0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan11 halaman

Perbandingan Preloading vs Maintenance Cairan Spinal

Penelitian ini membandingkan efek pemberian cairan preloading dan cairan maintenance terhadap hemodinamik pada pasien yang menerima anestesi spinal di Rumah Sakit Avicenna Bireuen. Tujuannya adalah mengetahui perbandingan kedua metode pemberian cairan tersebut untuk mencegah hipotensi pasca spinal anestesi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pembuatan prosedur standar untuk meminimalkan komplikasi hipotensi selama

Diunggah oleh

Evi Nursani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
50 tayangan11 halaman

Perbandingan Preloading vs Maintenance Cairan Spinal

Penelitian ini membandingkan efek pemberian cairan preloading dan cairan maintenance terhadap hemodinamik pada pasien yang menerima anestesi spinal di Rumah Sakit Avicenna Bireuen. Tujuannya adalah mengetahui perbandingan kedua metode pemberian cairan tersebut untuk mencegah hipotensi pasca spinal anestesi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pembuatan prosedur standar untuk meminimalkan komplikasi hipotensi selama

Diunggah oleh

Evi Nursani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERBANDINGAN ANTARA PEMBERIAN CAIRAN

PRELOADING DENGAN PEMBERIAN CAIRAN


MAINTENANCE TERHADAP HEMODINAMIK
PADA PASIEN SPINAL ANASTESI DI
RUMAH SAKIT AVICENNA
BIREUEN

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Tugas Akhir Dalam Rangka


Menyelesaikan Pendidikan Program Studi Diploma IV
Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi

Disusun Oleh:

MUZAKKIR
02202204031

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


INSTITUT TEKNOLOGI SAINS DAN KESEHATAN (ITS)
PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2023
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan anestesi merupakan suatu tindakan integral dari pelayanan
keperawatan perianestesi yang profesional. Tujuan dari anestesi adalah
menghasilkan blokade terhadap rangsang nyeri, blokade terhadap memori atau
kesadaran dan otot lurik. Spinal anestesi atau Sub Arachnoid Blok (SAB) adalah
tehnik anestesi yang dilakukan dengan memasukkan obat anestesi lokal kedalam
ruang subarachnoid sehingga bercampur dengan liquor serebrospinalis (LCS) untu
mendapatkan analgesia setinggi dermatom tertentu. Tehnik anestesi ini popular
karena sederhana, efektif, aman terhadap sistem saraf, konsentrasi obat dalam
plasma yang tidak berbahaya serta mempunyai analgesi yang kuat namun pasien
masih tetap sadar, relaksasi otot cukup perdarahan luka operasi lebih sedikit,
aspirasi dengan lambung penuh lebih kecil, pemulihan saluran cerna lebih cepat.
Spinal anestesi menjadi pilihan untuk operasi abdomen bawah dan ekstremitas
bawah (Susanto, 2021).
Jumlah pasien dengan tindakan operasi dari data WHO tahun 2021
mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 terdapat 148 juta jiwa pasien di seluruh
Rumah Sakit di dunia melakukan tindakan operasi, sementara itu di Indonesia
sebanyak 1,2 juta jiwa pasien mendapatkan tindakan operasi Analisis data dari
13.654 pasien menunjukkan data dalam tiga bulan terakhir terjadi pembedahan
dengan anestesi spinal di dunia sejumlah 3,95% dan 12,2% dalam 4 tahun terakhir
(Nugroho, 2021).
Teknik anestesi spinal digunakan pada operasi dikarenakan mula kerja yang
cepat, blokade sensorik dan juga motoric yang lebih dalam, risiko toksisitas obat
anestesi kecil, serta obat-obatan minimal. Namun demikian, insidensi hipotensi
merupakan salah satu kerugian yang sering terjadi pada teknik ini. Pada anestesi
spinal, vasodilatasi akut akibat blokade sistem saraf simpatis meningkatkan
kapasitas pembuluh darah perifer sehingga menurunkan aliran balik vena yang
merupakan determinan utama curah jantung. resiko komplikasi hipotensi,
bradikardi, hipoventilasi, trauma pembuluh darah, trauma saraf, gangguan
pendengaran, blok spinal tinggi, nyeri tempat suntikan, nyeri kepala dan
punggung, retensio urine dan meningitis yang merupakan salah satu komplikasi
akut spinal anestesi yg paling sering terjadi adalah hipotensi (Fikran, 2016).
Hipotensi adalah penurunan tekanan darah arteri >20% dibawah dasar atau
nilai absolut tekanan darah sistolik di bawah 90 mmHg. Kejadian hipotensi yang
tidak tertangani mengakibatkan yang menyebabkan mual dan muntah. Angka
kejadian hipotensi pasca anestesi spinal sekitar 80% pasien terdapat perbedaan
yang bermakna pada keadaan hemodinamik penderita sebelum pemberian
anestesi, dan 15 menit setelah pemberian anestesi spinal, terdapat penurunan
hemodinamik baik itu tekanan darah maupun nadi setelah pemberian anestesi
spinal. Insiden hemodinamik terjadinya hipotensi anestesi spinal cukup signifikan.
Penyebab utama terjadinya hipotensi pada anestesi spinal adalah blokade tonus
simpatis. Blok simpatis ini akan menyebabkan terjadinya hipotensi, hal ini
disebabkan menurunnya resistensi vaskuler sistemik dan curah jantung. Pada
keadaan ini terjadi pooling darah dari jantung dan thoraks ke mesenterium, ginjal,
dan ekstremitas bawah (Purwantoro, 2020).
Hipotensi pasca spinal anestesi merupakan insiden yang paling sering
muncul, kurang lebih 15-33% pada setiap injeksi spinal anestesi. Strategi untuk
mencegah kejadian hipotensi akibat spinal anestesi di antaranya adalah dengan
meningkatkan aliran balik vena yaitu dengan mencegah tekanan pada autocarval
dan pemberian cairan. Metode menggunakan preloading maupun coloading cairan
kristaloid bagi pasien yang akan dilakukan operasi dengan menggunakan teknik
spinal anastesi dapat mencegah terjadinya hipotensi. Pemberian preloading cairan
pada pasien yang akan dilakukan spinal anestesi dengan 20 cc/kg BB cairan
intravena dapat digunakan sebelum dan selama pemberian spinal anestesi. Namun,
juga disarankan bahwa tidak ada teknik yang efisien dalam mencegah hipotensi
dan harus dibarengi dengan penggunaan vasopresor yang bijaksana (Susanto,
2021).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Heri Susanto yang
berjudul Gambaran Kejadian Hipotensi pada Pemberian Cairan Preloading dan
Cairan Maintenence pada Pasien Spinal Anestesi di RSPAL [Link] Surabaya
tahun 2021 menyimpulkan bahwa dari 28 pasien spinal anestesi dengan
pemberian cairan preloading pada menit ke 5 sebagian besar tidak mengalami
hipotensi sebanyak 26 pasien (92,9%), pada menit ke 10 sebagian besar tidak
mengalami hipotensi sebanyak 27 pasien serta di menit ke 15 sebagian besar tidak
mengalami hipotensi sebanyak 27 pasien (96,4%), sedangkan 28 pasien spinal
anestesi dengan pemberian cairan maitenence pada menit ke 5 sebagian besar
tidak mengalami hipotensi sebanyak 19 pasien (67,9%), pada menit ke 10
sebagian besar tidak mengalami hipotensi sebanyak 18 pasien (64,3%) serta di
menit ke 15 sebagian besar tidak mengalami hipotensi sebanyak 24 pasien
(85,7%) dan hipotensi sebanyak 4 pasien (14,3%). Namun hasil penelitian
tersebut berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Zaki Fikran
yang berjudul Perbandingan Efek Pemberian Cairan Kristaloid Sebelum Tindakan
Anestesi Spinal (Preload) dan Sesaat Setelah Anestesi Spinal (Coload) terhadap
Kejadian Hipotensi Maternal pada Seksio Sesarea tahun (2016) yang
menyimpulkan bahwa pemberian preloading cairan kristaloid tidak menimbulkan
efek yang signifikan terhadap pencegahan hipotensi pada pasien dengan spinal
anestesi.
Selain itu, hasil survei awal yang dilakukan peneliti pada Rumah Sakit
Avicenna Bireuen pada bulan Januari 2023 terdapat jumlah pasien bedah
sebanyak 105 pasien dimana 61 pasien dengan general anestesi, 34 pasien dengan
spinal anestesi dan 10 pasien dengan blok saraf perifer. Berdasarkan data yang di
peroleh dari lembar observasi anestesi pada pasien dalam satu bulan di temukan
kejadian hipotensi sebanyak 23 pasien atau 67,6 % dari jumlah pasien yang
dilakukan spinal anestesi.

<>>>>>>>

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang serta kondisi permasalahan diatas,
maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimanakah
perbandingan antara pemberian cairan preloading dengan pemberian cairan
maintenance terhadap hemodinamik pada pasien spinal anastesi di Rumah Sakit
Avicenna Bireuen

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui
perbandingan antara pemberian cairan preloading dengan pemberian cairan
maintenance terhadap hemodinamik pada pasien spinal anastesi di Rumah
Sakit Avicenna Bireuen
2. Tujuan Khusus
a. >>>
b. Untuk mengetahui hemodinamik pada pasien spinal anastesi dengan
pemberian cairan preloading
c. Untuk mengetahui hemodinamik pada pasien spinal anastesi dengan
pemberian cairan maintenance
d. >>>>

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi tempat penelitian
Bagi Rumah Sakit Avicenna Bireuen dapat dijadikan sebagai dasar dalam
pembuatan prosedur tetap untuk meminimalisir hipotensi yang merupakan efek
samping dari tindakan spinal anestesi pada pasien pembedahan
2. Bagi institusi
Sebagai upaya untuk mengembangkan pengetahuan tentang perlunya
pemberian cairan preloading dan cairan maintenence pada pasien pembedahan
yang di lakukan tindakan spinal anestesi.
3. Penelitian selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya dapat menambah pengetahuan tentang gambaran
kejadian pemberian cairan preloading dengan pemberian cairan maintenance
terhadap hemodinamik pada pasien spinal anastesi.
E. Keaslian Penelitian
Penelitian berkaitan perbandingan antara pemberian cairan preloading
dengan pemberian cairan maintenance terhadap hemodinamik pada pasien spinal
anastesi di Rumah Sakit Avicenna Bireuen sampai saat ini belum pernah ada
yang melakukan. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain dan
berkaitan dengan penelitian ini yaitu :

No Nama peneliti/ tahun : Heri Susanto / 2021


1 Judul : Gambaran kejadian hipotensi pada
pemberian Cairan preloading dan
cairan maintenence Pada pasien
spinal anestesi di RSPAL
[Link] surabaya.
Desain dan Variabel penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif. Populasi pada penelitian
ini adalah semua pasien yang
menjalani pembedahan dengan
spinal anestesi di Instalasi Bedah
Sentral RSPAL dr. Ramelan
Surabaya berjumlah 56 orang
sampel yang terbagi dalam dua
kelompok (preloading dan
Maintenence), untuk
masing-masing kelompok berjumlah
28 orang diambil secara Consecutive
sampling. Variabel yang diteliti
dalam penelitian ini adalah
pemberian cairan pada pasien
pembedahan dengan spinal anestesi
serta kejadian hipotensi. Alat yang
dipakai dalam pengumpulan data
yaitu lembar ceklist pasien
disesuaikan dengan data rekam
medik pasien
Hasil : Hasil penelitian didapatkan kejadian
hipotensi pada pasien spinal anestesi
dengan pemberian cairan preloading
pada menit ke 5 sebagian besar tidak
mengalami hipotensi sebanyak 26
pasien (92,9%), pada menit ke 10
sebagian besar tidak mengalami
hipotensi sebanyak 27 pasien serta
di menit ke 15 sebagian besar tidak
mengalami hipotensi sebanyak 27
pasien (96,4%) sedangkan pada
pemberian cairan maitenence pada
menit ke 5 sebagian besar tidak
mengalami hipotensi sebanyak 19
pasien (92,9%), pada menit ke 10
sebagian besar tidak mengalami
hipotensi sebanyak 18 pasien
(64,3%) serta di menit ke 15
sebagian besar tidak mengalami
hipotensi sebanyak 24 pasien
(85,7%).
Persamaan : Pada penelitian ini membahas
tentang pemberian cairan
preloading dan cairan maintenence
pada pasien spinal anestesi
Perbedaan : Pada penelitian ini hanya
membahas tentang gambaran
kejadian hipotensi pada pemberian
Cairan preloading dan cairan
maintenence Pada pasien spinal
anestesi, sedangkan yang yang akan
dikaji peneliti tentang perbandingan
antara pemberian cairan preloading
dengan pemberian cairan
maintenance terhadap hemodinamik
pada pasien spinal anastesi
2 Nama peneliti/ tahun : Eko Purwantoro / 2020
Judul : Perbedaan tekanan darah pada
pemberian cairan 500 ml hes 130
secara preloading dan coloading
Pasien sectio caesarea dengan
anestesi spinal
Desain dan Variabel penelitian : Desain penelitian adalah non
eksperimental dengan pendekatan
kohort. Populasi penelitian adalah
semua pasien operasi sectio
caesarea dengan tindakan anestesi
spinal di RSUD Bangil sebanyak 28
pasien. Sampel penelitian adalah
pasien yang menjalani operasi sectio
caesarea dengan tindakan anestesi
spinal yang sesuai dengan kriteria
inklusi dan eksklusi. Sampling
penelitian adalah teknik accidental
sampling, sebanyak 14 orang
kelompok preloading dan 14 orang
kelompok coloading. Pengumpulan
data secara observasi. Pengukuran
tekanan darah sistolik menggunakan
sphygmomanometer, dilakukan 5
menit setelah tindakan anestesi
spinal. Analisa data menggunakan
uji independent t test.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan untuk
kelompok preloading sebesar
57,14% tekanan darah sistolik > 90
mmHg dan 42,86% tekanan darah
sistolik <90 mmHg. Untuk
kelompok
coloading sebesar 50% tekanan
darah sistolik >90 mmHg dan 50%
tekanan darah sistolik <90 mmHg.
Uji statistik menunjukkan bahwa
tidak ada perbedaan tekanan darah
pada pemberian cairan 500 ml
secara preloading dan coloading
pada pasien sectio caesarea dengan
anestesi spinal (p value=0,709).
Berdasarkan hasil penelitian
pemberian cairan preloading dan
coloading HES 130 bisa digunakan
untuk mencegah hipotensi pada
pasien sectio caesarea dengan
anestesi spinal.
Persamaan : Pada penelitian ini membahas
tentang Perbedaan tekanan darah
pada pemberian cairan 500 ml hes
130 secara preloading dan
coloading Pasien sectio caesarea
dengan anestesi spinal
Perbedaan : Pada penelitian ini hanya
membahas tentang gambaran
kejadian hipotensi pada pemberian
Cairan preloading dan cairan
maintenence Pada pasien spinal
anestesi, sedangkan yang yang akan
dikaji peneliti tentang perbandingan
antara pemberian cairan preloading
dengan pemberian cairan
maintenance terhadap hemodinamik
pada pasien spinal anastesi
DAFTAR PUSTAKA

Susanto, H. 2021. Gambaran kejadian hipotensi pada pemberian Cairan


preloading dan cairan maintenence Pada pasien spinal anestesi di
RSPAL [Link] surabaya. Program Studi D-IV Keperawatan
Anestesiologi Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali Denpasar

Purwantoro. E. 2020. Perbedaan tekanan darah pada pemberian cairan 500 ml hes
130 secara preloading dan coloading pasien sectio caesarea dengan
anestesi spinal. Stikes bina sehat PPNI Mojokerto.

Fikran, Zaki. 2016. Perbandingan Efek Pemberian Cairan Kristaloid Sebelum


Tindakan Anestesi Spinal (Preload) dan Sesaat Setelah Anestesi
Spinal (Coload) terhadap Kejadian Hipotensi Maternal pada Seksio
Sesarea. Universitas Padjajaran.

Nugroho, T,E. 2021. Perbandingan Efektivitas Anestesi Spinal Menggunakan


Bupivakain Hiperbarik dengan Bupivakain Isobarik pada Pasien yang
Menjalani Prosedur Operasi Abdomen Bagian Bawah di RSUP Dr.
Kariadi. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas
Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Anda mungkin juga menyukai