BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan dari adanya internet adalah pembentukan media digital
baru yang menawarkan kemudahan dibandingkan media konvensional. Hal
ini terjadi pada media audio dalam menyebarkan informasi, seperti hal nya
di media digital saat ini podcast merupakan media audio yang meyiarkan
informasi dengan menyediakan fasilitas on-demand kepada pendengar nya.
Fenomena mendengarkan Podcast telah menjadi rutinitas bagi pendengar
masa kini. Podcast dikemas lebih instan dari media audio sebelum nya.
Podcast merupakan media berbasis siaran yang diakses menggunakan
internet dalam beberapa aplikasi. Media ini hadir pada tahun 2005 lalu dan
mulai dikenal tahun 2007 yang berkembang hingga sekarang (Ben
Hammersley, 2004). Sepintas podcast terlihat seperti radio, dengan adanya
fasilitas pendengar disuguhkan serial audio yang berisi komunikasi satu arah
dari penyiar yang membahas suatu topik yang memiliki jadwal untuk setiap
programnya secara lebih fleksibel.
Dengan melakukan podcast merupakan contoh sempurna dari sebuah
prinsip yang mengubah kedekatan seseorang dengan radio, koleksi music,
buku dan lain nya. Melakukan podcast adalah cara penggabungan informasi
instan tentang blogging dengan audio yang dapat di putar di computer
maupun format mp3 (Tee, 2006). Kemudahan dalam mengakses menjadikan
lebih mudah, cepat, dan efisien yang membawa manusia melakukan
1
komunikasi semakin mudah. Aktifitas bersosial pun menjadi semakin
berubah yang awal nya hanya dengan bertemu hingga sekarang komunikasi
dengan jarak pun dapat dilakukan. Dengan kebiasaan manusia pada saat ini
yang sibuk melakukan aktifitas namun ingin mendengarkan siaran sesuai
keinginan pada saat itu juga menjadikan podcast merupakan kebutuhan
yang pas dengan segala kesibukan. Podcast menjadi ruang bagi para
pengembang konten audio termasuk mampu mengolah siaran radio
konvesional. Potensi podcast terletak pada keunggulannya yang dapat
diakses secara otomatis, mudah dan kontrol ada di tangan konsumen , dapat
dibawa-bawa, dan selalu tersedia(Geoghegan, 2007).
Mengutip dari artikel [Link] yang menuliskan beberapa
pengelola produk di Indonesia kini mulai melirik podcast sebagai saluran
memasang iklan dalam bentuk penyebutan nama brand atau ad-lib(Luky,
2019). Tidak jarang pula beberapa radio membayar dan mengunggah
ulang konten dari kreator Indonesia. Namun memasang iklan dalam podcast
untuk saat ini belum mampu membandingi penghasilan dari platform yang
terdahulu. Hal ini terjadi karena podcast sama hal nya dengan radio yang
menjadi pilihan dalam menyebarkan informasi. Sebagian dari produksi
podcast masih mengandalkan donator, secara individu maupun
kelembagaan seperti yang telah di ketahui dalam laporan tahunan Tow
Center for Digital Journalism (Luky, 2019).
Penggunaan podcast di Indonesia belum ramai seperti di Amerika
Serikat, namun adanya podcast saat ini menjadi sedikit ancaman untuk radio
yang mulai menurun dari sisi eksistensi. Fenomena podcast mulai ramai dari
2
beberapa tahun belakang, pemanfaatan podcast dimaksimalkan untuk
penggunanya yang ingin melakukan aktifitas dalam satu waktu bersamaan.
Fasilitas podcast hanya memiliki beberapa sudut seperti deskripsi isi
podcast, nama akun pengguna, durasi, tanggal unggah, bagikan podcast, dan
unduh podcast. Hal ini menyebabkan kurangnya komunikasi antara
penggungah dan pendengar, maka tidak adanya komentar masukan disetiap
siaran podcast yang dapat menjelaskan lebih dari informasi yang telah di
unggah. Guna dari kolom deskripsipun hanya sebagai pelengkap yang
melegkapi konten tersebut. Hal ini merupakan salah satu kewajiban kreator
untuk mengemas pesan dalam siaran yang dapat diterima secara langsung
oleh pendengarnya, walaupun terhambat dari fasilitas komunikasi satu arah
yang ada di podcast. Sedang berkembangnya media ini menjadi tantangan
bagi kreator baru yang akan mengisi kekosongan ragam kategori siaran
podcast yang ada di Indonesia. Walaupun podcast adalah kekebasan dalam
berkarya, namun pemilik akun podcast telah menentukan kategori dari
setiap siarannya sebagai titik konsistensi dalam menyebarkan informasi. Hal
ini menjadi salah satu tantangan bagaimana kreator mengembangkan isi dari
podcast secara konsisten dari sisi kategori dan jadwal mengunggah.
Produksi konten podcast biasanya menghadirkan dua orang atau lebih
dengan membahas salah satu tema. Pembicaraan podcast dilakukan dengan
dipandu satu orang yang menginterview lawan bicaranya. Pemilihan tema
yang tepat akan mempengaruhi pendengar yang akan hadir di laman podcast
sang pemilik. Biasanya pembawa acara menginterview narasumber tentang
bidang yang digeluti. Dalam pengerjaan konten podcast pembawa acara
3
akan menyiapkan beberapa pertanyaan yang akan menjadi isi dari
pembicaraan. Adapula Solo podcast yang biasanya di lakukan para pemula
pengguna podcast. Para Solo podcast ini membahas tema yang lebih ringan
dari yang biasa dilakukan para Interviewer podcast dengan menggunakan
gaya pertanyaan di media sosial dan membahasnya di rekaman podcast. Dan
ada pula Multi-Host podcast yang didalam nya terdapat lebih dari satu
pemandu. Tipe ini terasa lebih entertaining dibandingkan yang lain sebab
para pemandu membahas tentang opini masing-masing. Perbedaan jenis
podcast tersebut dapat memetakan para pendengar nya sesuai konten yang
telah di produksi sebelumnya. Tidak semua konten didengar para kalangan
pengguna podcast, maka dari sisi ini memudahkan para pendengar untuk
tidak merasa harus menunggu satu persatu siaran seperti radio.
Di Indonesia sendiri konten podcast memiliki berbeda-beda tipe.
Perbedaan tipikal konten tidak menjadi masalah, pendengar telah memiliki
tujuan masing-masing konten sesuai kebutuhan. Mengelola dan membedah
sebuah fenomena setiap pesan yang ingin disampaikan adalah hal yang
dapat mengundang pendengar. Para penyiar podcast memiliki kepekaan
pada isu disetiap sisi masalah. Penyiar podcast mengemas isu dengan ciri
khas yang telah mereka bangun di laman podcast. Isu yang popular di media
podcast selalu berbeda setiap pekan, tergantung jadwal rutin penyiar
memproduksi sebuah konten. Isu yang sedang popular di Indonesia
membahas tentang politik dalam bentuk podcast telah di bahas oleh akun
Podcast Awal Minggu, tidak hanya membahas isu politik bahkan mengenai
komedi juga menjadi bahan pembahasan di segmen podcast nya bersama
4
bintang tamu. Akun Podcast Awal Minggu menggunakan tipe podcast
interviewer, dengan mengajak tamu menceritakan pandangan hidup sesuai
latar belakang tamu. Podcast tidak hanya membahas isu yang serius, bahkan
menjadi seorang reviewer juga bisa di salurkan dalam media podcast.
Podcast dari Suarane yang dibalik suaranya ada sosok mantan penyiar radio
dan juga jurnalis. Akun Suarane memiliki banyak jenis segmen yang salah
satunya adalah segmen Kepo Buku, ia membahas tentang buku-buku yang
dapat direkomendasikan bagi orang awam mengenai refrensi buku. Bagi
pencinta sepak bola, akun Box2BoxID memiliki segmen spesial tentang
bola. Akun ini mengemas akun nya dengan gambaran podcast sepak bola
no. 1 di Indonesia, hal ini di tuliskan pada bio akun podcast Box2BoxID.
Setiap akun podcast mampu membangun dan memproduksi konten
sesuai isu yang sedang hangat dilingkungan sekitar maupun sesuai dengan
latar belakang pemilik akun. Sedikit berbeda dengan akun podcast
Katadochi, dibalik suara yang didengarkan terdapat sosok penyanyi
sekaligus bassis dari band pop-rock dan pendiri brand baju
SundaySundayCo di Indonesia. Dochi Sadega mengunggah konten
pertamanya di podcast pada Januari 2019 lalu. Katadochi merupakan salah
satu akun podcast yang terbilang muda namun telah menduduki Top
Podcast di Spotify. Sejauh ini Katadochi telah membuat 13 konten dengan
obrolan berbeda-beda setiap unggahan nya. Podcast Katadochi merupakan
akun podcast yang terjun untuk menyebarkan informasi berupa edukasi
bagaimana menghargai dan meningkatkan kualitas dari produk lokal seperti
tips memanajemen perusahaan, memilih produk dalam produksi, dan
5
mengelola nama brand. Dalam membuat konten ia mengundang teman-
teman pemilik produk lokal untuk di interview. Sehingga dalam konten
podcast nya, ia melakukan siaran dengan jenis podcast interviewer. Hal ini
menjadi menarik karena ia ingin membuktikan bahwa produk lokal mampu
menyaingi produk ternama dengan melakukan sharing dengan orang-orang
yang berlatar belakang pemilik produk lokal.
Berdasarkan dari konten yang telah diunggah dari akun podcast Katadochi,
maka peneliti ingin mengetahui seberapa besar efektivitas dari podcast sebagai
media yang memberikan informasi dan edukasi oleh Dochi melalui konten
podcast. Efektivitas merupakan suatu keberhasilan dari penyampaian informasi
melalui media podcast dari sisi pendengar setelah mendengarkan podcast.
Langkah tujuan Dochi untuk menyebarkan informasi sangat tepat dengan
pemilihan media audio seperti podcast. Dengan tersedianya podcast di platform
Spotify maka memudahkan para pendengar untuk mampir dilaman podcast.
Tidak hanya mengunggah di akun podcast, Dochi juga mengabarkan unggahan
podcast nya pada media sosial miliknya. Dengan tujuan agar pengikut di media
sosial mengetahui adanya unggahan baru di akun podcast Katadochi. Hal ini
menjadi efektif jika pendengar podcast mendengarkan detail hingga siaran
selesai, namun jika tidak maka informasi tidak sampai pada pendengar secara
utuh. Peneliti memilih podcast Katadochi dalam penelitian ini karena podcast
Katadochi konsisten menentukan satu topik dengan lawan bicara yang berbeda
dalam melakukan siaran. Konsep ini dilakukan Dochi karena ingin lebih fokus
dan mendalam dari topik tersebut.
6
Penelitian ini merupakan studi deskriptif efektivitas dari akun podcast
Katadochi dalam menggunakan media baru untuk menyebarkan informasi.
Melihat adanya podcast sebagai media baru dalam penyebaran informasi
bersifat audio, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tetang efektivitas
dari podcast sebagai media baru dalam penyebaran informasi yang
mengedukasi pendengarnya. Bagaimana podcast mampu menjadi media
baru yang menjadi sumber informasi yang akan sampai pada pendengarnya
dan terwujudnya sebuah dampak dari penggunaan media audio tersebut.
Sehingga, penelitian ini berjudul : “EFEKTIVITAS PODCAST
SEBAGAI MEDIA BARU DALAM PENYEBARAN INFORMASI (
Studi Deskriptif Pengikut Akun Podcast KataDochi )”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah
pada penelitian ini adalah :
Seberapa besar efektivitas podcast Katadochi dalam menyebarkan
informasi melalui podcast?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan yang dikaji lebih lanjut untuk
mengetahui arah penelitian dalam masalah ini adalah :
1. Untuk Mengetahui efektivitas dari podcast Katadochi dalam
penyebaran informasi melalui podcast
7
1.4 Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang dicapai terdapat manfaat
penelitian sebagai berikut.
1. Manfaat Akademis
Podcast merupakan media baru yang sedang berkembang di media
penyebaran informasi dalam bentuk audio dan penelitian terkait
nilai guna dari Podcast sebagai media berdasarkan persepktif
konsep ilmu komunikasi yang masih sedikit ditemui. Maka dari
itu, penelitian ini diharapkan menjadi refrensi baru bagi peneliti
selanjutnya dan menambah pengetahuan peneliti tentang
pengelolaan konten pada media audio dan bermanfaat sebagai
bahan diskusi awal untuk menggali lebih jauh potensi podcast
sebagai salah satu pilihan media distribusi konten audio. Dan
diharapkan masyarakat umum dapat bermanfaat sebagai
pengetahuan baru tentang penyebaran informasi dalam media baru
berupa podcast.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan serta
pemahaman bagi para pendengar media audio dalam memahami
nilai guna yang dapat diperoleh dari penelitian ini seperti informasi
sebuah konten yang disampaikan di media audio Podcast.