PROPOSAL PENELITIAN
PENGELOLAAN LIMBAH MATERIAL
KONSTRUKSI DITINJAU DARI TEORI
INSTITUSIONAL
(Studi Empiris pada Badan Usaha Jasa Konstruksi di
Daerah Istimewa Yogyakarta)
Diajukan oleh :
M. Abelsea Oktanza
19/449731/PTK/12990
Manajemen Proyek Konstruksi
PROGRAM MAGISTER TEKNIK SIPIL
DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
NOVEMBER 2019
ii
DAFTAR ISI
Halaman Sampul.......................................................................................................i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
DAFTAR TABEL...................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR...............................................................................................v
Abstrak....................................................................................................................vi
Abstract..................................................................................................................vii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
1.1 Latar Belakang.............................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................2
1.3 Tujuan Penelitian........................................................................................2
1.4 Manfaat Penelitian......................................................................................2
1.5 Keaslian Penelitian......................................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................4
2.1 Literature Review........................................................................................4
BAB III LANDASAN TEORI.................................................................................7
3.1 Institutional Theory.....................................................................................7
3.2 Coercive Pressure.......................................................................................7
3.3 Normative Pressure....................................................................................7
3.4 Mimetic Pressure........................................................................................7
3.5 Construction Waste.....................................................................................8
3.6 Pengelolaan limbah konstruksi..................................................................8
BAB IV METODE PENELITIAN........................................................................10
4.1 Populasi dan Sampel.................................................................................10
4.2 Variabel Penelitian....................................................................................10
4.3 Metode Analisis Data...............................................................................11
4.3.1 Analisis Statistik Deskriptif...........................................................11
4.3.2 Uji Validitas.....................................................................................11
4.3.3 Uji Reliabilitas.................................................................................11
4.3.4 Uji T Statistik..................................................................................12
4.4 Lokasi dan Waktu Penelitian...................................................................12
iii
4.5 Jadwal Penelitian.......................................................................................12
4.6 Diagram Alir Penelitian............................................................................13
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................14
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 4. 1 Jadwal penelitian..................................................................................12
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3. 1 Hierarki manajemen limbah..............................................................9
Gambar 4. 1 Bagan alur penelitian.......................................................................13
vi
Abstrak
Dunia konstruksi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Kebutuhan akan pembangunan gedung terus meningkat. Dalam pelaksanaannya,
limbah konstruksi tidak dapat dihindari. Maka pengelolaan limbah material
konstruksi dibutuhkan untuk mereduksi resiko biaya maupun lingkungan. Oleh
karena itu perlu dilakukan studi empiris terkait pengelolaan limbah konstruksi di
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendapatkan bukti
empiris pengaruh coercive pressure, normative pressure, mimetic pressure
terhadap penerapan reduce, reuse, recycle limbah konstruksi.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melakukan survey
menggunakan kuesioner kepada kontraktor di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis
data neggunakan analisis statik deskriptif. Pengujian menggunakan uji validitas,
uji reliabilitas, dan uji T.
vii
Abstract
Construction in Indonesia is experiencing quite rapid development. The
need for building construction continues to increase. In practice, construction
waste cannot be avoided. Then the management of construction material waste is
needed to reduce the risk of costs and the environment. Therefore it is necessary
to do an empirical study related to the management of construction waste in the
Special Region of Yogyakarta.
This study aims to analyze and obtain empirical evidence of the influence of
coercive pressure, normative pressure, mimetic pressure on the application of
reduce, reuse, and recycle construction waste.
The method used in this study was to conduct a survey using a
questionnaire to contractors in the Special Region of Yogyakarta. Sampling using
simple random sampling method. Data analysis uses descriptive static analysis.
Tests using validity, reliability, and T tests.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunia konstruksi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat,
ditandai dengan anggaran infrastruktur APBN yang dialokasikan pada tahun 2019
sebesar 415 Triliun, sedangkan pada tahun 2015 sebesar 256,1 Triliun.
Pembangunan infrastruktur digenjot sehingga dilakukan percepatan di daerah-
daerah. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, kebutuhan akan hunian juga tiap taun
bertambah, ditandai dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 adalah 3.762.167
jiwa, sedangkan pada tahun 2019 adalah 3.842.932 jiwa. Berdasarkan data
tersebut, kebutuhan akan pembangunan gedung di Yogyakarta terus meningkat.
Dalam suatu proyek pembangunan gedung, material adalah salah satu komponen
dalam menentukan besarnya biaya suatu pekerjaan. Oleh karena itu, pengelolaan
material konstruksi sangat diperlukan. Namun dalam pelaksanaannya, limbah
konstruksi tidak dapat dihindari.
Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, masalah yang sering ditemui adalah
penanganan limbah konstruksi. Hadut dan Koesmargono (2018) menyebutkan
bahwa ada beberapa penyebab terjadinya suatu construction waste di Yogyakarta,
yaitu perubahan desain, kuantitas taksiran yang salah, kurangnya manajemen
dalam penyimpanan bahan material, kesalahan dalam penanganan bahan material,
penggunaan bahan material yang salah, otoritas pemerintah, perubahan pesanan.
Menurut Putra et al. (2018) jenis sisa material yang paling sering terjadi pada
proyek konstruksi Gedung bertingkat diurut dari ranking tertinggi adalah kayu
bekisting, besi tulangan, cat, keramik, gypsum board dan kalsiboard, bata dan
batako, semen, koral, serta pasir.
Menurut Enshassi et al. (2009) material konstruksi berkontrubusi besar pada
biaya proyek konstruksi, oleh karena itu, limbah material memberi dampak
negatif pada biaya konstruksi, dan keuntungan kontraktor. Selain itu, menurut
Devia et al. (2010) sisa material konstruksi juga berpengaruh kepada lingkungan.
Dalam pengelolaan limbah kosntruksi, pada dasarnya haruslah melewati tahapan
1
2
reduce, reuse, recycle terlebih dahulu sebelum akhirnya limbah konstruksi dapat
dibuang pada tempat pembuangan akhir (disposal) (Widhiawati et al., 2018). Di
Indonesia penanganan limbah konstruksi masih sangatlah minim, limbah
dianggap sampah yang tidak berguna sehingga langsung dibuang ke tempat
pembuangan akhir tanpa proses penanganan limbah kosntruksi yang baik.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang kajian
pengelolaan limbah konstruksi di Daerah Istimewa Yogyakarta ditinjau dari
institutional theory. Kemudian variabel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah coercive pressure, normative pressure, dan mimetic pressure.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah coercive pressure berpengaruh terhadap penerapan reduce, reuse,
recycle limbah konstruksi?
2. Apakah normative pressure berpengaruh terhadap penerapan reduce, reuse,
recycle limbah konstruksi?
3. Apakah mimetic pressure berpengaruh terhadap penerapan reduce, reuse,
recycle limbah konstruksi?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjawab dan membahas
permasalahan yang sudah dirumuskan, antara lain:
1. Untuk menganalisis dan mendapatkan bukti empiris pengaruh coercive
pressure terhadap penerapan reduce, reuse, recycle limbah konstruksi.
2. Untuk menganalisis dan mendapatkan bukti empiris pengaruh normative
pressure terhadap penerapan reduce, reuse, recycle limbah konstruksi.
3. Untuk menganalisis dan mendapatkan bukti empiris pengaruh mimetic
pressure terhadap penerapan reduce, reuse, recycle limbah konstruksi.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
3
1. Sebagai informasi mengenai penerapan pengelolaan limbah konstruksi di
Daerah Istimewa Yogyakarta.
2. Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang akan mendalami waste
material.
3. Sebagai pertimbangan dalam pembuatan regulasi tentang pengelolaan waste
material khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.
1.5 Keaslian Penelitian
Adapun penelitian terdahulu yang tentang waste material adalah sebagai berikut:
1. Hadut dan Koesmargono (2018) meneliti tentang “Kajian Identifikasi
Penyebab Construction Waste pada Kontraktor Di Daerah Yogyakarta dan
Kupang”. bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya
construction waste, mengkaji penanganan sisa material yang akhirnya akan
menjadi construction waste, dan mengkaji apakah terdapat perbedaan cara
pengelolaan construction waste antara Kontraktor Yogyakarta dan
Kontraktor Kupang.
2. Putra et al. (2018) meniliti tentang “Penanganan Waste Material pada
Proyek Konstruksi Gedung Bertingkat” bertujuan untuk menganalisis jenis
sisa material yang sering ditimbulkan dari proses pelaksanaan proyek
konstruksi Gedung bertingkat, menganalisis bentuk penanganannya yang
sudah dilakukan saat ini oleh pihak proyek, dan merumuskan upaya untuk
meminimalkan dan menangani sisa material pada proyek konstruksi gedung
bertingkat di Bali.
3. Sarhan et al. (2014) meniliti tentang “Institutional Waste Within the
Construction Industry : an Outline” bertujuan untuk berkontribusi pada
pemahaman tentang limbah dalam konstruksi dan menjelaskan sejumlah
peraturan, norma dan rutinitas, yang diterima begitu saja dan menghambat
efisiensi dan upaya perbaikan dalam konstruksi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Literature Review
Terdapat penelitian terhadulu tentang waste construction. Hadut dan
Koesmargono (2018) dalam penelitiannya yang berjudul “Kajian Identifikasi
Penyebab Construction Waste pada Kontraktor Di Daerah Yogyakarta dan
Kupang” bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya construction
waste, mengkaji penanganan sisa material yang akhirnya akan menjadi
construction waste, dan mengkaji apakah terdapat perbedaan cara pengelolaan
construction waste antara Kontraktor Yogyakarta dan Kontraktor Kupang. Dari
penelitian tersebut didapatkan bahwa dari kategori “Desain dan Dokumen”,
terlihat bahwa “Perubahan desain” merupakan faktor yang paling berpengaruh
terhadap penyebab terjadinya limbah konstruksi di daerah Yogyakarta. Dari
katergori yang kedua yaitu “Pengadaan bahan”, diketahui bahwa “Kuantitas
taksiran yang salah” merupakan faktor penyebab limbah konstruksi yang paling
berpengaruh untuk daerah Yogyakarta. Kategori “Pengelolaan Material di Lokasi”
menunjukan bahwa “Kurangnya manajemen dalam penyimpanan bahan material”
merupakan faktor utama penyebab limbah konstruksi di daerah Yogyakarta. Pada
kategori keempat “Penanganan, Penyimpanan dan Transportasi Material”,
“Kesalahan dalam penanganan bahan material” merupakan faktor yang sangat
berpengaruh terhadap penyebab terjadinya limbah konstruksi di daerah
Yogyakarta. Untuk kategori selanjutnya, yaitu “Eksekusi saat di lapangan”, dapat
dilihat bahwa untuk daerah Yogyakarta, faktor yang paling berpengaruh adalah
“Kurangnya subkontraktor terampil”. Untuk ketegori “Kondisi Lingkungan”,
“Otoritas pemerintah” merupakan faktor utama penyebab limbah konstruksi di
daerah Yogyakarta. Untuk kategori yang terakhir, yaitu “Pengawasan saat di
lapangan”, “Perubahan pesanan” merupakan faktor utama penyebab limbah
konstruksi di daerah Yogyakarta.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Putra et al. (2018) pengelolaan
limbah konstruksi dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah Reduce,
4
5
Reuse, Recycle. langkah-langkah reduce yang dapat diambil dalam
mengembangkan program Construction Waste Minimization adalah:
1. Merencanakan metode konstruksi yang tepat dan mengoptimalkan
penggunaan material.
2. Merencanakan tindakan pencegahan material dengan membuat tempat
penyimpanan material yang tahan terhadap cuaca dan melakukan perbaikan-
perbaikan jika diperlukan, serta menentukan letak material di dalam tempat
penyimpanan untuk mencegah kerusakan material.
3. Mencegah sisa material di lokasi proyek pada saat pelaksanaan.
4. Membeli material konstruksi yang tidak menghasilkan sampah konstruksi.
5. Membuat catatan hasil penghematan dan biaya pencegahan sisa material.
Reuse menurut Putra et al. (2018) adalah suatu tindakan menggunakan
material konstruksi dalam bentuk yang sama di lokasi proyek. Tindakan yang
dapat diambil dalam menggunakan kembali sisa material adalah:
1. Mengidentifikasi sisa material yang masih baru dan material konstruksi
yang dapat dipindahkan atau dipisahkan tanpa terjadi kerusakan, untuk
digunakan kembali.
2. Merencanakan untuk perlindungan, penanganan, penyimpanan, atau
memindahkan material-material yang reusable.
3. Mendiskusikan ide-ide untuk melakukan reuse kepada kontraktor, pemilik
atau desainer.
4. Meminta subkontraktor untuk menggunakan kembali sisa material
konstruksi.
Recycle menurut Putra et al. (2018) adalah suatu proses daur ulang sisa
material/ sampah dari lokasi proyek ke pabrik, sehingga menjadi suatu produk
baru yang berguna dan bernilai jual. Tindakan untuk mendaur ulang sisa material
konstruksi yaitu:
1. Menentukan target minimal yang dicapai dalam mendaur ulang sisa material
bangunan. Target tersebut didasarkan dari berat atau volume material sisa.
2. Pada saat prakualifikasi, memasukkan persyaratan mengenai pengalaman
kontraktor dalam mengurangi sisa material. Kemudian menentukan
6
kontraktor berdasarkan suatu track record dari prestasi terakhir yang terlihat
dalam perencanaan pengelolaan sisa material dan dokumentasi dari tingkat
recycle pada proyek sebelumnya.
3. Mengidentifikasi dan mendaftar material konstruksi yang dapat didaur
ulang.
4. Merencanakan Teknik untuk perlindungan, penanganan, penyimpanan, atau
pemindahan material-material yang recycleable.
5. Menjadwal untuk mendaur ulang sisa material konstruksi.
6. Memilih sisa material yang bernilai jual kembali yang tinggi seperti kawat
tembaga dan material berbahan logam lainnya.
BAB III
LANDASAN TEORI
3.1 Institutional Theory
Menurut Roen (2011) teori institusional atau teori kelembagaan core idea-
nya adalah terbentuknya organisasi oleh karena tekanan lingkungan institusional
yang menyebabkan terjadinya institusionalisasi. Tekanan yang muncul dalam
organinsasi menimbulkan tiga mekanisme perubahan yang disebut sebagai
institutional isomorphism yaitu coercive, normative, dan mimetic (Di Dimaggio
dan Powell, 1983).
3.2 Coercive Pressure
Coercive pressure dalam Dimaggio dan Powell (1983) merupakan proses
penyesuaian terkait dengan tekanan formal yang bersifat “pemaksaan” kepada
organisasi untuk melakukan perubahan. Brignall dan Modell (2000) menyebutkan
faktor utama dari coercive pressure adalah pengaruh politik dan legitimasi,
dimana pemerintah pusat dalam system desentralisasi biasanya memiliki kekuatan
coercive yang lebh besar di atas pemerintah daerah.
3.3 Normative Pressure
Dalam Dimaggio dan Powell (1983) disebutkan bahwa normative pressure
merupakan tekanan yang berasal dari profesionalisasi membangin basis kognitif
dan legitimasi untuk otonomi organisasi. Tekanan normative muncul sebagai
konsekuensi dari profesionalisme di sebuah organisasi tertentu.
3.4 Mimetic Pressure
Dalam Dimaggio & Powell (1983) mimetic isomorphism merupakan
tindakan yang dilakukan oleh suatu organisasi dengan meniru standar praktik dan
kebijakan yang digunakan oleh organisasi public lain. Ketika teknologi organisasi
kurang dipahami, ketika tujuan ambigu, atau ketika kondisi menciptakan
ketidakpastian lingkungan yang simbolik, organisasi mungkin menjadikan diri
mereka sebagai model yang sama seperti organisasi lain dan juga menjadi alasan
yang kuat untuk mendorong imitasi (Di Dimaggio & Powell, 1983).
7
8
3.5 Construction Waste
Menurut Tchobanoglous et al. (1976) dalam Devia et al. (2010)
construction waste adalah sisa material konstruksi yang berasal dari pembangunan
atau renovasi bangunan milik pribadi, komersil dan struktur lainnya.
Dalam UU No. 8 Tahun 2008 Pasal 22 Ayat 1 disebutkan bahwa kegiatan
penanganan sampah meliputi:
a. Pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai
dengan jenis, jumlah, dan/ atau sifat sampah.
b. Pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah dari
sumber sampah ke tempat penampungan semenara atau tempat pengolahan
sampah terpadu.
c. Pengangkutan dalam bentuk membawa sampah dari sumber dan/ atau dari
tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan
sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir.
d. Pengolahan dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah
sampah.
e. Pemrosesan akhir sampah dalam bentuk pengembalian sampah dan/ atau
residu hasil pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman.
3.6 Pengelolaan limbah konstruksi
Menurut Peng, et al. (1995) dalam Suprapto (2009) hierarki pengolahan
limbah konstruksi adalah:
1. Reduction, merupakan cara terbaik dan efisien dalam meminimasi limbah
yang dihasilkan. Secara tidak langsung, zat-zat berbahaya akan berkurang
sehingga biaya-biaya pengelolaan limbah beracun dan berbahaya akan
berkurang.
2. Reuse, adalah pemindahan kegunaan suatu barang ke kegunaan lain.
Merupakan cara yang baik setelah reduction, karena meminimasi dari
proses pelaksanaannya dan energi yang digunakan dalam pelaksanaannya.
3. Recycling, adalah pemrosesan ulang material lama menjadi material baru.
Merupakan cara yang tidak menghasilkan barang baru tetapi juga
9
menguntungkan dari segi ekonomi, karena barang tersebut dapat dijual
kembali.
4. Landfillilng, adalah pilihan terakhir yang dapat dilakukan dalam
pengelolaan limbah yakni pembuangan ketempat penampungan akhir.
Landfilling dilakukan hanya bila alternatif-alternatif yang lain sudah tidak
dapat dilakukan.
Gambar 3. 1 Hierarki manajemen limbah
Sumber : Suprapto (2009)
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1 Populasi dan Sampel
Populasi menurut Riadi (2016) adalah sebuah wilayah atau tempat objek/
subjek yang diteliti, baik orang, benda, kejadian, nilai maupun hal-hal lain yang
memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu untuk mendapatkan sebuah
informasi. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kontraktor di
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Riadi (2016) juga mendefinisikan sampel sebagai sebagian anggota/ elemen
dari populasi yang mewakili karakteristik populasi. Pemilihan sampel dalam
penelitian ini dilakukan dengan metode simple random sampling, yaitu
pengambilan sampel dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada.
Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan metode survei dimana menurut
Riadi (2016), metode ini merupakan pengumpulan data primer. Data primer
adalah data informasi yang diperoleh tangan pertama yang dikumpulkan secara
langsung dari sumbernya. Kuesioner akan dibagikan secara langsung kepada
pemiliki Badan Usaha Jasa Konstruksi.
4.2 Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:
1. Variabel bebas, adalah sebab yang dipandang sebagai penyebab kemunculan
variabel terikat. (Kerlinger, 2002 dalam Riadi, 2016). Variabel bebas yang
digunakan dalam penelitian ini adalah coercive pressure, normative
pressure, dan mimetic pressure.
2. Variabel terikat, adalah yang dipandang (atau diduga) sebagai akibat
(Kerlinger, 2002 dalam Riadi, 2016). Variabel terikat yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penerapan reduce, reuse, dan recycle pada limbah
konstruksi.
10
11
4.3 Metode Analisis Data
4.3.1 Analisis Statistik Deskriptif
Menurut Ronald E. Walpole (2001) dalam Riadi (2016) statistik deskriptif
adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu
gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna.
4.3.2 Uji Validitas
Validitas menunjukkan seberapa nyata suatu pengujian mengukur apa yang
seharusnya diukur. Uji validitas dilakukan dengan menghitung korelasi antara
masing-masing pernyataan terhadap skor total menggunakan rumus korelasi
Pearson product moment dengan Persamaan 3.2 sebagai berikut:
N ∑ xy−∑ x ∑ y
r xy = ..............................................................(Persamaan 3.2)
√¿ ¿ ¿
Dimana :
N= Jumlah Respinden
X= Skor Pertanyaan
Y= Skor Total
Hasil Perhitungan validitas soal atau disebut r xy selanjutnya dibandingkan
dengan table r dengan taraf signifikasi 10%. Jika r xy >r tabel maka kuisioner yang
diuji coba dapat dikatakan valid. Jika r xy ≤ r tabel maka item pada kuisioner yang
diuji coba dapat dikatakan invalid atau tidak valid.
4.3.3 Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah tingkat seberapa besar suatu pengukur mengukur dengan
stabil dan konsisten. Uji yang akan dilakukan untuk menghitung reliabilitas dari
kuisioner sebagai alat pengukur yang telah disusun adalah menggunakan metode
Cronbach’s Alpha seperti pada persamaan 3.3 sebagai berikut:
[ ][ ∑ Si
]
2
K
a= 1− 2
..................................................................(Persamaan 3.3)
K−1 St
Dimana:
a = Koefisien reliabilitas
12
K = jumlah variabel bebas dalam persamaan
Si = varian skor item
St = varian total
Hasil Perhitungan validitas soal atau disebut r hitung selanjutnya dibandingkan
dengan table r dengan taraf signifikasi 10%. Jika r hitung >r tabel maka kuisioner yang
diuji coba dapat dikatakan reliabel. Jika r hitung ≤r tabel maka item pada kuisioner
yang diuji coba dapat dikatakan tidak reliabel.
4.3.4 Uji T Statistik
Uji T pada dasarnya menunjukkan keeratan satu variabel penjelas/ independent
secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat/ dependen (Riadi,
2016).
4.4 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi yang
ditinjau adalah Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul,
Kabupaten Gunung Kidul, dan Kota Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan pada
bulan Desember 2019 hingga Januari 2020.
4.5 Jadwal Penelitian
Adapun jadwal penelitian yang akan dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4. 1 Jadwal penelitian
Bulan
N
Kegiatan Nov' 19 Des' 19 Jan' 20 Feb' 20
o
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Studi literatur
2 Penyusunan proposal
3 Seminar proposal
4 Pengumpulan data
Pengolahan dan analisis
5 data
6 Penyusunan laporan
7 Perbaikan laporan
13
4.6 Diagram Alir Penelitian
Adapun metode penelitian yang akan dilakukan secara jelas dapat dilihat pada
Gambar 4.1.
Gambar 4. 1 Bagan alur penelitian
14
DAFTAR PUSTAKA
Brignall, S., & Modell, S. (2000). An institutional perspective on performance
measurement and management in the ‘ new public sector .’ (June 1999),
281–306. [Link]
Devia, Y. P., Unas, S. E., Safrianto, R. W., Nariswari, W., Sipil, J. T., Teknik, F.,
& Malang, U. B. (2010). Identifikasi Sisa Material Konstruksi Dalam Upaya.
4(3), 195–203.
Dimaggio, P. J., & Powell, W. W. (1983). THE IRON CAGE REVISITED :
INSTITUTIONAL ISOMORPHISM AND COLLECTIVE RATIONALITY IN
ORGANIZATIONAL FIELDS *. 48(2), 147–160.
Enshassi, A., Mohamed, S., & Abushaban, S. (2009). Factors affecting the
performance of Construction projects in the Gaza Strip. Journal of Civil
Engineering and Management, 15(3), 269–280.
[Link]
Hadut, A. M., & Koesmargono, K. (2018). Kajian Identifikasi Penyebab
Construction Waste pada Kontraktor Di Daerah Yogyakarta dan Kupang.
Jurnal Teknik Sipil, 25(3), 237. [Link]
Putu, I. G., Suartika, A., Dharmayanti, G. A. P. C., Diah, A. A., & Dewi, P.
(2018). Penanganan Waste Material Pada Proyek Konstruksi Gedung
Bertingkat Waste Material Handling in Building Construction Projects. 6(2),
176–185.
Riadi, D. E. (2016). STATISTIKA PENELITIAN (Analisa Manual dan IBM SPSS).
Roen, F. (2011). Teori Institusional (Institutional Theory) | Teori dan Perilaku
Organisasi. Retrieved November 12, 2019, from
[Link]
Sarhan, S., Pasquire, C., & King, A. (2014). Institutional waste within the
construction industry: An outline. 22nd Annual Conference of the
International Group for Lean Construction: Understanding and Improving
Project Based Production, IGLC 2014, 44(0), 895–906.
Suprapto, H. (2009). Studi Model Pengelolaan Limbah Konstruksi Dalam. 3, 20–
15
21.
Widhiawati, I. A. R., Astana, N. Y., & Indrayani, N. L. A. (2018). Kajian
Pengelolaan Limbah Konstruksi pada Proyek Pembangunan Gedung di Bali.
55–61.