0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan16 halaman

Praktik Balancing Roda dan Ban

Laporan ini membahas tentang balancing roda dan tyre changer, meliputi kompetensi dan subkompetensi, alat dan bahan, keselamatan kerja, dasar teori, langkah kerja, data hasil praktek, analisis, dan kesimpulan."

Diunggah oleh

Arif Fediyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
22 tayangan16 halaman

Praktik Balancing Roda dan Ban

Laporan ini membahas tentang balancing roda dan tyre changer, meliputi kompetensi dan subkompetensi, alat dan bahan, keselamatan kerja, dasar teori, langkah kerja, data hasil praktek, analisis, dan kesimpulan."

Diunggah oleh

Arif Fediyanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN KEMUDI, REM DAN SUSPENSI

BALANCING RODA DAN TYRE CHANGER

Di susun oleh :
Arif Fediyanto 15504241053
Gea Lurudancang 15504244003
Ari Budiono 15504244006
Dicky Putra Kurniawan 15504244007

KELAS C22

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGRI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2017
I. Kompetensi
1. Menggunakan mesin balancing
2. Membalance roda dengan prosedur yang tepat
II. Sub Kompetensi
Setelah selesai praktikum mahasiswa dapat :
1. Melepas dan memasang roda pada mesin balance dengan cara yang
benar
2. Menjelaskan syarat-syarat roda siap atau dapat dibalance
3. Menjelaskan cara kerja pembalanan roda
III. Alat dan Bahan
1. Balancing machine dan SST balancing
2. Tool box
3. Alat-alat ukur yang diperlukan
IV. Keselamatan Kerja
1. Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
2. Bekerja dengan berhati-hati dan teliti
3. Memastikan anda tidak berada pada daerah putar mesin balance
dan menutup cover pengaman roda.
V. Dasar Teori
Roda adalah salah satu komponen kendaraan yang menopang berat
kendaraan. Roda terdiri dari ban dan pelek. Ban juga mengikuti
perubahan arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi.
Selain itu ban juga berfungsi meredam getaran dari jalan. Keausan ban
sangat dipengaruhi oleh fungsi dari suspensi, steering dan penyetelan
front wheel alignment. Sehingga ban dan pelek menjadi komponen
yang mempunyai fungsi vital dalam kendaraan.
Kondisi ban juga sangat mempengaruhi kenyamanan dan safety
pengendara. Ban dan pelek akan mengalami perubahan kualitas dalam
jangka waktu tertentu sesuai dengan medan dan cara penggunaan
kendaraan. Roda dan ban harus balance (seimbang) agar tidak terjadi
getaran. Saat roda berputar, terjadi gaya sentrifugal pada tiap bagian
roda dan ban dimana sejumlah gaya tertarik keluar dari ban. Gaya ini
semakin menguat saat rotasi roda semakin cepat. Jika massa sudah
merata ke seluruh roda dan ban (tidak ada titik berat), gaya akan
seimbang maka gaya sentrifugal tidak akan memiliki efek hambatan.
Jika ban memiliki titik berat maka ban akan tidak seimbang
(unbalance) dimana gaya sentrifugal lebih besar pada salah satu titik
ban yang akan menarik gaya yang kuat saat ban berputar. Ini akan
membuat roda dan ban bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi
satu ke sisi yang lainnya (oblak). Sehingga pengendara akan
merasakan goncangan atau getaran akibat roda yang tidak balance.
Jadi balancing berfungsi untuk membuat roda depan dan belakang
menjadi parallel. Seiring dengan waktu pemakaian, untuk menjaga
agar roda dalam keadaan seimbang membutuhkan perawatan balancing
supaya dalam berkendara lebih nyaman dan pengemudi tidak
mengalami kelelahan. Roda akan dipasang pada alat wheel balancer
kemudian akan diketahui titik-titik berat pada roda yang
mengakibatkan roda tidak balance. Kemudian alat akan menunjukkan
seberapa besar beban yang harus diberikan pada roda agar roda
kembali menjadi balance. Selanjutnya roda akan diberikan pemberat
(weight balance) sesuai dengan beban yang dibutuhkan, weight
balance dipasang pada pelek roda.
VI. Langkah Kerja
 Melepas Ban Menggunakan Tyre Changer
1. Lepaskan pentil dan Biarkan ban mengempis.

2. Pasang ban yang telah kempes pada sisi samping mesin.

3. Posisikan Bilah penekan dengan menggeser dengan menggeser handle


pada sisi samping ban. Saat proses pengepresan, jangan letakkan tangan
pada samping ban karena berbahaya.
4. Tekan pedal penekan, maka bilah penekan akan menekan sidewall dengan
tekanan yang kuat sampai kedua bead lepas dari rim.
5. Tempatkan roda diatas mesin, tekan pedal sampai posisi pelek terjepit
dengan kuat.

6. Posisikan pengait pelepas ban diatas rim

7. Gunakan jugil ban untuk mencongkel sisi samping ban dan menepatkan
dengan pengait sampai pengait masuk ke dalam bead.

8. Tekan pedal pemutar, maka mesin akan memutarkan ban dan bead akan
terlepas dari rim.
9. Untuk melepas bead sisi bawah, tempatkan pengait pada rim sisi bawah.

10. Tekan pedal pemutar, maka mesin akan memutarkan ban dan ban akan
terlepas dari peleknya.

 Memasang Ban Menggunakan Tyre Changer


1. Tempatkan pelek diatas mesin.

2. Tempatkan ban diatas pelek, masukkan bead ke salah satu sisi samping
pelek.
3. Tempatkan tuas pemasang pada bead sisi bawah dan teka pedal pemutar,
maka mesin akan memutarkan ban dan bead bawah akan tepasang pada
pelek.
4. Pasang tuas pengait pemasang pada bead atas tepat diatas rim.

5. Tekan pedal pemutar, maka mesin akan memutarkan ban dan secara
perlahan ban akan terpasang pada pelek.

6. Posisikan ban terhadap pelek dengan cara menekan sisi bead, maka ban
akan tertata rapi pada peleknya.

7. Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai untuk


spesifikasi ban tersebut.
 Membalance Roda:
1. Mengukur tekanan ban sesuai dengan spesifikasi dan membersihkan
permukaan roda dari batu yang menempel pada permukaan roda.

2. Memasang roda yang akan dibalance ke dudukan roda pada Mesin Balance
Roda (Wheel Balancer) dan dikunci dengan menggunakan pengunci roda,
serta memastikan roda sudah terpasang dengan kuat.

3. Hidupkan mesin balance ronda dengan menekan tombol ON pada bagian


samping mesin.
4. Memasukan data kedalam mesin balance seperti diameter velg, lebar velg dan
jarak velg dengan mesin balance.
5. Selanjutnya memilih menu untuk membalance roda, biasanya yang diatur
adalah unbalance threshold.

6. Menutup tutup pengaman roda dan secara otomatis roda tersebut akan
berputar dengan sendirinya, tunggu hingga roda tersebut berhenti sendiri.
7. Setelah roda tersebut behenti maka pada layar mesin balance akan muncul
indikator seprti gambar dibawah ini.

8. Pembacaan pada gambar diatas menunjukan bahwa, pada bagian sisi dalam
roda perlu ditambah timble seberat 10gram dan pada bagian sisi luar perlu
ditambah 15gram timble.
9. Pemasangan timble pada bagian sisi luar dan dalam roda.

10. Setelah pemasangan tersebut kemudian tutup kembali, roda tersebut akan
berputar. Maka akan diketahui hasil jika sudah balance akan seperti gambar
dibawah ini.
VII. Data hasil praktek Balancing roda
Ukuran ban yang dibalance 185/70 SR 13 Tubeles

STEP BALANCE IN OUT


I 10 15
II OK OK

Pembahasan

Berdasarkan data praktik dapat dilihat bahwa hasil pertama praktikum


yaitu IN 10 dan OUT 15 , dengan hasil seperti data maka ditambah
pemberat agar hasilnya seimbang dan dihasilakan OK , karena
unbalance threshold 5, maka hasil yang di peroleh IN dan OUT OK.

Setelah roda dipasang pada mesin balancer dengan kuat dan data
spesifikasi ban dan pelek sudah dimasukkan, kemudian menutup
pengaman roda sehingga roda akan diputar secara otomatis. Pada
mesin balance terdapat sensor gerak putar roda sehingga dapat
mendeteksi pada posisi mana yang tidak seimbang dan berapa gram
kebutuhan pemberat (weight balance) nya. Setelah dipasang pemberat
sesuai dengan posisi dan jumlah gram nya kemudian roda diputar
kembali, jika posisi pemberat sudah pas dan roda sudah balance atau
seimbang akan keluar tulisan “OK” pada monitor, baik untuk IN
maupun OUT.

Semakin sedikit unbalance threshold maka roda tersebut akan semakin


balance, unbalance threshold sangat mempengaruhi ketelitian dari
mesin balance tersebut dan roda akan semakin balance.
Analisis

 Static Balance

Titik yang berjarak/ berjari-jari sama dari poros harus mempunyai


bobot yang sama, sehingga jika roda diputar titik sembarang/ tertentu
dari roda akan dapat berhenti pada sembarang posisi. Kondisi inilah
yang disebut static balance.

Jika roda yang dalam keadaan unbalance berputar maka gaya


centrifugal yang bekerja pada titik unbalance akan lebih besar,
sehingga akan cenderung menarik keluar dari poros dan menyebabkan
gaya pada poros menjadi tidak seimbang. Hal tersebut dapat
menyebabakan poros menjadi bengkok dan atau menyebabkan getara
radial pada saat roda berputar.
Dengan menempelkan beban yang sama dengan bobot unbalance pada
titik yang posisinya berlawanan (180 derajat) maka ketidakbalanan
(unbalance) dapat dihilangkan sehingga efeknya juga akan ikut hilang,
karena gaya centrifugal yang bekerja pada semua arah sama besarnya.

Pengimbangan gaya menjadikan kondisi balance

Pada aplikasinya, memasangkan bobt balance di telapak ban sangat


sulit dilakukan, sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut
pemasangan bobot balance dibagi menjadi 2 dan di pasang pada sisi
pelek.

Pemasangan bobot balance

 Dynamic Balance

Keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar


dinamakan dynamic balance.
Kondisi unbalance

Dari gambar di atas misalnya, bobot ekstra A dan B menyebabkan


roda tidak balance. Garis yang mengubungkan pusat bobot dari gaya
berat G1 dan G2 tidak berada pada sekeliling garis pusat roda,
sehingga saat berputar titik g1 dan g2 cenderung mendekati garis
pusat roda.

Setiap roda berputar 180derajat seluruh gaya yang ditimbulkan oleh


kecenderungan tersbut menjadikan timbulnya getaran lateral
mengikuti ayunan putaran roda. Kondisi ini menyebabkan steering
wheel shimmy, yaitu ayunan menlingkar dari steering wheel.

Dynamic Balance
VIII. Kesimpulan
1. Roda dapat dibalance dalam kondisi roda bertekanan sesuai spesifikasi,
dan roda dapat diposisikan pada mesin dengan baik. Kemudian roda dapat
dibalance setelah datasheet dari roda diinputkan pada mesin.
2. Dengan adanya balancing roda, maka akan didapat roda kendaraan yang
seimbang dalam berputarnya, sehingga didapat kenyamanan saat
mengendarainya.
3. Akibat dari roda yang kurang balance, akan menimbulkan getaran yang
bisa mengganggu handling, jadi tangan akan cepat lelah dan bahkan ban
akan aus secara tidak merata.
IX. Daftar Pustaka
 [Link]
[Link]
 [Link]
[Link]
 [Link]

Anda mungkin juga menyukai