0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan5 halaman

Contoh Kasus dan Solusi Rasisme

Rangkuman dokumen tentang rasisme: 1. Rasisme adalah sistem kepercayaan bahwa perbedaan biologis ras menentukan keunggulan budaya atau individu, dengan satu ras lebih superior. 2. Rasisme menyebabkan diskriminasi, segregasi, dan kekerasan termasuk genosida. 3. UU No. 40/2008 menentang diskriminasi ras dan etnis sebagai bentuk rasisme.

Diunggah oleh

Akun coba-coba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan5 halaman

Contoh Kasus dan Solusi Rasisme

Rangkuman dokumen tentang rasisme: 1. Rasisme adalah sistem kepercayaan bahwa perbedaan biologis ras menentukan keunggulan budaya atau individu, dengan satu ras lebih superior. 2. Rasisme menyebabkan diskriminasi, segregasi, dan kekerasan termasuk genosida. 3. UU No. 40/2008 menentang diskriminasi ras dan etnis sebagai bentuk rasisme.

Diunggah oleh

Akun coba-coba
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RASISME

Disusun oleh:
Fransisco Serano Palestiyo Nugroho Hudiwijono (X IPS 2 / 9)
Yoel Benny Yanmer Pasaribu (X IPS 2 / 32)
Nikolas Pratama Rusli (X IPS 2 / 25)
Octavianus Austyn (X IPS 2 / )
RASISME
A. Pengertian
Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa
perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya
atau individu - bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk
mengatur ras yang lainnya .
Rasisme dan ketidakadilan lingkungan tak pernah lepas dari praktik kapitalisme dan
penjajahan. Hal ini tercermin dari adanya penetapan wilayah-wilayah tertentu sebagai
wilayah yang dikorbankan oleh negara. Wilayah yang dikorbankan ini dianggap
sebagai wilayah miskin yang susah berkembang. Pabrik-pabrik industri kimia
misalnya, dibangun secara khusus di daerah-daerah tempat orang miskin dan orang
kulit berwarna hitam tinggal. Mereka ini adalah kelompok yang termarginalkan
karena memang negara tak memberikan mereka kesempatan sedari awal.
Rasisme telah menjadi faktor pendorong diskriminasi sosial, segregasi dan kekerasan
sosial, termasuk genosida.

 Pengertian rasisme menurut beberapa ahli:

1. Pramoedya Ananta Toer, Rasisme atau rasialisme ialah pemahaman yang menolak


suatu golongan masyarakat yang berdasarkan atau berbeda ras. Dengan kata lain,
mempunyai kelainan daripada umumnya.
2. Alo Liliweri, Pengertian rasisme adalah suatu ideologi yang mendasarkan diri pada
diskriminasi terhadap seseorang atau sekelompok orang, karena ras mereka bahkan ini
menjadi doktrin politis.
3. Human Rights and Equal Opportunity Commission, Definisi rasisme merupakan suatu
ideologi yang menyumbangkan pernyataan mitos perihal kelompok ras dan etnis
lainnya yang merendahkan kelompok atau komunitas tersebut.
4. Oliver C. Cox, Rasisme merupakan peristiwa, situasi yang menilai berbagai tindakan,
dan nilai dalam suatu kelompok berdasar perspektif kulturalnya yang memandang
semua nilai sosial masyarakat lain diluar diri mereka itu salah dan tidak dapat
diterima.

 Hukum di Indonesia yang berkaitan dengan Rasisme “UU Nomor 40 Tahun


2008”
a. Bahwa umat manusia berkedudukan sama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dan umat
manusia dilahirkan dengan martabat dan hak-hak yang sama tanpa perbedaan apa pun,
baik ras maupun etnis;
b. Bahwa segala tindakan diskriminasi ras dan etnis bertentangan dengan nilai-nilai
Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Deklarasi
Universal Hak Asasi Manusia.
c. Bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan berhak atas
perlindungan terhadap setiap bentuk diskriminasi ras dan etnis.
d. Bahwa adanya diskriminasi ras dan etnis dalam kehidupan bermasyarakat merupakan
hambatan bagi hubungan kekeluargaan, persaudaraan, persahabatan, perdamaian,
keserasian, keamanan, dan kehidupan bermata pencaharian di antara warga negara yang
pada dasarnya selalu hidup berdampingan.
e. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf
c, dan huruf d perlu membentuk Undang - Undang tentang Penghapusan Diskriminasi
Ras dan Etnis.

B. Macam - macam Rasisme:


Rasisme dibagi menjadi dua bentuk yaitu:
 Rasis gaya lama
Rasisme gaya lama yaitu sekelompok orang yang mempunyai pandangan tertutup dan
memegang keras pendiriannya tentang kaum minoritas. Rasisme ini menimbulkan
banyak tekanan dari kaum minoritas sehingga memberikan ruang untuk melakukan
perlawanan. Kuatnya perlawanan terhadap rasisme gaya lama memunculkan apa yang
disebut rasisme gaya baru.
 Rasis gaya baru
Rasisme gaya baru meyakini bahwa diskriminasi adalah masa lalu dan menganggap
kaum minoritas terlalu mendapatkan banyak simpati. Dalam hal ini rasisme gaya baru
akan memberikan ruang untuk melakukan diskriminasi ras terselubung.

[Link] kasus Rasisme:


 Rasisme di Amerika Serikat
Sejarah rasisme di Amerika telah mencatat berbagai masalah pelanggaran bersifat
rasial sedari dulu hingga saat ini. Kasus yang menimpa George Floyd pada 25 Mei
lalu menjadi salah satu cerita baru dalam sejarah rasisme di Amerika yang berakhir
tragis. George Floyd meninggal setelah seorang polisi kulit putih menginjak
lehernya dengan lutut di Kota Minneapolis, Amerika. Kematian George Floyd
memicu unjuk rasa dan kericuhan di berbagai wilayah di Amerika Serikat untuk
menuntut upaya keadilan terhadap George Floyd.

 Rasisme di Papua
Kejadian di Papua sangat memberikan kerugian bagi rakyat Papua karena sempat
adanya politik rasisme, mereka jadi memberikan fasilitas kepada mereka yang non
papua adalah fasilitas terbaik sedangkan mereka yang memiliki ras Papua hanya
diberikan fasilitas yang kurang baik seperti kurangnya tenaga kerja, obat-obat yang
sudah kadaluwarsa dan lain - lain, sehingga membuat angka kematian masyarakat
Papua semakin meningkat.

D. Penyebab terjadinya rasisme:


 Munculnya rasa tidak aman
Munculnya rasa tidak aman menyebabkan timbulnya rasa insecure dan hilangnya
identitas. Ketika merasa tidak memiliki identitas maka orang akan mencari kelompok
yang memiliki kesamaan pada dirinya. Kesamaan tersebut bisa berupa suku, agama,
ras, dan budaya. Berada dalam kelompok berisi orang-orang yang mirip dengan kita
dapat memberikan rasa aman.
 Memusuhi golongan lain
Setelah memiliki identitas diri, kini kita punya identitas kelompok. Namun, identitas
ini juga bisa membuat kita memusuhi orang di luar golongan kita. Permusuhan
muncul karena setiap golongan ingin membuat dirinya lebih kuat. Kita mungkin
menjadi dekat dengan orang-orang dalam golongan kita dan semakin mencintai
prinsipnya. Akan tetapi, kedekatan itu justru memicu konflik dengan golongan lain.
Perbedaan kecil saja bisa memantik masalah antar-ras, agama, dan sebagainya.
 Pembentukan karakter
Seseorang bisa menjadi rasis karena dipengaruhi oleh pola pembentukan karakter
sejak ia lahir, norma sosial di masyarakat dan sistem politik, ekonomi dan budaya
sebuah negara yang cenderung rasis.
 Pembentukan ide dan kepercayaan yang salah
Ide dan kepercayaan yang salah membentuk prasangka buruk; prasangka buruk
kemudian menghasilkan perilaku negatif yaitu diskriminasi terhadap kelompok
masyarakat tertentu.
 Stereotip
Prasangka membentuk keseragaman informasi dalam penalaran manusia yang
kemudian dikenal dengan stereotip. Stereotipe adalah penilaian terhadap seseorang
hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat
dikategorikan.
 Pelampiasan pada golongan lain
Berbagai emosi terpendam yang menjadi penyebab rasisme berkumpul pada diri
Anda. Kemudian, Anda melampiaskannya pada orang dari golongan lain. Anda
sebenarnya merasa memiliki kekurangan, tapi Anda melampiaskannya dengan
membenci orang lain dari etnis yang berbeda.

E. Cara mencegah terjadinya Rasisme


 Saling menghormati antar ras.
 Mencoba untuk mulai bergaul dengan ras yang kalian tidak sukai atau bahkan kalian
benci untuk bergaul,ngobrol,bahkan bermain bersama karena mereka secara fisik
memang mereka mungkin kurang baik di mata mereka namun hati mereka merupakan
hati yang mulia.
 Pemerintah harus ikut campur tangan dan melakukan blusukan blusukan ke beberapa
daerah yang situasi nya wajib dikunjungi
 Memberikan hukuman dan sanksi atau bahkan pengucilan dalam marsyarakat bagi
mereka yang melaksanakan rasisme
 Mengiriimkan pengawas berupa orang yang netral untuk di tempat yang ada situasi
kurang adil dan pengawas itu akan mencatat dan melaporkannya bagi pihak
berwenang

F. Nilai – nilai Kanisian yang terkait dengan Rasisme:


 Competence (Kepandaian)
Harus menerapkan hal - hal positif, menjunjung tinggi kebenaran.
 Conscience (Hati Nurani)
Melihat dengan perasaan yang halus – baik, berpikiran positif

 Compassion (Kepedulian)
Peduli terhadap orang yang tertindas.
 Commitment (Komitmen)
Berjanji untuk pribadi yang baik agar dapat berguna dan dapat membantu sesama.

Anda mungkin juga menyukai