BLUEPRINT INSTRUMEN SOSIOMETRI
“GroupWork”
Disusun Oleh Kelompok 5
Desi Fransiska Sihaloho (1203151053)
Ega Amanda Dwisukma (1203151042)
Eka Rovanita Br Boang Manalu (1203151070)
Lili Puspita Sari (1203151074)
Nuranisa Fiska (1203151033)
Rayhan Ayu (1203151059)
Setia Mario Tandean (1203151066)
Kelas : BK REGULER E 2020
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGRI MEDAN
2021
A. Landasan Teori
1. Pengertian Kemampuan Groupwork
Dejanaz (2006) mendefinisikan teamwork adalah kemampuan individu untuk
melakukan kerjasama dengan baik dalam mencapai maksud dan tujuan tim serta para
anggotanya mampu berpartisipasi di dalam tim dan memperoleh kepuasan di dalam tim
tersebut, dengan ciri memiliki tujuan, memahami peran dan tugas, saling percaya dan
mendukung serta bertanggungjawab dalam menjalankan tugas-tugas untuk mencapai
tujuan bersama. Fancies and Young (2003) menjelaskan sebuah tim sebagai
sekelompok orang giat yang bekerja untuk meraih sasaran umum, di mana bekerja
bersama dengan baik dan menikmatinya, dan menghasilkan hasil kualitas tinggi.
Johnson and Johnson’s (2000) mengartikan sebuah tim adalah seperangkat
struktur hubungan interpersonal untuk mencapai tujuan, sementara itu Henderson
(2002) mengartikan sebuah tim sebagai sekelompok orang yang bekerja bersama
dimana kesuksesan dari setiap individu bergantung pada kesuksesan dari keseluruhan
kelompok. Unsur dari definisi tersebut didukung oleh Johnson (2000) siapa yang
melihat sebuah tim sebagai beberapa individu yang harus bekerja sama untuk
memenuhi suatu misi.
Konsep yang berhubungan erat dari tim dan kelompok sering dibahas secara
sinonim, walaupun beberapa pengarang sudah mencoba untuk menjelaskan
perbedaannya. Hitt (2002), sebagai contohnya, mendiskusikan definisi dari Dyer bahwa
tim adalah koleksi dari orang yang harus mempercayakan pada kerjasama kelompok
jika setiap anggota adalah untuk mengalami jumlah maksimum dari kesuksesan dan
pretasi tujuan, dan point keluar bahwa tidak semua koleksi dari orang menemukan
persyaratan ini. Levi (2001) berusaha untuk menunjukkan perbedaan di antara
karakterisitik kelompok dan tim. Kelompok berfungsi seperti tim yang secara khas
memiliki sebuah tujuan yang bersih dan umum. Anggota tim mengerti dimana mereka
saling ketergantungan pada kepalsuan lain. Huszczo (1999) mengemukakan pendapat
bahwa teamwork merupakan lambungan gagasan dari satu orang ke orang lainnya dan
mendatangkan solusi untuk permasalahan kritis, dan organisasi tersebut dimulai dengan
mengambil strategi team untuk bekerja dengan kompetisi. Tciptono (2000)
menawarkan sebuah definisi praktis dari tim dengan memfokuskan dalam aktivitas khas
dari teamwork. Teamwork memiliki arti bahwa kita mengenali nilai dari para anggota
dari tim di luar hanya mengerjakan pekerjaan mereka, bahwa kita ingin mereka menjadi
terlibat dalam strategi kita. Ini berarti mendorong level kreativitas dan membuat
keputusan lebih lanjut.
Teamwork adalah kumpulan orang-orang yang mampu bekerjasama dalam
sebuah tim, setiap orang memiliki derajat yang sama dan penting dalam organisasi.
Setiap individu berhubungan dengan individu lain melalui seorang pemimpin yang
ditetapkan (Hughes, 1988). Sedangkan menurut Jhonsosn (2000) teamwork adalah
sebuah jalan penting untuk menaikkan efektifitas organisasi. Teamwork adalah
sekumpulan keterampilan yang dibutuhkan untuk dikembangkan selama latihan (Levi,
2001). Pendapat lain juga dikemukakan oleh Johlke (2002) yang
menyatakan bahwa teamwork merupakan perbuatan dua orang atau lebih yang bekerja
sama ke arah tujuan
umum, saling membagi waktu, bakat, dan pengetahuan dan menggunakan metode yang
cocok untuk semua anggota tim.
Berdasarkan teori-teori di atas, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa
teamwork adalah kemampuan individu untuk melakukan kerjasama dengan baik yang
saling berhubungan satu sama lain dan giat bekerja, yang di dalamnya mengandung
unsur kepercayaan, kejujuran, saling percaya, mendukung, serta bertanggungjawab
dalam menjalankan tugas-tugas untuk mencapai tujuan bersama.
2. Aspek-aspek Kemampuan Groupwork
Hitt (2002) mengutarakan karakteristik teamwork adalah sebagai berikut:
a. Persetujuan umum dalam harapan tinggi untuk tim.
b. Suatu komitmen untuk tujuan umum.
c. Tanggung jawab diasumsikan untuk kerja yang harus dilakukan.
d. Jujur dan komunikasi terbuka.
e. Akses untuk informasi.
f. Iklim kepercayaan.
g. Perasaan umum bahwa seseorang dapat mempengaruhi apa yang terjadi.
h. Dukungan untuk keputusan yang telah dibuat.
i. Suatu pendekatan yang sama-sama untung untuk pengendalian konflik.
j. Suatu fokus pada proses seperti hasil.
Huszczo (1999), seperti Hitt sebelumnya, memberikan daftar karakteristik
yang lebih luas dan memiliki penjelasan yang lebih kritis yang dapat membentuk dasar
dari penilaian tim yang sistematis, yaitu :
a. Tujuan.
Arah harus jelas dan berhubungan dengan organisasi paling luas. Hal ini juga
harus menjadi komitmen dari para anggota.
b. Bakat.
Tim harus memiliki bakat dan keterampilan yang melengkapi untuk tugas. Hal
ini harus menjadi dorongan anggota untuk perkembangan selanjutnya.
c. Tugas.
Para anggota harus mengerti tugas mereka dalam keikutsertaan untuk
kesuksesan tim. Mereka harus memiliki komitmen terhadap tugas-tugas tersebut dan
kejelasan tentang kontribusi individu.
d. Pelaksanaan.
Menjalankan pelaksanaan yang efektif dan berguna harus ada di dalam tim.
Pertemuan dan perencanaan harus efektif, dan para anggota harus mengetahui
bagaimana membuat keputusan, mengatasi masalah, dan membagi serta menerima
informasi sebagai sebuah tim.
e. Hubungan Interpersonal.
Para anggota tim perlu untuk berhubungan baik satu dengan yang lainnya,
komunikasi dan memecahkan konflik. Mereka harus saling mendukung satu sama lain.
Mereka harus menunjukkan perhatian sehingga level keterampilan semakin tinggi.
f. Penguatan.
Sistem penguatan yang efektif dibutuhkan untuk peningkatan teamwork. Pada
level personal, apresiasi harus tegas, dan ini sangat penting untuk pembentukan
perilaku tim. Organisasi juga bertanggungjawab untuk penguatan ini.
g. Hubungan external.
Pembentukan hubungan external dengan lingkungan external harus ada, dan
ini harus juga harus menjadi hubungan yang sehat dengan unit lain dalam organisasi itu
sendiri. Tim juga perlu untuk meninjau lingkungan tersebut untuk mengenali yang
menyangkut ancaman dan kesempatan.
Henderseon Molloy (2001) mengidentifikasi 3 karakteristik, dalam kasus ini
disebut ‘tema’, terdapat dalam tipe bekerjanya tim sukses:
a. Anggota–anggota tim memiliki misi yang tinggi terhadap dirinya-harapan dan
prestasi.
b. Mereka tahu apa yang mereka butuhkan untuk sukses.
c. Penghargaan dibagikan dan anggota merasakan mereka menyokong untuk
kesuksesan tim.
Terkait 3 tema di atas ditambahkan kepercayaan, komunikasi, pembuatan
keputusan kelompok, dan pembersihan prosedur (faktor telah jelas dalam beberapa
daftar di atas). Hal ini diklaim bahwa tema tersebut didasarkan pada temuan penelitian,
tapi kita telah diisyaratkan pada masalah metodologis yang dihubungkan dengan
penelitian ke dalam tim dan perkembangan mereka, oleh karena itu, karakteristik-
karakteristik tersebut seperti ini didasarkan lebih pada pemahaman individu dari
kesuksesan tim dan akal sehat yang baik daripada pemeriksaan kaku. Kinerja tim tentu
saja harus merencanakan suatu rencana. Ends dan Page (1977) menyokong, 5 aspek
utama yang harus secara positif direncanakan :
a. Penetapan tujuan kinerja tim.
b. Merencanakan kerja.
c. Negosiasi peraturan-peraturan.
d. Penetapan kriteria kinerja, dan
e. Merencanakan umpan balik kinerja.
Muhammad (2005), mendaftarkan lima aspek sebagai kebutuhan untuk
perkembangan menjadi sukses dari tim:
a. Tujuan dan arah yang jelas.
Tim butuh tujuan untuk memusatkan tujuan mereka dan mengevaluasi kinerja
mereka.
b. Pimpinan yang baik.
Pemimpin dibutuhkan untuk mengatur hubungan internal dan eksternal dari
tim dan untuk menghadapkan tim ke tujuan mereka.
c. Tugas yang sesuai dengan teamwork.
Tugas harus kompleks, penting, dan menantang sehingga anggota tim
memerlukan usaha dan tidak sanggup bekerja individu.
d. Catatan kebutuhan untuk melakukan pekerjaan.
Sumber penghasilan bahwa tim butuh memasukkan kedua sumber alat dan
pelatihan dan sumber penghasilan personil.
e. Lingkungan organisasi yang mendukung
Dejanaz (2006) mengemukakan beberapa aspek untuk meningkatkan
kemampuan teamwork yaitu:
1. Memiliki tujuan yang jelas
2. Memahami tugas dan peran di dalam tim
3. Saling percaya dan mendukung
4. Mampu berpartisipasi di dalam tim
5. Bertanggungjawab terhadap tim
Mulyana (2000) memperhatikan produk baru kinerja tim, diidentifikasi sejumlah faktor
mengemudi dimana dapat dihubungkan dengan kinerja efektif, digambarkan dalam
terminologi umum sebagai produk sukses baru. Ini adalah sasaran bersih, rangsangan
kerja, potensi pertumbuhan profesional, arah dan kepemimpinan, kepercayaan timbal
balik dan hubungan interpersonal yang baik, rencana sesuai, komunikasi yang baik di
dalam dan di luar tim, stabilitas dan keamanan organisasi, sumberdaya cukup, dan
keterlibatan manajemen.
Dyer (2001) mengungkapkan aspek-aspek kemampuan teamwork yaitu:
1. Anggota tim memiliki tujuan dan nilai
2. Anggota memahami peran dan tugas di dalam tim
3. Adanya saling kepercayaan dan dukungan antar anggota tim
4. Saling komunikasi
5. Saling partisipasi di dalam tim
6. Pemimpin yang mendukung tim
7. Konstruktif penanganan perbedaan
8. Struktur yang konsisten dengan tujuan, tugas dan orang-orang
Berdasarkan pemaparan tersebut , maka penulis mengambil kesimpulan bahwa
tujuan, tugas, bertanggungjawab, saling percaya dan mendukung, hubungan
interpersonal, penguatan, dan hubungan external digunakan sebagai dasar membentuk
kemampuan teamwork dalam suatu organisasi.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Groupwork
Dejanaz (2006) Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan sebuah tim atau
kelompok kerja merupakan:
a. Tujuan yang jelas
Kurang jelasnya Tujuan dari suatu kumpulan kerja biasanya menjadi penyebab utama
kegagalan kelompok. Saat Tujuan kelompok dikatakan dengan jelas pada masing-
masing anggota, maka ada semangat untuk bergerak maju dan keinginan untuk
bertahan di waktu sulit, serta bagaimana menanggulangi halangan-halangan.
b. Struktur tim atau kelompok kerja yang saling mendukung
Untuk menjangkau suatu struktur yang saling mendukung, orang yang
bertanggung jawab dalam menyusun tim/kelompok mesti membubuhkan perhatian
kepada faedah kelompok, peran anggota tim, tanggung jawab dan tingkat keterampilan
anggota, stabilitas dan besar kecilnya suatu kumpulan serta peran kepemimpinan dalam
tim/kelompok.
c. Dukungan yang kuat
Salah satu urusan yang dapat mengakibatkan kegagalan ialah kurangnya
dukungan secara organisasi terhadap anggota. Dukungan dalam format pelatihan,
pemantauan kerja dan diskusi secara rutin ialah bentuk dukungan yang dibutuhkan
dalam kondisi kerja kelompok. Dukungan laksana ini memastikan bahwa masing-
masing anggota bisa dengan bebas mengeksplorasi kemampuannya dalam memajukan
kumpulan secara terkoordinasi, tanpa mengakibatkan hambatan-hambatan yang
terlampau berarti.
d. Hubungan internal yang positif
Banyak kendala serta kelemahan anggota dalam tim yang dapat
mengakibatkan
ketegangan dalam hubungan dan hadir ke permukaan sebagai perilaku yang buruk,
kekurangpercayaan dan perebutan kekuasaan. maka hubungan internal yang positif
sangat mempengaruhi kefektifan suatu tim.
Hackman (2000), mengemukakan beberapa faktor mempengaruhi teamwork
yaitu:
a. Tujuan dan arah yang jelas
Tim butuh tujuan untuk memusatkan tujuan mereka dan mengevaluasi kinerja
mereka.
b. Pemimpin yang baik
Pemimpin dibutuhkan untuk mengatur hubugan internal dan eksternal dari
anggota tim dan untuk menghadapkan tim ke tujuan bersama.
c. Tugas yang sesuai
Tugas harus sesuai dan kompleks sehingga anggota tim memerlukan usaha
untuk mencapai target yang telah ditentukan tim.
d. Lingkungan yang saling mendukung
Lingkungan di dalam tim harus saling mendukung, dan anggota harus cukup
kuat dan berwibawa untuk mengizinkan anggota tim untuk membuat dan melaksanakan
keputusan bersama.
e. Bertanggung jawab
Setiap tim harus mampu menghadapi tantangan yang diberikan tim, sehingga
menjadikan semangat, kebanggaan bagi anggota tim dalam menyelesaikan tugasnya.
f. Mampu berkomunikasi dengan baik
Setiap anggota tim harus mampu bekerjasama dengan anggota lainnya, sehingga
tidak terjadi munculnya miss komunikasi dengan anggota tim yang lainnya.
g. Hubungan interpersonal
Para anggota tim perlu untuk berhubungan baik dengan satu dengan yang
lainnya, komunikasi dan memecahkan konflik. Mereka harus saling mendukung,
menunjukkan perhatian sehingga merasa menjadi satu keluarga.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan
teamwork dapat dipengaruhi beberapa faktor yaitu, hubungan internal yang positif
sesama anggota tim, mampu berkomunikasi dengan baik, dimana mereka saling
mendukung satu sama lain, saling percaya, bertanggung jawab terhadap tugas yang
diberikan tim demi terwujudnya tujuan tim tersebut.
Menurut Robbins (2002), ada beberapa hal yang mempengaruhi kerjasama
kelompok yang baik, antara lain :
1. Rasa saling percaya
Rasa saling percaya merupakan hal yang perlu dibangun dalam suatu
kelompok, supaya terhindar dari kepentingan pribadi atau individual yang dapat
menimbulkan konflik. Dengan adanya saling percaya antar setiap anggota dan
menyadari bahwa mereka semua sebagai satu kesatuan, maka kerjasama kelompok
akan menjadi baik dan berkembang.
2. Keterbukaan
Keterbukaan cenderung mengarah pada pembentukan sikap dalam diri
seseorang, dimana sikap keterbukaan ini difokuskan pada sejauh mana orang lain
mampu mengetahui tentang dirinya dan atau sebaliknya. Pada sikap keterbukaan ini,
juga diperlukan sikap positif dan dewasa, baik dalam pola piker maupun tindakan dari
setiap orang dalam berinteraksi.
3. Realisasi diri
Realisasi diri merupakan suatu bentuk kebutuhan setiap orang dan merupakan
kebutuhan yang paling dicari. Dengan adanya realisasi diri diharapkan keberadaan
dirinya dapat dirasakan dan diakui dalam [Link] pada kebutuhan ini
setiap individu mempunyai peran yang melekat pada dirinya, baik dalam hal
kecerdasan, pekerjaan, ketrampilan dan sebagainya.
4. Saling ketergantungan
Saling ketergantungan dipengaruhi antara lain oleh adanya ikatan antar
individu. Supaya saling ketergantungan ini dapat terjalin dengan baik, maka diperlukan
pemeliharaan tingkat hubungan yang lebih harmonis, kondusif dan lebih matang.
Karena saling ketergantungan dalam kelompok perlu adanya upaya untuk menerima
perbedaan pendapat antar anggota kelompok.
4. Indikator Kerja Kelompok
1. Kerjasama
Kerjasama dilakukan oleh sebuah tim lebih efektif daripada kerja secara individual.
Menurut West (2002) “Telah banyak riset membuktikan bahwa kerja sama secara
berkelompok mengarah pada efisiensi dan efektivitas yang lebih baik. Hal ini sangat
berbeda dengan kerja yang dilaksanakan oleh perorangan”. Kontribusi tiap-tiap
individu dapat menjadi sebuah kekuatan yang terintegrasi. Individu dikatakan bekerja
sama jika upaya-upaya dari setiap individu tersebut secara sistematis terintegrasi untuk
mencapai tujuan bersama. Semakin besar integrasinya semakin besar tingkat kerja
samanya.
West (2002) menetapkan indikator-indikator kerja sama sebagai alat ukurnya
sebagai berikut :
a. Tanggung jawab secara bersama-sama menyelesaikan pekerjaan, yaitu dengan
pemberian tanggung jawab dapat tercipta kerjasama yang baik.
b. Saling berkontribusi, yaitu dengan saling berkontribusi baik tenaga maupun pikiran
akan terciptanya kerjasama.
c. Pengerahan kemampuan secara maksimal, yaitu dengan mengerahkankemampuan
masing-masing anggota tim secara maksimal, kerjasama akan lebih kuat dan
berkualitas.
2. Kepercayaan
Maxwell (2002) menyatakan bahwa ”Kepercayaan” (trust) adalah keyakinan bahwa
seseorang sungguh-sungguh dengan apa yang dikatakan dan dilakukannya. Kerjasama tim
yang berkinerja tinggi dicirikan oleh kepercayaan (trust) timbal balik yang tinggi di antara
anggota-anggotanya. Artinya para anggota meyakini akan integritas, karakter dan
kemampuan setiap anggotanya Maxwell (2002) mengindikasikan indikator-indikator
kepercayaan, yaitu:
a. Kejujuran, yaitu dengan adanya kejujuran anggota tim akan menciptakan rasa saling
percaya.
b. Pemberian tugas, yaitu dengan pemberian tugas pada anggota tim berarti telah
memberikan kepercayaan bahwa anggota tim mampu melaksanakannya.
c. Integritas, yaitu setiap anggota dianggap memiliki integritas atau bersikap sebenarnya
(truthfulness) dalam bekerja.
3. Kekompakan
Menurut Munandar (2009) menyatakan bahwa “Kekompakan (cohesiveness) adalah
tingkat solidaritas dan perasaan positif yang ada dalam diri seseorangterhadap
kelompoknya”.Dalam melihat bagaimana hubungan kekompakan terhadap kerjasama tim,
Dewi (2007) menetapkan indikatorindikator sebagai berikut:
a. Saling ketergantungan tugas, yaitu saling ketergantungan pada tugas menciptakan
kekompakan.
b. Saling ketergantungan hasil, yaitu anggota tim merasa hasil yang dicapai bukanlah
hasil secara individu, tetapi hasil kekompakan bersama dalam bekerja.
c. Komitmen yang tinggi, yaitu anggota tim dianggap memiliki komitmen yang tinggi
pada tujuan yang akan dicapai tim.
5. Manfaat Kerja Kelompok/Kerjasama Tim
Berikut adalah beberapa manfaat dari kerjasama tim menurut Kaswan (2014) :
1. Menghasilkan proyek yang berkualitas lebih baik, membuat tim lebih efesien,
menciptakan lingkungan yang lebih sehat, meninggalkan produktivitas dalam jumlah
besar, dan memungkinkan pertumbuhan yang lebih besar dalam organisasi.
2. Kemampuan menciptakan sesuatu yang tidak dapat dilakukan seorang diri.
3. Cenderung menghasilkan pelayanan atau produk yang lebih terpadu kepada pengguna
akhir.
4. Meningkatkan pembelajaran baik individual maupun organisasi. Kerjasama tim
membantu individu dan organisasi belajar dan tumbuh dari saling berbagi
pengetahuan, ide, misi, dan sasaran.
5. Meningkatnya inovasi. Inovasi yang sebenarnya terjadi ketika orang-orang dengan
keragaman pengalaman, pengetahuan, dan perspektif bekerja sama untuk mencapai
sasaran bersama.
B. Blueprint Groupwork
No Aspek Indikator No. Item
1. Kerjasama Rasa tanggung jawab 1, 5, 27
Saling berkontribusi 3, 4,7
Pengerahan kemampuan secara maksimal 2, 6, 8, 25
2. Kekompakan Saling ketergantungan tugas 9, 11, 12, 23
Saling ketergantungan hasil 13, 14
Komitmen yang tingggi 21, 22, 29
3. Kepercayaan Kejujuran 10,16, 20, 24
Pembagian tugas 26, 28, 30
Integritas 15, 17, 18, 19
Ada 30 butir soal
1. Siapakah temanmu yang selalu menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu
dalam kelompok saat diberi tugas baik oleh pengurus kelas maupun guru?
……………………………
2. Siapakah teman sekelompokmu yang paling sering memberikan ide atau konsep baru
dalam berkerja kelompok?
3. Siapakah 2 temanmu yang saling membantu dalam beradaptasi terhadap perubahan
secara positif seperti saling bekerja sama jika menghadapi soal yang sulit dalam
kelompok?
.................... dan ..................., alasannya
4. Siapakah temanmu yang berperan besar dalam membangun komunikasi dalam
kelompok kearah yang baik?
............................, alasannya
5. Menurutmu, apakah tiap anggota kelompok bertanggungjawab akan perannya sebagai
pengurus kelas?
a. Ya, alasannya.......
b. Tidak, alasannya.......
6. Siapakah teman sekelompokmu yang selalu mencari solusi dari permasalahan
pengerjaan kelompok?
7. Apakah semua anggota kelompok turut ambil bagian dalam melaksanakan, menjaga
dan mencapai visi dan misi kelas (tujuan dan aturan yang disepakati)?
a. Ya, alasannya........
b. Tidak, alasannya........
8. Siapakah 2 teman sekelompokmu yang paling suka mencari sumber informasi dari
luar?
a. ………. alasannya
b. ……… alasannya
9. Apakah anda sudah mengerjakan seluruh tugas sekolah dengan baik ?
10. Siapakah dua teman anda dikelas yang paling sering berbohong?
a. ........ alasannya
b. ........ alasannya
11. Siapakah temanmu yang selalu mendapatkan nilai terbaik dalam mengerjakan tugas?
12. Siapakah teman kelompok yang sangat aktif dalam mengerjakan tugas kelompok?
13. .Siapakah 2 temanmu yang selalu hadir tepat waktu ?
a. ............
b. ............
14. Apakah anda dan teman anda selalu bersaing dalam hal nilai?
15. Apakah anda dan teman anda saling membantu dalam mengejarkan soal yang di
berikan guru anda?
16. Siapakah dua teman anda yang berusaha mengejarkan bagian tugas kelompok dengan
benar dan baik?
a. ...
b. ...
17. Siapakah dua teman dikelas anda yang sering mencontek saat ujian?
a. ...... alasannya
b. ....... alasannya
18. Siapakah dua teman anda yang selalu menunjukan sikap jujur kepada anda?
a. ...
b. ...
19. Siapakah dua teman anda yang selalu berkomitmen dengan tugas kelompok yang di
berikan?
a. ..
b. ...
20. Siapakah dua teman anda yang selalu berusaha membantu masalah anda?
a. ...
b. ....
21. Siapakah 2 temanmu yang selalu berpartisipasi dan aktif dalam mengemukakan ide ?
a. ...
b. .....
22. Siapakah 2 temanmu yang memiliki kreatifitas dalam belajar sehingga menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan ?
.....dan .....
23. Siapakah teman sekelompokmu yang kurang berpartisipasi dalam mengerjakan tugas
kelompok?
24. Siapakah dua teman dikelas anda yang sering memberikan alasan palsu kepada guru
atau teman?
a. ....... alasannya
b. ....... alasannya
25. Siapakah teman sekelompokmu yang selalu berkerja secara teliti dalam pekerjaan
kelompok?
26. Siapakah teman anda yang sering memberikan beban tugas banyak melebihi
kemampuan kelompok
27. Dalam kelompok, siapakah 2 temanmu yang menurutmu sama sekali tidak peduli
dengan tugas yang diberikan dan acuh tak acuh dalam terhadap peran yang ia
jalankan?
a. ............................, alasannya
b. ............................, alasannya
28. Apakah pemimpin kelompok bertanggung jawab atas tugas dan kewajibannya?
a. Ya, Alasannya………
b. Tidak, alasannya……..
29. Siapakah 2 temanmu yang sangat disiplin ?
.......dan ...........
30. Siapakah teman sekelompokmu yang kurang berpartisipasi dalam mengerjakan tugas
kelompok?
DAFTAR PUSTAKA
Sibarani, E. Minar. 2018. Pengaruh Kerjasama Tim, Kreativitas dan Budaya Organisasi
Terhadap Kinerja Karyawan PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA (TELKOM) Tbk, Kantor
Regional 1 Medan. Skripsi: USU.
[Link]