0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan34 halaman

Komponen Utama HEC-RAS Satu Dimensi

HEC-RAS merupakan model satu dimensi untuk memodelkan aliran di sungai dengan empat komponen: profil muka air aliran permanen, simulasi aliran tak permanen, transpor sedimen, dan kualitas air. Dokumen menjelaskan cara menggunakan HEC-RAS untuk merancang geometri saluran dan melakukan hitungan hidraulika untuk mendapatkan profil muka air aliran permanen.

Diunggah oleh

Wawan Setya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan34 halaman

Komponen Utama HEC-RAS Satu Dimensi

HEC-RAS merupakan model satu dimensi untuk memodelkan aliran di sungai dengan empat komponen: profil muka air aliran permanen, simulasi aliran tak permanen, transpor sedimen, dan kualitas air. Dokumen menjelaskan cara menggunakan HEC-RAS untuk merancang geometri saluran dan melakukan hitungan hidraulika untuk mendapatkan profil muka air aliran permanen.

Diunggah oleh

Wawan Setya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HEC-RAS (River Analysis System) merupakan model satu dimensi

aliran permanen maupun tak permanen (steady and unsteady


one-dimensional flow model) untuk memodelkan aliran di sungai.
HEC-RAS memiliki empat komponen model satu dimensi: 1)
hitungan profil muka air aliran permanen, 2) simulasi aliran tak
permanen, 3) hitungan transpor sedimen, dan 4) hitungan kualitas
air. Satu elemen penting dalam HEC-RAS adalah keempat
komponen tersebut memakai data geometri yang sama, routine
hitungan hidraulika yang sama, serta beberapa fitur desain
hidraulik yang dapat diakses setelah hitungan profil muka air
berhasil dilakukan.
Steady Flow Water Surface Component
Modul ini berfungsi untuk menghitung profil muka air aliran permanen
berubah beraturan (steady gradually varied flow). Program mampu
memodelkan jaring sungai. Kondisi aliran yang dapat dimodelkan adalah
aliran sub-kritik, super-kritik, maupun campuran antara keduanya.
Unsteady Flow Simulation
Modul ini mampu mensimulasikan aliran tak permanen satu dimensi pada
sungai yang memiliki alur kompleks. Fitur spesial modul aliran tak permanen
mencakup analisis dam-break, limpasan melalui tanggul dan tanggul jebol,
pompa, operasi dam navigasi, serta aliran tekan dalam pipa.
Sediment Transport
Modul ini mampu mensimulasikan transpor sedimen satu dimensi (simulasi
perubahan dasar sungai) akibat gerusan atau deposisi dalam waktu yang
cukup panjang (umumnya tahunan, namun dapat pula dilakukan simulasi
perubahan dasar sungai akibat sejumlah banjir tunggal).
Water Quality Analysis
Modul ini dapat dipakai untuk melakukan analisis kualitas air di sungai, seperti
analisis temperatur air serta simulasi transpor beberapa konstituen kualitas air,
antara lain Algae, Dissolved Oxygen, Carbonaceuos Biological Oxygen
Demand, dll.
Gambar 1. Tampilan Layar Utama
Contoh berikut ini menunjukkan hitungan profil muka air aliran permanen
(steady flow) di suatu saluran lurus bertampang trapesium (lihat Gambar 2).
Panjang saluran 1000 m, kemiringan dasar saluran 0.001, lebar dasar saluran 2
m, kedalaman saluran 2 m, kemiringan talud kanan dan kiri masing-masing 1:1.
Kekasaran dasar saluran dinyatakan dengan koefisien Manning n = 0.02.
Saluran tersebut mengalirkan air dengan debit Q = 4 m3/s dan 6 m3/s. Muka
air di hilir berada 1 m di atas dasar saluran. Nama saluran adalah Saluran
Sederhana, nama ruas adalah Balunijuk.

Gambar 2. Geometri sederhana


Membuat Project baru

Gambar 3. Tampilan pilihan menu project baru


Membuat Project baru

Gambar 4. Layar editor Project baru


Peniruan Geometri Saluran
1) Aktifkan layar editor data geometri dengan memilih menu Edit | Geometric
Data … atau mengklik tombol Edit/Enter geometric data (ikon ke-3 dari kiri
pada papan tombol atas).

Gambar 5. Layar editor Geometric data


Peniruan Geometri Saluran
2) Klik tombol River
Reach (ikon kiri-atas)
dan buat skema
saluran dengan cara
meng-klik titik-titik
sepanjang alur
saluran pada layar
editor data geometri.
Karena alur saluran
adalah lurus, maka
skema alur dapat
dibuat cukup dengan
dua titik ujung
saluran.
Gambar 6. Cara membuat ruas sungai
Alur saluran harus dibuat dari hulu ke hilir, tidak boleh dibalik. Klikkan kursor
di sisi tengah atas layar editor geometri data untuk menandai ujung hulu
saluran, kemudian klik dua kali di sisi tengah bawah editor untuk menandai
ujung hilir saluran sekaligus mengakhiri pembuatan skema alur.
Peniruan Geometri Saluran
3) Aktifkan layar editor tampang lintang dengan mengklik tombol Cross
Section (ikon ke-2 dari atas pada papan tombol kiri).

Gambar 7. Layar editor cross section


Peniruan Geometri Saluran
4) Tuliskan data tampang lintang, urut dari tampang di ujung hilir sampai ke
ujung hulu. Untuk menuliskan data tampang lintang, pilih menu Options |
Add a new Cross Section …, tuliskan nomor tampang lintang “0”. Setiap
tampang lintang diidentifikasikan sebagai River Sta yang diberi nomor
urut, dimulai dari hilir dan bertambah besar ke arah hulu. Urutan nomor ini
tidak boleh dibalik, tetapi urutan penulisan tampang lintang boleh
sembarang, tidak harus urut dari hilir ke hulu. Pengguna boleh membuat
tampang lintang urut dari hulu ke hilir atau tidak urut (sembarang, acak),
sepanjang nomor tampang lintang urut, nomor kecil ke nomor besar dari
hilir ke hulu.
5) Pada isian Description, isikan keterangan mengenai tampang lintang
(River Sta), yaitu “Batas hilir ruas Balunijuk Sta 0 m”. Setelah langkah ini,
layar editor tampang lintang akan tampak seperti Gambar 8.
6) Tuliskan koordinat titik-titik tampang lintang, urut dari titik paling kiri ke
kanan; Station adalah jarak titik diukur dari kiri dan Elevation adalah elevasi
titik. Untuk River Sta “0”, data koordinat (Station,Elevation) adalah sebagai
berikut: (0,2), (2,0), (4,0), (6,2). Satuan panjang pada data geometri
tampang lintang saluran adalah meter (karena project ini memakai sistem
satuan SI).
Peniruan Geometri Saluran

Gambar 8. Pengisian data cross section hilir


Peniruan Geometri Saluran

7) Karena seluruh ruas Balunijuk memiliki tampang yang sama, maka ruas
tersebut cukup diwakili oleh data dua tampang di kedua ujung ruas.
Untuk menuliskan data tampang yang kedua di ujung hulu ruas Grafika,
pilih Options | Copy Current Cross Section … dan isikan “1000” sebagai
identifikasi/nomenklatur River Sta.
8) Pada isian Description, isikan keterangan mengenai tampang lintang
(River Sta), yaitu “Batas hulu ruas Grafika Sta 1000 m”.
9) m) Koordinat (Station,Elevation) titik-titik tampang lintang pada River Sta
ini adalah sebagai berikut: (0,3), (2,1), (4,1), (6,3). Ingat, kemiringan dasar
saluran adalah 0.001 sehingga elevasi tampang lintang di River Sta
“1000” ini adalah 1 m di atas elevasi tampang lintang di River Sta “0”.
10) Isikan jarak tampang River Sta “1000” ke tampang di sebelah hilirnya
(Downstream Reach Lengths) dengan angka “1000” (satuan panjang
adalah meter), baik untuk LOB, Channel, maupun ROB.
Peniruan Geometri Saluran

Gambar 9. Copy data cross section


Peniruan Geometri Saluran

Gambar 10. Copy data cross section hulu


Peniruan Geometri Saluran

Gambar 11. Data geometri sudah terisi


Interpolasi Tampang Lintang
Untuk memperoleh ketelitian hasil hitungan yang baik diperlukan tambahan
sejumlah tampang lintang yang memiliki selang jarak antar tampang cukup
dekat. Data tampang lintang tambahan ini dapat diperoleh dengan
melakukan interpolasi antara kedua tampang lintang di ujung-ujung ruas.
1) Pada layar editor data geometri pilih menu Tools | XS Interpolation |
Within a Reach ….
2) Pada isian Maximum Distance between XS’s, isikan angka “20”, yang
berarti jarak maximum antar tampang lintang adalah 20 m, seperti
tampak pada Gambar 13.
3) Klik tombol Interpolate XS’s.
4) Klik tombol Close untuk kembali ke layar editor data geometri.
Interpolasi Tampang Lintang

Gambar 12. Pilihan menu interpolasi


Interpolasi Tampang Lintang

Gambar 13. Layar editor interpolasi


Interpolasi Tampang Lintang

Gambar 13. Layar editor interpolasi


Penyimpanan data geometri
Data geometri saluran disimpan ke dalam direktori dengan memilih menu
File | Save Geometry Data. Isikan pada Title “Tampang saluran asli” sebagai
judul data geometri tersebut. Pastikan bahwa pilihan folder tetap sesuai
dengan folder file Project. Pemakai dapat menutup layar editor data
geometri dengan memilih menu File | Exit Geometry Data Editor. Pada layar
komputer akan tampak layar utama HEC-RAS seperti tampak pada Gambar
14.

Gambar 14. Penyimpanan data geometri


Peniruan Hidraulika
Data aliran yang diperlukan dalam hitungan aliran permanen (steady flow)
kasus sederhana ini adalah debit di batas hulu serta elevasi muka air di batas
hilir.
1) Aktifkan layar editor data aliran permanen dengan memilih menu Edit |
Steady Flow Data … atau mengklik tombol Edit/Enter steady flow data
(ikon ke-4 dari kiri pada papan tombol).
2) Pada Enter/Edit Number of Profiles isikan angka “2” mengingat ada dua
profil muka air yang akan dihitung (dari dua besaran debit). Tekan Enter.
Perhatikan di bagian Profile Names and Flow Rates akan muncul PF2 di
samping PF1.
3) Isikan besaran debit di batas hulu (RS 1000) “4” pada PF1 dan “6” pada
PF2 (Gambar 15). Satuan debit adalah m3/s.
4) Klik tombol Reach Boundary Conditions …. Dengan posisi kursor pada
Downstream, klik tombol Known W.S. Isikan elevasi muka air yaitu “1”
(satuan m) untuk setiap besaran debit (Gambar 16 kanan). Klik tombol
OK. Perhatikan pada isian Downstream telah muncul “Known WS”
(Gambar 16 kiri). Klik tombol OK untuk kembali ke layar editor data aliran
permanen.
Peniruan Hidraulika

Gambar 15. Layar editor data aliran permanen untuk syarat batas hulu
Peniruan Hidraulika

Gambar 16. Layar editor data aliran permanen untuk syarat batas hilir
Peniruan Hidraulika
5) Klik tombol Apply Data dan simpan data aliran permanen ke dalam
direktori dengan memilih menu File | Save Flow Data.
6) Isikan pada Title “Debit aliran 4 dan 6 m3/s” sebagai judul data aliran
permanen. Pastikan bahwa pilihan folder tetap sesuai dengan folder file
Project, kemudian klik tombol OK.
7) Pemakai dapat menutup layar editor data aliran permanen dengan
memilih menu File | Exit Flow Data Editor.

Gambar 17. Setelah data aliran permanen selesai dituliskan


Hitungan Hidraulika
1) Aktifkan layar hitungan aliran permanen dengan memilih menu Run |
Steady Flow Analysis … atau mengklik tombol Perform a steady flow
analysis.
2) Buat file Plan baru dengan memilih menu File | New Plan dan isikan pada
Title “Hitungan profil aliran permanen” sebagai judul plan. Pastikan bahwa
pilihan folder tetap sesuai dengan folder file Project, kemudian klik
tombol OK.
3) Isikan “S01” pada layar yang muncul, yang meminta short plan identifier.
4) Biarkan pilihan yang lain apa adanya, yaitu “Tampang saluran asli” untuk
Geometry File, “Debit aliran 4 dan 6 m3/s” untuk Steady Flow File, dan
Subcritical untuk Flow Regime.
5) Tampilan layar hitungan aliran permanen setelah langkah ini ditunjukkan
pada Gambar 18.
6) Aktifkan modul hitungan hidraulika dengan mengklik tombol Compute.
HEC-RAS akan melakukan dua hitungan profil muka air (PF1 dan PF2).
7) Tutup layar hitungan dengan mengklik tombol Close; tutup pula layar
Steady Flow Analysis dengan memilih menu File | Exit.
Hitungan Hidraulika

Gambar 18. Layar pengaturan hitungan aliran permanen


Hitungan Hidraulika

Gambar 19. Layar hitungan hidraulika setelah hitungan profil


Hitungan Hidraulika

Gambar 20. Layar utama setelah hitungan profil aliran selesai


Presentasi Hasil
1) Pilih menu View | Cross-Sections … atau klik tombol View cross sections
(ikon ke-15 dari kiri pada papan tombol) untuk menampilkan grafik
tampang lintang.

Gambar 21. Profil muka air hulu hasil hitungan


Presentasi Hasil
2) Pilih menu View | Water Surface Profiles … atau klik tombol View Profiles
(ikon ke-16 dari kiri pada papan tombol) untuk menampilkan grafik profil
muka air di sepanjang alur (tampang panjang)

Gambar 22. Profil muka air memanjang


Presentasi Hasil
3) Pilih menu View | General Profile Plot … atau mengklik tombol View
General Profile Plot (ikon ke-17 dari kiri pada papan tombol). Tampilan
yang muncul adalah grafik profil kecepatan aliran di sepanjang alur.

Gambar 22. Profil kecepatan aliran di sepanjang alur


Presentasi Hasil
4) Pilih menu View | Detailed Output Tables … atau mengklik tombol View
detailed output at XS’s, … (ikon ke-4 dari kanan pada papan tombol).
Layar tabel hasil hitungan pada sebuah tampang lintang

Gambar 22. Tabel hasil hitungan di sebuah tampang lintang

Anda mungkin juga menyukai