0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan31 halaman

Proteksi Motor 3 Fasa di Kapal

Karya ilmiah ini membahas analisis sistem proteksi motor induksi 3 fasa terhadap gangguan unbalance voltage pada penggerak konveyor di atas kapal. Penelitian ini mengkaji sistem proteksi yang digunakan untuk melindungi motor dari gangguan unbalance voltage yang dapat merusak motor. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem proteksi yang digunakan adalah thermal overload relay yang dapat melindungi dari gangguan tegangan namun tidak dapat mendeteksi arus ber

Diunggah oleh

Muhammad Aditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
137 tayangan31 halaman

Proteksi Motor 3 Fasa di Kapal

Karya ilmiah ini membahas analisis sistem proteksi motor induksi 3 fasa terhadap gangguan unbalance voltage pada penggerak konveyor di atas kapal. Penelitian ini mengkaji sistem proteksi yang digunakan untuk melindungi motor dari gangguan unbalance voltage yang dapat merusak motor. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem proteksi yang digunakan adalah thermal overload relay yang dapat melindungi dari gangguan tegangan namun tidak dapat mendeteksi arus ber

Diunggah oleh

Muhammad Aditya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KARYA ILMIAH TERAPAN

ANALISA SISTEM PROTEKSI MOTOR 3 FASA TERHADAP


GANGGUAN UNBALANCE VOLTAGE PADA PENGGERAK
KONVEYOR DI ATAS KAPAL

Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan


Program Pendidikan dan pelatihan pelaut Diploma III

RIKI PRIYANTO
[Link].55/E
ELEKTRO PELAYARAN

PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN


POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
TAHUN 2020

i
PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : RIKI PRIYANTO
Nomer Induk Taruna : [Link].55/E
Program Diklat : Elektro Technical Officer
Menyatakan bahwa karya ilmiah terapan yang saya tulis dengan judul:

ANALISA SISTEM PROTEKSI MOTOR 3 FASA TERHADAP


GANGGUAN UNBALANCE VOLTAGE PADA PENGGERAK
KONVEYOR DI ATAS KAPAL

Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan
yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.
Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi
yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.

SURABAYA……...……………

RIKI PRIYANTO

ii
PERSETUJUAN SEMINAR

Judul : ANALISA SISTEM PROTEKSI MOTOR 3


FASA TERHADAP GANGGUAN
UNBALANCE VOLTAGE PADA
PENGGERAK KONVEYOR DI ATAS
KAPAL
Nama : RIKI PRIYANTO
Nomer Induk Taruna : [Link].55/E
Program Diklat : Elektro technical officer
Dengan ini di nyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan

SURABAYA, 2020
Pembimbing I Pembimbing II

Edi Kurniawan, [Link]., MT. Elly Kusumawati, S.H, M.H


Penata Muda Tk.I (III/b) Penata Tk.I (III/d)
NIP. 198312022019021001 NIP. 198111122005022001

Ketua Jurusan Elektro Pelayaran

Anak Agung Istri Sri Wahyuni,[Link].T, [Link]


Penata Tk.I (III/d)
NIP. 197812172005022001

iii
HALAMAN PENGESAHAN

ANALISA SISTEM PROTEKSI MOTOR 3 FASA TERHADAP


GANGGUAN UNBALANCE VOLTAGE PADA PENGGERAK
KONVEYOR DI ATAS KAPAL

Disusun dan Diajukan oleh:

RIKI PRIYANTO
NIT. [Link].55/E
Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Karya Ilmiah Terapan

Politeknik Pelayaran Surabaya

Pada Tanggal

Menyetujui:

Penguji I Penguji II Penguji III

Soleh Uddin, [Link],T.M.M Edi Kurniawan, [Link]., MT. Antony Damanik,S.E


Penata Muda Tk.I (III/d) Penata Muda Tk.I (III/b) Penata Tk.I (III/d)
NIP. 197311272008121002 NIP. 198312022019021001 NIP. 197509111997031005

Mengetahui:

Ketua Jurusan Elektro Pelayaran

Anak Agung Istri Sri Wahyuni,[Link].T, [Link]


Penata Tk.I (III/d)
NIP. 197812172005022001

iv
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat dan kuasanya
yang telah Tuhan berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah
terapan ini. Adapun karya ilmiah ini disusun guna memenuhi persyaratan untuk
menyelesaikan program pendidikan diploma III di Politeknik Pelayaran Surabaya
dengan mengambil judul analisa sistem proteksi motor 3 fasa terhadap gangguan
unbalance voltage pada penggerak konveyor di atas kapal.
Penulis sangat menyadari bahwa didalam karya ilmiah terapan ini masih
banyak terdapat kekurangan baik dalam hal penyajian materi maupun teknik
penulisannya, oleh karena itu penulis mengharapkan koreksi dan saran yang nanti
dapat digunakan untuk menyempurnakan proposal karya ilmiah terapan ini.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada:
1. Capt. Heru Susanto,[Link], selaku direktur Politeknik Pelayaran Surabaya.
2. Ibu Anak Agung Istri Sri Wahyuni, [Link].T,[Link] selaku ketua jurusan
elektro pelayaran dan Bapak Didik Dwi Suharso, [Link].T selaku Sekretaris
Jurusan Elektro.
3. Bapak Edi kurniawan, [Link]., MT. dan ibu Elly Kusmawati, S.H, M.H
selaku dosen pembimbing.
4. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan semangat dan doa.
5. Teman-teman taruna Politeknik Pelayaran Surabaya yang telah memberikan
semangat dan masukan.
Akhir kata penulis berharap semoga karya ilmiah terapan ini dapat bermanfaat bagi
pembaca pada umumnya dan bagi penulis khususnya. Semoga Tuhan Yang Maha
Esa senantiasa memberikan petunjuk dan lindungan dalam melakukan penelitian.

Surabaya.................... 2020

RIKI PRIYANTO

v
ABSTRAK

Riki Priyanto, Analisa Sistim Proteksi Motor 3 fasa terhadap gangguan unbalance

voltage pada penggerak konveyer di atas kapal. Dibimbing oleh Edi Kurniawan dan

Elly Kusumawati, SH, MH. Motor induksi 3 fasa di atas kapal memiliki peran yang

sangat penting dan banyak digunakan sesuai peranan dan fungsinya maka motor

induksi diharuskan bekerja dengan baik dan aman. Ada beberapa gangguan-

gangguan yang dialami pada motor induksi 3 fasa diatas kapal dan berpotensi

mengganggu kinerja fungsi motor bahkan dapat merusak motor itu sendiri

diantaranya yaitu unbalance voltage Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan

mengetahui bagaimana sistem proteksi pada motor induksi, Penelitian ini

dilaksanakan selama ± 12 bulan selama melaksanakan praktek laut di kapal. Data

diperoleh mengunakan 2 metode yaitu kuantitatif dan kualitatif, dari pengumpulan

data-data yang berhubungan dengan sistem proteksi motor induksi 3 fasa serta

gangguan unbalance voltage dan juga panduan manual book kapal, Hasil

penelitian ini menunjukan bahwa tipe gangguan pada motor induksi disebabkan

oleh tipe beban atau jumlah beban tiap fasanya tidak sama atau berbeda dan sistem

proteksi yang digunakan adalah dengan menggunakan thermal overload relay.

Proteksi ini dapat mengamankan gangguan yang berasa dari tegangan akan tetapi

sistem ini tidak bisa mengidentifikasi terjadinya arus berlebih yang terjadi pada

motor induksi 3 fasa

vi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i


PERNYATAAN KEASLIAN ............................................................................... ii
PERSETUJUAN SEMINAR ............................................................................... iii
HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iv
KATA PENGANTAR ........................................................................................... v
ABSTRAK ............................................................................................................ vi
DAFTAR ISI ........................................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. x
DAFTAR TABEL................................................................................................. xi
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
1.1 LATAR BELAKANG ................................................................................. 1
1.2 RUMUSAN MASALAH ............................................................................. 2
1.3 BATASAN MASALAH .............................................................................. 2
1.4 TUJUAN PENELITIAN ............................................................................. 3
1.5 MANFAAT PENELITIAN ......................................................................... 3
BAB II .................................................................................................................... 4
TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................................ 4
2.1 REVIEW PENELITIAN SEBELUMNYA ................................................ 4
2.2 LANDASAN TEORI ................................................................................... 6
2.2.1 PENGERTIAN TORSI ........................................................................... 6
2.2.2 MOTOR INDUKSI................................................................................. 7
2.2.3 PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI 3 FASA ..................................... 8
2.2.4 UNBALANCE VOLTAGE ..................................................................... 10
2.3 KERANGKA PENELITIAN.................................................................... 12
BAB III ................................................................................................................ 13
METODE PENELITIAN ................................................................................... 13
3.1 JENIS PENELITIAN ................................................................................ 13
vii
3.2 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN ................................................ 14
3.3 METODE PENGUMPULAN DATA ...................................................... 14
1. Metode Lapangan (Field Research) ....................................................... 14
3.4 JENIS DAN SUMBER DATA .................................................................. 15
1. Penelitian ................................................................................................ 15
2. Sumber data ............................................................................................ 15
3.5 LANGKAH – LANGKAH PENELITIAN ............................................. 16
1. Data collecting ....................................................................................... 17
2. Data Reduction ....................................................................................... 18
3. Data Display........................................................................................... 18
4. Conclusion and Verification ................................................................... 19
BAB IV ................................................................................................................. 20

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................................. 20

4.1 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN ................................... 20

4.1.1 Perusahaan ............................................................................................ 20

4.1.2 Tempat Penelitian ................................................................................. 20

4.1.3 Awak Kapal...........................................................................................21

4.1.4 Kronologi kejadian............................................................................... 21

4.2 ANALISA HASIL PENELITIAN .......................................................... 22

4.2.1 Berdasarkan Hasil Wawancara ............................................................. 22

4.2.2 Berdasarkan Hasil Observasi ................................................................ 23

4.3 PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN ................................................ 24

4.3.1 Faktor -Faktor Penyebab Unbalance voltage........................................24

4.3.2 Cara Kerja Sistem Proteksi Motor Induksi 3 fasa ................................. 24

4.4 TABEL PENELITIAN.............................................................................26

4.4.1 Tabel .....................................................................................................27

viii
BAB V................................................................................................................. 29

PENUTUP .......................................................................................................... 29

5.1 Kesimpulan .............................................................................................. 29

5.2 Saran ........................................................................................................ 29

DAFTAR PUSTAKA

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Konstruksi motor induksi 3 fasa ........................................................ 8

Gambar 2. 2 Prinsip Kerja Motor Induksi ............................................................... 9

Gambar 2. 3 Percent unbalance voltage ............................................................... 11

x
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1.1 Review Penelitian Sejenis .................................................................... 4


Tabel 3.1 Teknik Analisa Data Menurut Miles Dan Huberman ........................... 17

xi
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Motor induksi 3 fasa adalah suatu mesin listrik yang merubah energi

listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan

mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. Motor induksi 3 fasa

memiliki peran yang sangat penting di dunia industri, salah satunya adalah

induksi perkapalan. Motor induksi 3 fasa memiliki gangguan yang berpotensi

untuk mengganggu fungsi dan kerja motor atau bahkan merusak motor itu

sendiri (Admin, 2016). Macam-macam contoh gangguan seperti, gangguan

beban berlebih, arus berlebih, gangguan hubungan singkat ke badan kapal dan

gangguan ketidakseimbangan tegangan atau arus pada tiap fasa motor tersebut

yang sering disebut dengan unbalance voltage.

Unbalance voltage merupakan salah satu gangguan yang paling sering

terjadi di sistem listrik. Gangguan unbalance voltage adalah tegangan pada tiap

fasa tidak sama. Gangguan unbalance voltage terjadi karena variasi beban yang

terjadi pada motor dan beban satu fasa dengan fasa lain berbeda-beda.

Perbedaan tegangan pada tiap fasa tentunya akan berpengaruh pula pada arus

yang mengalir pada tiap fasanya. Selain itu akan timbul pula gangguan seperti

arus berlebih dan panas berlebih. Apabila timbul panas berlebih yang akan

terjadi adalah umur motor akan bertambah pendek karena isolasi pada winding

rusak, putaran dan torsi pada motor juga akan semakin turun. (E. C. Quispe,

2011).

1
2

Cara mencegah terjadinya gangguan unbalance voltage adalah dengan

memberikan sistem proteksi untuk melindungi peralatan yang ingin dijaga agar

gangguan tidak semakin luas. Dikarenakan pentingnya sistem proteksi, maka

pada penelitian ini menganalisis sistem proteksi motor 3 fasa terhadap

gangguan unbalance voltage pada penggerak konveyor di atas kapal.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas,dapat di rumuskan beberapa

permasalahan antara lain :

1. Apa faktor penyebab unbalance voltage pada motor induksi 3 fasa

penggerak konveyor di atas kapal?

2. Bagaimana cara kerja sistem proteksi motor induksi 3 fasa penggerak

konveyor di atas kapal?

1.3 BATASAN MASALAH

Agar penelitian ini lebih terarah, terfokus, dan tidak meluas, peneliti

membatasi penelitian pada :

1. Analisa penyebab ketidakseimbangan tegangan (unbalance voltage ) pada

motor 3 fasa penggerak konveyor di atas kapal.

2. Pengambilan data tentang torsi dan suhu dilakukan 6 jam sekali ketika

motor mulai bekerja.

3. Pengambilan data di lakukan secara wawancara dan mengecek langsung

dengan chief electrician.


3

1.4 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui :

1. Untuk mengetahui apa faktor penyebab unbalance voltage pada motor 3

fasa penggerak konveyor di atas kapal.

2. Untuk mengetahui cara kerja sistem proteksi motor induksi 3 fasa penggerak

konveyor di atas kapal.

1.5 MANFAAT PENELITIAN

Dengan adanya penelitan sistem proteksi motor 3 fasa terhadap gangguan

unbalance voltage pada penggerak konveyor di atas kapal, maka dapat

mengetahui penyebab terjadinya unbalance voltage sehingga dapat

mengetahui cara untuk mencegah tidak terjadi lagi gangguan unbalance

voltage.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 REVIEW PENELITIAN SEBELUMNYA

Pada setiap penelitian tentunya memiliki penelitian terdahulu. Bagian ini

dilakukan sebagai pembanding antara peneliti dengan penelitian sejenis yang

sebelumnya dan sebagai referensi untuk lebih baik kedepanya. Disini peneliti

review 3 penelitian sejenis sperti terdapat pada Tabel 2.1.1

Tabel 2.1.1 Review Penelitian Sejenis

NO NAMA TOPIK METODE HASIL PENELITIAN

1 I.P. Rancang bangun 1. Pengumpulan Sistem Pengaman


Sudiart, pengaman motor data yang dilakukan motor induksi 3 fasa
[Link] induksi 3 fasa adalah penentuan berbasis ATmega
jenis sensor 328 yang dirancang
Wijaya, terhadap
tegangan dan arus dapat mengamankan
I.G.A.P. unbalance voltage yang digunakan. motor induksi 3 fasa
Raka dan overload terhadap gangguan
Agung dengan sistem Pengujian dan
2. unbalance voltage
monitoring Pembahasan dan overload, sistem
Pengaman Motor ini dapat
Induksi 3 Fasa dikembangkan
Terhadap menjadi lebih
E-journal aplikatif dan
SPEKTRUM Vol. Gangguan universal dengan
2, No. 1 Maret Unbalance voltage menambahkan fitur
2015 dan Overload fitur yang bisa
dengan Sistem dirubah rubah seperti
Monitoring jenis jenis motor.
Berbasis
Mikrokontroler
ATmega 328.

4
5

2 Lesita Proteksi Motor dua jenis metode metode starting soft


Dewi Menggunakan starting yang akan start menghasilkan
Rizki Rele Thermal dianalisa, yaitu temperatur lebih
Wardai, dengan metode DOL dan tinggi meskipun arus
DedetC, Mempertimbangk soft starter. Analisis starting kecil tetapi
Riawan, an Metode yang dilakukan waktu steady satate
Dimas Starting pada kedua metode yang di perlukan
Anton starting adalah lebih lama dan pada
Asfani melihat langsung kenaikan temperatur
Jurnal Teknik karakteristik motor, motor terjadi saat
Pomits Vol. 1, beban, arus, dan starting awal yang
No. 1, (2013) 1-6 kapasitas thermal. dipengaruhi oleh
metode starting dan
pengukuran
temperatur motor
dapat dijadikan
parameter dalam
penentuan kapasitas
rele thermal.

3 Fajar Analisa Metode penelitian Penelitian ini


Septiant penurunan yang dilakukan menghasilkan
Achmad efisiensi motor adalah memantau penurunan efisiensi
Widodo induksi akibatdan menganalisa motor induksi pada
dan cacat pada cage penurunan efisiensi ketiga bearing yaitu
Nazarud ball bantalan motor induksi bearing normal non
din akibat kecacatan thermal, normal
Sinaga pada cageball thermal, dan dengan
Jurnal Teknik bantalan tanpa kecacatan cageball
Mesin S-1, Vol. 4, mempengaruhi mengalami
No. 4, Tahun 2015 pada proses motor penurunan
induksi yang
sedang berjalan.
6

2.2 LANDASAN TEORI

2.2.1 PENGERTIAN TORSI

Torsi adalah tenaga untuk menggerakkan, menarik atau

menjalankan sesuatu (pulling power), Satuan untuk torsi di

internasional adalah feet/Ibs, feet-pounds atau Newtonmeter (Nm),

Torsi di hasilkan dari jarak dan kekuatan. (Yono, 2017)

Pada perhitungnya bisa di kalikan tenaga dengan jarak Mesin dari

kendaraan menghasilkan torsi dan menggunakannya untuk

menggerakkan crankshaft jadi, torsi adalah tenaga yang digunakan

pada suatu jarak tertentu. Pada saat pembakaran di silinder mesin,

gasnya menciptakan tekanan pada piston. Tenaga itu ditransmisikan

dari piston ke penghubung lalu ke crakshaft. Perubahan jarak horizontal

ketika crankshaft berputar maka torsi juga berubah. Torsi (torque) pada

motor Secara umum torsi merupakan gaya yang digunakan untuk

menggerakan sesuatu dengan jarak dan arah tertentu. Rumusan torsi

dapat diturunkan menjadi :

τ=F.I

τ = Torsi (Torque), Newton meter (N.m)

F = Gaya penggerak,Newton (N)

I = jarak, meter (m)


7

2.2.2 MOTOR INDUKSI

Motor induksi 3 fasa merupakan salah satu cabang dari jenis

motor listrik yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak berupa

putaran yang mempunyai slip antara medan stator dan rotor dengan

sumber tegangan 3 fasa. Arus rotor motor ini bukan diperoleh dari suatu

sumber listrik, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat

adanya perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar

(Admin, 2016).

Motor induksi 3 fasa merupakan motor arus bolak-balik (AC)

yang paling banyak digunakan untuk keperluan dalam kelangsungan

proses suatu industri. Konstruksinya yang sederhana dan kuat

mendasari alasan keluasan pemakaianya. Dengan menggunakan motor

induksi 3 fasa, banyak hal yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah

dengan membalik arah putarannya sesuai dengan yang diinginkan. Cara

yang sering dilakukan dalam pembalikan arah putaran adalah dengan

menukar salah satu fasa dengan fasa yang lainnya yang terhubung pada

lilitan stator motor.

Motor induksi 3 fasa berputar pada kecepatan yang pada dasarnya

adalah konstan. Kecepatan putaran motor ini dipengaruhi oleh

frekuensi, dengan demikian pengaturan kecepatan tidak dapat dengan

mudah dilakukan terhadap motor ini, namun motor induksi 3 fasa

merupakan jenis motor listrik yang paling banyak digunakan pada

dunia industri karena sesuai kebutuhan dan memiliki banyak

keuntungan.
8

Gambar 2. 1 Konstruksi motor induksi 3 fasa (Anshor, 2013)

2.2.3 PRINSIP KERJA MOTOR INDUKSI 3 FASA

Prinsip kerja dari motor listrik 3 fasa ini sebenarnya sangat

sederhana. Bila sumber tegangan 3 fasa dialirkan pada kumparan stator,

maka akan timbul medan putar dengan kecepatan tertentu. Besarnya

kecepatan tersebut dapat diukur menggunakan sebuah rumus Ns = 120

f/P. sementara itu, Ns adalah kecepatan putar, f adalah frekuensi

sumber, dan P adalah kutub motor.

Perlu diketahui bahwa medan putar stator akan memotong batang

konduktor yang ada pada rotor, sehingga pada batang konduktor dari

rotor akan muncul GGL induksi. GGL akan menghasilkan arus (I) serta

gaya (F) pada rotor. Agar GGL induksi timbul, diperlukan perbedaan

antara kecepatan medan putar yang ada pada stator (ns) dengan

kecepatan berputar yang ada pada rotor (nr).


9

Gambar 2. 2 Prinsip Kerja Motor Induksi (Anshor, 2013)

Perbedaan kecepatan antara stator dan rotor disebut slip (s) yang

dapat dinyatakan dengan rumus s= (ns – nr) / ns. Apabila nr = ns, maka

GGL induksi tidak akan timbul, dan arus tidak akan mengalir pada

batang konduktor (rotor), dengan demikian tidak dihasilkan kopel.

Berdasarkan cara kerja tersebut, motor 3 fasa juga dapat disebut sebagai

motor tak serempak atau motor asinkron.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari motor listrik 3 fasa:

Kelebihan

1. Konstruksi motor terbilang sangat kuat dan sederhana

2. Harga motor relatif murah dengan ketahanan tinggi

3. Efesiensi relatif tinggi pada saat keadaan normal

4. Biaya pemeliharaan relatif rendah

Kekurangan

1. Kecepatan sulit dikontrol

2. Arus start besar, yakni 5 sampai 7 kali dari arus nominal


10

2.2.4 UNBALANCE VOLTAGE

Unbalance voltage artinya voltage yang tersedia di ketiga

fasanya tidak sama, ini dapat terjadi di sistem distribusi dimana saja. Ini

dapat menimbulkan problem serius pada motor dan peralatan listrik

dengan sistem induksi tiga fasa. Memang kondisi balance secara

sempurna tidak akan pernah tercapai, namun harus diminimalkan.

(Seomarno, 2008)

Kondisi unbalance lebih sering di sebabkan oleh variasi dari

beban. Ketika beban satu fasa dengan fasa lain berbeda, maka saat

itulah kondisi unbalance terjadi. Hal itu mungkin di sebabkan oleh

impendansi, tipe beban, atau jumlah beban berbeda satu fasa dengan

fasa lain. Misal satu fasa dengan beban motor satu fasa, fasa lain dengan

heater dan satunya dengan beban lampu atau kapasitor. Unbalance

voltage pada motor mendapatkan suplay power yang tegangannya tidak

seimbang akan menyebabkan tidak seimbangnya arus yang mengalir

menuju belitan stator motor. Meskipun persentase ketidakseimbangan

tegangan tersebut kecil (Percent Ubalance voltage) namun

menimbulkan persentase ketidakseimbangan arus yang mengalir ke

belitan stator Motor menjadi besar, sehingga dapat meningkatkan

kenaikan temperatur motor yang pada akhirnya bisa menyebabkan

gangguan pada motor. Sebaiknya tegangan yang diinputkan ke motor

harus secara merata, jika tegangan tidak seimbang (Unbalance

voltage), hal ini juga akan menyebabkan penurunan daya motor yang

sebanding dengan persentase ketidakseimbangan tegangan daya motor


11

yang sebanding dengan persentase ketidakseimbangan tegangan suplay

tersebut, seperti grafik pengaruh unbalance voltage terhadap penurunan

daya motor

Gambar 2. 3 Percent Unbalance voltage (Seomarno, 2008)

Kinerja motor ketika terjadi Unbalance voltage :

a. Karakteristik Torsi : Tegangan tidak seimbang akan

mengurangi nilai lock rotor motor dan torsi motor tersebut.

b. Karakteristik Full-load Speed : Tegangan tidak seimbang akan

mengakibatkan sedikit penurunan terhadap parameter Full-

load-Speed motor tersebut.

c. Arus Motor : Tegangan tidak seimbang (unbalance voltage)

akan mengikbatkan ketidakseimbangan 6 sampai 10 kali pada

arus motor beban penuh.

d. Temperatur : Dari hasil penelitian dan pengalaman di lapangan

persentase tegangan tidak seimbang (Percent Unbalance

voltage) sampai 3,5% akan menyebabkan kenaikan temperatur

motor sampai 25%.


12

2.3 KERANGKA PENELITIAN.

Berikut kerangka berpikir pada penelitian ini :

Mulai

a) Faktor penyebab unbalance voltage pada


motor induksi 3 fasa
b) Cara kerja sistem proteksi motor induksi 3 fasa

Pengambilan data torsi, tegangan


serta wawancara

Belum

Pengambilan
data sudah
sesuai

Sudah

Analisa data

Kesimpulan

Selesai

Gambar 2.4 Kerangka Penelitian.


BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 JENIS PENELITIAN

Penelitian mengunakan dua metode yaitu kuantitatif dan kualitatif,

kualitatif adalah sebuah metode penelitian dengan menggunakan data yang

menggambarkan sesuatu dari ucapan dan tulisan serta sikap dan perilaku dari

beberapa orang yang dijadikan objek penelitian tersebut. Kemudian dari

metode yang telah dilakukan ini akan dibuat sebuah kesimpulan untuk

menjelaskan mengenai ucapan dan tulisan dari objek yang telah diteliti.

Metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif secara umum

dikelompokkan ke dalam dua jenis cara, yaitu teknik yang bersifat interaktif

dan non-interaktif. Metode interaktif meliputi interview dan observasi

berperan serta, sedangkan metode noninteraktif meliputi observasi tak berperan

serta, teknik kuesioner, mencatat dokumen, dan partisipasi tidak berperan.

Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang

spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak

awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan

penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan

angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta

penampilan dari hasilnya

Alasan peneliti mengunakan Mixed method karena agar peneliti

memiliki keleluasaan mengunakan metode untuk meneliti masalah yang terjadi

di kapal.

13
14

3.2 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

Tempat peneliti di laksanakan diatas kapal [Link] ISKANDAR 1,

Waktu penelitian di lakukan pada saat peneliti melakukan pelayaran selama 12

bulan.

3.3 METODE PENGUMPULAN DATA

Data dan informasi yang diperlukan untuk penulisan proposal

penelitian ini dikumpulkan melalui :

1. Metode Lapangan (Field Research)

Penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan peninjauan

langsung pada obyek yang diteliti, Data dan informasi dikumpulkan melalui

a. Observasi

Observasi adalah metode pelengkap, teknik observasi digunakan

dengan maksud untuk mendapatkan atau mengumpulkan data secara

langsung mengenai gejala-gejala tertentu dengan melakukan pengamatan

serta mencatat data yang berkaitan dengan pokok masalah yang diteliti.

Observasi yang peneliti lakukan adalah dengan mengadakan pengamatan

langsung sewaktu peneliti akan melaksanakan praktek laut, Pada saat

pengumpulan data peneliti melaksanakan pengukuran tegangan, torsi dan

suhu panas pada motor, pengamatan dilakukan pada saat satu jam sekali

pengecekan ketika motor bekerja untuk menghasilkan data yang diperoleh.


15

b. Wawancara

Mengadakan tanya jawab secara langsung dengan perwira kapal yaitu

melakukan wawancara dengan electrician dikapal.

2. Tinjauan Kepustakaan (Library Research)

Penelitian yang dilakukan dengan cara membaca dan

mempelajari literatur, buku-buku dan tulisan-tulisan yang berhubungan

dengan masalah yang dibahas, untuk memperoleh landasan teori yang akan

digunakan dalam membahas masalah yang diteliti.

3.4 JENIS DAN SUMBER DATA

Untuk menunjang kelengkapan pembahasan dari penulisan ini, maka

penulis memperoleh informasi dari data dan sumber sebagai berikut :

1. Jenis Penelitian

Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dan kualitatif

pada penelitian kualitatif data yang diperoleh peneliti didapatkan langsung

dari wawancara melalui pertanyaan yang menyangkut pada masalah yang

terjadi pada kinerja alat tenaga listrik baik itu pada saat mengalami situasi

darurat maupun dalam keadaan normal. Sedangkan jenis penelitian kuantitatif

memperoleh data secara langsung pada pengecekan motor listrik untuk

memastikan data yang diperoleh dengan akurat.

2. Sumber data

a. Data primer

Data ini merupakan data yang diperoleh saat mengadakan wawancara

dengan perwira mengenai masalah yang terjadi pada hasil penelitian yang
16

dilakukan ketika memeriksa atau menganalisa sistem proteksi motor induksi

3 fasa yang mengalami gangguan unbalance voltage

b. Data sekunder

Data ini merupakan data yang diperoleh dari hasil observasi pada saat

melakukan pengambilan data dan didukung oleh tinjauan pustaka dan

manual book yang ada hubungannya dengan masalah dan merupakan data

pelengkap dari data primer yang didapat dari wawancara serta hal-hal lain

yang berhubungan dengan penelitian ini.

3.5 LANGKAH – LANGKAH PENELITIAN

Kegiatan penelitian direncanakan pada saat peneliti mengadakan

praktek laut selama 12 bulan. Selanjutnya peneliti memulai identifikasi

masalah yang ada dan menetapkan apa yang menjadikan tujuan dan masalah

yang peneliti temui, maka peneliti dapat menentukan metode penelitian yang

sesuai dari apa yang di peroleh sesuai dengan langkah-langkah diatas, maka

peneliti dapat mengumpulkan data yang berkaitan dengan penelitian yang

dilakukan. Data yang telah diperoleh diolah sesuai dengan metode yang

peneliti telah tetapkan dari awal sebelum melakukan pengumpulan data yang

telah di olah kemudian peneliti analisis, hasil yang diperoleh dengan

membandingkan hasil dari teori yang peneliti gunakan. Dari hasil perhitungan

yang peneliti analisa kemudian membuat pembahasan mengenai hal tersebut.

Setelah semuanya telah dianggap selesai, maka kita dapat menarik

sebuah kesimpulan dari apa yang telah di analisis dan dibahas. Kemudian kita

juga memberikan saran apa yang sesuai dengan apa yang kita simpulkan, dan
17

ini dapat merupakan bahan masukan tentang prinsip kerja keselamatan dan

prosedur-prosedur apa yang dilakukan saat terjadi kecelakaan diatas kapal.

Dan dapat membuat keputusan atau tindakan yang harus di ambil saat terjadi

situasi bahaya di atas kapal. Barulah langkah-langkah ini dianggap selesai.

Tujuan dari metode ini adalah pemahaman secara luas dan mendalam

terhadap suatu permasalahan secara mendalam pada suatu permasalahan yang

sedang dikaji atau akan dikaji.

Miles dan Huberman (Sugiyono, 2003), menyatakan bahwa aktivitas

dalam pengolahan dan analisa data meliputi data reduction, data display,

conclusion drawing/verification. Langkah-langkah tersebut dapat dijelaskan

sebagai berikut :

Tabel 3. 1 Teknik Analisa Data Menurut Miles Dan Huberman

1. Data collecting

Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan

digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan

tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen

pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk

mengumpulkan data. Instumen sebagi alat bantu dalam menggunakan metode


18

pengumpulan data merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda,

misalnya angket, perangkat tes, pedoman wawancara, pedoman observasi,

skala dan sebaginya.

Instrumen penelitian merupakan sesuatu yang amat penting dan strategi

kedudukannya didalam keseluruhan kegiatan penelitian. Dengan instrumen

akan diperoleh data yang merupakan bahan penting untuk menjawab

permasalahan, mencari sesuatu yang akan digunakan untuk mencapi tujuan.

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan

dalam rangka mencapai tujuan penelitian.

2. Data kondensasi

Melakukan kondensasi data dapat diartikan sebagai upaya merangkum

dan memilih hal-hal pokok serta mefokuskan diri pada data yang relevan

dengan permasalahan yang dikaji. Pada kenyataannya, data temuan di

lapangan bisa sangat beragam dan heterogen, sehingga perlu dilakukan

pemilahan dan penyusunan secara sistematis agar diperoleh data yang

dibutuhkan.

3. Data Display

Setelah data di reduksi, tahap berikutnya adalah melakukan display atau

penyajian data sehingga temuan dapat digambarkan secara utuh, menyeluruh,

sehingga bagian-bagian pokoknya terlihat jelas untuk memudahkan

pemaknaan.

(Sugiyono, 2003) menyatakan bahwa penyajian data dalam penelitian

kualitatif dapat dilakukan melalui uraian singkat, bagan, hubungan antar

kategori, flowchart, dan sejenisnya.


19

4. Conclusion and Verification

Tahapan berikutnya dari analisa data adalah penarikan kesimpulan

(konklusi) dan verifikasi. Berdasarkan reduksi dan display data temuan

penelitian, peneliti dapat menarik kesimpulan. Penarikan kesimpulan dalam

penelitian kualitatif, pada dasarnya masih bersifat sementara, karena data

hasil temuan harus diverifikasi dan dicek keabsahannya melalui berbagai

teknik. Verifikasi yang dilakukan bertujuan untuk mempertajam pemaknaan

temuan, sehingga diperoleh kesimpulan yang benar-benar menggambarkan

realita.
DAFTAR PUSTAKA

Admin. (2016). Pengertian Motor Induksi 3fasa.


[Link]

Anshor, A. I. (2013). Gambar Kontruksi Motor Induksi 3fasa.


[Link]

Anthony, Z. (2011). Pengenalan Mesin Listrik.


[Link] .

Arikunto, S. (2006). Meteologi penelitian. Yogyakarta: Bina Aksara


[Link]

Bonar, P. (2012). Praktik-Praktik Proteksi Sistem Tenaga Listrik. Yogyakarta:


Andhi Publisher.

E. C. Quispe, M. L. (2011). Experimental Study of the Effect of Positive Sequence.

Fajar Septianto, a. w. (2015). Analisa penurunan efisiensi motor induksi akibat


cacat pada cage ball bantalan . Jurnal Teknik Mesin S-1, Vol. 4, No. 4.

I.P. Sudiarta, I. W. (2015). Rancang Bangun Pengaman Motor Induksi 3 Fasa


Terhadap Unbalance Voltage dan Overload dengan Sistem Monitoring. E-
Journal SPEKTRUM Vol. 2, No. 1 .

Lesita Dewi Rizki Wardani, D. C. (2013). Proteksi Motor Menggunakan Rele


Thermal dengan Mempertimbangkan Metode Starting. JURNAL TEKNIK
POMITS Vol. 1, No. 1, 1-6.

Pandjaitan. (2012). [Link]


[Link].

Soebagio. (2008). Teori Umum Mesin Elektric. Surabaya: Srikandi.

Yono, S. (2017). Torsi (torque) Pada Motor.


[Link]

Anda mungkin juga menyukai