0 penilaian0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara) 5 tayangan11 halaman08 Rinitis - Dr. Dwi Reno
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda,
ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF atau baca online di Scribd
ae aot
_-—~ RINITIS DIFTERI, RINITIS
ALERGI, RINITIS
VASOMOTOR, RINITIS
RINE —— — set
Infeksi / inflamasi pada mukosa hidung dengan gejala
utama pile, bersin, buntu dan atau gata hidung.
KLASIFIKASI RINITIS.
a =
|
|
MEDIKAMENTOSA DAN
RINITIS AKIBAT KERJA {xowns
poe nena nee
Dwi Reno Pawarti, dr Sp THT -KL CK) frontal [
Dept/SMF llmu Kesehatan THT-Bedah KL =
PIC UNAIR -RSUD br. Sostomo Surabaya = S 2) (
ce J. ;
——=_"y ET no]
" a - re
| RinitisakuttSelesma)——
(Common Cold, Coryza)
« Infeksi mukosa hidung
« Mukosa hidung dan sinus satu kesatuan,
keraclangan dapat mengenai sinus paranasal
> Rinosinusitis viral
© Penyebab utama : Virus (adenovirus,
rinovitus, virus influenza dsb.)
*# Gejala Klinik : bersin, pilek(rinore), buntu,
panas badan
‘¢Sembuh dalam 5-7 hari (self limited)
-~7 Predisposisi : kelelahan, Kedinginan
©‘Terapi :istrahat, makanan/minuman
hangat. Tidak perluterapi ant
© Tx simtomatik (analgesik/antipiretik,
dSongestan oalhopiat
» Komplikasi : Bila tidak membaik setelah
hart dapat erja
patogen-> rinosinusitis bakterfal
* Dapat terjadi komplikasi lain : otitis
media, faringitis, laringitis|—-Rinitis Difteri (Difteri Hidung)
+ Jarang dijumpat,biasanya pada anak
Keluhan : pilek bercampur darah
Kondisi anak baik, jarang ada komplikasi >
ifteri ringan
+ RA: mukoss hidung nekrosis, ditutupi
pseudomembran, mudah berdarah, sekret
ental sanguinus
‘© Diagnosis pasti : swab tenggorok >
ppemeriksaan kuman
« Terapi : Isolasi, ADS, penisilin
+ Foetida (Ozaena)
* Non Foetida
Pron
infest: Coccobacius Ozaenae.
‘Kicbsitla Oraenae
2. Hereiter
53/Maloutition / Avitaminosis A
3 Hormonal
Nama tain: Rintis atrofkan foetida
+ Penderita : Wanita muda pubertas
+ Patolog
“Kerdangan kok, mulosa_hidung
(Gicuga farena inks),
~atrop straktar di rongga hidung,
= "dapat_mengenai regio olfaktoria >
Kerugakan’ feseptor © penghidu >
hiposmia/anosmi
aia
fidung berbau ( orang lain yang membau Px
dak bisa membau }anosmi,rongg2 hidang
Tuas, banyak krusta kehijauan.
Terap’
‘Ghengganakan run garam Ai hang.
Medikamentosa tgtfaktor predisposisi
_Operasi: Menyempitian kavum nasi
Menebalkan septum
Membesarkan konka
= Riniisal 7
= RinttisAlergi
eaks hipersensitvtastipe I Gall & Comb, diperantarai gE
‘gn mukosa hidung sebagai organ saseran utama
Gckhashidung gata, bersin, note encer hidung bunt
+ Banyak djumpai di praktek dr umum/THT
‘Tdk fatal -» bl mendpt perhatian serius
Pada semua usia usia produkt)
« Sifatkumat kumaten —> dampak kualtas hidup
+ Dampak kinerjadan produktivitas sekolah/
‘tempat keri
ban conor gion
Hub dpn asa, sus, ots medi, onjuntvtls
Patofisiologi:
+ Rts ler idosoriofe Real inflamas clei (Reals
Hipersensivtas tie
~ Reals infmasi: respons imun yang melatkan Th2,
limfort 8, eosinol netrofil, zl mastont,makrofag dan
roryang dikluarkanaya.ns
fee
1. Alegen Inhalan :debu rumah, tungo, jams, bul
binatang dl.
2% Alergenngetan susp elu cola tan at
3. Alergen ijektan penislin,giitan serangga
4 Alergen kontaktan :kosmetik, perbiasan.
Berdasa tempat :
4 Indoor :debu rumah, tungau
2 Outdoor: pollen (serbuksari bung )ome z rd
~~" Biagnosis Rinitis Atergr
Anamnesis:
4. Gejala RA:
+ Bersin > 5 kali (tiap serangan)
+ Rinoroe (gus, bening, encer) ps encase alice Eada
+ Gatal hidung, tenggorok, langitangit,telings 2 Manifestasi Peny Alera lain
+ Hidung tersumbat (menetapybergant 3- Riayat Atopi Keluargs
sale ceapieidaliance 4 Faktor Pemieu
+ Hiposmia/anosmia paar ae
+ Post nasal dip atau batuk kronis
+ Variasidiumal
+ Frekuensi serangan, berat penyakit
+ Lama sakit,intermiten, persisten
“Pomenisaan Fg
‘Mukosa konka inferior media pucat /kebiruan
dim, sexe encer bening
‘Mata kemerahan dengan hiperiakrimasi
Pada anak: allergic shiners, allergic salute,
nasal ereaseflinea nasales
Faring post kasarpenebalan Lateral
Pharmngea! Bands ok sekret mengalir ke
tenggorokInVino : Prick tes (Uji Cukit Kult)
InVitro : Ig E serum spesifike
Ig Bserum total
‘es Provokasi Hidung
Eosinofi sekret hidung
——
[ARIA Classification of Allergic Rhinitis
PERSISTENT
ooo WR
Erica
((OUSE pf LIN Wyn ae Dry)‘Avoidance / penghindaran alergen
© Kebugaran jasmani
‘¢Farmakoterapi
*Pembedahan
‘# Imunoterapi
© Edukasi
_ELIMINASTALERGEN 7 AVOIDANCE—~ —
Alergen utama adalah house dust mite
~ Lantai tdk bolch disapu, langs di pel/ vakum cleaner
- Perabot rumah polos, secukupnya. Di lap basah
= Cukup sinar matahari
+ Kasur, bantal busa atau dibungkus bahan khusus
~ Tidak memakai karpet
~ Mencuci sprei, sarung bantal,selimut x/mgg,
~ Gorden, boneka bulu yang dapat dicuci
~ Tidak memelihara binatang piaraan
~~~ FARIAKOTERAPT ~
‘Tujuan pengobatan rns arg:
2. Menguranggejala akibat paparan alergen
2. Perbailan kualitas hidup
3. Mengurangiefeksamping Tx
4 Edulasi
ANTIHISTAMIN
Pilihan pertama
Bekerja dgn cara : kompetitif inhibitor
felaif mengurangi Gx: pilek, bersin, gatal , kurang unt
Dbuntu hidungee a —————
‘AH lasik AH generasi
= Bestar sedatt efek antikalinergie
- Dapat menyebabkan gen pd jantung
Contoh:chlorpheniramine, diphenhydramin,
‘eipoldi,prometazn al
2. AH gonerast2
Long acting
tk menembus sawar darah otak -> non sedasi
- Contoh loratadin,estirizne, rupatadin.
> AN generasibaru
= beng acting,
= tidak menembus sawardarah otak -> non sedasi
= fekantinlamast huat > efek decongestan
Penambahan Metabolit aktf generasl 2
CContoh : fexofenadine, desloratadinlovocetirizin
av a =
emma FTES FrOUNG ——
DEKONGESTAN = DEKONGESTAN TOPIKAL
Dibag 2 golongan
Dekongestan hidung bersifat vasokonstiksi efek pada
reseptor alfaadrenergik
Pemakaian oral maupun topikal
CContoh : Agonis alfa adrenergik( phenyleprin )
‘Agonis alfa 2adrenergik(efedrin,
pseudoefedin
Pemalaiantopikal: sgt efekt menghilangkan
sumbatar hidung,terbatas<10 hr.
Hiatis pdanak «tahun
- Derivat Feniletilamine : adrenalin, efedrin,
fenilefine.
Efek dekongestan cepat dan singh, ofek
sistemik >>. Efedrin mempeng SSP
Derivat imidazole : ormetazoline,
sylometazoline,
Bfek dekongestan lama, efek sistemik ringan atau
‘hampirtdk ada
—— ee an a
Fees rae 655594 oxymetazoline hidvolTonida lm 15 ml
pe dan Sediaan pada anal ( hanya bentuk tetes )
1TH Efedrin : efedrin hidroklorida 0,5% dan 1%
dalam natrium klorida
Dosis: 3 xsehari 2 - 3 tetes
2. TH oxymetazoline bntk tetes dan spray =
1.05% oxymetazoline hidroklorida dim 35 ml
pada dewasa
Dosis pada dewasa dan anak> 6 thn :2~3 Us2x
sehari pagi, malam menjelang tidur
Dosis : pada anaes ~ 5 thn 3tts.
Efek samping
Tidak ada efek sistemik /ringan
sarin tia nyaman atau ponaspada
dung—— seinem
~~" KORTIKOSTEROID
+ Pemberansstomik tidak dirckomendast
* Kortkorteroid Intranasal:
* efek anti inflamasi kuat
+ afintas tinggi pd receptor mkosahidung
e-aktifas di hat dgn cepa
+ efksitemik minimal
Beberapa sediaan:
«+ Triameinoioneacetinide
+ Budesonide, mometasone foroate,
flutizason faroate ll.
~~~ I MUNOTERAPT——
+ Inmunoterapt spesifik : memberikan alergen yang
sesualdgn has tes kulit
+ Dosis bertahap smp dosis optimal
« Injeksi sub kutan, pemasal, sub lingual, oral
+ Carakera Blocking antibod! IgE Ig Gs
= Jelasdbcbbhan i
{ jasada ub ins has esl dan ici
+ RA sedang— bers
+ Repon imskotenpikurng memuaskan
* Alem ertandarist dle Derpenglasan
-——EDUKASI at ———— ner
- Sarena! _—+ Mtivasi penderita unt patull pata rencana Tx
* Komunikasi dua arah antara dokter dn penderita eee aia ie
yang bersifat aktif, terbuka. ino a i
* Proses belajardisertai pendekatan persuasif
= TUJUAN:
‘+ Merubah perlaku sakit menjai perilaku sehat
+ Meningkatian kualitas hidup dan mencegah
Komplikasi
+ Meningkatkan pengetahuan RA
« Menjelaskan cara penanganan RA
« Penderita aif menanganipenyaldtnya
(elf management) > tercapaikeadaan normal
ie
_-— RINITISVASOMOTOR-——
‘Gangguan mukosa hidung akibat adanya
Ke tidak seimbangan sistem sarafotonom / gangguan
‘keseimbangan fungsi vasomotor.
Faktor yg mempengarubi:
~ Kelembaban udara yg tinggi
= Suh udata dingin
- Perubahan emosi
= Latihan jasmaniee iactee
— —_
~ Faktor intasi- asap rokok, bau merangsang,
- Faktor endoktin : kehamilan, pubertas, pil
Kontrasepsi
Patofisiologi:
~Belum diketabui pasti
- Saraf otonom mukosa hidung : [Link]
‘mengandung sera saraf simpatis & parasimpatis,
~ Aktivitas sarafparasimpatis lebih dominan
ee
————
Rangsangan serat parasimpatis,
‘Vasodllatasi pemb. darah konka nasi
eningkatan permeabilitas kapiler & sekresi kelenjar
Rangsangan seratsimpatis menyebabkan efek
yangsebaliknya
_ a
ae
Gejala Kit
~ Buntu hidung bergantian, tergantung posit
- Pilek serous / mukous
+ Bersin (jaan)
Gejala memburuk pada pagi har / perubahan.
suhu ekstrim / udara yang lembab
Pemeriksaan Klinis:
Rinoskopi anterior : mukosa udim, wama merah,
sekret mukoid / serous
— at
Pemicrikenan penanjang:
Uta menynghetan Dx Rint Ale
Pengobatan:
Tahir peryebab & jaa Klis yang menonjl
1. Menghindari penyebab
2. Simtomatis : Dekongestan oral, Antiistamin
generastI/ Il, Kautersasi konka nasi,
Kortikostreoid topikal
3. Operasi:konkotomi konka inferior, elektrokounter
4 Neurektomi N, vidianus
ee ee a aes
TKomplikas nent _-—~RINITIS MEDIKAMENTOSA
hoses pans RINITIS HIPEREMIKA
Polip na
Otek fs ee ey
‘vasomotor akb pemakaaian vasokonstriktortopikal
dm wht lama dan berlebihan (drug abuse ) —>
ssumbatan hidung menetap.
Etiologi: Vasokonstriltor topikal ber>>—Patofisiologi :
Malota hidung sg pea hap rangangan tan
+ Hati-hati pemakaian vasokons topikal.
‘asokontior tpi simpatomimetik
Situs neal teganggu
Tase dilatasi berulang ( rebound dilatation )
“Obatulat aug —~
Pemalalanobat lama dan ber>>
Elekvasokonstrkst <<
pH hidung berubah
setelah vasokonstiksi
1 Akcvitas sila terganggu.
=
fk balk -+obstrulsihidung > hebat
Pemalaian ters
Dilaas! dan kongest aringan
Pereambahan mukosa dan rangs sel muskoid
CObstruksi menetap, sekresi meningkat
te
Patologi Mukosa Hidung :
~ Sia rusak
~ Sel goblet berubah wleuran
~ Membran basal menebal
~ Pembuluh darah melebar
= Stroma udim
= Hipersekresi kelenjar mukus
~ Lapisan sub mulcsa dan periostium menebal.
— Se
~ Gejaladan Tanda
- Higung buntu memberat dan menetap
= Mula ~ mula berbaring, susah tidur
= Pilek dan bersin
~Konka dim : uj dgn efedrin tetap
~Konka hipertrofi, mukosa hiperemi
10= Hentikan obat tetes / sermprot hidung,
Kortikosteroid tapering off 5 mg setiap hari
(nisal: aria: go me, hari 2:35 mgdst)
- Obat Dekongestan orl
Bila 3 minggu tidak membaile rujuk THT
~Konka hiperrofi : Kaustik Tiloracetic acid,
Radiofrekuensi, konkotomi
orn oe en Bac
_PERBEDAAN RH-RV-RA~ -——~ RINITIS AKIBAT KERJA
Buntu hidung —Bersin Pile
RH ood + +
RV ” ” ”
RA + aed ad
‘Tritast_atau inflamast —mukosa hidung yang,
disebablan arena paparan bahan-bahan di
tempat kerja,
* Gejala seperti Riitis : buntu hidung, bersin, piel.
dan gatal hidung,
*Gejalatergantung bahan penyebabnya dan
Fingleungan kerja
* Gejala tambahan
batuk
isitasi dan gatal pada mata,
+ Faktoralegs, rtasi atau keduannya
~ Bahan penyebab : berat molekul besar, berat
‘maolekal keel.
= BM besa: mekanisme spt RA IgE mediated
‘mechanism ( bulu binatang, latex, debu tepung,
‘gandum, serangga, mite, protein ikan laut)
~ BM kecil: debu kayu, disocyanates, anhydrides,
platinum, obatZan , bahan kimia
~ Bahan Aerosol : asap rokok, parfume, penyeger
vudara
be
ee
‘TERAPI:
© 3tujuan dasar
~ 1-mengurangi dampak penyakit tsb
~ 2: mengurang) efek dari penyebab
- j:pencegahan thd efek sequele kesehatan
sDasarterapi:
= 1-Avoidance
~ 2. sama dengan Tx RA pada umumnya
~ 3-nasal saline itigasi
1
Anda mungkin juga menyukai