0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan255 halaman

Manajemen Asuhan Kebidanan Ibu Nifas

Laporan ini membahas tentang manajemen asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan perdarahan post partum di praktik mandiri bidan pera. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas praktik profesi bidan di Institut Kesehatan Deli Husada. Laporan ini membahas latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, tinjauan pustaka tentang konsep dasar perdarahan post partum dan manajemen asuhan kebidanan, pendokumentasian asuhan, p

Diunggah oleh

Putri Mayang Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan255 halaman

Manajemen Asuhan Kebidanan Ibu Nifas

Laporan ini membahas tentang manajemen asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan perdarahan post partum di praktik mandiri bidan pera. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas praktik profesi bidan di Institut Kesehatan Deli Husada. Laporan ini membahas latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, tinjauan pustaka tentang konsep dasar perdarahan post partum dan manajemen asuhan kebidanan, pendokumentasian asuhan, p

Diunggah oleh

Putri Mayang Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANPADA IBU NIFAS DENGAN


PERDARAHAN POST PARTUM DI PRAKTIK MANDIRI
BIDAN PERA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Profesi Bidan


di Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Oleh :

DWI RAHMAWATI
22.23.089

Dosen : Bd. Peny Ariani, SST., [Link]

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN PROGRAM PROFESI


INSTITUT KESEHATANDELI HUSADA DELITUA
T.A 2021/2022
LEMBAR PENGESAHAN

Telah diperiksa, dievaluasi dan disetujui oleh pembimbing praktek dan


pembimbing akademik di Praktik Mandiri Bidan Pera.

Deli Tua, September 2022


Mahasiswa

DWI RAHMAWATI
22.23.089

Pembimbing Praktik

Bd. Elpida, SST


NIP. 19730805.2007012007

Pembimbing Akademik

Bd. Gf Gustina Siregar, SST., [Link]


NPP. 19880808.201109.2.001

Mengetahui,
Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua
Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi
Fakultas Kebidanan
Dekan,

Bd. Peny Ariani, SST, [Link]


NPP. 19890614.201008.2.001
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan Kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan Laporan Kasus yang berjudul Asuhan
Kebidanan Pada Ibu Nifas Praktik Mandiri Bidan Pera.

Asuhan kebidanan ini merupakan salah satu tugas dalam rangkaian


Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Institut Kesehatan Deli
Husada Deli Tua.

Bersama ini perkenankanlah saya mengucapkan terima kasih kepada:


1. Drs. Johannes Sembiring, [Link], [Link], selaku Rektor Institut Kesehatan
Deli Husada Deli Tua
2. Bd. Peny Ariani, SST., [Link], selaku Dekan Fakultas Kebidanan Institut
Kesehatan Deli Husada Deli Tua
3. Ibu Bd. G.F. Gustina Siregar, SST, [Link], selaku Koordinator Program
Studi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi
4. Ibu Bd. Elpida, SST selaku Pemilik dan Pembimbing Lahan Profesi
5. Ibu Bd. Mutiara Dwi Yanti, SST., [Link] selaku Pembimbing Akademik
Program Studi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Institut
Kesehatan Deli Husada Deli Tua
6. Secara khusus dan sangat istimewa kepada kedua orang tua peneliti yang
peneliti sayangi ayahanda Marbawi Syah dan ibunda Mislaili atas do’a,
kasih sayang dan terutama dukungan moril serta material yang tiada henti
memberikan banyak dukungan dalam penyelesaian Laporan Asuhan
Kebidanan Pada Ibu Nifas.
7. Teristimewa kepada adik-adik saya, keluarga saya dan teman-teman saya

yang telah memberikan semangat, dukungan dan motivasi kepada saya

dalam penyelesaian Laporan Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas.

Semoga Allah SWT membalas budi baik semua pihak yang telah memberi

kesempatan, dukungan dan bantuan dalam penyelesaian asuhan kebidanan ini.


Saya sadari bahwa asuhan kebidanan ini masih kurang sempurna, saya

berharap kritik dan saran dari pembaca dan semoga bermanfaat bagi pembaca.

Deli Tua, September 2022

Penulis
Daftar Isi

Halaman
KATA PENGANTAR................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................
1.1 Latar Belakang........................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................
1.3 Tujuan......................................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................


2.1Konsep Dasar perdarahan Post Partum....................................................
2.2 Manajemen Asuhan Kebidanan Menurut Hellen Varney.......................

BAB III PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN................

BAB IV PEMBAHASAN............................................................................

BAB V PENUTUP.......................................................................................
5.1Kesimpulan...............................................................................................
5.2. Saran.......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indikator yang digunakan untuk menilai derajat kesehatan masyarakat

yang terpenting adalah Angka Kematian Ibu (AKI). AKI menggambarkan jumlah

wanita yang meninggal dari suatu penyebabkematian terkait dengan gangguan

kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil)

selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan)

tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100.000 kelahiran hidup.

Menurut data dari WHO setiap hari di dunia terjadi 800 ibu meninggal

akibat kehamilan dan melahirkan dan sebanyak sembilan puluh sembilan persen

(99%) kematian tersebut terjadi di negara berkembang. Tujuan pembangunan

kesehatan menuju Indonesia Sehat 2025 adalah meningkatnya kesadaran,

kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat

kesehatan masyarakat dapat terwujud, melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan

Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduk yang hidup dengan perilaku dan

dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan

kesehatan yang bermutu, secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan

yang setinggi-tingginya diseluruh wilayah Republik Indonesia (Departemen

Kesehatan RI, 2018).

Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari angka

kematian ibu (AKI). Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia

(SDKI) tahun 2016 AKI di Indonesia sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup,

sedangkan target yang harus dicapai pada tahun 2025 adalah 74 per 100.000

kelahiran hidup (Departemen Kesehatan RI, 2018).


Di Indonesia, Sebagian besar persalinan terjadi tidak di rumah sakit,

sehingga sering pasien yang bersalin di luar kemudian mengalami perdarahan

postpartum dan terlambat sampai ke rumah sakit, saat datang keadaan

umum/hemodinamiknya sudah memburuk, akibatnya mortalitas tinggi. (Yayan

Akhyar).

Perdarahan setelah melahirkan atau Post Partum Hemorrhagic (PPH)

adalah konsekuensi perdarahan berlebihan dari tempat implantasi plasenta, trauma

di traktus genitalia dan struktur sekitarnya, atau keduanya. Apabila terjadi

perdarahan yang berlebihan pasca persalinan harus dicari etiologi yang spesifik.

Atonia uteri, retensio plasenta (termasuk plasenta akreta dan variannya), sisa

plasenta, dan laserasi traktus genitalia merupakanpenyebab sebagian besar

perdarahan post partum (Setiawan, 2019).

Adapun faktor predisposisi perdarahan post partum secara umum yaitu

paritas, interval persalinan, status gizi, riwayat persalinan dulu, anemia, kelelahan

dan kelemahan otot rahim, pertolongan persalinan dengan tindakan serta

overdistensi pada kehamilan (Manuaba,2017).

1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum

Bidan mampu memberikan asuhan dan pelayanan kebidanan pada Ibu

bersalin dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian

perdarahan post partum di Praktik Mandiri Elpida Tanjung Tiram.

1.2.2 Tujuan Khusus

 Untuk melakukan pengkajian pada ibu masa nifas.

 Untuk menetapkan diagnosa dan masalah dari hasil pengkajian.


 Untuk menetapkan diagnosa dan masalah potensial.

 Untuk menentapkan diagnosa kebutuha segera.

 Untuk merencanakan asuhan kebidanan pada masa nifas.

 Untuk melaksanakan asuhan kebidanan yang telah di susun.

 Untuk mengevaluasi asuhan kebidan yang telah dilakukan.


BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Perdarahan Postpartum


2.1.1 Pengertian Perdarahan Postpartum
Perdarahan postpartum adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml dalam

masa 24 jam setelah anak lahir. (Rustam Mochtar, 2018). Perdarahan setelah

melahirkan atau Post Partum Hemorrhagic (PPH) adalah konsekuensi perdarahan

berlebihan dari tempat implantasi plasenta, trauma di traktus genitalia dan struktur

sekitarnya, atau keduanya. Apabila terjadi perdarahan yang berlebihan pasca

persalinan harus dicari etiologi yang spesifik. Atonia uteri, retensio plasenta

(termasuk plasenta akreta dan variannya), sisa plasenta, dan laserasi traktus

genitalia merupakan penyebab sebagian besar perdarahan post partum (Setiawan,

2015).

2.1.2 Epidemiologi

Perdarahan karena kontraksi rahim yang lemah setelah anak lahir meningkat

insidennya pada kehamilan dengan pembesaran rahim yang berlebihan seperti

pada kehamilan ganda, hidramnion, anak terlalu besar ataupun pada rahim yang

melemah daya kontraksinya seperti pada grandemultipara, interval kehamilan

yang pendek, atau pada kehamilan usia lanjut, induksi partus dengan oksitosin, his

yang terlalu kuat sehingga anak dilahirkan terlalu cepat dan sebagainya.

Perdarahan post partum dini jarang disebabkan oleh retensi potongan

plasenta yang kecil, tetapi plasenta yang tersisa sering menyebabkan perdarahan

pada akhir masa nifas. Kadang-kadang plasenta tidak segera terlepas. Bidang
obstetri membuat batas-batas durasi kala tiga secara agak ketat sebagai upaya

untuk mendefenisikan retensio plasenta shingga perdarahan akibat terlalu

lambatnya pemisahan plasenta dapat dikurangi. Combs dan Laros meneliti 12.275

persalinan pervaginam tunggal dan melaporkan median durasi kala III adalah 6

menit dan 3,3% berlangsung lebih dari 30 menit. Beberapa tindakan untuk

mengatasi perdarahan, termasuk kuretase atau transfusi, menigkat pada kala tiga

yang mendekati 30 menit atau lebih. (Yayan Akhyar, 2018).

Efek perdarahan banyak bergantung pada volume darah pada sebelum hamil

dan derajat anemia saat kelahiran. Gambaran perdarahan post partum yang dapat

mengecohkan adalah nadi dan tekanan darah yang masih dalam batas normal

sampai terjadi kehilangan darah yang sangat banyak.

2.1.3 Klasifikasi

a) Perdarahan post partum primer / dini (early postpartum hemarrhage)

Perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama. Penyebab utamanya

adalah atonia uteri, retention plasenta, sisa plasenta dan robekan jalan

lahir. Banyaknya terjadi pada 2 jam pertama.

b) Perdarahan Post Partum Sekunder / lambat (late postpartum

hemorrhage)

Perdarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama. Penyebab utamanya

adalah robekan jalan lahir dan sisa plasenta atau membrane.

2.1.4 Etiologi

a) Atonia uteri
Atonia uteri merupakan keadaan dimana otot uterus (miometrium) gagal

berkontraksi pada tahap ke-3 persalinan, yaitu setelah bayi dilahirkan,

sehingga perdarahan dari tempat perlekatan arteri dan vena spiral plasenta

terus terbuka. Kondisi bahwa 1/5 dari curah jantung ibu hamil yaitu sekitar

1000ml/menit memasuki sirkulasi utero plasenta saat persalinan membuat

perdarahan postpartum karena atonia uteri ini dapat menghilangkan banyak

darah ibu dalam waktu singkat. Hal ini yang membuat atonia uteri menjadi

penyebab paling sering kematian ibu oleh perdarahan postpartum yaitu

sekitar 75-90%.

Penyebab pasti disfungsi kontraksi pada uterus ini masih belum diketahui

secara pasti. Tetapi pada banyak wanita hamil, atonia uteri paling tidak

dapat diantisipasi dengan baik pada kehamilan lanjut. Terdapat beberapa

faktor risiko yang berhubungan dengan atonia uteri. Paritas tinggi sudah

lama diketahui sebagai salah satunya, dimana insiden perdarahan

postpartum meningkat dari 0,3 pada paritas rendah menjadi 1,9 pada paritas

tinggi, dan 2,4 pada paritas 7 kali atau lebih.

Uterus yang terdistensi berlebihan juga cenderung hipotonia setelah

persalinan oleh karena itu ibu hamil dengan janin besar, janin multipel, atau

polihidramnion memiliki risiko tinggi. Abnormalitas proses persalinan

(distosia) juga cenderung atonia. Sama seperti induksi persalinan dengan

prostaglandin atau oksitoksin juga sering disertai atonia.

b) Laserasi jalan lahir

Robekan perineum, vagina serviks, forniks dan rahim, dapat

menimbulkan perdarahan yang banyak apabila tidak segera di reparasi.


Laserasi pada traktus genitalia sebaiknya dicurigai ketika terjadi

perdarahan yang berlangsung lama, yang menyertai kontraksi uterus yang

kuat.

Proses persalinan selalu terkait dengan trauma jalan lahir termasuk

uterus, serviks, vagina, dan perineum. Cedera yang didapat saat

persalinan dapat berkisar dari robekan mukosa minor hingga laserasi

yang menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa. Robekan yang

terjadi bisa ringan (lecet, laserasi), luka episiotomi, robekan perineum

spontan derajat ringan sampai ruptur perinei totalis (sfingter ani

terputus), robekan pada dinding vagina, forniks uteri, serviks, daerah

sekitar klitoris dan uretra serta bahkan yang paling berat yaitu ruptur

uteri.

c) Hematoma

Hematoma yang biasanya terdapat pada daerah-daerah yang

mengalami laserasi atau pada daerah jahitan perineum. Hematoma

terjadi karena kompresi yang kuat di sepanjang traktus genitalia, dan

tampak sebagai warna ungu pada mukosa vagina atau perineum yang

ekimotik. Biasanya hematoma ini dapat diserap kembali secara alami.

d) Retensio plasenta

Adalah keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 1 jam

setelah bayi lahir. Sebab-sebabnya adalah:

 Plasenta belum terlepas dari dinding rahim karena tumbuh melekat

lebih dalam, yang menurut perlekatannya dibagi menjadi:


 Plasenta Adhesiva, yang melekat pada desidua

endometrium lebih dalam.

 Plasenta Inkreta, dimana vili khorialis tumbuh lebih dalam

dan menembus desidua sampai ke myometrium.

 Plasenta Akreta, yang menembus lebih dalam ke dalam

miometrium tetapi belum menembus serosa.

 Plasenta Perkreta, yang menembus sampai serosa atau

peritoneum dinding rahim.

 Plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena atonia uteri dan akan

menyebabkan perdarahan yang banyak. Atau karena adanya lingkaran

konstriksi pada bagian bawah rahim akibat kesalahan penanganan kala

III, yang akan menghalangi plasenta keluar (plasenta inkarserata).

e) Kelainan proses pembekuan darah

Kelainan pembekuan darah misalnya afibronogenemia atau

hipofibronogenemia yang sering dijumpai pada:

- Perdarahan yang banyak.

- Solusio plasenta.

- Kematian janin yang lama dalam kandungan.

- Pre-eklampsia dan eklampsia.

- Infeksi, hepatitis dan septic syok.

2.1.5 Diagnosis

Untuk membuat diagnosis perdarahan postpartum perlu diperhatikan ada

perdarahan yang menimbulkan hipotensi dan anemia. Apabila hal ini dibiarkan

berlangsung terus, pasien akan jatuh dalam keadaan syok. perdarahan postpartum
tidak hanya terjadi pada mereka yang mempunyai predisposisi, tetapi pada setiap

persalinan kemungkinan untuk terjadinya perdarahan postpartum selalu ada.

Perdarahan yang terjadi dapat deras atau merembes. Perdarahan yang deras

biasanya akan segera menarik perhatian, sehingga cepat ditangani sedangkan

perdarahan yang merembes karena kurang nampak sering kali tidak mendapat

perhatian. Perdarahan yang bersifat merembes bila berlangsung lama akan

mengakibatkan kehilangan darah yang banyak. Untuk menentukan jumlah

perdarahan, maka darah yang keluar setelah uri lahir harus ditampung dan dicatat.

Kadang-kadang perdarahan terjadi tidak keluar dari vagina, tetapi

menumpuk di vagina dan di dalam uterus. Keadaan ini biasanya diketahui karena

adanya kenaikan fundus uteri setelah uri keluar. Untuk menentukan etiologi dari

perdarahan postpartum diperlukan pemeriksaan lengkap yang meliputi anamnesis,

pemeriksaan umum, pemeriksaan abdomen dan pemeriksaan dalam.

Pada atonia uteri terjadi kegagalan kontraksi uterus, sehingga pada palpasi

abdomen uterus didapatkan membesar dan lembek. Sedangkan pada laserasi jalan

lahir uterus berkontraksi dengan baik sehingga pada palpasi teraba uterus yang

[Link] pemeriksaan dalam dilakukan eksplorasi vagina, uterus dan

pemeriksaan inspekulo. Dengan cara ini dapat ditentukan adanya robekan dari

serviks, vagina, hematoma dan adanya sisa-sisa plasenta.

Secara ringkas, diagnosis dapat dilakukan sebagai berikut:

a. Palpasi uterus: bagaimana kontraksi uterus dan tinggi fundus uteri.

Memeriksa plasenta dan ketuban : apakah lengkap atau tidak.

b. Lakukan eksplorasi kavum uteri untuk mencari: Sisa plasenta dan ketuban,

Robekan rahim, dan Plasenta suksenturiata.


c. Inspekulo : untuk melihat robekan pada serviks, vagina dan varises yang

pecah.

d. Pemeriksaan laboratorium : periksa darah, Hb, clot observation test (COT)

dan lain-lain.

2.1.6 Pencegahan dan Penanganan

Cara yang terbaik untuk mencegah terjadinya perdarahan post partum

adalah memimpin kala II dan kala III persalinan secara lega artis. Apabila

persalinan diawasi oleh seorang dokter spesialis obstetrik dan ginekologi ada yang

menganjurkan untuk memberikan suntikan ergometrin secara IV setelah anak

lahir, dengan tujuan untuk mengurangi jumlah perdarahan yang terjadi.

2.1.7 Penanga nan Umum

a) Ketahui dengan pasti kondisi pasien sejak awal (saat masuk).

b) Pimpin persalinan dengan mengacu pada persalinan bersih dan aman

(termasuk upaya pencegahan perdarahan pasca persalinan).

c) Lakukan observasi melekat pada 2 jam pertama pasca persalinan (di

ruang persalinan) dan lanjutkan pemantauan terjadwal hingga 4 jam

berikutnya (di ruang rawat gabung).

d) Selalu siapkan keperluan tindakan gawat darurat.

e) Segera lakukan penlilaian klinik dan upaya pertolongan apabila

dihadapkan dengan masalah dan komplikasi.

f) Atasi syok.
g) Pastikan kontraksi berlangsung baik (keluarkan bekuan darah, lakukam

pijatan uterus, berikan uterotonika 10 IU IM dilanjutkan infus 20 IU

dalam 500cc NS/RL dengan 40 tetesan permenit.

h) Pastikan plasenta telah lahir dan lengkap, eksplorasi kemungkinan

robekan jalan lahir.

i) Bila perdarahan terus berlangsung, lakukan uji beku darah.

j) Pasang kateter tetap dan lakukan pemantauan input-output cairan.

k) Cari penyebab perdarahan dan lakukan penangan spesifik.

2.1.8 Penanganan berdasarkan penyebab

A. Atonia uteri

Tergantung pada banyaknya perdarahan dan derajat atonia uteri, dibagi

dalam 3 tahap:

a. Tahap 1 : Perdarahan yang tidak terlalu banyak dapat diatasi dengan

pemberian uterotonika, massase rahim dan memasang gurita.

b. Tahap 2 : Bila perdarahan belum berhenti dan bertambah banyak,

selanjutnya berikan infuse dan transfuse darah dan dapat dilakukan:

Kompresi bimanual, Kompresi aorta, Tamponade utero-vagina, walaupun

secara fisiologis tidak tepat, hasilnya masih memuaskan. dan jepitan arteri

uterine.

c. Tahap 3 : Bila semua upaya di atas tidak menolong juga, maka usaha

terakhir adalah menghilangkan sumber perdarahan, dapat ditempuh

dengan 2 cara yaitu dengan meligasi arteri hipogastrika atau histerektomi.

B. Retensio Plasenta
a. Penemuan secara dini hanya mungkin dengan melakukan pemeriksaan

kelengkapan plasenta setelah dilahirkan. Pada kasus sisa plasenta

dengan perdarahan pasca persalinan lanjut, sebagian besar pasien akan

kembali lagi ke tempat bersalin dengan keluhan perdarahan.

b. Berikan antibiotika, ampisilin dosis awal 1g IV dilanjutkan dengan 3 x

1g oral dikombinasikan dengan metronidazol 1g supositoria dilanjutkan

dengan 3 x 500 mg oral.

c. Lakukan eksplorasi (bila servik terbuka) dan mengeluarkan bekuan

darah atau jaringan. Bila servik hanya dapat dilalui oleh instrument,

lakukan evakuasi sisa plasenta dengan AMV atau dilatasi dan kuretase.

d. Bila kadar Hb8 gr%, berikan sulfas ferosus 600 mg/hari selama 10 hari.

e. Apabila plasenta belum lahir dalam setengah sampai 1 jam setelah bayi

lahir, maka harus segera dikeluarkan tindakan yang dapat dikerjakan

adalah:

Perasat Crede’

Syarat : Uterus berkontraksi baik dan vesika urinaria kosong.

Teknik pelaksanaan :

Fundus uterus dipegang oleh tangan kanan sedemikian rupa, sehingga ibu

jari terletak pada permukaan depan uterus sedangkan jari lainnya pada

fundus dan permukaan belakang. Setelah uterus dengan rangsangan tangan

berkontraksi baik, maka uterus ditekan ke arah jalan lahir. Gerakan jari-

jari seperti meremas [Link] Crede’ tidak boleh dilakukan pada

uterus yang tidak berkontraksi karena dapat menimbulkan inversion uteri.


Perasat Crede’ dapat dicoba sebelum meningkat pada pelepasan plasenta

secara manual.

Manual Plasenta

Indikasi :

Indikasi pelepasan plasenta secara manual adalah pada keadaan

perdarahan pada kala tiga persalinan kurang lebih 400 cc yang tidak dapat

dihentikan dengan uterotonika dan masase, retensio plasenta setelah 30

menit anak lahir, setelah persalinan buatan yang sulit seperti forsep tinggi,

versi ekstraksi, perforasi, dan dibutuhkan untuk eksplorasi jalan lahir dan

tali pusat putus.

Teknik Plasenta Manual :

Sebelum dikerjakan, penderita disiapkan pada posisi [Link]

umum penderita diperbaiki sebesar mungkin, atau diinfus NaCl atau

Ringer Laktat. Anestesi diperlukan kalau ada constriction ring dengan

memberikan suntikan diazepam 10 mg intramuskular. Anestesi ini berguna

untuk mengatasi rasa nyeri. Operator berdiri atau duduk dihadapan vulva

dengan salah satu tangannya (tangan kiri) meregang tali pusat, tangan yang

lain (tangan kanan) dengan jari-jari dikuncupkan membentuk kerucut.

Eksplorasi kavum uteri

Indikasi :

Persangkaan tertinggalnya jaringan plasenta (plasenta lahir tidak lengkap),

setelah operasi vaginal yang sulit, dekapitasi, versi dan ekstraksi, perforasi

dan lain-lain, untuk menetukan apakah ada rupture uteri. Eksplorasi juga
dilakukan pada pasien yang pernah mengalami seksio sesaria dan sekarang

melahirkan pervaginam.

Teknik Pelaksanaan :

Tangan masuk secara obstetric seperti pada pelepasan plasenta secara

manual dan mencari sisa plasenta yang seharusnya dilepaskan atau meraba

apakah ada kerusakan dinding uterus. untuk menentukan robekan dinding

rahim eksplorasi dapat dilakukan sebelum plasenta lahir dan sambil

melepaskan plasenta secara manual.

C. Laserasi

Lakukan pemeriksaan serviks visual dan penjahitan pada laserasi serviks

yang dalam untuk menghentikan perdarahan.

D. Hematoma

Hematoma yang kecil dapat diatasi dengan es, analgetik dan pemantauan

yang terus-menerus. Hematoma yang lebih besar atau yang ukurannya

meningkat perlu diinsisi dan didrainase untuk mencapai hemostasis.

Pembalut vagina yang terlalu besar dapat membuat berkemih menjadi sulit

dan sering dilakukan pemasangan kateter menetap. Karena tindakan insisi

dan drainase bisa meningkatkan kecenderungan pasien terinfeksi, perlu

dipesankan antibiotic spectrum luas. Jika dibutuhkan, berikan transfusi

darah dan faktor-faktor pembekuan.

2.2 Teori Manajemen Asuhan Kebidanan Menurut Hellen Varney

1. Langkah I : pengumpulan data dasar.


Pada langkah pertama ini dilakukan pengkajian dengan ngumpulan

semua data dasar yang diperlukan untuk mengevaluasi keadaan klien

secara lengkap.

2. Langkah II : interprestasi data dasar.

Mengidentifikasi diagnosis atau masalah dan kebutuhan klien secara

tepat

3. Langkah III : mengidentifikasi diagnosis atau masalah potensial.

Mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lain berdasarkan

rangkaian dan diagnosis yang sudah diidentifikasi sebelumnya.

4. Langkah IV : mengidentifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan

segera.

Mengidentifikasi perlu/tidaknya tindakan segera oleh bidan maupun oleh

dokter, dan kondisi yang perlu dikonsultasikan atau ditangani bersama

anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.

5. Langkah V : merencanakan asuhan yang menyeluruh.

Merencanakan asuhan menyeluruh yang ditentukan menurut langkah-

langkah sebelumnya.

6. Langkah VI : Melaksanakan Perencanaan.

Rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah

ke-5 dilaksanakan secara dilaksanakan secara efisien dan aman.

7. Langkah VII : evaluasi.

Mengevaluasi keefektifan asuhan yang sudah diberikan dengan

mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang

tidak efektif.
2.3 Pendokumentasian Dalam Bentuk SOAP

Proses pemikiran pelaksanaan kebidanan adalah metode

pendokumentasian SOAP yang dipakai untuk mendokumentasikan asuhan klien

dalam rekam medis klien sebagai catatan kemajuan.

1. S (Subjektif)

Menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien

melalui anamnesa.

2. O (Objektif)

Menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien, hasil

laboratorium, dan uji diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus

untuk mendukung asuhan.

3. A (Assesment)

Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interpretasi data

subjektif dan objektif dalam suatu identifikasi.

4. P (Planning)

Menggambarkan pendokumentasian dan tindakan, evaluasi dari

perencanaaan.
BAB III
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “F” G3P2A0 DENGAN ATONIA UTERI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Pengkajian Tanggal : 8 September 2022

Pukul : 22.30 WIB

I. PENGKAJIAN

A. DATA OBJECTIV
1. Identitas
- Nama : Ny. F Nama Suami : Tn. S
- Umur : 36 Tahun Umur : 37 Tahun
- Suku : Melayu Suku : Melayu
- Agama : Islam Agama : Sidikalang
- Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jalan. Beringin

2. Alasan Masuk Klinik


Ibu mengatakan ingin mengedan disertai ingin buang air besar dan
merasakan sakit perut menjalar ke pinggang yang semakin kuat.

3. Keluhan Utama
Ibu mengeluh perutnya berkontraksi disertai keluar lendir bercampur darah
dari jalan lahir

4. Riwayat Menstruasi
Menarche : 13 tahun
Siklus Haid : Teratur
Sifat Darah : Merah Kehitaman
Banyak Darah : 3 kali ganti pembalut sehari
Dismenorhea : Ya
Fluor Albus : Tidak Pernah

5. Riwayat Kehamilan Yang Lalu

Ana Umur Umur Jenis Tempat Komplikasi Penolong Bayi Nifas


k Ke Anak Kehamilan Persalinan Persalina
Ibu Bayi JK PB/BB Laktasi
n

1 5 th 9 bln Normal PMB - - Bidan L 49 2 th


cm/3,3g

2 3 th 9 bln Normal PMB - - Bidan P 51 1,2 th


cm/3,7g

3 H A M I L I N I

6. Riwayat Kehamilan dan Persalinan Sekarang


Usia Kehamilan : 38-39 minggu
HPHT : 08 Desember 2021 TTP : 15 September 2022
Antenatal Care : 3 kali di Bidan
Jenis Persalinan : Normal
Tempat Persalinan : Praktik Mandiri Elpida
Penolong : Bidan

7. Riwayat Kontrasepsi

No. Jenis Mulai Memakai Berhenti/Ganti Cara


Kontrasepsi
Tahun Oleh Tempat Keluhan Tanggal Oleh Tempat Alasan

1. Suntik 1 Bln 2016 Bidan PMB - - - - -

2. Suntik 1 Bln 2018 Bidan PMB - - - - -

8. Riwayat Kesehatan

a) Penyakit Sistemik yang Pernah/Sedang diderita


Ibu mengatakan tidak pernah menderita tekanan darah tinggi, kurang
darah, sesak, maupun kencing manis.
b) Penyakit yang Pernah/Sedang diderita Keluarga
Ibu mengatakan bahwa keluarganya tidak ada riwayat menderita
tekanan darah tinggi, kurang darah, sesak, maupun kencing manis.
Tetapi Ibu mengatakan ibu kandungnya menderita kolesterol.

9. Riwayat Post Partum


Ambulasi : Baik
Pola Makan : Makan 3 x/hari (menu: nasi, sayur, lauk, dan buah)
Pola Minum : Minum 6 gelas/hari
Pola Tidur : Istirahat malam 7 jam
Pola Eliminasi : BAK : 3 kali sehaari, lancar
BAB : 1 kali sehari

10. Keadaan Psikososial Spiritual


Kelahiran ini : Diinginkan
Penerimaan Ibu terhadap Bayinya : Ibu senang atas kelahiran bayinya
Tinggal serumah dengan : Suami dan Anak
Tanggapan Keluarga terhadap : Keluarga senang kelahiran bayinya

B. DATA OBJECTIVE
1. Pemeriksaan Umum
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
HR : 82 x/i
Suhu : 36,6°C
RR : 24 x/i
Keadaan Umum : Lemas
Kesadaran : Composmentis

2. Pemeriksaan Antropometri
Berat Badan : 63 kg
Tinggi Badan : 153 cm

3. Pemeriksaan Fisik
a. Wajah : Tidak ada cloasma gravidarum dan tidak terdapat oedema
b. Mata : Konjungtiva anemis dan sklera tidak ikterus
c. Mulut dan Gigi : Terdapat caries
d. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
pembengkakan kelenjar limfe dan tidak ada bendungan
vena jugularis
e. Payudara : Simetris, puting menonjol dan pengeluaran kolostrum
f. Abdomen : Bagus, tidak ada bekas SC
- TFU : 2 jari di bawah pusat
- Kontraksi Uterus : Tidak Ada
- Kandung Kemih : Kosong
g. Ekstremitas
- Ekstremitas Atas : Tidak terdapat oedema
- Ekstremitas Bawah : Terdapat oedema dan tidak ada varices
h. Genetalia
- Oedema : Tidak terdapat oedema
- Varices : Tidak ada varices
- Perineum : Ada robekan
- Jahitan : 3 Jahitan
- Lokhea : Rubra
i. Anus : Tidak terdapat hemoroid

4. Data Persalinan
Persalinan : Melalui Pervaginam
Plasenta : Lahir lengkap, tidak ada kelainan
Panjang Tali Pusat : 50 cm
Perineum : Utuh

5. Keadaan Bayi Baru Lahir


Lahir Tanggal : 8 September 2022
Masa Kehamilan : 38-39 minggu Apgar Score: 7/9
BB/PB/JK : 3700 gram/50 cm/Laki-laki
LK/LD : 33 cm/34 cm
Cacat Bawaan : Tidak Ada
Rawat Gabung : Dilakukan
II. INTERPRETASI DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN

A. Diagnosa
G3P2A0, Post Partum 1 Jam PPH dengan Atonia Uteri
*DASAR
Data Subyektif : Ibu mengatakan telah melahirkan anak ketiganya melalui
pervaginam pada tanggal 8 September 2022 Pukul 15.40
WIB. Ibu mengeluh pusing dan mengantuk
Data Obyektif : Keadaan umum lemas, kesadaran composmentis, TD :
90/60 mmHg, HR 60 x/i, RR 22 x/i, Suhu 36°C, konsistensi
uterus lembek, TFU 1 jari diatas pusat, tidak ada kontraksi,
pengeluaran dari vagina +400 cc, konjungtiva pusat,
ekstremitas dingin, dan kandung kemih kosong.
B. Masalah
Uterus lembek

C. Kebutuhan
Masase uterus, pemberian uterotonika, kompresi bimanual

III. ANTISIPASI MASALAH/DIAGNOSA POTENSIAL

Masalah : Ibu Post Partum Hemoragic

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA

Pemberian uterotonika, cairan RL dan Melakukan tindakan KBI.

V. PERENCANAAN

Tanggal : 8 September 2022 Pukul : 23.30 WIB


Diagnosa : Ny. “F” usia 36 tahun postpartum 1 jam Postpartum hemoraghic
dengan atonia uteri
Tujuan : Pemantauan komplikasi pada masa nifas
Kriteris Hasil :
1. Tekanan darah sistolik 110 mmHg-120 mmHg dan diastolik 70 -80 mmHg
2. Suhu 35,5˚ C-36,5˚ C
3. Nadi 60 kali permenit-100 kali permenit
4. TFU sesuai hari nifas
5. Jumlah perdarahan tidak lebih dari 500 cc
Rencana :
1) Lakukan pendekatan pada klien dan bina hubungan saling percaya
Menjalin rasa kepercayaan pasien terhadap petugas kesehatan
sehingga pasien bersedia memberikan jawaban untuk mempermudah
penggalian masalah dan data.
2) Beritahu kondisi ibu saat ini
Menjelaskan kondisi ibu saat ini sangat penting agar ibu dapat
mengetahui perkembangan [Link] ibu bahwa ibu
mengalami perdarahan disebabkan oleh atonia uteri atau uterus tidak
berkontraksi dengan [Link] 800 cc, konjungtiva pucat.
3) Pastikan kembali kandung kemih kosong, sehingga memudahkan uterus
berkontraksi Melakukan kateterisasi jika kandung kemih penuh.
4) Lakukan massase uterus
Massase merupakan sebuah pijatan untuk merangsang uterus agar
berkontraksi dengan baik dan kuat, dengan terus berkontaksi rahim
menutup pembuluh darah yang terbuka pada daerah plasenta, penutupan
ini akan mencegah perdarahan yang hebat. Kontraksi yang tidak kuat
dapat menyebabkan terjadinya Antonia uteri.
5) Lakukan penatalaksanaan kompresi bimanual internal atau KBI selama 5
menit
a. Bila uterus berkontraksi, pertahankan KBI selama 1-2 menit, keluarkan
tangan secara hati-hati dan lakukan pengawasan kala IV.
b. Bila uterus tidak berkontraksi, lakukan kompresi bimanual ekstrena
atau KBE yang dilakukan oleh asisten atau keluarga, kemudian
keluarkan tangan KBI secara hati-hati dan suntikkan merthyl
ergometrin 0,2 mg i.m. pasang infus RL + 20 IU oksitosin, lakukan
lagi KBI.
c. Bila uterus berkontraksi, lakukan pengawasan kala IV.
d. Bila uterus tidak berkontraksi, lakukan rujukan sambik melakukan
KBE
6) Berikan asupan nutrisi
Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu sebagai sumber energy.
7) KIE ibu untuk kebersihan (personal hygiene)
Memberitahu ibu agar membersihkan genetalia untuk mengurangi
terjadinya infeksi postpartum.
8) Observasi TTV, kontraksi uterus TFU, dan perdarahan
Mengobservasi tanda-tanda vital untuk mengetahui kondisi normal
ibu, kontraksi uterus yang tidak baik akan mengakibatkan komplikasi
pada ibu seperti perdarahan, proses involusi perlu dipantau karena proses
tersebut merupakan pengembalian sistem reproduksi ibu pada awal
sebelum hamil, perdarahan yang melebihi 500 cc termasuk perdarahan
yang abnormal.

VI. PENATALAKSANAAN
Tanggal : 8 September 2022 Pukul : 23.30 WIB
a) Melakukan pendekatan terapeutik pada pasien dengan cara
memperkenalkan diri, menanyakan keluhan, menggali informasi dengan
menggunakan prinsip 5S (senyum, salam, sapa, sopan dan santun) pada
pukul 23.30 WIB.
b) Memberitahu kondisi ibu saat ini bahwa kondisi ibu dalam keadaan
perdarahan disebabkan uterus yang tidak berkontraksi dengan baik. Terkait
keluhannya, ibu diberitahu bahwa pusing, mengantuk yang dirasakan
merupakan efek dari banyaknya volume darah yang keluar. Untuk
menangani perdarahan tersebut, ibu dan keluarga diajarkan cara massase
fundus yang benar dan bidan melakukan KBI menghentikan perdarahan
pada pukul 23.30 WIB.
c) Memastikan kandung kemih ibu kosong, sehingga memudahkan uterus
berkontraksi.
d) Melakukan massase fundus uteri maksimal 15 detik serta mengajarkan
pada ibu dan keluarga cara massase dengan benar, yaitu dilakukan dengan
memijat atau mengelus perut ibu secara perlahan searah jarum jam selama
15 detik jika uterus membundar dan keras artinya kontraksi uterus sudah
membaik, jika tidak maka lakukan KBI.
e) Melakukan penatalaksanaan kompresi bimanual internal atau KBI selama
5 menit. Uterus berkontraksi, mempertahankan KBI selama 1-2 menit,
setelah itu mengeluarkan tangan secara hati-hati dan melakukan
pengawasan kala IV.
f) Memberikan ibu makanan seperti nasi, sayur, ikan, tahu, tempe, dan
minuman air mineral, atau dengan cara meminta ibu untuk mengkonsumsi
makanan yang telah disediakan dan tidak melakukan pantangan pada
pukul 00.10 WIB.
g) Melakukan KIE pada ibu untuk menjaga kebersihan dengan cara meminta
ibu untuk sering mengganti pembalut tanpa menunggu pembalut penuh
dan memberitahu ibu untuk cebok dari arah depan ke belakang serta
mengeringkan area vagina dan anus dengan handuk bersih agar tidak
lembab pada pukul 00.10 WIB.
 Melakukan pengukuran TTV, periksa kontraksi uterus dilakukan setiap
15 menit selama 1 jam pertama dan 30 menit selama 1 jam kedua
postpartum. Pemeriksaan TFU dan lokhea dilakukan dengan cara
inspeksi dan meminta ibu untuk membuka celana dalam dengan tetap
menjaga privasi pada ibu pada pukul 00.30 WIB.

VII. EVALUASI
Tanggal : 8 September 2022 Pukul : 01.00 WIB
S : Ibu mengatakan pusing dan rasa mengantuknya sudah berkurang.
O : Keadaan umum baik, kesaadaran composmentis, tekanan darah 110/70
mmHg, nadi 80 x/m, suhu 36˚ C, pernafasan 20 x/m, TFU 2 jari dibawah
pusat, lokhea rubra, kontraksi baik, konsistensi uterus keras dan perdarahan
normal, konjungtiva tidak anemis, tinggi badan 153 cm dan berat badan 49
kg.
A : Ny. “F” G3P2A0 post partum 1 jam PPH dengan Antonia uteri.
P : 1. Memberitahukan bahwa keadaan ibu saat ini baik
1. Menganjurkan untuk mobilisasi dini dan membersihkan diri.
2. Mengobservasi TTV, kontraksi, TFU, lokhea

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pengkajian dan Analisa Data Dasar


Pengumpulan data merupakan proses manajemen asuhan kebidanan yang

ditunjukan untuk pengumpulan informasi mengenai kesehatan baik fisik,


psikososial dan spiritual. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis,

pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. Respon ibu dalam memberikan

informasi baik sehingga sebagai penulis bisa dengan mudah memperoleh data

yang diinginkan. Data di peroleh secara terfokus begitu pada masalag klien

sehingga intervensinya juga lebih terfokus sesuai keadaan klien.

4.2 Menurut Diagnosa/Atau Masalah

Berdasarkan kasus di atas, diagnosa didapatkan dari hasil pengkajian data

subjektif yang berasal dari anamnesa dan data objektif yang berasal dari

pemeriksaan penunjang. Pada kasus Ny.”F” dilakukan beberapa pemeriksaan

penunjang. Diagnosa ditegakkan dengan pengkajian melalui anamnesa,

pemeriksaan fisik dan pemeriksaanpenunjang.

Beradasarkan data yang ada pada studi kasus Ny ”F” didapatkan masalah

yang berhubungan dengan diagnosa yaitu adanya penatalaksaan pada Atonia

Uteri. Kebutuhan dari masalah ini yaitu KIE mengenai kontraksi uterus.

4.3 Identifikasi Diagnosa Masalah Potensial

Berdasarkan tinjauan pustaka manajemen kebidanan adalah

mengidentifikasi adanya masalah yang akan terjadi sehingga bisa segera diatasi.

Pada kasus ini Ny F mengalami PPH (Post Partum Haemoragic) dikarenakan

Atonia Uteri karena ini harus segara dilakukan tindakan segera mungkin dan

masasse uterus, pemberian uterotonika, kompresi bimanual internal.

4.4 Tindakan Segera dan Kolaborasi

Berdasarkan data yang memberikan gambaran dan indikasi adanya

tindakan segera dimana harus menyelamatkan jiwa [Link] kasus Ny.”F”


ditemukan adanya diagnosa potensial sehingga tindakan segera dan kolaborasi

dengan pemberian uretronika, transfusi darah, rujuk ke rumah sakit dan kolaborasi

dengan dokter obgyn.

4.5 Rencana Asuhan/Intervensi

Pada manajemen kebidanan suatu rencana tindakan yang komprehensif di

tunjukan pada indikasi apa yang timbul berdasarkan kondisi klien serta

hubungannya dengan masalah yang sedang dialami klien. Rencana tindakan harus

dengan persetujuan klien dan semua tindakan harus berdasarkan rasional dan

relefan dan diakui kebenarannya. Pada ibu nifas post partum haemoragic maka

penulis merencanakan asuhan kebidanan berdasarkan diagnosa / masalah aktual

yaitu lakukan pendekatan pada klien dan bina hubungan saling percaya,

beritahukan kondisi ibu saat ini, berikan ibu asupan nutrisi berupa makanan MB,

lakukan KIE pada ibu untuk kebersihan (personal hygiene), lakukan KIE untuk

mobilisasi aktif, observasi TTV, keadaan umum, kontraksi uterus, TFU dan

lokhea serta kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi.

Dari rencana asuhan kebidanan tersebut yang telah diberikan pada kasus

ini ada kesesuaian antara teori dan kasus yang ada.

4.6 Implementasi Asuhan Kebidanan

Berdasarkan tinjauan manajemen asuhan kebidanan bahwa melaksanakan

rencana tindakan harus efisien dan menjamin rasa aman klien. Implementasi dapat

dikerjakan seluruhnya oleh bidan maupun sebagian dilaksanakan oleh klien dan

kerja sama dengan tim kesehatan lainnya. Pada studi kasus Ny. “F” ibu nifas post

partum haemoragic dapat di laksanakan dengan lancar karena adanya kerja sama
yang baik antara klien dengan petugas di Ruang Bersalin Praktik Mandiri Bidan

Pera.

4.7 Evaluasi

Evaluasi asuhan kebidanan merupakan langkah akhir dari proses

manajemen asuhan kebidanan dalam mengevaluasi pencapaian

tujuan,membandingkan data yang dikumpulkan dengan kriteria yang

diidentifikasikan, memutuskan apakah tinjauan telah tercapai atau tidak dengan

tindakan yang sudah diimplementasikan. Berdasarkan studi kasus Ny. “F” ibu

nifas 1 Jam post partum hemoragic, dengan atonia uteri tidak ditemukan hal-hal

yang menyimpang dari yang diharapkan, secara garis besar tidak ditemukan

kesenjangan.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
 Perdarahan postpartum adalah perdarahan lebih dari 500-600 ml dalam
masa 24 jam setelah anak lahir.
 Perdarahan postpartum dapat dibedakan menjadi perdarahan postpartum
primer dan perdarahan postpartum [Link] postpartum
dapat disebabkan oleh atonia uteri, laserasi jalan lahir, retensio plasenta,
hematoma dan kelainan pembekuan [Link] etiologi dari
perdarahan postpartum berbeda-beda.
 Oleh sebab itu, penanganannya juga [Link] dalam hal ini,
sangat perlu diperhatikan manajemen aktif kala III dengan [Link]
itu, tindakan deteksi dini dan sangat berarti dalam pencegahan terjadinya
perdarahan postpartum demi menekan tingginya Angka Kematian Ibu
(AKI) akibat perdarahan postpartum.

5.2 Saran
 Bagi penulis
o Dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh serta mendapatkan
pengalaman dalam melaksanakan asuhan kebidanan secara
langsung pada ibu sehingga dapat digunakan sebagai berkas
penulis didalam melaksanakan tugas sebagai bidan.
 Bagi Institusi Pendidikan
o Sebagai tambahan sumber kepustakaan dan perbandingan pada
asuhan kebidanan pada ibu hasil fisiologis.
 Bagi Klien dan Keluarga
o Agar klien mengetahui dan memahami perubahan fisiologis yang
terjadi pada kehamilan secara fisiologis maupun psikologis serta
masalah pada kehamilan sehingga timbul kesadaran bagi klien
untuk memperhatikan kehamilannya.
 Bagi Lahan Praktek
o Hasil penulisan dapat memberikan masukan terhadap tenaga
kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan bagi
masyarakat dan selalu menjaga mutu pelayanan.
 Bagi masyarakat
o Merupakan informasi kepada masyarakat tentang perubahan
fisiologi yang terjadi pada kehamilan baik secara fisiologis dan
psikologis serta masalah pada kehamilan.
DAFTAR PUSTAKA

Akhyar, Yayan. 2018 Perdarahan postpartum. Dalam http:/[Link].

Cunningham, f gary. 2015 Obstetri william Edisi 21. Jakarta : EGC.

Depkes RI, 2015. Profil Kesehatan Indonesia [Link] : Depkes RI.

Departermen Kesehatan RI, 2016. Profil Kesehatan Indonesia [Link] :


DepkesRI.

Journal of the American Academy of Pas, April 2020, Vol.33, No. 4, 29-33

Jurnal Kebidanan, April 2018, No. 15, ISSN.2089-7669

Jurnal Keperawatan dan Kesehatan MEDISINA - AKPER YPIB Majalengka,


Februari 2018, Vol. IV, No. 7

Jurnal Kesehatan – Al- Irsyad, September 2019, Vol. XII, No. 2

Jurnal Kesehatan - Tadulako, Januari 2019, Vol. 5, No. 1, 1-63

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) [Indonesia]. Situasi Kesehatan Ibu. Jakarta,


Indonesia: Kemenkes.2017.

Manuaba, Ida Gde Bagus, 2017Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan


Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.

Muchtar, R. 2018. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta: EGC.

Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Penerbit Bina Pustaka; [Link].89.

Setiawan, [Link] kebidanan IV (Patologi Kebidanan).Jakarta : CV Trans


InfoMedia.

Notoatmodjo, S. 2016Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.


Soap 01
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “F” P2A0 DENGAN RUPTURE PERENIUM DERAJAT 1
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 5 September 2022


Pukul : 09.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. F Nama Suami : Tn. W
- Umur : 21 Tahun Umur : 24 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Guru Honor
- Alamat : Johor

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak pertama nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 5 September 2022, dengan jenis kelamin perempuan dan BB 4200
kg.
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan perut masih mules
- Ibu mengatakan nyeri pada luka jahitan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong
- Robekan : Derajat 1

Assesment
Ibu 8 jam post partum dengan rupture pereniumderajat 1.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan.
3. Melakukan pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan
vagina, dan daerah laserasi.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
6. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
7. Menganjurkan ibu untuk membersihkan payudara terlebih dahulu sebelum
menyusui bayinya, ibu bersedia melakukannya.
8. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
9. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
10. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
Soap 02
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “P” P3A0 MOBILISASI DINI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 5 September 2022


Pukul : 16.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. P Nama Suami : Tn. W
- Umur : 29 Tahun Umur : 33 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Johor

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 5 September 2022, dengan jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ingin BAK

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 jam post partumdengan mobilisasi dini.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir .
6. Memberikan konseling pada ibu tentang mobilisasi dini seperti
menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan
ibu untuk duduk dan berjalan pelan, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 03
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “H” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 5 September 2022


Pukul : 08.10 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. H Nama Suami : Tn. M
- Umur : 20 Tahun Umur : 22 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Johor

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 5 September
2022 jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 130/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 37, 2°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Payudara : Tampak bengkak dan terasa kencang
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Serosa
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 9 hari post partumdengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina ibu
dan sudah dilakukan.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa
itu adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah kecoklatan itu
adalah namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa darah
bercampur serum.
4. Memberitahu kepada ibu bahwa bendungan ASI yang dialami oleh ibu
disebabkan ASI yang tidak segera dikeluarkan yang menyebabkan
penyumbatan dan terjadi penekan pada saluran ASI ibu sehingga
menyebabkan payudara ibu menjadi bengkak dan ibu sudah mengerti
penjelasannya.
5. Memberitahu ibu terjadinya bendungan ASI bisa dikarenakan pemberian
ASI kepada bayi tidak secara on demand, perlekatan mulut bayi ke
puting ibu tidak benar dan ibu mengerti yang dijelaskan.
6. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan
jika payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk
mengeluarkan dan bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera
melakukan hal itu.
7. Memberitahukan kepada ibu cara memberi ASI yang baik dan benar
yaitu kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi
menghadap payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu agar
mengatasi dan mencegah terjadinya bendungan ASIdan ibu mengerti
tentang pemberian ASI yang benar.
Soap 04
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “Y” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 6 September 2022


Pukul : 17.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. Y Nama Suami : Tn. S
- Umur : 26 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Rampe Raya

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 6 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 2 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala
dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara
dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan
kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian
makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI
yang benar.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti
jalan-jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting
jangan terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh
tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi
terutama bekas jahitan pada perineum jaga agar selalu kering dan bersih
dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
Soap 05
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS
PADA NY. “D” P3A0 DENGAN PUTING SUSU LECET
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 6 September 2022


Pukul : 10.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. D Nama Suami : Tn. I
- Umur : 37 Tahun Umur : 49 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Rampe Raya

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 6 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan sakit saat menyusui bayi dan puting susu lecet
- Ibu mengatakan badan meriang

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 37,4°C
- TFU : 3 jari diatas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tampak Lecet dan Memerah
- Payudara : Terasa Penuh
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 hari post partum dengan puting susu lecet.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu untuk menyusu bayi di bagian yang tidak
lecet dulu tunggu sampai bagian yang lecet sembuh baru bergantian
payudara buat payudara lecet itu diakibatkan karena cara perlekatan saat
menyusui yang salah.
4. Menjelaskan kepada ibu cara memberikan ASI yang baik dan benar yaitu
kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap
payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta
Memberitahukan kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan
tanpa pemberian makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang
pemberian ASI yang benar.
5. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan jika
payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan
bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
6. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
Soap 06
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “J” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 6 September 2022


Pukul : 15.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi
Identitas
- Nama : Ny. J Nama Suami : Tn. R
- Umur : 19 Tahun Umur : 22 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Rampe Raya

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 6 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit
- Ibu mengatakan ingin istirahat

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 120/80 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 1 hari post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu tentang ASI awal atau pemberian kolostrum
tidak ada yang namanya ASI kurang hanya saja ibu tidak berkomitmen
untuk memberikan ASI pada bayi yang dapat mempengaruhi kerjanya
hormon sehingga ASI yang keluar sedikit jadi ibu harus percaya bahwa
ASI yang diberikan oleh ibu cukup sehingga hormon yang bekerja pun
tidak terhalang oleh minset ibu yang mengatakan bahwa ASI kurang nanti
jika sudah pula anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bisa
menambah produksi ASI.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 07
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “N” P2A0 DENGAN AKSEPTOR KB
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 7 September 2022


Pukul : 08.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. N Nama Suami : Tn. U
- Umur : 27 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Rampai II

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 7 september 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggu post partum dengan akseptor KB.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB bahwa sekarang jika ibu
belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan sering tanpa
memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka ibu bisa
melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6 bulan
masa post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera
minum lah mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu
memberikan ASI kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak
akan mendapat haid sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke
bidan untuk memilih kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan
memperkenalkan jenis – jenis KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas,
jenis KB lainnya yang dapat digunakan serta beritahu
keefektivitasannya serta kelebihan dan kekurangan setiap jenis KB
memberikan infomend choice pada ibu dalam pemilihan KB yang ingin
dipakai jika memungkinkan harus bersama suaminya.
Soap 08
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “T” P3A0 DENGAN FULL BLESS
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 7 September 2022


Pukul : 22.50 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. T Nama Suami : Tn. E
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Rampai II

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 7 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 120/80 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
- TFU : 2 jari di bawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 2 jam post partum dengan kandung kemih penuh(full bless).

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa plasenta dan sisa
darah yang mau keluar.
4. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
5. Melakukan kateterisasi sementara pada ibu untuk mengosongkan kandung
kemih guna mecegah terhambatnya involusi uteruspada ibu post partum
dan kandung kemih sudah kosong dan uterus berkontraksi dengan baik.
Soap 09
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “K” P5A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 7 September 2022


Pukul : 09.50 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. K Nama Suami : Tn. T
- Umur : 33 Tahun Umur : 39 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jl. Bunga Rampai II

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 7 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,8°C
- TFU : 2 jari di bawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu tentang ASI awal atau pemberian kolostrum
tidak ada yang namanya ASI kurang hanya saja ibu tidak berkomitmen
untuk memberikan ASI pada bayi yang dapat mempengaruhi kerjanya
hormone sehingga ASI yang keluar sedikit jadi ibu harus percaya bahwa
ASI yang diberikan oleh ibu cukup sehingga hormon yang bekerja pun
tidak terhalang oleh minset ibu yang mengatakan bahwa ASI kurang nanti
jika sudah pula anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bisa
menambah produksi ASI
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir
6. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 10
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “U” P3A1
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 8 September 2022


Pukul : 07.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. U Nama Suami : Tn. L
- Umur : 29 Tahun Umur : 33 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Anggrek

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 8 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : 3 jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong
Assesment
Ibu 7 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala
dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara
dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan
kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian
makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI
yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti
jalan-jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting
jangan terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh
tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi
terutama pada vagina jaga agar selalu kering dan bersih dan payudara,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 11
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “A” P4A0 DENGAN AKSEPTOR KB AKDR
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 8 September 2022


Pukul : 15.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. A Nama Suami : Tn. A
- Umur : 34 Tahun Umur : 45 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Anggrek

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 8 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan ingin menggunakan KB

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 130/80 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,1°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 minggu post partum dengan akseptor Kb AKDR.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB untuk memilih
kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan memperkenalkan jenis – jenis
KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas, jenis KB lainnya yang dapat
digunakan serta beritahu keefektivitasannya serta kelebihan dan
kekurangan setiap jenis KB memberikan infomend choice pada ibu
dalam pemilihan KB yang ingin dipakai jika memungkinkan harus
bersama suaminya.
3. Menjelaskan bahwa penggunaan kontrasepsi AKDR (alat kontrasepsi
dalam rahim) akan dilakukan dan ibu akan menyiapkan semua alat dan
bahan yang akan digunakan dan ibu sudah siap akan digunakan.
4. Setelah pemakaian kontrasepsi AKDR pada ibu, maka beritahu penkes
kepada ibu dalam penggunaan AKDR ini dan ibu paham akan hal itu.
5. Menjelaskan kepada ibu jika pengeluaran bercak darah kecoklatan
adalah hal yang normal setelah pemakain kontrasepsi AKDR, dan jika
terjadi keluhan yang berlebihan segera datang kembali ke fasilitas
kesehatan dan ibu mengerti penjelsannya.
Soap 12
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “I” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 8 September 2022


Pukul : 19.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi
Identitas
- Nama : Ny. I Nama Suami : Tn. A
- Umur : 27 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : PNS Pekerjaan : PNS
- Alamat : Gang Anggrek

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 8 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit
- Ibu mengatakan ingin istirahat

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,6°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 hari post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 13
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “O” P6A0 DENGAN ANEMIA RINGAN
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 9 September 2022


Pukul : 09.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. O Nama Suami : Tn. A
- Umur : 35 Tahun Umur : 50 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : PNS
- Alamat : Gang Bunga Ncole

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 9 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan merasa lemas dan sangan mudah letih
- Ibu mengatakan tidak nafsu makan

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 90/70 mmHg
- Nadi : 86 x/menit
- Pernafasan : 24 x/menit
- Suhu : 36,6°C
- TFU : 3 jari diatas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Konjungtiva : Pucat
- Wajah : Tampak Lusuh
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 8 hari post partumdengan anemia ringan.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu untuk dilakukan pemeriksaan kadar
hemoglobin untuk mengetahui masalah yang terjadi pada ibu dan hasil
kadar Hb ibu 10,7 gr/dl, yang artinya ibu mengalami anemia ringan dan
ibu sudah mengetahui kondinya.
4. Menjelaskan kepada ibu anemia ringan terjadi bisa karena banyak faktor,
yaitu berkurangnya zat besi secara perlahan dengan berkurang nya zat
besi, turunnya system pembentukan sel darah merah dan dengan
kehamilan ibu yang sudah paritas.
5. Menjelaskan kepada ibu cara menanganianemia ringan yaitu dengan
mengkonsumsi makanan yang bernutrsi, yang banyak mengandung zat
besi, memperbanyak mengkonsumsi vitamin c dan istirahat yang cukup
dan ibu siap melakukannya.
6. Menjelaskan kepada ibu untuk terus memperbanyak konsumsi makanan
yang sudah dianjurkan kepada ibu karena dengan ibu yang menyusui
bayinya sangat memerlukan asupan guna memperbaiki kondisi ibu.
7. Memberitahu kepada ibu peroral, zat besi 600-1000 mg /hari dan vitamin
c guna lebih mudah diserap oleh selaput usus dan ibu sudah paham.
Soap 14
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “J” P2A0 DENGAN PUTTING SUSU LECET
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 9 September 2022


Pukul : 08.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. ZJ Nama Suami : Tn. A
- Umur : 26 Tahun Umur : 27 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Bunga Ncole

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 9 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki – laki
- Ibu mengatakan nyeri saat menyusui bayi
- Ibu mengatakan putting susu lecet

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : 3 jari diatas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 hari post partum dengan puting susu lecet.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah
laserasi, dan inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai
tanda-tanda infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu untuk menyusu bayi di bagian yang tidak
lecet dulu tunggu sampai bagian yang lecet sembuh baru bergantian
payudara buat payudara lecet itu diakibatkan karena cara menyusui yang
salah mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala
dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara
dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan
kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian
makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI
yang benar.
4. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
Soap 15
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “V” P1A0 DENGAN LASERASI DERAJAT 1
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 9 September 2022


Pukul : 09.10 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. V Nama Suami : Tn. A
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : Karyawan Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Bunga Ncole

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 9 September 2022, dengan jenis kelamin Perempuan dan BB 3900
kg.
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan perut masih mules
- Ibu mengatakan nyeri pada luka jahitan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 100/60 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 24 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong
- Robekan : Derajat 1

Assesment
Ibu 4 jam post partumdengan laserasi derajat 1.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan dan melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
daerah laserasi.
3. Menjelaskan pada ibu untuk menjaga kebersihan pada daerah perenium,
selalu membersihkan dan mengeringkan bagian robekan perenium untuk
mencegah terjadinya infeksi pada perenium.
4. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
Soap 16
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “K” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 12 September 2022


Pukul : 08.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. K Nama Suami : Tn. P
- Umur : 26 Tahun Umur : 27 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Simalingkar

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 12 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 23 x/menit
- Suhu : 36,4°C
- TFU : 3 jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong
Assesment
Ibu 4 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
pada vagina jaga agar selalu kering dan bersih dan payudara, ibu bersedia
mengikuti anjuran.
Soap 17
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “S” P3A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 12 September 2022


Pukul : 10.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. N
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Simalingkar

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 12 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : 3 Jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Serosa
- Kandung kemih : Kosong
Assesment
Ibu 8 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
bekas jahitan pada perineum jaga agar selalu kering dan bersih dan
payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.

Soap 18
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “F” P1A0 DENGAN AKSEPTOR KB
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 12 September 2022


Pukul : 16.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. F Nama Suami : Tn. M
- Umur : 23 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Simalingkar

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 12 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggu post partumdengan akseptor KB.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB bahwa sekarang jika ibu
belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan sering tanpa
memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka ibu bisa
melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6 bulan masa
post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera minum lah
mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu memberikan ASI
kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak akan mendapat haid
sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke bidan untuk memilih
kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan memperkenalkan jenis – jenis
KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas, jenis KB lainnya yang dapat
digunakan serta beritahu keefektivitasannya serta kelebihan dan
kekurangan setiap jenis KB memberikan infomend choice pada ibu dalam
pemilihan KB yang ingin dipakai jika memungkinkan harus bersama
suaminya.
Soap 19
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “M” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 13 September 2022


Pukul : 08.10 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. M Nama Suami : Tn. H
- Umur : 24 Tahun Umur : 25 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Bangsa

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 13
September 2022, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 37, 2°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Payudara : Tampak bengkak dan terasa kencang
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Serosa
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 hari post partum dengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina ibu dan
sudah dilakukan.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah kecoklatan itu adalah
namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa darah bercampur
serum.
4. Memberitahu kepada ibu bahwa bendungan ASI yang dialami oleh ibu
disebabkan ASI yang tidak segera dikeluarkan yang menyebabkan
penyumbatan dan terjadi penekan pada saluran ASI ibu sehingga
menyebabkan payudara ibu menjadi bengkak dan ibu sudah mengerti
penjelasannya.
5. Memberitahu ibu terjadinya bendungan ASI bisa dikarenakan pemberian
ASI kepada bayi tidak secara on demand, perlekatan mulut bayi ke puting
ibu tidak benar dan ibu mengerti yang dijelaskan.
6. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan jika
payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan
bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
7. Memberitahukan kepada ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu
kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap
payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu agar mengatasi dan
mencegah terjadinya bendungan ASIdan ibu mengerti tentang pemberian
ASI yang benar.
Soap 20
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “W” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 13 September 2022


Pukul : 07.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. W Nama Suami : Tn. T
- Umur : 24 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Bangsa

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 13 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit
- Ibu mengatakan ingin istirahat
Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 120/80 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 2 hari post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu tentang ASI awal atau pemberian kolostrum
tidak ada yang namanya ASI kurang hanya saja ibu tidak berkomitmen
untuk memberikan ASI pada bayi yang dapat mempengaruhi kerjanya
hormon sehingga ASI yang keluar sedikit jadi ibu harus percaya bahwa
ASI yang diberikan oleh ibu cukup sehingga hormon yang bekerja pun
tidak terhalang oleh minset ibu yang mengatakan bahwa ASI kurang nanti
jika sudah pula anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bisa
menambah produksi ASI.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
4. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
6. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
7. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
Soap 21
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “B” P2A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 13 September 2022


Pukul : 07.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. B Nama Suami : Tn. A
- Umur : 27 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Bangsa

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 13 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,6°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Serosa
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 hari post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 22
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “C” P2A0 DENGAN MOBILISASI DINI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 14 September 2022


Pukul : 11.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. C Nama Suami : Tn. S
- Umur : 23 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jl. Bunga Bangsa [Link]

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak kedua nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 14 September 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ingin BAK

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 6 jam post partumdengan mobilisasi dini.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang mobilisasi dini seperti
menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan
ibu untuk duduk dan berjalan pelan, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 23
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “S” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 14 September 2022


Pukul : 08.10 WIB
Nama Pengkaji : Bidan

Identitas
- Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. T
- Umur : 26 Tahun Umur : 29 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Bangsa Gg. Tesalonika

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 14
September 2022 jenis kelamin laki-laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 37, 2°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 hari post partumdengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah
laserasi, dan inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai
tanda-tanda infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah kecoklatan itu adalah
namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa darah bercampur
serum.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
6. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
7. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, beri ASI 2 jam sekali dan jika payudara
masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan bisa
disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
Soap 24
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “G” P2A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 14 September 2022


Pukul : 10.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. G Nama Suami : Tn. E
- Umur : 22 Tahun Umur : 25 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jl. Bunga Bangsa Gg. Tesalonika

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 14 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin Perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan ingin menggunakan KB

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,1°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggu post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Sekarang jika ibu belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan
sering tanpa memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka
ibu bisa melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6
bulan masa post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera
minum lah mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu
memberikan ASI kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak akan
mendapat haid sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke bidan
untuk memilih kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan memperkenalkan
jenis – jenis KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas, jenis KB lainnya
yang dapat digunakan serta beritahu keefektivitasannya serta kelebihan
dan kekurangan setiap jenis KB memberikan infomend choice pada ibu
dalam pemilihan KB yang ingin dipakai jika memungkinkan harus
bersama suaminya.
Soap 25
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “V” P3A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 15 September 2022


Pukul : 11.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. V Nama Suami : Tn. W
- Umur : 30 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jl. Bunga Rampai

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak kedua nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 15 September 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ingin BAK

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 7 jam post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang mobilisasi dini seperti
menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan
ibu untuk duduk dan berjalan pelan, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 26
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “P” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 15 September 2022


Pukul : 08.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. P Nama Suami : Tn. M
- Umur : 28 Tahun Umur : 35 Tahun
- Pekerjaan : Guru Honor Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Rampai

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 15
September 2022 jenis kelamin laki-laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 37, 6°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 hari post partum dengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah
laserasi, dan inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai
tanda-tanda infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah kecoklatan itu adalah
namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa darah bercampur
serum.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
6. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
7. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, beri ASI 2 jam sekali dan jika payudara
masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan bisa
disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
Soap 27
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “L” P1A0 DENGAN AKSEPTOR KB PIL KOMBINASI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 15 September 2022


Pukul : 15.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. L Nama Suami : Tn. A
- Umur : 25 Tahun Umur : 25 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Rampai

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 15 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan ingin menggunakan KB

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,1°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggu post partum dengan akseptor Kb Pil Kombinasi.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
3. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB bahwa sekarang jika ibu
belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan sering tanpa
memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka ibu bisa
melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6 bulan masa
post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera minum lah
mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu memberikan ASI
kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak akan mendapat haid
sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke bidan untuk memilih
kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan memperkenalkan jenis – jenis
KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas, jenis KB lainnya yang dapat
digunakan serta beritahu keefektivitasannya serta kelebihan dan
kekurangan setiap jenis KB memberikan infomend choice pada ibu dalam
pemilihan KB yang ingin dipakai jika memungkinkan harus bersama
suaminya.
Soap 28
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “E” P2A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 16 September 2022


Pukul : 09.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. E Nama Suami : Tn. N
- Umur : 29 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : PNS Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jl. Bunga Rampai I

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak pertama nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 16 September 2022, dengan jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan perut masih mules

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 100/60 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,6°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong
- Robekan :-

Assesment
Ibu 4 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan dan memberikan
konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan istirahat, gizi dan
mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh
tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan kelamin dan
payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
3. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
4. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
6. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar dan mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
Soap 29
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “R” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 16 September 2022


Pukul : 16.30 WIB
Nama Pengkaji :Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. NR Nama Suami : Tn. I
- Umur : 19 Tahun Umur : 20 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Rampai I

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 16 September 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan perut masih terasa mules

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 6 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
Soap 30
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “H” P5A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN PERA

Tanggal Pengkajian : 16 September 2022


Pukul : 08.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. H Nama Suami : Tn. B
- Umur : 23 Tahun Umur : 25 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Bunga Rampai I

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 16
September 2022 jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 100/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36, 2°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 7 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina,
daerah laserasi, dan inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan
menilai tanda-tanda infeksi.
3. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga
bayi, ibu bersedia mengikuti anjuran.
4. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam
satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi
menempel pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang
benar.
Soap 31
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “S” P2A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 24 September 2022


Pukul : 17.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. E
- Umur : 36 Tahun Umur : 37 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Biru-biru

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 24 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/60 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggu post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB bahwa sekarang jika ibu
belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan sering tanpa
memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka ibu bisa
melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6 bulan
masa post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera
minum lah mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu
memberikan ASI kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak
akan mendapat haid sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke
bidan untuk memilih kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan
memperkenalkan jenis – jenis KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas,
jenis KB lainnya yang dapat digunakan serta beritahu
keefektivitasannya serta kelebihan dan kekurangan setiap jenis KB
memberikan infomend choice pada ibu dalam pemilihan KB yang ingin
dipakai jika memungkinkan harus bersama suaminya.
Soap 32
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “F” P3A1
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 24 September 2022


Pukul : 11.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. F Nama Suami : Tn. J
- Umur : 22 Tahun Umur : 23 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Biru-Biru

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 24 Septemer 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Alba
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 minggu post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling KB kepada ibu jika ingin menjarangkan
kelahiran anaknya memperkenalkan jenis – jenis KB seperti pada saat
sekarang ibu belum mendapat haid setelah melahirkan dan ibu
mengatakan memberikan ASI kepada bayinya secara terus menerus
tanpa memberikan makanan tambahan maka anjurkan ibu untuk
melakukan ASI ekslusif tetapi hanya akan efektif selama 6 bulan jika
nanti sudah 6 bulan anjurkan lagi ibu untuk melakukan konseling KB
dan perkenalkan ibu jenis KB yang dapat digunakan serta beritahu
keefektivitasannya serta kelebihan dan kekurangan setiap jenis KB
meberikan infomend choice pada ibu dalam pemilihan KB yang ingin
dipakai jika memungkinkan harus bersama suaminya.
Soap 33
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “R” P1A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 24 September 2022


Pukul : 08.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. R Nama Suami : Tn. T
- Umur : 29 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Guru Honor
- Alamat : Biru-Biru

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak pertama nya
- Ibu mengatakan tidak pernah keguguran
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 24 September 2022, dengan jenis kelamin laki-laki
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan nyeri pada luka jahitan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan.
3. Melakukan pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan
vagina, dan daerah laserasi.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
8. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
9. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
Soap 34
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “W” P2A0 DENGAN PUTTING SUSU LECET
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 25 September 2022


Pukul : 08.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. W Nama Suami : Tn. A
- Umur : 26 Tahun Umur : 27 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Majid

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 25 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki–laki
- Ibu mengatakan nyeri saat menyusui bayi
- Ibu mengatakan putting susu lecet

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 130/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : 3 jari diatas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 hari post partum dengan puting susu lecet.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah
laserasi, dan inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai
tanda-tanda infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu untuk menyusu bayi di bagian yang tidak
lecet dulu tunggu sampai bagian yang lecet sembuh baru bergantian
payudara buat payudara lecet itu diakibatkan karena cara menyusui yang
salah mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu
kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap
payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta
Memberitahukan kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan
tanpa pemberian makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang
pemberian ASI yang benar.
4. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
Soap 35
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “A” P1A0 DENGAN LASERASI DERAJAT 1
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 25 September 2022


Pukul : 09.10 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny.A Nama Suami : Tn. H
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : Karyawan Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Masjid

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 25 September 2022, dengan jenis kelamin Perempuan dan BB
3900 kg.
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan perut masih mules
- Ibu mengatakan nyeri pada luka jahitan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 100/60 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 24 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong
- Robekan : Derajat 1

Assesment
Ibu 4 jam post partum dengan laserasi derajat 1.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan dan melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
daerah laserasi.
3. Menjelaskan pada ibu untuk menjaga kebersihan pada daerah perenium,
selalu membersihkan dan mengeringkan bagian robekan perenium untuk
mencegah terjadinya infeksi pada perenium.
4. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
Soap 36
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “J” P2A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 26 September 2022


Pukul : 09.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. J Nama Suami : Tn. W
- Umur : 21 Tahun Umur : 24 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Guru Honor
- Alamat : Gang Madrasah

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak pertama nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 26 September 2022, dengan jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan perut masih mules

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong
- Robekan :-

Assesment
Ibu 8 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan.
3. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
4. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
6. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir
Soap 37
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “K” P3A0 DENGAN MOBILISASI DINI
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 26 September 2022


Pukul : 16.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. K Nama Suami : Tn. W
- Umur : 29 Tahun Umur : 33 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Gang Madrasah

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 26 September 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ingin BAK

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 120/80 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 jam post partumdengan mobilisasi dini.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir .
6. Memberikan konseling pada ibu tentang mobilisasi dini seperti
menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan
ibu untuk duduk dan berjalan secara pelan - pelan, ibu bersedia mengikuti
anjuran.
Soap 38
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “Z” P4A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 26 September 2022


Pukul : 09.50 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. Z Nama Suami : Tn. A
- Umur : 34 Tahun Umur : 35 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Madrasah

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 26 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,8°C
- TFU : 2 jari di bawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah
fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan
alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 39
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “P” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 26 September 2022


Pukul : 08.10 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. P Nama Suami : Tn. M
- Umur : 24 Tahun Umur : 24 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Madrasah

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 26
September 2022 jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi :82 x/menit
- Pernafasan : 24 x/menit
- Suhu : 37,6 °C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Payudara : Tampak bengkak dan terasa kencang
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Serosa
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 8 hari post partum dengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina ibu
dan sudah dilakukan.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa
itu adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah kecoklatan itu
adalah namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa darah
bercampur serum.
4. Memberitahu kepada ibu bahwa bendungan ASI yang dialami oleh ibu
disebabkan ASI yang tidak segera dikeluarkan yang menyebabkan
penyumbatan dan terjadi penekan pada saluran ASI ibu sehingga
menyebabkan payudara ibu menjadi bengkak dan ibu sudah mengerti
penjelasannya.
5. Memberitahu ibu terjadinya bendungan ASI bisa dikarenakan pemberian
ASI kepada bayi tidak secara on demand, perlekatan mulut bayi ke
puting ibu tidak benar dan ibu mengerti yang dijelaskan.
6. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan
jika payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk
mengeluarkan dan bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera
melakukan hal itu.
7. Memberitahukan kepada ibu cara memberi ASI yang baik dan benar
yaitu kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi
menghadap payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu agar
mengatasi dan mencegah terjadinya bendungan ASIdan ibu mengerti
tentang pemberian ASI yang benar.
Soap 40
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “A” P1A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 27 September 2022


Pukul : 17.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. A Nama Suami : Tn. A
- Umur : 26 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Angsapura I

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 27 september 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu hari 6 post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala
dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara
dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan
kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian
makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI
yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti
jalan-jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting
jangan terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh
tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi
terutama bekas jahitan pada perineum jaga agar selalu kering dan bersih
dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 41
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “E” P3A1
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 27 September 2022


Pukul : 10.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. E Nama Suami : Tn. H
- Umur : 30 Tahun Umur : 33 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : PNS
- Alamat : Jl. Angsapura I

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 27 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 100/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,4°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan dan ibu sangat bersedia.
2. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah
fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan
alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
4. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
.
Soap 42
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “S” P7A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 27 September 2022


Pukul : 08.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. K
- Umur : 38 Tahun Umur : 46 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jl. Angsapura I

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 27 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/80 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : Pertengahan simpisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 7 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah
fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan
alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar..
4. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
.
Soap 43
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “N” P2A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 28 September 2022


Pukul : 09.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. N Nama Suami : Tn. Z
- Umur : 23 Tahun Umur : 26 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jalan Wargo

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 28 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 130/80 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 23 x/menit
- Suhu : 36,6°C
- TFU : Tidak Teraba
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea :Alba
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 2 minggu post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah
fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan
alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
4. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar..
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 44
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “D” P1A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 28 september 2022


Pukul : 10.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. D Nama Suami : Tn. S
- Umur : 26 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan wargo

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 28 september 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : 2 Jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Serosa
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 12 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala
dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara
dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan
kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian
makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI
yang benar.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti
jalan-jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting
jangan terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh
tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi
terutama bekas jahitan pada perineum jaga agar selalu kering dan bersih
dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
Soap 45
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “M” P3A0 DENGAN PUTING SUSU LECET
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 28 September 2022


Pukul : 08.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. M Nama Suami : Tn. T
- Umur : 30 Tahun Umur : 29 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jalan Wargo

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 28 september 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan sakit saat menyusui bayi dan puting susu lecet
- Ibu mengatakan badan meriang

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 37,4°C
- TFU : 3 jari diatas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tampak Lecet dan Memerah
- Payudara : Terasa Penuh
- Pendarahan : Normal
- Lochea :Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 hari post partum dengan puting susu lecet.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu untuk menyusu bayi di bagian yang tidak
lecet dulu tunggu sampai bagian yang lecet sembuh baru bergantian
payudara buat payudara lecet itu diakibatkan karena cara perlekatan saat
menyusui yang salah.
4. Menjelaskan kepada ibu cara memberikan ASI yang baik dan benar yaitu
kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap
payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta
Memberitahukan kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan
tanpa pemberian makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang
pemberian ASI yang benar.
5. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan jika
payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan
bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
6. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
Soap 46
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “W” P1A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 31 September 2022


Pukul : 15.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi
Identitas
- Nama : Ny. W Nama Suami : Tn. R
- Umur : 19 Tahun Umur : 22 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Swadaya

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 31 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit
- Ibu mengatakan ingin istirahat

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 24 x/menit
- Suhu : 36,1°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 1 hari post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu tentang ASI awal atau pemberian kolostrum
tidak ada yang namanya ASI kurang hanya saja ibu tidak berkomitmen
untuk memberikan ASI pada bayi yang dapat mempengaruhi kerjanya
hormon sehingga ASI yang keluar sedikit jadi ibu harus percaya bahwa
ASI yang diberikan oleh ibu cukup sehingga hormon yang bekerja pun
tidak terhalang oleh minset ibu yang mengatakan bahwa ASI kurang nanti
jika sudah pula anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bisa
menambah produksi ASI.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 47
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “L” P4A0 DENGAN AKSEPTOR KB
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 31 September 2022


Pukul : 08.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. L Nama Suami : Tn. A
- Umur : 29 Tahun Umur : 34 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Swadaya

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 31 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggu post partum dengan akseptor KB.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB bahwa sekarang jika ibu
belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan sering tanpa
memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka ibu bisa
melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6 bulan
masa post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera
minum lah mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu
memberikan ASI kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak
akan mendapat haid sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke
bidan untuk memilih kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan
memperkenalkan jenis – jenis KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas,
jenis KB lainnya yang dapat digunakan serta beritahu
keefektivitasannya serta kelebihan dan kekurangan setiap jenis KB
memberikan infomend choice pada ibu dalam pemilihan KB yang ingin
dipakai jika memungkinkan harus bersama suaminya.
Soap 48
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “P” P3A0 DENGAN FULL BLESS
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 31 September 2022


Pukul : 04.50 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. P Nama Suami : Tn. E
- Umur : 27 Tahun Umur : 27 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jalan Swadaya

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 31 September 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 3 jam post partum dengan kandung kemih penuh (full bless).

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasi untuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa plasenta dan sisa
darah yang mau keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules
yang dialami adalah fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk
mengembalikan uterus dan alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu
tidak usah khawatir.
4. Melakukan kateterisasi sementara pada ibu untuk mengosongkan kandung
kemih guna mecegah terhambatnya involusi uterus pada ibu post partum
dan kandung kemih sudah kosong dan uterus berkontraksi dengan baik,
dan ibu sudah dilakukan kateterisasi sementara.
Soap 49
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “J” P3A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 1 Oktober 2022


Pukul : 09.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. R Nama Suami : Tn. M
- Umur : 33 Tahun Umur : 39 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jl. Padat Karya

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 1 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,8°C
- TFU : 2 jari di bawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu tentang ASI awal atau pemberian kolostrum
tidak ada yang namanya ASI kurang hanya saja ibu tidak berkomitmen
untuk memberikan ASI pada bayi yang dapat mempengaruhi kerjanya
hormone sehingga ASI yang keluar sedikit jadi ibu harus percaya bahwa
ASI yang diberikan oleh ibu cukup sehingga hormon yang bekerja pun
tidak terhalang oleh minset ibu yang mengatakan bahwa ASI kurang nanti
jika sudah pula anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bisa
menambah produksi ASI
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 50
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “C” P1A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 1 Oktober 2022


Pukul : 17.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. C Nama Suami : Tn. L
- Umur : 25 Tahun Umur : 27 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Padat Karya

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 1 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 23 x/menit
- Suhu : 36,4°C
- TFU : 3 jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong
Assesment
Ibu 4 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
pada vagina jaga agar selalu kering dan bersih dan payudara, ibu bersedia
mengikuti anjuran.
Soap 51
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “I” P2A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 1 Oktober 2022


Pukul : 10.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. I Nama Suami : Tn. N
- Umur : 23 Tahun Umur : 23 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Padat Raya

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 1 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : 3 Jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong
Assesment
Ibu 6 haripost partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
bekas jahitan pada perineum jaga agar selalu kering dan bersih dan
payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 52
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “F” P3A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 2 Oktober 2022


Pukul : 09.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. F Nama Suami : Tn. A
- Umur : 25 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Patumbak

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 2 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,4°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan dan ibu sangat bersedia.
2. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah
fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan
alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
4. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 53
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “K” P1A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 2 Oktober 2022


Pukul : 08.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. K Nama Suami : Tn. O
- Umur : 28 Tahun Umur : 26 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Patumbak

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 2 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/80 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 23 x/menit
- Suhu : 36,7 °C
- TFU : Pertengahan simpisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah
fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan
alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 54
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “F” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 2 Oktober 2022


Pukul : 07.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. F Nama Suami : Tn. S
- Umur : 24 Tahun Umur : 32 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Pangkalan

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 2 Oktober
2022 jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 38,3 °C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Payudara : Tampak bengkak dan terasa kencang
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 haripost partum dengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina ibu dan
sudah dilakukan.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah kecoklatan itu adalah
namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa darah bercampur
serum.
4. Memberitahu kepada ibu bahwa bendungan ASI yang dialami oleh ibu
disebabkan ASI yang tidak segera dikeluarkan yang menyebabkan
penyumbatan dan terjadi penekan pada saluran ASI ibu sehingga
menyebabkan payudara ibu menjadi bengkak dan ibu sudah mengerti
penjelasannya.
5. Memberitahu ibu terjadinya bendungan ASI bisa dikarenakan pemberian
ASI kepada bayi tidak secara on demand, perlekatan mulut bayi ke puting
ibu tidak benar dan ibu mengerti yang dijelaskan.
6. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan jika
payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan
bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
7. Memberitahukan kepada ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu
kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap
payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu agar mengatasi dan
mencegah terjadinya bendungan ASIdan ibu mengerti tentang pemberian
ASI yang benar.
Soap 55
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “N” P3A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 3 Oktober 2022


Pukul : 09.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Wittri

Identitas
- Nama : Ny. N Nama Suami : Tn. L
- Umur : 25 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Mulia

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 3 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 2 haripost partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
bekas jahitan pada perineum jaga agar selalu kering dan bersih dan
payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
Soap 56
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “M” P3A0 DENGAN PUTING SUSU LECET
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 3 Oktober 2022


Pukul : 10.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. M Nama Suami : Tn. J
- Umur : 31 Tahun Umur : 39 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Mulia

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 3 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan sakit saat menyusui bayi dan puting susu lecet
- Ibu mengatakan badan meriang

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 37,3°C
- TFU : 3 jari diatas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tampak Lecet dan Memerah
- Payudara : Terasa Penuh
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 haripost partum dengan puting susu lecet.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu untuk menyusu bayi di bagian yang tidak
lecet dulu tunggu sampai bagian yang lecet sembuh baru bergantian
payudara buat payudara lecet itu diakibatkan karena cara perlekatan saat
menyusui yang salah.
4. Menjelaskan kepada ibu cara memberikan ASI yang baik dan benar yaitu
kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap
payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta
Memberitahukan kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan
tanpa pemberian makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang
pemberian ASI yang benar.
5. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan jika
payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan
bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
6. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
Soap 57
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “W” P1A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 3 Oktober 2022


Pukul : 10.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi
Identitas
- Nama : Ny. T Nama Suami : Tn. A
- Umur : 19 Tahun Umur : 22 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Mulia

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 3 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit
- Ibu mengatakan ingin istirahat

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 120/80 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,2°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 7 jampost partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu tentang ASI awal atau pemberian kolostrum
tidak ada yang namanya ASI kurang hanya saja ibu tidak berkomitmen
untuk memberikan ASI pada bayi yang dapat mempengaruhi kerjanya
hormon sehingga ASI yang keluar sedikit jadi ibu harus percaya bahwa
ASI yang diberikan oleh ibu cukup sehingga hormon yang bekerja pun
tidak terhalang oleh minset ibu yang mengatakan bahwa ASI kurang nanti
jika sudah pula anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bisa
menambah produksi ASI.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 58
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “S” P1A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 4 Oktober 2022


Pukul : 08.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. P
- Umur : 26 Tahun Umur : 27 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Buntu Desa III

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 4 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 23 x/menit
- Suhu : 36,4°C
- TFU : 3 jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong
Assesment
Ibu 4 haripost partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
pada vagina jaga agar selalu kering dan bersih dan payudara, ibu bersedia
mengikuti anjuran.
Soap 59
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “Y” P4A0
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 4 Oktober 2022


Pukul : 10.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. Y Nama Suami : Tn. N
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jl. Buntu Desa III

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 4 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : 3 Jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Serosa
- Kandung kemih : Kosong
Assesment
Ibu 8 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
bekas jahitan pada perineum jaga agar selalu kering dan bersih dan
payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 60
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “A” P3A0 DENGAN AKSEPTOR KB
DI KLINIK PRATAMA SEHATI HUSADA

Tanggal Pengkajian : 4 Oktober 2022


Pukul : 16.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan A

Identitas
- Nama : Ny. E Nama Suami : Tn. O
- Umur : 26 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jl. Buntu Desa III

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 4 Oktober 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggupost partumdengan akseptor KB.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) menanyakan keluhan serta
penyulit yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB bahwa sekarang jika ibu
belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan sering tanpa
memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka ibu bisa
melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6 bulan
masa post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera
minum lah mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu
memberikan ASI kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak
akan mendapat haid sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke
bidan untuk memilih kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan
memperkenalkan jenis – jenis KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas,
jenis KB lainnya yang dapat digunakan serta beritahu
keefektivitasannya serta kelebihan dan kekurangan setiap jenis KB
memberikan infomend choice pada ibu dalam pemilihan KB yang ingin
dipakai jika memungkinkan harus bersama suaminya.
Soap 61
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “D” P2A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 5 November 2022


Pukul : 19.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi
Identitas
- Nama : Ny. D Nama Suami : Tn. A
- Umur : 26 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : PNS Pekerjaan : PNS
- Alamat : Pangkalan

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 5 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit
- Ibu mengatakan ingin istirahat

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,6°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 hari post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 62
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “D” P4A0 DENGAN ANEMIA RINGAN
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 5 November 2022


Pukul : 09.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. D Nama Suami : Tn. M
- Umur : 33 Tahun Umur : 42 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : PNS
- Alamat : Jalan Solo

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 5 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan merasa lemas dan sangan mudah letih
- Ibu mengatakan tidak nafsu makan

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 90/70 mmHg
- Nadi : 86 x/menit
- Pernafasan : 24 x/menit
- Suhu : 36,6°C
- TFU : 3 jari diatas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Konjungtiva : Pucat
- Wajah : Tampak Letih
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 haripost partumdengan anemia ringan.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu untuk dilakukan pemeriksaan kadar
hemoglobin untuk mengetahui masalah yang terjadi pada ibu dan hasil
kadar Hb ibu 10,7 gr/dl, yang artinya ibu mengalami anemia ringan dan
ibu sudah mengetahui kondinya.
4. Menjelaskan kepada ibu anemia ringan terjadi bisa karena banyak faktor,
yaitu berkurangnya zat besi secara perlahan dengan berkurang nya zat
besi, turunnya system pembentukan sel darah merah dan dengan
kehamilan ibu yang sudah paritas.
5. Menjelaskan kepada ibu cara menanganianemia ringan yaitu dengan
mengkonsumsi makanan yang bernutrsi, yang banyak mengandung zat
besi, memperbanyak mengkonsumsi vitamin c dan istirahat yang cukup
dan ibu siap melakukannya.
6. Menjelaskan kepada ibu untuk terus memperbanyak konsumsi makanan
yang sudah dianjurkan kepada ibu karena dengan ibu yang menyusui
bayinya sangat memerlukan asupan guna memperbaiki kondisi ibu.
7. Memberitahu kepada ibu peroral, zat besi 600-1000 mg /hari dan vitamin c
guna lebih mudah diserap oleh selaput usus dan ibu sudah paham.
Soap 63
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “P” P3A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 5 November 2022


Pukul : 11.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. P Nama Suami : Tn. T
- Umur : 24 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Simpang Benteng

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 5 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit
- Ibu mengatakan ingin istirahat

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/80 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 2 hari post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu tentang ASI awal atau pemberian kolostrum
tidak ada yang namanya ASI kurang hanya saja ibu tidak berkomitmen
untuk memberikan ASI pada bayi yang dapat mempengaruhi kerjanya
hormon sehingga ASI yang keluar sedikit jadi ibu harus percaya bahwa
ASI yang diberikan oleh ibu cukup sehingga hormon yang bekerja pun
tidak terhalang oleh minset ibu yang mengatakan bahwa ASI kurang nanti
jika sudah pula anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bisa
menambah produksi ASI.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
4. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
6. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
7. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
Soap 64
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “M” P2A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 6 November 2022


Pukul : 07.50 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. M Nama Suami : Tn. P
- Umur : 24 Tahun Umur : 31 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Damai

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 6 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,6°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 hari post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 65
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “L” P1A0 DENGAN MOBILISASI DINI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 6 November 2022


Pukul : 15.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. L Nama Suami : Tn. S
- Umur : 22 Tahun Umur : 22 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Gang Setia

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak kedua nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 6 November 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ingin BAK

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 100/70 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 5 jam post partumdengan mobilisasi dini.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang mobilisasi dini seperti
menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh, berjalan kekamar
mandi untuk BAK senditi dan menganjurkan ibu untuk duduk dan berjalan
pelan, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 66
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “V” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 6 November 2022


Pukul : 08.10 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. V Nama Suami : Tn. T
- Umur : 26 Tahun Umur : 29 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Rakyat

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 6 November
2022 jenis kelamin laki-laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 24 x/menit
- Suhu : 37, 7°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 hari post partum dengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Menjelaskan kepada ibu bahwa yang dialami ibu karena ASI yang tidak
segera dikeluarkan dari payudara sehingga membuat payudara terasa
penuh, bengkak dan menyebabkan ibu menjadi demam karean tidak segera
ditangi dengan tepat.
4. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, beri ASI 2 jam sekali dan jika payudara
masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan bisa
disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
Soap 67
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “D” P2A0 DENGAN AKSEPTOR KB MAL
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 7 November 2022


Pukul : 10.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. D Nama Suami : Tn. E
- Umur : 22 Tahun Umur : 25 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Pelabuhan Bom

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 7 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan ingin menggunakan KB

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,1°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggu post partum dengan Akspetor KB MAL.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Sekarang jika ibu belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan
sering tanpa memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka
ibu bisa melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6
bulan masa post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera
minum lah mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu
memberikan ASI kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak akan
mendapat haid sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke bidan
untuk memilih kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan memperkenalkan
jenis – jenis KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas, jenis KB lainnya
yang dapat digunakan serta beritahu keefektivitasannya serta kelebihan
dan kekurangan setiap jenis KB memberikan infomend choice pada ibu
dalam pemilihan KB yang ingin dipakai jika memungkinkan harus
bersama suaminya.
3. Setelah konseling dan mendapatkan penjelasan penkes maka ibu yang
belum mendapatkan haid akan memilih akseptor KB MAL dengan tetap
memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi dan ibu mengerti semuanya.
Soap 68
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “J” P5A1
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 7 November 2022


Pukul : 08.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. J Nama Suami : Tn. W
- Umur : 30 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jalan Merdeka

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak kedua nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 7 November 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ingin BAK

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 4 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang mobilisasi dini seperti
menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan
ibu untuk duduk dan berjalan pelan, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 69
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “N” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 7 November 2022


Pukul : 10.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. N Nama Suami : Tn. M
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : Guru Honor Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Gang Damai

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 7 November
2022 jenis kelamin laki-laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 37, 6°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 haripost partumdengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah
laserasi, dan inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai
tanda-tanda infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah kecoklatan itu adalah
namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa darah bercampur
serum.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
6. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
7. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, beri ASI 2 jam sekali dan jika payudara
masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan bisa
disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
Soap 70
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “U” P1A0 DENGAN AKSEPTOR KB
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 8 November 2022


Pukul : 17.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. U Nama Suami : Tn. A
- Umur : 25 Tahun Umur : 25 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Rakyat

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 8 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan ingin menggunakan KB

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,1°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 minggu post partum dengan akseptor KB.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
3. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB bahwa sekarang jika ibu
belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan sering tanpa
memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka ibu bisa
melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6 bulan masa
post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera minum lah
mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu memberikan ASI
kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak akan mendapat haid
sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke bidan untuk memilih
kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan memperkenalkan jenis – jenis
KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas, jenis KB lainnya yang dapat
digunakan serta beritahu keefektivitasannya serta kelebihan dan
kekurangan setiap jenis KB memberikan infomend choice pada ibu dalam
pemilihan KB yang ingin dipakai jika memungkinkan harus bersama
suaminya.
Soap71
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “R” P2A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 8 November 2022


Pukul : 08.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. R Nama Suami : Tn. N
- Umur : 29 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : PNS Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Kampung Lalang

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak pertama nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 8 November 2022, dengan jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan perut masih mules

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 100/60 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,6°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong
- Robekan :-

Assesment
Ibu 6 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan dan memberikan
konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan istirahat, gizi dan
mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh
tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan kelamin dan
payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
3. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
4. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
6. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar dan mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
Soap 72
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “R” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 8 November 2022


Pukul : 14.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. R Nama Suami : Tn. I
- Umur : 19 Tahun Umur : 20 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Bagan Dalam

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 8 November 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan perut masih terasa mules

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 3 jam post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Memberitahu ibu untuk dilakukannya kateterisasi sementara untuk
mengosongko=an kandung kemih, karena menghindari terjadinya sub
involusi uteri pada ibu dan ibu bersedia dilakukan kateterisasi pada ibu.
4. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
5. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
6. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
Soap 73
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “M” P5A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 9 November 2022


Pukul : 07.55 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. M Nama Suami : Tn. B
- Umur : 27 Tahun Umur : 29 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Bagan Dalam

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 9 November
2022 jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 100/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36, 2°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 7 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah
laserasi, dan inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai
tanda-tanda infeksi.
3. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
4. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
Soap 74
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “S” P2A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 9 November 2022


Pukul : 17.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. E
- Umur : 36 Tahun Umur : 37 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Jalan Beringin

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 9 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/60 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggu post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB bahwa sekarang jika ibu
belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan sering tanpa
memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka ibu bisa
melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6 bulan masa
post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera minum lah
mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu memberikan ASI
kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak akan mendapat haid
sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke bidan untuk memilih
kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan memperkenalkan jenis – jenis
KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas, jenis KB lainnya yang dapat
digunakan serta beritahu keefektivitasannya serta kelebihan dan
kekurangan setiap jenis KB memberikan infomend choice pada ibu dalam
pemilihan KB yang ingin dipakai jika memungkinkan harus bersama
suaminya.
Soap 75
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “F” P1A1
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 9 November 2022


Pukul : 11.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. F Nama Suami : Tn. M
- Umur : 22 Tahun Umur : 23 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Merdeka

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 9 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Alba
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 minggu post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling KB kepada ibu jika ingin menjarangkan kelahiran
anaknya memperkenalkan jenis – jenis KB seperti pada saat sekarang ibu
belum mendapat haid setelah melahirkan dan ibu mengatakan memberikan
ASI kepada bayinya secara terus menerus tanpa memberikan makanan
tambahan maka anjurkan ibu untuk melakukan ASI ekslusif tetapi hanya
akan efektif selama 6 bulan jika nanti sudah 6 bulan anjurkan lagi ibu
untuk melakukan konseling KB dan perkenalkan ibu jenis KB yang dapat
digunakan serta beritahu keefektivitasannya serta kelebihan dan
kekurangan setiap jenis KB meberikan infomend choice pada ibu dalam
pemilihan KB yang ingin dipakai jika memungkinkan harus bersama
suaminya.
Soap 76
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “Z” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 12 November 2022


Pukul : 16.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. Z Nama Suami : Tn. T
- Umur : 29 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Guru Honor
- Alamat : Kampung Lalang

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak pertama nya
- Ibu mengatakan tidak pernah keguguran
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 12 November 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan nyeri pada luka jahitan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 8 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan dan melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
daerah laserasi.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
4. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
6. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
Soap 77
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “Y” P2A0 DENGAN PUTTING SUSU LECET
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 12 November 2022


Pukul : 08.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. Y Nama Suami : Tn. A
- Umur : 26 Tahun Umur : 27 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Jogja

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 12 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki – laki
- Ibu mengatakan nyeri saat menyusui bayi
- Ibu mengatakan putting susu lecet

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 37 °C
- TFU : 3 jari diatas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 hari post partum dengan puting susu lecet.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah
laserasi, dan inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai
tanda-tanda infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu untuk menyusu bayi di bagian yang tidak
lecet dulu tunggu sampai bagian yang lecet sembuh baru bergantian
payudara buat payudara lecet itu diakibatkan karena cara menyusui yang
salah mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala
dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara
dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan
kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian
makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI
yang benar.
4. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
Soap 78
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “B” P1A0 DENGAN LASERASI DERAJAT 1
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 12 November 2022


Pukul : 11.10 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. B Nama Suami : Tn. H
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Bagan Dalam

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 12 November 2022, dengan jenis kelamin Perempuan dan BB
3800 kg.
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan perut masih mules
- Ibu mengatakan nyeri pada luka jahitan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 100/60 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 24 x/menit
- Suhu : 36,2°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong
- Robekan : Derajat 1

Assesment
Ibu 4 jam post partum dengan laserasi derajat 1.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan dan melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
daerah laserasi.
3. Menjelaskan pada ibu untuk menjaga kebersihan pada daerah perenium,
selalu membersihkan dan mengeringkan bagian robekan perenium untuk
mencegah terjadinya infeksi pada perenium.
4. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
Soap 79
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “I” P2A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 13 November 2022


Pukul : 16.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. I Nama Suami : Tn. W
- Umur : 21 Tahun Umur : 24 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Guru Honor
- Alamat : Bagan Dalam

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak pertama nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 13 November 2022, dengan jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan perut masih mules

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong
- Robekan :-

Assesment
Ibu 8 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan.
3. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
4. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
6. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir
Soap 80
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “M” P1A0 DENGAN MOBILISASI DINI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 13 November 2022


Pukul : 17.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. M Nama Suami : Tn. M
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Bagan Dalam

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya.
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 13 november 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ingin BAK

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 120/80 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 jam post partum dengan mobilisasi dini.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang mobilisasi dini seperti
menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan
ibu untuk duduk dan berjalan secara pelan - pelan, ibu bersedia mengikuti
anjuran.
Soap 81
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “F” P4A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 13 November 2022


Pukul : 09.50 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. F Nama Suami : Tn. A
- Umur : 32 Tahun Umur : 35 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Lima Laras

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 13 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 120/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,8°C
- TFU : 2 jari di bawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 2 hari post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah
fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan
alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 82
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “P” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 14 november 2022


Pukul : 11.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. P Nama Suami : Tn. E
- Umur : 24 Tahun Umur : 24 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Kampung Lalang

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 14
November 2022 jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi :82 x/menit
- Pernafasan : 24 x/menit
- Suhu : 37,6 °C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Payudara : Tampak bengkak dan terasa kencang
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Serosa
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 hari post partumdengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina ibu dan
sudah dilakukan.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah kecoklatan itu adalah
namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa darah bercampur
serum.
4. Memberitahu kepada ibu bahwa bendungan ASI yang dialami oleh ibu
disebabkan ASI yang tidak segera dikeluarkan yang menyebabkan
penyumbatan dan terjadi penekan pada saluran ASI ibu sehingga
menyebabkan payudara ibu menjadi bengkak dan ibu sudah mengerti
penjelasannya.
5. Memberitahu ibu terjadinya bendungan ASI bisa dikarenakan pemberian
ASI kepada bayi tidak secara on demand, perlekatan mulut bayi ke putting
ibu tidak benar dan ibu mengerti yang dijelaskan.
6. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan jika
payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan
bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
7. Memberitahukan kepada ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu
kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap
payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu agar mengatasi dan
mencegah terjadinya bendungan ASIdan ibu mengerti tentang pemberian
ASI yang benar.
Soap 83
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “V” P1A0 DENGAN RUPTURE PERENIUM DERAJAT 2
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 14 November 2022


Pukul : 06.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. V Nama Suami : Tn. N
- Umur : 25 Tahun Umur : 26 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Pangkalan

Subjektif
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak pertama nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 14 November 2022, dengan jenis kelamin perempuan dan BB
4000 kg.
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan perut masih mules
- Ibu mengatakan nyeri pada luka jahitan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong
- Robekan : Derajat 2

Assesment
Ibu 8 jam post partumdengan rupture pereniumderajat 2.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan dan melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
daerah laserasi.
3. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
4. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
6. Menganjurkan ibu untuk membersihkan payudara terlebih dahulu sebelum
menyusui bayinya, ibu bersedia melakukannya.
7. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
8. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
Soap 84
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “E” P2A0 MOBILISASI DINI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 14 November 2022


Pukul : 16.40 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. E Nama Suami : Tn. A
- Umur : 29 Tahun Umur : 33 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Kampung Lalang

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 14 November 2022, dengan jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ingin BAK

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 jam post partumdengan mobilisasi dini.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir .
6. Memberikan konseling pada ibu tentang mobilisasi dini seperti
menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan
ibu untuk duduk dan berjalan pelan, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 85
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “S” P1A0 DENGAN BENDUNGAN ASI
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 15 November 2022


Pukul : 08.10 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. M
- Umur : 20 Tahun Umur : 22 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Rakyat

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan anaknya lahir normal di klinik bidan tanggal 15
November 2022 jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah kecoklatan dari vagina
- Ibu mengatakan bayinya agak rewel pada malam hari
- Ibu mengatakan payudara terasa tegang dan keras
- Ibu merasa badan meriang

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 37, 1°C
- TFU : 3 jari di atas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tidak menonjol
- Payudara : Tampak bengkak dan terasa kencang
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 6 hari post partumdengan bendungan ASI.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina ibu dan
sudah dilakukan.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah kecoklatan itu adalah
namanya lochea serosa dimana itu adalah sisa-sisa darah bercampur
serum.
4. Memberitahu kepada ibu bahwa bendungan ASI yang dialami oleh ibu
disebabkan ASI yang tidak segera dikeluarkan yang menyebabkan
penyumbatan dan terjadi penekan pada saluran ASI ibu sehingga
menyebabkan payudara ibu menjadi bengkak dan ibu sudah mengerti
penjelasannya.
5. Memberitahu ibu terjadinya bendungan ASI bisa dikarenakan pemberian
ASI kepada bayi tidak secara on demand, perlekatan mulut bayi ke puting
ibu tidak benar dan ibu mengerti yang dijelaskan.
6. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan jika
payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan
bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
7. Memberitahukan kepada ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu
kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap
payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu agar mengatasi dan
mencegah terjadinya bendungan ASIdan ibu mengerti tentang pemberian
ASI yang benar.
Soap86
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “T” P3A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 15 November 2022


Pukul : 10.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. T Nama Suami : Tn. S
- Umur : 26 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Kampung Lalang

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 15 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 2 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
bekas jahitan pada perineum jaga agar selalu kering dan bersih dan
payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
Soap 87
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “L” P2A0 DENGAN PUTING SUSU LECET
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 15 November 2022


Pukul : 16.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. L Nama Suami : Tn. M
- Umur : 25 Tahun Umur : 27 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Solo

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 15 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan sakit saat menyusui bayi dan puting susu lecet
- Ibu mengatakan badan meriang

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 78 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 37,4°C
- TFU : 3 jari diatas simfisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Tampak Lecet dan Memerah
- Payudara : Terasa Penuh
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 3 hari post partum dengan puting susu lecet.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan yang dialami
ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasiuntuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Memberitahukan kepada ibu untuk menyusu bayi di bagian yang tidak
lecet dulu tunggu sampai bagian yang lecet sembuh baru bergantian
payudara buat payudara lecet itu diakibatkan karena cara perlekatan saat
menyusui yang salah.
4. Menjelaskan kepada ibu cara memberikan ASI yang baik dan benar yaitu
kepala dan badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap
payudara dan dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta
Memberitahukan kepada ibu ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan
tanpa pemberian makanan tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang
pemberian ASI yang benar.
5. Menjelaskan kepada ibu untuk tetap memberikan ASI secara on demand
agar payudara tidak bengkak, memberikan ASI min 2 jam sekali dan jika
payudara masih terasa penuh, bantu pompa ASI untuk mengeluarkan dan
bisa disimpan di freezer untuk dan ibu akan segera melakukan hal itu.
6. Memberitahukan kepada ibu tanda bahaya masa nifas seperti mata
berkunang-kunang, sakit kepala hebat, terjadi pendarahan, pengeluaran
dari vagina berbau busuk, demam dll. Jika terjadi demikian maka segera
ke fasilitas kesehatan terdekat.
Soap 88
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “N” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 16 November 2022


Pukul : 09.45 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi
Identitas
- Nama : Ny. N Nama Suami : Tn. R
- Umur : 19 Tahun Umur : 22 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Bagan Dalam

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 16 November 2021 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules
- Ibu mengatakan ASI nya sedikit
- Ibu mengatakan ingin istirahat

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 120/80 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 1 hari post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Memberitahukan kepada ibu tentang ASI awal atau pemberian kolostrum
tidak ada yang namanya ASI kurang hanya saja ibu tidak berkomitmen
untuk memberikan ASI pada bayi yang dapat mempengaruhi kerjanya
hormon sehingga ASI yang keluar sedikit jadi ibu harus percaya bahwa
ASI yang diberikan oleh ibu cukup sehingga hormon yang bekerja pun
tidak terhalang oleh minset ibu yang mengatakan bahwa ASI kurang nanti
jika sudah pula anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bisa
menambah produksi ASI.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
6. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
7. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 89
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “S” P4A0 DENGAN AKSEPTOR KB
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 16 November 2022


Pukul : 15.25 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. S Nama Suami : Tn. U
- Umur : 27 Tahun Umur : 28 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Merdeka

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 16 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan
- Ibu mengatakan belum mendapat haid

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Tidak teraba
- Kontraksi uterus :-
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan :-
- Lochea :-
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 minggu post partum dengan akseptor KB.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, santun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Memberikan konseling kepada ibu tentang KB bahwa sekarang jika ibu
belum mendapat haid tapi masih menyusui dengan sering tanpa
memberikan bayi makanan tambahan bahkan minuman maka ibu bisa
melakukan KB alamiah/ Asi ekslusif yang berkhasiat sampai 6 bulan masa
post partum tetapi apabila jika ibu mendapat haid maka segera minum lah
mini pil KB untuk ibu menyusui tetapi biasa jika ibu memberikan ASI
kepada bayi nya sesering mungkin maka ibu tidak akan mendapat haid
sampai 6 bulan jika sudah 6 bulan maka segera ke bidan untuk memilih
kontrasepsi yang sesuai maka bidan akan memperkenalkan jenis – jenis
KB yang dapat digunakan oleh ibu nifas, jenis KB lainnya yang dapat
digunakan serta beritahu keefektivitasannya serta kelebihan dan
kekurangan setiap jenis KB memberikan infomend choice pada ibu dalam
pemilihan KB yang ingin dipakai jika memungkinkan harus bersama
suaminya.
Soap 90
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “W” P2A1 DENGAN FULL BLESS
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 16 November 2022


Pukul : 22.50 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. W Nama Suami : Tn. E
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Pelabuhan Bom

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 16 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 120/80 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,5°C
- TFU : 2 jari di bawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 2 jam post partum dengan kandung kemih penuh (full bless).

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta melakukan
pemeriksaan genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, dan
inflamasi untuk memastikan involusi uterus dan menilai tanda-tanda
infeksi.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa plasenta dan sisa
darah yang mau keluar.
4. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
5. Melakukan kateterisasi sementara pada ibu untuk mengosongkan kandung
kemih guna mecegah terhambatnya involusi uterus pada ibu post partum
dan kandung kemih sudah kosong dan uterus berkontraksi dengan baik.
Soap 91
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “U” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 16 November 2022


Pukul : 07.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Elpida

Identitas
- Nama : Ny. U Nama Suami : Tn. M
- Umur : 24 Tahun Umur : 27 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Kampung Lalang

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 16 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 23 x/menit
- Suhu : 36,4°C
- TFU : 3 jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong
Assesment
Ibu 4 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
pada vagina jaga agar selalu kering dan bersih dan payudara, ibu bersedia
mengikuti anjuran.
Soap 92
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “R” P2A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ELPIDA TANJUNG TIRAM

Tanggal Pengkajian : 15 November 2022


Pukul : 09.15 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. R Nama Suami : Tn. N
- Umur : 23 Tahun Umur : 23 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Gang Indrayaman

Subjektif
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 15 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin perempuan
- Ibu mengatakan tidak ada keluhan

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 80 x/menit
- Pernafasan : 20 x/menit
- Suhu : 36,3°C
- TFU : 3 Jari dibawah pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong
Assesment
Ibu 6 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,kandung
kemih dan pendarahan serta melakukan pemeriksaan genitalia eksterna
dan perenium yaitu cairan vagina.
3. Menjaga bayi tetap hangat untuk mencegah hipotermi pada bayi seperti
membedong bayi dengan kain bersih dan kering, mengatur suhu ruangan
serta menjauhkan bayi dari bahaya.
4. Mengajarkan ibu cara memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan
badan bayi dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan
dagu bayi menempel pada payudara ibu, serta Memberitahukan kepada ibu
ASI ekslusif pemberian ASI selama 6 bulan tanpa pemberian makanan
tambahan apapun serta, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat karna kalau ibu tidak cukup isterahat akan membuat ibu stress
jadi ibu harus bisa memanfaat kan waktu disaat seperti ini juga peran
suami penting suami harus selalu membantu ibu dalam menjaga bayinya
serta membantu ibu dalam pekerjaannya, gizi dan mobilisasi seperti jalan-
jalan dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa yang penting jangan
terlalu lelah menganjurkan ibu untuk membersihkan seluruh tubuh dan
menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan alat reproduksi terutama
bekas jahitan pada perineum jaga agar selalu kering dan bersih dan
payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 93
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “D” P3A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 14 November 2022


Pukul : 10.00 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. D Nama Suami : Tn. A
- Umur : 25 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
- Alamat : Gang Damai

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 14 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/70 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 22 x/menit
- Suhu : 36,4°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 4 jam post partum normal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu mengizinkan untuk
dilakukan pemeriksaan dan ibu sangat bersedia.
2. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
3. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah
fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan
alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
4. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 94
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “A” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 13 November 2022


Pukul : 10.30 WIB
Nama Pengkaji : Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. A Nama Suami : Tn. B
- Umur : 28 Tahun Umur : 30 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Jalan Jogja

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan bayinya lahir pada tanggal 13 November 2022 di klinik
bidan, jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan masih adanya keluar darah dari vagina
- Ibu mengatakan masih mules

Objektif
- keadaan umum : Baik
- TD : 110/80 mmHg
- Nadi : 82 x/menit
- Pernafasan : 23 x/menit
- Suhu : 36,7 °C
- TFU : Pertengahan simpisis
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Sanguinolenta
- Kandung kemih : Kosong

Assesment
Ibu 5 hari post partum normal.

Planning
1. Menyapa ibu, membangun komunikasi yang baik pada ibu, tidak lupa 5s
(senyum, sapa, salam, sopan, snatun) menanyakan keluhan serta penyulit
yang dialami ibu.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa sisa darah yang mau
keluar dan memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah
fisiologis akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan
alat-alat reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.
3. Memberitahukan kepada ibu ASI awal serta memberikan bayi pada ibu
supaya ibu dapat memberikan ASI awal pada bayi mengajarkan ibu cara
memberi ASI yang baik dan benar yaitu kepala dan badan bayi dalam satu
garis lurus, wajah bayi menghadap payudara dan dagu bayi menempel
pada payudara ibu, ibu mengerti tentang pemberian ASI yang benar.
4. Menganjurkan ibu istirahat yang cukup, ±2 jam pda siang hari dan ±6-8
jam malam hari, dan menganjurkan kepada keluarga untuk menjaga bayi,
ibu bersedia mengikuti anjuran.
5. Memberikan konseling pada ibu tentang kebersihan diri, kecukupan
istirahat, gizi dan mobilisasi dini seperti menganjurkan ibu untuk
membersihkan seluruh tubuh dan menganjurkan ibu untuk menjaga
kebersihan kelamin dan payudara, ibu bersedia mengikuti anjuran.
Soap 95
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANANIBU NIFAS
PADA NY. “K” P1A0
DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN ASNI SITIO

Tanggal Pengkajian : 12 November 2022


Pukul : 16.30 WIB
Nama Pengkaji :Bidan Dwi

Identitas
- Nama : Ny. K Nama Suami : Tn. I
- Umur : 19 Tahun Umur : 20 Tahun
- Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Nelayan
- Alamat : Bagan Dalam

Subjektif
- Ibu mengatakan merasa bahagia atas kelahiran bayinya
- Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiga nya
- Ibu mengatakan melahirkan secara normal di tolong oleh bidan pada
tanggal 12 November 2022, dengan jenis kelamin laki - laki
- Ibu mengatakan perut masih terasa mules

Objektif
- Keadaan umum : Baik
- TD : 130/90 mmHg
- Nadi : 81 x/menit
- Pernafasan : 21 x/menit
- Suhu : 36,7°C
- TFU : Setinggi pusat
- Kontraksi uterus : Baik
- Puting susu : Menonjol
- Pendarahan : Normal
- Lochea : Rubra
- Kandung kemih : Penuh

Assesment
Ibu 6 jam post partumnormal.

Planning
1. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan dan ibu sudah mengetahui
hasil pemeriksaan dalam batas normal.
2. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital, tinggi fundus uteri,
kontraksiuterus,kandung kemih dan pendarahan serta pemeriksaan
genitalia eksterna dan perenium yaitu cairan vagina, daerah laserasi, dan
inflamasi.
3. Mengajarkan keluarga untuk menilai kontraksi uterus untuk mencegah
terjadinya atonia uteri dan jika ibu merasakan keluar darah dalam jumlah
banyak dari vagina segera beritahu bidan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang darah yang keluar dari vagina bahwa itu
adalah fisiologis karena ibu habis melahirkan darah merah kehitaman itu
adalah namanya lochea rubra dimana itu adalah sisa-sisa meconium dan
sisa darah yang mau keluar.
5. Memberitahukan kepada ibu bahwa mules yang dialami adalah fisiologis
akibat dari kontraksi uterus untuk mengembalikan uterus dan alat-alat
reproduksi ke bentuk semula jadi ibu tidak usah khawatir.

Anda mungkin juga menyukai