0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
239 tayangan15 halaman

Penyuluhan Penyakit Menular Seksual

SAP ini memberikan penyuluhan kepada remaja dan pranikah tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) selama 30 menit. Materi yang disampaikan mencakup pengertian, gejala, cara penularan, bahaya, jenis penyakit, dan pencegahan PMS. Tujuannya agar peserta memahami dan dapat mencegah PMS.

Diunggah oleh

yulita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
239 tayangan15 halaman

Penyuluhan Penyakit Menular Seksual

SAP ini memberikan penyuluhan kepada remaja dan pranikah tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) selama 30 menit. Materi yang disampaikan mencakup pengertian, gejala, cara penularan, bahaya, jenis penyakit, dan pencegahan PMS. Tujuannya agar peserta memahami dan dapat mencegah PMS.

Diunggah oleh

yulita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS)

Disusun oleh :

1. Rindi Antika  (P17311183039) 

2. Tina Andikumaha (P17311183042)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN  KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN MALANG
2022
SISTEMATIKA PENYUSUNAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

I. Identitas SAP
Topik : Kesehatan Reproduksi Remaja dan Pranikah
Sub Pokok Bahasan : Penyakit Menular Seksual/PMS
Sasaran : Remaja dan Pranikah
Hari/Tanggal : Rabu, 21 September 2022
Waktu : 30 menit
Tempat : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang
Penyuluh : Kelompok 1

II. Identifikasi Masalah


Penyakit kelamin adalah penyakit yang penularannya terutama melalui
hubungan seksual. Cara hubungan kelamin tidak hanya terbatas secara genito-
genital saja, tetapi dapat juga secara ora-genital, atau ano-genital, sehingga
kelainan yang timbul akibat penyakit kelamin ini tidak terbatas hanya pada
daerah genital saja, tetapi apat juga pada daerah – daerah ekstra genital.
Meskipun demikian tidak berarti bahwa semuanya harus melalui hubungan
kelamin, tetapi ada beberapa yang dapat juga ditularkan melalui kontak
langsung dengan alat – alat, handuk, termometer, dan sebagainya. Selain itu
penyakit kelamin ini juga dapat menularkan penyakitnya ini kepada bayi
dalam kandungan.
Pada waktu dulu penyakit kelamin di kenal sebagai Veneral Diseases
yang berasal dari kata venus (dewi cinta), dan yang termasuk dalam venereal
diseases ini yaitu sifilis, gonore, ulkus mole, limfogranuloma venereum, dan
granuloma inguinale. Ternyata pada akhir – akhir ini ditemukan berbagai
penyakit lain yang juga dapat timbul akibat hubungan seksual dan penemuan
ini antara lain disebakan oleh perbaikan sarana dan teknik laboratorium dan
penemuan beberapa jenis penyaki secara epidemi seperti herpes genetalis dan
hepatitis B.
III. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit tentang Penyakit Menular
Seksual/PMS, diharapkan masyarakat mampu memahami dan melakukan
pencegahan Penyakit Menular Seksual/PMS.

IV. Tujuan Instruksional Khusus


a. Remaja & pranikah mengerti pengertian penyakit menular seksual/PMS
b. Remaja & pranikah mengerti gejala penyakit menular seksual/PMS
c. Remaja & pranikah mengerti cara penularan-penularan penyakit menular
seksual/PMS
d. Remaja & pranikah mengerti bahaya/akibat penyakit menular
seksual/PMS
e. Remaja & pranikah mengerti macam-macam penyakit menular
seksual/PMS
f. Remaja & pranikah mengerti pencegahan penyakit menular seksual/PMS
g. Remaja & pranikah mengerti penanganan bagi yang terkena penyakit
menular seksual/PMS

V. Materi
A. Pengertian Penyakit Menular Seksual/PMS
PMS adalah infeksi atau penyakit yang di tularkan melalui
hubungan seks (oral, anal, vagina) atau penyakit kelamin atau infeksi yang
di tularkan melalui hubungan seks yang dapat menyerang alat kelamin
dengan atau tanpa gejala dapat muncul dan menyerang mata, mulut,
saluran pencernaan, hati, otak, serta organ tubuh lainnya, misalnya
HIV/AIDS, Hepatitis B Penyaki menular seksual merupakan penyakit
yang ditakuti oleh setiap orang. Angka kejadian penyakit ini termasuk
tinggi di Indonesia. Kelompok resiko yang rentan terinfeksi tentunya
adalah seseorang yang sering “jajan” alias punya kebiasaan perilaku yang
tidak sehat. Infeksi yang ditularkan lewat hubungan seksual, atau Penyakit
kelamin menular adalah penyakit yang cara penularanyya melalui
hubungan kelamin. Yang ditularkan dari satu orang ke orang lain saaat
berhubungan badan. Tempat terjangkitnya penyakit tersebut tidak semata
mata pada alat kelamin saja, tetapi dapat terjadi diberbagai tempat diluar
alat [Link] tergolong dari penyakkit ini adalah: sifilis, gonore, ulkus
mola, linfegranuloma venereum, granuloma inguinale.

B. Gejala Penyakit Menular Seksual/PMS


Gangguan mental atau penyakit mental dapat diawali dengan
beberapa gejala berikut, antara lain:
a. Keluar Cairan/keputihan yang tidak normal dari vagina atau penis.
Pada wanita, terjadi peningkatan keputihan. Warnanya bisa menjadi
lebih putih, kekuningan, kehijauan, atau kemerah mudaan. Keputihan
bisa memiliki bau yang tidak sedap dan berlendir.
b. Pada pria, rasa panas seperti terbakar atau sakit selama atau setelah
kencing, biasanya disebabkan oleh PMS. Pada wanita, beberapa gejala
dapat disebabkan oleh PMS tapi juga disebabkan oleh infeksi kandung
kencing yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual.
c. Luka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut.
Luka tersebut dapat terasa sakit atau tidak.
d. Tonjolan kecil-kecil (papules) disekitar alat kelamin
e. Kemerahan di sekitar alat kelamin
f. Pada pria, rasa sakit atau kemerahan terjadi pada kantung zakar
g. Rasa sakit diperut bagian bawah yang muncul dan hilang, dan tidak
berhubungan dengan menstruasi
h. Bercak darah setelah hubungan seksual
i. Anus gatal atau iritasi.
j. Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.
k. Nyeri di paha atau perut lebih rendah.
l. Pendarahan pada vagina.
m. Nyeri atau pembengkakan testis.
n. Pembengkakan atau kemerahan dari vagina.
o. Nyeri seks
p. Perubahan pada kulit di sekitar kemaluan
q. Terasa sakit pada daerah pinggul (wanita)
r. Meski tanpa gejala dapat menularkan penyakit bila tenang

C. Cara Penularan Penyakit Menular Seksual/PMS


Pada umumnya adalah melalui hubungan seksual (95 %),
sedangkan cara lainnya yaitu melalui transfusi darah, jarum suntik,
plasenta (dari ibu kepada anak yang dikandungannya).

D. Bahaya Akibat Penyakit Menular Seksual/PMS


a. Menimbulkan rasa sakit
b. Infertilisasi
c. Abortus
d. Ca cerviks
e. Merusak penglihatan, hati dan otak
f. Menular pada bayi
g. Rentan terhadap HIV/AIDS
h. Tidak dapat disembuhkan
i. Kematian
E. Macam-macam Penyakit Menular Seksual/PMS
a. Gonorhea
b. Clamidia
c. Herpes Genetalis
d. Sifilis
e. Hepatitis B
f. HIV/AIDS
g. Trikomoniasis
h. Condiloma akuminata
i. Ulkus mole / cuncroid
j. Candidiasiasi vaginalis

F. Pencegahan Peyakit Menular Seksual/PMS


a. Apabila belum menikah maka tidak melakukan hubungan seksual
b. Apabila sudah menikah maka saling setia dengan pasangan
c. Hindari hubungan seksual yang tidak aman atau berisiko
d. Menggunakan kondom untuk mencegah penularan
e. Menjaga kebersihan alat genetalia

G. Penanganan bagi yang terkena Penyakit Menular Seksual/PMS


a. Segera periksa ke dokter atau petugas kesehatan
b. Jangan malu menyampaikan keluhan kepada dokter atau tenaga
kesehatan
c. Memenuhi aturan pengobatan sesuai petunjuk dokter atau petugas
kesehatan
d. Jangan melakukan hubungan seksual kecuali menggunakan kondom
e. Pasangan sex sebaiknya memeriksakan diri
f. Beritahu tentang akiba PMS yang berbahaya bagi kesehatan diri

VI. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
VII. Media
1. PPT
2. leaflet

VIII. Kegiatan Penyuluhan


NO WAKT KEGIATAN KEGIATAN
TAHAPAN
. U PENYULUHAN PESERTA
1 Pendahulua 3 menit 1. Mengucapkan 1. Menjawab salam
n salam 2. Mendengarkan
2. Memperkenalkan 3. Meperhatikan
diri
3. Menjelaskan
tujuan dari
penyuluhan
4. Menyebutkan
materi yang akan
diberikan
5. Kontrak waktu

2 Inti 24 menit Penyajian materi 1. Menyimak


tentang: 2. Mendengarkan
[Link]
penyakit menular
seksual/PMS
[Link] penyakit
menular
seksual/PMS
Gejala kesehatan
mental
[Link] penularan-
penularan
penyakit menular
seksual/PMS
[Link]/akibat
penyakit menular
seksual/PMS
[Link]-macam
penyakit menular
seksual/PMS
[Link]
penyakit menular
seksual/PMS
[Link]
penanganan bagi
yang terkena
penyakit menular
seksual/PMS
1. Menyimpulkan
isi penyuluhan
2. Menyampaikan
secara singkat
materi
3. Memberikan
kesempatan
peserta untuk
bertanya kepada 1. mendengarkan
pemateri 2. Peserta bertanya
4. Pemateri 3. Peserta menjawab
3 Penutup 3 menit menanyakan beberapa pertanyaan
kepada peserta 4. Memperhatikan
tentang materi 5. Menjawab salam
yang telah
diberikan
(feedback)
5. Mengucapkan
terimakasih atas
perhatian dan
kerjasamanya
6. Mengucapkan
salam penutup

IX. Evaluasi
a. Struktur
1. Dalam penyuluhan mengenai penyakit menular seksual/PMS,
pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan telah dilakukan
persiapan terkait kontrak waktu, tempat serta materi yang akan
disampaikan pada peserta
2. Materi disiapkan dalam bentuk satuan acara penyuluhan (SAP) dalam
bentuk leaflet dengan ringkas, menarik, dan mudah dimengerti oleh
peserta
3. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di politeknik kesehatan
kemenkes Malang
4. Penggunaan media lengkap dan kondisi tempat yang kondusif
b. Proses
a) Sasaran
1. Peserta hadir tepat waktu untuk mengikuti penyuluhan
2. Peserta sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan
3. Di dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara
penyuluh dan masyrakat
4. Peserta yang hadir mengajukan pertanyaan dan dapat mengerti
jawaban yang diberikan serta dapat mengulangi bahkan
menjawab dengan lugas dan tepat
b) Penyuluh
1. Penyuluh menguasai langkah kegiatan saat penyuluhan
2. Penyuluh memahami materi yang akan dijelaskan kepada
masyarakat
c. Program
1. Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan
2. Peserta mampu memahami tentang penyakit menular seksual/PMS
3. Peserta mampu menjelaskan dan memahai penyakit menular
seksual/PMS

X. Pengorganisasian
Moderator : Rindi Antika
Pemateri : Tina Andikumaha
Fasilitator : Misna, Sinta
Notulen : Risa Maulidia
Peserta : Remaja Laki-laki dan Perempuan
XI. Penataan Tempat

Keterangan:
1. Pemateri
2 2 2 2
2. peserta

2 2 2 2

XII. Daftar Pustaka

XIII. Wahyuni. Nur,


(2020). Makalah
Kesehatan Jiwa.
Jakarta
XIV. https://
[Link].
id (Diakses pada
tanggal 9 Desember
XV. 2021).
XVI. Halodoc. Kesehatan
Mental.
[Link]
m/kesehatan/kesehatan-
XVII. mental (Diakses pada
tanggal 9 Desember
2021).
XVIII. Wahyuni. Nur,
(2020). Makalah
Kesehatan Jiwa.
Jakarta
XIX. https://
[Link].
id (Diakses pada
tanggal 9 Desember
XX. 2021).
XXI. Halodoc. Kesehatan
Mental.
[Link]
m/kesehatan/kesehatan-
XXII. mental (Diakses pada
tanggal 9 Desember
2021).
Ambarwati Eni. Dkk, (2009). Asuhan Kebidanan Komunitas. Nuha
Medika. Yogjakarta.
Djuanda Adhi, dkk, (2007). Ilmu penyakit kulit dan kelamin. FKUI.
Jakarta.
Lampiran
Presensi Peserta
No. Nama TTD

1. 1.

2. 2.

3. 3.

4. 4.

5. 5.

6. 6.

7. 7.

8. 8.
Instrumen Evaluasi (pre dan post test)
1. PMS merupakan kepanjangan dari
a. Pre Menstruasi
b. Penyakit Menular Seksual
c. Penyakit nebual semua
d. Post menstruasi
2. penyakit yang di tularkan melalui hubungan seks (oral, anal, vagina) atau
penyakit kelamin atau infeksi yang di tularkan melalui hubungan seks
yang dapat menyerang alat kelamin dengan atau tanpa gejala merupakan
penyakit..
a. Penyakit atau infeksi menular seksual
b. Penyakit tipes
c. Penyakit TBC
d. Penyakit Muntaber
3. Gejala penyakit menual seksual dibawah ini kecuali
a. Keluar Cairan/keputihan yang tidak normal dari vagina atau penis.
Pada wanita, terjadi peningkatan keputihan. Warnanya bisa menjadi
lebih putih, kekuningan, kehijauan, atau kemerah mudaan. Keputihan
bisa memiliki bau yang tidak sedap dan berlendir.
b. Luka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut.
Luka tersebut dapat terasa sakit atau tidak.
c. Tonjolan kecil-kecil (papules) disekitar alat kelamin
d. Nyeri ulu hati dan sakit kepala
4. Berikut ini cara penularan penyakit menual seksual
a. Melalui hubungan seksual
b. Melalui udara
c. Melalui makanan dan minuman
d. Saat bersentuhan kulit
5. Berikut ini adalah penyakit menular seksual kecuali
a. Ghonorea
b. Clamidia
c. Sipilis
d. TBC
6. Cara mencegah penyakit menular seksual, kecuali
a. Apabila belum menikah maka tidak melakukan hubungan seksual
b. Hindari hubungan seksual yang tidak aman atau berisiko
c. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta makan makanan yang
bergizi
d. Menggunakan kondom untuk mencegah penularan
7. Nyeri saat berhubungan seksual dan keluar darah setelah melakukan
hubungan seksual erupakan ciri dari penyakit..
a. Penyakit HIV/AIDS
b. Penyakit Menular Seksual
c. Penyakit kencing manis
d. Penyakit magh/ asam lambung
8. Berikut adalah bahaya akibat penyakit menular seksual
a. Dapat Menular pada bayi
b. Membuat buta
c. Membuat lumpuh
d. Membuat perasaan tidak nyaman

Anda mungkin juga menyukai