0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan26 halaman

Kalibrasi Osiloskop dan Pengukuran AC/DC

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari pengukuran tegangan AC dan DC menggunakan osiloskop dan voltmeter serta mengukur frekuensi menggunakan function generator dan osiloskop."

Diunggah oleh

aulia nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
151 tayangan26 halaman

Kalibrasi Osiloskop dan Pengukuran AC/DC

Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari pengukuran tegangan AC dan DC menggunakan osiloskop dan voltmeter serta mengukur frekuensi menggunakan function generator dan osiloskop."

Diunggah oleh

aulia nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

OSILOSKOP 1

LAPORAN PRAKTIKUM

disusun untuk memenuhi satu di antara tugas mata kuliah


Pengukuran dan Alat Ukur pada Program Studi Teknik Telekomunikasi

disusun oleh

Aulia Nisa

221331036

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2022

1
KETERANGAN
Kelompok : 1. Aulia Nisa
2. Alvian Pradenta Kelana
3. Faidillah Abdul Aziz
Judul Praktek : 1. Kalibrasi Osiloskop
2. Praktikum Pengukuran Tegangan AC
Menggunakan Voltmeter dan Osiloskop
3. Praktikum Pengukuran Tegangan DC
Meggunakan Voltmeter dan osiloskop
4. Praktikum Menghitung dan Mengukur
Frekuensi
Tanggal Praktek : 28 Oktober, 4, 11 dan 18 November 2022
Tanggal Pengumpulan Laporan : 24 November 2022
Nama Praktikan : Aulia Nisa
Nama Dosen : 1. Mina Naidah Gani, DUT, ST, M. Eng
2. Rifa Hanifatunnisa, SST, MT

2
DAFTAR ISI

Contents
KETERANGAN...............................................................................................................................2
DAFTAR ISI....................................................................................................................................3
I. TUJUAN PRAKTIKUM.................................................................................................................4
II. DASAR TEORI............................................................................................................................4
1. Tegangan AC........................................................................................................................4
2. Tegangan DC.........................................................................................................................5
3. Pengertian Sinyal..................................................................................................................5
4. Function Generator..............................................................................................................7
III. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN..........................................................................................9
IV. LANGKAH KERJA DAN RANGKAIAN PERCOBAAN..................................................................10
V. TABEL PERCOBAAN DAN FOTO PERCOBAAN..........................................................................12
BAB V PEMBAHASAN..................................................................................................................23
BAB VI KESIMPULAN...................................................................................................................24
VII. DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................25

3
I. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Memahami function Generator
2. Memahami cara mengukur tegangan AC/DC menggunakan osiloskop dan
voltmeter digital
3. Memaami cara menampilkan sinyal AC/DC dari fuction generator ke osiloskop
4. Dapat mengukur frekuensi dan tegangan peak to peak dari sinyal yang tampil di
osiloskop

II. DASAR TEORI


1. Tegangan AC
daya listrik yang paling umum digunakan dan paling disukai untuk peralatan rumah
tangga, kantor, dan gedung, dll. Diuji pertama kali, berdasarkan prinsip Michael Faraday pada
tahun 1832 menggunakan Dynamo Electric Generator. Arus bolak-balik dapat diidentifikasi
dalam bentuk gelombang yang disebut gelombang sinus.

Dengan kata lain, itu bisa disebut sebagai garis lengkung. Garis lengkung ini mewakili
siklus listrik dan diukur per detik. Pengukuran dibaca sebagai Hertz atau Hz. AC digunakan
untuk pembangkit tenaga listrik dan bangunan dll karena menghasilkan dan mengangkut AC
melintasi jarak jauh relatif mudah. AC mampu menyalakan motor listrik yang digunakan pada
lemari es, mesin cuci, dll.

4
2. Tegangan DC
Tidak seperti arus bolak-balik, aliran arus searah tidak berubah secara berkala. Arus
listrik mengalir dalam satu arah dalam tegangan tetap. Penggunaan utama DC adalah untuk
memasok daya ke perangkat listrik dan juga untuk mengisi baterai. Contoh: baterai ponsel,
senter, televisi layar datar dan kendaraan listrik. DC memiliki kombinasi tanda plus dan minus,
garis putus-putus atau garis lurus.

Segala sesuatu yang berjalan dengan baterai dan menggunakan adaptor AC saat
dicolokkan ke dinding atau menggunakan kabel USB untuk daya bergantung pada DC.
Contohnya adalah ponsel, kendaraan listrik, senter, TV layar datar (AC masuk ke TV dan
diubah menjadi DC).

3. Pengertian Sinyal
Dalam elektronika, sinyal adalah arus listrik atau medan elektromagnetik yang
digunakan untuk menyampaikan data dari satu tempat ke tempat lain. Bentuk sinyal yang paling
sederhana Pada arus bolak-balik, aliran muatan listrik berubah arahnya secara periodik. AC
adalah

adalah arus searah (DC) yang dinyalakan dan dimatikan; ini adalah prinsip yang
digunakan telegraf awal. Sinyal yang lebih kompleks terdiri dari arus bolakbalik (AC) atau
pembawa elektromagnetik yang berisi satu atau lebih aliran data.

Data ditumpangkan pada arus pembawa atau gelombang melalui proses yang disebut
modulasi. Modulasi sinyal dapat dilakukan dengan salah satu dari dua cara utama: analog dan
digital. Dalam beberapa tahun terakhir, modulasi digital semakin umum, sedangkan metode
modulasi analog semakin jarang digunakan. Namun, masih ada banyak sinyal analog, dan
mereka mungkin tidak akan pernah benar-benar punah.

Kecuali untuk sinyal DC seperti telegraf dan pita dasar, semua pembawa sinyal
memiliki frekuensi atau frekuensi yang dapat ditentukan. Sinyal juga memiliki sifat yang
disebut panjang gelombang, yang berbanding terbalik dengan frekuensi.

3.1 Sinyal AC

Sinyal AC adalah arus yang mempunyai nilai yang berubah terhadap satuan waktu
dengan karakteristik akan selalu berulang untuk perioda waktu tertentu.

Sinyal AC merupakan bentuk gelombang yang sangat penting dalam bidang


elektronika. Alasan utama penggunaan tegangan AC adalah karena kemudahannya untuk

5
ditransmisikan pada tegangan tinggi dan dengan arus yang rendah, kemudian dengan mudah
tegangannya dapat diturunkan dengan menggunakan transformator.

Sifat Sinyal AC antara lain:

 Tegangan AC berubah-ubah potensialnya secara berkelanjutan dari positif ke negatif


 Arusnya juga berubah dari arah yang satu ke arah yang lainnya secara berkelanjutan
 Satu set perubahan positif ke negatif disebut sebagai satu gelombang
 Banyaknya gelombang yang terbentuk dalam 1 detik disebut sebagai frekuensi yang
diukur dalam satuan Hertz (Hz)
 Sinyal tegangan sinus yang ideal biasa direpresentasikan seperti pada gambar

Gambar 3.1 Sinyal Sinus

 Amplitudo / Peak Voltage adalah nilai tegangan maksimal yang dicapai sinyal
 Peak – peak voltage adalah tegangan puncak positif ke puncak negatif nilai
idealnya adalah dua kali nilai amplitudo
 Time Periode adalah waktu yang dibutuhkan oleh satu siklus gelombang

3.2 Sinyal DC

Sinyal Listrik DC adalah Sinyal yang mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan
waktu, artinya diaman pun kita meninjau arus tersebut pada waktu berbeda akan mendapatkan
nilai yang sama. Sifat Sinyal AC antara lain :

 Tegangan DC nilainya tetap (selalu positif atau selalu negatif) namun nilainya
mungkin bisa berkurang atau bertambah
 Arusnya juga searah dengan nilai laju yang bisa berkurang atau bertambah
 Sumber tegangan/arus DC biasa digunakan untuk menyuplai rangkaian
elektronik
 Sumber DC yang nilainya konstan / stabil / steady paling cocok untuk rangkaian
elektronik Sumber Steady DC biasa diperoleh dari bateray, accu dan power

6
supply yang teregulasi Sedangkan Smoth DC yang mengandung riak (ripple)
biasa dihasilkan oleh sebuah power supply yang tidak teregulasi,
 Tegangan / arus dari sumber Smoth DC yang mengandung riak (ripple) masih
bisa digunakan untuk mensuplay rangkaian elktronik asalkan nilai riaknya tidak
terlalu besar
 Varying DC tidak cocok untuk rangkaian elektronika

Gambar 3.2 Sinyal DC

4. Function Generator

7
 Function Generator atau Generator Fungsi adalah alat uji elektronik yang dapat membangkitkan
berbagai bentuk gelombang. Bentuk Gelombang yang dapat dihasilkan oleh Function Generator

diantaranya seperti bentuk gelombang Sinus (Sine Wave), gelombang Kotak (Square Wave),
gelombang gigi gergaji (Saw tooth wave), gelombang segitiga (Triangular wave) dan gelombang
pulsa (Pulse). Fungsi ini sedikit berbeda dengan RF Signal Generator ataupun Audio Signal
Generator yang pada umumnya hanya fokus pada pembangkitan bentuk gelombang sinus.

Gambar 4.1 Function Generator

5. Osiloskop

Osiloskop adalah alat ukur elektronik yang berfungsi untuk memproyeksikan frekuensu
dan sinyal listrik dalam bentuk grafik. Tujuannya adalah agar nilainya dapat terbaca
serta dapat dinyatakan dalam satuan tertentu. Nah tentu saja proses akhirnya indikator
kerjanya dapat lebih mudah dianalisis. Beberapa manfaat dan fungsi dari osiloskop
adalah:

 Digunakan sebagai alat ukur frekuensi sinyal yang terisolasi.


 Digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui tegangan listrik dan
realisasinya terhadap waktu.
 Osiloskop bisa membantu membedakan mana arus AC dan arus DC yang
terdapat pada perangkat elektronik.
 Osiloskop bisa difungsikan untuk melakukan cek sinyal dalam rangkaian
elektronik.
 Osiloskop berfungsi untuk melakukan cek noise dalam sebuah rangkaian
elektronik.
 Osiloskop digunakan untuk menghitung adanya perubahan aliran phase
pada sinyal input.

8
 Osilokop bisa digunakan sebagai alat atur amplitudo radiasi. Dengan
catatan amplitudo radiasinya ini berasal dari generator pemancar radio,
pembangkit sinyal dan lainnya.

Gambar 5.1 Osiloskop

III. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN


1. Multimeter digital

2. Oscilloscope

9
3. Function Generator

4. Kabel BNC to banana

5. Kabel BNC to alligator

IV. LANGKAH KERJA DAN RANGKAIAN PERCOBAAN


4.1 Kalibrasi Osiloskop

1. Setting mode di Ground


2. Atur posisi 0 di tengah
3. Setting mode ke AC
4. Pindahkan setting mode ke channel
5. Setting source di channel 1
6. Masukan kabel
7. Atur besar volt/div dan time/dive

4.2 Praktikum Pengukuran Tegangan AC Menggunakan Voltmeter dan Osiloskop

10
1. Siapkan pelaratan yang digunakan, seperti memeriksa kabel kalibrasi osiloskop
dan voltmeter analog dan digital
2. Tampilkan sinyal dari function generator ke osiloskop sinyal sinusoidal 1vpp;2,5
kHz
3. Gambarkan sinyal yang tampil di kertas milimeter blok dengan

Volt/div= 0,5 v/div

Time/div di ubah ubah dengan ketentuan

a) o,5 ms/div
b) 0,2 ms/div
c) O,1 ms/div
d) 50 µs/div
4. Ukur tegangan yang keluar dari FG menggunakan Voltmeter analog dan digital
5. Ubah tegangan dari FG menjadi:
a) 2Vpp
b) 4Vpp
c) 5Vpp
d) 6Vpp
e) 8Vpp
6. Mengulangi langkah 4
7. Gambarkan sintyal No.5 di atas milimeter blok dengan Time/div = 0,2 ms/div
dan volt/div diatur oleh praktikan agar sinyal dapat diukur dan tampil dengan
baik

4.3 Praktikum Pengukuran Tegangan AC Menggunakan Voltmeter dan Osiloskop

1. Siapkan peralatan, cek kabel, dan kalibrasi osiloskop


2. Atur titik nol mode GND di Osiloskop pada dua garis paling bawah
3. Tekan opsi DC pada osiloskop
4. Atur power supply dengan diukur oleh multimeter sebesar vs=0,5 Vdc
5. Gambar pengukuran tegangan DC tersebut pada kertas milimitel blok
6. Ulangi langkah 4 dan 5 dengan VS dan V/div sesuai dengan aturan untuk Vs=1
V;1,5V ;2V ;2,5V ;3V; -0,5 ;-1V; -15V

11
7. Tampilkan sinyal kalibrasi
1. Opsi AC
2. Opsi DC
8. Tampilkan sinyal sinusoidal 1 Vpp dengan f=1kHz dengan
offset DC 0,5v ;1v ;1,5v

4.4 Menghitung dan Mengukur Frekuensi

1. Susun pada papan percobaan

Gambar 4.3.1 Rangkaian Percobaan

2. Dengan ketentuan

a. Vs= 1 Vpp b. F= 750Hz c.v/div= 0,2 v

3. Ulangi langkah 2 dengan frekuensi:

a. 1200 Hz c. 8,5 k Hz e. 55kHz


b. 3,5 k Hz d. 22k Hz

12
V. TABEL PERCOBAAN DAN FOTO PERCOBAAN
5.1 Tabel Hasil Kalibrasi Osiloskop

Tabel 5.1 Kalibrasi Osiloskop Volt/div

No. Vps Time/ Volt/ Jumlah Tegangan Hasil Gambar


(V) div div kotak Perhitungan (V)
(V)
1. 50 0,5 4 4 x 0,5=2

2. 50 1 2 2 x 1=1

13
3. 50 2 1 1x2=2

4. 50 5 ¼ ¼ x5=2

Tabel 5.2 Kalibrasi Osiloskop Time/div

No. Vps Time/div Volt/div Gambar


(V) (V)

1. 2 1 0,5

2. 0,5 0,5

14
3. 0,1 0,5

4. 50 0,5

5. 2 Praktikum Pengukuran Tegangan AC Menggunakan Voltmeter dan Osiloskop

Frekuensi = 2500 Hz

T= 1/F=1/2500=0,4 ms

15
Tabel 5.2.1 Pengukuran Tegangan AC
Time/ Jumlah
No. V/div Gambar
div kotak
1. 0,5 0,5 0,8

2. 0,5 0,2 2

3. 0,5 0,1 4

4. 0,5 50µs 8

Tabel 5.2.2 Tegangan Function Generator

Vrms (v)
Time/div Volt/div Vpp (v) Vmax Vmax/√ 2 Gambar

16
0,2 0,5 4 x 0,5 =2 1 0,707

0,2 1 4x1=4 2 1,414

0,2 1 5x1=5 2,5 1,767

0,2 1 6x1=6 3 2,121

0,2 2 4x2=8 4 2,828

5.3 Praktikum Pengukuran Tegangan DC Meggunakan Voltmeter dan osiloskop

17
5.3.1 Tabel Pengukuran Tegangan dengan sumber Power Supply

No. Vs v/div Jumlah kotak Gambar


N=Vs/v/div
1. 0,5 0,1 5

2. 1 0,2 5

3. 1,5 0,5 3

4. 2 0,5 4

18
5. 2,5 0,5 5

6. 3 0,5 6

7. -0,5 0,5 5

8. -1 0,2 5

9. -1,5 0,5 3

Tabel 5.3.2 Sinyal Kalibrasi AC/DC

Sinyal V/div Vpp= t/div T= F= Gambar

19
V/div x n t/div x 1/T
n
vertikal horizontal
AC 0,5 0,5 x 4 =2 0,5 0,5 ms x 2 = 1/1 x
1 10−¿3 ¿

DC 0,5 0,5 x 2 =1 0,5 0,5 ms x 2 = 1/1 x


1 10−¿ ¿
3

Tabel 5.3.3 Offset

Offset= Jumlah kotak Gambar


N x v/div Offset/div
0,5 v 1 kotak

20
1v 2 kotak

1,5 v 3 kotak

21
5.4 Praktikum Menghitung dan Mengukur Frekuensi

Tabel 5.4.1 Mengukur Frekuensi

Frekuens M= 1/F x time/div Gambar


i
(Hz)
750 1,3

1200 4,1

3,5k Hz 1,4

8500 Hz 2,35

22
22k Hz 2,27

55k Hz 3,65

23
BAB V PEMBAHASAN
5.1 Kalibrasi Osiloskop

Pada Pratikum kali ini dilakukan praktikum kalibrasi dan pengukuran tegangan DC
menggunakan oscilloscope. Pada praktikum ini kita mengukur berapa tegangan yang keluar dari
power supply menggunakan oscilloscope. Disini kita mencocokkan nilai tegangan yang keluar
dari power supply ke oscilloscope. Bisa dilihat dalam tabel bahwasannya nilai dari tegangan
yang keluar dari power supply sesuai dengan yang ditunjukkan oscilloscope dibuktikan dengan
cara mengalikan div vertical dengan jumlah kotak hasil percobaan.

Pada praktikum kali ini terdapat satu nilai yang mendekati nilai dari power supply yaitu
pada tabel nomor empat dimana nilai hanya berselisih 0,1 volt. Hal ini wajar terjadi karena
oscilloscope kurang presisi sedikit. Nilainya pun hanya terpaut sedikit dari nilai yang ada di
power supply.

5.2 Praktikum Pengukuran Tegangan AC Menggunakan Voltmeter dan Osiloskop


Pada Pratikum kali ini dilakukan percobaan praktikum pengukuran sinyal ac/dc
menggunakan oscilloscope dan multimeter. Praktikum kali ini membahas mengenai bagaimana
mengukur sinyal ac/dc untuk mengukurnya kita menggunakan multimeter digital. Frekuensi
dihasilkan melalui function generator dan function generator dapat mengubah bentuk
gelombang besar frekuensi dan lainnya. Bisa kita lihat di dalam tabel tegangan ac yang keluar
akan mendekati nilai dari veff dikarenakan veff ini sulit untuk didapatkan sehingga nilai yang
keluar dari tegangan ac mendekati nilai veff. Untuk tegangan dc yang keluar yaitu berdasarkan
offset dc yang ada sehingga nilai dc dan offset dc bisa sama dikarenakan offset dc memengaruhi
yang Namanya tegangan yang keluar untuk ac

5.3 Praktikum Pengukuran Tegangan DC Meggunakan Voltmeter dan osiloskop

Praktikum kali ini tentang Kalibrasi dan pengukuran tegangan DC menggunakan


oscilloscope, selain itu pada praktikum kali ini menggunakan alat bantu berupa multimeter
digital ataupun multimeter analog namun, pada praktikum kali ini menggunakan multimeter
digital. CH1 diatur dalam mode DC yang dimana kondisi tombol berada pada posisi tertekan
kedalam. Penentuan volt/div, time/div, juga Vps pada praktikum kali inipun berpengaruh
terhadap sinyal yang akan muncul pada layar oscilloscope, sebaliknya jika penentuan volt/div,
time/div dan Vps berada pada posisi yang kurang tepat maka sinyal hasil pengukuran tidak
mendapatkan gambar sinyal yang stabil dan sesuai.

5.4 Praktikum Menghitung dan Mengukur Frekuensi

24
Mengukur tegangan dan frekuensi suatu [Link]-tama menyiapkan osiloskop, tombol-
tombol dipersiapkan sehingga dalam keadaan tanpa beban, dilayar tampak titik dimana
intensitas dan fokusnya cukup dan beradaditengah-tengah layar. Jangan lupa meredupkan
intensitasnya (dibawah maksimum) dan jangan terlalu lama menyalakan titik di layar, lalu
mediakan pembangkit sinyal (sinyal generator) dengan outputnya masing-masing memberikan
tegangan sinusoida. Dalam keadaan "off", hubungkan output pembangkit sinyal

dengan osiloskop, posisi ujung probe dihubungkan dengan positif keluaran signal, penjepit pada
probe ditempatkan pada ground signal generator. Kemudian menyalakan signal generator.
Mengatur tombol sweep time/div dan volt/div pada osiloskop seperti langkah kalibrasi untuk
mendapatkan gambar sinusoida tunggal yang bagus menggambar pada kertas milimeter apa
yang terlihat pada layar osiloskop. Kemudian mencatat:kedudukan tombol pengatur osiloskop
dan pembangkit [Link] pengamatan, tentukan tegangan sumber dan frekuensi sumber.
Mengulagi pengukuran tegangan tersebut dengan mengunakan multimeter.

BAB VI KESIMPULAN
6.1 Kalibrasi Osiloskop

1. Sumber tegangan berasal dari power supply bukan berasal dari Oscilloscope.

2. Untuk mengukur besar tegangan dapat dilakukan dengan cara mengalikan div
vertikal dengan banyaknya perpindahan kotak yang diamati selama praktikum.

6.2 Praktikum Pengukuran Tegangan AC Menggunakan Voltmeter dan Osiloskop


1. Tegangan AC yang keluar akan mendekati nilai tegangan efektif

6.3 Praktikum Pengukuran Tegangan DC Meggunakan Voltmeter dan osiloskop

1. Tegangan DC yang keluar akan mendekati nilai offset DC yang diatur

6.4 Praktikum Menghitung dan Mengukur Frekuensi

1. Besar kecilnya frekuensi yang dihasilkan dipengaruhi oleh sumber tegangan dan
volt/div atau time/dive

25
VII. DAFTAR PUSTAKA
[1]"Difference Between AC And DC In Tabular Form - Physics", BYJUS, 2021. [Online].
Available: [Link] [Accessed: 04- Dec-
2021]. [2]"What is signal? - Definition from [Link]", SearchNetworking, 2021. [Online].
Available: [Link] [Accessed: 04- Dec-
2021]. [3]"Sinyal Listrik", BLOG IT, 2021. [Online]. Available:
[Link] [Accessed: 04- Dec2021]

26

Anda mungkin juga menyukai