0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan5 halaman

Populasi Badak Jawa: Monitoring 2013

Populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon mengalami peningkatan dari 52 ekor pada 2011-2012 menjadi 58 ekor pada 2013 berdasarkan hasil rekaman kamera pengintai. Upaya konservasi terus dilakukan untuk melestarikan satwa ini yang hanya tersisa di habitat alami di Ujung Kulon.

Diunggah oleh

Dwi Amalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan5 halaman

Populasi Badak Jawa: Monitoring 2013

Populasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon mengalami peningkatan dari 52 ekor pada 2011-2012 menjadi 58 ekor pada 2013 berdasarkan hasil rekaman kamera pengintai. Upaya konservasi terus dilakukan untuk melestarikan satwa ini yang hanya tersisa di habitat alami di Ujung Kulon.

Diunggah oleh

Dwi Amalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bacalah narasi berikut untuk menjawab pertanyaan 1-3

Populasi Bertambah, Kamera Pengintai Rekam 58 Badak Jawa pada 2013

Hasil monitoring badak Jawa tahun 2013 di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) cukup
menggembirakan. Satwa yang hanya tersisa di Ujung Kulon, Banten ini dari hasil rekaman
kamera pengintai mengalami peningkatan dari 52 menjadi 60 tetapi mati dua hingga tersisa 58
badak.
Moh Haryono, Kepala Balai TNUK mengatakan, dari identifikasi kamera trap sepanjang
2013 menggunakan delapan parameter kunci pada morfologi badak Jawa, menghasilkan 60
badak berbeda. “Sebanyak 52 pernah terekam tahun 2011-2012, delapan badak baru terekam
pada monitoring 2013,” katanya saat melansir hasil monitoring badak Jawa tahun 2013 di
pendopo Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/2/14).
Dia mengatakan, monitoring 2013 menggunakan 120 kamera trap sejak Maret hingga
Desember. Dari kamera trap ini diperoleh 1660 klip. Terdiri dari 138 klip dapat diidentifikasi
sebagai badak Jawa, 272 klip tidak teridentifikasi. Kamera trap, katanya, menggunakan
teknologi sensor gerak dan infra mera hingga hanya merekam jika ada benda bergerak di
sekitar kamera itu.
Hasil monitoring 2011, terindentifikasi 35 badak Jawa terdiri dari 22 jantan dan 13 betina.
Tahun 2012, ditemukan 51 badak, 29 jantan dan 22 betina, delapan anakan. “Hasil monitoring
2013 menunjukkan lima individu yang pernah terekam 2011-2012, namun tidak terekam
kembali. Dari kelima individu ini, dua mati, dan tiga individu di luar lokasi kamera trap,” kata
Haryono.
Dua badak ditemukan mati. Badak Jawa bernama Sudara mati Februari 2012 dan Iteung
mati Juni 2013. “Dari hasil analisis ini dapat disimpulkan 2013 setidaknya minimum ada 58
badak Jawa di TNUK. Terdiri dari 35 jantan, dan 23 betina. Dari jumlah itu delapan anak dan 50
remaja atau dewasa.”
Tahun 1967-2008, monitoring badak Jawa dengan cara sederhana, seperti mengamati
jejak kaki, kotoran dan lain-lain. TNUK mulai monitoring menggunakan kamera trap sejak 2011.
Ada 40 kamera. Baru tahun 2012, kameta trap bertambah menjadi 120 atas bantuan WWF-
Indonesia. “Hasil monitoring ini menunjukkan populasi badak Jawa di Ujung Kulon akan
mengalami perkembangbiakan alami dengan baik. Ini memberi harapan besar.”
Hasil monitoring ini diapresiasi penuh WWF-Indonesia. ”Data ini dapat menjadi acuan
manajemen populasi dan habitat badak Jawa selanjutnya. Keberhasilan ini akan menjadi dasar
bagi pengembangan second habitat badak Jawa di luar TNUK,” kata Anwar Purwoto, Direktur
Program Sumatera dan Kalimantan WWF.
Selain menghibahkan 120 kamera trap, WWF juga memberikan dukungan operasional
bagi dua Tim Rhino Monitoring Unit. Tak hanya bisa mengetahui jumlah individu, dinamika
populasi, interaksi dengan satwa lain dan perilaku badak dapat dipelajari dari monitoring ini.
“Ke depan, WWF siap membantu pengembangan metodologi hingga keakuratan dinamika
populasi badak Jawa menjadi lebih baik. Untuk mempertahankan dan meningkatkan populasi,
Balai TNUK perlu dukungan berbagai pihak,” kata Hadi Alikodra, Senior Advisor Pengembangan
Sains WWF-Indonesia.
Duta badak Jawa, Desi Ratnasari mengatakan, upaya pelestarian badak berdampak
domino terhadap hal lain. Menyelamatkan badak, berarti menyelamatkan lingkungan, sebab
habitat akan terjaga dengan baik.
“Kita harus bisa menghargai dan hidup berdampingan dengan alam. Semoga upaya
pelestarian badak Jawa ini bisa menjadi contoh bagi pelestarian satwa liar lain. Tentu butuh
kerja keras. Semua orang mempunyai peran masing-masing.”

Habitat Kedua
Habitat badak Jawa tersisa hanya tinggal Taman Nasional Ujung Kulon. Untuk itu, perlu
menyiapkan second habitat agar satwa purba ini selamat dari kepunahan. “Kita perlu
menyiapkan kantong-kantong baru. Ini penting mengingat Ujung Kulon rawan bencara alam
seperti letusan gunung Krakatau,” kata Elisabet Purastuti, Ujung Kulon Project Leader WWF-
Indonesia.
WWF riset mencari lokasi tepat sebagai second habitat badak Jawa. Dari sekian banyak
tempat, kawasan Cikepuh, dekat Pelabuhan Ratu mendekati ideal.“Kita masih terus meneliti.
Sementara ini Cikepuh dinilai pas. Kita perlu meneliti lebih dalam. Harus memastikan apakah
ketersediaan air dan pakan cukup. Harus dipertimbangkan ancaman lain seperti mangsa,
penyakit dan lain-lain. Masih jauh untuk bisa translokasi badak Jawa ke habitat baru.”

TNUKpedia
Balai TNUK juga meluncurkan TNUKPedia. Aplikasi mobile berbasis android itu
menyediakan informasi lengkap mengenai TNUK. Bisa didownload gratis di playstore untuk
ponsel berbasis android. “TNUKpedia menyajikan informasi tidak terbatas ruang dan waktu.
Bisa didownload dan digunakan kapan saja, dimana saja dan oleh siapa pun,” tutur Pengendali
Ekosisten Hutan TNUK, Monica Dyah.

AS Kucurkan Hibah US$750 Ribu


Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat memberikan dana hibah US$750 ribu kepada
Yayasan Badak Indonesia (YABI), yang selama ini mendukung upaya konservasi di Taman
Nasional Way Kambas, Lampung. “Ini bentuk kerjasama Amerika dan Indonesia dalam
melindungi badak Jawa dan Sumatera yang kini sama-sama hampir punah. Indonesia dan
Amerika Serikat bekerjasama erat menangani perlindungan satwa ini,” kata Robert Blake, Duta
Besar AS pada Februari 2014.
Blake mengatakan, beberapa hari lalu menteri luar Negeri AS, John Kerry menandatangani
nota kesepahaman dengan Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri Indonesia, untuk
perlindungan badak. “Kita tahu juga Menteri, Zulkifli Hasan baru pulang dari London. Dia
bersama perwakilan 50 negara lain sepakat menangani perdagangan satwa liar. Ini kabar yang
sangat menggembirakan.” Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan mengatakan, perlindungan badak
harus kerjasama berbagai pihak. “Badak warisan dunia yang harus dilindungi bersama.”
Pertemuan di London, katanya, membahas soal perdagangan satwa liar. Hasilnya, semua
negara yang hadir sepakat memerangi perdagangan satwa liar.
Sumber: [Link]
rekam-58-badak-jawa-pada-2013/

1. Deskripsikan dalam bentuk grafik bagaimana populasi spesies badak jawa selama 5 tahun
2011-2013?
2. Berdasarkan informasi pada artikel tersebut, buatlah prediksi badak Jawa pada 20 tahun
mendatang dihitung dari tahun terbit artikel (2014)!
3. Apakah solusi yang dapat Kalian tawarkan untuk mengatasi penurunan populasi badak
jawa?

Perhatikan jaring-jaring makanan berikut untuk menjawab pertanyaan no 4-5!

4. Tentukan apakah pernyataan berikut benar atau salah!


Pernyataan Benar Salah
Berang-berang dan bangau berkompetisi
untuk mendapatkan makanan.
Jika ikan gabus dihilangkan pada jaring-
jaring makanan tersebut maka populasi ikan
kecil akan meningkat tajam
Ikan kecil dan capung merupakan organisme
pada tingkatan tropik 3.

5. Seorang peneliti meneliti tentang jaring-jaring makanan tersebut, kemudian mencoba untuk
membuat sebuah piramida jumlah dari jaring-jaring makanan tersebut. Tentukanlah benar atau
salah aktivitas yang dilakukan oleh peneliti tersebut!
Pernyataan Benar Salah
Menghitung jumlah masing-masing organisme
pada tingkatan tropiknya
Menimbang berat kering organisme pada
masing-masing tingkatan tropic
Menggambar ukuran blok sesuai dengan
jumlah organisme pada tingkatan tropiknya.
LEMBAR KERJA 2
RANTAI MAKANAN DAN PIRAMIDA MAKANAN

Langkah-langkah membuat rantai makanan


................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................
Rantai makanan/jaring-jaring makanan

Langkah-langkah membuat piramida makanan

Piramida makanan

Anda mungkin juga menyukai