0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan40 halaman

Buku Sketsa Anak

Dokumen ini membahas tentang sketsa dan ilustrasi untuk desain komunikasi visual. Dokumen ini menjelaskan konsep dasar, teknik gambar, dan jenis-jenis gambar ilustrasi seperti kartun, karikatur, dan cerita bergambar.

Diunggah oleh

Novi Puji Lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan40 halaman

Buku Sketsa Anak

Dokumen ini membahas tentang sketsa dan ilustrasi untuk desain komunikasi visual. Dokumen ini menjelaskan konsep dasar, teknik gambar, dan jenis-jenis gambar ilustrasi seperti kartun, karikatur, dan cerita bergambar.

Diunggah oleh

Novi Puji Lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

REPUBLIK INDONESIA, 2022


Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual
untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1
Penulis : Maylinda Ambarwati
ISBN : 978-623-619-997-8

BAB 5
Sketsa
dan Ilustrasi

Setelah mempelajari bab ini, kalian mampu:

� menjelaskan konsep dasar karya sketsa dan ilustrasi;


� menjelaskan teknik gambar sketsa;
� menerapkan teknik serta media gambar sketsa dan
ilustrasi;
� membuat sketsa sebagai studi bentuk dan warna; serta
� menganalisis sketsa Desain Komunikasi Visual.
Tahukah kalian apa itu sketsa dan ilustrasi?
Pernahkah kalian melihat karya sketsa dan
ilustrasi yang ada di lingkungan sekitar kalian?
Sketsa merupakan gambaran kasar atau gambar
rancangan. Suatu gagasan atau ide yang ada
di dalam pikiran diungkapkan melalui sebuah
gambaran kasar. Seni ilustrasi tidak kalah
menariknya dengan seni lukis naturalis. Gambar
ilustrasi identik menggunakan pensil dan
tinta hitam (tinta cina), sedangkan seni lukis
menggunakan cat minyak dan cat air. Gambar
ilustrasi mempunyai maksud dan tujuan secara
visual. Gambar ilustrasi digunakan sebagai gambar
pendukung cerita atau tulisan. Selain itu, gambar
ilustrasi dapat mengisi kekosongan pada halaman
majalah, koran, poster, maupun buku.

94
A. Konsep dalam Sketsa dan Ilustrasi
Apa itu konsep karya? Konsep karya diartikan sebagai suatu gagasan atau
ide sebelum membuat karya Desain Komunikasi Visual (DKV). Konsep
karya merupakan kegiatan awal sebelum melakukan kegiatan berkarya
seni yang melibatkan suatu proses berpikir dalam membentuk sesuatu.

Konsep karya diawali dengan menentukan tema. Tema apakah


yang akan kalian buat sebelum berkarya seni. Setelah menentukan
tema, kemudian menentukan karya apa yang akan kalian buat.
Karya seni merupakan hasil imajinasi manusia yang secara kreatif
dapat menerangkan, memahami, dan menikmati hidup berdasarkan
kemampuan khusus yang dimiliki manusia. Kemampuan khusus tentang
pemahaman simbol dalam bentuk dan arti secara visual. Karya seni
memiliki bentuk yang khusus, karena seakan-akan melebihi perwujudan
visual yang sesungguhnya. Dengan kata lain tanpa menjadi objek yang
praktis seperti aslinya tetapi menyajikan bagi penontonnya lebih dari
susunan faktualnya.

Sebuah karya seni merupakan objek estetika yang dibangun


dengan menggunakan unsur-unsur rupa. Unsur-unsur tersebut adalah
garis, warna, bangun, ruang, bentuk (cekung maupun cembung), dan
penggabungan bentuk-bentuk bidang hasil dari pengamatan. Bentuk
bidang yang dimaksud ialah totalitas desain dari semua unsur sehingga
membentuk karya seni rupa.

Unsur-unsur visual/seni rupa terdiri atas titik, garis, bidang, tekstur,


ruang, dan warna. Adapun cara untuk menyusun unsur-unsur tersebut
disebut prinsip seni. Di bidang DKV, prinsip tersebut dinamakan prinsip
desain, meliputi kesatuan, keseimbangan, proporsi, irama, kontras,
harmonis, dan penekanan.

Setelah kalian mendapatkan konsep tema dan menentukan karya apa


yang akan kalian buat, khususnya pada bidang DKV, langkah selanjutnya
adalah membuat sketsa karya. Ide atau gagasan yang sudah ditentukan,
dapat divisualisasikan dalam sebuah karya seni pada sebuah media dua
dimensi seperti kertas gambar.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 95


B. Teknik Gambar Sketsa dan Ilustrasi
Sketsa adalah gambar rancangan kasar yang dibuat dengan cepat dan
tidak memerlukan gambaran yang detail. Berikut beberapa teknik
gambar sketsa dan ilustrasi yang perlu kalian pahami.

1. Teknik Arsir
Teknik arsir adalah teknik meng-
gambar dengan membuat garis
sejajar atau menyilang agar
mendapatkan kesan gelap terang
pada objek gambar. Selain itu,
teknik arsir menekankan pada
kekuatan garis yang dapat dicapai
dengan cara menggoreskan pensil,
pulpen, spidol, atau peralatan
lainnya yang digoreskan sehingga
terwujud garis-garis arsiran.
Gambar 5.1 Teknik Arsir
Sumber: Maylinda Ambarwati (2019)

2. Teknik Dussel
Teknik dussel adalah teknik meng-
gambar dengan cara menggosok-
gosokkan media pada kertas
sehingga menimbulkan kesan gelap
terang pada objek gambar. Alat
yang digunakan biasanya berupa
pensil lunak, krayon, konte, dan
pastel. Pada teknik dussel biasanya
da pat menggunakan bantuan
kertas, kapas, dan potongan kain
halus untuk menggosok arsiran.
Tujuannya agar mendapatkan
gelap terang yang halus pada objek
gambar.
Gambar 5.2 Teknik Dussel
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

96 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


3. Teknik Pointilis
Teknik pointilis adalah teknik meng-
gambar menggunakan titik-titik
untuk mendapatkan kesan gelap
terang pada objek gambar. Teknik
ini memiliki kerumitan karena
pengerjaannya membutuhkan
banyak waktu. Untuk mendapatkan
gelap terang objek yang baik, kesan
titik harus terlihat rapi dan rapat.

4. Teknik Aquarel Gambar 5.3 Teknik Pointilis


Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

Teknik aquarel atau teknik basah


adalah teknik menggambar sketsa
dan ilustrasi menggunakan cat
air. Caranya dengan memberikan
sapuan cat pada media kertas dan
kandungan airnya cukup banyak.
Alat yang cocok adalah kuas dengan
cara menguaskan cat air berulang-
ulang untuk mendapatkan warna
yang lebih tua atau gelap. Teknik ini
memiliki karakter khusus karena
Gambar 5.4 Teknik Aquarel
dengan bahan pewarna akan Sumber: Maylinda Ambarwati (2019)

menghasilkan gambar yang lebih


jelas dan menarik.

Setelah kalian memahami teknik aquarel, buatlah


satu contoh gambar ilustrasi sederhana dengan
teknik aquarel pada kertas gambar.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 97


C. Jenis-Jenis Gambar Ilustrasi

1. Gambar Kartun
Kartun dapat diartikan film yang menciptakan khayalan gerak sebagai
hasil pemotretan rangkaian gambar yang melukiskan perubahan posisi.
Gambar kartun adalah gambar yang memberikan kesan lucu, biasanya
mewakili suatu kejadian.

Gambar kartun dibagi menjadi dua macam, yaitu kartun dua dimensi
dan tiga dimensi. Kartun dua dimensi adalah gambar kartun yang hanya
dapat dilihat dari satu arah saja. Ciri karakter gambarnya ialah polos,
tidak bervolume, serta hanya bergerak ke atas, bawah, kiri, dan kanan
saja. Kartun tiga dimensi adalah gambar kartun yang dapat dilihat
dari segala arah. Ciri karakter gambarnya ialah memiliki volume dan
bayangan.

Gambar 5.5 Gambar Kartun Dua Dimensi Gambar 5.6 Gambar Kartun Tiga Dimensi
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022) Sumber: Julos/Freepik (2022)

Setelah kalian mempelajari materi tentang


gambar kartun, carilah di internet contoh gambar
kartun hasil karya anak bangsa Indonesia.
Diskusikan dengan teman kalian.

98 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


2. Gambar Karikatur
Karikatur adalah gambar yang
mengandung kelucuan dengan
ciri khas melebih-lebihkan suatu
objek atau gambar tersebut.
Selain untuk menghibur, gambar
karikatur memiliki fungsi sebagai
penyampaian informasi kepada
masyarakat. Biasanya objek gambar
karikatur ialah tokoh seseorang.
Gambar 5.7 Karikatur
Sumber: Maylinda Ambarwati (2015)

3. Cerita Bergambar
Cerita bergambar atau sering disingkat cergam adalah kumpulan cerita
yang dikemas dalam bentuk gambar dan tulisan. Tulisan tersebut
berfungsi sebagai alur cerita.

Gambar 5.8 Cerita bergambar dengan


tema “Harapan di Tahun Baru”.
Sumber: Ainita Syafiah (2021)

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 99


D. Memulai Sketsa dan Ilustrasi

1. Alat untuk Membuat Sketsa dan Ilustrasi


Pensil adalah alat yang digunakan untuk menulis, bahkan bisa digunakan
untuk menggambar atau membuat sketsa. Jenis pensil digolongkan
menjadi golongan keras (hard), sedang (firm), dan lunak (black). Golongan
keras terdiri atas 4H, 5H, 6H, 7H, 8H, dan 9H. Golongan sedang terdiri
atas H, HB, F, 2H, dan 3H. Golongan lunak terdiri atas 2B, 3B, 4B, 5B, 6B,
dan 7B. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak orang cenderung
menggunakan pensil mekanik. Di bawah ini terdapat macam-macam
pensil yang perlu kalian ketahui.

a. Pensil Mekanik

Pensil mekanik merupakan jenis


pensil yang hampir mirip dengan
bolpoin dan sangat populer saat
ini. Pensil mekanik ini memiliki
kelebihan, yaitu bisa dibuat untuk
menggambar dengan detail karena
memiliki mata pensil yang sangat
kecil. Contohnya menggambar helai
Gambar 5.9 Pensil Mekanik rambut secara detail. Namun, pensil
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)
ini juga memiliki kekurangan, yaitu
mudah patah dikarenakan mata
pensil yang sangat kecil dan lunak.

b. Pensil Grafit

Pensil grafit merupakan jenis


pensil yang sering digunakan untuk
menulis. Pensil ini terbuat dari
bahan kayu dan ujung dari pensil
Gambar 5.10 Pensil Grafit ini dapat diraut.
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

100 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


c. Pensil Konte

Pensil konte (conte) merupakan jenis


pensil yang hampir sama dengan pensil
grafit. Hanya saja yang membedakan
dari pensil ini adalah memiliki ujung
mata pensil yang lebih besar. Pensil ini
sangat cocok untuk seniman yang sering
menggunakan arsiran pada gambar.
Biasanya pensil konte digunakan dengan
alat pendukung lain, seperti kapas, kuas,
Gambar 5.11 Pensil Konte
dan alat lainnya. Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

d. Pensil Dermatograf

Pensil dermatograf berbeda dengan jenis


pensil lainnya. Pensil ini dikhususkan
untuk membuat sketsa atau tulisan pada
sebuah kaca. Pensil ini memiliki ciri khas,
yaitu tekstur yang terkesan licin atau
terkesan berminyak sehingga sulit untuk
diaplikasikan di media kertas. Namun,
masih ada juga yang mengaplikasikannya
di kertas. Pada ujung pensil ini terdapat
tali yang terhubung dengan wadahnya.
Fungsi dari tali ini ialah untuk meraut Gambar 5.12 Pensil Dermatograf
Sumber: Maylinda Ambarwati (2020)
pensil. Ketika kalian ingin meraut pensil
ini, cukup dengan menarik secara per-
lahan tali tersebut.

e. Pensil Warna

Pensil warna adalah jenis pensil yang


memiliki inti pigmen berwarna dan
bagian pelindungnya terbuat dari bahan
kayu. Pensil warna terbuat dari bahan
Gambar 5.13 Pensil Warna
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 101


lilin, aditif, pigmen, serta bahan pengikat. Ada pula pensil warna yang
berbasis minyak.

f. Watercolor Pencil

Watercolor pencil (pensil cat air)


adalah jenis pensil yang bisa larut
dalam air. Jenis pensil memiliki
fungsi sebagai cat air, jika digunakan
bersamaan dengan kuas yang
sudah dibasahi. Watercolor pencil
dapat dicampur dengan pensil
warna standar untuk menambah
Gambar 5.14 Watercolor Pencil vibrant saat menggambar maupun
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)
membuat sketsa.

g. Pensil Grafit Stik

Pensil grafit stik atau krayon adalah


jenis pensil yang memiliki campuran
bubuk grafit dan tanah liat yang
telah dikompresi dengan suhu tinggi
sehingga menjadi perpaduan yang
solid. Saat digunakan, biasanya
pensil ini dilapisi dengan plastik agar
tangan kalian ketika menggambar
Gambar 5.15 Pensil Grafit Stik
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)
atau membuat sketsa tidak kotor
terkena warna dari pensil ini.

h. Kuas

Kuas adalah alat yang biasanya


terbuat dari kayu. Di salah satu
ujungnya terdapat bulu halus
yang berfungsi untuk mengecat
atau melukis. Ukuran kuas sendiri
berbeda-beda disesuaikan dengan
Gambar 5.16 Kuas
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022) kebutuhan.

102 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


2. Bahan untuk Membuat Sketsa dan Ilustrasi

a. Cat Air
Cat air adalah bahan pewarna
yang terbuat dari pigmen dengan
menggunakan pelarut air. Cat air
memiliki sifat transparan dan
teknik menggambar yang diguna-
kan biasanya teknik aquarel. Gambar 5.17 Cat Air
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

b. Kertas

Kertas merupakan salah satu media gambar sketsa yang paling mudah
diperoleh dengan harga relatif murah. Jenis-jenis kertas antara lain kertas
kalkir, dupleks, art atau matte paper, ivory, HVS, art carton, dupleks
putih atau CWb, samson craft, linen, dan sebagainya. Ukuran berat kertas
disebut gramatur, sedangkan satuan untuk mengukur beratnya ialah
gram per square meter (gsm). Di bawah ini dijelaskan berbagai jenis kertas.

1) Kertas HVS

HVS merupakan singkatan dari Houtvrij Schrijfpapier, berasal dari bahasa


Belanda yang artinya kertas tulis bebas serat kayu. Kertas HVS dibuat
dari pulp atau bubur kertas yang tidak mengandung lignin (perekat
antarserat di dalam pohon). Karena itu, kertas HVS tidak dapat berubah
warna (menjadi kekuningan) bila diletakkan di bawah sinar matahari
atau sinar lampu.

Kertas HVS termasuk ke dalam tipe kertas tulis berkualitas tinggi


yang memiliki berbagai ukuran, baik ukuran berat maupun dimensi
(panjang x lebar). Kertas HVS memiliki gramatur 60–100 gsm. Sementara
untuk dimensi, kertas HVS memiliki beberapa ukuran, antara lain folio,
A4, A3, dan kuarto.

2) Kertas kalkir

Kertas kalkir adalah kertas yang memiliki permukaan tembus pandang.


Banyak desainer yang suka menggunakan kertas ini untuk pekerjaan

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 103


mereka dalam membuat sebuah rancangan. Dengan kertas ini, gambar
pun dapat mereka selesaikan dengan mudah. Kertas ini tampak nyaris
sama dengan kertas HVS. Namun, kertas ini memiliki tekstur transparan
dan tampak bening. Sekilas, kertas kalkir tampak seperti habis terkena
tumpahan minyak.

3) Art paper

Art paper merupakan salah satu jenis kertas yang sering digunakan dalam
bidang percetakan. Art paper memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan
art carton. Perbedaannya hanya pada ketebalan atau gramatur. Jenis kertas
ini memiliki permukaan yang halus dan mengilap pada kedua sisinya.

4) Matte paper

Matte paper memiliki kemiripan dengan art paper. Namun, matte paper
ini memiliki permukaan yang matte atau tidak berkilau dan memiliki
permukaan yang halus. Karena itu, sangat cocok untuk kalian yang
sering mencetak isi buku seperti katalog, majalah, company profile, buku
kenangan, dan buku tahunan. Selain itu, kertas ini digunakan untuk
mencetak poster dan brosur. Jenis kertas ini dapat dimodifikasi untuk
mencetak spot UV (efek glossy atau mengilat pada area cetak tertentu).
Matte paper memiliki gramatur 90 –150 gsm.

5) Kertas ivory

Kertas ivory adalah kertas yang memiliki ciri sisi luar berwarna putih
mengilap dan sisi dalam berwarna putih dengan tekstur kasar. Kertas
ivory sering juga disebut perpaduan antara bahan art carton dan matte
paper.

Kertas ivory memiliki tampilan yang bersih dan eksklusif. Apabila


kalian ingin mencetak kemasan dengan desain full color, maka penggunaan
kertas ivory bisa menjadi pilihan. Kertas ivory dapat digunakan sebagai
kemasan primer untuk makanan karena bahannya bersifat food grade.
Food grade artinya aman untuk makanan dan mampu menjaga kualitas
makanan di dalamnya. Kertas ivory juga dapat digunakan untuk bahan
baku pembuatan kemasan kosmetik dan tas belanja.

104 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


6) Kertas linen

Kertas linen memiliki tekstur yang sangat unik. Kertas linen sering
digunakan untuk membuat sertifikat, ijazah, maupun piagam
penghargaan. Kertas linen sering disebut dengan kertas linen Jepang
atau karton linen.

Kertas linen memiliki beberapa karakteristik yang mirip dengan kain


linen. Karakteristik tersebut antara lain sebagai berikut.
(a) Memiliki gramatur 150–350 gsm sehingga relatif tebal.
(b) Memiliki tekstur kaku seperti kertas karton.
(c) Permukaan kertas kasar dan teksturnya terlihat jelas bergaris-garis.
(d) Kedua permukaan kertas terlihat kesat.

7) Kertas art carton

Kertas art carton merupakan jenis kertas yang umumnya digunakan


untuk membuat kartu nama, brosur, sampai pembuatan kotak makanan
dan minuman dengan beragam bentuk. Biasanya warna kertas art carton
ini putih mengilap pada kedua sisinya.

Kertas art carton memiliki ciri serupa dengan art paper. Namun,
ukuran art carton jauh lebih tebal sehingga sangat cocok digunakan
untuk produk cetakan yang membutuhkan bahan yang lebih kokoh
dibandingkan dengan art paper. Kertas art carton dikenal juga dengan
istilah paperboard, atau terkadang disebut juga dengan cardboard.

8) Kertas manila

Kertas manila merupakan kertas pertama yang cocok digunakan sebagai


media menggambar. Kertas manila memiliki tekstur yang halus dan
lembut. Kertas ini biasa digunakan sebagai media menggambar sketsa.

Kertas manila secara fisik dan visualnya memiliki kemiripan dengan


kertas BC dan BW. Kertas manila memiliki ciri permukaan licin dan
dapat menyerap pigmen warna yang rendah. Kertas ini kurang cocok
digunakan dengan pensil warna. Kertas manila tersedia dalam berbagai
pilihan warna sehingga mampu menjadikan gambar yang kalian buat
lebih berwarna meskipun hanya menggunakan pensil.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 105


9) Kertas canson

Kertas canson merupakan jenis kertas yang memiliki kemiripan dengan


kertas HVS dan manila. Kertas canson sangat cocok digunakan untuk
melukis yang menggunakan cat berbahan dasar air, yaitu cat air atau
cat poster. Kertas canson memiliki tekstur yang lembut dan tipis. Selain
itu, kertas ini memiliki tingkat ketebalan atau gramatur di atas 200 gsm.

10) Kertas kopenhagen

Kertas kopenhagen merupakan jenis kertas yang sangat cocok digunakan


sebagai media menggambar dengan menggunakan pensil. Kertas
kopenhagen memiliki ciri khas tekstur berupa garis-garis lurus searah
berukuran kecil dan terkesan sederhana. Kertas ini kurang cocok
digunakan sebagai media gambar dengan menggunakan pensil warna,
terutama untuk kertas kopenhagen yang berwarna cerah.

11) Kertas samson

Apabila kalian merupakan salah seorang yang peduli akan lingkungan,


kalian wajib menggunakan kertas samson ketika melukis atau
menggambar. Kertas ini merupakan salah satu jenis kertas daur ulang.
Kertas samson identik dengan warna cokelat karena bahan dasarnya dari
kertas-kertas bekas yang sudah tidak terpakai lagi. Kertas ini biasanya
digunakan sebagai bahan membuat amplop atau paperbag. Kertas
samson memiliki gramatur 70– 220 gsm.

Ayo Bereksplorasi!

Setelah kalian mempelajari materi jenis-jenis kertas,


buatlah kelompok yang terdiri atas 4–5 orang. Carilah
jenis-jenis kertas yang ada di lingkungan sekitar kalian.
Identifikasi ciri dari masing-masing kertas tersebut. Lalu
diskusikan dengan teman kelompok kalian.

106 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


E. Prinsip dan Unsur Desain

1. Prinsip Desain
Dalam desain grafis terdapat prinsip-prinsip dasar desain, yaitu kesatuan,
keseimbangan, proporsi, penekanan, dan irama.

a. Kesatuan

Kesatuan adalah konsistensi atau keselarasan semua unsur desain.


Misalnya dalam memilih jenis fon. Gunakan jenis fon yang sama apabila
desain kalian banyak menggandung teks agar terkesan menyatu.

b. Keseimbangan

Dalam desain grafis, semua unsur harus saling menyatu, tetapi perlu
diperhatikan juga komposisinya. Karena itu, diperlukan prinsip
keseimbangan. Prinsip keseimbangan desain yang kalian buat akan
memiliki nilai estetika yang lebih komunikatif. Keseimbangan dibagi
menjadi beberapa macam, yaitu keseimbangan simetris, asimetris,
sederajat, dan radial.

1) Simetris, artinya elemen-elemen desain di satu sisi sama dengan


elemen-elemen di sisi lainnya. Keseimbangan ini membagi rata
“beratnya”, baik dari sisi atas-bawah atau kiri-kanan.
2) Asimetris, artinya tidak sama antara sisi kanan-kiri atau atas-
bawah, tetapi tetap terlihat seimbang.
3) Sederajat, artinya elemen-elemen desain yang disusun melingkar
seolah-olah memiliki pusat atau poin of interest.
4) Radial, sering disebut dengan focal point atau center of interest
yang artinya ada bagian yang dibuat menonjol untuk menarik
perhatian yang melihat. Keseimbangan radial dapat dibuat dengan
memberikan kontras, baik bentuk, warna, dan tekstur.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 107


Gambar 5.18 Keseimbangan Simetris Gambar 5.19 Keseimbangan Asimetris
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022) Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

Gambar 5.20 Keseimbangan Sederajat Gambar 5.21 Keseimbangan Radial


Sumber: Maylinda Ambarwati (2022) Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

108 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


c. Proporsi

Proporsi adalah perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian


yang lain. Dalam desain grafis, proporsi digunakan sebagai skala untuk
membandingkan pada setiap unsur.

Gambar 5.22 Proporsi


Sumber: Kemdikbud (2013)

d. Penekanan

Penekanan adalah cara untuk menentukan bagian yang paling penting


dalam desain yang kalian buat. Bagian ini merupakan informasi atau
kesan yang ingin kita sampaikan kepada khalayak. Penekanan dan
proporsi tentunya harus ada keterkaitan. Jenis penekanan dalam desain
grafis dibagi menjadi tiga.

1) Hierarki, yaitu ditentukan berdasarkan


urutan atau susunan.
2) Skala dan proporsi, yaitu menonjol kan
informasi utama dengan ukuran fon
yang lebih besar atau menggunakan space
(ruang) desain yang lebih banyak.
3) Kontras, yaitu menempatkan dua unsur
desain yang saling bertentangan dalam
satu frame (bingkai) desain.

Gambar 5.23 Penekanan


Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 109


e. Irama

Irama adalah pengulangan unsur-


unsur yang sama dengan cara yang
konsisten. Bisa juga pengulangan
unsur-unsur yang berbeda (dari
segi bentuk, ukuran, posisi, unsur),
tetapi membentuk pola berirama.
Oleh karena itu, irama dapat
membuat pandangan khalayak
Gambar 5.24 Nirmana Garis bergerak dari satu pola ke pola
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)
lainnya sehingga tercipta aliran
pandangan saat melihat desain.

Setelah kalian mempelajari materi prinsip desain,


carilah contoh visual karya DKV dan jelaskan prinsip-
prinsip desain di dalamnya. Contoh karya desain
dapat berupa poster iklan layanan masyarakat
ataupun poster promosi.

2. Unsur Desain dan Tata Rupa


Unsur-unsur desain merupakan salah satu bentuk komunikasi visual
yang memanfaatkan elemen-elemen grafis (gambar, teks, warna, dan
sebagainya) untuk menyampaikan informasi secara efektif. Unsur-unsur
desain diterapkan pada kemasan produk atau packaging, poster, papan
iklan, brosur, pamflet, dan lain-lain. Berikut penjelasan unsur-unsur
desain.

a. Titik

Titik adalah sebuah bentuk kecil


yang tidak mempunyai dimensi.
Pada umumnya, titik memiliki
Gambar 5.25 Gambar Titik bentuk bundaran yang sederhana.
Sumber: Subhan Yuliyanto (2021)

110 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


Titik cenderung ditampilkan dalam bentuk kelompok, dengan variasi
jumlah, susunan, dan kepadatan tertentu.

Buatlah desain visual suatu karya dengan


menggunakan unsur desain titik. Gambar
menggunakan alat drawing pen.

b. Garis

Garis adalah gabungan beberapa unsur titik yang saling sejajar


membentuk satu kesatuan. Unsur garis akan selalu ada pada setiap
desain. Garis dapat berbentuk panjang, pendek, lurus, melengkung, tebal,
tipis, putus-putus, dan sebagainya.

Garis Horizontal Garis Vertikal Garis Diagonal

1. Garis Lurus

Lengkung Kubah Lengkung Busur Lengkung Arah Bebas

2. Garis Lengkung

Garis Zig-zag Garis Lengkung S

3. Garis Majemuk

Garis Gabungan Bebas

4. Garis Gabungan

Gambar 5.26 Macam-Macam Garis


Sumber: Muhamad Isnaini (2022)

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 111


c. Bidang

Bidang merupakan unsur yang sering digunakan dalam desain. Bidang


menempati ruang, yaitu dua dimensi atau dwimatra. Artinya, bidang
hanya memiliki dua ukuran (panjang dan lebar). Penggunaan unsur
bidang dalam desain grafis bertujuan untuk menambah daya tarik
layout serta membantu mengomunikasikan sebuah ide desainer kepada
penikmat desain.

Gambar 5.27 Bidang Nongeometris


Sumber: Subhan Yuliyanto (2021)

Lingkaran Oval Segitiga Persegi Persegi Panjang Segi 5

Segi 6 Segi 7 Segi 9 Trapesium Jajargenjang Belah Ketupat

Palang Bintang Hati Panah Pie

Gambar 5.28 Bidang Geometris


Sumber: Muhamad Isnaini (2022)

112 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


d. Tekstur

Tekstur adalah visualisasi dari


permukaan suatu objek yang
dapat dinilai dengan cara dilihat
dan diraba. Contohnya corak dari
suatu permukaan benda. Tekstur
dibagi menjadi dua macam, yaitu
tekstur visual (semu) dan tekstur
taktil (nyata). Tekstur visual
adalah tekstur yang apabila dilihat
kasar tetapi ketika diraba halus. Gambar 5.29 Tekstur pada Batu
Sementara tekstur taktil adalah Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)

tekstur yang apabila dilihat dan


diraba menunjukkan hal yang sama.

e. Ruang

Ruang merupakan unsur yang


sangat dibutuhkan. Ruang adalah
jarak antara unsur-unsur desain
grafis, seperti objek, background,
dan teks. Tanpa adanya ruang,
kalian akan kesulitan untuk
menerima informasi yang ingin Gambar 5.30 Ruang
Sumber: Maylinda Ambarwati (2022)
disampaikan.

f. Warna

Warna merupakan salah satu elemen visual yang dapat menarik perhatian
para penikmat desain. Warna dapat mewakili susana hati seseorang
dalam berkomunikasi. Warna juga merupakan unsur yang sangat penting
dalam dunia desain grafis. Unsur warna dapat menimbulkan kepekaan
terhadap penglihatan sehingga mampu merangsang munculnya perasaan
sedih, senang, semangat, dan haru.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 113


Dalam seni rupa, warna dapat dilihat dari tiga hal sebagai berikut.

1) Hue, yaitu pembagian warna berdasarkan nama warna, seperti


merah, kuning, hijau, biru, dan sebagainya. Hue dibagi menjadi
tiga golongan.
(a) Warna primer (primary colors),
terdiri atas warna merah,
kuning, dan biru.
(b) Warna sekunder (secondary
colors) merupakan campuran
dari dua warna primer
dengan perbandingan 1:1.
Contohnya warna merah +
kuning menghasilkan warna
oranye, warna kuning + biru
menghasilkan warna hijau.
(c) Warna tersier (tertiary colors)
merupakan campuran war-
na primer dengan warna
sekunder. Contohnya merah-
oranye, kuning-oranye, merah-
Gambar 5.31 Pembagian Warna
Sumber: Muhamad Isnaini (2022) ungu, dan kuning-hijau.

2) Value, yaitu gelap terang sebuah warna.

Gambar 5.32 Value dan Saturasi (Kepekatan)


Sumber: Subhan Yuliyanto (2021)

114 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


3) Intensity, yaitu tingkat kejernihan atau keaslian dari warna itu
sendiri.

Warna yang digunakan dalam seni lukis berbeda dengan sistem


warna yang digunakan dalam percetakaan (cetak ofset) atau komputer.
Dalam percetakan, terdapat empat warna pokok saja yang dikenal
dengan sebutan CMYK. CMYK merupakan singkatan dari Cyan (light blue),
Magenta (pink red), Yellow, dan Black. Warna merah dihasilkan dengan
mencampurkan warna yellow (100%) dan magenta (100%), sedangkan
warna hijau merupakan campuran warna yellow (100%) dan cyan (100%).

Warna lain pada sistem komputer selain CMYK adalah RGB atau biasa
disebut dengan additive color. RGB terdiri atas tiga warna, yaitu Red
(merah), Green (hijau), dan Blue (biru). Fungsi utama warna RGB adalah
menampilkan gambar dalam perangkat elektronik seperti komputer atau
televisi. Warna RGB dapat digunakan juga dalam fotografi. Keunggulan
penggunaan warna RGB adalah gambar mudah dipindahkan ke alat lain
tanpa harus diubah ke model warna lainnya. Sementara kelemahannya
adalah tidak dapat dicetak dengan sempurna dengan menggunakan
printer dikarenakan printer menggunakan sistem warna CMYK.

Gambar 5.33 Warna CMYK Gambar 5.34 Warna RGB


Sumber: Subhan Yuliyanto (2021) Sumber: Subhan Yuliyanto (2021)

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 115


F. Konsep Karya Desain Komunikasi Visual melalui
Sketsa
Karya sketsa dan ilustrasi dapat divisualisasikan pada karya-karya cetak
seperti poster, majalah, komik, dan lain-lain. Berikut karya sketsa dan
ilustrasi yang dapat diwujudkan yang perlu kalian ketahui.

1. Poster
Poster adalah karya desain grafis yang dibuat pada selembar kertas yang
memuat komposisi gambar dan huruf. Poster dibuat pada selembar kertas
yang berukuran besar ataupun kecil. Secara fisik pengaplikasiannya
dengan cara ditempel pada dinding yang dapat dilihat oleh orang banyak.
Karena itu, poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.
Fungsi poster biasanya menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda,
sosialisasi, dekorasi, atau berupa salinan karya seni terkenal.

Poster memiliki perbedaan dengan karya media cetak lainnya. Poster


dapat menyampaikan suatu informasi kepada pembacanya. Sementara
iklan cetak seperti majalah, surat kabar, katalog, brosur, dan leaflet
berfungsi menyampaikan informasi, tetapi bagi orang-orang yang
memiliki waktu cukup longgar.

Saat membuat karya desain poster, hal utama yang harus diperhatikan
adalah poster tersebut dapat menyampaikan secara visual agar menarik
perhatian publik. Selain itu, poster dapat memberikan informasi yang
mudah dipahami pembaca dalam waktu singkat. Poster harus dapat
membujuk pembaca dan membangkitkan keinginannya untuk membaca
poster melalui pesan-pesan yang singkat tetapi padat dan jelas.

Menurut Lori Siebert dan Lisa Ballard (Kusrianto, 2007), tugas karya
poster adalah capturing a moving audience with your message, artinya
menangkap audiens yang tengah bergerak dengan pesan yang Anda
sampaikan. Sebuah poster harus mampu menyampaikan informasi
atau pesan kepada audiens yang sedang sibuk bergerak, hanya dalam
bilangan detik.

116 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


Poster yang dikatakan baik dan berhasil ialah dapat menarik
perhatian pembacanya karena memiliki suatu elemen yang dominan
dan menarik. Elemen-elemen yang tidak penting tidak perlu ditampilkan
sehingga secara keseluruhan pesan poster dapat menyatu, terlihat
seimbang, dan harmonis. Sebuah desain poster yang baik tidak perlu
menampilkan penggunaan huruf yang terkesan berlebihan dan terlalu
banyak variasi. Gambar ilustrasi juga tidak perlu ditampilkan terlalu
dominan.

Ada beberapa poin menurut Siebert dan Ballard dalam membuat


desain poster, yaitu sebagai berikut.

a. Ukuran huruf poster dibuat besar sehingga terbaca dari jarak


jauh (sekitar 10–15 kali lebar poster). Contoh apabila lebar poster
berukuran 30 cm, maka harus dapat terbaca dari jarak 3–4,5 meter.
b. Layout desain poster dibuat simpel, sehingga pembaca tidak merasa
bingung. Pilih salah satu elemen kunci pembuatan poster, yaitu
huruf atau ilustrasi sehingga pembaca dapat menangkap dan
memahami pesan dengan cepat.
c. Memberikan informasi penting yang dibutuhkan pembaca, seperti
tanggal, jam, tempat, narahubung, dan sebagainya.
d. Terdapat satu elemen yang ditonjolkan atau yang paling dominan.
Contohnya judul atau ilustrasi sehingga dapat menarik perhatian
pembaca.
e. Dapat memuat informasi yang penting dan ditonjolkan dengan
ukuran, warna, atau value (kontras).
f. Adanya unsur seni yang sesuai dengan pesan atau informasi.
g. Huruf atau elemen yang digunakan disusun dalam urutan yang
logis.
h. Ilustrasi foto hendaknya dipilih yang tidak lazim (unusual) atau
dipangkas agar dapat terlihat.
i. Huruf untuk poster sebaiknya dibuat tebal (bold) dengan warna-
warna yang kontras sehingga dapat terlihat dari kejauhan.

Sementara menurut Robin Landa (Kusrianto, 2007), yang layak


dijadikan petunjuk dalam membuat desain poster adalah desain poster

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 117


hanya berupa teks atau gabungan antara teks dan ilustrasi (visual).
Elemen visual bisa berupa gambar abstrak, gambar realis, simbolik,
ilustratif, fotografi, kolase, grafik, atau kombinasi dari semua elemen
visual tersebut. Teks yang berupa rangkaian huruf juga dapat berfungsi
sebagai ilustrasi.

Menurut Robin Landa, kriteria desain poster harus dikaitkan dengan


tujuan-tujuan poster itu sendiri, yaitu sebagai berikut.

a. Menyampaikan informasi secara jelas dan mudah dipahami.


b. Menciptakan desain yang seketika dapat dibaca dan dipahami.
c. Menciptakan desain yang mudah dibaca dari kejauhan.
d. Menjanjikan informasi penting yang dibutuhkan pembaca.
e. Menyusun informasi dengan urutan yang mudah diikuti.
f. Menyusun elemen visual secara hierarki dan menyatu. Menyusun
elemen-elemen poster berdasarkan prinsip- prinsip desain grafis.
g. Membuat desain yang sesuai dengan subjek, audiens, dan
lingkungannya.
h. Mengekspresikan spirit dan subjek atau pesan yang disampaikan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sebuah desain poster


pada umumnya memuat informasi penting secara keseluruhan. Selain
itu, memiliki kalimat yang singkat dan padat, serta mampu menarik
perhatian.

Berikut macam-macam poster yang telah dikelompokkan oleh para


seniman desain grafis yang harus kalian ketahui.

a. Poster Teks

Poster teks dapat dikatakan sebagai poster yang paling tua. Poster teks
memiliki ciri mengutamakan teks sebagai suatu informasi. Namun, ada
juga terselip elemen-elemen gambar seperti simbol kerajaan, gambar
raja, atau ornamen-ornamen kerajaan lainnya. Poster teks awalnya
digunakan untuk menyampaikan pengumuman pemerintah kepada
rakyatnya pada abad ke-15.

118 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


Gambar 5.35 Poster Teks
Sumber: Subhan Yuliyanto (2021)

b. Poster Bergambar

Pada awal abad modern, yaitu


sekitar akhir abad ke-17 terjadi
perkembangan pada desain poster,
yaitu adanya kemajuan teknologi
percetakan. Selain itu, dimulainya
era industrialisasi dalam skala
besar dengan terjadinya Revolusi
Industri di Prancis. Karena itulah
poster mulai dicetak dalam jumlah Gambar 5.36 Poster Bergambar
Sumber: Subhan Yuliyanto (2021)
besar. Ciri dari poster bergambar
adalah memiliki gambar warna-
warni sehingga terkesan menarik.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 119


Carilah macam-macam poster bergambar yang
ada di internet. Kemudian identifikasi poster
tersebut berdasarkan kriteria desain poster yang
telah kalian pelajari.

c. Poster Propaganda

Penggunaan poster semakin berkembang dan menjadi populer selama


terjadinya Perang Dunia I dan II. Karena itu, poster tersebut menjadi
barang-barang bersejarah dan disimpan dengan nilai yang tinggi. Pada
Perang Dunia I dan II mulai muncul poster-poster yang mengimbau rakyat
untuk bergabung menjadi tentara. Kejadian ini menjadi fenomenal di
seluruh dunia. Pada tahun 1917, di Amerika Serikat muncul poster yang
dibuat oleh James Montgomery Flagg, yaitu poster “Uncle Sam: I Want
You!”.

Gambar 5.37 Poster Propaganda


Sumber: Affandi Koesoema/Tribunnewswiki (2021)

120 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


Berbeda dengan Amerika Serikat, poster-poster di Rusia digunakan
sebagai alat propaganda dalam revolusi komunis model Rusia. Poster
propaganda memiliki tujuan dapat mengembalikan semangat pembaca
atau perjuangan usaha sesorang dalam melakukan hal yang bermanfaat
bagi kehidupan.

d. Poster Kampanye

Banyak negara-negara demokrasi yang menyerahkan keputusan mengenai


kepemimpinan kepada rakyatnya. Sejak itulah poster digunakan sebagai
alat untuk mencari simpati calon pemilih pada pemilihan umum. Maka
dapat disimpulkan poster kampanye bertujuan untuk menarik simpati
masyarakat pada saat pemilihan umum.

e. Wanted Poster

Wanted Poster atau poster “Dicari”


adalah poster yang memuat orang
hilang atau suatu perusahaan yang
membutuhkan tenaga kerja. Pada
era poster “Wild West”, poster
dimanfaatkan dalam membuat
sayembara untuk menemukan
penjahat yang sedang dicari.
Selain memuat foto penjahat
yang dicari, wanted poster juga Gambar 5.38 Wanted Poster
Sumber: Subhan Yuliyanto (2021)
menyebutkan sejumlah hadiah
yang diberikan kepada si penemu.
Tradisi penyebaran poster ini
berlangsung hingga Federal
Bureau of Investigation (FBI) juga
ikut menyebarkan wanted poster
ke seluruh negara di dunia.

Contoh wanted poster di Indonesia digunakan untuk mencari tenaga


kerja pada sebuah perusahaan.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 121


f. Poster Cheesecake

Jenis poster ini cenderung digemari oleh kalangan anak muda. Pada
awalnya poster ini berisi kumpulan foto dari “Pin-up girl” (foto bintang
pujaan yang ditempel di dinding) seperti tokoh bintang film terkenal
saat itu.

g. Poster Film

Poster film bertujuan untuk mempromosikan sebuah film. Pada industri


perfilman, poster sangat bermanfaat untuk memopulerkan film-filmnya
sehingga poster film memiliki potensi nilai jual yang cukup tinggi.

h. Poster Komik

Poster komik adalah poster yang menampilkan tokoh-tokoh komik atau


manga, seperti Sailormoon, Dragon Ball, sampai dengan Harry Potter.
Poster komik telah populer sejak tahun 1960-an dan pada tahun 1970-an
produksi poster komik terus meningkat.

i. Poster Afirmasi

Poster afirmasi memiliki ciri dibuat dengan cenderung warna hitam


dan gambar alam sebagai gambar latar belakangnya. Poster afirmasi
berisi teks dan kata-kata motivasi tentang leadership (kepemimpinan)
dan opportunity (peluang). Tema yang dibawakan pada poster ini sangat
bervariasi. Tujuannya agar orang yang membacanya memiliki motivasi.
Jenis poster ini memiliki ukuran yang bermacam-macam, mulai dari
ukuran kecil sampai besar. Pengakhiran (finishing) poster afirmasi ini
terkadang diberi pigura.

j. Poster Riset dan Kegiatan Ilmiah

Poster riset dan kegiatan ilmiah banyak digunakan di dunia akademis.


Tujuannya untuk mempromosikan karya-karya dan kegiatan ilmiah.
Poster ini menjelaskan mengenai rencana kegiatan riset dan hasil riset.
Fungsi lain poster ini berkaitan dengan pendaftaran hak cipta (copyright)
dari hasil-hasil penemuannya agar tidak ada pihak yang dirugikan dan
mengeklaim karya ilmiah tersebut. Contoh kegiatan ilmiah yang dibuat

122 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


poster adalah simposium, seminar, dan lain-lain. Poster-poster ilmiah
ini dipasang pada lembaga-lembaga akademis atau tempat yang sesuai
dengan bidang keilmuannya.

k. Poster Motivasi

Poster motivasi biasanya ditempatkan di dalam kelas yang memiliki


tujuan untuk memberi motivasi kepada peserta didik. Motivasi lainnya
adalah agar peserta didik dapat bersikap baik dan disiplin mengikuti
peraturan sekolah.

l. Poster Seni

Poster selain dipergunakan untuk media promosi dan penyampaian


informasi, juga dipergunakan sebagai lahan untuk memproduksi
karya-karya seni dari berbagai macam aliran. Pada era komputer grafis,
kebebasan berkarya sudah mulai berkreasi dan banyak membuat karya
pelesetan dari karya-karya masa lalu.

m. Poster Layanan Masyarakat

Poster layanan masyarakat (social campaign) merupakan jenis poster


yang tidak bertujuan komersial. Poster ini bertujuan untuk memberikan
pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, poster jenis ini sering
dilombakan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM).

Poster layanan masyarakat juga dimanfaatkan sebagai media


kritik sosial yang ditujukan kepada masyarakat maupun pemerintah.
Contohnya seperti pemberantasan korupsi dan mafia peradilan.

n. Poster Komersial

Poster komersial memiliki tujuan sebagai sarana mempromosikan


suatu produk. Poster komersial dibuat harus sekreatif mungkin karena
memiliki banyak saingan dengan poster komersial lainnya dalam
mempromosikan suatu produk. Poster yang kreatif mampu mencuri
perhatian pembacanya.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 123


2. Komik
Komik adalah rangkaian gambar yang disusun sehingga membentuk
suatu cerita. Komik dibuat dengan urutan cerita dan adanya teks yang
ditampilkan berupa panel atau parit. Biasanya komik menampilkan
peran seorang tokoh atau karakter. Komik dipergunakan sebagai media
penyampaian pesan yang paling efektif. Dengan adanya bahasa gambar
menjadi lebih mudah dimengerti oleh si pembacanya dibandingkan
dengan bahasa tulisan atau lisan.

Dalam membuat komik, yang harus diperhatikan bukan hanya


sekadar menggambar orang dalam adegan saja, tetapi banyak aspek
yang harus dipahami. Komik bukan sekadar buku bacaan biasa secara
bahasa gambar. Komik dapat digunakan untuk membuat iklan. Seiring
perkembangan zaman, komik digunakan untuk undangan pernikahan
yang unik.

Cerita pada komik biasanya berisi cerita yang lucu. Komik sering
digunakan pada halaman koran sebagai selingan isi koran yang memuat
berita serius. Elemen komik sangat berkaitan dengan panel, ilustrasi/
gambar, dan cerita sehingga sebuah komik memiliki karakter yang kuat.
Komik dapat difilmkan dalam bentuk film animasi.

“The Funnies” adalah buku komik pertama yang diterbitkan. “The


Funnies” merupakan jenis komik berseri yang mampu bertahan cukup
lama, mulai dari seri 1 sampai seri 13 di tahun 1929. Pada tahun 1938,
komik mulai memunculkan tokoh pahlawan super Superman. Kemudian
disusul dengan suksesnya DC Comics dan Marvel Comics yang awal
mulanya memiliki tokoh pahlawan super, yaitu Captain Marvel, Captain
Amerika, The Mighty Thor, The X-Men, dan yang paling sukses adalah
tokoh Spiderman.

Charles Schulz ialah seorang pelukis kartun atau komik strip dari
Amerika yang menggambar tokoh Peanut di tahun 1950. Tokoh tersebut
tidak lain ialah Charlie Brown dan anjing peliharaannya Snoopy.

Di Indonesia, komik muncul pada tahun 1930. Saat itu komik hanya
dicetak pada sebuah surat kabar Melayu-Cina, yaitu “Shinpo”. Orang
yang pertama kali menulis surat kabar ialah Kho Wang Gie dan mulai

124 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


diterbitkan pada Sabtu, 2 Agustus 1930. Pada tahun 1930 sampai 1950,
komik dibuat hanya berupa strip. Kemudian pada tahun 1952 komik
mulai dicetak dalam bentuk buku. Judul buku komik pertama yang
dicetak adalah “Kisah Pendudukan Jogja” karya Abdul Salam. Selain itu,
ada juga komik karya R.A. Kosasih yang berjudul “Sri Asih” dan karya
Jakawarna yang berjudul “Ardisoma”.

3. Iklan Cetak
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), iklan adalah berita
pesanan untuk mendorong atau membujuk khalayak ramai agar tertarik
pada barang dan jasa yang ditawarkan. Iklan adalah pemberitahuan
kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual dan dipasang
di dalam media massa, seperti surat kabar dan majalah atau di tempat-
tempat umum.

Iklan mencakup dua elemen, yaitu visual dan verbal. Elemen visual
berupa ilustrasi (foto atau gambar), tipografi, bidang, atau gabungan
dari unsur-unsur grafis. Sementara elemen verbal terdiri atas judul
(headline), subjudul (subhead), teks (body copy), slogan atau nama, dan
alamat perusahaan (baseline).

4. Logo
Logo adalah suatu gambar yang hanya sebagai sketsa dengan arti dan
maksud tertentu. Logo mewakili suatu arti dari sebuah perusahaan,
organisasi, produk, negara, lembaga, dan hal lainnya yang membutuhkan
sesuatu yang singkat dan mudah diingat. Logo bisa juga disebut dengan
simbol dari sebuah perusahan atau produk tertentu. Logo berfungsi
sebagai identitas brand (merek). Di bawah ini ada beberapa jenis logo.

a. Lettermark (Logotype)

Lettermark (logotype) adalah logo yang mengandung unsur tipografi atau


logo yang terdiri atas berbagai jenis huruf. Contohnya inisial perusahaan
seperti logo brand minuman Coca Cola, brand fashion H&M, YouTube,
Google, dan sebagainya. Lettermark dibuat sesederhana mungkin.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 125


Gambar 5.39 Logotype
Sumber: Muhamad Isnaini (2022)

b. Basic Shape

Basic shape atau primitive shape


merupakan bentuk dasar yang
menjadi desain awal dari pem-
buatan sebuah logo. Bisa juga
disebut sebagai penggabungan
unsur-unsur antara dua objek yang
kompleks, yaitu huruf dan gambar
sehingga tercipta satu kesatuan
yang dapat menghasilkan sebuah
Gambar 5.40 Basic Shape logo.
Sumber: Muhamad Isnaini (2022)

c. Picture Mark

Picture mark merupakan logo yang


memanfaatkan ikon. Picture mark
didesain dengan grafis tertentu
untuk menggambarkan suatu
brand sehingga bentuk logo atau
ikon akan terus diingat dan selalu
dapat mewakili identitas produk
atau brand tersebut. Contohnya
logo Twitter, Apple, Nike, dan
Gambar 5.41 Picture Mark sebagainya.
Sumber: Muhamad Isnaini (2022)

126 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


5. Kemasan
Desain kemasan merupakan
suatu desain yang kreatif dengan
mengaitkan bentuk, warna, tipo-
grafi, dan elemen desain. Dalam
desain kemasan terdapat informasi
produk agar produk dapat dipasar-
kan dan memiliki nilai jual tinggi.
Kemasan sendiri digunakan untuk
melindungi produk yang ada di Gambar 5.42 Desain Kemasan Kantong
Sumber: Vectorpocket/Freepik (2020)
dalamnya.

Fungsi kemasan selain sebagai pelindung produk, juga sebagai media


pemasaran. Persaingan desain bentuk dan warna kemasan pada produk
sejenis bisa dilihat pada rak jualan di minimarket atau media toko online.
Selain itu, kemasan juga berfungsi untuk memberikan informasi kepada
konsumen mengenai isi produk di dalamnya.

Gambar 5.43 Pola Desain Kemasan Kotak


Sumber: Atha Sura (2020)

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 127


� Sketsa adalah suatu gagasan atau ide yang diungkapkan melalui
sebuah gambaran kasar.

� Gambar ilustrasi adalah gambar yang mempunyai maksud


dan tujuan secara visual. Gambar ilustrasi digunakan sebagai
gambar pendukung cerita atau tulisan. Selain itu, gambar
ilustrasi dapat mengisi kekosongan pada halaman majalah,
koran, poster, dan buku.

� Konsep karya diartikan sebagai suatu gagasan atau ide sebelum


membuat karya DKV. Konsep karya diawali dengan menentukan
tema.

� Teknik menggambar ilustrasi:


1. teknik arsir,
2. teknik dussel,
3. teknik pointilis, dan
4. teknik aquarel.

� Jenis-jenis gambar ilustrasi:


1. gambar kartun,
2. gambar karikatur, dan
3. cerita bergambar.

� Unsur-unsur desain adalah titik, garis, bidang, tekstur, ruang,


dan warna.

� Prinsip-prinsip desain:
1. kesatuan,
2. keseimbangan,
3. proporsi,
4. penekanan, dan
5. irama.

128 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


� Desain kemasan merupakan desain yang kreatif dengan
mengaitkan bentuk, warna, tipografi, dan elemen desain. Dalam
desain kemasan terdapat informasi produk agar produk dapat
dipasarkan dan memiliki nilai jual tinggi. Fungsi kemasan selain
sebagai pelindung produk, juga sebagai media pemasaran.

Setelah mempelajari materi tentang konsep dasar karya dengan sketsa


dan ilustrasi, kalian diharapkan mampu mengomunikasikan konsep dasar
karya dalam perancangan dan proses produksi untuk dikembangkan
dalam eksekusi kerja DKV.

Kerjakan tugas mandiri, tugas kelompok, dan penilaian mandiri di buku


tugas kalian!

A. Tugas Mandiri
Carilah referensi di internet mengenai cara mendesain logo. Setelah itu,
buatlah sketsa desain logo suatu produk pada kertas gambar berukuran
A3 dengan teknik gambar bebas. Logo yang dibuat terdiri atas tiga
alternatif desain, berupa logo brand produk makanan atau brand fashion.
Warnailah sketsa kalian dengan menggunakan teknik basah atau aquarel.

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 129


B. Tugas Kelompok

Membuat Desain Kemasan Makanan


Judul tugas
Tradisional

Bahan Kertas manila atau karton

Alat Pensil, penggaris, cat warna, dan gunting

Langkah pengerjaan:

1. Carilah bentuk kemasan makanan tradisional yang ada di


lingkungan sekitar kalian.

2. Amati komposisi atau unsur yang terdapat pada desain


kemasan tersebut.

3. Buatlah alternatif desain kemasan tersebut berdasarkan


kreativitas kalian masing-masing.

C. Penilaian Mandiri
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!

1. Konsep karya diartikan sebagai suatu gagasan dan ide sebelum


membuat karya DKV. Konsep karya merupakan kegiatan awal
sebelum melakukan kegiatan berkarya seni yang melibatkan
suatu proses berpikir dalam membentuk sesuatu. Setelah kalian
menentukan konsep karya, hal apakah yang perlu dilakukan saat
membuat karya DKV?

2. Dalam membuat karya sketsa dan ilustrasi, ada berbagai macam


teknik yang harus kalian pahami. Salah satunya adalah teknik arsir.
Apakah yang dimaksud dengan teknik arsir?

130 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1


3. Gambar ilustrasi bersifat menerangkan. Karena sifatnya menerangkan,
maka gambar yang dibuat harus benar-benar dapat menerangkan
maksud yang akan disampaikan. Proses pembuatannya pun harus
diperhatikan dengan baik. Langkah awal apa yang dilakukan ketika
membuat gambar ilustrasi?

4. Gambar ilustrasi banyak ditemukan dalam komik, kover, majalah,


dan lain-lain. Setiap penempatan yang terdapat gambar ilustrasi,
memiliki fungsi yang tidak sama dengan lainnya. Hal apa yang
diperoleh dari adanya penggunaan gambar ilustrasi pada kover?

5. Sketsa merupakan gambaran atau lukisan yang kasar, ringan, semata-


mata garis besar atau belum selesai. Adakalanya hanya digunakan
sebagai pengingat-ingat saja. Sketsa atau sketch secara umum dikenal
sebagai bagan atau rencana. Apa manfaat menggambar sketsa?

6. Gambar yang berfungsi memperkuat, memperjelas, memperindah,


mempertegas, dan memperkaya cerita atau narasi. Pernyataan
tersebut merupakan pengertian dari gambar apa?

7. Apa sajakah alat dan bahan yang digunakan dalam teknik kering
untuk membuat gambar sketsa dan ilustrasi?

8. Pembuatan gambar ilustrasi dapat dilakukan dengan cara manual


maupun teknologi digital. Bagaimanakah menggambar ilustrasi yang
baik?

9. Dapat menjelaskan suatu peristiwa, menjelaskan suatu naskah


tertulis, serta menghiasi halaman buku, majalah, ataupun surat
kabar. Pernyataan tersebut merupakan fungsi dari apa?

10. Tuliskan dan jelaskan unsur-unsur gambar ilustrasi!

BAB 5 Sketsa dan Ilustrasi 131


Pindai kode QR di bawah ini dengan menggunakan Scan QR pada ponsel
kalian, atau langsung ketikkan alamat tautan ke dalam browser untuk
menambah wawasan tentang konsep kreatif dan berpikir kreatif di dunia
industri DKV!

[Link] [Link]

132 Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual Untuk SMK/MAK Kelas X Semester 1

Anda mungkin juga menyukai