0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Manajemen Nyeri Akut pada Pasien

1. Pasien mengeluhkan nyeri akut di area suprapubis ketika buang air kecil 2. Tujuan keperawatan adalah menurunkan tingkat nyeri pasien setelah dilakukan intervensi selama 7 jam 3. Intervensi yang dilakukan antara lain memberikan kompres hangat, menggunakan skala nyeri, dan kolaborasi pemberian analgetik

Diunggah oleh

Mery Delin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan5 halaman

Manajemen Nyeri Akut pada Pasien

1. Pasien mengeluhkan nyeri akut di area suprapubis ketika buang air kecil 2. Tujuan keperawatan adalah menurunkan tingkat nyeri pasien setelah dilakukan intervensi selama 7 jam 3. Intervensi yang dilakukan antara lain memberikan kompres hangat, menggunakan skala nyeri, dan kolaborasi pemberian analgetik

Diunggah oleh

Mery Delin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

No.

Date/ Planning
Time Nursing Impleme Evaluation
diagnosis Goal Interventions Rationale
ntation
1 20-02- Nyeri akut Luaran Intervensi At 14.30
2023 b.d. agen Utama : Utama : S: “nyeri
pendera fiologis Tingkat nyeri Menajemen ketika buang
(07:00- d.d. nyeri air kecil
15:00) Setelah pada area
DS : Nyeri dilakukan 1 Identifikasi [Link] informasi suprapubis”
ketikan BAK intervensi lokasi, dan membuat data dasar klien,
dan sulit tidur keperawatan karakteristik, mengidentifikasi masalah yang O: pasien
selama 7 jam durasi,frekuensi, di hadapi klien, tampak tidak
DO : Tampak maka tingkat kualitas, mengidentifikasi kebutuhan lagi
mengeluh nyeri menurun intensitas nyeri kesehatan klien, meringis
kesakitan ,merin dengan kriteria mengidentifikasi fisik, mental, tapi tampak
gis kesakitan, hasil : sosial dan lingkungan klien gelisah,
berkeringat nadi:
dingin, gelisah 1 Keluhan 98x/mnt,nap
dan sulit tidur nyeri menurun 2 identifikasi 2 skala nyeri adalah alat yang
di gunakan tenaga medis untuk as 20x/m,
ketika di 2 Meringis skala nyeri. P : Ketika
lakukan menurun mambantu mengukur dan
mendefinisikan nyeri seseorang buang air
pengkajian 3 Gelisah kecil
[Link] menurun dengan lebih baik
Q : Seperti
117x/m, napas 4 Kesulitan 3 berikan teknik tertusuk
3 memberikan rasa hangat pada
25x/m, sakala tidur menurun nonfarmokologi R: Area
daerah tertentu dengan
nyeri 6/10. 5 Frekuensi untuk Suprapubis
menggunakan cairan atau alat
nadi membaik mengurangi rasa S : skala
P : Ketika buang 6 Pola napas yang menimbulkan hangat
nyeri dengan pada bagian tubuh agar nyeri 3
air kecil membaik T : 3-5
mengompres melancarkan sirkulasi darah
Q : seperti menit
dengan air dan juga menghilangkan rasa
tertusuk
hangat. sakit
R : area A: Tujuan
suprapubis 4 kontrol 4 suhu yang terlalu tinggi akan tercapai
S : skala nyeri 6 lingkungan yang menyebabkan kelelahan, sebagian
T : 3-5 menit memperberat bahkan akan dapat (1,2,5)
rasa nyeri (suhu meningkatkan keluhan MSDS
ruangan , bagi pekerjaan terutama pada P: Lanjutkan
pencahayaan, pekerjaan manual ,ini bisa di Intervensi
kebisingan). amati dari hasil penelitian.
Suhu panas menurunkan
kinerja koognitif

[Link] 5 . Istirahat dan tidur


istirahat tidur merupakan kebutuhan dasar
yang dibutuhkan oleh semua
orang, dan dapat mengalami
perubahan. Perubahan ini
tergantung pada status
fisiologis, psikologis, dan
lingkungan fisik klien. Kualitas
dan kuantitas tidur seseorang
dipengaruhi oleh penyakit,
lingkungan, gaya hidup,
kecemasan, alcohol, obat-
obatan, dan diet

6 kolaborasi
pemberian 6 . Obat analgetik merupakan
analgetik. solusi alternatif obat
yang dapat menghilangkan rasa
nyeri sebagai pertolongan
pertama saat terjadinya nyeri
karena,
mampu meringkankan rasa
nyeri tanpa mempengaruhi
tingkat kesadaran pada
manusia dan tidak
menimbulkan rasa ketagihan
7 jelaskan
penyebab
periode, dan 7 Nyeri sebagai suatu sensori
pemicu nyeri yang tidak menyenangkan dan
pengalaman emosional yang
berkaitan dengan kerusakan
jaringan aktual atau potensial,
atau dijelaskan dalam istilah
8 jelaskan kerusakan
strategi
meredakan nyeri 8 Manajemen Nyeri Non-
Farmakologi yakni: Pemberian
Kompres Panas dan Dingin,
Transcutaneous electrical nerve
stimulation (TENS), Massage,
Distraksi, Relaksasi.
Manajemen jenis nyeri dalam
terapi farmakologis, antara
lain: Analgesik
Non-Opoid/Perifer, Analgesik
9 anjurkan Opoid
menggunakan
analgetik secara
tepat 9 . Analgesik
Non-Opoid/Perifer Obat-
obatan dala kelompok ini
memiliki target aksi pada
enzim, yaitu enzim
siklooksigenase (COX). Enzim
COX berperan dalam sintesis
mediator nyeri, salah satunya
adalah prostaglandin.
Mekanisme umum dari
analgesik jenis ini adalah
memblokir pembentukan
prostaglandin dengan jalan
menginhibisi enzim COX pada
daerah yang terluka, sehingga
mengurangi mediator nyeri.
Efek samping yang paling
umum dari golongan obat ini
adalah gangguan lambung,
usus, kerusakan darah,
kerusakan hati dan ginjal, serta
reaksi alergi dikulit. Obat-obat
analgesik non-opoid antara lain
Asetaminofen, Aspirin,
Colecoxib, Ibuprofen,
Ketorolac,Mefanamic acid.
Analgesik Opoid: Merupakan
golongan obat yang memiliki
sifat seperti opium atau morfin.
Analgesik opoid ini merupakan
pereda nyeri yang paling kuat
dan sangat efektif untuk
mengatasi nyeri hebat. Obat-
10 ajarkan
obat analgesik opoid antara
teknik
lain Alfentanil, Benzonatate,
nonfarmakologis
Buprenorphine, Codeine,
untuk
Difenoxin
mengurangi rasa
nyeri

10 Terapi non farmakologi


merupakan terapi pelengkap
untuk mengurangi nyeri seperti
pemberian kompres
panas/dingin, masase, imajinasi
terbimbing, teknik relaksasi
(nafas dalam), distraksi
(mengalihkan perhatian nyeri)
dan sebagainya

Referensl :
Apriyani, H. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pemenuhan kebutuhan tidur pasien post operasi di RSD HM Ryacudu Kotabumi. Jurnal Ilmiah
Keperawatan Sai Betik, 8(1), 10–16. [Link]
Nugraha, S. Y., Dwi, W., & Ns, B. S. K. (2022). Asuhan keperawatan dengan masalah nyeri akut pada pasien post op Beningna Prostat Hyperplasia (BPH) di RSUD
Syamrabu Bangkalan. Perpustakaan Universitas Bina Sehat.
Riadi, E., & Zetli, S. (2022). Analisis pengaruh suhuruangan terhadap keluhan MSDS dan kelelahan kerja pada PT ETB. Computer and Science Industrial Engineering
(COMASIE), 7(4), 87–98.
Siahaan, S. M. (2017). Sistem pakar penggunaan obat analgetik dengan metode certainty factor. JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), 1(1), 23–30.
[Link]
Vitani, R. A. I. (2019). Tinjauan literatur: Alat ukur nyeri untuk pasien dewasa literature review: pain assessment tool to adults patients. Jurnal Manajemen Asuhan
Keperawatan, 3(1), 1–7. [Link]

Anda mungkin juga menyukai