran antar kelompok.


8

b) Ciri-ciri metode pembelajaran Two Stay Two Stray

Ciri-ciri metode pembelajaran TSTS, yaitu:

1. Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan meteri

belajarnya.

2. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan

rendah.

3. Bila mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya,suku, jenis kelamin

yang berbeda.

4. Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu.

c) Kelebihan Metode Two Stay Two Stray

Berdasarkan karakteristik Metode ini, dapat dilihat beberapa aspek Kelebihan

menurut (Santoso, 2011, h. 179) sebagai berikut:

1. Dapat diterapkan pada semua kelas/tingkatkan

2. Kecenderungan belajar siswa menjadi lebih bermakna.

3. Lebih berorientasi pada keaktifan.

4. Diharapkan siswa akan berani mengungkapkan pendapatnya.

5. Menambah kekompakan dan rasa percaya diri siswa.

6. Kemampuan berbicara siswa dapat ditingkatkan.

7. Membantu meningkatkan minat da prestasi belajar.

d) Kekurangan Metode Two Stay Two Stray

Kekurangan menurut (Santoso, 2011, h. 917) sebagai berikut:

1. Membutuhkan waktu yang lama

2. Siswa cenderung tidak mau belajar dalam kelompok

3. Bagi guru, membutuhkan banyak persiapan (materi, dana dan tenaga)


9

4. Guru cenderung kesulitan dalam pengelolaan kelas.

e) Tahapan-tahapan dalam penggunaan metode pembelajaran Two Stay

Two Stray

Menurut Lie (2013 , h. 61) terdapat sebelas langkah penerapan Two Stay

Two Stray, adapun tahapan-tahapannya sebagai berikut:

a. Guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran.

b. Guru menggali pengetahuan siswa tentang materi yang akan dipelajari

melalui tanya jawab.

c. Guru mempresentasikan tata cara pembelajaran kooperatif Two Stay Two

Stray.

d. Guru memberikan pengarahan tentang hal-hal penting yang harus

diperhatikan dalam pembelajaran kooperatif.

e. Siswa dibagi dalam kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4

orang siswa

f. Guru memberikan beberapa tugas dan pertanyaan yang harus diselesaikan

siswa secara berkelompok.

g. Siswa bekerja sama dalam dalam kelompok tersebut , yang disebut dengan

kelompok awal. Dallam kelompok awal ini siswa berdiskusi tentang semua

permasalahan yang diberikan ooleh guru.

h. Setelah selesai, duaa siswa dari masing-masing kelompok meninggalkan

kelompoknya yang bertamu ke kelompok lain. Dalam kelompok ini, siswa

berbagi informasi tentang berbagai permasalahhan yang telah dipecahkan

dalam kelompok awal. Kelompok ini disebut dengan kelompok bertamu dan

bertamu ke kelompok tersebut.


10

i. Dua siswa yang tinggal dalam kelompok awal membagikan hasil kerja dan

informasi kepada 2 siswa yang bertamu ke kelompok terrsebut.

j. Setelahh batas waktu bertamu dan menerima tamu habis, tamu mohon diri

untuk kembali ke kelompok awal dan melaporkan hasiltukar informasi dari

kelompok lain.

k. Siswa yang bertamu ke kelompok lain dan siswa yang bertugas menerima

tamu dari kelompok lain saling mencocokkan dan membahas hasil-hasil kerja

siswa.

3. Penguasaan Kosakata

a. Kosakata

Menurut Chaer (2007, h. 162) kosakata adalah satuan bahasa yang

memiliki satu pengertian.

Adapun menurut Soedjito (2016, h. 13) kosakata adalah:

a. Semua kata yang terdapar dalam suatu bahasa.

b. Kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara atau penulis.

c. Kata yang dipakai dallam suatu bidang ilmu pengetahuan.

d. Daftar kata yang disusun layaknya kamus yang disertai dengan penjelasan

secara singkat.

Beberapa definisi kosakata di atas, dapat disimpulkan bahwa kosakata

adalah kata-kata yang dimengerti baik maknanya maupun cara penggunaannya.

b. Penguasaan Kosakata

Kasno (2014, h. 1) memaparkan bahwa penguasaan kosakata akan

mempengaruhi cara berpikir dan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran


11

bahasa sehingga penguasaan kosakata dapat menentukan kualitas siswa dalam

berbahasa.

Searah dengan pendapat Djiwandono (2008, h. 126) “Penguasaan kosakata

itu sendiri dibedakan menjadi penguasaan bersifat pasif reseptif dan

penguasaan bersifat aktif-produktif”.

Menurut Roberts (2014, h. 23) bahwa penguasaan kosakata anak akan

berjenjang sesuai dengan taraf perkembangan usianya. Semakin kaya kosakata

maka akan semakin besar pula kemungkinan seseorang itu terampil berbahasa,

baik lisan maupun tulisan, sebaliknya, penguasaan kosakata yang tidak sesuai

akan menyulitkan seseorang untuk melakukan komunikasi atau berinteraksi

sesama manusia. Dalam hal ini penguasaan kosakata merupakan kemampuan

memahami dan menggunakan kata-kata yang terdapat dalam suatu bahasa, baik

bahasa lisan, maupun tulisan.

c. Tujuan Penguasaan Kosakata

Kosakata adalah salah satu komponen penting dalam berbahasa. Tanpa

adanya kosakata maka kegiatan berbahasa mustahil dilakukan. Untuk itulah

penguasaan kosakata sangat penting sebagai penunjang dalam proses

berbahasa. Dengan memiliki kemampuan bahasa yang baik maka

memungkinkan bagi seseorang dapat berinteraksi dengan baik pula. Hal

tersebut juga diperkuat oleh Hastuti (1992, h. 24) bahwa penguasaan kosakata

penting agar siswa mampu memahami kata atau istiah dan mampu

menggunakannya di dalam tindak berbahasa, baik itu menyimak, berbicara,

membaca, maupun menulis . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tujuan
12

penguasaan kosakata untuk meningkatkan kemampuan berbahasa yang

nantinya dapat menunjang keterampilan dalam melakukan komunikasi sosial.

d. Jenis Kosakata dalam Bahasa Jerman

1. Nomen (Kata Benda)

Jenis kosakata bahasa Jerman penting diketahui oleh peserta didik dalam

meningkatkan perbendaharaan kata yang digunakan untuk menyusun kalimat

atau melakukan komunikasi dengan masyarakat. Menurut Waridah (2016,

h .332) kata benda adalah kata yang mengacu pada manusia, hewan, dan benda.

Kata benda dalam bahasa Jerman sangat mudah untuk dikenali jika dilihat dalam

tulisan karena kata benda selalu diawali dengan huruf kapital.

Kata benda dalam bahasa Jerman sangat erat kaitannya dengan artikel.

Penggunaan Artike yaitu menentukan jenis kata benda dalam bahasa Jerman,

apakah kata benda tersebut masuk kedalam jenis Maskuin, Feminim, atau

Neutral. Maskulin ditandai dengan “der”, feminim ditandai dengan “die”, dan

neutral ditandai dengan “das”. Dapat dilihat contoh dibawah ini:

“der” (Kata benda jenis maskulin)


1. der Onkel
(Paman)
2. der Teller
(Piring)
“die” (Kata benda jenis feminim)
1. die Polizei
(Polisi)
2. die Mutter
(Ibu)
13

“das” (Kata benda jenis neutral)


1. das Datum
(Tanggal)
2. das Gold
(Emas)
2. Verben (Kata Kerja)
Menurut Waridah (2016, h. 316) “kata kerja merupakan kata yang

memiliki makna perbuatan, tindakan, proses dan keadaan”. Kata kerja dalam

bahasa Jerman terbagi atas kata kerja lemah (Schwache Verben) dan kata

kerja kuat (Starke Verben).

a). die schwache Verben (Kata Kerja Lemah)

Kata kerja lemah adalah kata kerja yang konjugasinya beraturan. Untuk

mengkonjugasikan suatu kata kerja maka harus mencari Stamm (kata dasar).

Cara mencari Stamm kata kerja yaitu dengan menghilangkan akhiran –en atau

–n dari kata kerja tersebut kemudian diberi akhiran sesuai dengan subjek

kalimat. Konjugasi kata kerja adalah perubahan kata yang sesuai dengan

subjek dan waktu dalam suatu kalimat.

TABEL 2. Die Schwache Verben (Kata Kerja Lemah)

Ich Wohne Komme Lerne

Du Wohnst Kommst Lernst

er/sie/es Wohnt Kommt Lernt

Wir Wohnen Kommen Lernen

Ihr Wohnt Kommt Lernt

sie/sie Wohnen Kommen Lernen

(Anisa dan Medani, 2005 : 6)


14

contoh:
Meine Mutter kauft die Blume.
‘ibu saya membeli bunga’.

Ich spiele Basketball.


‘saya bermain bola basket’.

b). die starke Verben (Kata Kerja Kuat)

Kata kerja kuat adalah kata kerja yang konjugasinya tidak beraturan dan

sebagian besar mengaami perubahan vocal pada Stamm saat dikojugasi baik

dalam bentuk sekarang (Präsesns). Lampau yang kejadiannya hanya terjadi sekali

(Präteritum) dan lampau yang kejadiannya berulang-uang (Partizipperfeckt).

Perubahan Stamm dapat dilihat pada subjek orang ketiga tunggal (er/sie/es).

Sedangkan subjek (ich,ihr,wir,Sie/sie) bentuknya tetap (tidak mengalami

perubahan).

Tabel [Link] Verben (Kata Kerja Kuat)

Ich Fahre Lese Helf Nehme

Du Fährst Liest Hilfst Nimmst

Er/sie/es Fährt Liest Hilft Nimmt

Wir Fahren Lesen helfen Nehmen

Ihr Fahrt Lest Helft Nehmt

Sie/sie Fahren Lessen helfen Nehmen

(Handajanto, 2011: 81)


Contoh:
Mein Onkel gibt mir ein Handy
‘Paman saya memberikan saya Hp.’

Du liest ein Roman


15

‘Kamu membaca sebuah novel.’


3. Adjektiv (kata sifat)

Menurut Blickford dalam Achmad (2012, h. 27) bahwa adjektiva

mendeskripsikan sifat atau ciri nomina, misalnya: neu, alt, teuer, gut, langsam,

usw.

Menurut Waridah (2016, h.320) kata sifat adalah kata yang menerangkan

kata benda atau sifat dapat berdiri sendiri sebagai lambang, dan sebagai

keterangan Nominativ atau keterangan Akkusatif.

Contoh:
Sie geht langsam in die Schule
‘Dia berjalan dengan lambat ke sekolah.’

Das Mädschen ist sehr schön


‘Gadis itu sangat cantik.’

B. Kerangka Pikir

SMAN 11 Makassar adalah salah satu sekolah menengah atas yang

terletak di Kota Makassar. Bahasa Jerman adalah salah satu mata pelajaran bahasa

Asing yang diajarkan disekolah tersebut. Bahan yang ingin dijadikan sebagai

penelitian di sekolah tersebut ialah Penggunaan Metode Two Stay Two Stray

Dalam Peningkatan Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Siswa Sma Negeri 11

Makassar.

Sesuai dengan pembahasan teori pada bagian tinjauan pustaka di atas,

maka pada bagian kerangka pikir ini akan dibahas mengenai beberapa hal yang

akan dijadikan sebagai landasan berpikir selanjutnya. Metode Pembelajaran

berperan aktif sebagai pendukung bagi proses belajar mengajar. Dalam hal ini

metode dapat dianggap sebagai pendukung keberhasilan suatu pembelajaran.


16

Kurangnya motivasi dan minat belajar peserta didik membuat menurunnya

pengetahuan dalam berbahasa khususnya bahasa asing dan salah satu pada

keterampilan menyimak, sehingga perlu faktor pendukung untuk membantu

memulai proses pembelajaran agar tetap optimal dengan menggunakan metode.

Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk membantu proses

ajar mengajar adalah Metode Two Stay Two Stray.

Penguasaan kosakata siswa perlu diwujudkan melalui penerapan metode

pembelajaran yang bisa merangsang siswa agar aktif dan kreatif serta mampu

untuk bekerjasama dalam menyampaikan ide, gagasan, dan informasi. Metode

Two Stay Two Stray adalah sebagai sebuah cara yang dilakukan untuk

menekankan pada hal berdiskusi, tanya jawab, mencari jawaban, menjelaskan

dan menyimak materi.

Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir


Pembelajaran Bahasa Jerman

Kompetensi Berbahasa

Berbicara Menulis Manyimak Membaca

Kosakata Tata Bahasa

Metode Two Stay Two


Stray

Penelitian Tindakan
Kelas (PTK)

Siklus I

Siklus II
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom

Action Research dengan tujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa

Jerman siswa kelas XII SMAN 11 Makassar. Menurut Wardani (2011)

“penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru dalam

kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki

kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat”. Desain

yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain model Kemmis dan

[Link] yang terdapat beberapa komponen dalam satu siklus yakni (1)

perencanaan; (2) observasi;(3) tindakan; dan (4) refleksi. Berikut merupakan

gambar desain bagan PTK model Kemmis dan [Link]:

Bagan PTK model Kemmis dan [Link]

SIKLUS I

Refleksi Perencanaan

Pengamatan Pelaksanaan

SIKLUS II

Perencanaan

Refleksi Pengamatan Pelaksanaan

SELESAI

(Wiriatmadja 2007:66)

14
15

B. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ganjil TA 2022/2023 di

SMA Negeri 11 Makassar yang bertempat di Jl. Letjen Pol. Mappaodang No. 66.

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 1 yang terdiri dari 34

orang siswa.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah lembar

observasi dan tes hasil belajar siswa.

1. Lembar observasi

Lembar observasi yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah

lembar observasi guru dan siswa.

2. Lembar observasi guru

Lembar observasi guru adalah aktivitas yang dilakukan seorang pengajar

atau guru dalam melaksanakan proses pembelajaran menggunakan metode Two

Stay Two Stray dari siklus I sampai dengan siklus II. Lembar observasi ini

bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai hambatan-hambatan apa saja

yang diperoleh guru selama proses pembelajaran.

Peneliti menggunakan observasi tertutup karena peneliti memiliki

pedoman dalam mengamati kegiatan guru, kegiatan observasi dilakukan saat

guru memulai pembelajaran sampai akhir pembelajaran jumlah pedoman yang

dimiliki peneliti sebanyak 18 butir .


16

3. Lembar observasi siswa

Lembar observasi siswa adalah suatu kegiatan yang dilakukan siswa

selama mengikuti pembelajaran dari siklus I sampai dengan siklus II. Tujuannya

adalah untuk mengetahui apa saja kendala yang siswa dapatkan selama dalam

proses pembelajaran.

Peneliti menggunakan observasi tertutup karena memiliki pedoman

sebagai instrumen pengamatan kegiatan siswa. Pedoman observasi berisi

kegiatan-kegiatan siswa pada saat pembelajaran dimulai sampai akhir

pembelajaran yang sebanyak 18 butir kegiatan dan akan diberi tanda centang jika

terlaksana

4. Tes hasil belajar siswa

Tes hasil belajar ini berupa tes tertulis, tujuannya adalah untuk mengetahui

peningkatan penguasaan kosakata siswa kelas XII IPS 1 SMAN 11 Makassar. Tes

yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tes pilihan ganda yang

berjumlah 10 nomor.

E. Prosedur Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini peneliti merencanakan sebanyak 2 siklus

dengan 2 kali pertemuan setiap siklusnya. Siklus 1 dalam pertemuan pertama

dilakukan proses pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray selanjutnya

pertemuan kedua masih dilakukan pembelajaran dengan metode yang sama dan

pemberian evaluasi diberikan pada akhir siklus.

Begitupun dengan siklus 2 karena saling berkaitan , pelaksanaan siklus 2

adalah perbaikan atau refleksi dari siklus 1 jika tidak berhasil.


17

1. Pelaksanaan Siklus I

Adapun tahapan-tahapan pada siklus I yaitu:

a. Perencanaan

Pada tahap perencanaan ini kegiatan yang akan dilakukan dalam penelitian

ini adalah:

1. Peneliti bekerjasama dengan guru pengampu mata pelajaran bahasa

jerman, untuk dapat mendiskusikan langkah-langkah dalam proses

pembelajaran.

2. Peneliti mendiskusikan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang

telah dibuat sebelumnya sesuain dengan materi yang akan diajarkan

setelah itu mementukan evaluasi materi tersebut.

3. Peneliti mempersiapkan alat yang akan digunakan siswa.

b. Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan ini guru mengunakan metode Two Stay Two Stray

dalam proses pembelajaran dan mengacu pada rencana pembelajaran (RPP)

yang telah disepakati. Peneliti mengamati kegiatan pembelajaran dari belakang

dan membantu jika ada kendala.

c. Observasi

Tahap observasi peneliti akan mengamati selama proses pembelajaran

berlangsung dengan membuat catatan kecil ataupun , merekam proses

pembelajaran dari awal sampai dengan selesai agar tidak ada yang terlewatkan.

Dalam pelaksanaan penelitian ini peneliti akan menggunakan lembar observasi

Adapun beberapa hal yang akan diamati peneliti yaitu: keaktifan siswa dalam
18

menggunakan bahasa jerman, keaktifan siswa dalam belajar dan bagaimana

siswa dalam menanggapi guru.

d. Refleksi

Peneliti menganalisis data atau informasi yang telah diperoleh dari tahap

pelaksanaan tindakan, obsrvasi, dan evaluasi kemudian menganalisis kelebihan

dan kekurangan dari pelaksaan siklus sebelumnya untuk kemudian dilakukan

perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus berikutnya.

b. Pelaksanaan siklus II

Pada pelaksanaan siklus II ini merupakan pelaksanaan untuk menindak

lanjuti dari siklus I. Karena itu, pelaksanaan siklus II didasarkan pada hasil-hasil

dari refleksi I. Adapun tahap-tahap pelaksanaan siklus II tidak jauh berbeda

dengan pelaksanaan siklus I, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan

refleksi.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data untuk memperoleh informasi data yang

representatif dan signifikan dari proses dan aktivitas pembelajaran serta situasi

lain yang mempengaruhinya maka peneliti menggunakan beberapa teknik dalam

pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian

ini guna mendapatkan hasil yang konkrit yaitu teknik observasi dan tes.

1. Observasi

Observasi digunakan untuk memperoleh data kualitatif, yaitu aktivitas

belajar siswa. Observasi dilakukan dengan mengamati langsung pelaksaan

kegiataan pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray dengan dibantu

instrumen berupa lembar pengamatan aktivitas belajar siswa.


19

2. Tes

Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif berupa nilai

hasil belajar siswa. Adapun tes yang digunakan dalam penelitian ini mengacu

pada jenis tes objektif (pilihan ganda) yang terdiri dari 10 soal dan tes

mencocokkan gambar. Setiap jawaban yang benar mendapatkan skor 1 dan

jawaban yang salah mendapatkan skor 0, jadi skor maksimal 20.

G. Teknik analisis

Data yang sudah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik

analisis kuantitatif. Data kuantitatif berupa data tes hasil penguasaan kosakata

siswa.

Skor yang didapatkan siswa dari hasil menge rjakan tespenguasaan

kosakata akan diproses lebih lanjut untuk diubah menjadi nilai dengan rentang 1-

100 dan berpatokan pada rumus sebagai berikut:

Skor mentah
nilai = X 100
Skor maksimum ideal

(Sudijono, 2012)

untuk mencari skor rata-rata penguasaan kosakata bahasa jerman siswa

setiap siklus maka rumus yang digunakan sebagai berikut:

x = ΣN
00
N
(Sudjana, 2010: 109)

Keterangan:

x = Skor rata-rata
ΣN = Jumlah skor yang diperoleh
N = Jumlah siswa
20

Persentase hasil belajar penguasaan kosakata bahasa Jerman siswa

ditentukan menggunakan rumus sebagai berikut:

f
P= X 100
N

Keterangan:

P = Angka persentase

f = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya

N = Jumlah peserta didik

(Sudijono, 2012: 42)


DAFTAR PUSTAKA

Anam. 2016. Pengertian Metode Pembelajaran Two Stay Two Stray.


Anding, M. F., Saud, S., & Rijal, S. 2021. Peningkatan Kosakata Bahasa Jerman
Melalui Penggunaan Media Cerita Pendek. Interference: Journal of
Language, Literature, and Linguistics, 2(1), 57-63.
Desiana. 2014. Definisi Penguasaan Kosakata.
Eksperimen Menggunakan Media Kartu Kuartet Dalam Meningkatkan
Penguasaan Kosakata Bahasa Jepang. Universitas Muhammadyah
Yogyakarta. Diakses pada tanggal 11 Desember 2022
[Link]
B%[Link]?sequence=6&isAllowed=y
Fikri. 2018. Penerapan Metode Two Stay Two Stray Dalam Pembelajaran
Membaca Bahasa Jerman Bagi Siswa Sma. Jurnal Universitas Pendidikan
Indonesia. Homepage [Link]
Hasrar, H., Dalle, A., & Usman, M. (2018). Hubungan Penguasaan Kosakata
dengan Keterampilan Menulis Karangan Deskriptif Bahasa Jerman Siswa.
Eralingua: Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra, 2(2).
Huda, M. 2014. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Isjoni. 2015. Pengertian Model Pembelajaran Two Stay Two Stray.
Lie, Anita. 2016. Tahapan-Tahapan Dalam Penggunaan Metode Pembelajaran

Two Stay Two Stray.

Robert. 2014. Penguasaan Kosakata Anak.


Sutikno, Sobry. 2014. Metode & Model-Model Pembelajaran Menjadikan Proses
Pembelajaran Lebih Variatif, Aktif, Inovatif, Efektif, dan Menyenangkan.
Lombok: Holistica
Winarsih, Murni. 2007. Tujuan Penguasaan Kosakata.

21
L
A
M
P
I
R
A
N

22
23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS I PERTEMUAN PERTAMA

Nama Sekolah : SMAN 11 MAKASSAR

Mata Pelajaran : Bahasa Jerman

Kelas : XII IPS 1

Materi Pokok : Tagesablauf

Sub Materi : Unser Tagesablauf

Alokasi Waktu : 2 X 45

A. Kompetensi Inti (KI)

• KI-1 dan KI-2: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang

dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun,

peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab,

responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan

perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan

lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan

internasional”.

• KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,

konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan

wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural

pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk

memecahkan masalah.
24

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

3.1 Memahami cara 3.1.1 Mengidentifikasi informasi

mengungkapkan persetujuan, umum, selektif dan detail terkait

ketidaksetujuan, harapan, dan doa Tagesablauf.

serta cara meresponnya terkait 3.1.2 Menjelaskan informasi umum,

topik Tagesablauf dengan selektif dan detail terkait dengan

memperhatikan unsur kebahasaan, Tagesablauf.

struktur teks dan unsur budaya

yang sesuai dengan konteks

penggunaannya.

4.1 Menyusun teks lisan dan tulis 4.1.1 Mencocokkan informasi umum,

sederhana untuk mengungkapkan selektif dan detail terkait dengan

persetujuan, harapan, dan doa Tagesablauf.

serta cara meresponnya terkait

topik Tagesablauf dengan

memperhatikan unsur kebahasaan,

struktur teks dan unsur budaya

secara benar dan sesuai konteks.

C. Tujuan pembelajaran
25

Melalui proses pembelajaran menggunakan two stay two stray dengan

menggunakan pendekatan saintifik, menuntut siswa berperan aktif dalam

memahami dan mengungkap kalimat dengan tema Ferien und Urlaub.

D. Materi pembelajaran

Tema : Tagesablauf

Subtema : Unser Tagesablauf

Materi pertemuan 1
Tagesablauf

Kinder abholen ausgehen fernsehen

aufstehen TAGESABLAUF einkaufen

das Haus aufräumen


einschlafen
vorhaben
26

Two Stay Two Stray


Bitte Kreuzen Sie die beste Wort an!
(Silanglah kata yang paing tepat!)

 Einladen
 Abholen
 Aufhören
 Abfliegen
 Einkaufen
 Einschlafen
 Ausgehen
 Aufräumen
 Aufstehen
 Ankommen
27

E. Langkah-Langkah pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan

Absensi, menanyakan kabar siswa, memberi stimulus mengenai materi

yang akan diajakan, dan menyampaikan tujuan dari pembelajaran.

5
menit

Kegiatan Inti

Eksplorasi :
Menjelaskan kepada peserta didik mengenai metode yang akan digunakan
dalam pembelajaran ini dan akan menggunakan metode Two Stay Two
Stray.
Langkah-langkah pembelajaran:
1. Guru memberikan
2. Siswa dibagi dalam bentuk kelompok, setiap kelompok beranggota
5 orang.
3. Setiap kelompok dibagikan kertas yang berisikan gambar yang
nantinya setiap kelompok akan melengkapi dengan kalimat yang
telah disediakan.
4. Siswa diberi kesempatan berdiskusi untuk menentukan kalimat
yang tepat untuk gambar tersebut. Guru memberikan waktu 10
menit untuk berdiskusi.
5. Setelah semua kelompok selesai melengkapi kertas tersebut, 2 siswa
28

dari perwakilan setiap kelompok tersebut akan bertamu ke


kelompok lain untuk menyimak pemaparan dari kelompok tersebut
atas hasil diskusi yang telah mereka. Dan 2 orang lagi dari
kelompok mereka akan tetap tinggal memaparkan hasil diskusi
mereka kepada tamu yang akan datang.
6. Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berkeliling yang
diawasi oleh guru
7. Setelah pemaparan selesai setiap kelompok, kembali ke
kelompoknya masing-masing.
8. Guru membagikan kertas kepada setiap kelompok, yang berisikan
kalimat yang akan mereka lengkapi, yang telah mereka simak
sewaktu mereka bertamu.
9. Setiap keompok mengumpulkan kertas hasi kerja kepada guru.

Kegiatan Penutup

1. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang


dipahami dari materi yang diajarkan sebelumnya ataupun mengenai
tugas yang diberikan.
2. Siswa diberi evaluasi yang sederhana untuk mengukur pemahaman
oleh guru
3. Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi tersebut.
4. Siswa diberikan motivasi oleh guru dan dilanjutkan dengan
melakukan doa bersama.

Makassar,…………….2022

Mengetahui;

Guru mata pelajaran Mahasiswa


29

Dra. Muhaiyang Nurwinda Gaffar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS I PERTEMUAN KEDUA

Nama Sekolah : SMAN 11 MAKASSAR

Mata Pelajaran : Bahasa Jerman

Kelas : XII IPS 1

Materi Pokok : Tagesablauf

Sub Materi : Wünsche und Notwendigkeiten am Sonntag

Alokasi Waktu : 2 X 45

A. KOMPETENSI INTI

KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,

konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan

wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural

pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk

memecahkan masalah.

KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah

abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah

secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu

menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.


30

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN

KOMPETENSI

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

3.1 Menuliskan kosakata yang terkait 3.1.1 Menuliskan kosakata yang terkait

materi Tagesablauf. materi Tagesablauf dengan tepat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

D. Melalui proses pembelajaran menggunakan two stay two stray dengan

menggunakan pendekatan saintifik, menuntut siswa berperan aktif dalam

memahami dan mengungkap kalimat dengan tema Tagesablauf.

E. METODE DAN SUMBER BELAJAR

Sumber belajar :Buku Deutsch ist Einfach 3 dan internet

Metode :Two Stay Two Stray

F. MATERI PEMBELAJARAN

Tema : Tagesablauf

Materi : Wünsche und Notwendigkeiten am Sonntag


31

Tagesablauf

Was macht man wo? Was past zusammen?


(Di manakah kegiatan ini dilakukan? Apa pasangan yang cocok?)

fernsehen

einkaufen

frühstücken

eintreten

anrufen
32

Two Stay Two Stray


Bitte Kreuzen Sie die beste Wort an!
(Silanglah kata yang paing tepat!)

 fernsehen
 weiterfahren
 eintreten
 anrufen
 spazierengehen
 ausruhen
 anfangen
 Aufräumen
 Aufstehen
 wegfahren
33

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

a. Kegiatan pendahuluan

Kegiatan belajar

1. Siswa menyapa dan memberikan salam kepada guru

2. Sebelum memulai pembeajaran siswa terlebih dahulu membaca doa

3. Siswa diberikan motivasi kepada guru

4. Guru mengecek kehadiran siswa

5. Siswa diberikan sedikit bayangan materi menggunakan metode Two


Stay Two Stray oleh guru

b. Kegiatan inti

Kegiatan belajar

Eksplorasi :
Menjelaskan kepada peserta didik mengenai metode yang akan digunakan
dalam pembelajaran ini dan akan menggunakan metode Two Stay Two Stray.

Langkah-langkah pembelajaran:
1. Siswa dibagi dalam bentuk kelompok, setiap kelompok beranggota 5

orang.
34

2. Setiap kelompok dibagikan kertas yang berisikan gambar yang

nantinya setiap kelompok akan melengkapi dengan kalimat yang

telah disediakan.

3. Siswa diberi kesempatan berdiskusi untuk menentukan kalimat yang

tepat untuk gambar tersebut. Guru memberikan waktu 10 menit

untuk berdiskusi.

4. Setelah semua kelompok selesai melengkapi kertas tersebut, 2 siswa

dari perwakilan setiap kelompok tersebut akan bertamu ke kelompok

lain untuk menyimak pemaparan dari kelompok tersebut atas hasil

diskusi yang telah mereka. Dan 2 orang lagi dari kelompok mereka

akan tetap tinggal memaparkan hasil diskusi mereka kepada tamu

yang akan datang.

5. Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berkeliling yang

diawasi oleh guru

6. Setelah pemaparan selesai setiap kelompok, kembali ke

kelompoknya masing-masing.

7. Guru membagikan kertas kepada setiap kelompok, yang berisikan

kalimat yang akan mereka lengkapi, yang telah mereka simak

sewaktu mereka bertamu.

8. Setiap keompok mengumpulkan kertas hasi kerja kepada guru.

c. Kegiatan penutup

Kegiatan belajar

1. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang

dipahami dari materi yang diajarkan sebelumnya ataupun mengenai


35

tugas yang diberikan.

2. Siswa diberi evaluasi yang sederhana untuk mengukur pemahaman

oleh guru

3. Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi tersebut.

4. Siswa diberikan motivasi oleh guru dan dilanjutkan dengan


melakukan doa bersama.

Makassar,…………….2022

Mengetahui;

Guru mata pelajaran Mahasiswa

Dra. Muhaiyang Nurwinda Gaffar


36

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS II PERTEMUAN PERTAMA

Nama Sekolah : SMAN 11 MAKASSAR

Mata Pelajaran : Bahasa Jerman

Kelas : XII IPS 1

Materi Pokok : Tagesablauf

Sub Materi : Anna und ihre Termine

Alokasi Waktu : 2 X 45

KOMPETENSI INTI

KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,

konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan

wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural

pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk

memecahkan masalah.

KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah

abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah

secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu

menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.


37

A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN

KOMPETENSI

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

3.1 Menuliskan kosakata yang terkait 3.1.1 Menuliskan kosakata yang

materi Tagesablauf. terkait materi Tagesablauf dengan

tepat.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui proses pembelajaran menggunakan two stay two stray dengan

menggunakan pendekatan saintifik, menuntut siswa berperan aktif dalam

memahami dan mengungkap kalimat dengan tema Tagesablauf.

C. METODE DAN SUMBER BELAJAR

Sumber belajar :Buku Deutsch ist Einfach 3 dan internet

Metode : Two Stay Two Stray

D. MATERI PEMBELAJARAN

Materi :Tagesablauf

Sub materi : Anna und ihre Termine


38

Tagesablauf

Was past zusammen?


(Apa pasangan yang cocok?)

Bibliothek Hutan

Wohnzimmer Kolam renang

Schwimmbad
i Ruang tamu

Büro Kantor

Wald Bioskop

Kino Perpustakaan
39

Two Stay Two Stray


Bitte Kreuzen Sie die beste Wort an!
(Silanglah kata yang paing tepat!)

 Wohnzimmer
 Disco
 Bibliothek
 Scwimmbad
 Kino
 Küche
 Geschäft
 Halle
 Konzert
 Büro
40

E. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

A. Kegiatan pendahuluan

Kegiatan belajar

1. Siswa menyapa dan memberikan salam kepada guru

2. Sebelum memulai pembeajaran siswa terlebih dahulu membaca doa

3. Siswa diberikan motivasi kepada guru

4. Guru mengecek kehadiran siswa

5. Siswa diberikan sedikit bayangan materi menggunakan metode Two


Stay Two Stray oleh guru

B. Kegiatan inti

Kegiatan belajar

Eksplorasi :
Menjelaskan kepada peserta didik mengenai metode yang akan digunakan dalam

pembelajaran ini dan akan menggunakan metode Two Stay Two Stray.

Langkah-langkah pembelajaran:

1. Siswa dibagi dalam bentuk kelompok, setiap kelompok beranggota 5 orang.

2. Setiap kelompok dibagikan kertas yang berisikan gambar yang nantinya

setiap kelompok akan melengkapi dengan kalimat yang telah disediakan.

3. Siswa diberi kesempatan berdiskusi untuk menentukan kalimat yang tepat


41

untuk gambar tersebut. Guru memberikan waktu 10 menit untuk berdiskusi.

4. Setelah semua kelompok selesai melengkapi kertas tersebut, 2 siswa dari

perwakilan setiap kelompok tersebut akan bertamu ke kelompok lain untuk

menyimak pemaparan dari kelompok tersebut atas hasil diskusi yang telah

mereka. Dan 2 orang lagi dari kelompok mereka akan tetap tinggal

memaparkan hasil diskusi mereka kepada tamu yang akan datang.

5. Setiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berkeliling yang diawasi oleh

guru

6. Setelah pemaparan selesai setiap kelompok, kembali ke kelompoknya

masing-masing.

7. Guru membagikan kertas kepada setiap kelompok, yang berisikan kalimat

yang akan mereka lengkapi, yang telah mereka simak sewaktu mereka

bertamu.

8. Setiap kelompok mengumpulkan kertas hasil kerja kepada guru

C. Kegiatan penutup

Kegiatan belajar

1. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang dipahami

dari materi yang diajarkan sebelumnya ataupun mengenai tugas yang

diberikan.

2. Siswa diberi evaluasi yang sederhana untuk mengukur pemahaman oleh guru

3. Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi tersebut.

4. Siswa diberikan motivasi oleh guru dan dilanjutkan dengan melakukan doa
bersama.

Makassar,…………….2022
42

Mengetahui;

Guru mata pelajaran Mahasiswa

Dra. Muhaiyang Nurwinda Gaffar

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SIKLUS II PERTEMUAN KEDUA

Nama Sekolah : SMAN 11 MAKASSAR

Mata Pelajaran : Bahasa Jerman

Kelas : XII IPS 1

Materi Pokok : Tagesablauf

Sub Materi : Eine Ansichtskarte

Alokasi Waktu : 2 X 45

A. KOMPETENSI INTI

KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual,

konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan

wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait

penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural

pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk

memecahkan masalah.

KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah

abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah

secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu

menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.


43

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN

KOMPETENSI

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian

3.1 Menuliskan kosakata yang terkait 3.1.1 Menuliskan kosakata yang

materi Tagesablauf. terkait materi Tagesablauf dengan

tepat.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN

D. Melalui proses pembelajaran menggunakan two stay two stray dengan

menggunakan pendekatan saintifik, menuntut siswa berperan aktif dalam

memahami dan mengungkap kalimat dengan tema Tagesablauf.

E. METODE DAN SUMBER BELAJAR

Sumber belajar` :Buku Deutsch ist Einfach 3 dan internet

Metode : Two Stay Two Stray

F. MATERI PEMBELAJARAN

Tema : Tagesablauf

Materi :Eine Ansichtskarte


44

Tagesablauf
Was kann man hier machen?
(Apa yang dapat orang lakukan di tempat ini?)

Kino Bücher lesen

Schwimmbad Film sehen

Disco schwimmen

Küche kochen

Bibliothek tanzen
45

Two Stay Two Stray


Bitte Kreuzen Sie die beste Wort an!
(Silanglah kata yang paing tepat!)

 Badezimmer
 Supermarkt
 Bibliothek
 Scwimmbad
 Schule
 Küche
 Geschäft
 Moschee
 Konzert
 Kirche
46

G. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

a. Kegiatan pendahuluan

Kegiatan belajar

1. Siswa menyapa dan memberikan salam kepada guru

2. Sebelum memulai pembeajaran siswa terlebih dahulu membaca doa

3. Siswa diberi motivasi kepada guru

4. Guru mengecek kehadiran siswa

5. Siswa diberikan sedikit bayangan materi menggunakan metode Two


Stay Two Stray oleh guru

b. Kegiatan inti

Kegiatan belajar

Eksplorasi :
Menjelaskan kepada peserta didik mengenai metode yang akan digunakan dalam

pembelajaran ini dan akan menggunakan metode Two Stay Two Stray.

Langkah-langkah pembelajaran:

1. Siswa dibagi dalam bentuk kelompok, setiap kelompok beranggota 5 orang.

2. Setiap kelompok dibagikan kertas yang berisikan gambar yang nantinya

setiap kelompok akan melengkapi dengan kalimat yang telah disediakan.

3. Siswa diberi kesempatan berdiskusi untuk menentukan kalimat yang tepat

untuk gambar tersebut. Guru memberikan waktu 10 menit untuk berdiskusi.


47

Guru memberikan waktu 10 menit untuk berdiskusi.

4. Setelah semua kelompok selesai melengkapi kertas tersebut, 2 siswa dari

perwakilan setiap kelompok tersebut akan bertamu ke kelompok lain untuk

menyimak pemaparan dari kelompok tersebut atas hasil diskusi yang telah

merek. Dan 2 orang lagi dari kelompok mereka akan tetap tinggal

memaparkan hasil diskusi mereka kepada tamu yang akan datang.

5. Seriap kelompok diberi waktu 10 menit untuk berkeliling yang diawasi oleh

guru

6. Setelah pemaparan selesai setiap kelompok, kembali ke kelompoknya

masing-masing.

7. Guru membagikan kertas kepada setiap kelompok yang berisikan kertas

kelompok yang tadinya mereka simak pada waktu mereka bertamu, isi

kertas tersebut telah dihilangkan beberapa kata yang nantinya kelompok akan

isi sesuai dengan hasil menyimak yang telah mereka lakukan.

8. Setiap keompok mengumpulkan kertas hasi kerja kepada guru.

c. Kegiatan penutup

Kegiatan belajar

1. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang

dipahami dari materi yang diajarkan sebelumnya ataupun mengenai

tugas yang diberikan.

2. Siswa diberi evaluasi yang sederhana untuk mengukur pemahaman

oleh guru
48

3. Siswa diberi kesempatan untuk menyimpulkan materi tersebut.

4. Siswa diberikan motivasi oleh guru dan dilanjutkan dengan


melakukan doa bersama.

Makassar,…………….2022

Mengetahui;

Guru mata pelajaran Mahasiswa

Dra. Muhaiyang Nurwinda Gaffar


49

TES PENGUASAAN KOSAKATA

SIKLUS I

Name :

Klasse :

Zeit :

Kreuzen Sie (X) dir richtige Antwort an:

(Berikan tanda silang pada jawaban yang benar)

1. Was machen die Leute?

a. einkaufen

b. einschlafen

c. aufräumen

2. Was machen die Leute?


50

a. abholen

b. frühstücken

c. ausgehen

3. Was machen die Leute?

a. schwimmen

b. aufstehen

c. fernsehen

4. Was macht man wo?

a. Schwimmbad

b. Konzert

c. Wohnzimmer

5. Was macht man wo?


51

a. Kino

b. Bibliothek

c. küche

6. Was macht man wo?

a. Büro

b. Geschäft

c. Wald

7. Was macht man wo?

a. Supermarkt

b. Kino

c. Konzert

8. Was macht man wo?


52

a. Halle

b. Konzert

c. Schule

9. Was macht man wo?

a. Badezimmer

b. Markt

c. Krankenhaus

10. Was macht man wo?

a. Küche

b. Disco

c. Park
53

Wie sagt man auf Indonesisch? Was past zusammen?


Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Indonesia? Apa pasangan yang cocok?

abfliegen Bangun

abholen keluar

ankommen berbelanja

aufhren mengundang

aufräumen tidur

aufstehen berangkat

ausgehen menjemput

einkaufen tiba

einladen berhenti

einschlafen membersihkan
54

LÖSUNG (KUNCI JAWABAN)

TES PENGUASAAN KOSAKATA SIKLUS I

Mehrfachauswahl (Pilihan Ganda)

1. A

2. B

3. C

4. A

5. B

6. C

7. A

8. B

9. C

10. A
55

Wie sagt man auf Indonesisch? Was past zusammen?


Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Indonesia? Apa pasangan yang cocok?

abfliegen Bangun

abholen keluar

ankommen berbelanja

aufhören mengundang

aufräumen tidur

aufstehen berangkat

ausgehen menjemput

einkaufen tiba

einladen berhenti

einschlafen membersihkan
56

TES PENGUASAAN KOSAKATA

SIKLUS II

Name :

Klasse :

Zeit :

Kreuzen Sie (X) dir richtige Antwort an:

(Berikan tanda silang pada jawaban yang benar)

1. Was machen die Leute?

a. weiterfahren

[Link]

c. ainkaufen

2. Was machen die Leute?


57

a. eintreten

b. fernsehen

c. spazierengehen

3. Was machen die Leute?

a. ausgehen

b. anrufen

c. einschlafen

4. was machen die Leute?

a. aufstehen

b. aufräumen

c. einladen
58

5. Was machen die Leute?

a. singen

b. tanzen

c. malen

6. Was ist das für ein Bild?

a. Cafe

b. Kirche

c. Schwimmbad

7. Was ist das für ein Bild?

a. Küche

b. Theater
59

c. Zoo

8. Was ist das für ein Bild?

a. Disco

b. Wald

c. Geschäft

9. Was ist das für ein Bild?

a. Konzert

b. Kino

c. Schule

10. Was ist das für ein Bild?

a. Restaurant

b. Cafe
60

c. Schwimmbad

Wie sagt man auf Indonesisch? Was past zusammen?


Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Indonesia? Apa pasangan yang cocok?

waschen Bertemu

treffen Mencuci

tauchen Menari

tanzen Menyelam

surfen Bermain ski

Ski-laufen Berselancar

sporttreiben Menunggang

reiten Berolahraga

fernsehen Berjalan-jalan

spazierengehen Menonton TV
61

LÖSUNG (KUNCI JAWABAN)

TES PENGUASAAN KOSAKATA SIKLUS II

Mehrfachauswahl (Pilihan Ganda)

1. A

2. A

3. B

4. B

5. C

6. C

7. A

8. A

9. B

10. B
62

Wie sagt man auf Indonesisch? Was past zusammen?


Bagaimana mengatakannya dalam bahasa Indonesia? Apa pasangan yang cocok?

waschen Bertemu

treffen Mencuci

tauchen Menari

tanzen Menyelam

surfen Bermain ski

Ski-laufen Berselancar

sporttreiben Menunggang

reiten Berolahraga

fernsehen Berjalan-jalan

spazierengehen Menonton TV
63

Lembar observasi legiatan guru

siklus 1 pertemuan pertama

Hari/Tanggal :

Waktu :

Materi Pokok :

Sub Materi :

Observer :

No Aspek Pengamatan Terlaksana

Ya Tidak

1. Guru menyapa siswa dan memberikan salam

2. Guru memulai pembelajaran dengan


melakukan doa bersama.
3. Guru memberikan motivasi kepada siswa.

4. Guru mengecek kehadiran siswa

5. Guru memberikan sedikit materi diawal


pembelajaran

6. Guru membagi siswa dalam bentuk kelompok

7. Guru membagikan kertas yang berisi gambar


64

kepada setiap kelompok

8. Guru memberikan waktu 10 menit untuk


setiap keompok berdiskusi

9. Guru mengawasi siswa berdiskusi

10. Guru memberikan kertas kerja kepada setiap


kelompok

11. Guru mengumpulkan kertas kerja setiap


kelompok

12. Guru memberikan kesempatan kepada siswa


untuk menanyakan hal-hal yang kurang
dipahami dari materi yang diajarkan

13. Guru memberi evaluasi yang sederhana untuk


mengukur pemahaman siswa

14. Guru menyimpulkan materi yang telah


diajarkan

15. Guru memotivasi siswa dan berdoa bersama


65

Lembar Observasi Kegiatan Siswa

Siklus 1 Pertemuan pertama

Hari/Tanggal :

Waktu :

Materi Pokok :

Sub Materi :

Observer :

No Aspek Yang Diamati Terlaksana Komentar

Ya Tidak

1. Siswa menyapa dan memberikan

salam kepada guru

2. siswa membaca doa sebelum


memulai pembelajaran

3. Siswa menyimak motivasi oleh

guru

4. Siswa melengkapi kehadiran

dengan pengecekan yang

dilakukan oleh guru

5. Siswa menyimak bayangan materi


menggunakan metode Two Stay
Two Stray oleh guru

6. Siswa dibagi dalam bentuk


kelompok, setiap kelompok
beranggota 5 orang.
66

7. Masing-masing kelompok
menerima kertas yang berisikan
gambar

8. Perwakilan setiap kelompok


bertamu ke kelompok lain untuk
menyimak pemaparan dari
kelompok lain.

9. Siswa aktif dalam pembelajaran


menggunakan metode two stay
two stray

10. Setiap kelompok diberikan kertas


kerja dari guru

11. Setiap kelompok mengumpulkan


kertas kerja mereka kepada guru

12. Siswa menanyakan materi yang


kurang dipahami kepada guru

13. Siswa menyimpulkan materi yang


telah diajarkan.

14. Siswa menyimak motivasi oleh


guru dan berdoa bersama.

Lembar observasi legiatan guru

siklus 2 pertemuan pertama

Hari/Tanggal :
67

Waktu :

Materi Pokok :

Sub Materi :

Observer :

No Aspek Pengamatan Terlaksana

Ya Tidak

1. Guru menyapa siswa dan memberikan salam

2. Guru memulai pembelajaran dengan


melakukan doa bersama.
3. Guru memberikan motivasi kepada siswa.

4. Guru mengecek kehadiran siswa

5. Guru memberikan sedikit materi diawal


pembelajaran

6. Guru membagi siswa dalam bentuk kelompok

7. Guru membagikan kertas yang berisi gambar


kepada setiap kelompok

8. Guru memberikan waktu 10 menit untuk


setiap keompok berdiskusi

9. Guru mengawasi siswa berdiskusi

10. Guru memberikan kertas kerja kepada setiap


kelompok

11. Guru mengumpulkan kertas kerja setiap


kelompok

12. Guru memberikan kesempatan kepada siswa


68

untuk menanyakan hal-ha yang kurang


dipahami dari materi yang diajarkan

13. Guru memberi evaluasi yang sederhana untuk


mengukur pemahaman siswa

14. Guru menyimpulkan materi yang telah


dijarkan

15. Guru memotivasi siswa dan berdoa bersama

Lembar Observasi Kegiatan Siswa

Siklus 2 Pertemuan kedua

Hari/Tanggal :

Waktu :

Materi Pokok :

Sub Materi :

Observer :

No Aspek Yang Diamati Terlaksana Komentar

Ya Tidak
69

1. Siswa menyapa dan memberikan

salam kepada guru

2. siswa membaca doa sebelum


memulai pembelajaran

3. Siswa menyimak motivasi oleh

guru

4. Siswa melengkapi kehadiran

dengan pengecekan yang

dilakukan oleh guru

5. Siswa menyimak bayangan materi


menggunakan metode Two Stay
Two Stray oleh guru

6. Siswa dibagi dalam bentuk


kelompok, setiap kelompok
beranggota 5 orang.

7. Masing-masing kelompok
menerima kertas yang berisikan
gambar

8. Perwakilan setiap kelompok


bertamu ke kelompok lain untuk
menyimak pemaparan dari
kelompok lain.

9. Siswa aktif daam pembeajaran

10. Setiap kelompok diberikan kertas


70

kerja dari guru

11. Setiap kelompok mengumpulkan


kertas kerja mereka kepada guru

12. Siswa menanyakan materi yang


kurang dipahami kepada guru

13. Siswa menyimpulkan materi yang


telah diajarkan.

14. Siswa menyimak motivasi oleh


guru dan berdoa bersama.

Anda mungkin juga menyukai