Line Current Differential
Relay
FORUM PROTEKSI UITJBM 2021
Ahmad Azhari Kemma
PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali
Profile
Nama : Ahmad Azhari Kemma
NIP : 8106557Z
TTL : Ujung Pandang, 28 Mei 1981
Pendidikan
S1 Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (1999)
S2 Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (2011)
Riwayat Karir
OJT PLN Wilayah Kalselteng (2006)
SPV Proteksi dan Meter AP2B Sistem Kalselteng (2008)
SPV Evaluasi pemeliharaan Sistem Transmisi P3BJB (2014)
SPV Pengendalian Pemeliharaan Proteksi dan Meter UITJBTB (2016)
MSB Pemeliharaan Proteksi dan Meter (2018)
MUPT Probolinggo (2021)
[Link] |
Syarat Sistem Proteksi
Dependability Sistem proteksi harus mampu
mendeteksi sekecil apapun
Derajat kepastian suatu sistem ketidaknormalan sistem dan
proteksi tidak mengalami gagal kerja pada kondisi beroperasi dibawah nilai
yang diperlukan dalam jangka waktu tertentu.
Sensitif minimum gangguan
Security Andal
Derajat kepastian suatu sistem proteksi tidak
mengalami kesalahan kerja pada kondisi yang
ditentukan dalam jangka waktu tertentu
Sistem proteksi harus mampu
menentukan daerah kerjanya
dan atau fasa yang terganggu
Aturan Jaringan STL Jamali
Selektif secara tepat. Peralatan dan
sistem proteksi hanya
Waktu Pemutusan gangguan untuk gangguan di sisi Pemakai
Cepat memisahkan bagian dari
jaringan yang sedang
Jaringan yang terhubung langsung dengan jaringan transmisi, mulai terganggu
dari saat terjadinya gangguan hingga padamnya busur listrik oleh
terbukanya PMT harus kurang dari atau sama dengan
500kV : 90 milidetik
150kV : 120 milidetik
70kV : 150 milidetik
[Link] |
Proteksi Saluran Transmisi
Main Protection
Distance Relay (Zone 1 + Distance Scheme)
Line Current Differential
Back up Lokal
OCR
GFR
Cadangan Jauh Cadangan Jauh
Distance Relay Zone 2 Distance Relay Zone 3
[Link] |
EVOLUSI PENERAPAN PROTEKSI
PENGHANTAR
Distance Relay Distance Relay Line Current
Non Numerik Numerik Differential
1st generation
2nd generation
3rd generation
• Berbasis Impedansi • Memiliki populasi dominan di • Memiliki keandalan yang
• Tanpa programmable logic Wiayah UITJBM tinggi
• Tanpa rekaman, DFR Eksternal • Memiliki Programmable logic • Mengatasi permasalahan
• Tanpa Fault Locator, FL • Memiliki Fault locator dan malakerja pada relai distance
Eksternal Event Record • Mengalami malakerja akibat
• Parameter setting minimum • Memiliki beberapa histori asymmetrical delay
malakerja dengan beberapa propagation
macam penyebab
[Link] |
Perubahan Regulasi
Grid Code 2007 Grid Code 2020
[Link] |
Distance Relay
Zone-3
Zone-2 t=1.6s
Zone-1, t=0s t=400ms
A B C D
Z TP FO/PLC TP Z
Zone-1, t=0s
Zone-2
Zone-3 t=800ms
t=1.6s
Skema:
1. Basic (tanpa teleproteksi)
2. Permissive Underreach Transfer Trip (PUTT)
3. Permissive Overreach Transfer Trip (POTT)
4. Blocking
[Link] |
Permasalahan Distance Relay
Validitas High
Faktor
Data VT Fail Resistance
Infeed
impedansi Fault
Mutual Cross
Power Reversal
Coupling Country
Swing Current
Effect Fault
[Link] |
Permasalahan Distance Relay
Validitas
Faktor Gangguan SUTT Grati – Pier 1, 13High
Mei 2021
Data VT data
Kesalahan FailimpedansiResistance
penghantar
Infeed
impedansi Fault3 di sisi GI
mengakibatkan gangguan terbaca zone
Grati bay Pier 1
Mutual Cross
Power Reversal
Coupling Country
Swing Current
Effect Fault
[Link] |
Permasalahan Distance Relay
Validitas High
Faktor
Data VT Fail Resistance
Infeed
impedansi Fault
Mutual Cross
Power Reversal
Coupling Country
Swing Current
Effect
Gangguan GI Sekarputih bay Ngoro 1, 16 Oktober 2019
Fault
Terjadi permasalahan rangkaian sekunder VT saat pekerjaan
oleh vendor pemasangan rele proteksi busbar yang disertai trip
zone 1 oleh rele distance (NSF)
[Link] |
Permasalahan Distance Relay
Validitas High
Faktor
Data VT Fail Resistance
Infeed
impedansi Fault
Mutual Cross
Gangguan SUTTPower
Probolinggo – Lumajang 1, 30 September 2019 Reversal
Coupling Country
Gangguan highSwing
resistance (pohon) tidak terdeteksi oleh rele Current
Effect Fault
distance yang mengakibatkan gangguan diclearkan oleh rele
OCR/GFR.
[Link] |
Permasalahan Distance Relay
Validitas High
Gangguan SUTET Ungaran – Pemalang Faktor
1, Tanggal 04 Agustus 2019
Data
Blackout Sistem Jawa Bagian Barat saat
VT Fail
terjadi gangguan SUTET
Resistance
Infeed
impedansi
Ungaran – Pemalang sirkit 1, namun rele distance di sirkit 2 Fault
mengalami malakerja karena terjadi reversal fault current
Mutual Cross
Power Reversal
Coupling Country
Swing Current
Effect Fault
[Link] |
Permasalahan Distance Relay
Gangguan SUTET Paiton Validitas
– Grati 1,2, 05 September 2018 High
Blackout Sistem Jawa Bagian Faktor
Timur dan Bali (SS Paiton
Data VT Fail Resistance
dan Kediri) saat terjadi gangguan SUTET Paiton Infeed
– Grati
impedansi Fault
sirkit 1 fasa R dan SUTET Paiton – Grati sirkit 2 fasa T
(Gangguan cross country), mengakibatkan rele di sisi
Paiton membaca gangguan fasa-fasa sehingga tidak
menginisiasi AR 1 fasa
Mutual Cross
Power Reversal
Coupling Country
Swing Current
Effect Fault
[Link] |
Permasalahan Distance Relay
Validitas Tanggal 05 September 2018 dan High
04 Agustus 2019
Faktor
Data VT Fail Resistance
Infeed Trip 2 sirkit SUTET jalur utara yaitu Paiton – Grati 1,2 (05
impedansi September 2018) dan UngaranFault – Pemalang 1,2 (04
Agustus 2019) mengakibatkan timbul fenomena power
swing di jalur selatan yang ditripkan oleh rele Distance.
Mutual Cross
Power Reversal
Coupling Country
Swing Current
Effect Fault
[Link] |
LINE CURRENT DIFFERENTIAL
Validitas High
Faktor
Data VT Fail Resistance
Infeed
impedansi Fault
Mutual Cross
Power Reversal
Coupling Country
Swing Current
Effect Fault
[Link] |
Line Current Differential
Relai Line Current Differential (LCD) adalah
relai yang membandingkan arus yang
mengalir pada seluruh sisi penghantar yang
diproteksi
1. Relai LCD memiliki skema proteksi yang sederhana dengan sensitifitas
yang tinggi dan kecepatan trip yang tinggi secara bersamaan pada
kedua sisi penghantar.
2. Rele LCD memungkinkan membandingkan arus yang masuk dan
keluar pada kedua sisi dengan cara rele pada masing-masing sisi
penghantar saling berkomunikasi bertukar data kemudian
menjumlahkan secara vector arus yang terukur oleh rele tersebut dan
arus yang diterima dari sisi yang lain
3. LCD secara umum terdiri dari :
a. Pilot wire relay : Menggunakan media komunikasi rangkaian analog
(metallic pilot wire)
b. Digital current differential relay : Menggunakan kanal digital (Fiber
optic) [Link] |
Line Current Differential Relay
LCD relay Fiber Optik LCD relay
Komunikasi digital antar relai LCD
1. Direct FO
2. Interface to Multiplexer
[Link] |
Relai LCD
Advantage Disadvantage
General
Selektif bekerja saat terjadi gangguan di zona kerja dan Tidak memiliki proteksi backup jika terjadi gangguan di luar
tidak bekerja di luar zone kerjanya zone kerjanya
Memerlukan biaya yang besar khususnya untuk instalasi
komunikasi
Compared with Distance Relay
LCD relative lebih aman terhadap beban tinggi terhadap Sangat bergantung terhadap keandalan media komunikasi
malakerja relai
Tidak terpengaruh oleh power swing Tidak memiliki backup proteksi untuk ruas di depannya
Tidak memerlukan VT dan tidak terpengaruh oleh anomaly Berpotensi mengalami malakerja jika terjadi jitter atau loss
rangkaian sekunder tegangan data yang berlebihan (beberapa fitur relai menyediakan
fitur block)
Tidak mengalami Reversal Fault Current
Tidak mengalami permasalahan over reach atau under
reach akibat permasalahan factor in feed dan akurasi nilai
impedansi [Link] |
Metode Sinkronisasi time tagging LCD
1. Menggunakan GPS
2. Metode ping pong
[Link] |
Metode Ping Pong – Delay Propagasi
Simetris Di Sisi Relay A terbaca
Relay A Relay A
(1000A, 72) (1000A, 72)
0 ms 0 180
tp1 = 2ms
1 ms 18 198
2 ms 36 216
tp2 = 2ms
54 234
3 ms Kalibrasi 2ms x 18 = 36
4 ms 72 252
5 ms 90 270
6 ms 108 288
Relay B 36 Relay B’
Relay A Relay B (1000A, 216) (1000A, 252)
tp1 = tp2 = (4-0)/2 = 2ms
Idiff = I_IEDA +
I_IEDB
[Link] |
Metode Ping Pong – Delay Propagasi
Tidak simetris Di Sisi Relay A terbaca
Relay A Relay A
(1000A, (1000A, 72)
108)
0 ms 0 180
18 tp1 = 2ms 198
1 ms
2 ms 36 216 Kalibrasi 3ms x 18 = 54
3 ms 54 234
4 ms 72 252
tp2 = 4ms
5 ms 90 270
6 ms 108 288
54 Relay B’
Relay B (1000A, 270)
Relay A Relay B (1000A, 216)
tp1 = tp2 = (6-0)/2 = 3 ms
Idiff = I_IEDA +
I_IEDB
[Link] |
Metode Ping Pong – Delay Propagasi
[Link] |
Pertimbangan dalam setting rele LCD
Depandability Charging Communication
Sensitivity
& Security Current Delay
Communication
Relay Address CT saturasi Weak infeed
Fail
[Link] |
Pertimbangan dalam setting rele LCD
Security Sensitivity & Depandability
• Relay LCD perlu disetting sensitive untuk mendeteksi semua
kondisi gangguan yang terjadi, termasuk gangguan high
resistance
• Setting yang terlalu sensitive meningkatkan resiko malakerja
rele (menurunkan security)
[Link] |
Pertimbangan dalam setting rele LCD
CHARGING CURRENT
• Charging current dapat dinyatakan sebagai
arus bocor pada saluran transmisi.
• Charging current akan terukur pada rele salah
satu sisi transmisi dan tidak terukur pada rele
di sisi transmisi yang lain.
• Keberadaan charging current akan
menimbulkan munculnya arus differential
pada rele LCD.
• Rele LCD teknologi saat ini menyediakan fitur
kompensasi charging current yang akan di
perhitungkan dalam algoritma arus differentia
sehingga dalam kondisi normal Id adalah nol.
[Link] |
Pertimbangan dalam setting rele LCD
Delay Komunikasi
• Delay komunikasi mempengaruhi kecepatan rele dalam
Komunikasi berhadapan normal
mengamankan gangguan
• Delay komunikasi yang besar tidak beresiko menimbulkan
malakerja rele LCD selama delay tersebut simetris (delay A->
B = delay B -> A)
• Delay komunikasi akan cenderung sama saat menggunakan
komunikasi direct FO dan beresiko tidak sama saat
menggunakan jalur network via multiplexer dimana jalur
kirim berbeda dengan jalur terima
• Perbedaan delay komunikasi (asymmetrical delay
propagation) berpotensi mengakibatkan malakerja LCD Salah satu jalur terganggu, rerouting
ke jalur backup
[Link] |
Rekomendasi Untuk Mengatasi Masalah
Asymmetrical Delay Propagation
Mitigasi Kemungkinan
1. Menggunakan direct FO/Clear Chanel
2. Menggunakan metode sinkronisasi dengan GPS
3. Jika menggunakan network komunikasi (Multiplexer), disable skema re-routing
melalui jalur backup secara otomatis jika terjadi permalasahan pada salah satu
jalur komunikasi (transmit/receive)
4. Jika diperlukan aktifasi komunikasi LCD segera, rerouting ke jalur back up secara
bersamaan baik jalur transmit maupun jalur receive
Mitigasi Dampak
1. Mengaktifkan fitur disturbance detector sebagai syarat LCD trip selain syarat
arus diff terpenuhi ; Under voltage, over current, Delta current minimum,
residual current, arus lebih urutan negative, neutral over voltage, dll
2. Mengaktifkan fungsi alarm oleh differential supervision
[Link] |
Pertimbangan dalam setting rele LCD
Relay Address
• Saat komunikasi digital menggunakan
jaringan komunikasi (via mux) terdapat
kemungkinan dalam satu network
terdapat beberapa rele sejenis.
• Pemberian relay address yang spesifik
pada masing-masing rele akan
memastikan rele di salah satu line
transmisi akan berkomunikasi dengan
rele di sisi lain pada line transmisi yang
sama.
• Kesalahan pasangan komunikasi rele akan
mengakibatkan malakerja rele proteksi.
• Diperlukan pengelolaan address untuk
setiap type rele LCD untuk mencegah
kesalahan komunikasi.
[Link] |
Pertimbangan dalam setting rele LCD
CT Saturation
• CT saturasi merupakan salah satu sumber error pada CT
• Pada saat terjadi gangguan internal, CT saturasi tidak
menjadi masalah pada rele LCD
• Pada saat terjadi gangguan eksternal, CT saturasi dapat
menjadi penyebab malakerja pada rele LCD
• Risiko malakerja rele akibat CT Saturasi dapat
dikompensasi dengan menurunkan sensitifitas rele LCD.
• Teknologi relai LCD modern dilengkapi detector CT
saturasi yang akan menaikkan arus bias/slope saat
terdeteksi kondisi CT Saturasi.
[Link] |
Pertimbangan dalam setting rele LCD
LCD relay Fiber Optik LCD relay
Communication Failed
• Rele LCD sangat bergantung kepada keandalan saluran komunikasi.
• Gangguan saluran komunikasi akan mengakibatkan rele LCD tidak aktif
• Teknologi rele LCD saat ini sudah memberi opsi adanya fitur distance rele dalam satu rele dengan opsi dapat
diaktifkan saat communication failed
• Terkait pentingnya saluran komunikasi, maka alarm kegagalan salurab komunikasi atau anomaly pada saluran
komunikasi harus ditarik ke fungsi alarm (announciator, dll)
[Link] |
Pertimbangan dalam setting rele LCD
Weak Infeed
• Weak infeed adalah kondisi dimana arus gangguan
tidak mengalir atau sangat kecil pada salah satu sisi
• Weak infeed terjadi pada saluran penghantar radial Strong infeed Weak infeed
dimana tidak terdapat sumber pada sisi beban.
• Pada kondisi umum, Weak infeed tidak menimbulkan G
masalah pada rele LCD karena rele LCD
mempertimbangkan arus pada kedua sisi (Arus
Intertrip
differential dan arus bias) LCD LCD
• Saat menerapkan fault detector sebagai fungsi
supervise trip current differential element, terdapat
risiko kegagalan trip pada sisi weak infeed karena
syarat fault detector tidak terpenuhi
• Fungsi intertrip antar dua sisi dapat membantu trip
dua sisi saat terjadi kondisi weak infeed.
[Link] |
Rekomendasi dalam Penerapan LCD
1. Penggunaan media komunikasi direct fiber optic (Single mode) memberikan keandalan lebih tinggi
dibandingkan menggunakan media multiplexer karena :
a. Menghindari risiko terjadinya asymmetrical delay propagation
b. Menghindari risiko kesalahan akibat addressing relai
c. Menghindari kemungkinan failure akibat peralatan bantu telekomunikasi yang lain
2. Penggunaan dobel slope dengan slope kedua yang lebih besar memberi keamanan akibat CT
saturasi
3. Pengaktifan elemen zone 1 beserta distance scheme dan DEF scheme pada kondisi LCD
Coomunication failed
4. Pemasangan fungsi alarm saat terjadi communication failed atau anomaly saluran komunikasi
lainnya.
5. Pengelolaan address alamat rele sejenis jika menggunakan media komunikasi melalui multiplexer.
6. Penambahan fault detector tetap direkomendasikan walau penggunaan media komunikasi direct
Fiber Optik untuk menjaga security dari rele LCD walau disisi lain mengurangi sensitivitas,
dependability dan kecepataan rele LCD
[Link] |
Terima kasih