Nama: Muhammad Rafdi
Nim: 190208003
Unit: 03
1. Jelaskan perbedaan kurikulum sebelum dan awal kemerdekaan
Sebelum kemerderkaan, kurikulum yang dianut oleh sistem pendidikan Indonesia adalah
sistem pendidikan kolonial. (1) Pada masa VOC (abad 17–18), sistem pendidikan dikelola
oleh gereja yang diatur oleh para pastur dan biarawan-biarawan serta Sistem yang digunakan
berlandaskan dengan ajaran agama Nasrani. Pada masa ini pun pendidikan hanya untuk
tingkat dasar sebatas mengajarkan baca, tulis, dan menghitung. (2) Masa Hindia Belanda,
pada masa ini sistem pendidikan kolonial dibuat lebih menjauh dari kecenderungan agama,
sehingga peran para pastur dan biarawan diganti langsung oleh pemerintah. Namun, belajar
mengajar masih deskriminatif, artinya dibedakan sekolah baik untuk pelajar keturunan Eropa
atau bagi para pribumi.(3) Masa pendudukan Jepang, adapun sistem pendidikan di masa
Jepang ini dapat dijabarkan sebagai berikut: Pendidikan Dasar (Kokumin Gakko/Sekolah
Rakyat) dengan lama studi 6 tahun. Pendidikan Lanjutan, terdiri Shoto Chu Gakko (Sekolah
Menengah Pertama) dengan lama studi 3 tahun dan Koto Chu Gakko (Sekolah Menengah
Tinggi) juga dengan lama studi 3 tahun. Pendidikan kejuruan, mencakup sekolah lanjutan
bersifat vokasional antara lain di bidang pertukangan, pelayaran, pendidikan, teknik, dan
pertanian. Dan pengalihan ke dalam sistem pendidikan tinggi.
Sesudah kemerdekaan, dimulai dari periode 1945-1950 (dari proklamasi-RIS).
Kurikulum yang dianut pendidikan Indonesia pada masa itu adalah kurikulum tahun 1947
(Rentjana Pelajaran). Kurikulum ini, juga masih sedikit dipengaruhi oleh sistem pendidikan
kolonial belanda yang sebelumnya. Namun yang menjadi ciri utama kurikulum ini adalah
lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan
bangsa lain. Jadi yang diutamakan adalah pendidikan watak, kesadaran bernegara dan
bermasyarakat, materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap
kesenian dan pendidikan jasmani. Setelah rencana pembelajaran 1947, pada tahun 1952
kurikulum Indonesia mengalami penyempurnaan. Dengan berganti nama menjadi Rentjana
Pelajaran Terurai 1952.
2. Jelaskan kekurangan masing-masing kurikulum tersebut!
a. Kurikulum sebelum kemerdekaan
Kekurangannya adalah pendidikannya bersifat diskriminatif antara penduduk pribumi dengan
keturunan Eropa atau bangsawan dan hanya bisa dinikmati oleh golongan tertentu saja.
Sistem organisasi/manajemen dalam pendidikan tidak bersifat struktural dan sistematis
karena dikelola oleh bukan orang pada ahlinya, seperti kerajaan-kerajaan dan biarawan dan
pastur gereja. Sehingga pendidikan yang mereka ajarkan hanya untuk tingkat dasar sebatas
mengajarkan baca, tulis, dan menghitung. Sistem pendidikan kolonial pun diatur dengan
prosedur yang ketat dari mulai aturan siswa, mengajar, sistem pengajaran sehingga
membebani para siswa.
b. Kurikulum awal kemerdekaan
Kekurangannya adalah masih menganut beberapa dasar dari kurikulum pendidikan kolonial
belanda dan jepang, namun beberapa yang tidak sesuai sudah disesuaikan dalam kurikulum
tersebut. Kurikulum yang digunakan di Indonesia pun masih dipengaruhi oleh tatanan sosial
politik Indonesia. Selain itu, dalam menjalankan kurikulum sesudah kemerdekaan terdapat
banyak kendala, yaitu seperti masih kurangnya tenaga pengajar dan tidak di dukung dengan
fasilitas yang memadai sehingga pendidikan yang berlangsung tidak efektif. Anak-anak
Indonesia pada zaman itu tidak diperkenalkan dengan budayanya sendiri dan potensi
bangsanya..
3. Jelaskan kelebihan masing-masing kurikulum tersebut!
a. Kurikulum sebelum kemerdekaan
Kelebihannya adalah pada masa akhir pendidikan kolonial, bahasa Indonesia sudah mulai
diterapkan dalam mengajar sehingga komunikasi/penyampaian materi dapat diseragamkan
dengan bahasa para siswa. Pada kurikulum ini juga diajarkan para pribumi untuk menulis
dengan rapi, membaca, dan berhitung. Terdapat sekolah yang dikembangkan oleh tokoh
pendidikan nasional seperti KH. Ahmad Dahlan dan Ki Hajar Dewantara yang menggunakan
sistem pendidikan barat yang menambahkan pelajaran islam, sehingga mampu
meminimalisirkan diskriminasi pendidikan terhadap penduduk pribumi dengan mengajarkan
pendidikan yang berakar pada budaya dan filosofi hidup jawa.
b. Kurikulum awal kemerdekaan
Kelebihannya adalah kurikulum pada awal kemerdekaan ini lebih menekankan pada
pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain dengan
mengedepankan sikap patriotisme dan nasionalisme. Pendidikannya tidak ada diskriminasi
lagi antara penduduk pribumi dengan kaum bangsawan dimana sistem dan jenjang
persekolahannya adalah pendidikan rendah (sekolah rakyat), pendidikan menengah (Umum,
Kejuruan, dan Keguruan) dan pendidikan tinggi (perguruan tinggi, universitas, sekolah tinggi,
dan akademik) sehingga komponen kurikulumnya sudah mulai struktural dan sistematis
hingga dapat menjangkau para kalangan bawah. Mata pelajaran untuk tingkat sekolah rakyat
ada 16, khusus di Jawa, Sunda, dan Madura diberikan bahasa daerah. Daftar pelajarannya
adalah bahasa Indonesia, bahasa daerah, berhitung, ilmu alam, ilmu hayat, ilmu bumi,
sejarah, menggambar, menulis, seni suara, pekerjaan tangan, pekerjaan keputrian, gerak
badan, kebersihan dan kesehatan, didikan budi pekerti, dan pendidikan agama. Pada awalnya
pelajaran agama diberikan mulai kelas iv, namun sejak 1951 agama juga diajarkan sejak
kelas.