0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan7 halaman

Polimer dan Monomer Asam Amino

Polimer adalah makromolekul yang terbentuk melalui proses polimerisasi dari monomer. Terdapat dua jenis polimer, yaitu polimer alami yang dihasilkan dari metabolisme mahluk hidup dan polimer sintetis yang disintesis secara kimia. Polimer dapat terbentuk melalui reaksi adisi maupun kondensasi.

Diunggah oleh

anak Pungut
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan7 halaman

Polimer dan Monomer Asam Amino

Polimer adalah makromolekul yang terbentuk melalui proses polimerisasi dari monomer. Terdapat dua jenis polimer, yaitu polimer alami yang dihasilkan dari metabolisme mahluk hidup dan polimer sintetis yang disintesis secara kimia. Polimer dapat terbentuk melalui reaksi adisi maupun kondensasi.

Diunggah oleh

anak Pungut
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

POLIMER

MAKROMOLEKUL (POLIMER)

 Makromolekul adalah senyawa yang mempunyai Mr besar


 Polimer adalah senyawa makromolekul yang terbentuk melalui proses polimerisasi
 Polimer berasal dari kata “poli” artinya banyak, dan “meros” artinya unit atau
bagian

Molekul kecil Molekul raksasa


Monomer Polimer
(monos = satu)
 Monomer adalah satuan ulang atau satuan pembentuk polimer yang berasal dari
molekul sederhana
 Polimerisasi adalah reaksi pembentukan polimer, yaitu proses penggabungan
beberapa molekul sederhana (monomer) menjadi molekul besar
 Jadi polimer adalah makromolekul (molekul raksasa) yang tersusun dari monomer
yang merupakan molekul yang kecil dan sederhana
 Polimer dibedakan :
1. polimer alam
2. polimer sintetis
 Polimer terbentuk berdasarkan :
a. reaksi adisi
b. reaksi kondensasi

PENGGOLONGAN POLIMER

Berdasarkan asalnya, POLIMER dibedakan menjadi :

1. POLIMER ALAM
 Polimer alam adalah senyawa yang dihasilkan dari proses metabolisme
mahluk hidup
Contoh : karet alam, karbohidrat, selulosa dan protein
 Jumlahnya yang terbatas dan
 Sifat kurang stabil, mudah menyerap air tidak stabil karena pemanasan
dan sukar dibentuk menyebabkan penggunaanya amat terbatas

Contoh beberapa polimer alam :

No Polimer Monomer Polimerisasi Terdapat pada :

1 Amilum Glukosa Kondensasi Beras, jagung, kentang, gandum,


biji-bijian, akar umbi
2 Selulosa Glukosa Kondensasi Kayu, kayu, kapas
3 Protein Asam Kondensasi Daging, wool, sutra, otot, susu,
Amino telur
4 Asam Kondensasi Molekul DNA, RNA
5 Nukleat Nukleotida Adisi
Karet Alam Isoprena Getah pohon karet

Polimer Page 1
2. POLIMER SINTETIS
 Polimer Sintetis adalah polimer yang tidak terdapat di alam, tetapi
disintesis dari monomer-monomernya dalam reaktor
 Jadi, Polimer sintetik merupakan jenis polimer yang dihasilkan melalui
sintesis kimia
 Produksi umumnya dilakukan dalam skala besar untuk kepentingan
hidup manusia
 Bentuk polimer sintetik yang dihasilkan dapat berupa plastic dan serat
buatan

Contoh beberapa polimer Sintetis :

No Polimer Monomer Polimerisas Terdapat pada :


i

1 Polietilena Etilena/etena Adisi Plastik ( tas plastik, ember,


H2C = CH2 kabel plastik)
2 Polistirena Stirena Adisi Isolasi, gelas minuman
C6H5CH=CH2 ringan, dll
3 Polipropilena Propilena/Propena Adisi
H2C = CH ─ CH3 Tali, karung, botol plastik
4 PVC Vinilklorida Adisi
CH2 = CHCl Pipa, selang, pelapis
5 Teflon Tetrafluoroetilena Adisi lantai, kabel listrik
Wajan danPanci anti
6 Poliester Glikol dan asam Kondensasi lengket, gasket
tereftalat Rok, baju, bahan celana,
7 Polivinil Vinil alkohol Adisi dll
alkohol
8 Dakron Metil tereftalat dan Kondensasi Bak air
etilen glikol
9 Nilon Asam adipat dan Kondensasi Pita rekam magnetik, kain,
heksametilen tekstil, wol sintetis
diamin Tekstil
10 Polibutadiena Butadiena Adisi

Ban motor, mobil

Berdasarkan reaksi pembuatan, Polimer dibedakan :

1. POLIMER ADISI
 Polimer Adisi terjadi pada monomer yang berikatan rangkap (tak jenuh)
 Polimer Adisi adalah bergabungnya monomer-monomer yang berikatan
rangkap dengan cara adisi (membuka ikatan rangkap) dan menghasilkan
senyawa polimer yang berikatan jenuh
 Pada Polimerisasi ini tidak ada molekul yang hilang, dan massa
molekulnya merupakan kelipatan massa molekul monomernya
 Polimer yang terbentuk dari reaksi polimerisasi adisi hanya mengandung
satu macam monomer saja, sehingga disebut “homopolimer”
 Struktur homopolimer adalah –A – A – A – A – A, dan A adalah
monomer

Polimer Page 2
 Mekanisme reaksi :
ǀ ǀ ǀ ǀ ǀ ǀ ǀ ǀ
C=C + C=C -C–C–C–C–
ǀ ǀ ǀ ǀ ǀ ǀ ǀ ǀ

Contoh :
 Pembentukan polimer Polietilena dari etilena : ( CH2 CH2)
CH2 CH2 + CH2 CH2 + ... → CH2 CH2 CH2 CH2 ...

 Pembentukan Polivinilklorida (PVC) dari Vinil klorida ( CH2 CH)

Cl

CH2 CH + CH2 CH + ... → CH2 CH CH2 CH ...

Cl Cl Cl Cl

 Pembentukan Poliisoprena (Karet alam) dari Isoprena (2-metil-1,3-


butadiena)
CH2 C CH CH2

CH3

CH2 C CH CH2 + CH2 C CH CH2 + --- →

CH3 CH3

... CH2 C CH CH2 CH2 C CH CH2

CH3 CH3

2. POLIMER KONDENSASI
 Polimerisasi Kondensasi adalah reaksi penggabungan dua atau lebih
monomer sejenis atau berbeda jenis yang mempunyai gugus fungsional
membentuk molekul besar
 Pada polimerisasi ini disamping dihasilkan polimer juga dihasilkan zat lain
berupa molekul-molekul kecil, seperti H2O, NH3, HCl, dan C2H5OH
 Contoh :
 Pembentukan Nylon 66 ( Polimerisasi Sintesis)
− Nylon terbentuk dari dua jenis monomer, yaitu :
 asam 1,6-heksanadionat (asam adipat) dan
 1,6-diaminoheksana (heksametilendiamina)
− Reaksi yang terjadi adalah antara gugus karboksilat (–COOH)
dengan gugus amino (NH2) melalui ikatan peptida (– C – N – )
yang akan menghasilkan nylon dan air II I
O H
− Air yang dihasilkan, berasal dari atom H dari gugus amino dan gugus
OH dari karboksilat
O O H H
║ ║ │ │

Polimer Page 3
HO – C – (CH2)4 – C – OH + H – N – (CH2)6 – N – H
Asam adipat 1,6 diamino heksana

O O H H
║ ║ │ │
... — C — (CH2)4 — C — N — (CH2)6 — N — ... + H2O
Nylon 66

− Sifat : merupakan serat sintetis yang kuat


− Penggunaan: bahan sandang

 Pembentukan Dakron (Serat Sintesis Poliester)


− Dakron terbentuk dari dua jenis monomer, yaitu :
 Asam Tereftalat
 Etilen Glikol (Glikol)
− Reaksi pembentukannya merupakan reaksi esterifikasi, yaitu reaksi
antara gugus karboksil dengan gugus OH dari alkohol, sehingga
disebut “Serat Poliester”
O O
║ ║
HO — C — O — C — OH + HO — CH2 — CH2 — OH
Asam tereftalat glikol (etilen glikol)

O O
║ ║
... — C — O — C — O — CH2 — CH2 — O — ... + H2O
Dakron
− Sifat : Serat Sintetis
− Penggunaan: bahan sandang

 Pembentukan Protein (Alami)


− Protein terbentuk dari monomer Asam Amino
− Reaksi pembentukannya adalah reaksi antara gugus karboksilat (–
COOH) dengan gugus Amino (–NH2), dan dihasilkan Protein dan Air
H R O H R O
│ │ ║ │ │ ║
H — N — CH — C — OH + H — N — CH — C — OH
Asam amino asam amino

H R O H R O
│ │ ║ │ │ ║

... — N — CH — C — N — CH — C — ... + H 2O

Protein

Berdasarkan Jenis monomernya, POLIMER dibedakan menjadi :

1. HOMOPOLIMER
 Homopolimer adalah polimer yang terbentuk dari monomer-monomer
yang sejenis
 Contoh :
− Polietilena

Polimer Page 4
− Polipropilena
− Polistirena
− Polivinilklorida (PVC)

2. KOPOLIMER
 Kopolimer adalah polimer yang terbentuk dari dua atau lebih monomer
yang berbeda
 Contoh :
− Nylon 66 (Serat Sintesis)
− Dakron (Serat Sintetis)

KARET ALAM

 Karet Alam bersifat : elastis, lunak dan lengket dalam keadaan panas
 Sifat elastis dikarenakan : polimernya saling melilit secara acak (kusut)
 Karet alam terbentuk dari : monomer-monomer isoprena atau 2-metil-1,3-butadiena
 Polimer yang terbentuk : Poliisoprena
CH3 CH3
│ │

CH2 = C — CH = CH2 + CH2 = C — CH = CH2

Isoprena (2 metil 1,3 butadiena) Isoprena (2 metil 1,3 butadiena)

CH3 CH3
│ │

...— CH2 — C ═ CH — CH2 — CH2 — C ═ CH — CH2 — ...

Poliisoprena (karet alam)

 Karet alam diperoleh dari lateks atau getah pohon karet


 Getah karet atau lateks ini berupa emulsi antara air dan karet (30%)
Untuk memisahkannya dilakukan dengan cara koagulasi, yaitu dengan
penambahan asam asetat atau asam formiat ke dalam lateks, sehingga karet
akan menggumpal dan diperoleh sheet
 Karet Sheet tidak dapat langsung digunakan karena masih bersifat lunak dan
lengket
 Untuk mengolahnya menjadi “ban”, perlu dilakukan proses “vulkanisasi”
 Vuklanisasi adalah proses pengolahan karet dengan belerang
Pada proses ini, karet dicampur dengan belerang (± 1-3%) dan katalis,
kemudian dipanaskan pada suhu 150OC
Untuk mendapatkan sifat yang lebih kuat dan awet, perlu penambahan zat lain
yaitu Karbon (hitam) atau Antimon sulfida (Sb2S3, merah)
Jika pada saat vulkanisasi digunakan belerang dengan kadar tinggi akan
dihasilkan “Ebonit”

KARET SINTETIS

 Karet jenis ini digolongkan sebagai elastomer, yaitu bahan yang dapat ditarik
dan dapat kembali pada bentuk semula jika dipanaskan
 Contoh :
1. SBR ( Styrene-Butadiena-Rubber)
− Merupakan kopolimer stirena (25%) dengan butadiena (75%)

Polimer Page 5
− SBR ini merupakan karet sintetis yang paling terkenal dan paling
banyak diproduksi
− SBR masih dapat divulkanisir karena mengandung ikatan rangkap
− Daya tahan terhadap oksidasi dan abrasi SBR lebih baik daripada karet
alam
− Kegunaaan utama, untuk ban kendaraan bermotor
− Ban kendaraan bermotor, selain Elastomer (utamanya SBR ) dan
Belerang juga mengandung bahan lain seperti :
* Karbon Black untuk menguatkan karet (ditambahkan sebelum
vulkanisasi),
* nilon,
* fiberglass, dan juga
* sabuk baja yang berfungsi untuk menguatkan

2. Polikloroprena (Neoprena)
 Terbentuk dari monomer 2-kloro-1,3-butadiena yang mirip dengan
monomer karet alam (Isoprena)., dimana cabang metil digantikan
oleh atom klorin
 Neoprena mempunyai daya tahan terhadap minyak dan bensin
paling baik dibandingkan elastomer lainnya
 Kegunaan untuk membuat selang oli atau bahan sejenisnya

PLASTIK
 Plastik adalah jenis polimer yang bersifat plastis (dapat ditarik tapi tidak kembali
kebentuk semula jika dilepaskan)
 Berdasarkan sifatnya tergadap panas, PLASTIK dibedakan menjadi :
1. PlastikTERMOPLAS, yaitu plastik yang jika dipanaskan menjadi lunak, dan
jika didinginkan menjadi keras

Contoh :
a. Polietilena
− Merupakan plastik paling sederhana dan paling murah
− Sifat : titik lebur = 105OC
lunak dalam air panas (tidak tahan panas)
tidak berbau
tidak berwarna
tidak beracun
− Penggunaan : pembungkus makanan, kantong plastik, jas
hujan, ember, dll
b. Polipropilena
− Hampir sama dengan polietilena, tetapi lebih kuat dan lebih tahan
panas
− Penggunaan : untuk tali, fiber, botol, karung, bahan perahu
− Sifat : Kerapatannya besar
c. Polivinilklorida (PVC)
− Adalah plastik kedua terbanyak yang diproduksi setelah
polietilena
− Penggunaan : membuat pipa, pelapis lantai, selang,
pembungkus kabel, piringan hitam
− Sifat : lebih tahan panas daripada polietilena
d. Teflon (Politetrafluoroetilena,PTFE)

Polimer Page 6
− Ikatan C- F dalam Teflon sangat kuat dan tahan panas,
sehingga kuat, tidak reaktif, dan tidak dapat terbakar
− Penggunaan : untuk gasket, pelapis panas anti lengket, dll
− Sifat : tahan panas, sangat stabil, gesekan kecil dan
lentur, sangat keras

e. Polistirena
− Penggunaan : membentuk stirofoam, misalnya untuk gelas
minuman ringan, isolasi, kemasan makanan , dll
− Sifat : rapuh, kenyal

2. Plastik TERMOSET
Contoh :
Bakelit (Resin Fenol Formaldehid)
 Bakelit adalah polimer kondensasi dari fenol dan formaldehid
 Kondensasi terjadi dengan melepaskan air, dalam hal ini atom H
berasal dari cincin benzene dan atom oksigen berasal dari
formaldehid
 Sifat tahan guncangan
 Bakelit tidak dapat dilelehkan dan dibentuk ulang
 Jika dipanaskan dengan kuat, maka plastik ini akan terurai dan
rusak, hal ini dikarenakan ikatan yang terdapat dalam bakelit
dikukuhkan dengan ikatan kovalen yang kuat
 Penggunaan untuk peralatan listrik, kaca kendaraan perang

Dampak negatif penggunaan polimer dan penanggulangannya


 Disamping memiliki manfaat yang sangat besar dalam semua bidang kehidupan,
polimer juga mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan
 Polimer yang dibuang ke lingkungan sulit diuraikan olek mikroorganisme tanah
 Hal ini menyebabkan pencemaran lingkungan.
 Sementara itu, gugus atom pada polimer yang terlarut di dalam makanan lalu
masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan kanker (karsinogenik)

Cara menanggulangi dampak negatif dari penggunaan polimer :


− mengurangi pemakaian polimer plastik,
− tidak membuang sampah di sembarang tempat,
− memilih alat-alat yang lebih mudah diuraikan dan
− mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang
− jika makanan atau minuman berbau plastik, jangan dikonsumsi
− menggunakan kemasan makanan yang lebih aman, misalnya gelas
− mendaur ulang plastik

Daur ulang plastik melalui “proses pirolisis”


Pirolisis adalah proses pemecahan senyawa menjadi satu atau lebih senyawa hasil
dengan bantuan panas dalam reaktor

Polimer Page 7

Anda mungkin juga menyukai