0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan10 halaman

Rencana Penataan Lingkungan Kota Garut

Dokumen tersebut membahas tentang rencana penataan lingkungan permukiman kota tanpa kumuh di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Dokumen menjelaskan visi dan misi pembangunan Kabupaten Garut serta tinjauan kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Garut 2011-2031 yang mencakup pembagian wilayah, proporsi kawasan lindung, dan sistem pusat-pusat kegiatan di Kota

Diunggah oleh

Fachmi Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan10 halaman

Rencana Penataan Lingkungan Kota Garut

Dokumen tersebut membahas tentang rencana penataan lingkungan permukiman kota tanpa kumuh di Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Dokumen menjelaskan visi dan misi pembangunan Kabupaten Garut serta tinjauan kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Garut 2011-2031 yang mencakup pembagian wilayah, proporsi kawasan lindung, dan sistem pusat-pusat kegiatan di Kota

Diunggah oleh

Fachmi Ramadhani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN

KOTA TANPA KUMUH 1


DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT

BAB 3 “ Menciptakan kawasan perkotaan Garut yang merupakan bagian dari Kota Garut
TINJAUAN KEBIJAKAN sebagai pemicu perkembangan aktivitas social ekonomi Kabupaten Garut dan wilayah
sekitarnya”.
3.1 Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Garut
Untuk mencapai visi yang telah digariskan tersebut diatas, selanjutnya ditetapkan misi
Kebijakan dan arah perkembangan Kabupaten Garut - Visi pembangunan kabupaten Garut
pembangunan Kabupaten Garut sebagai berikut :
merupakan gambaran dari harapan serta targetan pencapaian pembangunan Kabupaten Garut di
 Mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang amanah, yang menjungjung tinggi
masa mendatang. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perumusan visi penataan ruang kawasan
supremasi hukum, demokrasi dan HAM
perkotaan Garut berlandaskan pada visi pemerintah Kabupaten Garut sebagai acuannya.
 Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
Perumusan visi penataan ruang kawasan perkotaan Garut ke depan ini dilakukan guna
mewujudkan wajah kawasan perkotaan Garut di masa mendatang, sejalan dengan peluang  Meningkatakan kualitas kehidupan beragama

peluang dan tantangan pembangunan yang bakal di hadapi wilayah perkotaan Garut.  Menggali dan memanfaatkan sumber daya alam dan buatan dengan memperhatikan
kelestarian lingkungan
Adapun visi penataan ruang kawasan perkotaan Garut dirumuskan sebagai berikut :
 Memberdayakan system ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada potensi local dan
 Geulis merenah, mengandung makna kota Garut merupakan kota yang indah, bersih, sejuk mekanisme pasar
dan nyaman
 Mewujudkan Garut sebagai daerah agribisnis dan agro industry
 Tata tengtrem mengandung makna Kota Garut merupakan kota yang aman, kondusif bagi
 Mewujudkan Garut sebagai daerah pariwisata disertai pelestarian dan pengembangan seni
investasi
budaya lokal.
 Kertaraharja mengandung makna Kota Garut sebagai wadah bagi perwujudan kesejahteraan Adapun starategi pemabangunan untuk mewujudkan Visi dan Misi Kabupaten Garut adalah
masyarakatnya. sebagai berikut:
 Kota Garut merupakan kota yang berkarakter dan berdaya saing serta menjunjung luhur
 Peningkatan kualitas kemampuan dan profesionalisme aparatur pemerintah untuk
budaya dan tradisi lokal
mewujudkan “Good Governance”
Visi tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi penetapan misi dan tema Kota Garut di masa
 Penegakan supremasi hukum, demokrasi dan hak azasi manusia
mendatang yaitu sebagai Kota agropolitan, kriya dan budaya dengan fungsi sebagai :
 Peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan melalui pengembangan pendidikan formal
 Pusat pemerintahan kabupaten
dan pendidikan luar biasa
 Pusat perdagangan dan jasa regional
 Peningkatan kualiatas dan kuantitas sarana prasarana dan pelayanan kesehatan masyarakat
 Pusat pariwisata (kriya dan budaya)
 Peningkatan kulaitas kehidupan beragama, fasilitas peribadatan dan pendidikan keagamaan
 Pusat industry dan pengolahan pertanian (agropolitan)
 Pengelolaan sumber daya alam dan buatan dengan memperhatikan seluruh aspek manfaat
Tujuan pengembangan kawasan perkotaan Garut merupakan titik lanjut dari visi dan misi
dan resiko terhadap lingkungan
pengembangan Kota Garut yang telah ditetapkan batasan waktu pencapaiannya, yakni dalam
 Optimalisasi penataan ruang dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan
rentang waktu 20 tahun, adapun yang menjadi tujuan pengembangan Kota Garut adalah :
RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
KOTA TANPA KUMUH 1
DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT

 Peningkatan kualitas dan kuantitas pertanian dengan memanfaatkan teknologi yang ramah 4) Acuan lokasi investasi dalam wilayah yang dilakukan pemerintah, masyarakat, dan swasta;
lingkungan 5) Pedoman untuk penyusunan rencana rinci tata ruang di wilayah;
 Pemberdayaan dan pengembangan usaha kecil menengah dan koperasi 6) Dasar pengendalian pemanfaatan ruang dalam penataan/pengembangan wilayah yang
 Peningkatan sarana dan prasarana transportasi, Pos dan Telekomunikasi dan media masa meliputi penetapan peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta
untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan pengenaan sanksi;

 Peningkatan dan pengemabngan sarana prasarana serta sumber daya manusia 7) Acuan dalam administrasi pertanahan.

 Pemeliharaan dan pengembangan seni budaya sebagai identitas daerah Dalam rencana pola ruang RTRWP Jawa Barat Tahun 2009-2029 tersebut, Jawa Barat bertekad
 Pengentasan kemiskinan melalui penciptaan kesempatan kerja dan penanganan daerah menuju capaian 45% kawasan lindung (KL) sebagai green-province. Kabupaten Garut
tertinggal merupakan kabupaten dengan proporsi luas wilayah KL paling besar diantara kabupaten/kota
yang lain di Jawa Barat. Pada awalnya proporsi KL di Kabupaten Garut ditetapkan sebesar
3.2 Tinjauan Kebijakan Rencana Tata Ruang Kota Garut berdasarkan RTRW Kabupaten 78,7% dari luas wilayah kabupaten (306.519 ha) atau seluas 241.230 ha. Kemudian pada tahun
Garut 2011 – 2031 2010 berdasarkan hasil analisis data terbaru Geographic Information System (GIS) dari
Struktur ruang wilayah Kota Garut menggambarkan rencana sistem pusat kegiatan/pelayanan Kementerian Kehutanan menyebutkan luas wilayah Kabupaten Garut menjadi 311.007,5 ha
permukiman baik perdesaan dan perkotaan di Kota Garut. Rencana struktur pemanfaatan ruang (bertambah 4.488,5 ha) dengan luas KL sebesar 82,1 % atau seluas 255.337,16 ha.
wilayah adalah membentuk sistem pusat kegiatan/pelayanan dan sistem jaringan prasarana dan Namun terakhir, hasil kajian final pemetaan KL pada RTRWP Jawa Barat yang telah ditetapkan
sarana yang berhirarki di seluruh wilayah. Rencana struktur ruang wilayah merupakan salah satu menjadi Perda tersebut, proporsi KL berubah lagi menjadi 81,39% atau seluas 253.129 Ha
upaya untuk mempercepat efek pertumbuhan dari pusat-pusat Kegiatan. Rencana pembagian dengan rincian sebagai berikut: 1) KL Hutan (29,43%) terdiri dari: Hutan Konservasi (15.799,2
wilayah Kota Garut menurut rencana struktur ruang Kota Garut. ha) dan Hutan Lindung (75.742,8 ha); 2) KL Non Hutan (51,96%) terdiri dari: Sesuai untuk
Hutan Lindung (10.221,7 ha); Resapan Air (54.922,1 ha); Perlindungan Geologi (56,2 ha);
RTRW merupakan rencana tata ruang yang bersifat umum yang berisi tujuan, kebijakan, strategi
Rawan Letusan Gunung Berapi (21.576,6 ha); Rawan Gerakan Tanah (70.842,1 ha); Rawan
penataan ruang wilayah, rencana struktur ruang, rencana pola ruang, penetapan kawasan
Tsunami (3.975,5 ha). Penetapan proporsi KL Kabupaten Garut sebesar 81,39% tersebut
strategis, arahan pemanfaatan ruang, dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah
tentunya secara mudah dapat diketahui bahwa luas bersih kawasan budidaya (KBD) hanya
baik tingkat nasional (RTRWN), provinsi (RTRWP) maupun RTRW kab/kota. Tujuan RTRW
18,61% saja atau seluas 57.878,5 ha. Namun tidak serta merta KL tersebut tidak bisa
merupakan arahan perwujudan visi dan misi pembangunan jangka panjang pada aspek
dimanfaatkan kegiatan budidaya, seperti KL Non Hutan masih bisa dimanfaatkan namun
keruangan, yang pada dasarnya mendukung terwujudnya ruang wilayah nasional yang aman,
tentunya dengan arahan zonasi yang sangat ketat sehingga masih tetap berfungsi sebagai KL.
nyaman, produktif, dan berkelanjutan berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan
Nasional. Dan yang terpenting adalah, RTRW menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi Konsekuensi dengan KL 81,39% atau KBD bersih hanya 18,61% tersebut tentunya menjadi
pengarahan pemanfaatan ruang. tantangan sendiri yang serius bagi pembangunan di Kabupaten Garut, karena perlu kehati-hatian
dalam pemanfaatan sumberdaya alam termasuk pemanfaatan lahan untuk pembangunan
Adapun fungsi dari RTRW itu sendiri diantaranya:
infrastruktur dan kegiatan lainnya termasuk didalamnya kemungkinan terjadi alih fungsi lahan
1) Acuan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan
yang tidak sesuai dengan arahan pemanfaatan tata ruang. Faktanya, KL tersebut sebagian besar
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD);
berada di wilayah Garut Selatan yang mana pada saat ini hasil beberapa penelitian dan
2) Acuan dalam pemanfaatan ruang/pengembangan wilayah;
eksploitasi menunjukan potensi pertambangan cukup besar, tentunya sangat bernilai ekonomis
3) Acuan untuk mewujudkan keseimbangan pembangunan dalam wilayah;
RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
KOTA TANPA KUMUH 1
DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT

namun dapat mengancam kelestarian alam dan rusaknya kondisi lingkungan. Kondisi ini menjadi
tantangan yang sangat serius bagi pengembangan wilayah di Garut Selatan. 3.3 Rencana Detail Tata Ruang Kota Kabupaten Garut (Kedudukan BWK II, III, V, VI
Dalam Kawasan Perkotaan Garut)
Sebagaimana telah diatur dalam UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang mengenai bentuk
Kawasan perkotaan Garut dalam RDTR Kota Garut yang disusun pada tahun 2009 ditetapkan
insentif atau disintensif, maka Kabupaten Garut perlu mendapatkan insentif yang proporsional
terdiri dari 6 bagian wilayah kota, yaitu :
dari penetapan proporsi KL karena baik langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada
1. BWK 1, yang terletak di Kecamatan Garut kota dan Kecamatan Karangpawitan
sendi-sendi kehidupan masyarakat dan pemerintahan menyangkut pengembangan wilayah
mencakup fisik, sosial, budaya, ekonomi, ekologi/lingkungan yang merupakan hakikat  BWK I ini terdiri dari Kelurahan Pakuwon, Ciwalen, Paminggir, Kota wetan, Regol,

pembangunan berkelanjutan. Bentuk insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 UU Kota Kulon, Suci kaler, Karangmulyan, Desa Suci dan Kelurahan Lebak Jaya.

26/2007 yang merupakan perangkat atau upaya untuk memberikan imbalan terhadap  Fungsi utama diarahkan sebagai kawasan perdagangan dan jasa skala regional

pelaksanaan kegiatan yang sejalan dengan rencana tata ruang, berupa: (kabupaten)
2. BWK II, terletak di Kecamatan Garut Kota dan Cilawu.
a) Keringanan pajak, pemberian kompensasi, subsidi silang, imbalan, sewa ruang, dan urun
 BWK II ini terdiri dari Kelurahan Muarasanding, Sukanegla, Margawati, Cimuncang
saham;
dan Desa Ngemplangsari.
b) Pembangunan serta pengadaan infrastruktur;
 Fungsi utama diarahkan sebagai kawasan permukiman
c) kemudahan prosedur perizinan; dan/atau d) pemberian penghargaan kepada masyarakat,
3. BWK III, terletak di Kecamatan Garut Kota, Kecamatan karang pawitan, Tarogong kaler
swasta dan/atau pemerintah daerah.
dan Kecamatan Banyuresmi
Oleh karena itu, penetapan KL yang begitu besar bagi Kabupaten Garut jangan dijadikan
 BWK III terdiri dari Kelurahan Sukamentri, Desa Sukasenang, Desa Jati, Desa
penghalang dalam pelaksanaan pembangunan tapi menjadi tantangan yang harus disikapi dengan
Tanjung kemuning, dan Kelurahan Lengkongjaya.
arif, bijaksana, cermat, cerdas, dan tepat dalam bertindak. Upaya tersebut bisa ditindaklanjuti
 Fungsi utama diarahkan sebagai kawasan idustri.
berupa penyusun kebijakan-kebijakan pembangunan diantaranya berupa penyusunan RTRW
4. BWK IV, terletak di Kecamatan Tarogong kaler
Kabupaten Garut Tahun 2011-2031 yang telah menetapkan tujuan penataan ruang yaitu
 BWK IV ini terdiri dari Desa Tarogong, Pataruman, Haur panggung, Jaya raga,
bertujuan untuk mewujudkan sebagai kabupaten konservasi yang didukung oleh agribisnis,
Kelurahan Sukagalih, Jayawaras dan Desa Cimanganten
pariwisata dan kelautan.
 Fungsi utama diarahkan sebagai kawasan pemerintahan kabupaten
Gambar 3.1. 5. BWK V, terletak di Kecamatan Tarogong kaler
Kedudukan RTRW Kabupaten dalam Sistem Perencanaan Pembangunan dan Sistem
Penataan Ruang  BWK V ini terdiri dari Desa Rancabango, Langensari, Pananjung, Pasawahan,
Sukawangi, Mekarjaya, dan Desa Panjiwangi
6. BWK VI, terletak di Tarogong kaler dan Tarogong kidul
 BWK ini terdiri dari Kelurahan Sukakarya, Sukabakti, Desa Cibunar, Kersamenak,
Mekargalih, Mekarwangi, Sukajadi, Sirnajaya dan Kelurahan Sukajaya.
 Fungsi utama sebagai kawasan permukiman

Gambar 3.2.
RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
KOTA TANPA KUMUH 1
DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT

Peta BWK VI  Sub BWK 5A Diarahkan untuk sebagai kawasan pariwisata dan permukiman kepadatan
sedang
 Sub BWK 5B Diarahkan untuk sebagai kawasan permukiman kepadatan rendah, pertanian
dan konservasi
 Sub BWK 6A Diarahkan untuk sebagai kawasan permukiman kepadatan sedang dan
pertanian
 Sub BWK 6B Diarahkan untuk sebagai kawasan permukiman kepadatan rendah dan
pertanian

3.4 Rencana Penataan Pengembangan Perumahan Permukiman Daerah Kabupaten Garut


(KEBIJAKAN SEKTOR PERUMAHAN DI WILAYAH PERENCANAAN BWK II, III, V
dan VI)

Kawasan perumahan dan permukiman adalah kawasan yang berfungsi sebagai lingkungan
tempat tinggal dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan, juga
merupakan tempat untuk menyelenggarakan kegiatan bermasyarakat dalam lingkungan
[Link] karena itu, kawasan permukiman sebagai tempat bermukim dan berlindung harus
Sumber : RDTR Kota Garut Tahun 2009
sehat, aman, serasi dan [Link] itu kawasan permukiman harus bebas dari gangguan
Melihat posisi serta kedudukan wilayah perencanaan (BWK 2, 3, 5 dan 6) dapat disimpulkan pencemaran, serta bahaya lingkungan lainnya seperti rawan bencana. Kawasan ini di upaya
bahwa wilayah perencanaan merupakan ring kedua dari pertembuhan Kota Garut, setelah pusat akan dapat mendukung berlangsungnya proses sosialisasi dan nilai budaya yang berlaku di
kota di BWK 1 dan 4. Seiring dengan perkembangannya kawasan perkotaan Garut, wilayah masyarakat yang bersangkutan, aman serta memberikan kumudahan pada masyarakat untuk
perencanaan berkembang pula sebagai suatu are perkotaan dengan beragam aktivitas seperti menjakau pusat pusat pelayanan sosial ekonomi dan sarana prasarana lingkungan yang
perdagangan dan jasa, perkantoran dan permukiman, walupun sejauh ini area pertanian masih merupakan kebutuhan dalam kehidupan masyarakat.
cukup banyak ditemui. Kawasan permukiman berdasarkan standar penataan ruang meliputi zona perumaham
Sejalan dengan kondisi wilayah perencanaan sebagai ring kedua dari perkembangan kawasan kepadatan rendah, zona perumahan kepadatan sedang dan zona perumahan kepadatan tinggi,
perkotaan Garut, struktur ruang Kota Garut sebagaimana dalam RDTR Kota Garut yang dengan spesifikasi sebagai berikut :
disusun pada tahun 2009 menetapkan wilayah perencanaan sebagai hirarki III seperti pada  Zona perumahan kepadatan rendah : merupakan rumah tinggal dengan pekarangan luas,
gambar berikut. BWK 2, 3, 5 dan 6 selanjutnya dibagi kedalam 8 sub BWK sebagai berikut : dimaksudkan agar pengembangan perumahan berkepadatan rendah sebagaimana yang
 Sub BWK 2A Diarahkan untuk berperan sebagai kawasan permukiman kepadatan sedang ditetapkan dalam rencana penataan dan pengembangan kota dapat dipertahankan.
serta perdagangan dan jasa skala lokal. Kepadatan yang termasuk ke dalam kategori rendah adalah ≤10 kavling/HA
 Sub BWK 2B Diarahkan untuk berperan sebagai kawasan permukiman kepadatan sedang  Zona perumahan kepadatan sedang : merupakan perumahan unit tunggal dengan peletakan
dan pertanian. masa bangunan renggang ditujukan untuk pembangunan unit rumah tunggal dengan
 Sub BWK 3A Diarahkan untuk berperan sebagai kawasan industry mengakomodasikan kebutuhan rumah dengan perpetakan berbagai ukuran dengan
 Sub BWK 3B Diarahkan untuk berperan sebagai kawasan permukiman kepadatan sedang
RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
KOTA TANPA KUMUH 1
DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT

mengupayakan peningkatan kualitas lingkungan hunian, karakter dan suasana lebih permukiman, serta mengarahkan penyebaran kawasan permukiman dengan menyediakan
nyaman. Kepadatan yang termasuk ke dalam kategori sedang adalah 10-40 kavling/HA perumahan bagi masyarakat umum yang sesuai dengan ketentuan rumah sehat dan rencana
 Zona perumahan kepadatan tinggi : perumahan unit tunggal dengan tipe gandeng atau peruntukan lahan bagi permukiman.
deret dengan perpetakan kecil dengan akses jalan lingkungan, zona ini merupakan peluang 3. Sasaran
transisi antara lingkungan perumahan unit tunggal dengan lingkungan perumahan Pembangunan sektor perumahan dan permukiman di Wilayah Perencanaan ditujukan untuk
kepadatan tinggi, kepadatan yang termasuk dalam kategori tinggi adalah ≥ 40 kavling/HA mewujudkan kondisi permukiman yang sehat dan lingkungan yang tertata dengan baik.
Gambar 3.3. Sasaran sektor perumahan dan permukikman di Wilayah Perencanaan adalah terwujudnya
Peran dan Fungsi serta Arahan Rencana Pengembangan Tiap BWK pembangunan perumahan dan permukiman sebagai faktor utama untuk mendukung tujuan
penataan kawasan, yaitu ;
 Menjadi alat intervensi penataan struktur tata ruang yang terintegrasi dengan
pengembangan fasilitas dan utilitas untuk pelayanan kawasan permukiman.
 Menjadi elemen pelengkap dan pendukung untuk kegiatan di kawasan perencanaan,
baik kegiatan perdagangan jasa, pemerintah serta aksebilitas regional.
 Target penataan kawasan perumahan dan permukimanyang pada saat ini memiliki
kepadatan tinggi serta cenderung kumuh yang diperkirakan pada tahun perencanaan
merupakan kawasan dengan kepadatan sangat tinggi dengan kondisi semrawut.
Kebijakan sektor perumahan di wilayah perencanaan diuraikan sebagai berikut:
 Mewujudkan penyebaran kawasan permukiman secara merata dan proporsional sesuai
1. Indikator masalah dengan pengaturan zona-zona kepadatan yang direncanakan.
 Kecenderungan pertumbuhan penduduk yang meningkat membutuhkan peningkatan 4. Kebutuhan
penyediaan perumahan. Jumlah penduduk pada tahun perencanaan mencapai ± Kebutuhan perumahan dan permukiman dikawasan perencanaan didasarkan pada hal-hal
565.993 jiwa pada tahun 2009, dengan tingkat kepadatan secara umum rata-rata 54 berikut ini ;
jiwa/ha, namun untuk kawasan Blok tertentu memiliki kepadatan tinggi.  Perkembangan penduduk yang pesat dan keterbatasan lahan perkotaan untuk
 Kawasan pusat kota memiliki kecenderungan pertumbuhan cepat, baik secara fisik, pengembangan perumahan di pusat kota.
maupun fungsional, dan beberapa kantong-kantong permukiman lama cenderung  Adanya peningkatan jumlah penduduk sebagai akibat dari perkembangan kawasan
menjadi kumuh. yang cukup pesat di Wilayah Perencaan.
 Pola penyediaan rumah sebagian besar dilakukan secara swadaya, penyediaan rumah  Antisipasi perkembangan kawasan peruntukkan industry di bagian timur laut kota
oleh developer masih terbatas untuk masyarakat golongan menengah ke atas, (Kawasan Copong) pada masa yang akan dating dengan stimulasi pembangunan
sementara untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) penyediaan rumah prasarana strategis.
sehat sederhana (RSH) banyak berlokasi di luar jangkawan perkotaan Garut. 5. Kebijakan
 Pola persebaran penduduk tidak merata di seluruh kawasan perencanaan. Kebijakan sektor perumahan yaitu menata dan menyediakan berbagai prasarana
2. Tujuan lingkungan permukiman. Untuk mendukung tujuan pembangunan sektoral agar mampu
Dikaitkan dengan kawasan permukiman yang cenderung kumuh dan penyebarannya tidak memenuhi kebutuhan perumahan, maka rumusan kebijakan yang perlu diambil adalah
merata di kawasan perencanaan, tujuannya adalh untuk meningkatkan kualitas lingkungan sebagai berikut :
RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
KOTA TANPA KUMUH 1
DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT

 Antisipasi dalam mengarahkan kecenderungan pertumbuhan kawasan permukiman


saat ini sesuai dengan rencana tata ruang yang dituju dengan memberikan faktor 7. Strategi dan langkah Pembangunan Sektor Perumahan
insentif (dalam mendukung pertumbuhan sesuai dengan rencana), maupun Berdasarkan uraian diatas serta dikaitkan dengan arahan rencana penataan ruang kawasan,
memberikan faktor disinsentif (dalam mengarahkan, menahan, dan mengendalikan maka dapat dirumuskan langkah-langkah penataan sebagai berikut :
pertumbuhan kawasan permukiman yang tidak di harapkan).  Pembangunan perumahan baru ; (i) Pengembangan perumahan baru kearah utara (Sub
 Memberikan Advis Planingdalam setiap pembangunan perumahan oleh masyarakat BWK 3B), barat daya (Sub BWK 6A) dan tenggara (sub BWK 2A).
dan swasta dengan mengindahkan tata ruang yang disepakati secara konsisiten,  Penataan perumahan eksiting: untuk perumahan yang telah berkembang pada saat ini,
terutama dalam hal perjanjian lokasi. terdapat dua langkah yang perlu dilakukan dan dijadikan proritas dalam penataanya,
 Mengarahkan pengembangan perumahan oleh developer sesuai dengan kebutuhan dan yaitu ; (i) Pengendalian dan monitoringuntuk perumahan yang sudah terlanjur tumbuh
kemampuan pasar local, terkait dengan desain dan harga, khususnya kemampuan pada sempada Sungai Cimanuk, dan perkembangan dimasa yang akan datang
masyarakat setempat. pertumbuhannya dikendalikan dan dibatasi dengan ketat.
 Menyediakan lahan untuk pengembangan hunian dengan kepadatan yang bervariasi di  Penataan perumahan yang akan menjurus kearah kumuh dan padat yang berkembang
kawasan yang diarahkan untuk pengembangan dimasa datang dengan merefleksikan di pusat dan pinggiran kota .
pola-pola pengembangan yang diinginkan masyarakat. 8. Kebutuhan Pengembangan
 Untuk kawasan permukiman di Wilayah Perencanaan diarahkan untuk zona Hasil analisis proyeksi penduduk diketahui kebutuhan terhadap unit perumahan dan
perumahan kepadatan rendah, zona permukiman kepadatan sedang, hingga zona permukiman di kawasan perencanaan. Diperkiraan pada akhir tahun perencanaan
permukiman kepadatan tinggi, sesuai dengan ketentuan rencana kawasan permukiman kebutuhan terhadap perumahan dapat dipenuhi dengan pola kebijakan yang ada serta
pada tahun perencanaan. penyelenggaraan pembangunan perumahan baru serta perbaikan kawasan permukiman
6. Komponen penataan yang ada. Dengan menganalisis kondisi daya dukung lahan kawasan perencanaan,
Komponen penataan digolongkan berdasarkan pola penyediaan perumahan, yaitu : penyediaan perumahan dan permukiman sudah tidak memungkinkan untuk disediakan di
 Pola Swadaya : perumahan yang dibangun oleh masyarakat dan tumbuh dengan kawasan pusat kota, namun pada sub BWK 3B, 6 A dan 2 A dapat dilakukan sebagai
alamiah dengan berkembangan yang bersifat sporadic. kawasan permukiman kepadatan sedang dan rendah.

 Pola formal : perumahan yang dibangun oleh developer dengan ciri perkembangan 9. Arahan Pemenuhan Kebutuhan

kolektif dan bepola klaster.  Pemenuhan kebutuhan hunian didasarkan pada pola pemenuhan kebutuhan rumah saat

 Dilihat dari etruktur lahan eksiting yang tersedia, dapat dibagi menjadi tiga kategori ini yaitu 68% dilakukan melalui pola swadaya, dan 32% melalui pola formal berupa

pembangunan, yaitu : mekanisme pasar (pengembang/developer).

 Penataan perumahan yang telah ada dengan meningkatkan kualitas lingkungannya  Pemenuhan pola swadaya diarahkan mengisi ruang lingkungan perumahan/kampung

sehingga arah penataan adalah pada pemugiran, perbaikan lingkungan dan penyediaan eksiting saat ini yaitu berupa ekstented family, penambahan ruang pada kapling eksiting

infrastruktur pendukung. (in fill development).

 Penataan pada ruang-ruang kosong yang memungkinkan untuk pengembangan  Pemenuhan kebutuhan rumah baru melalui mekanisme pasar yang dilakukan melalui

perumahan baru. konsep Lingkungan Hunian Berimbang (1 : 3 : 6) dan diarahkan mengisi ruang

 Penataan perumahan yang berada pada zona yang tidak sesuai dengan peruntukan lingkungan perumahan pada cluster-cluster sesuai rencana guna lahan.

lahan dan struktur tata ruang yang telah ada.


RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
KOTA TANPA KUMUH 1
DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT

Hasil analisis terhadap proyeksi penduduk diketahui tingkat kebutuhan terhadap unit BWK 2 selanjtnya terbagi menjadi 2 sub BWK, yaitu BWK 2A, sub BWK 2B dan sub BWK
perumahan dan permukiman di kawasan pusat pertumbuhan kota. Diperkiraan pada akhir tersebut dibagi menjadi 3 block perencanaan yaitu Blok 2.1, 2.2, 2.3. BWK 3 selanjutnya
tahun perencanaan kebutuhan terhadap perumahan dapat dipenuhi dengan pola kebijakan terbagi menjadi 2 sub BWK, yaitu sub BWK 3A, dan BWK 3B, BWK tersebut menjadi 4 blok
yang ada serta penyelenggaraan pembangunan perumahan baru serta perbaikan kawasn perencanaan yaitu Blok 3.1, 3.2, 3.3dan 3.4, BWK 5 sekanjtnya terbagi menjadi 2 sub BWK,
permukiman yang ada. yaitu sub BWK 5A dan 5B, menjadi 3 blok perencanaan yaitu Blok 5.1, 5.2, 5.3. Dan BWK 6
terbagi menjadi 2 BWK, yaitu BWK 6A dan 6B, dan sub BWK tersebut dibagi menjadi 4 blok
3.5 Rencana struktur dan pola ruang BWK VI ( KEDUDUKAN BWK II, III, V, VI DALAM
yaitu Blok 6.1, 6.2, 6.3, 6.4
KAWASAN PERKOTAAN GARUT)
3.6 Rencana Penggunaan Lahan dan Program Pengembangan Permukiman (BWK VI)
Struktur ruang pusat BWK 2, 3, 5 dan 6 merupakan suatu kerangka struktural yang
menampilkan bentuk kotanya dan dilihat dari unsur unsur kegiatan fungsional perkotaan yang Dalam perencanaannya BWK 6 diarahkan untuk pengembangan kegiatan permukiman di Kota
dihubungkan oleh sistem transportasi serta didukung oleh ketersediaan sarana prasarana Garut. Alokasi kegiatan permukiman di BWK 6 memiliki proporsi ± 53 % dari luas BWK 6.
perkotaan, adapaun tujuan pembentukan struktur ruang BWK 2, 3, 5 dan 6 diantaranya adalah: Untuk penggunaan lahan perumahan dari hasil analisis proyeksi penduduk yang berimplikasi
 Menjabarkan struktur ruang yang dikembangkan di wilayah Kabupaten Garut terhadap demand permukiman, menunjukan bahwa untuk masa beberapa tahun perencanaan ke

 Memacu pertumbuhan dan mewujudkan pemerataan pemabngunan ke seluruh kawasan depan, alokasi pemanfaatn ruang yang ada untuk kegiatan permukiman masih dapat

 Mendayagunakan fasilitas pelayanan kota yang penyebarannya dilakukan secara menampung kebutuhan untuk puluhan tahun ke mendatang dengan tingkat kepadatan sedang.

berjenjang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pelayanan Hal ini menunjukan pula bahwa puluhan tahun berikutnya masih memungkinkan untuk bisa
lebih berkembang.
 Menciptakan daya tarik bagi seluruh bagian kawasan dengan penyebaran pusat-pusat
Namun demikian, secara proporsi luas lahan yang ada, maka penggunaan lahan tidak terbangun
pelayanan ke seluruh kawasan perkotaan
khusunya kawasan ruang terbuka hijau, perkebunan dan pertanian masih tetap dipertahankan
Ruang merupakan perwujudan dari berbagai kegiatan yang berada diatasnya. Secara konsptual
dalam pengembangan kawasan.
pengembangan keruangan adalah upaya untuk mengalokasikan ruang berdasarkan kegiatan-kegiatan
yang akan ditetapkan. Atas dasar konsepsi tersebut, pengembangan ruang BWK 2, 3, 4 dan 6 Block 6.1
didasarkan pada konsep yang akan diakomodasi didalam BWK 2, 3, 5 dan 6.
TABEL 3.1 PENGGUNAAN LAHAN
Pengembangan struktur ruang pusat BWK 2, 3, 5 dan 6 penyebarannya dialokasikan di tempat-
Komponen Penggunaan lahan
tempat strategis atau yang mempunyai aksesibilitas baik, sehingga mudah dijangkau dari
seluruh bagian kawasan. Pengembangan tidak terlepas dengan fungsi dan peran BWK 2, 3, 4 Fasilitas Fasilitas pendidikan, SD, SMP, SMU, perguruan tinggi, balai

dan 6 yang telah ditetapkan sesuai dengan block perencanaan. pengobatan dan poliklinik, prkatek dokter, apotik, Puskesmas,
Puskesmas pemabntu, Langgar, Mesjid lingkungan, Fasilitas
Block perencanaan merupakan pola bentukan struktur ruang BWK 2, 3, 4 dan 6 yang lebih
peribadatan lainnya, warung, pertokoan, mini market, pasar lokal,
detail, pendetail tersebut dilakukan pada kawasan-kawasan yang dianggap memiliki
Bank, Perbelanjaan skala kecil, lapangan olah raga skala
kompleksitas permasalahan perkotaan yang cukup tinggi, dari hasil analisa serta prediksi
lingkungan.
kecenderungan perkembangan hingga akhir tahun perencanaan, kawasan yang diindikasikan
Pemerintahan Pusat pemerintahan kecamatan, pusat pemerintahan
mempunyai skala penanganan prioritas merupakan beberapa kawasan yang termasuk pada
kelurahan/desa
wilayah perencanaan.
Pusat kegiatan Sub BWK 6
RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
KOTA TANPA KUMUH 1
DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA KABUPATEN GARUT

Pusat hunian Perumahan swadaya, perumahan developer, Kampung kota pengembangan prasarana energi listrik, prasarana air bersih, sasnitasi, sistem drainase,
Non Urban Ruang terbuka hijau, perkebunan dan pertanian prasarana persampahan, perumahan permukiman)
Negatife list Industry besar polutan  Program pengembangan dan pengendalian pola ruang dan penyediaan sarana/fasilitas
umum dan sosial (meningkatkan pelayanan fasilitas umum dan sosial di setiap BWK)
Rencana detail tata ruang Kota Garut memiliki fungsi sebagai acuan bagi pemerintah daerah  Meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dan memenuhi aspek ruang terbuka hijau
Kabupaten Garut dalam menyusun program tahunan. Indikasi program-program pembangunan (RTH)
tersebut merupakan penjabaran kebijakan dan rencana pengembangan ruang yang telah  Meningkatkan kualitas lingkungan dan bangunan di kawasan budidaya
ditetapkan ke dalam program-program pembangunan. Berikut diantara indikasi program  Program pengembangan kelembagaan masyarakat yang kooperatif dan produktif ditingkat
pengembangan di wilayah perencanaan : komunitas lokal yang berbasis kemitraan
 Program pengembangan struktur ruang dan pengendalian ruang melalui jaringan dan
utilitas kawasan, mengembalikan jaringan pergerakan sebagai pengarauh struktur ruang
dan peningkatan aksesibilitas kawasan (rencana peningkatan jaringan jalan perkotaan dan
lingkungan/pembngunan jaringan jalan, penataan fungsi jalan dan pedestrian, pengaturan
sistem pengangkutan)
 Mengembangkan jaringan utilitas guna meningkatkan akses pelayanan masyarakat dan
pemerataan pembangunan wilayah (pengembangan jaringan telekominukasi,
TABEL OVERVIEW KEBIJAKAN

Sum be r
No Visi Da n Misi Tujua n Sa sa ra n Stra te g i Re nc a na Pro g ra m Ke g ia ta n Lo ka si
Do kum e n
1 RPJMD MISI : Me w u ju d ka n ku a lit a s in fra st rukt ur Me n in g ka t ka n in fra st rukt u r 1. Prog ra m Pe m b a n g un a n Ja la n d a n
ya n g m e m a d a i se rt a lin g ku n g a n ya n g se h a t , d a sa r ya ng m a m p u Je m b a t a n ;
a m a n d a n nya m a n m e n d o ro n g p e rc e p a t a n 2. Prog ra m Pe m b a n g un a n In fra st ru kt u r
e kon o m i, sosia l d a n b u d a ya Pe rd e sa a a n ;
• Prog ra m p e ng e m b a n g a n st ru kt u r ru a n g
3. Prog ra m Pe m b a n g un a n Sa lu ra n Dra ina se
d a n p e ng e n d a lia n ru a n g m e la lu i ja ring a n C in un u k,
d a n G oro n g -g o ron g ;
d a n ut ilit a s ka w a sa n , m e n g e m b a lika n Sind a ng m e ka r,
4. Prog ra m Pe m b a n g un a n Tura p / Ta lu d /
ja rin g a n p e rg e ra ka n se b a g a i p e n g a ra u h Sind a ng ra t u ,
1) Me n in g ka t n ya ku a n t it a s Bro n jo ng ;
st ru kt u r ru a n g d a n p e n in g ka t a n a kse sib ilit a s Su ka m e n a k,
d a n kua lit a s infra st ru kt u r 5. Prog ra m Re h a b ilit a si / Pe m e lih a ra a n Ja la n
ka w a sa n (re nc a n a p e ning ka t a n ja rin g a n Wa na ja ya ,
ja la n ya n g m e m a d a i d a n Je m b a t a n ;
ja la n p e rkot a a n d a n Wa na m e ka r,
6. Prog ra m In sp e ksi Ko nd isi Ja la n d a n
lin g kun g a n / p e m b n g u n a n ja rin g a n ja la n , Wa na ra ja d a n
Je m b a t a n ;
p e n a t a a n fun g si ja la n d a n p e d e st ria n , Wa na sa ri
7. Prog ra m Da t a Ba se Ja la n d a n Je m b a t a n ;
p e n g a t ura n sist e m p e n g a n g ku t a n )
8. Prog ra m Sa ra n a d a n Pra sa ra na
Ke b in a m a rg a a n ;

1. Prog ra m Pe n g e m b a n g a n Pe ru m a h a n;
2. Prog ra m Lin g ku n g a n Se h a t Pe ru m a h a n;
3. Prog ra m Pe m b e rd a ya a n Ko m u nit a s
Pe ru m a h a n ;
• Me ng e m b a n g ka n ja rin g a n u t ilit a s g u na C in un u k,
4. Prog ra m Pe n ing ka t a n Ke sia g a a n d a n
m e n in g ka t ka n a kse s p e la ya n a n m a sya ra ka t Sind a ng m e ka r,
Pe n c e g a ha n Ba h a ya Ke b a ka ra n;
p ra sa ra na d a sa r p e m u kim a n (p e ng e m b a n g a n ja rin g a n t e le ko m in u ka si, Su ka m e n a k,
RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN
KOTA TANPA KUMUH
d a n p e ru m a ha n ya n g se h a t p e n g e m b a ng a n p ra sa ra na e ne rg i list rik,
d a n nya ma n p raKABUPATEN
sa ra na a ir b eGARUT
rsih , sa sn it a si, sist e m
Pe d e sa a n ;
6. Prog ra m Pe n g e m b a n g a n Sist e m Pe n ye d ia a n
Wa na ja ya ,
1
Wa na m e ka r,
DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA d a n Pe ng e lo la a n Air Be rsih;
d ra in a se , p ra sa ra n a p e rsa m p a h a n , Wa na ra ja d a n
7. Prog ra m Pe n a t a a n G e d u n g d a n
p e ru m a h a n p e rm u kim a n ) Wa na sa ri
Ling kun g a n ;
8. Prog ra m p e m b a n g u n a n in fra st ru kt u r
p e rd e sa a n ;

C in un u k,
3) Me n in g ka t n ya Sind a ng m e ka r,
ke t e rse d ia a n re nc a n a t a t a 1. Prog ra m Pe re n c a n a a n Ta t a Rua ng ; Sind a ng ra t u ,
• Me ning ka t ka n ku a lit a s lin g kun g a n
ru a n g d a la m p e re nc a n a a n , 2. Prog ra m Pe m a nfa a t a n Ru a n g ; Su ka m e n a k,
p e rko t a a n d a n m e m e n u h i a sp e k ru a n g
p e m a n fa a t a n d a n 3. Prog ra m Pe n g e n d a lia n Pe m a n fa a t a n Ru a n g Wa na ja ya ,
t e rb u ka h ija u (RTH)
p e n g e nd a lia n p e m a n fa a t a n Wa na m e ka r,
ru a n g Wa na ra ja d a n
Wa na sa ri

a . Pe n g e m b a n g a n d a n p e n g e lo la a n
ja rin g a n irig a si, ra w a d a n ja rin g a n p e n g a ira n
la in n ya ;
b . Pe m b a n g u n a n ja rin g a n irig a si
1. Pro g ra m Pe n g e m b a n g a n d a n Pe n g e lo la a n
Le u w ig o o n g ;
J a rin g a n Irig a si, Ra w a d a n J a rin g a n Pe n g a ira n C in u n u k,
c . Re h a b ilit a si d ra in a se p e rko t a a n d a n
La in n ya ; Sin d a n g m e ka r,
p e n a n g g u la n g a n b a n jir p e rko t a a n ;
4) Me n in g ka t n ya 2. Pro g ra m Pe n g e n d a lia n Ba n jir d a n ke ke rin g a n Sin d a n g ra t u ,
d . Ko n se rv a si ka w a sa n h u lu DA S d a n su b
p e n g e lo la a n irig a si, se rt a p e n g a m a n a n p a n t a i; Su ka m e n a k,
DAS;
2 RPJ M DESA ko n [Link] Pe
a sindinagnka
p teanng eku
n ad lit a sn
a lia 1. Me la n ju t ka n ke g ia t a n -ke g ia t a n a t a u 3. Pro [Link] g enmg be amnbgaanng w
anila, Pe
ya nh g( efisik
lo lainafra
n dstarunkt u r) Wa n a De sa, Sin d a n g ra t u
ja ya
e . Pe n g e m b a n g a n , p e n g e lo la a n d a n
b a n jirp e la ya n a n m a sya ra ka t p ro g ra m -p ro g ra m ya n g t e la h d ira n c a n g Ko n se rv a si Su n g a i, Da n a u d a n Su m b e r Da ya A ir Wa n a m e ka r,
ko n se rv a si su m b e r d a ya a ir;
La in n ya ; Wa n a ra ja d a n
f. Pe n se
g ertnad ayalianng bb ae nlujirmd da ic
n ake
p ke
a i rin
o legha Ke p artlaa De sa
n se
4. Pro g ra m Pe n ye d ia a n d a n Pe n g o la h a n A ir Wa n a sa ri
p e n g se
am b ae lu
n amnnpyaa n t a i;
Ba ku ;
g . Pe n ye d ia a n d a n p e n g e lo la a n a ir b a ku ; Pe rb a ika n ja la n
h . Pe rlin d u n g a n d a n ko n se rv a si su m b e r d a ya
g a ng ,
a la m , m in e ra l d a n a ir t a n a h
2. Pe m e ra t a a n st a b ilisa si p e m b a n g u n a n b a ik je m b a t a n ,
2. Pe n in g ka t a n su m b e r d a ya
d i b id a n g sa ra n a d a n p ra sa ra n a , 1. Pro [Link] m gPe p e n e ra n g a n
m a n u sia m e la lu i p e m e ra t a a n rammb pinearua m n d a ah an nPed na gnatw
a taasarun a n g
p e n d id ika n , ke se h a t a n , so sia l b u d a ya Bid a n g Pe rt a m b a n g a n ; ja la n u m u m
fa silit a s p e n d id ika n
m a u p u n b id a n g la in n ya 2. Pro g ra m Pe m b in a a n d a n Pe n g a w a sa n da n
Bid a n g Ke t e n a g a list rika n ; p e m b a n g u nCainnu n u k,
a . Pe n g e m b a n g a n ja rin g a n list rik p e rd e sa a n ; 3. Pro g ra m Pe n d a ya g u n a a n Pa n a s Bu m i; Sin d a n g m e ka r,
5) Me n in g ka t n ya RTLH
b . Pe m b in a a n , p e n g e m b a n g a n 4. Pro g ra m Pe m b in a a n d a n Pe n g e lo la a n Usa h a Sin d a n g ra t u ,
p e ng e m b a ng a n d a n Pe m b a n g u n a n
ke t e n3.
a gPe an g
list e m
rika b
n apnegmaanndfaa ant pa en neinnge ka
rg itba an ru
ku a lit
En ae srg i Ba ru d a n Te rb a ru ka n ; Su ka m e n a k,
p e m a3.n fa
Peantina gn ka
sutma bn elardjua ya d a n t de arbna ku
ru ka
a nnt itse
a rt
s ae p
t rheandgaka
p jia
p enlasoyasian la n b a ik 5.
d iPro [Link] gPeranmg apw e na gsae nmdbaa nn gPea nnedrtaibnapne n g e lo la a n d ra in se , sa luWa
ra nn a ja ya ,
m in e ra l, e n e rg i a lt e rn a t if d a n
p e rt u m b u h a n e ko n o m i e ko n o m i p o t e n si p a n a s b u m i. Ke g ia ja t arin
n gRaa nkya
irigt ayasi,nra
gw Bearpdoatne njasirin Meg arunsap ke n g a ira n irig a si, Wa n a m e ka r,
list rik p e rd e sa a n d a la m p e la ya n a n a d m in ist ra si d e sa m a u p u n
ke m a sya ra ka t a n Lin g kulanin gn a ya
n; p e m b a n g u nWaa nn a ra ja d a n
VISI TAHUN 2014-2019: MEWUJUDKAN la in n ya .
Me w u ju d ka n p e re n c a n a a n 6. Pro g ra m Pe m b in a a n d a n Pe n g e lo la a n Usa h a g o ro n g -g o roWa
n gn a sa ri
MASYARAKATDESA SINDANGRATU SEBAGAI p e m b a n g u n a n De sa se su a i Pe rt a m b a n g a n Su m b e r Da ya A ir, Min e ra l d a n
Pe m b b a n g u n a
SUPLIER BATA GOLER/ PRES MERAH YANG Ba t u Ba ra
ke b u t u h a n m a sya ra ka t d a n n
BERKUALITAS TINGGI DAN MENJADIKAN 4. Pe n in g ka t a n d a n p e n ya lu ra n d e n g a n
ke a d a a n se t e m p a t 4. Pe n in g ka t a n ko n d isi 4. Pro g ra m p e n in g ka t a n sa ra n a d a n p ra sa ra n a p e n a m p u n g a n
ya n g a d a d i De sa Sin d a n g ra t u

RPLP RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN A n g ku t a n J a la n Ka b u p a t e n G a ru t Ta h u n p ip a n isa si a ir


1. Pro g ra m Pe m b a n g u n a n Pra sa ra n a d a n
2015 – 2020; b e rsih
KOTA TANPA KUMUH c . Pe re n c a n a a n Pe n in g ka t a n t e rm in a l Tip e -B
Fa silit a s Pe rh u b u n g a n ; 1
5. Pe m e ra t a a n d a n 2. Pro g ra m Re h a b ilit a si d a n Pe m e lih a ra a n C in u n u k,
DESA CINUNUK KECAMATAN WANARAJA MaKABUPATEN
la n g b o n g ; GARUT
p e n in g ka t a n in fra st ru kt u r 5. Pe n in g ka t a n d a n p e n g a w a sa n Pra sa ra n a d a n Fa silit a s LLA J ; Sin d a n g m e ka r,
d . Ba n t u a n sa ra n a / fa silit a s p e rh u b u n g a n Pe m b a n g u n a n
sa ra n a u m u m ( ja la n De sa , p e m b a n g u n a n b a ik ya g t e la h d ib a n g u n 3. Pro [Link]
m gPe ranmin gp ka
e ntina gnka
Pet la
a nyasan arann A
a ndgaku
n tparan sa
; ra n a Sin d a n g ra t u ,
6) Me n in g ka t n ya ke t e rt ib a n , b a g i d e sa t e rt in g g a l; PAUD, Re h aSu b ka m e n a k,
4. Pro g ra m Pe n g e n d a lia n d a n Pe n g a m a n a n
ke se laJ m
a rin
a tga anndIrig
a n ake
si,nSa
yaramnaan O ela. hPe nminaguka p ut an np sa
e mrabnaan dg au nn apnraya sanrag nse
a d a ng p e n d id ika n
La lu Lin t a s; Ma d ra sa h Wa n a ja ya ,
la lu linRa
t a gs a d a n Pe la ya n a n p e rh ubbeurja n glaann ;
5. Pro g ra m Pe n in g ka t a n Ke la ika n Wa n a m e ka r,
Ke se h a t a n ) f. Pe re n c a n a a n p e n in g ka t a n t e rm in a l Tip e -A
Pe n g o p e ra sia n Ke n d a ra a n Be rm o t o r; Wa n a ra ja d a n
p e rko t a a n ko t a G a ru t ; Pe m b a n g u nWa
a nn a sa ri
g . Pe n6.a Pet a amne w lihila
a ra
yaahn pdearkon pt ae na in
n gGka t at n( Pa rkir 6. Pro g ra m Pe n g e m b a n g a n Ko m u n ika si,
a ru
In fo rm6.a Pro
si d g
a ra m pdeian inMa
n Me g ka
sa t;a n sa ra n a d a n p ra sa ra n a TPS Se m e n t a ra ,
); ke b u d a ya a n -ke b u d a ya a n ya n g a d a d i De sa
h . Pe re nc
ke b e rsih a n d a n ke se ha ta n Pe m b a n g u n a n
Sin d aa nn ag arant uPe m b a n g u n a n Te rm in a l
Ba ra n g d i Ke c a m a t a n Le le s. p o sya n d u
7. Me n g g a li se rt a m e m b a n g kit ka n ro d a
7. Pro g ra m p e n in g ka t a n ku a lit a s d a n Pe la t ih a n -
p e re ko n o m ia n m a sya ra ka t De sa
p ro d u kt ifit a s t e n a g a ke rja p e la t ih a n
Sin d a n g ra t u

Pe m b e ria n
8. Me n d id ik ka u m m u d a ya n g b e rp re st a rsi b a n t u a n kre d it ,
ya n g m e m p u n ya i p o t e n si ya n g b a ik, p e m b in a a n
8. Pro g ra m p e n g e m b a n g a n In d u st ri ke c il d a n
lo ya lit a ss d a n d e d ika si ya n g b a g u s se rt a p e m a sa ra n d a n
Me n c ip t a ka n ra sa m e m iliki m e ne ng a h
Misi: in t e g ra si ka u m m u d a ya n g ko m p e t e n , b a ik p e m b in a a n
1. Mewujudkan Desa Sindangratu menjadi Desa yang
d a n t a n g g u n g ja w a b
d i b id a n g o la h ra g a m a u p u n b id a n g la in n ya . ke lo m p o k u sa h a
MERNAH, RAMAH TAMAH, TUMANINAH, AMANAH dan m a sya ra ka t t e rh a d a p
ke c il
BERIBADAH menuju Ridho Alloh SWT. p ro g ra m , p e m b a n g u n a n De sa
9. Me n in g ka t ka n ke n ya m a n a n lin g ku n g a n
m a sya ra ka t b a ik d i b id a n g sa ra n a d a n
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia p ra sa ra n a , p e n d id ika n , ke se h a t a n , so sia l
Masyarakat Desa Sindangratu b u d a ya m a u p u n b id a n g la in n ya .

3. Menggali dan mengembangkan berbagai potensi desa Pe d o m a n b a g i se lu ru h


4. menata kehidupan yang mernah (Stabil)
p e m a n g ku p e m b a n g u n a n
5. meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat,
d a la m p e n ye le n g g a ra a n
"Ramah Tamah" yang mengutamakan kepentingan
umum dari pada kepentingan pribadi, maju dalam segala p e m e rin t a h a n De sa
bidang.
6. meningkatkan taraf perekonomian masyarakat

Anda mungkin juga menyukai