0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan5 halaman

Perbandingan DPPK dan DPLK di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang dana pensiun dan asuransi. Pada bagian dana pensiun, dibahas dua jenis dana pensiun yaitu DPPK dan DPLK beserta perbandingan keunggulan dan kekurangannya. Pada bagian asuransi, dibahas perbandingan antara asuransi konvensional dan syariah terkait produk, kelebihan dan kekurangannya.

Diunggah oleh

Rossa Watunglawar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan5 halaman

Perbandingan DPPK dan DPLK di Indonesia

Dokumen tersebut membahas tentang dana pensiun dan asuransi. Pada bagian dana pensiun, dibahas dua jenis dana pensiun yaitu DPPK dan DPLK beserta perbandingan keunggulan dan kekurangannya. Pada bagian asuransi, dibahas perbandingan antara asuransi konvensional dan syariah terkait produk, kelebihan dan kekurangannya.

Diunggah oleh

Rossa Watunglawar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DANA PENSIUN

Petunjuk kerja:

• Kerjakan tugas secara berkelompok.

• Gunakanlah berbagai sumber belajar untuk mengerjakan tugas.

• Untuk mencari informasi tentang dana pensiun, kalian dapat mencari secara daring ataupun
melakukan wawancara dengan informan yang menurut kalian dapat membantu tugas kalian.

• Sampaikan temuan kalian di kelas!

Tugas:
1. Carilah dua dana pensiun yang ada di Indonesia!

Jawaban:

Ada dua produk dana pensiun berdasarkan UU No. 11 Tahun 1992,


a. Produk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)
b. Produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan Keuangan (DPLK)

2. Cermati tiap produk yang ditawarkan oleh dua dana pensiun yang telah kalian temukan!
Jawaban:

Produk Dana Pensiunan

a. Produk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)


Produk dana pensiun ini dibentuk oleh perusahaan atau lembaga tempat pensiunan
bekerja. PT Telekomunikasi Indonesia dan PT Astra International Tbk merupakan
beberapa perusahaan yang termasuk pemberi dana pensiun (DPPK) dan dikelola sendiri
oleh perusahaan.

Di dalam DPPK ini terdapat dua jenis program, yaitu Program Pensiun Manfaat Pasti
(PPMP) dan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Program pertama PPMP, yaitu program
yang bentuknya berupa manfaat bagi penerima pensiunan dengan perhitungan tertentu.

Biasanya, penghitungannya memakai hubungan antara jumlah gaji terakhir, masa kerja,
serta pangkat (golongan). Besaran nilai manfaat yang diterima berbeda-beda tiap
perusahaan.

Kemudian program yang kedua PPIP ini bentuknya berupa iuran dengan sejumlah dana
kepada pengelola (perusahaan tempat bekerja). Biasanya dana iuran tersebut akan
diinvestasikan ke dalam produk investasi, dimana risiko investasi sepenuhnya jadi
tanggung jawab peserta.

b. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)


Kalau Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) ini adalah produk dana pensiun yang
dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi. Produk ini bertujuan untuk
menyelenggarakan program pensiun iuran pasti bagi perorangan, baik itu karyawan
ataupun pemberi kerjanya yang mengadopsi seperti program PPIP tadi (Pasal 1 Ayat 4
UU No.11 Tahun 1992).
3. Bandingkan keunggulan dan kekurangan dari masing-masing dana pensiun yang telah
kalian tentukan!
Jawaban:

a. DPPK
Keuntungan
Hal ini dapat meningkatkan motivasi bekerja karyawan yang pada akhirnya
meningkatkan kinerja pemberi kerja. Penyelenggaraan program pensiun juga dapat
meningkatkan daya saing pemberi kerja di pasar tenaga kerja untuk menarik tenaga kerja
yang berkualitas. Dengan mendirikan/mengikuti DPPK, pemberi kerja dapat menikmati
fasilitas perpajakan. Iuran untuk program pensiun merupakan faktor pengurang pajak
penghasilan. Dari sisi dana pensiun, iuran yang diterima dan sebagian hasil
pengembangan kekayaan dana pensiun bukan merupakan obyek pajak penghasilan.

Kekurangan
Risiko jika ada penurunan investasi akan menjadi tanggungan penyelenggara, sedangkan
dana yang nantinya diterima oleh peserta bersifat pasti.

b. DPLK
Keuntungan
Jika dibandingkan dengan instrumen dana pensiun dalam mencapai financial freedom di
masa tua, DPLK memang lebih mudah dari segi proses pelaksanaannya. Terkadang
peserta tidak perlu mendaftar karena ada beberapa perusahan yang memiliki DPLK
sendiri, sehingga otomatis karyawan tersebut akan terdaftar sebagai peserta DPLK.
Dikarenakan DPLK berada dibawah peraturan Pemerintah, maka untuk pajaknya bisa
ditangguhkan sehingga kamu dapat menikmati masa tua dengan nyaman dan tenang.

Kekurangan
Dana yang sudah kamu miliki sebelumnya tidak bisa kamu tarik sepenuhnya.

4. Analisislah dari keduanya, mana yang lebih menjamin prospek di masa depan?
Jawaban:

DPPK lebih unggul daripada DPLK karena dana pensiun langsung dikelola oleh perusahaan
sehingga lebih transparan dan lebih mudah dicairkan. Biasanya untuk mencairkan dana pensiun
di DPLK membutuhkan prosedur yang lebih ribet daripada DPPK. Di DPPK biasanya otomatis
dapat dicairkan setelah karyawan pensiun atau resign dan dapat langsung ditransfer ke rekening
karyawan tersebut. Selain itu, resiko gagal bayarnya, DPLK lebih tinggi daripada DPPK. Seperti
kasus Jiwasraya dimana puluhan triliun manfaat dana pensiun nasabah tidak bisa dicairkan.

5. Berikan kritik, saran atau pendapatmu tentang keduanya!


Jawab:

Pendapat
Adanya dana pensiun adalah diperuntukkan untuk menjamin kesejahteraan tenaga kerja saat
masa pensiun serta membantu perkembangan sektor riil melalui investasi. Untuk itu, dana
pensiun perlu dikelola secara efisien agar dapat melaksanakan perannya secara optimal.
ASURANSI

Petunjuk kerja:

• Kerjakan tugas secara berkelompok.

• Gunakanlah berbagai sumber belajar untuk mengerjakan tugas.

• Untuk mencari informasi tentang asuransi, kalian dapat mencari secara daring ataupun
melakukan wawancara dengan sumber yang menurut kalian dapat membantu tugas kalian.

• Sampaikan temuan kalian di kelas!

Tugas:

Buatlah perbandingan antara perusahaan asuransi konvensional dan asuransi syariah! Analisislah
perbandingannya dengan diagram berikut ini:

Jawaban:

Perbandingan Antara Perusahaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

A. Asuransi Konvensional

Kekurangan

1. Sistem dana hangus

Kekurangan dari sistem asuransi konvensional adalah dana hangus. Yang artinya ketika
kamu tidak bisa membayarkan premi asuransi maka manfaat pertanggungan akan berhenti.
Sehingga uang premi yang kamu bayarkan sebelumnya akan menjadi hak perusahaan
asuransi.

2. Tidak diawasi oleh DPS (Dewan Pengawas Syariah)

Kekurangan lainnya adalah tidak adanya pengawasan dari DPS. Yang artinya bagi kamu
yang ingin membeli jenis jenis asuransi konvensional bisa saja produknya tidak dikelola
dengan sistem syariat Islam. Atau dalam kata lain bisa disebut dengan riba.

Kelebihan

1. Asuransi konvensional punya pilihan lebih banyak


Yang pasti, asuransi dengan prinsip konvensional sudah pasti memiliki pilihan lebih
banyak. Mulai dari pengalokasian dana yang dikelola hingga jenis-jenis asuransinya.
Perusahaan asuransi bisa mengelola dana dari premi Anda ke sektor lebih luas tanpa harus
memerhatikan riba.
2. Kadang kala memberikan keuntungan lebih besar
Instrumen investasi yang lebih beragam menjadi salah satu faktor keuntungan yang Anda
peroleh pun jadi lebih besar. Perusahaan asuransi bisa mengalokasikan sebagian premi
Anda ke instrumen investasi dengan tingkat kenaikan tinggi. Dalam hal ini khususnya untuk
asuransi unit-link ya. Biasanya, instrumen investasi yang memberikan imbal tinggi tersebut
berasal dari sektor utang seperti misalnya obligasi.

Produk Layanan Asuransi


1. Asuransi jiwa
Asuransi yang satu ini memberikan sejumlah uang pertanggungan jika tulang punggung
keluarga meninggal dunia. Uang pertanggungan tersebut digunakan untuk
menggantikan biaya hidup keluarga yang ditinggalkan.
2. Asuransi kesehatan
Asuransi kesehatan akan menanggung biaya rumah sakit nasabah. Artinya, objek yang
diasuransikan adalah kesehatan nasabah. Umumnya, nasabah perlu membayarkan uang
premi asuransi kesehatan setahun sekali.
3. Asuransi mobil
Pada asuransi mobil, objek yang dijamin adalah kendaraan milik nasabah. Apabila rusak
atau hilang, asuransi akan menggantinya dengan uang tunai
atau perbaikan di bengkel.

Kesimpulan tentang Asuransi Konvensional


Konsep pengelolaan asuransi konvensional berupa Transfer Risk adalah perlindungan dalam
bentuk pengalihan risiko ekonomis atas meninggal atau hidupnya seseorang yang
dipertanggungkan ke perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko. Atau dengan kata lain
Peserta dengan membeli atau bergabung sebagai peserta asuransi konvensional akan ditanggung
risiko ekonomisnya oleh perusahaan asuransi.

B. Asuransi Syariah

Kekurangan

1. Minimnya pemahaman nasabah atau masyarakat terkait produk asuransinya.


2. Instrumen investasi dari asuransi syariah juga cukup terbatas karena dana hanya akan
diinvestasikan kepada perusahaan yang sesuai dengan prinsip syariah.
3. Keuntungan dari dana yang diinvestasikan tidak bisa semaksimal pada asuransi
konvensional.

Kelebihan

1. Bebas riba
Asuransi syariah berlandaskan pada prinsip dan nilai keislaman. Sehingga,, pada prosesnya
tidak ada praktik riba. Dalam produk asuransi syariah, asas gotong royong lebih diutamakan
antar sesama peserta.
2. Dibangun dengan prinsip tolong-menolong
Manfaat asuransi syariah selanjutnya adalah adanya prinsip tolong-menolong yang
berasaskan syariat Islam. Prinsip tolong menolong dalam asuransi syariah didasarkan pada
Fatwa dari Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001.
3. Premi tidak akan hangus
Menariknya, asuransi syariah ini tidak membuat premi yang dibayarkan oleh nasabah
menjadi hangus. Perusahaan asuransi syariah menjamin premi, iuran, atau dana yang
disetorkan tidak akan hilang atau hangus.
4. Dikelola Dewan Pengawas Syariah
Manfaat asuransi syariah lainnya adalah pengelolaannya jelas oleh dewan pengawas syariah.
Dewan pengawas ini bertugas mengawasi aktivitas asuransi dan investasi syariah agar tetap
berada pada rules keislaman dan tidak melanggar aturan operasional.
5. Pengelolaan dana sesuai syariat Islam
Pengelolaan dana asuransi juga sudah disesuaikan dengan syariat Islam yang menjadi nilai
pedoman penyedia asuransi.

Produk Layanan

1. Asuransi Jiwa Syariah


Perusahaan ini memberi manfaat berupa uang pertanggungan kepada ahli waris apabila
peserta asuransi meninggal dunia.
2. Asuransi Pendidikan Syariah
Peserta akan mendapatkan dana pendidikan sesuai dengan kesepakatan peserta dan
penyedia asuransi terkait jenjang pendidikan. Asuransi ini juga tetap diberikan bila
peserta meninggal dunia.
3. Asuransi Kesehatan Syariah
Asuransi kesehatan syariah ini akan memberikan manfaat berupa penanggungan bila
peserta sakit atau mengalami kecelakaan.
4. Asuransi dengan Investasi (unit link) Syariah
Premi yang dibayar akan dialokasikan untuk dana tabarru’ dan sebagian dialokasikan
sebagai investasi peserta.
5. Asuransi Kerugian Syariah
Jenis asuransi ini akan memberikan ganti rugi atas kerugian harta benda yangjelas
pertanggungjawabannya.

Kesimpulan tentang Asuransi Syariah

Asuransi syariah adalah sebuah usaha yang dijalankan dengan prinsip tolong menolong.
Tujuannya sendiri adalah untuk saling melindungi dengan sistem pengelolaan berbasis syariah
sesuai dengan ajaran Islam.

Tentu saja hadirnya asuransi syariah ini bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk
asuransi yang dijalankan dengan prinsip bebas riba.

Istilah lain yang perlu kamu ketahui pada asuransi syariah juga disebut sebagai asuransi takaful,
ta’min, atau tadhamun.

Ekonomi
Kelompok
Nama : Rosa Palma Watunglawar

Anda mungkin juga menyukai