Clustering Data Covid-19 di Indonesia
Clustering Data Covid-19 di Indonesia
TUGAS KELOMPOK
Disusun Oleh :
RIDWANSYAH : 20220212
2022/2023
0
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum [Link]. Puji syukur atas rahmat Allah SWT, berkat rahmat serta karunia-
Nya sehingga makalah dengan berjudul 'PENERAPAN DATA MINING MENGGUNAKAN
CLUSTERING UNTUK MENENTUKAN STATUS COVID-19 PADA PROVINSI DI
INDONESIA' dapat selesai.
Makalah ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas dari Bapak Dr. Ir. Zulfi Azhar, [Link]
pada mata kuliah Data Mining. Selain itu, penyusunan makalah ini bertujuan menambah
wawasan kepada pembaca tentang data atau status covid-19 di provinsi indonesia.
Kami sebagai penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Dr. Ir. Zulfi
Azhar, [Link]. Berkat tugas yang diberikan ini, diharapkan dapat menambah wawasan kami
sebagai penulis berkaitan dengan topik yang diberikan. Sekaligus juga kami mengucapkan
terima kasih yang sebesarnya kepada semua pihak yang membantu dalam proses penyusunan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan masih melakukan banyak
kesalahan. Oleh karena itu kami selaku penulis memohon maaf atas kesalahan dan
ketidaksempurnaan yang pembaca temukan dalam makalah ini. Kami juga mengharap adanya
kritik serta saran dari pembaca apabila menemukan kesalahan dalam makalah ini. Terima Kasih.
Kisaran
1
DAFTAR ISI
Halaman Judul ..................... ………………………………………………………….
Kata Pengantar ..................... …………………………………………………………. 1
Daftar Isi .............................. …………………………………………………………. 2
BAB I PENDAHULUAN
1 Latar Belakang Masalah …………………………………………………………. 3
1.1 Rumusan Masalah .......... …………………………………………………………. 4
1.2 Ruang Lingkup Masalah ………………………………………………………….. 4
1.3 Tujuan Penelitian ........... …………………………………………………………. 4
1.4 Manfaat Penelitian ......... …………………………………………………………. 5
BAB II LANDASAN TEORI
2 Konsep Dasar Data Mining ………………………………………………………. 6
2.1 Data Mining ................... …………………………………………………………. 6
2.2 Fungsi Data Mining ....... …………………………………………………………. 6
2.3 Metode Data Mining ...... …………………………………………………………. 7
2.4 Permasalahan Dalam Data Mining ……………………………………………….. 9
2.5 Contoh Penerapan Data Mining ………………………………………………….. 10
2.6 Konsep Clustering .......... …………………………………………………………. 11
2.7 Clustering ....................... …………………………………………………………. 12
2.8 Fungsi Clustering ........... …………………………………………………………. 12
2.9 Syarat Clustering ............ …………………………………………………………. 12
2.10 Metode Clustering ........ …………………………………………………………. 13
2.11 Metode K-Means ......... …………………………………………………………. 15
2.12 Konsep K-Means ......... …………………………………………………………. 16
2.13 K-Means ....................... …………………………………………………………. 16
2.14 Metode Algoritma K-Means Clustering ……………………………………….... 16
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Implementasi .................. ………………………………………………………… 19
3.2 Persiapan Data Pasien .... ………………………………………………………… 19
3.3 Data Mining ................... ………………………………………………………… 20
2
BAB I
PENDAHULUAN
3
Tingkat moralitas di Indonesia mencapai angka tertinggi di Asia Tenggara dengan angka
sebesar 8.9 %. Dengan angka tingkat moralitas tertinggi di Asia Tenggara ini disebabkan karena
angka kematian di Indonesia mencapai 136 jiwa. Selain itu jika ada yang terjangkit dan
meninggal dunia pasti ada juga yang sembuh dari virus covid-19 ini, jumlah yang sembuh
tercatat mencapai 81 orang.
Maksud kami mengambil judul ini karena melihat data- data banyaknya orang yang
terjangkit, meninggal dunia, sampai sembuh yang terjadi di berbagai penjuru daerah di
Indonesia. Untuk itu akan dibuat klasifikasi daerah dari zona merah, kuning, dan hijau yang
berarti untuk zona merah sendiri berarti daerah itu adalah daerah bahaya dan daerah dengan
jumlah terjangkit virus dengan jumlah cukup banyak. Untuk zona kuning berarti zona itu masuk
di daerah dengan zona siaga, maksudnya adalah di daerah tersebut masuk daerah bisa dibilang
dengan korban terjangkit virus Covid-19 dengan jumlah yang tidak banyak namun tidak juga
sedikit. Yang terakhir zona hijau yang berarti zona aman, maksudnya di zona ini daerah yang
terjangkit virus ini datanya paling sedikit terjangkit. Pengklasifikasian tersebut menggunakan
metode Clusstering (K-Means).
4
1.4 Manfaat Penelitian
1. Dapat mengetahui data pasien covid-19 positif,sembuh dan meninggal.
2. Dapat menggunakan hasil analisis untuk menentukan strategi dalam meningkatkan
kualitas dan kuantitas penerima bantuan unruk periode selanjutnya.
5
BAB II
LANDASAN TEORI
6
tersembunyi dalam sebuah data. Dengan kata lain jika pola yang berulang dan bernilai itulah
karakteristik sebuah data bisa diketahui.
2. Predictive Fungsi prediksi merupakan sebuah fungsi bagaimana sebuah proses nantinya akan
menemukan pola tertentu dari suatu data. Pola-pola tersebut dapat diketahui dari berbagai
variabel-variabel yang ada pada data. Ketika sudah menemukan pola, Maka pola yang
didapat tersebut bisa digunakan untuk memprediksi variabel lain yang belum diketahui nilai
ataupun jenisnya. Karena itulah fungsi satu ini dikatakan sebagai fungsi prediksi sama
halnya dengan melakukan predictive analisis. Fungsi ini juga bisa digunakan untuk
memprediksi sebuah variabel tertentu yang tidak ada dalam suatu data. Sehingga fungsi ini
memudahkan dan menguntungkan bagi siapapun yang memerlukan prediksi yang akurat
untuk membuat hal penting tersebut menjadi lebih baik. Fungsi Data mining yang lainnya
yaitu : characterization, discrimination, association, classification, clustering, outlier and
trend analysis, dll.
Multidimensional concept description, Karakterisasi dan diskriminasi, Atau berfungsi
untuk menggeneralisasikan, meringkas, dan membedakan karakteristik data, dll.
Frequent patterns, association, correlation.
Classification and prediction, Membangun model (fungsi) yang menggambarkan dan
membedakan kelas atau konsep untuk prediksi masa depan. Misalnya, Mengklasifikasikan
negara berdasarkan (iklim), atau mengklasifikasikan mobil berdasarkan (jarak tempuh
gas).
Cluster analysis, Membuat data grup untuk membentuk kelas baru. Misalnya,
Memaksimalkan kesamaan intra-kelas & meminimalkan kesamaan antar kelas
Outlier analysis, Objek data yang tidak sesuai dengan perilaku umum dari data, Berguna
dalam deteksi penipuan, analisis peristiwa langka.
Trend and evolution analysis, Trend dan penyimpangan: misalnya Analisis regresi atau
Mining Penambangan pola berurutan: misalnya, Kamera digital, atau Analisis periodisitas
dan Analisis berbasis kesamaan.
Other pattern-directed or statistical analyses.
2.3. Metode Data Mining
Dalam melakukan pengumpulan informasi tentunya terdapat metode, Metode tersebut
akan membantu dalam proses menemukan data. Data mining akan menyediakan perencanaan
dari ide hingga implementasi akhir.
1. Proses pengambilan Data
7
Bagaimana proses pengambilan data? Tadi di atas sudah dijelaskan tentang KDD atau
Knowledge discovery (mining) in databases. Dengan KDD tersebut itulah kamu dapat
melakukan proses pengambilan data
Proses atau tahapan-tahapan tersebut dimulai dari data mentah dan berakhir dengan
pengetahuan atau informasi yang telah diolah. Nah proses tersebut sebagai berikut :
Data Cleansing, Proses dimana data-data yang tidak lengkap, mengandung error dan tidak
konsisten dibuang dari koleksi data. Ketahui juga data lifecycle management untuk
mengetahui tentang pengolahan data.
Data Integration, Proses integrasi data dimana yang berulang akan dikombinasikan.
Selection, Proses seleksi atau pemilihan data yang relevan terhadap analisis untuk
diterima dari koleksi data yang ada.
Data Transformation, Proses transformasi data yang sudah dipilih ke dalam bentuk
mining procedure melalui cara dan agresi data.
Data Mining, Proses yang paling penting dimana akan dilakukan berbagai teknik yang di
aplikasi kan untuk mengekstrak berbagai pola-pola potensial untuk mendapatkan data yang
berguna.
8
Pattern Evolution, Sebuah proses dimana pola-pola menarik yang sebelumnya sudah
ditemukan dengan identifikasi berdasarkan measure yang telah diberikan.
Predictive Modeling, Terdapat dua teknik yaitu Classification dan Value Prediction
Link analysis, Sebuah teknik untuk membuat hubungan antara record yang individu
atau sekumpulan record dalam database.
Nearest Neighbour, Yaitu teknik yang memprediksi pengelompokan, Teknik ini sendiri
merupakan teknik yang tertua yang digunakan dalam data mining.
Decision Tree, Merupakan teknik generasi selanjutnya, dimana teknik ini adalah sebuah
model prediktif yang dapat digambarkan seperti pohon. Setiap node yang terdapat dalam
struktur pohon tersebut mewakili sebuah pertanyaan yang digunakan untuk
menggolongkan data.
2.4. Permasalahan dalam Data Mining
Bukan soal yang mudah dalam mengumpulkan informasi dan melakukan penambangan data
yang nantinya data tersebut berguna kedepannya, Banyak sekalian permasalah yang bisa
ditemui saat melakukan penambangan data. Apa saja permasalahan dalam data mining tersebut?
1. Metodologi Mining
Menambang berbagai jenis pengetahuan dari berbagai tipe data
Kinerja: efisiensi, efektivitas, dan skalabilitas
Evaluasi pola: masalah ketertarikan
Memasukkan pengetahuan latar belakang
2. User interaction
Bahasa kueri penambangan data dan penambangan ad-hoc
Ekspresi dan visualisasi hasil penambangan data
9
Penambangan pengetahuan interaktif di berbagai tingkatan abstraksi
Analysis lalu lintas pasar, Menemukan hubungan / hubungan antar produk penjualan, &
prediksi berdasarkan asosiasi tersebut.
Profiling pelanggan, Jenis pelanggan apa yang membeli produk apa
(pengelompokan atau klasifikasi).
Analisis kebutuhan pelanggan, Misalnya identifikasi produk terbaik untuk berbagai
kelompok pelanggan, Memprediksi faktor apa yang akan menarik pelanggan baru, Penyediaan
informasi ringkasan.
2. Corporate Analysis & Risk Management
Penerapan Data mining dalam sektor perusahaan biasanya digunakan untuk prediksi, retensi
pelanggan, underwriting yang lebih baik, kontrol kualitas, analisis kompetitif.
Perencanaan keuangan dan evaluasi aset, Misalnya analisis dan prediksi arus kas, analisis
klaim kontinjensi untuk mengevaluasi aset, analisis cross-sectional dan time series (rasio
keuangan, tren analisis, dll.)
Planning Perencanaan sumber daya, Misalnya merangkum dan membandingkan sumber
daya dan pengeluaran
Persaingan, Misalnya memantau pesaing dan arah pasar, mengelompokkan pelanggan ke
dalam kelas dan penetapan harga berbasis kelas prosedur, dan mengatur strategi penetapan
harga di pasar yang sangat kompetitif.
10
3. Fraud Detection & Mining Unusual Patterns
Data mining juga berfungsi untuk mencari dan mendeteksi fraud pada sebuah sistem.
Dengan menggunakan data mini maka akan bisa melihat dari jutaan transaksi yang masuk.
Aplikasi: Layanan kesehatan, ritel, layanan kartu kredit, telecomm. Misalnya Asuransi
otomatis, Pencucian uang, Asuransi kesehatan, Telekomunikasi, Analisis pola yang
menyimpang dari norma yang diharapkan, Industri retail, Dll.
Hasil clustering yang baik akan menghasilkan tingkat kesamaan yang tinggi dalam satu kelas
dan tingkat kesamaan yang rendah antar kelas. Kesamaan yang dimaksud merupakan pengukuran
secaranumeric terhadap dua buah objek. Nilai kesamaan antar kedua objek akansemakin tinggi jika
kedua objek yang dibandingkan memiliki kemiripan yang tinggi. Begitu juga dengan sebaliknya.
Kualitas hasil clustering sangat bergantung pada metode yang dipakai. Dalam clustering
dikenal empat tipe data. Keempat tipe data pada tersebut ialah:
Variabel berskala interval
Variabel biner
Variabel nominal, ordinal, dan rasio
Variabel dengan tipe lainnya.
Metode clustering juga harus dapat mengukur kemampuannya sendiri dalam usaha untuk
menemukan suatu pola tersembunyi pada data yang sedang diteliti. Terdapat berbagai metode
yang dapat digunakan untuk mengukur nilai kesamaan antar objek-objek yang dibandingkan.
Salah satunya ialah dengan weighted Euclidean Distance. Euclidean distance menghitung jarak
dua buah point dengan mengetahui nilai dari masing-masing atribut pada kedua poin tersebut.
Berikut formula yang digunakan untuk menghitung jarak dengan Euclidean distance:
Keterangan:
r =2
2.7. Clustering
Clustering atau klasterisasi adalah metode pengelompokan data. Clustering adalah sebuah
proses untuk mengelompokkan data kedalam beberapa cluster atau kelompok sehingga data
dalam satu cluster memiliki tingkat kemiripan yang maksimum dan data antar cluster memiliki
kemiripan yang minimum.
2.8. Fungsi Clustering
1. Clustering merupakan metode segmentasi data yang sangat berguna dalam prediksi dan
analisa masalah bisnis tertentu. Misalnya Segmentasi pasar, marketing dan pemetaan
zonasi wilayah.
2. Identifikasi obyek dalam bidang berbagai bidang seperti computer vision dan image
processing.
2.9. Syarat Clustering
Menurut Han dan Kamber, 2012, syarat sekaligus tantangan yang harus dipenuhi oleh
suatu algoritma clustering adalah:
1. Skalabilitas
Suatu metode clustering harus mampu menangani data dalam jumlah yang besar. Saat ini
data dalam jumlah besar sudah sangat umum digunakan dalam berbagai bidang misalnya saja
suatu database. Tidak hanya berisi ratusan objek, suatu database dengan ukuran besar bahkan
berisi lebih dari jutaan objek.
1. Hierarchical clustering
Pada hierarchical clusteringdata dikelompokkan melalui suatu bagan yang berupa
hirarki, dimana terdapat penggabungan dua grup yang terdekat disetiap iterasinya ataupun
pembagian dari seluruh set data kedalam cluster.
13
Gambar 1.2. Hierarchical Clustering
Keterangan :
Langkah melakukan Hierarchical clustering:
Identifikasi item dengan jarak terdekat
Gabungkan item itu kedalam satu cluster
Hitung jarak antar cluster
Ulangi dari awal sampai semua terhubung
2. Partitional Clustering
Partitional clustering yaitu data dikelompokkan ke dalam sejumlah cluster tanpa adanya
struktur hirarki antara satu dengan yang lainnya. Pada metode partitional clusteringsetiap
cluster memiliki titik pusat cluster (centroid) dan secara umum metode ini memiliki fungsi
tujuan yaitu meminimumkan jarak (dissimilarity) dari seluruh data ke pusat cluster masing-
masing. Contoh metode partitional clustering: K-Means, Fuzzy K- means dan Mixture
Modelling.
14
2.11. Metode K-Means
Metode K-means merupakan metode clustering yang paling sederhana dan umum. Hal ini
dikarenakan K-means mempunyai kemampuan mengelompokkan data dalam jumlah yang cukup
besar dengan waktu komputasi yang cepat dan efisien. K-Means merupakan salah satu
algoritma klastering dengan metode partisi (partitioning method) yang berbasis titik pusat
(centroid) selain algoritma k-Medoids yang berbasis obyek. Algoritma ini pertama kali
diusulkan oleh MacQueen (1967) dan dikembangkan oleh Hartigan dan Wong tahun 1975
dengan tujuan untuk dapat membagi M data point dalam N dimensi kedalam sejumlah k cluster
dimana proses klastering dilakukan dengan meminimalkan jarak sum squares antara data
dengan masing masing pusat cluster (centroid-based). Algoritma k- Means dalam penerapannya
memerlukan tiga parameter yang seluruhnya ditentukan pengguna yaitu jumlah cluster k,
inisialisasi klaster, dan jarak system, Biasanya, k-Means dijalankan secara independen dengan
inisialisasi yang berbeda menghasilkan cluster akhir yang berbeda karena algoritma ini secara
prinsip hanya mengelompokan data menuju local minimal. Salah satu cara untuk mengatasi
local minima adalah dengan mengimplementasikan algoritma k-Means, untuk K yang
diberikan, dengan beberapa nilai initial partisi yang berbeda dan selanjutnya dipilih partisi
dengan kesalahan kuadrat terkecil(Jain, 2009).
K-Means adalah teknik yang cukup sederhana dan cepat dalam proses clustering obyek
(clustering). Algoritma k- means mendefinisikan centroid atau pusat cluster dari cluster
menjadi rata-rata point dari cluster [Link] penerapan algoritma k-Means, jika
diberikan sekumpulan data X = {x1, x2, …,xn} dimana xi = (xi1, xi2, …, xin) adalah ystem dalam
ruang real Rn, maka algoritma k-Means akan menyusun partisi X dalam sejumlah k cluster (a
priori). Setiap cluster memiliki titik tengah (centroid) yang merupakan nilai rata rata (mean)
dari data-data dalam cluster tersebut. Tahapan awal, algoritma k-Means adalah memilih secara
acak sebuah obyek sebagai centroid dalam data. Kemudian, jarak antara obyek dan
centroid dihitung menggunakan Euclidian distance. Algoritma k - Means secara iterative
meningkatkan variasi nilai dalam dalam tiap tiap cluster dimana obyek selanjutnya ditempatkan
dalam kelompok yang terdekat, dihitung dari titik tengah klaster. Titik tengah baru ditentukan
bila semua data telah ditempatkan dalam cluster terdekat. Proses penentuan titik tengah dan
penempatan data dalam cluster diulangi sampai nilai titik tengah dari semua cluster yang
terbentuk tidak berubah lagi (Han dkk, 2012).
Algoritma k-means:
Langkah 1: Tentukan berapa banyak cluster k dari dataset yang akan dibagi.
Langkah 2: Tetapkan secara acak data k menjadi pusat awal lokasi klaster.
15
2.12. Konsep K - Means
K-Means merupakan salah satu metode pengelompokan data non hierarki (sekatan) yang
berusaha mempartisi data yang ada kedalam bentuk dua atau lebih kelompok. Metode ini
mempartisi data kedalam kelompok sehingga data berkarakteristik sama dimasukkan kedalam
satu kelompok yang sama dan data yang berkarakteristik berbeda dikelompokkan kedalam
kelompok yang lain.
2.13. K – Means
Algoritma K-Means merupakan salah satu algoritma dengan partitional, karena K- Means
didasarkan pada penentuan jumlah awal kelompok dengan mendefinisikan nilai centroid
awalnya. Algoritma K-Means menggunakan proses secara berulang-ulang untuk mendapatkan
basis data cluster. Dibutuhkan jumlah cluster awal yang diinginkan sebagai masukan dan
menghasilkan jumlah cluster akhir sebagai output. Jika algoritma diperlukan untuk
menghasilkan cluster K maka akan ada K awal dan K akhir. Metode K-Means akan memilih
polak sebagai titik awal centroid secara acak. Jumlah literasi untuk mencapai cluster centroid
akan dipengaruhi oleh calon cluster centroid awal secara random dimana jika posisi centroid
baru tidak berubah. Nilai K yang dipilih menjadi pusat awal, akan dihitung dengan
menggunakan rumus Euclidean Distance yaitu mencari jarak terdekat antara titik centroid
dengan data/objek.
Data yang memiliki jarak pendek atau terdekat dengan centroid akan membentuk sebuah
cluster.
Dasar algoritma k-means adalah sebagai berikut:
1. Tentukan K sebagai jumlah cluster yang akandibentuk
2. Tentukan k Centroid (titik pusat cluster) awal secara random/acak.
16
Dimana ; v : centroid pada cluster
xi : objek ke-i
Dimana ;
xi : objek x ke-i
yi : daya y ke-i
n : banyaknya objek
2. Lakukan iterasi, kemudian tentukan posisi centroid baru dengan menggunakan persamaan.
3. Ulangi langkah 3 jika posisi centroid baru tidak sama dengan centroid akan membentuk
sebuah cluster.
16
Langkah 6: ulangi langkah 4 dan langkah 5 sampai tidak ada pergerakan lagi.
Secara berulang, algoritma akan mencari lokasi centroid baru dan melabel data berdasarkan
centroid tersebut sampai mendapat hasil final, yaitu tidak ada lagi perpindahan centroid di setiap
cluster.
Untuk lebih jelasnya, lihat penjelasan dan ilustrasi dalam gambar di bawah ini. Klik kanan
dan pilih Open image in new tab untuk gambar yang lebih besar.
17
Selain jumlah klaster (K), parameter yang penting yang harus ditentukan oleh analisis
adalah bagaimana jarak antara titik ke centroid (lihat langkah 3 dan 5).
Dalam k-means clustering, jarak ini dapat diukur menggunakan jarak:
Euclidean distance
Manhattan distance
A squared euclidean distance measure
Cosine distance measure
Kita sebagai analis harus dapat menentukan pengukuran jarak mana yang paling sesuai
dengan kasus kita. Meskipun demikian, sebagian besar k-means dilakukan dengan
pengukuran jarak euclidean (default).
18
BAB 3
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Implementasi
Implementasi Data mining Terhadap data Pasien Covid-19 Disetiap Provinsi
Menggunakan Metode Non Hierarki Pada Kasus ini Membutuhkan beberapa aplikasi
pendukung, yaitu Microsoft Excel 2010.
Sebelum dapat melakukan pengujian terhadap data yang ada, maka langkah yang
dilakukan adalah mempersiapkan data Pasien terlebih dahulu yang bersumber dari data
pasien diseluruh provinsi Indonesia, dengan jumlah data yang digunakan sebanyak 34 data.
Data Pasien dibuat menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010 yang terdiri dari kolom ID
sebagai Jumlah penduduk dan kolom atribut sebagai nama dari setiap item. Adapun data
Pasien, dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut;
1. Pembentukan Cluster dan Centroid Berdasarkan data yang telah digali sesuai dengan
kriteria, dapat ditentukan centroid sebagai batas cluster. Dimana kami menggunakan 3
Kluster yang dibentuk, nilai centroid (M) dan cluster tersebut ditentukanpada data ke 10 ,20
dan 30 pada data pasien dan dapat dilihat pada gambar berikut:
Centroid 2
C2 Sumatera Barat 525 253 24
Centroid 3
C3 Papua Barat 159 51 2
20
2. Pengujian data pada Centroid 1 dan Centroid 2 untuk mendapatkan nilai Cluster 1, 2 dan
Cluster 3.
Centroid 1
21
Centroid 2
22
Centroid 3
Positif Sembuh Meninggal Positif Sembuh Meninggal Jumlah Akar (D3)
-140 -38 -1 19,600 1,444 1 21,045 145
281 253 2 78,961 64,009 4 142,974 378
648 192 63 419,904 36,864 3,969 460,737 679
-113 -28 -1 12,769 784 1 13,554 116
-79 -35 0 6,241 1,225 - 7,466 86
63 92 6 3,969 8,464 36 12,469 112
6913 1866 487 47,789,569 3,481,956 237,169 51,508,694 7,177
-67 -40 -2 4,489 1,600 4 6,093 78
1996 538 138 3,984,016 289,444 19,044 4,292,504 2,072
1155 289 63 1,334,025 83,521 3,969 1,421,515 1,192
4492 523 363 20,178,064 273,529 131,769 20,583,362 4,537
23 -1 2 529 1 4 534 23
91 111 1 8,281 12,321 1 20,603 144
211 37 9 44,521 1,369 81 45,971 214
668 47 75 446,224 2,209 5,625 454,058 674
2 12 0 4 144 - 148 12
31 47 13 961 2,209 169 3,339 58
403 164 8 162,409 26,896 64 189,369 435
787 133 31 619,369 17,689 961 638,019 799
366 202 22 133,956 40,804 484 175,244 419
138 0 34 19,044 - 1,156 20,200 142
223 67 38 49,729 4,489 1,444 55,662 236
59 59 1 3,481 3,481 1 6,963 83
1256 513 69 1,577,536 263,169 4,761 1,845,466 1,358
-34 10 2 1,156 100 4 1,260 35
-33 17 7 1,089 289 49 1,427 38
-47 30 4 2,209 900 16 3,125 56
-12 -25 9 144 625 81 850 29
33 -15 4 1,089 225 16 1,330 36
0 0 0 - - - - -
473 17 4 223,729 289 16 224,034 473
-68 -13 0 4,624 169 - 4,793 69
-67 -37 -1 4,489 1,369 1 5,859 77
-69 -30 1 4,761 900 1 5,662 75
23
3. Penentuan Centroid 1, 2 dan 3 pada hasil data yang diperoleh saat melakukan
pengujian penentuan Cluster.
No Provinsi Positif Sembuh Meninggal Akar (D1) Akar (D2) Akar (D3)
1 Aceh 19 13 1 1,337.18 560.50 145.07
2 Bali 440 304 4 876.87 101.12 378.12
3 Banten 807 243 65 516.20 285.14 678.78
4 Bangka Belitung 46 23 1 1,308.59 531.86 116.42
5 Bengkulu 80 16 2 1,277.38 504.66 86.41
6 DI Yogyakarta 222 143 8 1,111.09 322.75 111.66
7 DKI Jakarta 7072 1917 489 5,985.09 6,771.14 7,176.96
8 Jambi 92 11 0 1,267.18 496.62 78.06
9 Jawa Barat 2155 589 140 880.29 1,668.31 2,071.84
10 Jawa Tengah 1314 340 65 - 794.84 1,192.27
11 Jawa Timur 4651 574 365 3,358.62 4,152.49 4,536.89
12 Kalimantan Barat 182 50 4 1,170.15 399.07 23.11
13 Kalimantan Timur 250 162 3 1,080.57 290.43 143.54
14 Kalimantan Tengah 370 88 11 978.55 226.76 214.41
15 Kalimantan Selatan 827 98 77 543.95 343.57 673.84
16 Kalimantan Utara 161 63 2 1,187.48 411.19 12.17
17 Kepulauan Riau 190 98 15 1,150.84 369.23 57.78
18 NTB 562 215 10 764.30 54.85 435.17
19 Sumatera Selatan 946 184 33 400.98 426.71 798.76
20 Sumatera Barat 525 253 24 794.84 - 418.62
21 Sulawesi Utara 297 51 36 1,057.66 304.85 142.13
22 Sumatera Utara 382 118 40 958.40 197.31 235.93
23 Sulawesi Tenggara 218 110 3 1,121.59 339.32 83.44
24 Sulawesi Selatan 1415 564 71 245.79 943.94 1,358.48
25 Sulawesi Tengah 125 61 4 1,222.82 444.14 35.50
26 Lampung 126 68 9 1,220.03 440.06 37.78
27 Riau 112 81 6 1,231.00 447.75 55.90
28 Maluku Utara 147 26 11 1,209.71 441.11 29.15
29 Maluku 192 36 6 1,163.95 397.87 36.47
30 Papua Barat 159 51 2 1,192.27 418.62 -
31 Papua 632 68 6 736.61 214.47 473.32
32 Sulawesi Barat 91 38 2 1,261.31 484.84 69.23
33 NTT 92 14 1 1,266.36 495.12 76.54
34 Gorontalo 90 21 3 1,266.40 493.45 75.25
Gambar 3.5. Cluster yang diperoleh dari pengujian centroid 1,2 dan 3
Kluster 1 = (7,9,10,11,19,24)
Kluster 2 =(2,3,15,20,22,31)
Kluster 3 = (1,4,5,6,12,13,14,16,17,18,
21,23,25,26,27,28,29,30,32,33,34)
24
4. Pengujian selanjutnya data pada Centroid 1,2 dan Centroid 3 untuk mendapatkan
nilai Cluster 1 dan Cluster 2 dan Cluster 3 yang baru.
Centroid 1
Positif Sembuh Meninggal Positif Sembuh Meninggal Jumlah Akar (D1)
-2906.5 -681.666667 -192.83333 8,447,742 464,669 37,185 8,949,596 2,991.59
-2485.5 -390.666667 -189.83333 6,177,710 152,620 36,037 6,366,367 2,523.17
-2118.5 -451.666667 -128.83333 4,488,042 204,003 16,598 4,708,643 2,169.94
-2879.5 -671.666667 -192.83333 8,291,520 451,136 37,185 8,779,841 2,963.08
-2845.5 -678.666667 -191.83333 8,096,870 460,588 36,800 8,594,259 2,931.60
-2703.5 -551.666667 -185.83333 7,308,912 304,336 34,534 7,647,782 2,765.46
4146.5 1222.33333 295.166667 17,193,462 1,494,099 87,123 18,774,684 4,332.98
-2833.5 -683.666667 -193.83333 8,028,722 467,400 37,571 8,533,694 2,921.25
-770.5 -105.666667 -53.833333 593,670 11,165 2,898 607,734 779.57
-1611.5 -354.666667 -128.83333 2,596,932 125,788 16,598 2,739,319 1,655.09
1725.5 -120.666667 171.166667 2,977,350 14,560 29,298 3,021,209 1,738.16
-2743.5 -644.666667 -189.83333 7,526,792 415,595 36,037 7,978,424 2,824.61
-2675.5 -532.666667 -190.83333 7,158,300 283,734 36,417 7,478,451 2,734.68
-2555.5 -606.666667 -182.83333 6,530,580 368,044 33,428 6,932,053 2,632.88
-2098.5 -596.666667 -116.83333 4,403,702 356,011 13,650 4,773,363 2,184.80
-2764.5 -631.666667 -191.83333 7,642,460 399,003 36,800 8,078,263 2,842.23
-2735.5 -596.666667 -178.83333 7,482,960 356,011 31,981 7,870,953 2,805.52
-2363.5 -479.666667 -183.83333 5,586,132 230,080 33,795 5,850,007 2,418.68
-1979.5 -510.666667 -160.83333 3,918,420 260,780 25,867 4,205,068 2,050.63
-2400.5 -441.666667 -169.83333 5,762,400 195,069 28,843 5,986,313 2,446.69
-2628.5 -643.666667 -157.83333 6,909,012 414,307 24,911 7,348,230 2,710.76
-2543.5 -576.666667 -153.83333 6,469,392 332,544 23,665 6,825,601 2,612.59
-2707.5 -584.666667 -190.83333 7,330,556 341,835 36,417 7,708,809 2,776.47
-1510.5 -130.666667 -122.83333 2,281,610 17,074 15,088 2,313,772 1,521.11
-2800.5 -633.666667 -189.83333 7,842,800 401,533 36,037 8,280,370 2,877.56
-2799.5 -626.666667 -184.83333 7,837,200 392,711 34,163 8,264,075 2,874.73
-2813.5 -613.666667 -187.83333 7,915,782 376,587 35,281 8,327,650 2,885.77
-2778.5 -668.666667 -182.83333 7,720,062 447,115 33,428 8,200,605 2,863.67
-2733.5 -658.666667 -187.83333 7,472,022 433,842 35,281 7,941,145 2,818.00
-2766.5 -643.666667 -191.83333 7,653,522 414,307 36,800 8,104,629 2,846.86
-2293.5 -626.666667 -187.83333 5,260,142 392,711 35,281 5,688,135 2,384.98
-2834.5 -656.666667 -191.83333 8,034,390 431,211 36,800 8,502,401 2,915.89
-2833.5 -680.666667 -192.83333 8,028,722 463,307 37,185 8,529,214 2,920.48
-2835.5 -673.666667 -190.83333 8,040,060 453,827 36,417 8,530,304 2,920.67
Gambar 3.6 . Hasil yang diperoleh dari pengujian data pada centroid 1
25
Centroid 2
Gambar 3.7 . Hasil yang diperoleh dari pengujian data pada centroid 2
26
Centroid 3
Gambar 3.8 . Hasil yang diperoleh dari pengujian data pada centroid 3
27
5. Penentuan Centroid 1, 2 dan 3 pada hasil data yang diperoleh saat melakukan
pengujian kedua penetuan Cluster. Yaitu dengan mencari rata-rata cluster 1 untuk
centroid 1 dan rata-rata cluster 2 untuk centroid 2 rata-rata cluster 3 untuk centroid 3.
Centroid 2
C2 Sumatera Barat 602.17 180.67 36.00
Centroid 3
C3 Papua Barat 173.77 65.41 6.36
Kluster 1 = (7,9,11)
Kluster 2 =(2,3,10,15,19,20,24,31)
Kluster 3 = (1,4,5,6,8,12,13,14,16,17,18,
21,22,23,25,26,27,28,29,30,32,33,34)
28
DAFTAR PUSTAKA
[1] [Link]
[2] [Link]
[3] [Link]
analysis/
[4] [Link]
[5] [Link]
29