0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Pengertian dan Manfaat ROM

Teks tersebut memberikan penjelasan mengenai Range of Motion (ROM) yang meliputi pengertian, tujuan, manfaat, prinsip latihan, jenis, sendi yang digerakkan, indikasi dan kontra indikasi, serta contoh gerakan ROM. Secara ringkas, teks tersebut menjelaskan bahwa ROM adalah rentang gerak sendi yang maksimum, tujuannya untuk memelihara fleksibilitas otot dan fungsi sendi, serta contoh latihannya

Diunggah oleh

rizka fadhilla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Pengertian dan Manfaat ROM

Teks tersebut memberikan penjelasan mengenai Range of Motion (ROM) yang meliputi pengertian, tujuan, manfaat, prinsip latihan, jenis, sendi yang digerakkan, indikasi dan kontra indikasi, serta contoh gerakan ROM. Secara ringkas, teks tersebut menjelaskan bahwa ROM adalah rentang gerak sendi yang maksimum, tujuannya untuk memelihara fleksibilitas otot dan fungsi sendi, serta contoh latihannya

Diunggah oleh

rizka fadhilla
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.

1 Pengertian Rom
ROM ( Range of Motion) adalah jumlah maksimum gerakan yang
mungkin dilakuksendi pada salah satu dari tiga potongan tubuh, yaitu sagital,
transversal, dfrontal. Pengertian ROM lainnya adalah latihan gerakan sendi yang
memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana klien
menggerakan.

2.2 Tujuan

Adapun tujuan dari ROM (Range Of Motion), yaitu :


1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibiltas dan kekuatan otot
2. Mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan
3. Merangsangsirkulasidarah
4. Untuk mengurangi kekakuan pada sendi dan kelemahan pada otot yang dapat
dilakukan aktif maupun pasif tergantung dengan keadaan pasien.
5. Menjaga fungsi sendi
Dapat dilakukan oleh, perawat, klien, fisioterapis dan anggota keluarga.

2.3 Manfaat ROM


Adapun manfaat dari ROM (Range Of Motion), yaitu :
1. Mencegah terjadinya kekakuan sendi
2. Memperlancar sirkulasi darah
3. Memperbaiki tonus otot
4. Meningkatkan mobilisasi sendi
5. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan

2.4  Prinsip Latihan ROM (Range Of Motion)


Adapun prinsip latihan ROM (Range Of Motion), diantaranya :
1. ROM harus diulang sekitar 8 kali dan dikerjakan minimal 2 kali sehari
2. ROM di lakukan berlahan dan hati-hati sehingga tidak melelahkan pasien.
3. Dalam merencanakan program latihan ROM, perhatikan umur pasien,
diagnosa, tanda-tanda vital dan lamanya tirah baring.
4. Bagian-bagian tubuh yang dapat di lakukan latihan ROM adalah leher, jari,
lengan, siku, bahu, tumit, kaki, dan pergelangan kaki.
5. ROM dapat di lakukan pada semua persendian atau hanya pada bagian-bagian
yang di curigai mengalami proses penyakit.
6. Melakukan ROM harus sesuai waktunya. Misalnya setelah mandi atau
perawatan rutin telah di lakukan.

2.5 Jenis – jenis ROM


1. ROM Aktif,
Rom aktif yaitu gerakan yang dilakukan oleh seseorang (pasien) dengan
menggunakan energi sendiri. Perawat memberikan motivasi, dan
membimbingklien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai
dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif). Keuatan otot 75 %. Hal ini untuk
melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara menggunakan otot-
ototnya secara aktif .

2. ROM Pasif
Rom pasif yaitu energi yang dikeluarkan untuk latihan berasal dari orang lain
(perawat) atau alat mekanik. Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai
dengan rentang gerak yang normal (klien pasif). Kekuatan otot 50 %. Indikasi
latihan pasif adalah pasien semikoma dan tidak sadar, pasien dengketerbatasan
mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihrentang gerak
dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan paralisis ekstermitas
total (suratun, dkk, 2008). Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga
kelenturan otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang lain secara
pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki Pasien.
2.6 Jenis gerakan ROM
1. Fleksi, yaitu berkurangnya sudut persendian.
2. Ekstensi, yaitu bertambahnya sudut persendian.
3. Hiperekstensi, yaitu ekstensi lebih lanjut.
4. Abduksi, yaitu jauhi dari garis tengah tubuh.
5. Adduksi, yaitu gerakan mendekati garis tengah tubuh.
6. Rotasi, yaitu gerakan memutari pusat dari tulang.
7. Eversi, yaitu perputaran bagian telapak kaki ke bagian luar, bergerak
membentuk sudut persendian.
8. Inversi, yaitu putaran bagian telapak kaki ke bagian dalam bergerak
membentuk sudut persendian.
9. Pronasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan
bergerak ke bawah.
10. Supinasi, yaitu pergerakan telapak tangan dimana permukaan tangan
bergerak ke atas.
11. Oposisi, yaitu gerakan menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan
pada tangan yang sama.
12. Srkumsisi

2.7 Sendi Yang Digerakan

1. ROM Aktif

Seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari kaki oleh klien sendri secara aktif.
2. ROM Pasif

Seluruh persendian tubuh atau hanya pada ekstremitas yang terganggu dan
klien tidak mampu melaksanakannya secara mandiri.

a. Leher (fleksi/ekstensi, fleksi lateral)

b. Bahu tangan kanan dan kiri ( fkesi/ekstensi, abduksi/adduksi, Rotasi bahu)

c. Siku tangan kanan dan kiri (fleksi/ekstensi, pronasi/supinasi)

d. Pergelangan tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi)

e. Jari-jari tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi, oposisi)

f. Pinggul dan lutut (fleksi/ekstensi, abduksi/adduksi, rotasi internal/eksternal)

g. Pergelangan kaki (fleksi/ekstensi, Rotasi)

2.8 Indikasi dan kontra indikasi


1. Indikasi
a. Stroke atau penurunan tingkat kesadaran
b. Kelemahan otot
c. Fase rehabilitasi fisik
d. Klien dengan tirah baring yang lama

2. Kontra Indikasi

a. Klien dengan peningkatan tekanan intrakranial


b. Klien dengan fraktur
c. Trombus/emboli pada pembuluh darah
d. Kelainan sendi atau tulang
e. Klien fase imobilisasi karena kasus penyakit (jantung)
2.9 Gerakan-Gerakan ROM
1. Fleksi dan Ekstensi Pergelangan Tangan
Cara:
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dan
sikubmenekuk dengan lengan
3. Pegang tangan pasien dengan satu tang dan tenaga yang lain
memegang pergelangan tangan pasien
4. Tekuk tangan pasien ke depan sejauh mungkin
5. Catat perubahan yang terjadi

Gambar 1:Latihan fleksi dan ekstensi pergelangan tangan

2. Fleksi dan Ekstensi Siku


Cara:
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Atur posisi lengan pasien dengan menjauhi sisi tubuh dengan
telapak mengarah ketubuhnya
3. Letakkan tangan di atas siku pasien dan pegang tangannya
mendekat bahu
4. Lakukan dan kembalikan ke posisi sebelumnya
5. Cata perubahan yang terjadi

Gambar 2: Latihan fleksi dan ekstensi siku


3. Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah
Cara:
1. Jelaskan prosedur yang dilakukan
2. Atur posisi lengan bawah menjauhi tubuh pasien dengan siku
menekuk
3. Letakkan satu tangan perawat pada pergelangan pasien dan
pegang tangan pasien dengan tangan lainnya
4. Putar lengan bawah pasien sehingga telapaknya menjauhinya
5. Kembalikan ke posisi semulanya
6. Putar lengan bawah pasien sehingga letak tanggannya
menghadap kearahnya
7. Kembalikan ke posisi semula
8. Catat perubahan yang terjadi

Gambar 3: Latihan pronasi dan supinasi lengan bawah

4. Pronasi Fleksi Bahu


Cara:
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Atur posisi tangan pasien disisi tubuhnya
3. Letakkan satu lengan perawat diatas siku pasien dan pegang
tangan pasien dengan tangan lainnya
4. Angkat lengan pasien pada posisi semula
5. Catat perubahan yang terjadi

Gambar 4: Latihan Pronasi Fleksi Bahu


5. Abduksi dan Adduksi Bahu

Cara:

1. Jelaskan proseduryang akan dilakukan.


2. Aturposisi lengan pasiendi sampingbadannya.
3. Letakkansatutanganperawatdiatassikupasiendanpegangtanga
npasien dengan tangan lainnya.
4. Gerakkan lengan pasienmenjauh dari tubuhnyakearah perawat
(Abduksi).
5. Gerakkan lengan pasienmendekati tubuhnya(Adduksi)
6. Kembalikan keposisi semula.
7. Catat perubahanyangterjadi.

Gambar 5: Latihan abduksi dan adduksi

6. Rotasi Bahu
Cara:
1. Jelaskan proseduryang akan dilakukan.
2. Aturposisi lengan pasienmenjauhi tubuh dengansiku menekuk.
3. Letakkansatutanganperawatdilenganataspasiendekatsikudanpegang
tangan pasien dengan tanganyanglain
4. Gerakkanlenganbawahkebawahsampaimenyentuhtempattidur,telap
ak tangan menghadap kebawah
5. Kembalikan posisi lengan keposisi semula
6. Gerakkanlenganbawahkebelakangsampaimenyentuhtempattidur,tel
apak tangan menghadap ke atas.
7. Kembalikan lengan keposisi semula.
8. Catat perubahanyangterjadi

Gambar 6: Latihan rotasi bahu

7. Fleksi dan Ekstensi Jari-jari


Cara:
1. Jelaskan proseduryang akan di lakukan
2. Pegang jari-jari kaki pasien dengan satu tangan, sementara
tangan lain memegang kaki
3. Bengkokkan (tekuk) jari-jari kaki ke bawah
4. Luruskan jari-jari kemudian dorong ke belakang
5. Kembalikan ke posisi semula
6. Catat perubahan yang terjadi

Gambar 7: Latihan Fleksi dan Ekstensi Jari-jari


8. Infersi danefersi kaki

Cara:

1. Jelaskan proseduryang akan di lakukan.


2. Pegang separuh bagian atas kaki pasiendengan satujari dan
pegang pergelangan kaki dengantangan satunya.
3. Putar kaki ke dalam sehingga telapak kaki menghadap ke kaki
lainnya.
4. Kembalikan keposisi semula
5. Putarkaki keluarsehinggabagian telapak kaki menjauhi
kakiyanglain.
6. Kembalikan keposisi semula.
7. Catat perubahanyangterjadi.

[Link] infers efersi kaki

9. Fleksi danekstensi pergelanganKaki

Cara:

1. Jelaskan proseduryang akan di lakukan.


2. Letakkansatutanganperawatpadatelapakkakipasiendansatutangany
ang lain di atas pergelangan kaki. Jagakaki lurus dan rilek.
3. Tekuk pergelangan kaki, arahkan jari-jari kaki kearah dadapasien.
4. Kembalikan keposisi semula.
5. Tekuk pergelangan kaki menjauhi dadapasien.
6. Catat perubahanyangterjadi.

[Link] fleksi dan ekstensi kaki


10. Fleksi dan Ekstensi lutut

Cara:

1. Jelaskan proseduryang akan di lakukan.


2. Letakkansatutangandibawahlututpasiendanpegangtumitpasiend
engan tangan yang lain.
3. Angkat kaki, tekuk padalutut dan pangkal paha.
4. Lanjutkan menekuk lutut ke arah dadasejauh mungkin.
5. Kebawahkan kaki dan luruskan lutut dengan mengangkat kaki
keatas.
6. Kembali keposisi semula.
7. Catat perubahanyangterjadi.

[Link] fleksi ekstensi lutut

11. Rotasi pangkal paha

Cara:

1. Jelaskan proseduryang akan di lakukan.


2. Letakkansatu tangan perawat padapergelangan kaki dan satu
tanganyanglain di atas lutut.
3. Putarkaki menjauhi perawat.
4. Putarkaki ke arah perawat.
5. Kembalikan keposisi semula.
6. Catat perubahanyangterjadi.

[Link] potasi pangkal paha


[Link] danAdduksi pangkal paha.

Cara:

1. Jelaskan proseduryang akan di lakukan.


2. Letakkansatutanganperawatdibawahlututpasiendansatutan
ganpada tumit.
3. Jaga posisi kaki pasien lurus,angkat kaki kurang lebih 8cm
dari tempat tidur, gerakkan kaki menjauhi badan pasien.
4. Gerakkan kaki mendekati badan pasien.
5. Kembalikan keposisi semula.
6. Catat perubahanyangterjadi.

Gambar12. Abduksi adduksi pangkal paha


MEMINDAHKAN KLIEN DARI TEMPAT TIDUR KE KURSI RODA

Pengertian
Memindahkan klien dari atas tempat tidur ke kursi roda untuk menjalani prosedur
atau tindakan tertentu.

Tujuan
Menjalani prosedur perawatan tertentu.

Dipindahkan ke tempat atau ruangan tertentu.

Persiapan Alat

Sarung tangan (jika perlu)

Kursi roda

Prosedur Pelaksanaan

1. Atur peralatan dengan tepat.


 Rendahkan posisi tempat tidur sampai pada posisi yang terendah
sehingga kaki klien dapat menyentuh lantai. Kunci semua roda tempat
tidur.
 Letakkan kursi roda sejajar dan sedekat mungkin dengan tempat tidur,
kunci semua roda dari kursi roda.
2. Siapkan dan kaji klien.
 Bantu klien pada posisi duduk di tepi tempat tidur (lihat kembali
prosedur membantu klien duduk di tepi tempat tidur).
 Kaji klien, apakah mengalami hipotensi postural sebelum
memindahkannnya dari tempat tidur.
3. Berikan instruksi yang jelas pada klien. Minta klien untuk:
 Bergerak ke dapan dan duduk di tepi tempat tidur.
Agat pusat gravitasi klien dekat dengan perawat.
 Condongkan tubuh ke depan mulai dari pinggul.
Menyiapkan posisi dada dan kepala pada arah pergerakan dan
membawa pusat gravitasi klien secara langsung di atas landasan.
 Letakkan kaki yang kuat di bawah tepi tempat tidur, sedangkan kaki
yang lemah berada di depannya.
Dengan cara ini, klien dapat menggunakan kaki yang lebih kuat untuk
berdiri dan memberikan kekuatan pada pergerakan.
 Letakkan tangan klien di atas kedua bahu perawat sehingga klien
dapat mendorong tubuhnya sambil berdiri.
Memberikan kekuatan tambahan untuk pergerakan dan mengurangi
kemungkinan terjadinya strain pada perawat.
(Catatan: klien perlu diberi penjelasan untuk tidak meletakkan kedua
tangan pada leher perawat karena dapat menyebabkan cedera pada
perawat)
4. Siapkan posisi perawat dengan tepat.
 Berdiri tepat di depan klien. Condongkan tubuh ke depan, fleksikan
pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. Lebarkan kaki Anda, dengan
satu kaki di depan dan yang lainnya di belakang. Jika memungkinkan,
buatlah kaki klien sebagai cermin dari kaki perawat.
 Lingkari punggung klien dengan kedua tangan perawat.
 Tengangkan otot gluteal, abdominal, kaki, dan lengan Anda. Siap
untuk melakukan pergerakan.
5. Bantu klien untuk berdiri, kemudian bergerak bersama-sama menuju kursi
roda.
 Dalam 3 hitungan:
a. Minta klien untuk menghentak dengan bagian kaki belakang,
kemudian menuju kaki bagian depan, ekstensikan persendian
pada ekstremitas bawah, dan dorong atau tarik dengan kedua
tangan, bersamaan dengan.
b. Perawat menarik dengan kaki bagian depan, menuju kaki bagian
belakang, ekstensikan persendian pada ekstremitas bawah, dan
tarik klien tepat menuju pusat gravitasi perawat pada posisi
berdiri.
 Bantu klien pada posisi tegak lurus untuk beberapa saat.
Membantu perawat dank lien untuk mengekstensikan persendian dan
memastikan perawat bahwa klien dalam kondisi yang baik sebelum
dipindahkan dari tempat tidur.
 Bersama-sama memutar atau mengambil beberapa langkah menuju ke
kursi roda.
6. Bantu klien untuk duduk.
 Minta klien untuk:
a. Membelakangi kursi roda.
b. Meletakkan bagian kaki yang kuat di belakang kaki yang lebih
lemah
Membantu menyangga berat tubuh pada saat pergerakan.
 Berdiri tepat di depan klien. Letakkan satu kaki di depan dan kaki
yang lainnya di belakang.
 Tegangkan otot gluteal, abdominal, dan lengan.
 Dalam 3 hitungan:
a. Minta klien untuk menggeser berat tubuhnya dengan jalan
memindahkan ke kaki bagian belakang, merendahkan tubuh
sampai pada bagian tepi dari kursi roda dengan memfleksikan
persendian pada kaki, dan lengan bersama-sama.
b. Perawat menggeser berat tubuhnya dengan melangkah ke
belakang dengan menggunakan kaki depan dan merendahkan
klien sampai di atas kursi roda.
7. Pastikan kesalamatan klien.
 Minta klien untuk menggeser duduknya sampai pada posisi yang
paling aman dan nyaman.
 Turunkan tatakan kaki, dan letakkan kedua kaki klien di atasnya.
DAFTAR PUSTAKA

BukukompetensiI.(2006).Pembelajaran Praktik Klinik Keperawatan


Kebutuhan Dasar Manusia, tidak dipublikasikan. Surabaya:STIKESHangTuah

Hidayat,AAA.(2006).Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia, Aplikasi Konsep


dan Proses [Link] 2. Jakarta:SalembaMedika

Potter&Perry.
Th
(1997).FundamentalsofNursing3 [Link]
phia-NewYork:Lipp

Anda mungkin juga menyukai