DIKSI
1. Pengertian
1) KBBI (2008:264), diksi merupakan pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam
penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasannya sehingga diperoleh efek
tertentu (seperti yang diharapkan).
2) Faizah (2008:31) mengungkapkan bahwa diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata
pengarang untuk menggambarkan cerita mereka. Diksi tidak hanya digunakan untuk
menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan
gaya bahasa, ungkapan-ungkapan, dan sebagainya.
3) Finoza (2013:137) menjelaskan bahwa pilihan kata (diksi) pada dasarnya adalah hasil
upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalilmat , alinea, serta wacana.
Pemilihan kata bukanlah sekedar memilih kata yang tepat, melainkan juga kata yang
cocok.
2. Contoh
1) Kucing kesayanganku wafat tadi sore.
2) Menteri Fulan mati tadi malam
3. Syarat ketepatan pemilihan kata
1) Dapat membedakan konotasi dan denotasi.
2) Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.
3) Dapat membedakan kata-kata yang hampir mirip dalam ejaannya.
4) Dapat memahami dengan tepat makna kata-kata abstak.
5) Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat.
6) Dapat membedakan kata-kata umum dan kata-kata khusus.
4. Gaya Bahasa
1) Keraf (1985:113) mengemukakan bahwa gaya bahasa adalah cara mengungkapkan
pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian
penulis (pemakai bahasa)
2) Finoza (2013:143) menjelaskan bahwa gaya bahasa atau langgam bahasa dan sering
disebut majas adalah cara penutur mengungkapkan maksudnya. Banyak cara yang
dipakai untuk mengungkapkan maksud. Ada cara yang memakai perlambang (majas
metafora, personifikasi), ada cara yang menekankan kehalusan (majas
eufemisme,litotes) dan lain sebagainya.
5. Idiom
Pengertian idiom dalam KBBI (2008:417 ), yaitu 1) konstruksi yang maknanya tidak sama
dengan gabungan makna unsurnya. Misalnya: kambing hitam dalam kalimat : Dalam
peristiwa itu hansip menjadi kambing hitam. 2) bahasa dan dialek yang khas menandai suatu
bangsa, suku, dan kelompok, dan lain-lain.
Menurut Moeliono (1984:177), idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara
langsung dapat dijabarkan dari unsur-unsurnya.
Jadi, secara umum idiom merupakan bahasa yang telah teradatkan, artinya bahasa yang
sudah biasa dipakai dalam suatu bahasa oleh para pemakainya. Oleh karena itu, setiap kata
yang membentuk idiom berarti didalamnya sudah ada kesatuan bentuk dan makna.
misalnya: kambing hitam, gulung tikar, muka tembok, dan lain-lain.
6. Peribahasa
Pengertian peribahasa dalam KBBI (2008:858), yaitu 1) kelompok kata atau kalimat yang
tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dalam peribahasa termasuk juga
bidal, ungkapan, dan perumpamaan); 2) ungkapan atau kalimat ringkas, padat, berisi
perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup, atau aturan tingkah laku.
Faizah (2008:36) menjelaskan bahwa peribahasa adalah bahasa kias berupa kalimat atau
kelompok kata yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan maksud tertentu.
Konotasi adalah sebuah kata yang mengandung makna kias atau bukan kata
sebenarnya.
Kata bermkna konotatif
Ririn anak yang ringan tangan dan baik. 'Ringan tangan' bermakna anak yang rajin/suka
menolong.
- Mutia merupakan anak emas dalam keluarganya. 'Anak emas' bermakna anak yang paling
disayang.
- Pejabat tersebut mencari kambing hitam untuk mempertahankan jabatannya. 'Kambing
hitam' bermakna orang yang disalahkan.
- Karena besar kepala, Reno dijauhi teman-temannya. 'Besar kepala' bermakna sombong.
- Setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan hati dingin. 'Hati dingin' bermakna
sabar.
Sementara, denotasi adalah sebuah kata yang memiliki arti yang sebenarnya dan apa
adanya seperti yang sehari-hari kita gunakan.
Kata bermakna denotatif
Kambing hitam Pak Arif sudah terjual di pasar hewan. 'Kambing hitam' bermakna
sebenarnya, yaitu kambing berwarna hitam.
- Bapak mendapat meja hijau gratis saat membeli beberapa barang elektronik. 'Meja hijau'
bermakna sebenarnya, meja bewarna hijau
- Adik duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa. 'Duduk' bermakna sebenarnya, yaitu
meletakkan tubuh atau terletak tubuhnya dengan bertumpu pada pantat.