TERAPI KOMPLEMENTER “AKUPUNTUR’
PADA PASIEN PALIATIF “KANKER PAYUDARA”
DI SUSUN OLEH
NAMA : MELITHICIA M. J. SEAY
NPM : 12114201190176
KELAS :A
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA MALUKU
FAKULTAS KESEHATAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
2022
TERAPI KOMPELEMENTER AKUPUNTUR
A. Definisi
Akupunktur adalah intervensi medis kuno di mana jarum logam
halus dimasukkan ke dalam lokasi anatomi tubuh untuk merangsang
sistem saraf perifer dan pusat. Akupunktur telah dipelajari dalam uji klinis
pada pasien dengan kanker dan telah terbukti efektif dalam mengurangi
toksisitas pengobatan kanker, mulai dari mual dan muntah akibat
kemoterapi hingga keluhan muskuloskeletal terkait penghambat aromatase
Meski berkembang di Cina, kata akupuntur yang dalam bahasa
aslinya adalah cenciu, lebih dikenal luas dengan nama yang berasal dari
bahasa Yunani. Kata ini diambil dari acus yang berarti jarum dan punctura
yang berarti menusuk. Saat masuk ke negara kita, kata akupuntur
kemudian diadaptasi dalam bahasa Indonesia. Jadi secara bahasa,
akupunktur berarti praktek pengobatan menggunakan jarum yang
ditusukkan pada tubuh pasien.
Akupuntur merupakan teknik pengobatan menggunakan tusukan
jarum yang menstimulasi titik-titik tertentu pada tubuh. Pengobatan ini
dimaksudkan untuk memperbaiki aliran dan keseimbangan energi
sepanjang jalur-jalur energi (meridian). Pengobatan tradisional akupuntur
melihat tubuh manusia sebagai suatu sistem aliran energi, ketika aliran
energi seimbang, maka tubuh sehat.
B. Mekanisme Kerja Akupunktur Medik
Di dalam tubuh manusia terdapat saluran-saluran energi yang
memiliki pola tertentu di seluruh bagian dan permukaan tubuh. Saluran
energi yang disebut juga dengan meridian ini dapat dibayangkan seperti
sistem irigasi yang menghidupkan jaringan-jaringan tubuh. Bila ada suatu
hambatan pada pergerakannya, maka bersifat layaknya sebuah bendungan
yang menghambat laju alir ke sisi setelahnya. Meridian dapat dipengaruhi
kinerjanya menggunakan penusukan pada titik-titik akupuntur, dimana
kemudian penusukan tersebut mengangkat sumbatan pada bendungan
energi dan mengembalikan aliran yang seharusnya.
Titik-titik akupunktur pada tubuh manusia yang ada sekitar 720
titik, merupakan daerah kulit yang banyak mengandung serabut syaraf.
Stimulasi pada titik akupunktur merangsang syaraf di titik tersebut dan
mempengaruhi berbagai neurotransmitter sebagai zat kimiawi otak serta
mendorong perubahan biofisika. Zat inilah yang dipercaya mampu
menjaga keseimbangan fisiologik tubuh dalam keadaan sehat serta
meningkatkan imunitas tubuh terhadap penyakit. Itulah sebabnya mengapa
terapi akupuntur dapat membenahi ketidakseimbangan pada fungsi
pencernaan, penyerapan dan aktivitas produksi energi serta sirkulasi
energi.
C. Macam Efek Akupuntur
Efek penusukan pada pengobatan akupuntur terjadi melalui
hantaran saraf. Secara umum, efek penusukannya terbagi atas: efek lokal,
efek segmental dan efek sentral.
1. Efek Lokal
Penusukan jarum akupuntur menimbulkan perlukaan kecil/mikro
pada jaringan yang menyebabkan pelepasan hormon jaringan
(mediator) dan menimbulkan reaksi rantai biokimiawi. Reaksi ini
dapat dilihat dari kemerahan pada daerah penusukan. Efek yang terjadi
secara lokal meliputi dilatasi kapiler, perubahan lingkungan
interstisial, aktivasi respons imun nonspesifik, peningkatan
permeabilitas kapiler, stimulasi nosiseptor, dan penarikan leukosit dan
sel Langerhans.
2. Efek Segmental / Regional.
Tindakan akupunktur merangsang serabut saraf dan diteruskan dari
segmen medula spinalis ke sel saraf lainnya. Sehingga dengan
demikian disebutkan efek segmental ini mempengaruhi segmen
medula spinalis yang berdekatan.
3. Efek Sentral.
Rangsangan yang sampai pada medula spinalis lalu diteruskan pula
ke susunan saraf pusat melalui jalur batang otak, substansia grisea,
hipotalamus, talamus dan cerebrum. Dengan demikian maka
penusukan dapat menghilangkan gejala nyeri, mengaktifkan
mekanisme pertahanan tubuh, sehingga memulihkan homeostasis.
D. Manfaat Akupunktur bagi Kesehatan
Meskipun akupuntur sering diasosiasikan sebagai manajemen rasa
nyeri, tetapi sebenarnya pengobatan akupuntur dapat digunakan untuk
aplikasi kesehatan yang lebih luas. Akupuntur dapat berkhasiat meskipun
berdiri sendiri, atau sebagai penunjang dari perawatan medis
konvensional. Hal ini karena banyaknya kelebihan akupuntur dibanding
metode pengobatan lainnya.
E. Indikasi Pemberian Pengobatan Akupuntur
Badan Kesehatan Dunia world Health Organization (WHO) mengakui
penggunaan akupuntur pada penanganan masalah kesehatan berikut ini:
1. Masalah mata :Konjungtivis akut, retinitis sentralis, miopia (rabun
jauh) pada anak, katarak yang tanpa komplikasi
2. Masalah mulut : Sakit gigi dan nyeri post ekstraksi gigi, ginggivitis,
pharingitis akut serta kronis.
3. Masalah pencernaan : Gastritis, maag, spasme usus besar, konstipasi
atau sembelit dan diare.
4. Masalah pernafasan : Sinusitis, radang tenggorokan, bronkhitis, dan
juga asma.
5. Masalah syaraf dan otot : kepala sering pusing, nyeri leher, nyeri
pada iga, bahu kaku, nyeri pada siku, beragam peradangan otot, nyeri
tulang belakang / pinggang bawah, skiatika, osteoarthritis.
6. Masalah urinasi dan kesehatan reproduksi.
7. Masalah kondisi emosional.
F. Kontra Indikasi Pengobatan Akupuntur
Akupunktur sebaiknya dilakukan oleh tenaga ahli yang
terlatih. Hal ini untuk mencegah terjadinya keluhan setelah diberikannya
metode pengobatan ini. Walau sangat minim efek samping, namun
akupuntur juga memiliki pantangan untuk diberikan pada suatu kondisi.
Ada beberapa kondisi yang sangat tidak disarankan untuk melakukan
terapi menggunakan jarum.
Kontra indikasi pengobatan akupuntur antara lain:
1. Keadaan fisik lemah
2. Menusuk daerah tumor atau kanker.
3. Penderita yang memakai alat pacu jantung.
4. Kedaruratan medik.
5. Gangguan pembekuan darah.
6. Ibu hamil trimester 1 karena dapat menyebabkan abortus.
7. Menusuk kulit yang sedang mengalami radang / infeksi sistemik
G. Perbedaan artikel
Dalam artikel ini menjelaskan bagaimna akupuntur digunakan untuk
pasien kanker payudara yang mengalami ganggua, atau masalah kesehatan
sebagai dampak dari pengobatan kanker itu sendiri. Akupunktur di dunia
nyata banyak digunakan oleh pasien kanker payudara untuk memperbaiki
gejala seperti nyeri, insomnia, nyeri sendi, dan flushing yang berhubungan
dengan terapi hormone. Terapi ini dapat diberikan pada pasien kanker
dengan berbagai gejala. Berikut merupakan perbedaan dari masing-masing
artikel.
1. Pada artikel yang diteliti oleh Shi et al. Medicine (2020) intervensi
dilakukan pada pasien kanker payudara yang untuk hot flashes dan
artralgia terkait endokrin. Kanker payudara adalah jenis kanker yang
paling umum di antara wanita di seluruh dunia, dan tingkat
kejadiannya setiap tahun meningkat Telah terbukti bahwa terapi
endokrin (ET) dapat mengurangi tingkat kekambuhan kanker payudara
sekitar 50%. Bukti menunjukkan bahwa kejadian artralgia yang
disebabkan oleh terapi endokrin kanker payudara adalah sekitar 50%,
dan kejadian hot menopause. setinggi 50% hingga 60% Pasien dengan
kanker payudara memiliki frekuensi hot flashes yang mengerikan
dibandingkan wanita sehat pascamenopause lainnya. akupunktur telah
terbukti memberikan efek yang baik pada hot flashes yang disebabkan
oleh terapi endokrin pada kanker payudara, termasuk efek positif pada
keparahan dan frekuensi hot flashes, tetapi sedikit efek samping untuk
mengelola hot flashes pada penderita kanker payudara, mekanisme
akupunktur dapat mengubah tingkat neurotransmiter, dan memodulasi
jaringan neuroendokrin. Demikian pula, bukti menunjukkan bahwa
akupunktur dapat merangsang sekresi endorfin dan zat P dalam tubuh,
untuk mengurangi nyeri sendi, termasuk menghilangkan rasa sakit,
kekakuan sendi, dan gejala terkait yang disebabkan oleh nyeri sendi.
Terapi akupunktur merupakan alternatif intervensi yang efektif untuk
untuk hot flashes dan artralgia terkait efek samping pengobatan.
2. Pada artikel yang diteliti oleh Weidong L et al (2019), intervensi terapi
akupuntur dilakukan pada pasien kanker payudara dengan neuropati
perifer. Neuropati perifer yang diinduksi kemoterapi (CIPN) adalah
salah satu efek samping jangka panjang yang paling melemahkan pada
penderita kanker payudara. intervensi akupunktur 8 minggu (vs
perawatan biasa) menyebabkan peningkatan yang signifikan secara
statistik dan klinis dalam gejala sensorik subjektif termasuk nyeri
neuropatik dan parestesia.
3. Chien et al (2019) melakukan pengamatan tentang terapi akupuntur
pada pasien kanker payudara dengan Lympoedema. Hasil didapatkan:
setelah memeriksa 178 pasien kanker payudara dari 6 percobaan.
Semua termasuk uji coba terkontrol secara acak memiliki kualitas
sedang hingga tinggi, berdasarkan skala Jadad yang dimodifikasi.
Hasil menunjukkan bahwa akupunktur aman dan memiliki
kecenderungan untuk memperbaiki gejala.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Ben-Horin dkk (2017) tentang
intervensi yang dilakukan pada pasien kanker payudara dengan
neuropati perifer dengan intervensi gabungan akupuntur dan
refleksologi. Hasil kami menunjukkan bahwa 16 dari 21 pasien yang
datang dengan neuropati tingkat 1 sampai 2 dan semua 7 pasien
dengan neuropati tingkat 3 sampai 4 saat datang, 23 pasien (82%)
secara total, bebas gejala pada 6 bulan setelah memulai pengobatan.
5. Intervensi terapi akupuntur yang dilakukan oleh Lu et all (2019) pada
pasien kanker payudara dengan Neuropati Perifer yang Diinduksi
Kemoterapi. intervensi akupunktur 8 minggu (vs perawatan biasa)
menyebabkan peningkatan yang signifikan secara statistik dan klinis
dalam gejala sensorik subjektif termasuk nyeri neuropatik dan
parestesia.