RANCANGAN DESAIN DISPOSAL IN PIT DENGAN METODE
BACKFILLING DAN MENGHITUNG VOLUME MATERIAL
TIMBUNAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MINESCAPE 5.7
Edwin Harsiga1)a, Rosihan Pebrianto2) dan Fitra Dicky Prabowo3)
1)
Jurusan Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Bangka Belitung
(Balunijuk, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, 33172)
2)
Program Studi Ilmu Teknik, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
(Bukit, Palembang, Sumatera Selatan, 30128)
3)
Program Studi Teknik Pertambangan Batubara, Politeknik Akamigas Palembang
(Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, 30257)
a)
email korespondensi : edwinharsiga@[Link]
ABSTRAK
Proses rancangan desain disposal in pit dilakukan menggunakan software Minescape 5.7. Sebelum
dilakukannya pembuatan desain disposal in pit yang harus diperhatikan yaitu lebar bench, kemiringan
bench, lebar jalan angkut dan peta situiasi. Untuk pembuatan desain jenjang dan jalan yang akan
dirancang yaitu, lebar bench 5 meter, kemiringan bench 30°, sedangkan untuk rancangan desain jalan
dibuat dengan lebar jalan angkut lurus 12 meter dan kemiringan jalan maksimum 8%. Bentuk desain
triwulan II dengan luas plan area 11,45 Ha volume yang didapat 1.103.566,59 BCM, triwulan III dengan
luas plan area 16,11 Ha volume yang didapat 1.106.952,04 BCM dan terakhir triwulan IV dengan luas
area plan 18,68 Ha dengan volume yang didapat 1.098,261,02 BCM.
Kata Kunci : desain, disposal in pit, volume
Metode Backfilling adalah suatu metode
PENDAHULUAN penimbunan kembali material overburden didalam
Dalam kegiatan pertambangan dibutuhkan adanya lubang bukaan bekas tambang dimana bahan galian
perencanaan mulai dari tahapan eksplorasi hingga tambang telah selesai diambil. (Kennedy,1989)
pasca tambang guna mencegah terjadinya kerugian,
termasuk upaya untuk menimbun kembali lubang METODE PENELITIAN
bekas tambang. (Hardianti dkk, 2021). Upaya yang Penelitian ini dilakukan di PT XYZ site Muara
dilakukan untuk meminimalkan bukaan bekas tambang Lawai wilayah izin usaha pertambangan milik PT
(void) tertuang dalam peraturan perundang-undangan ABC, yang berlokasi di wilayah Desa Muara Lawai
yaitu UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan dan Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur,
Mineral dan Batubara dan Peraturan Pemerintah nomor Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Secara
7 Tahun 2014 tentang reklamasi dan pascatambang. astronomis terletak di 103°43’04” – 103°44’51” BT
Aktifitas penambangan batubara dimulai dari dan 03°38’57” – 03°42’26” LS seluas 1.700 hektar.
kegiatan pembersihan lahan sampai dengan kegiatan Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
reklamasi, salah satu kegiatan yang sangat penting yaitu penelitian yang dilakukan untuk menentukan nilai
adalah penempatan material hasil dari pembongkaran suatu variabel mandiri, baik satu variabel maupun lebih
material penutup atau overburden wajib ditentukan (Sugiyo, 2015). Penelitian ini akan menghasilkan data
dalam perencanaan jangka pendek sampai jangka berupa angka dan data deskriptif.
panjang. Lokasi penimbunan material overburden .Pengamatan ini dilakukan secara langsung di
dibedakan atas 2 yaitu inpit dump dan outpit dump. lapangan dengan mengamati lokasi area disposal PT
Outpit dump merupakan penimbunan material XYZ. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara
overburden yang berada diluar area pit, sedangkan Inpit berdiskusi mengenai hal-hal yang menyangkut dengan
dump merupakan penimbunan material overburden keadaan di lapangan yang bertujuan pada penelitian
yang berada di dalam pit. (Marit dkk, 2022). penulis. Pada diskusi ini dilakukan secara bersama
Disposal adalah suatu tempat yang dijadikan untuk pihak karyawan yang ada di PT XYZ yang meliputi
pembuangan overburden. Penentuan lokasi disposal supervisor, pengawas, tim engineering, surveyor,
perlu diperhatikan agar tidak mengganggu proses checker dan staff produksi.
eksploitasi pada saat sekarang hingga akhir tambang. Data-data yang telah diperoleh kemudian
Untuk luasan disposal dirancang sesuai dengan jumlah diklasifikasikan berdasarkan jenis data kemudian
overburden yang akan digali setiap bulannya. ( dilakukan analisis serta perhitungan sesuai dengan
Sunarno, 2008 ) kebutuhan dan tujuan dari penelitian ini meliputi
Bukaan pit yang telah selesai ditambang dilakukan pembuatan desain disposal in pit menggunakan
backfilling dimana dilakukan penimbunan kembali software minescape 5.7, menghitung volume timbunan
dengan material overburden. Desain geometri disposal menggunakan software minescape 5.7. pada
timbunan dibuat sesuai dengan rencana pascatambang. triwulan 2 sampai triwulan 4.
( Pendra dkk, 2014 )
149
HASIL DAN PEMBAHASAN
Area Disposal Pada Peta Topografi
Area disposal yang direncanakan akan dibuat pada
area bekas tambang tersebut, terutama pada design
disposal in pit yang melakukan penimbunan kembali
dengan tanah penutup. Dapat dilihat pada gambar 1,
langkah yang harus dilakukan untuk penentuan lokasi
perancangan desain disposal dengan menentukan titik
koordinat yang akan dijadikan area disposal-nya,
kemudian pastikan pada koordinat yang telah
ditentukan tidak ada lapisan batubara maupun material
lainnya. Untuk area penentuannya dapat dilihat pada
gambar 1. Gambar 3. Desain Disposal Triwulan III
Hasil Desain Disposal Triwulan IV
Bentuk dari desain disposal pada triwulan IV ini
untuk pengambilan area plan 19,68 Ha dengan
melanjutkan dari desain triwulan III dengan
penambahan elevasi 29 untuk terendah, lalu dinaikkan
sedikit ke elevasi 31 dan penambahan elevasi 33, untuk
sudut kemiringan bench nya 30° dan tinggi bench 8
meter. Sehingga volume yang didapatkan mengalami
kenaikan sebesar 1.098.261,06 BCM, seperti yang kita
dilihat pada gambar 4. Dari ketiga desain di atas
triwulan II, triwulan III dan triwulan IV, bila
dijumlahkan keseluruhannya untuk volume timbunan
Gambar 1. Area Disposal backfilling ialah 3.308.779,69 BCM.
Hasil Desain Disposal Triwulan II
Bentuk pada desain disposal di triwulan II ini
memiliki luas area plan 11,45 Ha dengan pengambilan
di elevasi 15 kearah barat dan elevasi 19 kearah timur
kemiringan bench yang digunakan 30° dan tinggi
bench 8 meter, sehingga didapatkan volume
penampungan tanah penutup (overburden) pada desain
ini untuk triwulan II sebesar 1.103.566,59 BCM,
seperti yang terlihat pada gambar 2.
Gambar 4. Desain Disposal Triwulan IV
KESIMPULAN
Pada desain disposal in pit pada disposal PT. XYZ,
pada triwulan II dengan elevasi yang digunakan elevasi
15 dan elevasi 19, geometri desain dengan lebar bench
5 meter, tinggi bench 8 meter, kemiringan bench 30°
untuk area perencanaan yang akan dilakukan
penimbunan kembali seluas 11,45 Ha. Kemudian, pada
Gambar 2. Desain Disposal Triwulan II triwulan III yang dimulai pada pengambilan elevasi 21,
elevasi 24 dan elevasi 28 dengan geometri desain
Hasil Desain Disposal Triwulan III menggunakan kemiringan 30°, lebar bench 5 meter,
Pada desain disposal yang kedua, dilanjutkan dari tinggi bench 8 meter, dengan area yang akan
desain pertama sedikit penambahan elevasi yang direncanakan seluas 16,11 Ha. Terakhir, pada triwulan
dimulai dari elevasi 21, elevasi 24 dan elevasi 28 yang IV yang dimulai dari elevasi 29, elevasi 31 dan elevasi
diambil dengan area plan 16,11 Ha dan untuk sudutnya 33 dengan geometri desain lebar bench 5 meter, tinggi
kemiringan bench 30° dan tinggi bench 8 meter . bench 8 meter, kemiringan 30° dengan luasan area
Kemudian volume material timbunan yang didapat dari yang direncanakan seluas 19,68 Ha. Adapun geometri
design ini mengalami kenaikan sedikit sehingga yang jalan yang digunakan setelah desain digabung semua
didapat sekitar 1.106.952,04 BCM dapat dilihat pada pada jalan lurus 10 meter, kemiringan jalan (Grade)
gambar 4.4. Jadi, bila dijumlahkan volumenya dari 8%.
desain pertama (triwulan II) dengan desain kedua Selanjutnya Pada pembuatan perhitungan volume
(triwulan III) yang didapatkan sebesar 2.210.518,63 material timbunan (overburden) dengan target yang
BCM. telah direncanakan dengan target 3.300.000 BCM dalam
150
jangka waktu 9 bulan kedepan. Volume penimbunan Kutai Barat. Jurnal Pertambangan, Volume 5
untuk per triwulan menargetkan sebesar 1.100.000 No 2, pp 98-105.
BCM dengan triwulan II, triwulan III dan triwulan IV. Kennedy, B.A. 1989. Surface Mining 2nd Edition.
Pada triwulan II, volume penimbunan dari perhitungan Society for Mining, Metallurgy, and Exploration
menggunakan Software Minescape 5.7 sebesar : Inc., Colorado.
1.103.566,59 BCM, kemudian untuk triwulan III Marit, F.A.Y., Nurhakim, Saismana, U., 2022.
volume yang didapatkan sebesar 1.106,952,04 BCM Perencanaan dan Desain Disposal untuk Pit
dan terakhir pada triwulan IV untuk volume yang di Central dan Pit North Tutupan di PT. Adaro.
dapatkan sebesar 1.098.261,02 BCM yang artinya dari Jurnal HIMASAPTA, Volume 7 No 1, pp 51-54.
semua desain disposal in pit yang dibuat bisa memenuhi Pendra, A. R., Iskandar, H., & Eko, R. H. 2014. Desain
target lokasi penimbunan yang telah direncanakan. Backfilling Berdasarkan Rencana Pascatambang
Pada Tambang Batubara PT. Karbindo
Abesyapradhi Coal Site Tiang Satu Sungai
UCAPAN TERIMA KASIH Tambang Sumatera Barat. Jurnal Ilmu Teknik,
Terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Volume 2 No, pp 1-5.
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Serta Fakultas Sugiyo. 2015. CSR Metode Penelitian Kualitatif,
Teknik Universitas Bangka Belitung. Kuantitatif dan R&D. Bandung : Alvabeta.
Sunarno, P. 2008. ”Standard Job Procedure
Perencanaan dan Pelaksanaan Disposal”.
REFERENSI Mining Departement PT Inco, Tbk.: Sorowako.
Hardianti, S., & Halim, M. S. 2021. Perencanaan
Disposal Area Serta Sequence Timbunan
Overbueden Guna Mengakomodasi Produksi
Bulan Juli Tahun 2020 di PT X, Kabupaten
151