0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Prosedur Tindakan Code Blue

Kode biru adalah sinyal darurat untuk henti jantung atau napas yang memerlukan resusitasi segera. Prosedur kode biru di rumah sakit melibatkan panggilan tenaga medis dan resusitasi pasien oleh tim khusus yang dipimpin oleh dokter.

Diunggah oleh

ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan2 halaman

Prosedur Tindakan Code Blue

Kode biru adalah sinyal darurat untuk henti jantung atau napas yang memerlukan resusitasi segera. Prosedur kode biru di rumah sakit melibatkan panggilan tenaga medis dan resusitasi pasien oleh tim khusus yang dipimpin oleh dokter.

Diunggah oleh

ayu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CODE BLUE

No. Dokumen No. Revisi Halaman

062/PWT/SPO/PKU 03 1 dari 2

SPO Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur,

KEPERAWATAN 09-07-2012 Dr. Ella Nurlaila, MM

Suatu kode atau sinyal yang mengindikasikan adanya kegawatdaruratan


Pengertian khususnya henti jantung dan henti napas yang memerlukan tindakan
resusitasi segera.
1. Untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Tujuan 2. Untuk mengumpulkan tenaga penolong dengan seketika dalam rangka
memberikan tindakan resusitasi.
1. Semua tenaga medis dan pendukung (dokter, perawat, petugas
laboratorium) yang bekerja di Eka Hospital berkewajiban melaksanakan
prosedur CODE BLUE sesuai dengan SPO yang ditetapkan Eka
Kebijakan
Hospital.
2. SPO ini adalah acuan yang menjadi titik tolak pelaksanaan CODE
BLUE di Eka Hospital.
1. Orang pertama yang mendapati pasien henti nafas dan atau henti
jantung, meneriakkan kata ”CODE BLUE” sebanyak 3 (tiga) kali
berturut-turut dan juga meneriakkan kamar pasien dan menekan tombol
emergency dengan nada panjang.
2. Perawat di nurse station yang mendengar tanda code blue segera
menghubungi kode darurat dengan extention ”777”.
3. Perawat di lokasi CODE BLUE segera melakukan RJP.
4. Operator yang mendapat informasi dari perawat segera menyebarkan
informasi CODE BLUE melalui ’paging’ sebanyak 3 kali.
5. Informasi berisi :
a. Keadaan CODE BLUE
Prosedur
b. Lokasi kejadian (lantai dan nomor kamar).
6. Petugas yang terkait mendatangi lokasi dan membawa trolly emergency
a. Dr. Anestesi / Dr. ICU / Dr. Ruangan
b. Perawat yang bertugas sebagai tim Code Blue (disetiap bagian dan
setiap shift ada perawat sebagai petugas Code Blue)
c. Bila memungkinkan DPJP datang ke lokasi
7. Pemimpin CODE BLUE : [Link] / Dr. ICU / Dr. Ruangan /
perawat yang menguasai seluruh algoritme dan mempunyai wewenang
memberikan terapi / instruksi yang dibutuhkan saat CODE BLUE
berlangsung.
8. Yang berhak menetapkan CODE BLUE berakhir, adalah pimpinan
CODE BLUE

No. Dokumen No. Revisi Halaman

062/PWT/SPO/PKU 03 2 dari 2

CODE BLUE saat itu.


9. Hasil dari rangkaian CODE BLUE didokumentasikan di dalam EMR
oleh leader berdasarkan data yang dicatat oleh cirkulator.
10. Jobs Description

Leader:
a. Menguasai seluruh algoritma dan memonitoring selama
tindakan.
b. Memberikan instruksi dengan jelas dan sistematik.
c. Mengambil alih tugas bila diperlukan.
d. Mengecek tugas ventilator (orang yang bertanggung jawab
terhadap airway dan breathing pasien).
e. Mengecek tugas kompresor (orang yang melakukan pijat jantung
luar).
f. Mengecek tugas sirkulator (orang yang melakukan pemasangan
intravena line dan persiapan alat).

Ventilator :
a. Melakukan tindakan Airway / Breathing / Circulation
b. Memasang oropharingeal airway.
c. Memasang sungkup muka dengan benar.
d. Melakukan bagging.
e. Melakukan intubasi.
f. Memastikan letak endotracheal tube benar
g. Melakukan fiksasi endotracheal tube
h. Memperhatikan pengembangan dada.

Kompresor : Melakukan pijat jantung luar.

Circulator :
a. Melakukan pengecekan nadi dan irama yang terlihat di monitor.
b. Memasang infus, jika belum terpasang.
c. Memberi obat-obatan yang diintruksikan oleh leader.
d. Mengambil sampel darah (bekerja sama dengan petugas
laboratorium).
e. Melakukan pencatatan obat yang digunakan.
Unit Terkait Semua unit

Anda mungkin juga menyukai