1.
Jenis-jenis bendung:
- Bendung tetap adalah bangunan yang digunakan untuk menaikkan tinggi muka air sungai hingga
mencapai ketinggian yang dibutuhkan untuk mengalirkan air sungai ke jaringan irigasi dan petak
tersier. Bendung tetap dari bahan yang digunakan terbagi atas 2, yaitu bendung tetap permanen,
semi permanen, dan tidak permanen
- Bendung gerak adalah bangunan yang memiliki konstruksi pintu yang dapat digerakkan untuk
mengatur tinggi muka air sungai.
- Bendung gerak karet merupakan jenis bendung gerak yang terbuat dari tabung karet sebagai
sarana operasi pembendungan air. Termasuk dalam kategori bendung gerak karena dapat
dikembangkan untuk membendung air dan dikempiskan sesuai dengan kebutuhan. Dari media
pengisiannya, bendung gerak karet terbagi menjadi 2, yaitu bendung karet isi air dan bendung
karet isi udara.
- Pengambilan bebas adalah bangunan yang dibangun di tepi sungai untuk mengatur aliran sungai
menuju ke jaringan irigasi tanpa mengatur tinggi muka air sungai. Salah satu bagian dari
pengambilan bebas dari pengatur arah aliran air. Pengambilan bebas dibagi menjadi 3 dari
penggunaan bahannya, yaitu pengambilan bebas permanen, semi permanen, dan tidak permanen.
2. Bangunan utama dalam jaringan irigasi:
- Bangunan bendung adalah bangunan yang dipergunakan untuk mengatur tinggi muka air sungai
hingga mencapai ketinggian yang dibutuhkan agar dapat mengalirkan air sungai menuju jaringan
irigasi.
- pengambilan adalah bangunan yang dipergunakan untuk mengatur aliran air sungai menuju
jaringan irigasi tanpa perlu mengatur tinggi muka air sungai.
- Pembilas adalah bangunan yang dipergunakan untuk menyaring sedimen-sedimen kasar yang
ikut terbawa dalam aliran air sungai hingga mencapai jaringan irigasi. Pembilas biasanya
dibangun pada bagian hilir bendung.
- Kantong lumpur adalah bangunan yang dipergunakan untuk menyaring sedimen-sedimen yang
lebih besar dari pasir halus dan pasir halus yang memiliki diameter 0,088 mm. biasanya dibangun
di bagian hilir pengambilan
- Bangunan perkuatan sungai berfungsi untuk menjaga bangunan utama agar dapat berfungsi
sebagaimana mestinya. Terdiri atas:
o bangunan perkuatan sungai yang berfungsi untuk menjaga bangunan utama dari
kerusakan akibat terjadinya penggerusan dan sedimentasi
o tanggul banjir yang berfungsi untuk melindungi lahan yang berdekatan terhadap
genangan akibat banjir
o saringan bongkah yang berfungsi untuk melindungi pembilas dan pengambilan dari
bongkah yang dapat menyumbat pada saat terjadi banjir
o tanggul penutup yang berfungsi untuk menutup sungai lama.
o
3. Bangunan pelengkap:
- pengukur debit dan muka air di sungai maupun saluran
- rumah untuk operasi pintu air
- jaringan komunikasi, serta perumahan bagi tenaga operasional
- jembatan yang digunakan untuk dapat menjangkau seluruh bagian jaringan irigasi dan dapat
dipergunakan masyarakt untuk melintas
- tangga ikan (fish ladder) yang dapat digunakan untuk tempat hidup ikan-ikan
1. Bendung terdiri dari 4 jenis, yaitu:
- Bendung tetap adalah bendung yang dipergunakan untuk menaikkan tinggi muka air sungai
hingga mencapai ketinggian yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat mengalirkan air menuju
jaringan irigasi dan petak tersier. Bendung tetap dibagi menjadi tiga dari bahan yang digunakan,
yaitu bendung tetap permanen, semi permanen, dan tidak permanen.
- Bendung gerak adalah jenis bendung yang memiliki konstruksi dengan pintu yang dapat
digerakkan untuk menaikkan tinggi muka air sesuai dengan kebutuhan.
- Bendung gerak karet terbuat dari tabung karet yang dapat dikembangkan untuk sarana operasi
pembendungan air. Termasuk dalam kategori bendung gerak karena dapat dikembangkan untuk
membendung air dan dikempiskan sesuai kebutuhan. Bendung gerak melalui media pengisiannya
terdiri dari dua, yaitu bendung gerak karet isi air dan isi udara
- Pengambilan bebas, adalah bangunan yang ditempatkan di tepi sungai untuk mengalirkan aliran
air sungai menuju jaringan irigasi tanpa perlu menaikkan muka air sungai. Salah satu bagian dari
pengambilan bebas adalah bangunan pengatur arah aliran air. Dari bahan penggunaannya,
pengambilan dibagi menjadi 3, yaitu pengambilan permanen, semi permanen, dan tidak
permanen.
2. Bangunan utama dari jaringan irigasi, yaitu:
- Bangunan bendungan yang berfungsi untuk menaikkan tinggi muka air hingga mencapai
ketinggian tertentu agar air dapat dialirkan menuju jaringan sungai.
- Pengambilan, yaitu bangunan yang ditempatkan pada tepi sungai untuk mengalirkan air menuju
jaringan irigasi tanpa perlu menaikkan tinggi muka air sungai.
- Pembilas adalah bangunan yang berfungsi untuk menyaring sedimen-sedimen kasar yang ikut
terbawa aliran sungai hingga mencapai jaringan irigasi. Pembilas biasanya dibangun pada bagian
hilir bendung
- Kantong lumpur adalah bangunan yang dipergunakan untuk menyaring sedimen-sedimen yang
lebih besar dari pasir halus atau pasir halus yang memiliki diameter 0,088 mm. Kantong lumpur
biasanya dibangun pada bagian hilir pengambilan.
- Bangunan perkuatan sungai berfungsi untuk menjaga bangunan utama agar dapat berfungsi
sebagaimana mestinya. Terdiri atas:
o Bangunan perkuatan sungai yang menjaga bangunan utama dari kerusakan seperti
penggerusan dan sedimentasi
o Tanggul banjir yang berfungsi untuk melindungi lahan yang berdekatan terhadap
genangan akibat banjir
o Saringan bongkah yaitu saringan yang berfungsi untuk melindungi pembilas dan
pengambilan dari bongkah yang dapat menghambat
o Tanggul penutup yang berfungsi untuk menutup jaringan sungai lama.
3. Bangunan pelengkap:
- Pengatur debit dan muka air aliran sungai
- Rumah untuk operasi pintu air
- Jaringan komunikasi, rumah untuk tenaga operasional
- Jembatan yang berfungsi untuk akses terhadap bagian-bagian jaringan irigasi dan akses
masyarakat dengan membangun jembatan di atas bendung.
- Fishway/Fishladder (tangga ikan) yang berfungsi untuk tempat hidup ikan.
4. Fungsi bendung adalah untuk menaikkan tinggi muka air aliran sungai hingga mencapai tinggi yang
diharapkan agar dapat mengalirkan aliran sungai menuju jaringan irigasi. Air sungai dialirkan
melalui bangunan pengambil (intake). Perbedaan dari :
- Segi fungsi, bendung berfungsi untuk menaikkan tinggi muka air sungai hingga mencapai
ketinggian yang diharapkan hingga air dapat dialirkan menuju jaringan irigasi, sedangkan
bendungan merupakan bangunan yang bertujuan untuk menahan laju kuat arus aliran air sungai
hingga membentuk waduk.
- Segi pintu air, bendung pada umumnya dapat dibangun tanpa menggunakan pintu air, sehingga
air dibiarkan meluap dan melalui tubuh bendungan, sedangkan bendungan memiliki pintu air
yang berfungsi untuk mengatur debit aliran air yang keluar dari waduk
5. Cara pengoperasian bendug jika terdapat pintu pembilas di tepi tubuh bendungnya, serta
pengambilan dilengkapi dengan saluran pengangkap lumpur, yaitu:
- Pembilas pada bendung berfungsi untuk menyaring sedimen-sedimen keras yang ikut terbawa
aliran sungai hingga mencapai jaringan irigasi.
- Pada saat terjadi banjir, bangunan pengambil ditutup hingga air mencapai ketinggian 0,5 -1 meter
di atas mercu. Pada saat banjir mulai surut mencapai ketinggian di bawah 0,5 – 1 meter di atas
mercu, bangunan pengambilan tetap ditutup, namun bangunan pembilas dibuka agar sedimen-
sedimen yang tertahan dapat dibersihkan dengan cara dibuka secara berkala agar tercipta aliran
terkonsentrasi tepat di depan pengambilan.
-