Pengaruh PBL pada Motivasi Siswa TKJ
Pengaruh PBL pada Motivasi Siswa TKJ
Disusun Oleh :
AI SITI LAELA, [Link]
Menyatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul “Pengaruh Model Problem
Based Learning Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran
Administarasi Sistem Jaringan Kelas XI TKJ 2 di SMK Plus Ibnu Hajar” adalah benar-benar
dibuat oleh :
1. Nama : Ai Siti Laela, [Link]
2. Satuan Kerja : SMK Plus Ibnu Hajar
3. Jabatan : Guru
Demikian surat pernyataan ini dibuat sebagaimana mesinya dengan penuh tanggung jawab.
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah S.W.T atas segala
limpahan rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas
yang berjudul “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Motivasi Dan Hasil
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Administarasi Sistem Jaringan Kelas XI TKJ 2 Di SMK Plus
Tujuan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui metode
pembelajaran yang tepat sehingga penulis sebagai guru dan rekan-rekan guru yang
Dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas ini penulis mendapat bantuan dari
berbagai pihak. Penulis mengucapkan terimakasih yang tak terhingga untuk Kepala Sekolah,
rekan Guru, dan siswa-siswi kelas XI TKJ 2 SMK Plus Ibnu Hajar atas waktu dan
partisipasinya.
penulisan Penelitian Tindakan Kelas ini. Meskipun demikian semoga dapat memberikan
Penulis
ii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR .................................................................................................................................. i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................ 1
A. Latar Belakang Masalah ......................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ..................................................................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian ...................................................................................................................... 2
D. Manfaat Penelitian .................................................................................................................... 2
BAB II KAJIAN PUSTAKA ...................................................................................................................... 4
A. Model Pembelajaran Berbasis Masalah .......................................................................... 4
B. Motivasi Belajar ......................................................................................................................... 7
C. Hasil Belajar ................................................................................................................................ 9
BAB III PELAKSANAAN DAN HASIL YANG DIPEROLEH .....................................................11
A. Tempat Dan Waktu Penelitian ............................................................................................11
B. Hasil Yang Diperoleh ...............................................................................................................11
C. Tatangan Yang Dihadapi ........................................................................................................13
BAB IV PENUTUP ......................................................................................................................................14
A. Kesimpulan ..................................................................................................................................14
B. Saran ...............................................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................................15
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan abad 21 merupakan pendidikan yang mengintegrasikan antar
kecakapan, keterampilan, dan sikap serta penugasan terhadap TIK. Kecakapan-
kecakapan tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai model pembelajaran
berbasis aktivitas yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan materi
pembelajaran. Selain itu abad 21 ini, peserta didik dituntut untuk memiliki
kemampuan berpikir tingakat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS). Hal
ini bias dilaksanakan dengan guru tidak menggunakan model pembelajaran yang
monotot sehingga motivasi peserta didik cendrung akan rendah bila
pembelajaran tidak menarik.
Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh pada kelas XI dari
sudut pandang guru dan siswa menunjukkan bahwa, guru kurang
mengetahui tentang model pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum
2013. Model pembelajaran yang digunakan guru bersifat konvensional.
Konvensional yang sering digunakan adalah metode ceramah, padahal ada
banyak metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran jikalau guru tau
dan faham tentang metode atau model pembelajaran yang dapat
membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Metode pembelajaran yang
konvensional adalah metode pembelajaran yang tidak dapat digunakan
dalam kurikulum 2013.
Model pembelajaran problem based learning adalah salah satu
model pembelajaran dari pendekatan saintifik. Siswa diberikan suatu
masalah untuk dipecahkan sendiri. Guru hanya sebagai fasilitator. Siswa
yang dapat memecahkan permasalahannya sendiri akan dapat tergugah
untuk dapat bersemangat dan tumbuh motivasi dalam diri untuk selalu
memecahkan permasalahan-permasalahan yang lain. Dalam penerapannya
motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran yang
variatif seperti contoh model pembelajaran problem based learning yang
harus diterapkan pada kurikulum 2013.
1
Oleh karena itu, penelitian ini mengambil judul Pengaruh Model Problem
Based Learning Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran
Administarasi Sistem Jaringan Kelas XI TKJ 2 Di Smk Plus Ibnu Hajar.
B. Rumusan Masalah
Merujuk pada uraian latar belakang di atas, dapat dikaji ada beberapa
permasalahan yang dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap
motivasi dan hasil belajar Administarasi Sistem Jaringan siswa Kelas XI TKJ 2
di SMK Plus Ibnu Hajar ?
2. Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Administarasi Sistem
Jaringan dengan diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning
pada siswa XI TKJ 2 di SMK Plus Ibnu Hajar ?
C. Tujuan Penelitian
Berdasar atas rumusan masalah di atas, maka dilaksanakan penelitian ini
adalah:
1. Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Problem Based Learning
berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar Administarasi Sistem
Jaringan siswa Kelas XI TKJ 2 di SMK Plus Ibnu Hajar.
2. Untuk mengetahui Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran
Administarasi Sistem Jaringan dengan diterapkannya model pembelajaran
Problem Based Learning pada siswa XI TKJ 2 di SMK Plus Ibnu Hajar
D. Manfaat Penelitian
1. Hasil dan temuan penelitian ini dapat memberikan informasi tentang
pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning.
2. Sekolah sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi
belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Administarasi Sistem Jaringan.
3. Guru, sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran
yang dapat memberikan manfaat bagi siswa.
4. Siswa, dapat meningkatkan motiviasi belajar dan melatih sikap sosial untuk
saling peduli terhadap keberhasilan siswa lain dalam mencapai tujuan belajar.
2
5. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru
Produktif TKJ Khususnya mata pelajaran Administarasi Sistem Jaringan dalam
meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pembelajaran Administarasi
Sistem Jaringan.
3
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Model Pembelajaran Berbasis Masalah
1. Pengertian Problem Based Learning
Problem Based Learning atau yang lebih dikenal dengan PBL adalah suatu
model pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada peserta didik dengan
masalah-masalah praktis, berbentuk ill-structured, atau open-ended melalui
stimulus dalam belajar. Menurut Rusman (2012:241) problem based learning
memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1) belajar dimulai dengan
suatu permasalahan, 2) memastikan bahwa permasalahan yang diberikan
berhubungan dengan dunia nyata peserta didik, 3) mengorganisasikan pelajaran di
seputar permasalahan, bukan di seputar disiplin ilmu, 4) memberikan tanggung
jawab sepenuhnya kepada peserta didik dalam mengalami secara langsung proses
belajara mereka sendiri, 5) menggunakan kelompok kecil, dan 6) menuntut
peserta didik untuk mendemonstrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam
bentuk produk atau kinerja (performance). Dengan demikian, siswa diharapkan
memiliki pemahaman yang utuh dari sebuah materi yang diformulasikan dalam
masalah, penguasaan sikap positif, dan keterampilan secara bertahap dan
berkesinambungan.
Menurut Slameto (2011:7) model Problem Based Learning merupakan model
pembelajaran yang melatih dan mengembangkan kemampuan untuk
menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah autentik dari kehidupan
aktual siswa untuk merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi. Hosnan
(2014:295) mengemukakan bahwa model Problem Based Learning merupakan
model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah
autentik sehingga siswa dapat menyusun sendiri, menumbuhkembangkan
keterampilan yang lebih tinggi dan inkuiri, memandirikan siswa dan
meningkatkan kepercayaan diri sendiri.
2. Karakteristik Problem Based Learning
Karakteristik Problem Based Learning menurut Arends dalam Trianto
(2011:93) adalah sebagai berikut :
4
a. Pengajuan pertanyaan atau masalah
b. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin ilmu
c. Penyelidikan autentik
d. Menghasilkan produk dan memamerkannya
e. Kolaborasi.
Menurut Amir (2009:12) karakteristik model Problem Based Learning (PBL)
antara lain:
a. pembelajaran diawali dengan pemberian masalah,
b. siswa berkelompok secara aktif merumuskan masalah,
c. mempelajari dan mencari sendiri materi yang berhubungan dengan masalah
serta melaporkan solusinya.
Setiap model mempunyai kelebihan dan kelemahan, begitu juga dengan model
PBL juga mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihan model PBL menurut
Sanjaya (2009:220-221) antara lain:
a. PBL merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami
pelajaran
b. PBL dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan
untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa
c. PBL dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran
d. Melalui PBL bisa memperlihatkan kepada siswa setiap mata pelajaran, pada
dasarnya merupakan cara berfikir, dan sesuatu yang harus dimengerti oleh siswa,
bukan hanya sekedar belajar dari guru atau buku-buku saja
e. PBL dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa
f. PBL dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis
g. PBL dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan
pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata
h. PBL dapat mengembangkan minat siswa untuk belajar secara terusmenerus
sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir.
5
Sedangkan kelemahan dari model PBL antara lain:
a. Siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa
masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa
enggan untuk mencoba
b. Keberhasilan model pembelajaran melalui PBL membutuhkan cukup
waktu untuk persiapan
c. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan
masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang ingin
mereka pelajari.
3. Langkah-langkah Problem Based Learning
Langkah-langkah Problem Based Learning menurut Sugiyanto (2008:140-141)
ada 5 tahapan yang harus dilakukan dalam PBL, yaitu:
a. Memberikan orientasi tentang permasalahannya kepada siswa.
b. Mengorganisasikan siswa untuk meneliti.
c. Membantu investigasi mandiri dan kelompok.
d. Mengembangkan dan mempresentasikan hasil.
e. Menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah.
Tabel 2.1
Sintaks Pembelajaran Problem Based Learning
Tahap Aktivitas Guru
Tahap I Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, memotivasi
Orientasi siswa pada masalah siswa untuk terlibat pada aktivitas pemecahan masalah
Guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan
Tahap II
mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang berkaitan
Mengorganisasi siswa untuk belajar
dengan masalah.
Tahap III Guru mendorong siswa untuk mendapatkan informasi
Membimbing penyelidikan individual yang tepat agar mendapat solusi intuk memecahkan
maupun kelompok masalah
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan
Tahap IV
menyiapkan hasil-hasil yang tepat seperti laporan dan
Mengembangkan dan menyajikan
membantu
hasil
mereka untuk berbagi tugas dengan temannya
Tahap V
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau
Menganalisis dan mengevaluasi
evaluasi terhadap terhadap proses yang
proses pemecahan masalah
6
B. Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang turut menentukan
keefektifan dalam pembelajaran. Seorang peserta didik akan belajar dengan baik
apabila ada faktor pendorongnya yaitu motivasi belajar. Peserta didik akan belajar
dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi.
Menurut Hamzah B. Uno (2011: 23) “motivasi belajar adalah dorongan
internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan tingkah
laku, pada umumnya dengan beberapa indicator atau unsur-unsur yang mendukung.
Indikator-indikator tersebut, antara lain: adanya hasrat dan keinginan berhasil,
dorongan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan,
penghargaan dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif.”
2. Peran dan Fungsi Motivasi Belajar
Menurut Hamzah B. Uno (2011: 27-29), peran penting motivasi belajar dan
pembelajaran, antara lain:
a. Peran motivasi belajar dalam menentukan penguatan belajar. Motivasi dapat
berperan dalam penguatan belajar apabila seorang anak yang sedang belajar
dihadapkan pada suatu masalah yang menentukan pemecahan dan hanya dapat
dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilalui.
b. Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar. Peran motivasi dalam
memperjelas tujuan belajar erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Anak akan
tertarik untuk belajar sesuatu, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat
diketahui atau dinikmati manfaatnya oleh anak.
c. Motivasi menentukan ketekunan belajar. Seorang anak yang telah termotivasi
untuk belajar sesuatu berusaha mempelajari dengan baik dan tekun dengan
harapan memperoleh hasil yang lebih baik.
3. Ciri-ciri Orang Yang Memiliki Motivasi
Ciri-ciri orang yang memiliki motivasi dalam belajar menurut Sardiman A. M
(2007: 83), yaitu:
a. Tekun menghadapi tugas-tugas dan dapat bekerja terus-menerus sampai
pekerjaannya selesai.
7
b. Ulet dan tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan.
c. Memungkinkan memiliki minat terhadap bermacam-macam masalah.
d. Lebih sering bekerja secara mandiri.
e. Cepat bosan dengan tugas-tugas rutin.
f. Jika sudah yakin dapat mempertahankan pendapatnya.
g. Tidak akan melepaskan sesuatu yang telah diyakini.
h. Sering mencari dan memecahkan masalah soal-soal
4. Macam-macam Motivasi
Menurut Sardiman A. M (2007: 89-91) terdapat dua macam motivasi belajar,
yaitu:
a. Motivasi Intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan berfungsinya tanpa
harus diransang dari luar karena didalam seseorang individu sudah ada
dorongan untuk melaksanakan sesuatu. Bila seseorang telah memiliki motivasi
intrinsik maka secara sadar akan melakukan kegiatan dalam belajar dan selalu
ingin maju sehingga tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Hal ini
dilatarbelakangi keinginan positif, bahwa yang akan dipelajari akan berguna di
masa yang akan datang.
b. Motivasi Ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena ada
perangsang dari luar. Motivasi dikatakan ekstrinsik bila peserta didik
menempatkan tujuan belajarnya diluar faktor-faktor situasi belajar. Berbagai
macam cara bisa dilakukan agar siswa termotivasi untuk belajar.
5. Faktor yang mempengaruhi motivasi
Syamsu Yusuf (2009: 23), menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi
motivasi belajar yaitu:
a. Faktor Internal
Faktor internal meliputi:
1) Faktor Fisik
Faktor fisik meliputi nutrisi (gisi), kesehatan, dan fungsi-fungsi fisik
(terutama panca indera).
8
2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis berhubungan dengan aspek-aspek yang mendorong atau
menghambat aktivitas belajar pada siswa.
b. Faktor Eksternal (yang berasal dari lingkungan)
1) Faktor Non-Sosial
Faktor non-sosial meliputi keadaan udara (cuaca panas atau dingin), waktu
(pagi, siang, malam), tempat (sepi, bising, atau kualitas sekolah tempat
belajar), sarana dan prasarana atau fasilitas belajar.
2) Faktor Sosial
Faktor sosial adalah faktor manusia (guru, konselor, dan orang tua), baik yang
hadir secara langsung maupun tidak langsung (foto atau suara). Proses
belajar akan berlangsung dengan baik, apabila guru mengajar dengan cara
menyenangkan, seprti bersikap ramah, memberi perhatian pada semua
siswa, serta selalu membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pada
saat di rumah siswa tetap mendapat perhatian orang tua, baik material
dengan menyediakan sarana dan prasarana belajar guna membantu dan
mempermudah siswa belajar di rumah.
C. Hasil Belajar
1. Pengertian Hasil Belajar
Dimyati dan Mujiono (2009:20) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan
suatu puncak proses belajar. Hasil belajar tersebut terutama terjadi karena berkat
evaluasi guru. Selain itu juga menyebutkan bahwa hasil belajar merupakan hasil
dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Oleh karena itu, siswa
yang mendapat hasil yang baik dikelas menunjukkan bahwa pembelajaran yang
dilakukan sudah berhasil.
2. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa (Rusman:2012) antara
lain faktor internal dan faktor eksternal.
a. Faktor internal berupa faktor fisiologi dan faktor psikologi. Faktor fisiologi yaitu
kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah dan
capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani dan sebagainya. Hal tersebut dapat
9
mempengaruhi peserta didik dalam menerima materi pelajaran. Faktor psikologi
meliputi intelegensi (IQ), perhatian, minat, bakat, motif, motivasi, kognitif dan
daya nalar peserta didik.
b. Faktor eksternal yaitu faktor lingkungan dan faktor instrumental. Faktor
lingkungan meliputi lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Faktor instrumental
adalah faktor yang keberadaan dan penggunaannya dirancang sesuai dengan
hasil belajar yang diharapkan. Faktor-faktor ini diharapkan dapat berfungsi
sebagai sarana untk tercapainya tujuan-tujuan belajar yang direncanakan.
Faktor-faktor instrumental ini berupa kurikulum, sarana dan guru.
3. Pengukuran Hasil Belajar
Untuk mengetahui tercapai atau tidaknya suatu tujuan pembelajaran, guru
perlu mengadakan tes formatif setiap menyajikan suatu bahasan materi kepada
siswa. Penelitian formatif ini untuk mengetahui sejauh mana siswa telah
menguasai pembelajaran khususnya mencapai tujuan yang diinginkan. Hal
tersebut adalah hal yang digunakan untuk memberikan umpan balik kepada guru
dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar dan melaksanakan program
remidial atau pengayaan bagi siswa. Karena itulah, suatu proses belajar mengajar
dinyatakan berhasil apabila hasilnya memenuhi tujuan pembelajaran.
10
BAB III
PELAKSANAAN DAN HASIL YANG DIPEROLEH
A. Tempat Dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk
memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di SMK Plus Ibnu Hajar.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini
dilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September semester ganjil
tahun pelajaran 2021/2020 .
B. Hasil Yang Diperoleh
1. Hasil Belajar
Data penelitian yang diperoleh berupa hasil uji coba item butir soal, data observasi
berupa pengamatan pengelolaan pembelajaran model Problem Based Learning dan
pengamatan aktivitas siswa dan guru pada akhir pembelajaran Data lembar observasi
diambil dari dua pengamatan yaitu data pengamatan pengelolaan pembelajaran
Problem Based Learning yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan model
pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan data
pengamatan aktivitas siswa dan guru.
Data tes formatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah
diterapkan pembelajaran model Problem Based Learning.
Nilai Test Formatif
Keterangan Keterangan
No. urut Nilai No. urut Nilai
T TT T TT
1 60 √ 16 85 √
2 50 √ 17 70 √
3 80 √ 18 80 √
4 70 √ 19 50 √
5 60 √ 20 70 √
6 80 √ 21 80 √
7 50 √ 22 70 √
8 70 √ 23 80 √
9 80 √ 24 80 √
10 50 √ 25 70 √
11
11 80 √ 26 60 √
12 80 √ 27 70 √
13 80 √ 28 80 √
14 70 √ 29 70 √
15 80 √ 30 70 √
Jumlah 1040 10 5 Jumlah 1085 13 2
Jumlah skor maksimal ideal 3000
Jumlah skor tercapai 2125
Rata-rata tercapai 71.00
Keterangan:
T : Tuntas
TT : Tidak Tuntas
Jumlah Siswa yang tuntas : 23
Jumlah siswa yang belum tuntas : 7
Klasikal : Tuntas
Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan pembelajaran Problem Based
Learning diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa 71,00 %.
2. Motivasi
penerapan model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan
saintifik secara umum dapat dikatakan efektif dan sudah dapat meningkatkan motivasi
belajar peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Administarasi Sistem
Jaringan. Hal ini ditandai dengan keaktifan dan aktivitas peserta didik yang meningkat
dari pertemuan 1 dan pertemuan 2. Kemudian indikator lainnya juga tingkat motivasi
belajar dari pertemuan 1 dan pertemuan 2 juga meningkat terlebih ketika diberikan kuis
di media quizezz, peserta didik sangat bersemangat.
Motivasi peserta didik juga dapat dilihat dari hasil belajar pada pertemuan 1 dan
pertemuan 2. Motivasi belajar siswa dapat dilihat melalui tabel berikut :
Pertemuan 1 Pertemuan 2
Motivasi tertinggi - 48%
Motivasi Sedang 56% 52%
Motivasi terendah 44% -
12
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi
belajar siswa pada pertemuan 1 dan pertemuan 2.
C. Tatangan Yang Dihadapi
Beberapa tantangan terbesar yang saya hadapi saat pelaksanaan praktik adalah:
1. Kesiapan peserta didik dalam proses pembelajaran pada awalnya belum terbangun
karena penerapan metode ini baru pertama kali dilaksanakan untuk peserta didik
2. Keberagaman karakter dan kemampuan peserta didik dalam memahami materi yang
disajikan
3. Keaktifan peserta didik dalam kegiatan kolaborasi kelompok pada saat proses
pembelajaran, hal ini perlu di setting secara cermat agar semua peserta didik dapat
terlibat aktif dalam kegiatan diskusi kelompok
4. Pendidikan karakter seperti meningkatkan sikap tanggung jawab dan sikap mampu
berfikir kritis peserta didik pada saat proses pembelajaran maupun setelah proses
pembelajaran
5. Keterbatasan sarana penunjang seperti proyektor dan LCD yang terdapat disekolah
13
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dan berdasarkan seluruh
pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpilkan sebagai berikut :
1. Penerapan pembelajaran mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
Administarasi Sistem Jaringan, hal ini ditunjukan dengan keaktifan dan hasil
belajar yang diperoleh oleh siswa,
2. Pembelajaran Problem based learning memiliki dampak positif terhadap
kerjasama siswa dalam memecahkan masalah, hal ini ditunjukan dengan
adanya tanggung jawab dalam kelompok dimana siswa yang lebih mampu
mengajari siswa yang kurang mampu.
B. Saran
1. Untuk melaksanakan pembelajaran Problem based learning memerlukan persiapan
yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik
yang benar-benar bias diterapkan dengan pembelajaran Problem based learning
dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal.
2. Dalam rangka meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, guru hendaknya lebih
sering melatih siswa dengan berbagai metode pengajaran yang sesuai, walau dalam
taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru,
memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu
memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.
3. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar
diperoleh hasil yang lebih baik.
14
DAFTAR PUSTAKA
[Link]. 2021. Problem Based Learning. [online]. Tersedia di [Link]
[Link]/13413/4/4_bab1.pdf (diakses 20 September 2021)
Hajah, Sena Ani. 2021. Pengearuh Pembelajaran Kooferatif Terhadap Prestasi Belajar Bahasa
Inggris Kelas VIII C di SMPN 1 Sucinaraja.
Radenfatah. 2021. model pembelajaran problem based learning. [online]. Tersedia di http://
[Link]/16937/2/BAB%[Link] (diakses 20 September 2021)
15